jellopy

3

Jellopy Proudly Present: One Piece Sketch Edition.

Selamat malam, gaes!!
Bagi kalian para penggemar berat One Piece, kini Jellopy menyediakan desain Mugiwara’s Pirate by Svenfromoz lengkap dengan Quote-Quote andalan dari karakternya masing-masing. 

Cocok untuk ditaruh beriringan 3-3 seperti pada foto pertama. 

Tapi jangan salah, desain karakter One Piece tidak hanya dibatasi 9 karakter saja, masih ada desain karakter-karakter One Piece lainnya yang tidak kalah menarik seperti Portgas D. Ace, Jimbei, Trafalgar Law, White Beard’s Pirate, atau bahkan desain Full Color wallpaper one piece yang sering dipakai sebagai cover Chapter (foto ke 3)

Kami juga menerima pesanan desain tema anime-anime tersendiri di luar dari teman One Piece seperti Full Metal Alchemist, Naruto, atau apapun yang kalian inginkan.

Jadi tunggu apalagi!
Pesan sekarang dan kunjungi instagramnya untuk Contact Person, Price, dan Size Frame.

Instagram kami: Jellopy

Saat itu begitu sempurna. Dia orang yang sangat baik. Masalahku dia bantu, keinginanku dia penuhi, keluargaku dia hormati, komitmen kami buat bersama dan kata cinta dia bisikkan tiap hari. Canda tawa kami urai meskipun tak jarang kami bertengkar. Saat bersamanya tidak pernah membosankan. Bahagianya dicintai oleh orang yang kalian cintai, bisa dibayangkan bukan. Sampai suatu ketika, pagi hari saat aku baru saja hendak berangkat ke kampus aku menerima telepon dari salah seorang temanku bahwa ia mengalami kecelakaan motor. Aku kaget tapi tidak panik, karena aku pikir mungkin hanya kecelakaan biasa. Setelah menginformasikan berita ini ke keluarganya, aku bergegas pergi ke rumah sakit bersama mereka. Di perjalanan kami berbincang tanpa ada sedikitpun pikiran buruk terbersit dalam kepala ini. 500M dari rumah sakit tujuan, kakaknya (yang sudah tiba lebih dulu) meneleponku sambil menangis histeris meminta supaya kami cepat datang. Aku kaget dan mengatakan padanya untuk bersabar karena tidak lama lagi kami sampai. 500M terasa jauh sekali saat itu. Tanganku mulai dingin dan pikiranku mulai kusut, tapi aku tidak boleh kelihatan panik di hadapan kedua orang tuanya yang sudah mulai tua. Aku harus tenang, aku harus tenang. Baru saja aku hendak bertanya ke resepsionis sesampainya di rumah sakit, kakaknya menelepon dan meminta kami langsung ke ruang jenazah karena sudah tak bisa ditolong, ya, kekasihku meninggal. Untuk beberapa saat kepalaku kosong, bibirku kelu, nafasku sesak dan hatiku perih luar biasa. Saat itu ingin rasanya aku langsung menangis histeris, tapi aku ingat masih ada orang tuanya yang harus kuberitahukan. Jangan panik, jangan panik, sekali lagi aku harus tenang, aku harus tenang. Setelah kukatakan berita ini kepada orang tuanya, kami pergi ke kamar jenazah. Kukatakan pada orang tuanya untuk sabar dan ikhlas. Klise, tapi memang itu yang harus kami lakukan. Setibanya di depan kamar jenazah, tangis histeris kudengar dari kakak dan ibunya yang mencoba saling menguatkan. Sementara ayahnya hanya terduduk lemas. Kulihat beberapa temannya sudah tiba lebih dulu, menangis sambil berpelukan. Salah satu temanku (yang juga mengenalnya) memelukku dan mengatakan untuk sabar dan kuat. Hawa kesedihan terasa begitu pekat menyesakkan. Air mata yang sejak tadi kutahan mulai menetes. Aku berjalan mendekati jenazah, aku memastikan untuk