ini 2013

Nikmatnya Bumbu-Bumbu Persaudaraan

Lone Survivor (2013) Review

sourch photo: imdb.com

The Lone Survivor garapan sutradara Peter Berg, yang dirilis Januari 2013  ini garis besar certanya sendiri diangkat oleh seorang saksi hidup yang selamat pada operasi red wings bernama “Marcus Ruttrell” pada tahun 2007 dalam sebuah buku nonfikisi  “Lone Survivor : The Eyewitness Account of Operation Redwing and The Lost Heroes of Seal Team 10″.

Lone Survivor berkisah tentang operasi red wings yang menerjunkan pasukan elit angkatan laut amerika serikat “Navy Seal” untuk mengawasi, menangkap atau membunuh komandan taliban senior bernama Ahmad Shah.

sourch gif: http://giphy.com/search/lone-survivor

Diturunkannya empat personil SEAL team 10 terdiri dari Lt. Michael Murphy (Taylor Kitsch) dan tiga anak buahnya Marcus Luttreall (Mark Wahlberg), Matthew Axelson (Ben Foster), dan Danny Dietz (Emile Hirsh).

Pada spot selanjutnya hubungan komunikasi terganggu karena relief daerah yang tidak dijangkau oleh sinyal dan Lt murphy memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, namun tiba-tiba di spot penembakan muncul 3 kambing yang disusul 3 orang dibelakangnya, hal ini diluar dugaan.

Dan ditawanlah mereka. setelah berunding, Keputusan yang di ambil oleh Lt. Murphy ialah melepaskan tawanan dan misi dianggap gagal. mereka berencana untuk kembali ke pangkalan. namun hal yang harus dibayar adalah mereka dihadang oleh pasukan taliban dari berbagai arah.

Naasnya saat bantuan datang berupa hellicopter dengan pasukan seal team lainnya terkena RPG dan menewaskan semua pasukan beserta kru pilotnya.

Tak peduli berapa banyak peluru yang menghiasi tubuhnya. mereka tetap meladeni pasukan taliban. namun satu persatu team jatuh dan sisa satu personil yang tersisa yaitu marcus. bukan berarti mengalah namun gugur untuk saling menyelamatkan satu sama lain.


Kemudian marcus ditemukan dan ditolong oleh Gulab seorang penduduk di sekitar. dan dirawat sampai bantuan datang.




sourch gif: http://giphy.com/search/lone-survivor


Demikian review yang saya buat..

Dan mungkin ini salah satu film yang saya putar lebih dari 10 kali. dan tanpa sadar film ini jadi pendongkrak semangat saya. tak hanya bicara tentang standar teknis membuat film perang, sound editing yang bisa di bilang keren untuk film perang, gatau kerasa aja feel nya, ibarat penonton dipaksa masuk kedalam settingnya. mulai dari detail-detail kecil semua diperhatikan.


Dan setelah nonton film ini saya jadi tahu faktanya bahwa operasi Amerika juga bisa gagal. dan satu yang paling penting adalah penduduk Afghanistan tak semua taliban.




kelebihan :

(+) Sound editing, sound mixing yang sangat-sangat sesuai di tiap scene (feel nya dapet apa lagi pas intro & adegan jatuh)

(+) Jokes khas militer di perlihatkan secara ringan.

(+) Bumbu-bumbu patriotisme dan persaudaraan yang sangat kuat.

(+) Make up Artist yang bisa di bilang sangat keren.

kekurangan :

(-) Setting lokasi yang kurang mirip di medan afghanistan, masih terlihat subur dan hijau dimana-mana.

(-) Saat adegan munculnya penggembala kambing sebenarnya di versi realnya tidak ada, dibuat-buat agar ceritanya terangkat.