instrument

dessypuspita89 asked:

Hay ugy, menurut kamu alat musik mahal pengaruh gak sih ke perform? Selain fender, kamu pernah coba dan suka brand alat musik apa yg kamu suka?

Entah kenapa pertanyaan ini jadi lucu buat aku. Haha! Keinget belom lama ini waktu TOv promo album di Banjarmasin, aku ga bisa bawa gitar martin ku karena lagi dibenerin di Jakarta. Jadi berangkat pinjem gitar Fender Mikha kesana, kita juga selalu bawa gitar cadangan satu (Bambang/epiphone) untuk jaga-jaga. 

Dan ternyata bener, waktu pagi-pagi kita soundcheck disana, guitar fender yang aku pinjem juga rusak. Masalah teknis yang cukup panjang kalo di rinci, tapi intinya gitar nya ga bisa bunyi waktu itu. Waktu souncheck yang seharusnya dipakai untuk mengatur panggung, suara, dan bunyi instrumen justru habis kala itu untuk coba benerin gitar ini. >>Panik level 1<<

Habislah waktu ku, karena kita harus cepet-cepet on air di Iradio jam 10 kalau ga salah (Hampir telat), jadi solusinya sambil aku bawa gitar fender nya yang rusak ke radio, ka Miko yang masih di area panggung harus ganti senar untuk siapin Bambang. Jam 3 sore semua harus siap. >>Panik level 2<< 

2:58 akhirnya setelah rangkaian promo dan ada press conference di KFC, aku bisa nge-tune gitar Bambang yang sudah dipasang senarnya sama ka Miko dibelakang panggung. Fiuhh, untung ka Miko cepet banget!! .… . Tapi, waktu aku lagi puter senar yang paling tinggi, tiba-tiba senar ke-3 putus. Ternyata setting dan urutan senar yang dipasang ka Miko ga sama dengan yang biasa aku pasang sendiri. Jadi sebenernya ga ada yang salah, cuman karena terlalu buru-buru aku jadi ga perhatiin perubahan setting gitarnya (Salah Puter!!) Sekarang semua gitar pinjeman ku rusak + di semua lagu album aku harus main pakai gitar + “kalau gitar mikha/mada putus senarnya juga gimana?” dan lagu pertama dimulai 2 menit lagi.. >>Panik level 14022<<

Jadi di foto ini, itu gitar siapa? Jujur sampai sekarang aku juga gatau. Haha! aku lupa nama nya, tapi waktu itu orang ini bener-bener jadi penyelamat kita. (Terutama pemain di paling kanan foto) ‘~’ 

Detik-detik terakhir sebelum naik panggung, ada orang ini yang rela minjemin gitar nya untuk aku mainin. Mungkin dia ngebaca panik, disuruh, atau iba tapi gitar ini langsung dikasih pinjam. “Terimakasih mas, saya janji ga akan putusin senar nya” Haha! kehabisan kata, karena aku kira orang ini sangat berbaik hati. Terlalu baik untuk orang yang belom saling kenal. Gitar yang dipinjam, Yamaha APX500. 

Sekarang Mikha sama Mada, sama ka Miko yang panik. “Emang bisa Ben, main  pakai gitar itu?!” “Kalo ga enak, aku pake keyboard terus aja deh, ato lo main bass, kita ganti pembagian lagu2 nya” Aku baru aja ambil nafas!! Haha! 

Tapi waktu itu aku bisa jawab mereka yakin main dengan gitar ini, dan gak akan apa-apa. Keyakinan ini sebenernya berdasarkan dari kata guru ku yang selalu mengajar “Musik itu bukan ada di instrumen yang kalian punya, Instrumen itu ga bisa bunyi tanpa musisi dibaliknya”, selain itu aku juga udah sering liat musisi favorit ku main tidak dengan instrumen kesayangan mereka tapi sepertinya tidak pernah mereka menganggap itu masalah yang terlalu besar. Jadi aku cukup yakin, tapi Mada Mikha ada bener nya juga, ini pengalaman pertama ku untuk ngerasain sendiri :O  … ….. ….. 

Walaupun begitu, akhirnya aku naik panggung dengan gitar ini dan bisa selesai sampai lagu terakhir, hampir semua dimainkan dengan gitar ini, dan kembali dengan 6 senar. Haha! 

Intinya, sekarang aku bener-bener tau kalau musik itu bukan ada di instrumen yang kita punya, tapi ada di dalam diri kita sendiri, dan apapun instrument itu, kita yang harus berusaha untuk mengeluarkan musik kita sebaik mungkin. Ya, memang pasti ada beberapa perbedaan antara instrumen yang satu dan lain nya, dan setiap musisi punya preferensi masing-masing pada akhirnya. Semua suara yang keluar lewat musik itu keluar dari dalam musisi nya, dan itu yang ga berubah dengan instrumen yang berbeda sekalipun. Saat ini aku beruntung bisa didukung fender dan bisa main dengan martin setiap hari, tapi kalo boleh beli…. XD 

Itu hanya sifat manusia yang ga pernah puas. Lol. Bercanda, aku sangat puas dan bersyukur untuk alat2 musik yang aku punya sekarang :) 

Begitu kira-kira opiniku..  jadi ternyata ini pelajaran yang sangat berharga yang didapat dari Banjarmasin. semoga Tunist yang waktu itu dateng terhibur, dan semoga kita bisa main di Banjarmasin lagi secepatnya. 

Oiya, 


Thank you untuk Mas nya!