jenesy

important spoken word videos to watch (tw for some - slurs, depression, sexism, racism, suicide, rape)

anonymous asked:

What mods would you say are the best introduction for a newcomer to play Doom?

I would say the best introduction for a newcomer to play Doom is to play…well, Doom. Play the game the way it was originally intended.

Get a source port of choice, disable jumping/crouching, and play through E1-3 of Doom 1. Then from there, either play through E4 or play through as far as Doom 2 as you care to–a lot of people tend to drop off around map12 or so.

Do a little TNT or Plutonia for flavor, and then jump in to mods and maps.

In terms of maps, the community’s been cranking out so much content for over two decades, so there’s a lot of options.
Do you want short, punchy levels that are quick to blast through? There’s Zone300.wad, Demonfear, and both Scythe and Scythe 2. (Warning: Both Scythes get kind of brutal in the later levels)
Do you want a hi-tech romp through sci-fi trappings? Equinox and UAC Ultra are good mapsets for that. (The music in Equinox is very bad, though)
If you’re tired of short and punchy levels and want to roam around and get nice and lost, Hellcore, Hellground, and Water Spirit are some of the most roam-y and atmospheric mapsets I know of.
For general all-purpose mapsets that do a little bit of everything, here’s some classics that have a nice combination of enemy encounters, nice architecture, action, and pretty aesthetics. Vanguard, Jenesis, Unholy Realms, and JPCP.

As far as gameplay mods go, do you like shooting Nazis? That’s a trick question, everyone likes shooting Nazis. WildWeasel’s Nazis allows you to do exactly that.
Psychic is a classic. It’s fast approaching its eighth-year anniversary, and yet even now it stands heads-and-shoulders above so many other mods, allowing the player to dual-wield guns and psychic powers in a slick and stylish manner. Along with WildWeasel’s mods, Psychic was one of my personal inspirations to get into modding.
If you like a bit more of a roguelike flavor to your Doom and want to customize and tweak weapons, DoomRL Arsenal is a fun little romp taking inspiration from the-artist-formerly-known-as Doom Roguelike.
If you want to see something from a newcomer, Bullet-Eye boasts a whole bunch of slick graphics and simple gameplay. It’s not quite as polished or intricate as other entries, but that’s not really a bad thing.

youtube

I can’t believe I’m posting this.

I wanted to post a video of the Susano battle from a tank’s perspective, because it’s honestly the most incredible mechanic I’ve done in this game so far and it never, ever gets old. Skip to 4:30 to see what I mean.

Then, from there, most of the battle went to hell. I, in my hubris, went to taunt the Lord of Revels and almost immediately died. We kept yelling at each other over which rock to break and Rothe Aubrey was crushed as a result. We kept baiting the AoEs to the most inconvenient spots.

But A’zaela was horrendously sick and Jenesis had ten minutes until raiding and we were all dying laughing in Discord, so the party made me promise that this would be the video I’d upload.

Skill level: seven friends on a fishing trip.

The party, going down the list: me, @dat-paw, @thefateofivalice, @thecat-inthehat, @kukurubean, @jenesislabariel, @weslin, and @foewreckem.

Mengapa Kamu Harus Nyoba Daftar Jenesys

Ini kok judulnya kayak artikel-artikel di Hipwee yah ._____. Jadi ketahuan kalau saya sedang online itu yang saya buka bukan jurnal atau penelitian termutakhir di bidang kedokteran tapi artikel-artikel yang…. ah sudahlah.

Jadi, saya lagi mau pamer. Mau mingin-mingini. Buat kamu yang nggak punya passion keluar negeri gratis, atau ikut student exchange, student visit, dan segala student-student-an, atau yang nggak pengen punya kenalan dan membangun networking dari orang-orang kece di seluruh Indonesia, saya persilakan untuk nggak melanjutkan baca tulisan saya.

Atau buat kamu yang lebih suka nongkrong di comfort zone dan nggak pengen nyoba sesuatu yang baru, saya persilakan juga untuk meng-close postingan saya ini.

Lho kok jadi galak .____. Come on Rizka, try to focus on what you really want to write.

Ada yang pengen ke Jepang gratis? Atau ada yang pengen ngerasain terbang 7 jam di pesawat supernyaman? Pengen lihat langsung rumah dan kuil so Japanly yang saat ini cuma bisa kamu lihat di Doraemon dan Detective Conan? Atau simply pengen punya banyak temen-temen keren dari berbagai universitas dan daerah di Indonesia dan juga dari Jepang? Atau pengen ketemu Maria Ozawa versi asli tanpa sensor? *eh* *ini yang terakhir seriusan nggak serius* 

Pengen? Why don’t you try Jenesys?