tidak pingsan karena ini adalah terakhir kali aku menatapnya langsung. Aku tidak mau kehilangan waktu sedetikpun. Ku hapus air mata yang menghalangi pandangan dan sekali lagi menguatkan batinku. Kulihat kekasihku sedang terbaring, wajahnya hanya terlihat seperti sedang tidur, tenang sekali. Hanya saja kali ini banyak darah di sekitar kepala dan hidungnya. Kutatap dan terus kutatap sampai akhirnya petugas memintaku keluar karena jenazah akan dimandikan dan dikafani. Sepanjang perjalanan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU), otakku otomatis memutar seluruh memori sepanjang satu tahun tiga bulan kebersamaan kami. Dari pertemuan pertama, kencan pertama, canda tawa dan senyumnya. Ketika aku sadar besok aku harus hidup tanpa itu semua, rasanya aku tak sanggup. Aku merasa ada yang kosong, saat itulah aku baru tau ungkapan “seseorang yang membawa separuh hati kita ketika pergi” itu benar ada. Aku hanya bisa berpasrah pada-Nya. Menangis saat ingin menangis. Mengatakan lelah saat aku lelah. Menyendiri saat ingin sendiri. Kujalani hari-hariku (berusaha) senormal mungkin. Berbulan-bulan aku menjalani rutinitas seperti robot, hampa dan hambar. Berharap waktu berbaik hati menghapus duka dan kehilangan ini. Bersabar. Tuhan Maha Baik. Diberikan-Nya aku banyak hadiah atas kesabaranku. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang kuikuti juara satu tingkat nasional, disusul dengan juara dua tingkat internasional. Aku lulus dengan nilai yang baik dan tidak lama kemudian berhasil mendapatkan pekerjaan yang baik. Teman-teman baru yang luar biasa baiknya. Tentu saja tidak hanya hal manis yang terjadi. Hal buruk pun tidak sedikit. Aku belajar menghadapi permasalahan yang muncul dengan caraku. Belajar mengatasi sesuatu dengan tegar tanpa bergantung padamu lagi seperti dulu. Dan… Aku jatuh cinta. Meskipun tidak lama kemudian harus merasakan pedihnya putus cinta, aku anggap ini sinyal baik untuk hatiku. Setidaknya aku bisa jatuh cinta pada orang selain dia. Suatu hal yang awalnya aku anggap mustahil. Hatiku masih bisa terasa sakit setelah putus pun itu menandakan hatiku masih berfungsi. Menegaskan aku ini manusia dan bukan robot. Teruntuk kamu yang sudah bahagia di sisi-Nya. Aku di sini juga bahagia. Terima kasih pernah hadir memberikan kebahagiaan. Terima kasih telah pergi untuk mengajarkan kemandirian, kekuatan dan kesabaran. Jika kamu melihatku “yang baru” seperti ini, banggakah kamu padaku ? Tersenyumkah kamu ? Pasti kan :) Saat ini aku memang masih sendiri. Tapi aku bersyukur dan bahagia. Kamu memang pergi membawa separuh hatiku, tapi suatu saat akan ada seseorang yang akan melengkapi separuhnya lagi. Pasti. The Way I lose Her 1st anniversary with jellopy mbeeer #TWILHAnniversary #jellopy

Kata orang, masa-masa SMA adalah masa-masa paling indah dibandingkan masa-masa sekolah lainnya. Mereka bilang never ending story of senior high school. Itu kata orang dan mereka bilang bukan kata gue atau gue bilang.

Malam itu gue terbangun dan mendapati kedua orang tua sedang melakukan aktifitas. Bukan, bukan aktifitas suami istri, mereka hanya sedang berdiskusi dengan suara yang sangat rendah sekali.

“Nanti siapa yang mau ngjelasin?”

“Ibu aja ya, nanti bicaranya pelan-pelan. Kasih pengertian biar gak terlalu kaget. Ibu tau sendirikan sifatnya kaya gimana.”

