jar-of-hearts

Jar of Hearts - Part 2???

I’m getting requests!! For a second part to my fic!! I can’t begin to describe how this feels!! I NEVER get asked for MORE!!! Would y'all really like to see more? 

More of their illustrious background? 

How did it go so tragically bad? 

Who really might be JR’s father? 

How does it end? 

Please PLEASE shoot me a message with your comments/ideas/critiques/squealing LOL

Originally posted by yourreactiongifs

@callmesweetheartifyoumeanit @littlegreenplasticsoldier @ilostmyshoe-79 @oriona75 @nichelle-my-belle @bringmesomepie56  @faith-in-dean @rizlow1 @eyes-of-a-disney-princess @demberly  @kittenofdoomage @katnharper @@leatherwhiskeycoffeeplaid @heckyeahjensenackles @daydreamingintheimpala @thing-you-do-with-that-thing @climbthatmooselikeatree @sis-tafics @demondean-for-kingofhell @captainemwinchester @wonderangels-blog @mogaruke @dreamwhisper87 @aprofoundbondwithdean @jensennjared @the-mrs-deanwinchester @official-shipper @brooklyn-writes-flangst @mamapeterson @raeganr99 @skybinx-blog @courageoussam @bkwrm523 @iwriteshortstuff @squirrelchester @for-the-love-of-dean @deandoesthingstome @andiamsoinlovewithyou @misswhizzy @supernatural-jackles @balthazars-muse @percywinchester27 @atc74 

youtube

Aku pernah sekali waktu mengatakan perihal ini kepadamu. 

Kelak, menunggu itu memilliki sebuah akhir. Kelak, kehilangan tak lagi menghujani pipiku. 

Lalu, sebelum kau menyadarinya aku telah tumbuh menjadi lebih kuat.

Saat kau menoleh kepadaku, aku telah berlalu. Menutup pintu masa laluku.
Tatapan sayangku masih ada untukmu.
Tapi sayangnya, jalan yang aku pilih hanya satu arah. Tak ada jalan menuju ke belakang.

Lalu, kemarin lusa.

Kau bilang, aku terburu-buru berlalu. Kau bilang kau butuh waktu untuk membuktikannya padaku. Sebuah cincin yang kau bilang untukku, butuh waktu untuk mengerjakannya.

Maaf, aku telah memilih untuk berhenti. Mungkin, bukan di jariku cincinmu itu harus tinggal. 

Mencintaimu aku pernah bodoh, dan sekarang aku berhenti bodoh. Jika kau membaca, boleh aku untuk terakhir kalinya bertanya?

Jari siapa yang kau jadikan ukuran untuk memesan cincin yang katanya untukku? Sedang, digenggam olehmu aku sudah lupa rasanya.