its salah

ujian dan kesabaran

Di inbox banyak banget pertanyaan tentang gimana caranya sabar nunggu jodoh, gimana caranya sabar dengan IPK jelek, gimana caranya sabar kulah di jurusan yang nggak diminati dan yang lain sebagainya.

Sebagian kita berpikir bahwa kesulitan datang karena kesalahan dalam mengambil keputusan di masa lalu. Padahal apapun keputusan kita, semuanya pasti mengandung ujian. Dan setiap ujian itu pasti nggak gampang.

Dulu pas gue masih di semester 1 Teknik Informatika dan pusing dengan mata kuliah Pemrograman Terstruktur, gue sempet berandai-andai

“Kalo gue masuk ilmu komunikasi, gue nggak perlu pusing dan kerja keras kayak gini“

Tapi pas gue kerja, gue mulai nyadar bahwa kalopun gue ngambil ilmu komunikasi, gue tetep butuh kerja keras. Karena kalo gue nggak kerja keras, gue nggak bakal bisa maju.

Hanya saja mungkin bedanya, kalo gue ambil ilmu komunikasi, gue mencintai kerjaan gue dari awal sementara kalo gue ngambil Teknik Informatika, gue harus ngebangun rasa cinta sama bidang gue. Nggak gampang. Tapi bisa.

Selama kita masih berlabel “manusia” dan “hidup”, kita pasti akan dituntut bekerja keras dalam setiap pilihan-pilihan kita. Nggak ada pilihan yang nggak mengandung kesulitan sama sekali. Hanya saja setiap pilihan punya bentuk kesulitan yang berbeda-beda.

Gue inget kata-kata Dr Gook dalam drama korea Emergency Couple:

The world has no answer. With every decision, the right and wrong answers coexist.  Wise people make a decision and work towards making it the right choice. Foolish people make a decision and regret, making it the wrong choice.

Ujian di setiap pilihan itu bukan penghalang dalam menggapai cita-cita. Bapak Aunur Rosyidi (Direktur Semen Indonesia) pernah bilang bahwa ujian adalah tour of duty yang menumbuhkan kita menjadi manusia utuh dengan kepribadian yang kuat.

Seseorang tidak akan mampu menjadi Direktur yang baik sebelum menjadi Manajer. Seorang manajer pun tidak akan mampu menjalankan tugas dengan baik sebelum merasakan bagaimana menjadi karyawan yang baik. 

Kita memulai semua hal dari tangga terbawah dan untuk mencapai tangga teratas, dibutuhkan usaha untuk menapaki anak tangga satu persatu.

DR Ali Muhammad Ash Shallabi banyak menjelaskan dalam buku beliau (Fiqih Tamkin, dan Iman kepada Qadar):

bahwa meskipun Allah kuasa memberikan apa yang kita inginkan tanpa sebuah proses, Allah menetapkan sunnatullah bahwa apa yang kita inginkan harus kita perjuangkan melalui ikhtiar.

Pas gue nyimak materi dari pak Aunur Rosyidi dalam Pelatihan Leadership alumni ITS, gue memahami bahwa salah satu hikmah adanya sunnatullah tentang ikhtiar adalah:

Ikhtiar itu membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh, sabar, kuat dan kompeten di bidang kita.

Kita nggak akan menjadi engineer yang baik sebelum mengerjakan projek-projek yang sulit. Kita nggak akan menjadi dosen yang baik sebelum diuji dengan tugas Tri Dharma yang banyak sehingga kita lihai mengelola waktu.

Pas banget sama toerinya pak Aunur Rosyid tentang tour of duty. 

So kalo ada yang mau nanya gimana cara bersabar di saat-saat sulit, anggep aja kita sekarang lagi menjalankan tour of duty. Ada Allah bersama kita. Allah yang memberi masalah, Allah pula yang memberi solusi. Kalau kita sudah berikhtiar dan pertolongan Allah belum datang, terus perbaiki ikhtiar kita. Bisa jadi kita banyak diuji dengan ujian yang sama karena mental kita memang belum layak lulus dari ujian tersebut :p

Jika kita menjalaninya dengan lapang dada, ujian akan membentuk kita menjadi manusia yang lebih sabar, lebih bertawakkal dan lebih tangguh.