“Yauda berarti besok langsung daftar ke (salah satu SMA swasta di Bandung Barat) aja, biar nanti bisa bareng lagi sama Vivi.”

Gue paham banget arah pembicaraan mereka. Gue jadi teringat sebuah peringatan dari seorang teman yang ia ucapkan ketika berada di Lapangan Supratman.

“Mau masuk SMA mana?”

“(Salah satu sekolah di Bandung Utara) nih.”

“Hati-hati, tahun ini passing grade naik 2.00 dari tahun sebelumnya.”

“Tenang aja, rezeki gakan kemana.”

Tenang aja, rezeki gakan kemana. Tenang aja, rezeki gakan kemana. Tenang aja, rezeki gakan kemana. Wahai dulur, rezeki memang gakan kemana TAPI harus liat realita. Hal itu yang kemudian menjadi pelajaran baru untuk gue setelah kejadian ini.

Iya, Br. Sekolah yang selalu lo ceritakan dan banggakan. Sekolah yang mempertemukan lo dengan Ikhsan, Geby, Ka Hana dan sejumlah tokoh lainnya adalah sekolah yang dulu teramat sangat gue inginkan. Sekolah yang selalu gue impikan sejak gue menginjakkan kaki di bangku kelas sembilan. Sekolah yang membuat gue jatuh sejatuhnya seperti jatuh cinta kepadanya.

Suatu siang, gue pergi ke sekolah yang berada di Bandung Barat tersebut. Sayang, sekolah tersebut sudah banyak diincar siswa/ siswi Bandung sehingga gue masuk ke dalam waiting list. Gue memohon kepada orang tua untuk di daftarkan di salah satu sekolah swasta yang berada di Burangrang, namun ketika diperjalanan, Ayah malah mengantarkan gue ke salah satu sekolah swasta yang berada di Balong Gede. Kecewa memang, sekolah yang sangat jauh berbeda dengan sekolah gue sebelumnya ditambah hanya gue seorang yang bersekolah disini dari SMPN 14.

Sebenarnya beberapa tawaran bangku sempat dibicarakan, namun gue memutuskan untuk tidak mengambil hak orang lain. Gue takut orang yang gue ambil haknya itu seorang anak yang berprestasi dan memiliki keterbatasan dalam hal keuangan. Jika bangkunya diambil, akan bersekolah dimana dia? Walau gue sempat iri dengan salah seorang teman yang memiliki nem 29 koma sekian namun bisa bersekolah di sekolah yang gue impikan karena dia seorang anak guru di sekolah tersebut :’). Sempat tidak habis pikir dengan sistem pendidikan di Indonesia. Masuk sekolah dengan jalur anak guru, anak TNI, anak pegawai Dinas Pendidikan, rumahnya satu wilayah dengan sekolah tersebut dan jalur yang gak masuk di akal lainnya (Maaf nih yang menjadi salah satu golongan tersebut). Tapi ingat, Dia selalu tau yang terbaik untuk hambanya :)

Selama tiga tahun gue bersekolah disana, hambar rasanya. Tahun pertama, gue masih bisa bersosialisasi dengan mereka. Namun di tahun kedua dan ketiga, gue memutuskan untuk berteman dengan Aghnia Puspitasari Erlianda (teman sebangku), teman sekelas, Ganesha Operation, Gramedia, buku-buku dan Lembar Kerja Siswa. Gue selalu meyakinkan diri bahwa ini hanyalah mimpi. Suatu saat ketika gue terbangun, gue akan menjalani kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang jauh lebih indah dari yang sedang gue rasakan pada saat itu. Gue hanya ingin cepat-cepat lulus dari sekolah tersebut. Batin gue cukup lelah untuk bersekolah disana.

