jembatan ampera

Biasanya, kalau kita mendengar kata Palembang pasti yang teringat pertama kali makanan khasnya yaitu pempek, bukan?
Bagaimana dengan tempat-tempat yang menjadi ciri khas kotanya? Selain Jembatan Ampera, ada yang sudah tahu lebih?
Nah, kali ini seluruh anggota KITAsumatera jalan-jalannya ke kota dengan makanan olahan yang rata-rata berasal dari ikan tenggiri. Walaupun cuma jalan-jalan virtual, cukuplah untuk menambah pengetahuan tentang kota dengan jembatan merah ini bagi yang belum pernah kesanaaa..

Penasaran? Mari disimak, yuk…


Kota Palembang merupakan ibu kota provinsi Sumatera Selatan yang merupakan kota terbesar kedua setelah Medan. Berdasarkan prasasti Kedudukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang yang menyatakan bahwa Palembang merupakan kota tertua di Indonesia.


Untuk sejarah dari nama Palembang itu sendiri karena dulu di Palembang itu banyak area pertambangan. Jadi, kalau orang nanya mau ke mana, jawabnya “mau ke Panembangan”. Lama-lama jadi berubah kata-katanya jadi “mau ke Palimbangan” yang lambat laun berubah jadi “mau ke Palembang”. Kalau untuk sejarah Jembatan Ampera itu sendiri, dibangun oleh Indonesia, dengan tenaga ahli yang didatangkan dari Jepang. Dibangun setelah kemerdekaan dan didukung penuh oleh Bung Karno.

Ikon kota Palembang yang wajib dikunjungi adalah Jembatan Ampera dan Sungai Musi. Selain daripada ikon kota Palembang itu sendiri, ada beberapa tempat wisata sejarah yang wajib dikunjungi seperti Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Museum Balaputradewa, Taman Purbakala, dan Al-Qur’an terbesar. Kalau untuk wisata alamnya, ada Punti Kayu, Pagaralam, dan Pulau Kemarau. Palembang juga memiliki banyak ragam dari Mesjid Agungnya, salah satu contohnya ialah Mesjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II. Ah iya, ada Jakabaring juga untuk tempat wisatanya.

Kalau masalah makanan khas Palembang, pasti semua orang sudah tau dengan Pempek. Nah, selain dari Pempek, ada beragam jenis makanan daerahnya yaitu, Pindang Meranjat, Tekwan, Maksuba, Engkak Ketan, Kue Lapan Jam, Mie Celor, Lenggang, Laksan, Burgo, Celimpungan, dan Otak-otak. Rata-rata dari beberapa jenis makanan di atas, terbuat dari ikan tenggiri loh..

Etnis dasar dari Palembang sendiri ialah etnis Melayu yang menggunakan bahasa Melayu yang sudah disesuaikan dengan dialek setempat yang kini dikenal sebagai Bahasa Palembang. Ada juga bahasa gaulnya anak Palembang, yaitu : Wong Kito Galo, apodio gawe, alangkenyo, demiapo, alangke pacaknyo, wayake, iyobae nah, dll. Ada yang tahu artinya? Kalau tidak, coba di tanya ke teman yang tinggal di Palembang. Hehe..

Oh iya, Palembang pernah beberapa kali ngehosting event olahraga internasional, seperti Sea Games XXVI 2011, Islamic Solidarity Games III 2013, Asean Univ. Games 2014, dll. Untuk kedepannya, ada Asian Games 2018. Palembang zaman dahulu di kenal sebagai Swarna Dwipa, yang berarti Pulau Emas. Tak heran, sekarang harga emas Palembang lebih mahal dibanding emas di Jawa. Pun, dari segi penyebutan ukuran, di tempat lain dalam hitungan gram, di Palembang disebut Suku. 1 suku = 6,7 gram.

Gimana? Gimana? Kota Palembang menarik untuk dikunjungi, bukan? Yang belum bisa berkunjung ke Palembang, bisa tahu dari hasil jalan-jalan kami kali ini. Untuk info daerah Sumatera lainnya, nanti kami akan bagikan ke teman-teman. Simak terus yah…  babay~


Cc: @tumbloggerkita @curhatmamat