iqamah

The times when Dua's are most accepted during Ramadan:

• 1. The third portion of the night shortly before sehri ends

• 2. Whilst fasting

• 3. Between Asr & Maghrib

• 4. Just before fast opens

• 5. On Jumma before & after khutba

• 6. Between Adhan & Iqamah

• 7. Whilst raining

• 8. After Qur'an recitation

• 9. The Night of Qadr

anonymous asked:

Bang, kenapa ya, akhir-akhir ini seperti ada yang hilang dari Saya. Saya futur. Saya solat, tp hny sekadar menghitung rakaat. Saya dzikir, tp hati saya fakir. Saya tidak ingin seperti ini terus. Mohon saran :'

(Self Reminder)

Mari kita selidiki lebih dalam.

Tentang shalat, bagaimana kita akan rasakan manis dan indahnya khalwat dalam shalat, jika menjawab seruan adzanNya kita sering telat. Abang tidak berkata takbir dan rekaatnya telat, akan tetapi saat adzan telah dikumandangkan, namun kita belum siap di tempat kita shalat. Tentu akan berbeda rasanya di hati saat kita datang sebelum adzan, dengan sebelum iqamah.

Tentang dzikir, barangkali sebab kenapa dzikir tidak terasa, sebab dzikir kita baru sampai di lisan, belum sampai pada azam untuk benar-benar mengamalkan dan merasakan.

Benar bahwa kita mengucap kalimat istighfar, tapi hati kita tidak benar-benar berazam untuk meninggalkan kesalahan.

Benar bahwa kita mengucap kalimat tahlil nan agung, tapi hati kita tidak benar-benar berazam untuk merasakan bahwa Allah itu Ahad (satu), hanya Allah yang kepadanya kita peruntukkan segala ibadah, hanya Allah tempat kita bersandar dan meminta.

Kita memiliki Allah, tapi menjalani hidup seakan-akan tidak punya Allah.
Kita percaya Allah, tapi bertingkah seperti orang yang tidak percaya Allah.
Beribadah semaunya, bekerja semaunya, semuanya semaunya.


Benar bahwa kita mengucap shalawat, tapi kita luput dari menghayati dan mengamalkan apa yang terabadikan dalam Al-Qur’an, serta  yang baginda Nabi teladankan dan pesankan dalam hidupnya. Kita terlalu menganggapnya ringan, daripada bersemangat mengejar sunnah-sunnah yang sejatinya memiliki keutamaan.

Semoga yang sedikit ini, mampu menjawab.

Apa yang tertulis disini, tertuju untuk penulisnya terlebih dahulu.
©Quraners

Mintalah kepada Allah 6 perkara, setiap kita melewati waktu- waktu yang mustajab ( setiap Jum'at setelah ashar, antara azan dan iqamah, ketika hujan turun, dalam perjalanan, 1/ 3 malam terakhir) atau kapanpun kita mau, sebelum kita minta urusan2 dunia kita :

1. Mintalah kepada Allah Surga
2. Mintalah kepada Allah supaya kita diberi Husnul khatimah
3. Mintalah kepada Allah supaya kita diberikan keiistiqamahan
4. Mintalah kepada Allah untuk dihapuskan dosa-dosa kita yang sebanyak butiran pasir
5. Mintalah kepada Allah supaya terus diberi hidayah
6. Mintalah kepada Allah supaya terjaga dari fitnah

Ust. Oemar Mita, Lc

“I’ve learned that several people experienced acceptance of their du’as at the times of iqamah and when it rains”

— Imam Shafi’i, Kitab al-Umm (v. 2, p. 554, no. 591-592)

10 of the best times to make DUAA:

• in the last third of the night
• during your Sujood
• between the Adhan and Iqamah
• at the end of obligatory prayers
• when it’s raining
• while traveling
• when breaking your fast
• after sending blessings on the Prophet
• on the day of Arafah
• when visiting a sick person

Di Riyadh, ada seorang anak berumur 16 tahun. Suatu ketika di masjid, ia membaca al-Qur'an guna menunggu iqamah shalat Subuh. Setelah iqamah, mus-haf yang ia baca diletakkan kembali di tempat semula lalu segera masuk ke shaf.

Tiba-tiba ia tersungkur dan pingsan. Beberapa orang di masjid membawanya ke sebuah rumah sakit.

Dokter al-Jubeir yang mendiagnosa kondisinya berkisah:

“Pemuda itu dibawa kesini seperti jenazah. Setelah kuperiksa lebih lanjut ternyata dia mengalami pembekuan darah di jantung. Jika ini terjadi pada unta, ini akan mematikan unta tersebut.

Aku memandang pemuda itu, ia tengah sekarat hendak disambar kematian. Kami bergegas menolongnya dan mengusahakan detak jantungnya. Aku letakkan dia di dekat seorang petugas ambulance yang membawanya.