Now you see me, guys. I’m so happy with my life. Sekolah tersebut adalah sekolah yang mengantarkan gue ke pintu gerbang kebahagian yang selalu gue raih saat ini. Sekolah yang memberi gue kesempatan untuk mengikuti OSN Matematika Tingkat Kota Bandung, OSN Matematika Tingkat Wilayah Kota Bandung, Tim Olimpiade Matematika sekolah tersebut, peraih nilai murni tertinggi se-angkatan bahkan yang memberikan gue kesempatan untuk menimba ilmu di salah satu Institut di Kota Hujan tanpa sebuah tes.

The Way I Lose Her 1st Anniversary with Jellopy

TWILH: 1 Year Anniversary! KUIS TIME!!

Banzaaaaai!!
Akhirnya cerpen The Way I Lose Her telah menyentuh umur 1 tahun gaes!! *cubit-cubit pipi Geby* 

Dalam rangka memperingati satu tahun Anniversary TWILH, gue dan Ikhsan memutuskan untuk memberikan beberapa hadiah untuk apresiasi kalian-kalian yang sudah setia ngikutin semua cerita konyol kita semasa SMA satu tahun belakangan ini.

So.. It’s mean..

SAATNYA KITA KUIS~

Sebelumnya izinkan gue untuk menjelaskan terlebih dahulu. Ikhsan, sahabat baik gue itu sedang membuka usaha Online Shop di Instagram, baru dirintis bulan Januari kemarin. Nah dia jualan kerajinan tangan Wall Frame. Apa itu Wallframe? Silakan kunjungi Instagramnya aja deh.. Jangan lupa sekalian di Follow yaa…

http://instagram.com/jellopy

.

Nah, dalam rangka ulang tahun TWILH dan Promosi IG-nya Ikhsan, hari ini gue mau ngadain KUIS. Hadiahnya apa? Hadiahnya adalah kalian boleh memilih salah satu Wall Frame bebas yang mana saja di instagram Jellopy, dan nanti dikirimkan langsung oleh Ikhsan.

So, sekarang gue bakal membicarakan tata cara permainan kuisnya. Caranya mudah. Kalian cuma harus menulis aja kok. :3

     1.  Buatlah sebuah TEXT POST di halaman tumblr kalian dengan judul           bebas.

     2.  Sertakan foto ini (lihat foto di point 10) di bagian awal text yang akan           kalian buat.

     3.  Sesuai dengan quote di dalam foto (Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fall.), kalian wajib menceritakan pengalaman pribadi kalian tentang satu moment di dalam hidup kalian, di mana kalian pernah mengalami titik terendah di dalam hidup, namun pada akhirnya kalian tetap memilih untuk bangkit dan berhasil melewatinya.

     4.  Buatlah tulisan kalian semenarik mungkin. (Bebas mau panjang atau           pendek)

     5.  Cantumkan di akhir tulisan:

    » The Way I Lose Her 1st Anniversary with Jellopy.

     6.  Di Akhir tulisan juga kalian wajib ngemention tumblr gue           (mbeeer.tumblr.com) biar gampang diseleksi.

     7.  Juga kalian wajib menyertakan hestek 

    » #TWILHAnniversary #Jellopy

     8.  Gue akan memilih 1 orang pemenang yang akan diumumkan 3 hari           setelah hari ini (Minggu 26 Juli 2015 pukul 19.00)

     9.  Pemenang bebas memilih Wall Frame yang ada di Instagram           dengan ukuran A4.

    10.  Ini foto yang harus disertakan di awal tulisan kalian.

.

.

.

Nah gaes, 10 point di atas adalah tata cara permainan kuis kita hari ini yaa. Kenapa cuma dipilih satu orang pemenang? Tenang, kuis ini nggak cuma sekali doang kok. Bagi tulisan yang sudah gue baca bakal gue kasih LOVE sebagai tanda. Jika kalian masih belum mengerti, silakan kirim ASK QUESTION atau FAN MAIL ke tumblr gue namun tidak boleh dalam mode Anonymous agar bisa dijawab via private yaaa..