Jepang bukan negara favorit saya. Bukan negara yang bikin saya gemetaran tiap lihat foto-fotonya di internet. Tapi jelas masuk dalam list negara yang mesti saya kunjungi. Negara yang katanya maju.. negara yang nilai-nilai kulturalnya kental… negara yang tertib, bersih, rapi… rawr, emang ada gitu negara yang kayak gini? Rasa penasaran itu yang bikin saya berkali-kali nyoba apply Jenesys dan baru lolos di kali kelima saya mencobanya.

Dari tadi nyebut-nyebut Jenesys. Jenesys sih apa? Oke, oke, lemme explain a little. Jenesys merupakan singkatan dari Japan-East Asia Networks of Exchange for Students and Youths, dimana para pemuda pemudi yang terpilih menjadi peserta Jenesys akan berkesempatan mengunjungi negara matahari terbit dalam kurun waktu tertentu. 

Keuntungannya ikut Jenesys apa dong?

SATU! Alasan paling klasik jelas: bisa ke Jepang gratis tis tis tis!
Saya itu orang yang demen pergi kemana-mana, tapi nggak punya banyak duit buat pergi kemana-mana. Oleh karena itu, program-program semacam Jenesys ini jelas nggak mungkin luput dari incaran saya.

Emang beneran bisa ke Jepang gratis lewat Jenesys? BISA! Semua biaya mulai dari tiket pesawat PP, akomodasi, transportasi di Jepang, konsumsi, kegiatan, wisata, semuanya ditanggung oleh JICE selaku penyelenggara! Nggak ada tuh dipungut uang pendaftaran, pajak, uang gedung, sumbangan, SPP, dan sripilan-sripilan-nya. Wis pokoke nek udah keterima Jenesys tinggal nabung buat uang saku selama di Jepang dan banyak-banyak berdoa biar bisa sehat dan selamat selama mengikuti program.

Buat yang demen keluar negeri dengan backpacker-an, selama ikut Jenesys itulah saatnya kamu nggak usah banyak prihatin (yeah yeah saya juga beberapa kali backpack keluar negeri jadi tau lah “perjuangan” buat ngirit budget yang terbatas). Di Jenesys, singkirkan dulu si backpack yang kadang bikin backpain itu. Karena di Jenesys, kamu dianggap sebagai tamu negara yang dijamu dengan fasilitas yang “wow”. Mulai dari tiket pesawat pakai Japan Airlines (yang harga tiketnya nyampe 19 jutaan), menginap di hotel berbintang, konsumsi dengan menu-menu “mahal” (simpan dulu itu Pop Mie, mie gelas, abon, dan roti-roti kering pengganjal perut), transportasi antardaerah di Jepang antara naik Shinkansen (yang harga tiketnya jutaan) atau pesawat, pokoke makmur jaya sentosa.

Lupakan sejenak bangku pesawat yang sempit dan bikin pegel itu. Kursi empuk yang nyaman, mbak-mbak cantik, dan seperangkat in-flight entertainments siap membuat perjalananmu ke Jepang menjadi tak terlupakan.

DUA! Daftarnya gampang!
Ini adalah program (yang selama saya apply berbagai macam program gratisan keluar negeri) yang bisa saya katakan paling simpel dan paling mudah apply-nya. Nggak perlu TOEFL setinggi langit berbintang, nggak perlu jadi kandidat mapres, nggak perlu punya riwayat jadi ketua BEM, kamu masih punya kesempatan besar buat keterima di program ini. Berkas yang diminta pun simpel banget. Hanya formulir aplikasi dengan pertanyaan-pertanyaan standar serta beberapa berkas lain seperti scan KTM, KTP, Paspor, dan sertifikat TOEFL (nggak harus ITP atau iBT, saya pake TOEFL-Like yang murah meriah alhamdulillah lolos :D).

Nah, karena saking gampangnya cara daftarnya, nggak usah heran kalau setiap kali program Jenesys dibuka, yang mendaftar itu mbludak. Ribuan. Itulah kenapa formulir aplikasi kamu harus menonjolkan dirimu sebaik-baiknya. Saya nggak bilang bahwa kamu harus punya TOEFL 600, atau jadi mapres, atau jadi ketua BEM dulu buat bisa lolos program ini, tapi semakin banyak keunggulan yang ada atas dirimu, semakin besar kans-mu untuk lolos. TOEFL saya waktu lolos Jenesys cuma 517 (udah kadaluarsa lagi sertifikatnya .___.), saya bukan mapres, dan saya nggak keterima jadi anggota BEM. Tapi saya suka nulis, suka membangun networking, suka belajar sesuatu yang baru, dan itu yang saya poles biar keliatan agak “wow”. Padahal sih aslinya saya hanyalah “da aku mah apa atuh?” di kampus.