Aku segera pergi mengambil dan menyiapkan peralatan untuk segera mengambil tindakan medis. Ketika aku kembali dan bersiap-siap memeriksa kembali, ia tengah berada di pangkuan petugas tadi.

Sang petugas meletakkan telinganya di mulut pemuda itu. Sang pemuda melirihkan sesuatu di telinga beliau. Aku berdiri melihat keduanya.

Beberapa detik kemudian, ia memegang erat tangan petugas tersebut. Secara perlahan, sang pemuda menoleh ke arah kanan.

"Asyhadu allaa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammad ‘abduhu warasuluh…” Lirih suaranya berucap dalam sekarat.

Dia mengulang-ulang kalimat tauhid itu.

Nadinya terhenti. Begitu pula detakan jantungnya. Kami berusaha menekan dadanya namun ketentuan dan takdir Allah lebih cepat mendahului. Dia pun meninggal.

Petugas ambulance mengangis di sisinya hingga tak mampu berdiri.
Aku bertanya:

“Kenapa anda menangis? Tentunya ini bukan kali pertama anda melihat mayat.”

Dia terus menangis. Setelah tangisannya reda, aku kembali bertanya:

“Apa yang diucapkan pemuda tadi kepada anda?”

Dia menjawab:

“Wahai dokter, ketika pemuda tadi melihat anda sibuk bolak-balik, memerintahkan kami ini dan itu, dia lantas memahami bahwa engkau adalah spesialis jantung. Lantas pemuda itu berkata kepadaku:

((Wahai tuan, katakan kepada rekan anda spesialis jantung itu, tak perlu menyibukkan diri. Kematian adalah sesuatu yang tidak terelakkan. Sungguh, saat ini aku tengah melihat tempatku di Surga)).”“

____
Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat, 30)

___
Sumber: page as-Syaikh Mahir al-Mu'aiqiliy
Alih bahasa: Yani Fahriansyah

Ya Allah wafatkan kami dalam keadaan khusnul khotimah..aamiin ya robbal aalamiin..

Doa itu ibadah.

– Ikhlas.
- Allah murka kalau kita jenis tak berdoa atau meminta pada Allah. Tuhan bagi nikmat pun satu ujian.
- Tak putuskan siraturrahim. Banyakkan senyum.
- Jaga sumber makanan. Yang halal.

Adab berdoa:
*Ikhlas. Bersungguh. Tak memain.
*Menghadap qiblat.
*Memohon dengan beradab dan bersungguh. Tunjuk kita berhajat.
*Jangan merengek dalam berdoa. Persoalkan Tuhan.
*Berwuduk lagi baik.
*Ulang tiga kali.
*Puji Allah. Selawat pada Nabi.
– “Jangan buat doa maksiat. Doa maksiat maksudnya doa untuk keburukan orang lain, dalam islam tak dibenarkan. Kena doa untuk mereka jadi baik. Bukan apa, malaikat akan doakan kita balik.”

3 Perkara dalam berdoa.
*Dimakbulkan. Segera dapat di dunia.
*Mungkin Tuhan simpan untuk di akhirat.
*Tak dapat yang itu. Dia bagi lebih baik. Keburukan dijauhkan daripada kita sebab Tuhan lagi tahu kalau dapat mungkin ada yang tak baik untuk kita.

- Waktu mustajab doa. Antara azan dengan iqamah. Sepertiga malam. Waktu hujan. Ketika sujud. Banyak lagi waktu mustajab. Walaupun ketika uzur. Tak boleh sembahyang pun boleh berdoa.

- Yang penting keikhlasan berdoa. Kusyuk.
- Perlu ada hubungan baik dengan Tuhan.

—  Tanyalah Ustaz
Masjid di Dalam Rumah

Aku ingin menjadi masjidmu di dalam rumah. Berdiri di sudut kamarmu yang aman dan rahasia. Yang menggemakan adzan dan iqamah di telingamu.
Yang memaksamu beranjak dari tidur.

Aku hendak menjadi masjidmu di dalam rumah. Dimana kamu bisa dengan leluasa berdoa, dengan tenang berwudhu tanpa takut dilihat orang lain, juga tak perlu khawatir menjadi makmum masbuk. Sebab imamnya selalu menunggumu, menantimu bersiap-siap.

Aku akan menjadi masjidmu di dalam rumah. Biar kamu bisa bertemu dengan-Nya sepanjang waktu. Menjadi sarana ibadah yang bisa kamu bawa kemana-mana. Semoga masjidmu bisa membuatmu nyaman.

©kurniawangunadi

Salaat after Adhan and Iqamah

 Imām Ja'far ibn Muhammad al-Sādiq (A.S.)  said:


“One who offers Salaat after saying Azaan and Iqamah two rows of angels pray behind him. If a person offers Salaat after saying Iqamah only, one row of angels prays behind him.” The narrator asked, “How wide is that row?” Imām (a.s.) replied, “The shortest is from east to west and the longest from earth to heaven.”