Sekian pengumuman dari gue.
Jangan lupa follow IG-nya yaaa. 
Dan terimakasih juga untuk kalian semua yang telah setia mau membaca cerpen kacangan gue dari satu tahun kebelakang kemarin. I Love you gaes!! 

Happy Writing!

Aku Sampah Hari Itu.

“Kalian wajib menceritakan pengalaman pribadi kalian tentang satu moment di dalam hidup kalian, di mana kalian pernah mengalami titik terendah di dalam hidup, namun pada akhirnya kalian tetap memilih untuk bangkit dan berhasil melewatinya” 

Jika ini disebut dengan titik terendah di dalam hidupku, sebenarnya tidak. Ini lebih pantas disebut dengan hidup seperti sampah bagi orang - orang yang aku sayangi.

Saat itu aku masih menduduki bangku SMP. Pertama kalinya aku jatuh cinta, jujur. Masih kecil sih, tapi untuk membohongi diri sendiri, maaf, aku tidak ingin. Di balik problema masa kanak - kanak menuju remaja itu, jujur, aku hampir tidak pernah menceritakan segala masalahku kepada orang tuaku. entah gengsi, atau sekadar tidak ingin. Mereka berdua bekerja demi membiayai kehidupan kami. Hingga mereka lupa, kasih sayang mereka ketika di rumah  begitu sangat aku rindukan. 

Bagaimana aku melampiaskan kerinduan tersebut? Bukan dengan meminta mereka berhenti bekerja. Namun mencari sosok yang mampu memperhatikanku layaknya sosok terkasihi. Saat dimana aku jatuh cinta pertama kali, aku mulai belajar, bahwa jika kamu mencintai dengan tulus, disaat itulah kamu rela berlelah. Perihal orang tuaku, meski memuakan, aku yakin mereka mencintaiku disetiap detiknya.

Maaf, aku persingkat karena ada beberapa faktor yang membuatku tak bisa berlama - lama menulis malam ini. Selama tiga tahun, aku menyukai seorang laki - laki. Dimulai dari diam - diam, hingga berharap satu kelas, hingga menjadi sahabat dekat (yang menceritakan segala kegalauannya dengan sosok yang disukainya), hingga menjalin sebuah hubungan dengannya yang diakhiri dengan berakhir dengan baik - baik. 

Dimana yang aku maksud hidup seperti sampah dalam cerita ini? bukan dibagian aku jatuh cinta ataupun sakit hati karena pujaan hati. Namun tepat berada di bagian hati, yang mulai terserang virus jatuh hati, hingga lupa kewajibanku terhadap dua orang yang sangat mengasihiku. Mamah dan Papah. 

Jadi, begini. Kalian tahu rahasia umum anak - anak sekolah zaman sekarang? yang jika ujian nasional … kita mendapatkan something terlarang. paham kan ya? Nah, aku termasuk mereka yang mungkin kalian hujat sebagai kaum sok alim! sok pintar! Dan sok gak butuh! Kalem deng, kita hidup perlu prinsip. Yakin bangga dengan kebahagiaan palsu yang kalian berikan kepada mereka  mereka yang sangat bangga akan hal tersebut? 

Akhirnya ujian nasional berlalu. Kalian tahu apa hasilnya? Nim aku rendah. Maua masuk SMA favorit? Mimpi cha. Mimpi. Berharap ini menjadi sebuah hadiah hadiah untuk mamah dan papah? ngaco! 

Di titik ini, aku, benar - benar mengecewakan mereka. Peluh mereka yang selama ini terbuang demi kehidupanku hanya kuhabiskan dengan sebuah cinta pertama yang tak jelas kepastiannya. Dengan segala kelalaianku akan kewajiban hakiki sebagai anak. Ini titik terendah dalam hidupku? cih. Ini sampah. 

Tapi gaes. Sebau - baunya dan sekotor - kotornya sampah, diantara mereka ada yang bisa di daur ulang menjadi hal yang lebih baik dan bermanfaat lagi bukan? Jika saat itu aku adalah sampah, maka aku tak ingin hanya sekadar menjadi sebongkah sampah tak berguna.

