islambul

Turkiye part 1 #welcome to Islambul :D

Bismillahirrahmanirrahiim..

Allright, enough about being a drama queen, like my friend said that praying must be enough, right! Saatnya menuntaskan janji yang semestinya sudah lama harus dipenuhi, mari bercerita mengenai Turki, yeaaay! Untuk palupiutami alias pipit yang katanya menanti tulisan saya, maapkeun ya ternyata tidak sesuai janji, hiks :(

So, how do i start?

Hmm..Okay, saya berangkat ke negeri nya si PM keceh Raccip Teyep Erdogan tanggal 24 Maret-4 April lalu, 10 hari dikurangi waktu perjalanan merasakan sensasi berada di tanah yang pernah dipijaki sang penakluk Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih. Bagaimana sampai kesana? It’s 100% qadarullah, saya sendiri bahkan sampai sekarang agak gak percaya kalau saya bisa menginjak tanah Eropa tahun ini. Semua kehendak Allah, Allah Maha Baik :)

Saya berangkat hari Ahad dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB dari bandara Soekarno-Hatta, dan ini pertama kalinya saya naik pesawat di malam hari. What a wonderfull moment! Memandangi kerlap kerlip lampu Jakarta dari atas ketinggian, maa syaa Allah, indah banget! Sayang karena gelap saya gak bisa mengambil fotonya, well but the picture of that momen still remain in my memory until now :)

Pukul 06.00 waktu Abu Dhabi, saya dan tante tiba di bandara Abu Dhabi untuk transit. Yang paling keren itu adalah momen sebelum landing, melihat padang pasir, bebatuan, gurun dari atas pesawat yang keren banget. Bahkan ada salah satu bebatuan yang saya lihat membentuk lafaz “Allah”. Maa Syaa Allah, nikmat Tuhanmu yang mana lagi Sar yang kamu ingkari (tuh Sar! inget!inget!)

Can you see Lafadz of Allah in there? ;)

Sampai di Abu Dhabi saya dan tante langsung menuju rest area untuk para penumpang yang transit. Di sana seru banget! soalnya saya melihat manusia dari berbagai macam suku dan bangsa berbicara dengan bahasanya masing-masing. Seru deh :D Jadi ingat tujuan Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal.

Ini nih, rest area untuk transit sembari menunggu keberangkatan selanjutnya.

Setelah hampir 4 jam menunggu, akhirnya saya dan tante kembali melanjutkan perjalanan dari Abu Dhabi menuju Istanbul. Badan saat itu udah berasa rontok banget. Secara perjalanan dari Jakarta menuju Abu Dhabi 8 jam di atas udara, ditambah lagi dari Abu Dhabi menuju Istanbul 4 jam, lumayan banget kan ya, bikin kangen banget sama yang namanya kasur, hehe. Tapi berhubung trip ini gratis, jadi enjoy aja, nikmati semua sensasi perjalananya, alhamdulillah Allah Maha Baik :)

Di perjalanan menuju Istanbul, saya sempet nonton Frozen loh, hihi. Finally setelah sekian lama,akhirnya saya bisa nonton Frozen dengan gratis tanpa susah payah, di atas udara pula, hehe.

Sekitar pukul 13.00 Waktu Istanbul, saya dan tante tiba di bandara Attaturk. Kami langsung mengurus Visa on Arrival, karena kalo gak ada visa kita gak bisa menginjakkan kaki keluar dari bandara, hehe. Untuk visa on arrival ke Turki, kita dikenakan biaya 25 USD. Tapi tahun ini mulai bulan April udah gak ada lagi tuh visa on arrival ke Turki, kita harus ngurus visa dari Indonesia terlebih dulu.