Ingat ya, ibarat make up, poles dirimu di formulir aplikasi dengan menonjolkan kelebihan yang ada pada dirimu dimana itu dapat menutupi kekuranganmu. Jangan bohong. Jangan mengada-ada. Kalau aslinya hidungnya pesek ya pake highlight dan contour biar hidungnya keliatan lebih bervolume dan spesial. Jangan dioperasi plastik biar jadi mancung.

TIGA! Kuota pesertanya banyak!
Mungkin kamu pernah daftar program-program pertukaran yang hanya menerima belasan orang saja untuk jadi kandidatnya. Tapi Jenesys, well, inilah salah satu program paling dermawan yang pernah saya temui. Tahun 2014 saja, ada 500 lebih pemuda pemudi Indonesia yang dikirim ke Jepang. Angkatan saya saja, batch 18, ada 48 orang. Banyak? Banget!

We are family!

Dalam 1 tahun, Jenesys bisa membuka beberapa batch dengan tema yang berbeda-beda. Bagi yang tertarik dengan disaster management, bisa ikutan program Jenesys yang mengkhususkan bahasan-bahasan mengenai penanggulangan bencana. Bagi yang suka agriculture, Jenesys juga membuka program yang akan membuka wawasan pesertanya tentang teknologi dan peluang pertanian yang bisa diterapkan di Indonesia. Buat anggota rohis, Jenesys juga membuka program yang memberikan pengalaman kepada pesertanya tentang kehidupan Islam di Jepang. Atau mau tema kayak saya yang lumayan general? Saya keterima di program dengan tema Science and Technology, dan berkesempatan untuk mengunjungi pusat-pusat pengembangan sains dan teknologi di Jepang. Asik, kan?

Buat yang nanya kapan aja dibuka pendaftaran Jenesys, maaf saya nggak bisa jawab karena jadwal Jenesys emang suka berbeda tiap tahunnya. Silakan ikuti page “Jenesys Indonesia-Japan” di facebook yang dikelola oleh teman-teman saya. Disitu banyak info nggak cuma tentang Jenesys tapi juga program-program kunjungan ke berbagai negara kok. Stay tune aja yah ^_^

EMPAT! Kenalan sama orang-orang kece dari berbagai daerah di Indonesia dan juga dari Jepang!
Pernah kebayang nggak sih, temen BBM, WA, atau temen facebook-mu adalah para selebritis kampus? Orang-orang berprestasi yang punya banyak kontribusi ke masyarakat? Yang memenangi perlombaan ini itu? Yang di kemudian hari punya kesempatan besar untuk menjadi pengambil kebijakan di negeri tercinta?

Sejak jadi anggota Jenesyst, bahkan sebenarnya sejak saya dapet kesempatan keluar negeri sebagai delegasi Indonesia, saya udah merasa keciiiiiil banget. Da aku mah apa atuh di negeri sendiri. Hanya orang yang sukanya ngeluh sama kondisi Indonesia tapi ga bisa kasih kontribusi apa-apa. Apalagi kalau lihat kawan-kawan seumuran saya dari luar negeri yang mewakili negaranya masing-masing. Wah :(

Saya kalau lihat teman-teman saya itu, jaraaaang banget ngeluh atau komplen atau sekedar share-share berita ngga jelas yang isinya nyalahin pemerintah di media sosialnya. Istilah kerennya, mereka kayaknya cuma mikir contribute, contribute, contribute. Inspire, inspire, inspire. Study, study, study. Banyak teman Jenesys saya yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang punya dampak besar di masyarakat sesuai bidang yang mereka minati. Banyak juga yang dapet kesempatan menimba ilmu di luar negeri dengan bidang ilmu-bidang ilmu strategis yang kelak bisa bermanfaat untuk Indonesia. Aduh, keren banget, deh. Speechless saya kalau ngomongin mereka.

Melalui program-program semacam Jenesys ini, saya juga membangun koneksi dengan teman-teman saya di luar negeri. Banyak di antara mereka yang hingga saat ini masih rajin email-emailan sama saya. Selain bertukar topik seputar isu-isu yang lagi marak di dunia *ciyeh*, saya juga bertukar aktivitas sehari-hari yang kita jalani di negara masing-masing. Mengetahui kegiatan-kegiatan mereka, kadang saya jadi malu sendiri. Saya punya teman kedokteran yang saat ini menjadi volunteer di daerahnya untuk menanggulangi penyakit menular. Ada juga yang sedang menyusun riset tentang kajian genetika suatu penyakit yang menjadi salah satu pembunuh terbesar di dunia. Wew.