Aku berhasil mauk ke SMK favorit berakreditasi A dengan menggunakan nilai rapotku. Alhamdulillah masuk, Tuhan memberikanku kesempatan yang takkan pernah ku sia - siakan. Singkat cerita, semua kembali kumulai dari angka nol. dari sepuluh besar hingga dua besar. Dari perempuan nakal hingga memantaskan diri kepada Ilahi. Akhiirnya lulus dengan salah satu mata pelajar ujian nasional dengan nilai sempurna. Kalian lihat? disini bukan tempatku untuk menyombongkan diri. Aku hanya ingin berbagi, bahwa sesampah apapun diri kalian saat itu, Tuhan takkan pernah menciptakan sesuatu yang tak berguna. Jadi, berjuanglah, manusia manusia!



finally, orangg tuaku tersenyum.

Mari berpartisipasi di kuis The Way I Lose Her 1st Anniversary with Jellopy -nya mbeeer 

Yang Lebih Indah

“Ibu bilang, Ibu pengen Eva jadi apa ” Tangis saya nggak bisa dibendung lagi sore itu. Mungkin perpaduan lelah dan bingung. Maklum waktu itu saya baru selesai melakukan try out SBMPTN edisi sekian ratus yang diadakan pondok pesantren saya. Sulit sekali mendeskripsikan kelelahan saya saat itu. Kalau ibarat kisah cinta nih ya, saya sudah lelah sekali digantung oleh cemceman saya. *Huelee

Karna terlampau parah tangisannya, saya akhirnya mematikan telepon dari Lampung itu. Duduk mematung sekian lama sambil ngitungin bintang. Padahal bintangnya belum kelihatan karna masih sore.

Nilai masih muter-muter diangka 200, sedangkan target saya harus bisa mencapai 500 untuk menjebol FK UNDIP. Saya sampai pada titik kejenuhan. Jenuh sekali dengan rutinitas belajar hingga lewat larut malam.Tertidur dibangku kelas sampai kesemutan. jam tiga pagi harus bangun untuk solat hajat berjamaah dengan Abah kyai. belum tugas mahfudzot yang masih ngap-ngapan untuk dilunaskan. Bohong sekali kalau bilang setroong.Enggak, saya rapuh, kawan. Apalagi melihat sebagian besar sudah diterima lewat jalur beasiswa Depag dan SNMPTN. Ah, sakieknya tuh dijaaa bang. Sakitnya disiniii.

Kadang saya heran, kenapa keberuntungan enggan menghinggap di hidup saya. Padahal kalau urusan belajar dan rajin masuk kelas, saya bisa diandalkan. (nggak nyombong nih ceritanya).  Jadi, setiap Ba’da solat, saking bingungnya, saya cuma bisa melirihkan suara “Alloh….Eva harus berdoa apa, Eva bingung.”

Saya seperti harus menelan jamu pahit cap gajah bengkak ketika melihat kelas semakin sepi, semua registrasi, sedangkan saya masih sibuk mengerjakan soal. Paling sedih saat ditanya “Eva sudah diterima di mana?” Saya cuma melengkungkan bibir. Tersenyum dengan arti “Plis dong liat kerut wajah saya, wajah-wajah belum dapet PTN gini masih aja ditanya yang begituan”

Saya bukanlah orang yang jenius, bukan orang yang rajin. terlampau banyak orang yang lebih baik di Indonesia untuk menjadi rival saya di SBMPTN nanti. Terlebih saya harus mengakui keunggulan manusia di luar sana yang menggunakan jasa bimbel kelas intensif. Jangan salah, di pesantren kami sama sekali tidak mengizinkan santrinya menggunakan jasa bimbel di luar. Semua di cover oleh pesantren. Saat itu Alhamdulillah selalu ada orang yang menegarkan saya. Terkhusus Abah kyai tak pernah lelah membangun asa saya, memupuk cita-cita agar tetatp tumbuh tinggi menembus kejora. dan perlahan saya benar-benar harus berjuang melawan segala keterbatasan saya. Menutup lubang ketulalitan saya.