Setelah mengurus visa, kami langsung antri untuk cek imigrasi. Maa Syaa Allah ngantriiinyaaa, udah kayak mau antri rollercoaster di Dufan, panjaaaang banget. Saya yang udah keliyengan berusaha sekuat tenaga agar jangan sampai tumbang. Malu-maluin kan kalo baru nyampe udah pingsan xp . Oya, berbeda dengan di bandara Abu Dhabi, di bandara Istanbul, pas saya antri, sedikit banget muslimah yang berjilbab. Kebanyakan bule-bule dari Eropa Timur gitu, macam Yunani, Russia, Ukraina yang mukanya cantik-cantik dan ganteng-ganteng banget (sempet aja merhatiin muka orang, haha)

Perjuangan panjang pun akhirnya selesai sudah, saya dan tante sudah melewati tahapan cek imigrasi dan bersiap menuju hotel. Di bandara saya dan tante dijemput oleh teman tante saya yang sedang kuliah S2 di Istanbul. Bersama dia kami diantar menuju hotel yang katanya dekat sama Topkapi Palace.

Sepanjang perjalanan di dalam taksi, saya melihat baliho yang memajang wajah Erdogan dan partai AKP. Ternyata Turki juga sedang masa-masa pemilu, sama seperti Indonesia. Kata teman tante saya, kemarin itu ada kampanye besar di Istanbul dari partai AKP, hampir 2 juta masyarakat Turki yang datang, Maa Syaa Allah, keren yah :)

Lambang AK Parti yang kaya lambang PLN :D tapi desainnya kece-kece loh, enak dipandang semuanya. Bagus buat referensi.

Saya juga sempat melihat sisa reruntuhan benteng Konstantinopel yang bolong-bolong akibat dihajar oleh meriam dari pasukan Khalifah Usmani yang dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih. Kebayang betapa kokoh dan tebalnya benteng tersebut, hingga masa kini sisa reruntuhannya masih ada. Alhamdulillah walaupun berada di atas Taksi yang melaju kencang, saya masih sempat mengambil foto monumen Muhammad Al-Fatih.

Monumen Muhammad Al-Fatih ditemani oleh lambang AK Parti. Liat deh reruntuhan benteng Konstaninopel di belakangnya, kokoh banget kan.

Karena saya dan tante mengunjungi Turki di waktu yang pas, yakni di waktu musim semi, kedatangan kami disambut oleh bermacam-macam bunga, khususnya bunga tulip. Saya baru tahu, ternyata tulip yang terkenal di Belanda itu asalnya dari Turki, di masa kekhalifahan, Sultan memberikan hadiah bunga tulip kepada kerajaan Belanda. Wah pengetahuan sejarah saya jadi semakin bertambah, alhamdulillah.

Tak lama kemudian, pemandangan reruntuhan benteng pun berganti menjadi pemandangan tepi selat Bosphorus yang sangaaat indah. Selat ini yang memisahkan Turki Eropa dengan Turki Asia. Dan selat ini juga menjadi saksi bisu dari peristiwa penaklukan Konstantinopel dan proses dibangunnya benteng Rumelia Hisari, Benteng yang dibangun oleh pasukan Muhammad Al-Fatih untuk menjaga selat Bosphorus. Benteng ini berbentuk lafadz Rasulullah SAW, saking Muhammad Al-Fatih begitu terinspirasinya dengan Sang Rasul ;) Sayang selama saya di Turki, saya tidak berkesempatan untuk menyicipi keindahan selat Bosphorus dikarenakan sempitnya waktu. Lain waktu kalau Allah meridhai saya kembali, saya akan melihat keindahan selat Bosphorus, Rumelia Hisari dan Istana Dolmabache dengan mata kepala saya, aamiin.

Pemandangan pun mulai berganti, kami hampir tiba di jantung kota Istanbul. Saya dapat melihat menara Masjid Biru dari kejauhan. Kontur jalanan di Istanbul itu lumayan sempit, bahkan sempat ada momen Taksi saya terjebak macet di atas jalanan yang menanjak sekitar 45 derajat! horor banget beneran! tapi karena supir Taksi nya udah jago, dia nyantai aja, kita yang dibawa yang jantungnya udah mau copot, haha.

