imam syafie

Tidak semua perlu di jawab.
Tidak semua perlu di balas.
Apalagi kalau tidak perlu.
Apalagi kalau tidak tahu.

Kadang tidak menjawab adalah jawaban itu sndiri.
Tidak pantas bagi seekor singa menjawab gonggongan anjing.
- Imam Syafi'i

😏

Allah itu pencemburu.
— 

Ketika kamu berharap terlalu tinggi kepada manusia, Ia timpakan atasmu sakitnya sebuah pengharapan, agar kamu kembali berharap kepada-Nya. Hanya kepada-Nya.

— Imam Syafi'i

*DM

Adab Menasihati

Teruntuk yang bersemangat mengingatkan sesama, ada adab-adab yang harus dipenuhi saat kita mengingatkan orang lain…

1. Hendaknya tidak dilakukan di depan umum atau yang bisa diketahui orang lain jika itu sifatnya personal

Hendaklah engkau sengaja mendatangiku untuk memberi nasehat ketika aku sendirian
Hindarilah memberi nasehat kepadaku ditengah khalayak ramai
Karena sesungguhnya memberi nasehat dihadapan banyak orang sama saja dengan memburuk-burukkan, saya tidak suka mendengarnya
Jika engkau menyalahi saya dan tidak mengikuti ucapanku maka janganlah engkau kaget apabila nasehatmu tidak ditaati. (Imam Syafi’i rahimahullah)


2. Hendaknya terlebih dahulu meniatkan hati untuk tabayyun (mencari kejelasan/klarifikasi) sebelum memberi tanggapan


Cuma dua poin, ini mukhtashar versi tumblr…

Engkau durhaka kepada Allah dan sekaligus menaruh cinta kepada Nya.

Ini adalah suatu kemustahilan.

Apabila benar engkau mencintai Nya, pastilah engkau taati semua perintah Nya.

Sesungguhnya, orang yang menaruh cinta tentulah bersedia mentaati perintah orang yang dicintainya.

Dia telah kirimkan nikmat Nya kepadamu setiap saat dan tak ada rasa syukur yang engkau panjatkan kepada Nya.

—  Imam Syafi’i رحمة الله تعالى
Belajar dari Kata - Kata Imam Asy-Syafi'i

“Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta dunia sekaligus cinta Allah, maka dia telah berdusta.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika dia berpendapat salah”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jangan cintai orang yang tidak m'cintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Pentingnya menyebarkan ilmu agama.
- (Imam Asy-Syafi'i)

"Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, aka menjadi mati lalu membusuk.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Kamu seorang manusia yang dijadikan dari tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.” - (Imam Asy-Syafi'i)

“Perbanyakkan menyebut Allah dari pada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

"Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara: malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang, angkasa pun menjadi sempit”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada seorang yang jahil kerana dia tak tahu akan landasan ilmu”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

Semua orang mencintai wanita, tetapi mereka berkata: “Mencintai wanita adalah awal dari sebuah derita.” Bukan wanita yang membuat derita. Tetapi mencintai wanita yang tidak mencintaimulah yang akan menciptakan derita bagimu
—  Imam Syafi`i  {cinta bertepuk sebelah tangan}
Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.
—  Imam Syafi'i

KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI'I YG DAHSYAT

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
- (Imam Syafi'i)

“Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu”
- (Imam Syafi'i)

“Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia”.
- (Imam Syafi'i)

“Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”
- (Imam Syafi'i)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
- (Imam Syafi'i)

"Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu”
- (Imam Syafi'i)

“Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun”.
- (Imam Syafi'i)

BELAJAR DARI KATA-KATA HIKMAH IMAM AS-SYAFIE

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
- (Imam asSyafie)

“Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun”.
- (Imam asSyafie)

“Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang”
- (Imam asSyafie)

“Jangan cintai orang yang tidak m'cintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu”
- (Imam asSyafie)

“Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia”.
- (Imam Syafie)

“Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”
- (Imam Syafie)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
- (Imam Syafie)

"Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara: malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan”.
- (Imam asSyafie)

“Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu”
- (Imam asSyafie)

“Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu”
- (Imam asSyafie)

maaf ya, jika ingin menghafal Alqur'an dengan baik, tolong jangan dekati zina atau berikatan dengan lawan jenis sebelum menikah. Karena yang suci takkan bisa disandingkan dengan yang buruk di hati.
—  Imam As Syafi’i 

Jika Imam Syafi’i merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap. Aku malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.

Jika Umar menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat ashar. Aku malah biasa saja berulang kali tertinggal meski azan terdengar.

Jika Urwah bin Zubair tak terganggu salatnya saat pisau bedah mengamputasi kaki. Aku bahkan terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.

Jika Nabi Ibrahim as. sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali. Aku malah santai saja meski jumlah dustaku sudah tak terhitung lagi.

Jika ‘Aisyah menyesali mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan. Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman

Jika Umar bin Abdul Azis bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara. Aku malah keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milikku saja.

Memang hari ini dunialah yang nyata dan akhirat hanya cerita. Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita.

Ya, Allah ampuni hamba!

