iqamah

Mintalah kepada Allah 6 perkara, setiap kita melewati waktu- waktu yang mustajab ( setiap Jum'at setelah ashar, antara azan dan iqamah, ketika hujan turun, dalam perjalanan, 1/ 3 malam terakhir) atau kapanpun kita mau, sebelum kita minta urusan2 dunia kita :

1. Mintalah kepada Allah Surga
2. Mintalah kepada Allah supaya kita diberi Husnul khatimah
3. Mintalah kepada Allah supaya kita diberikan keiistiqamahan
4. Mintalah kepada Allah untuk dihapuskan dosa-dosa kita yang sebanyak butiran pasir
5. Mintalah kepada Allah supaya terus diberi hidayah
6. Mintalah kepada Allah supaya terjaga dari fitnah

Ust. Oemar Mita, Lc

“I’ve learned that several people experienced acceptance of their du’as at the times of iqamah and when it rains”

— Imam Shafi’i, Kitab al-Umm (v. 2, p. 554, no. 591-592)

Masjid di Dalam Rumah

Aku ingin menjadi masjidmu di dalam rumah. Berdiri di sudut kamarmu yang aman dan rahasia. Yang menggemakan adzan dan iqamah di telingamu.
Yang memaksamu beranjak dari tidur.

Aku hendak menjadi masjidmu di dalam rumah. Dimana kamu bisa dengan leluasa berdoa, dengan tenang berwudhu tanpa takut dilihat orang lain, juga tak perlu khawatir menjadi makmum masbuk. Sebab imamnya selalu menunggumu, menantimu bersiap-siap.

Aku akan menjadi masjidmu di dalam rumah. Biar kamu bisa bertemu dengan-Nya sepanjang waktu. Menjadi sarana ibadah yang bisa kamu bawa kemana-mana. Semoga masjidmu bisa membuatmu nyaman.

©kurniawangunadi

putra-al-indunisy  asked:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, akhi Agung. Ana mau nanya, apakah benar dan disyariatkan dalam Islam adzan pada telinga bayi yg baru lahir dan juga pada orang meninggal? JazakAllahu khoiron...BarakAllahu fiik

Wa’alaikumussalām warahmatullāh wabarakātuh

Adzan pada bayi yang baru lahir? Itulah kekeliruan pertama dari orangtua terhadap anaknya. Bukankah adzan/ iqamah adalah seruan mendirikan shalat? Apakah bayi atau orang mati dikenakan kewajiban shalat?

Memang, terdapat banyak hadits yang menceritakan perkara mengadzani bayi yang baru lahir, namun tak satu pun yang shahih. Hanya ada sebuah hadits yang KONON dianggap shahih, yakni yang diriwayatkan Tirmidzy dari Abie Rafi’i, namun ketika hadits yang tinggal satu itu diselidiki oleh para pakar hadits, ternyata dhaif alias tidak sah, karena dalam sanadnya ada orang yang bernama ‘Ashim ibn Ubaidillah. Para Tabi’in seperti Abu Zuhrah, Abu Haathim, Syu’bah, Abu Khuzaimah dan Ibn Ma’in, semuanya melemahkan orang tersebut. Maka perkara tersebut tak perlu diamalkan karena tiada tuntunannya dalam Islām….terlebih mengadzani mayat yang tak satu pun hadits menyitirnya.

Wa fīka bārakAllāh

Salaat after Adhan and Iqamah

 Imām Ja'far ibn Muhammad al-Sādiq (A.S.)  said:


“One who offers Salaat after saying Azaan and Iqamah two rows of angels pray behind him. If a person offers Salaat after saying Iqamah only, one row of angels prays behind him.” The narrator asked, “How wide is that row?” Imām (a.s.) replied, “The shortest is from east to west and the longest from earth to heaven.”


[Reference: Sawaabul A’amaal, page 63]

Prayers with Adhan & Iqamah

Imam As-Sadiq (peace be upon him) has said: “One who offers his prayers along with Adhan and Iqamah, two rows of angels pray behind him, while one who offers his prayers with only the Iqamah and without the Adhan, one row of angels pray behind him.” The Imam (peace be upon him) was asked: “And how long is each row?” The Imam (peace be upon him) replied: “At the very minimum, its length is the distance between East and West, while at the maximum, its length is the distance between the earth and the heavens.” Wasa’ilush Shi`a, Volume 4, Page 620

Make lots of Duas (supplications) in Ramadan. Remember that Allah (Subhānahū Wa Ta'ālā) is the All-Hearing (As-Samee`), the All-Seeing (Al-Başeer) and the All-Knowing (Al-`Aleem).

Don’t forget the special times of the acceptance of Duas, such as the last third of the night, while prostrating, between the Adhan and Iqamah, and at the time of breaking your fast, etc.

Remember that our Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) said: “Du'a is worship.” [Abu Dawud]