Mungkin inilah faktor terbesar saya suka daftar-daftar program keluar negeri yang dibiayai. Because simply, I want to be a better person. Mengenal mereka-mereka yang di usia muda sudah mencecap posisi “Young on Top” dalam berbagai versi, bikin saya jadi termotivasi. Nggak semua orang bisa mencapai posisi “Young on Top” itu, saya paham bahwa semua orang punya perannya masing-masing. Tapi sesungguhnya kita nggak perlu berkompetisi dengan orang lain, kan? Yang harus kita ajak berkompetisi adalah diri kita sendiri, kan? Menjadi diri kita yang lebih baik dari waktu ke waktu…

Anyway, kenapaaaaa setiap saya bikin postingan yang ringan ujung-ujungnya suka jadi berat gini? .___.

LIMA! Bikin rasa cinta Indonesia jadi meledak-ledak!
Mungkin yang kelima ini nggak semua orang bisa merasakan, mungkin hanya saya sendiri yang merasakan. Tapi serius, terkadang untuk mencintai sesuatu, kita harus pergi dari sesuatu itu tersebut sejauh mungkin. Untuk mendapat perspektif baru, memperoleh wawasan baru. dan bikin kita berpikir “Negara lain mungkin lebih cantik, lebih baik, lebih maju dari Indonesia. Tapi tetep tanah air itu nggak terganti.”

Saya selama mengikuti program Jenesys, banyak berkunjung ke tempat-tempat keren yang memamerkan betapa pesatnya teknologi Jepang. Saya juga berkesempatan mendatangi tempat-tempat yang memamerkan betapa keukeuh-nya mereka memegang tradisi kultural mereka sendiri. Modern dan konservatif. Dua hal yang bertolak belakang tapi jadi…. cantik. Just like Indonesia will be (Aamiin!).

Saya merasakan kehangatan dan ketulusan orang-orang Jepang dalam membantu kami, para visitors yang sering pake bahasa tarzan dalam berkomunikasi dengan mereka saking terbatasnya kemampuan bahasa Jepang kami. Mereka yang kadang menawarkan diri untuk memotret kita tanpa kita minta, yang ikhlas menjadi pemandu jalan dan pemandu wisata tanpa bayaran, yang selalu melambaikan tangan pada kita saat kita berpamitan (mereka melambaikan tangan sampai kita hilang dari pandangan, loh). Banyak hal-hal simpel yang menunjukkan betapa hangat dan ramahnya mereka terhadap tamu yang berkunjung ke negaranya. Just like Indonesian people are.

Melihat Jepang, saya memiliki harapan besar Indonesia pun kelak akan setara bahkan mengungguli Jepang. Insha Allaah. Semoga kelak bukan pemuda pemudi Indonesia yang terbelalak saat mengunjungi Jepang, tapi pemuda pemudi Jepanglah yang akan berdecak kagum saat mereka menjejakkan kaki di tanah Indonesia. Someday. Mungkin belum di generasi saya, tapi di generasi anak cucu cicit saya. Aamiinn ya Allaah…

*******

Ada banyak alasan lain yang bisa saya paparkan untuk mendorong kalian buat nyoba daftar Jenesys. Tapi mungkin lima alasan ini udah cukup buat ngompor-ngomporin kalian yang masih malu-malu buat sekedar ngisi formulir aplikasi dan mengirimkannya. Ayo! Tanah Allaah itu luas, jejakilah dan ambil kebijaksanaan dari tempat-tempat yang mampu kamu datangi! Karena seperti sajak Imam Syafi’i:

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Butuh alasan berapa lagi buat bikin kamu termotivasi mencoba seleksi Jenesys?

Are you ready? Save the dates!


Best,

Rizka Amalia Fulinda

anonymous asked:

In your opinion, what are the definitive .wads for Doom?

When I think of “definitive” wads to play these are the wads that come to my mind:

Scythe 1 & 2

Alien Vendetta

Jenesis

Hellbound (With Doom 64/PSX Doom soundtrack for added atmosphere)

Speed of Doom

2002 A Doom Odyssey

Unholy Realms

Requiem

You really can’t go wrong with any of these. They’re all fantastic and should be experienced at least once. I’d recommend these to anybody looking for really solid megawads to play. Shining examples of exciting, challenging gameplay and great level design.

youtube

Jenesis Fonseca - “The Way to a Woman’s Heart” (CUPSI 2014)

“They say the way to a man’s heart is through his stomach. There is no proverb about the way to a woman’s heart. The way into her is more important.”