Akhirnya dan akhirnya, ketika SBMPTN, saya mendapat hasil yang tak pernah masuk dalam rencana hidup sebelumnya. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sungguh saya tidak pernah membayangkan harus pulang dari perantauan. Terpisah dengan teman-teman yang sudah saya anggap keluarga inti. Herannya saya sama sekali tidak menangis seperti tangisan ketika gagal di SNMPTN. Saya sangat tegar. Saya terlalu bingung dengan perasaan apa yang ingin diluapkan selain rasa syukur. Tak peduli bahwa saya sudah kehilangan mimpi menjadi mahasiswa kedokteran di salah satu universitas terbaik bangsa di Jawa Tengah. Tak peduli saya harus kehilangan kesempatan-kesempatanemas yang bisa dengan mudah di raih di kampus itu.

Sadar kemampuan orang berbeda-beda. Kemampuan belajar, kemampuan mencapai prestasi, pun kemampuan menjadi yang tegar. Tidak bisa dipukul rata. Kalau suatu ketika usaha sudah mentok tapi hasil yang dicapai belum optimal, yakinlah saat itu pilihan erbaik Alloh sedang menanti kita.Menanti kita yang sabar tentunya.

Dan sadar atau tidak,berjuang melawan keterbatasan diri adalah sebuah kepahlawanan yang disajikan dalam bentuk yang lebih indah. Dan memang sangat indah. Sungguh nikmatMu, Alloh.

The Way I Love Her 1st Anniversary with Jellopy

mbeeer.tumblr.com

TWILH Anniversary: Congrats!

Setelah menimbang-nimbang cerita yang masuk, ada 2 kandidat sebenarnya yang ceritanya gue(Ikhsan) suka banget, tapi seperti peraturan yang udah dibuat si Dimas, sayangnya yang menang cuma boleh satu orang.

So, gue(Ikhsan) berpikir lagi dan pada akhirnya gue mengambil keputusan untuk memenangkan tulisannya itu. Pemenang KUIS sesi pertama yang diadakan si mbeeer minggu ini adalah…

Jeng-Jeng…

1..

2…

3….

SELAMAT UNTUK: farhanggari

DENGAN JUDUL CERITA: Angkat Dagumu, Nak

Alasan kenapa gue suka adalah, cara dia tetap berusaha menghibur diri walaupun dia sedang ada dalam masalah, terutama waktu dia nulis kalimat, 

“ Setelah nganggur setaun karna nemenin papa keluar masuk rumah sakit, taun ini nyoba sbmptn eh gagal, mungkin kurang diruqiah sebelum ujian kemarin ”

Cara dia menertawakan masalah dan membuatnya seakan-akan lucu itu yang paling gue suka. Sekali lagi selamat buat nona farhanggari atas kemenangannya di kuis yang pertama ini.

Dan buat yang lain, tidak menang bukan berarti tulisannya buruk loh. Terkadang pilihan itu harus memilih yang terbaik di antara pilihan yang baik lainnya. Gue suka semua ceritanya, gimana cara kalian berani menulis kegagalan yang dulu pernah menimpa kalian.

Karena dari keberanian menulis, sebenarnya kalian juga sudah bersyukur dan mampu melihat masalah itu sekali lagi tanpa merasakan sakit seperti dulu. Tanpa sadar, waktu kalian menulis itu, kalian sudah jauh lebih dewasa.

So, jangan berkecil hati yaaaa…
Akan ada kuis lagi nanti. 
Untuk mbak farhanggari coba DM-kan ID LINE-nya atau nomer HP ke tumblr ini ya..

See you soon, and keep writing!

-Ikhsan Ganteng Beudh. 

Alih bahasa: Mbeeer