Maut Qobla Maut

Seorang manusia yang namanya diabadikan didalam Qur’an. Padahal beliau bukan seorang nabi. Pun bukan seorang rosul. Saya yakin kalian semua pasti sudah tau. Sebut saja Luqman, Luqmanul Hakim. Nama beliau dicantumin didalam Qur’an yang bahkan dijadikan nama salah satu suroh Qur’an. Ya, beliau kece karena kebijaksaannya. Jadi ceritanya, suatu hari beliau pernah memberi wejangan (nashihat) kepada anaknya.

“Nak, belajarlah diwaktu mudamu, maka kau akan menikmati ilmu di masa tuamu kelak”

Kalau Allah yang sudah ngasih contoh real orang yang bijak kayak gini, pasti omongannya logis kan ya? Iya, belajar itu dari ayunan sampai liang lahat. Tapi alangkah afdholnya kalo belajar di usia muda. Karena, demi Allah hakekat seorang pemuda adalah dengan ilmu dan takwa. Bila keduanya tidak ada maka tidak ada anggapan baginya (Imam Syafi’i).

Syaich Abdul Qodir Al-Jailani, seorang ulama’ yang namanya sering disebut banyak orang. Beliau memiliki prinsip “maut qobla maut”. Mati sebelum mati. Maksudnya beliau akan belajar mencari ilmu mati-matian. Sebanyak-banyaknya. Meski harus memaksa mata untuk terjaga dalam larut ketika yang lain pulas dalam nikmat sepi malam. Meski perut hanya terisi satu butir nasi. Meski harus kewalahan dengan jadwal sana sini, meski harus pegel sebadan badan tiap harinya.

Susah? susah memang. Nggak ada tuh namanya orang nyari ilmu enak, nyaman. Apalagi menyenangkan. Nggak ada. Wallahi, nggak ada. Kalo orang jawa bilangnya, “golek ngelmu iku soro, nduk. Ora gampang”. Nyari ilmu itu sengsara, nduk. Ngga gampang. Kalo gampang mah, semua semua orang sudah jadi kyai. Jadi ilmuwan dan semacamnya. Yakan yakan?

Jadi, jangan berharap deh orang nyari ilmu itu enak. Nggak enak. Pahit. Pasti kalian juga sudah tau nashihat maintraim Imam Syafi’i yang suka seliweran di akun-akun official dakwah islam yang ini.

“Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar, Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”

Jadi, biasanya orang akan ngrasain hinanya bodoh ngga punya ilmu kalo belum ngrasain pahit pahitan dalam belajar.

Dan… jangan pernah lupa dengan 6 syarat menuntut ilmu: Cerdas, semangat, sungguh-sungguh, waktu yang lama, menghormati guru dan bekal harta yang cukup untuk menuntut ilmu.

Cerdas. Yang cerdas itu yang selalu ingin tahu. Selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi terhadap setiap ilmu.

Semangat. Semangat maksudnya yang rajin. Nggak dikit-dikit ngeluh. Yang istiqomah. Kalo sedang mencari ilmu ngafalin Qur’an, berarti ya nggak malas nderes. Gitu tok wes gampangnya. Hahaha.

Sungguh-sungguh. Sudah paham pastilah.

Guru. Jadi gini, orang yang nuntut ilmu itu butuh guru. Nggak sekedar membaca sendiri. Entah di internet atau buku. Boleh, tapi afdholnya sih harus ada guru. Setiap murid memang wajib menghormati guru. Tapi murid jugamemiliki hak memilih guru. Jangan sembarangan milih guru. Perhatiin sanadnya. Soalnya Imam Syafi’i pernah bilang gini dalam salah satu kitabnya.

“Ilmu adalah yang berdasarkan riwayat dan sanad. Maka selain itu hanya was-was setan.”

Ini sih salah satu pentingnya sanad dalam hal mencari ilmu.

Bekal harta yang cukup. Jadi, orang yang nuntut ilmu itu butuh pengorbanan kan. Termasuk harta untuk bekal dalam menuntut ilmu. Buku, alat tulis, pakaian layak, dan apapun yang berbentuk harta.

Maka para pemuda yang dirahmati Allah, apakah pantas sekarang ini kita masih saja bersantai-santai dalam hal menuntut ilmu? Terutama ilmu agama yang masih jauh ketinggalan. Yang dipikirin cuma foya foya kelimprak kelimprukan sana sini cuman buat mager? Pegang gagdet seharian cuman buat obrolan yang belum tentu jelas. Hedon dicafe selfie-selfie-an mulu, tapi lupa sama hakikat hidup yang sebenarnya itu buat apa? Ayolah, sadar diri. Bangkit!

Iya iya, saya selalu bilang saya ini bukan siapa-siapa kalian. Suwer ini note to myself. Pengingat diri sendiri dan kita semua. Yang saya sebutin diatas juga saya lakukan juga kadangan. Pffft.

Boleh asyik-asyikan hidup sesekali. Tapi jangan lupain hal macam ibadah dan nuntut ilmu dan sengsaranya mama bapak yang mati-matian berkorban sama kita ya. Sing sumbut, kalo kata orang jawa lagi. hahaha.

#malamrandomdengansegelaskopi #ngacasambilngingetindirisendiriyangsukalalai #lalubrbnataniatlagi #nyusunsemangatlagi