Cheers :)

kheraderdm-deactivated20161216  asked:

ادينى حسابات اتابعها

@dinamicky  @walaa-17 @aieaaa  @amyhamed @abdelrahman-eltabary @olfatsalah @huss-ein@renaramad303 @rahafhassan3ali @reemelrayes@somehowdead @amir-salah @mayarphg @its-too-blue  @hafezo@el-don-mohammad @mouhammed-adel @nou-rhan @khloud-m  @wisheve @muna-ramzzy @ranoz-ro-na @yehyamuhammedd @rana2shraf @al-faridag @sihamii @nourahmed3
@salma-muhammed@mahmoud-sadeq @a7md-sadek @ahmadkhader @nehal-amer@ahmedbeedo @ahmed-a-khalifa1 @ahmed-khatab @musta-pha @marwa-el-zeiny @ebtehalbebo @marwa-eletriby @samahibrahim @maisamy @nada-3arfa @manar-ahmed-hany @zahraa17 @asma-sobhy @marwaalbedaiwi @maryam-batrawi @maiiiiie @i-nyctophilia@rahafms7@asmaa2shehata@tareksayedmokhtar @hossamfcb1@tasneem-4 @sahar-24@8areb-f-blad-8areba @dalia-chaalan @eman-gamal @souu-h@emanelhowary @yaraaaz@3agoz@nothingmatterso @roqaya-ahmed @mamdou7awaad @hadeelelbeshbeshy @eddeeb @samaseemoo @reemfawzi@samarnayez @gorym @arwa-hany @islam-shaaban @nadaa9009 @skid-scarecrow @semihota @abdallahyadam @abdurrhman-anwar @aya-shorbagy @fatmayamur@roshdy22 @gawza2e@bassantahmedalii @ghofro@cigarettes-and-bluekisses @shady-hussein @bim-boo @literary-texts   @nourahmed3 @hadeelelbeshbeshy @maghrapy @zorar-2amiss @amrovich @sarah–adel @imurad007 @marwaalbedaiwi @amoitievivante @esraa3ammar @quotesmema @simply-complicated-sophi @belalalaa @simple-story-is-the-life @emanah @3abkreno @5oloud-ayman @rozilinda @nehalarafa @alaa-mansour-fan @alaakohil92 @alaa-hesham11 @hobaz @hoboch-2 @rizzzzzk @hossam016 @isoelmesalamy @yasmina-14 @yasser85 

anonymous asked:

when are you and your squad gonna call out sana on her islamophobia now that she dared to admit your perfect religion is homophobic and sexist? or are you gonna act like she wasn't clear enough, twist up her words and make up a new theory?

……….. muslims who question their own religion aren’t being islamophobic. mate, i question stuff in my religion and then go and search for answers from someone wiser than me on islam. did you not hear sana’s mum say, that is okay that sana can ask those questions.

muslim’s who ask questions about their own faith aren’t being islamophobic, because we don’t ask it from a place of such severe hate, loathing and disgust, that some non muslims do to the point where they go around and dehumanise muslims. we don’t go around and look at them microaggressively when the adhaan sounds, reminding us its time for salah. we don’t look go around telling other muslim girls who wear the hijaab that they are oppressed. we don’t go around calling each other terrorists.

nobody said you can’t question religion, but then when you go and dehumanise it’s followers, that’s where the difference lies. 

anonymous asked:

I stopped praying. And everytime my mom asks me I lie about it. I'm too scared to start again but I know if I don't, I'll be in a worse situation than I am in now.

What are you scared about?

If there is anything that could help you get in a better situation, its through salah! I know its cliche to hear this, but I have personally experienced it myself.

SubhanAllah, I was just in the mosque after fajr (for some reason I decided to stay there longer today) and I was just sat at the back and the only other guy there started to read Quran out loud but he was making some mistakes so I thought I had to correct him. I said salam and told him where he made a mistake, then I ended up listening to him and correcting all his mistakes and once he finished reciting he said “last night I made the intention to become a hafidh, but I started to doubt myself saying I didn’t have a teacher to correct me etc but I told myself to put in the effort and Allah would do the rest and here you are subhanAllah”

It really shows that once we’ve made an effort and relied on Allah he will take care of the rest.

Take a minute before you sleep to talk to Allah in salah, even its just one raka'ah of witr. Talk to Allah in your sujood, tell Him about your fears, complain to him about your problems no matter how big or small (Allah’s the only one who will never think they are stupid and who will always understand and be able to help), build a relationship with your creator and remember that you will soon return to him.