Majid Biru alias Sultan Ahmet Cami (Cami -dibaca Jami dalam Bahasa Turki- berarti Masjid)

Kamipun tiba di hotel sekitar pukul 16.00 waktu Turki. DI hotel saya langsung Shalat Ashar di jamak dengan Zuhur, lalu langsung terlelap di atas kasur. Badan saya udah teriak-teriak minta diistirahatkan. Saya dan tante pun terlelap. Setelah puas tidur, saya pun shalat Magrib, tante saya saat itu sedang halangan, jadi lanjut tidur. Berhubung kita belum makan malam, teman tante saya berbaik hati membelikan kebab untuk kami berdua. Kebabnya guedeee banget, dan gak ada rasanya, alias hambar, haha. Karena di Turki itu gak ada yang namanya saos sambal adanya cuma saos tomat, dan saya nyeseeeel banget lupa bawa saos sambal. Padahal saya udah niat mau bawa, pengalaman waktu umrah juga gak ada saos sambal, tapi kita bawa dan itu membantu banget untuk memuaskan lidah orang Indonesia ini.

Selesai makan kebab, teman tante mengajak kami untuk mengunjungi Masjid Biru dan duduk-duduk di taman sekitar Hagia Spohia yang disebut Hippodrome. Soalnya, malam ini cerah banget, sayang kalau cuma di dalam hotel doang dan perkiraan cuacanya besok akan hujan soalnya (dan itu kejadian). Akhirnya kami pun berangkat menuju Masjid Biru dan Hippodrome dengan menggunakan Trem (semacam kereta di atas jalanan gitu), seru sih alhamdulillah, berasa banget di luar negeri #plak. Di sana sempat menyicipi es krim yang terkenal karena lengket banget dan gak jatuh walaupun diputer-puter sama abang-abangnya.

Masjid Biru di malam hari, Maa Syaa Allah indah banget.

Hagia Sophia dan air mancur di sekitar Hippodrome, Maa Syaa Allah, ini aja udah indah banget, gimana taman surga ya..

Ada pelukis jalanan juga loh :D

Berhubung hari sudah semakin malam, kami pun kembali ke hotel dengan jalan kaki. Sempat beli oleh-oleh di tempat souvenir (maklum emak-emak, liat aja ada barang-barang murah,wkwkw) dan akhirnya kembali ke hotel, melanjutkan istirahat yang sempat tertunda. Saya pun mulai merasakan sensasi Jet Lag yang lumayan telat, tapi ya dinikmati saja. Di hotel gak sedingin pas ketika jalan-jalan diluar karena ada 3 pemanas ruangan yang dipasang, jadi suhunya ya gak jauh beda kayak di Jakarta, yang mantab tuh pas di Ankara (tunggu di kisah selanjutnya, hehe). Well saya dan tante pun akhirnya melanjutkan tidur dan bersiap-siap untuk mengunjungi Hagia Sophia dan selat Bosphorus -yang kemudian gak jadi karena ramalan cuacanya tepat, hujan deras :(

Merhaba Islambul. Welcome to Islambul. Saya sebenarnya lebih senang menyebut Islambul ketimbang Istanbul, karena Islambul adalah nama pemberian Muhammad Al-Fatih yang berarti penuh dengan Islam. Semoga suatu hari, Islam akan kembali berjaya di bumi Eropa, masih ada PR bagi kita untuk menaklukan Roma, Semangat!! Say no to Mellow, hehe *back to curhat :p

He fell to his knees. Tears trickled from his eyes. He breathed heavily and consciously. Indeed the scene had overwhelmed him. The prophecy was complete: “Constantinople is going to be conquered one day. And what a great commander the commander who conquers it will be, and what a great soldier that soldier [will be].”

Then came the call.

Hagia Sophia, the splendour of the West and Constantine, was now embraced by the call of Islam. Inside what was to be considered a church for the very last time, a Turkish voice rose to proclaim, in Arabic, the testification of faith:

“This is no god but God, and Muhammad is the Messenger of God.”

Ini adalah konstantinovel yang kemudian dirubah namanya menjadi Islambul (Kota Islam) saat ditaklukan oleh Muhammad Alfatih 1453. Dan diganti menjadi Istanbul saat ke Khilafahan berhasil di Runtuhkan ileh Kafir Inggris dan Sekutunya,. Semoga kelak menjadi Pusat Islam Kembali,.. Aamiin
.
.

#IndonesiaBertauhid Follow @indonesiabertauhid http://ift.tt/1WI2pvp

Watch on mehmecolak.tumblr.com

#princesislands #me #ben #istanbul #istanblue #islambul 😄😇 (Princess Island'da)