Performing for Princeton during semifinals at the College Unions Poetry Slam Invitational.

HERE IT IS. AT LAST. I have been slaving away over this for the past week because I am horribly slow at digital inking, but this was one of those times where I kinda wanted the practice? ANYWAY. 

This is my thanks for the cool people of Riskbreakers for doing the RP thing with me, and letting Goober finally be free from those dumb Garleans.

Story behind it: Gaufrier’s been under the loving totally awful Garlean army as a captive as they try to develop some sort of Aether Supressor Thing. Jenesis got a bunch of people together to assault Castrum to finally free him!

TL;DR, I got to use my Echo power to give em one last push against the bad guy and their Device and it was REALLY EPIC AND I HAD A LOT OF FUN OKAY.

…so I had to put it into a drawing, cause that’s what I do.

So thank y’all for giving me an RP outlet, and I look forward to doing more with you! <3 

…now it’s onto those other doodles I wanted to do finally.

————————————————————————

@dat-paw​, @thefateofivalice​, @ivaan-ffxiv​, @onwesterlywinds​, and @jenesislabariel

youtube

Jenesis Fonseca - “The Way to a Woman’s Heart”

Grandmother believed a good meal says “I love you,” better than a kiss. 
Grandmother believed a good meal says “I’m sorry,” better than an apology. 
Like my grandmother, my mother serves an excess and says, “You can never, never love too much." 

Nervous about the Riskbreaker Fight Night? Get Gud w/Jen

Are you coming to the Riskbreakers’ 2nd Anniversary this week? Don’t know what that is? Check it out here first, then come on back! 

On the same page now? Excellent. So, maybe you’re brand new to RP. That’s awesome! Or, maybe you’ve RPed in other venues, but never in Final Fantasy. That’s awesome, too! Or, possibly, you’ve RPed a bunch in Final Fantasy but haven’t ever done fighting before and need to dust off those mad skillz a bit. That’s still awesome (are you sensing a theme here, yet?)!

For starters, every Riskbreaker I know is inviting, kind, and patient! No matter what your skill level or experience is with RP, I know that the door will be open and the mead will be flowing if you come by to visit. In case you’d like an idea of how fighting works, keep reading below the break line here and check out these screenshots from a “Fight Lesson” with @amonsaiqaxiv (my thanks for letting me use you here. :) )!


Lesson Part 1: How do I write a custom emote?

Not too bad, right? If you’re still with me, let’s move onto part 2.

Lesson Part 2: How do I make a random roll? How do hits/misses work?

Now we’re still in the rules, but we’re almost onto the fun part (FIGHTING), so bear with me.

Lesson Part 3: Starting the Fight

Still going, eh? Sweet. Next!

Lesson Part 4: How best do I RP a hit or miss? Is this alright?

On average, don’t worry too much about your posts being perfect. Especially on fight night, when there will be lots of people wanting to bash each others’ face in, it’s important to move things along as efficiently as possible!

Lesson Part 5: Embrace your own Narrative

Everyone has their own style, their own “voice.” There is totally no wrong way to RP! As long as you are aware of your partner and acknowledge their actions/reactions, you are entering into a fun tandem experience that you should be able to relax and enjoy!

Lesson Part 6: How much influence do the numbers have on the RP?

Please excuse the jankified use of MS Paint, it’s the best I’ve got for the moment. ^^; 

Lesson Part 7: How do we know who wins and who loses?

When 3 hits are landed, the match is over; the players will acknowledge and play out their victory/defeat (in character!) and then move off the mats for the next bloodbath friendly spar. 

EDITORIAL NOTE: For the purposes of giving everyone a chance to participate, the fights will be reduced to 2 hit victories instead of 3 for the duration of the anniversary event!

Lesson Part 8: Apparently, just don’t fight Jen (just kidding, please do fight Jen, this is fun for me. XD).

And that’s it! A rules explanation, a sample fight, and the promise that no matter what your skill level with writing (OR with dice, sorry Amon! XD), you will be welcomed at the anniversary with open arms, books, axes, swords, lances… ah, you get the idea.

COME TRY YOUR HAND AT COMBAT IN THE PIT AT THE <<RISK>> ANNIVERSARY PARTY ON MAY 25TH! WE CAN’T WAIT TO SEE YOU!