[Reference: Sawaabul A’amaal, page 63]

Prayers with Adhan & Iqamah

Imam As-Sadiq (peace be upon him) has said: “One who offers his prayers along with Adhan and Iqamah, two rows of angels pray behind him, while one who offers his prayers with only the Iqamah and without the Adhan, one row of angels pray behind him.” The Imam (peace be upon him) was asked: “And how long is each row?” The Imam (peace be upon him) replied: “At the very minimum, its length is the distance between East and West, while at the maximum, its length is the distance between the earth and the heavens.” Wasa’ilush Shi`a, Volume 4, Page 620

judulnya bukan jatuh cinta

tulisan ini bukan memenuhi undangan dari gowithepic, tapi tulisan ini dibuat karena seseorang mengajak berpartisipasi. bukan orang yang pernah kutemui dalam tatap muka, tapi orang yang akan kutemui. seorang kawan yang akhir-akhir ini berbagi tawa dan cerita.

jatuh cinta adalah hal yang tak pernah bisa dimengerti. bagaimana mungkin bisa mengerti sesuatu yang tak memiliki arti. ada jutaan orang, ada jutaan tafsir atas cinta. mungkin jatuh cinta adalah alasan seorang wanita rela memutus 40 urat nadi yang melilit di rahimnya hanya untuk membuat seorang bayi melihat teriknya mentari. jatuh cinta seperti apa yang membuatnya mau berkorban sedemikian rupa untuk seseorang yang bahkan tak pernah ia lihat sebelumnya.

cinta seperti apa yang membuat pria banting tulang untuk seseorang bernama anak yang setiap hari membantah perintahnya. jatuh cinta seperti apa yang membuat seorang pria berpeluh keringat membanting tulang yang bukan untuk kelangsungan hidupnya, tapi kelangsungan hidup seorang manusia yang memiliki masa depan penuh misteri.

maka cinta tak pernah datang dari mata lalu jatuh turun ke hati, cinta hadir dari rasa yang tak kan bisa dimengerti. cinta apa yang dimiliki oleh Zaid bin Harist seorang anak angkat Rasulluloh sehingga dia menikahi Barakah binti Tsalabah seorang wanita tua mantan pengasuh Rasul.

jatuh cinta bisa jadi adalah pergolakan, gabungan ketidaksengajaan yang saling terkait bersama angan akan masa depan. jatuh cina bisa berarti rintik hujan yang meresap pada kaca jendela hingga aku bisa menuliskan pesan rindu lewat kata. jatuh cinta bisa jadi sebuah pertanyaan atas setiap tanda yang terangkai tanpa pernah bisa dibaca. jatuh cinta bisa berarti kekhawatiran atas kehilangan kenangan-kenangan yang tak kan bisa terulang.

jatuh cinta bisa jadi sebuah harapan, harapan yang terus untuk diperjuangkan. jatuh cinta bisa jadi hanya sebuah fragmen kecil yang dipaksakan, yang entah sudah usai atau masih andai. hingga pada suatu titik pada akhirnya hanya menyisakan dua pilihan perpisahan atau kebersamaan.

aku hanya ingin berkata, jatuh cinta saja tak cukup tapi juga membangun cinta, aku ingin kita bersama jatuh.. bangun…. jatuh lagi… bangun lagi…. jatuh…. bangun lagi… bangun… berjalan… berlari… hingga melompat bersamamu, sampai pada masa dimana kita tak peduli lagi pada jatuh cinta karena pada masa itu yang penting kita bersama… akan tiba waktu kau memutus 40 urat nadi dirahimmu dan aku akan gelisah disampingmu dengan bibirku yang kelu bergetar mengumandngkan adzan serta iqamah. hingga masa kita akan bertengkar karena tarif listrik dan harga sembako naik. hingga masa kita akan tertawa bersama dalam riuh rendah tawa renyah dan tangis bahagia dalam atap yang kita susun bersama. maka saat itu tak ada lagi jatuh cinta…. karena cinta telah tumbuh dan mengakar. 

seperti biji yang jatuh ke tanah, seperti itulah cinta itu jatuh. dia akan tumbuh menjadi rindang untuk melindungi dan menghidupi, mengakar kuat kebawah untuk bertahan atas segala terpaan.

sisi selatan kaki merapi

dalam dingin jogja yang penuh rindu padamu

Make lots of Duas (supplications) in Ramadan. Remember that Allah (Subhānahū Wa Ta'ālā) is the All-Hearing (As-Samee`), the All-Seeing (Al-Başeer) and the All-Knowing (Al-`Aleem).

Don’t forget the special times of the acceptance of Duas, such as the last third of the night, while prostrating, between the Adhan and Iqamah, and at the time of breaking your fast, etc.

Remember that our Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) said: “Du'a is worship.” [Abu Dawud]