iklan

Cara Merespon Simpati Kepada Orang Lain

Cara merespon simpati kepada orang lain ada dua:

1. Simpati Imajinatif

Kita mengasumsikan orang lain seperti diri kita, tetapi kita belum pernah mengalami apa yang dialami oleh orang tersebut, sehingga kita perlu berimajinasi, bagaimana perasaan kita bila ada di posisi orang tersebut. 

Contoh: 

Ucil : Icrrrrriiiittt, gue seediiihhh~ (meluk Icrit sambil berlinang air mata)

Icrit : Iya, gue tau, tanpa lo bilang gue juga tau. Cukup air mata lo yang bilang. yang gue gak tau adalah alasannya (banyak basa basi lu Crit) kenapa?

Ucil : Gue diputusin *nyedot ingus*

Icrit : Emang lo punya pacar?

Ucil : Icrrrriiiiiitttt maaaahhh~ *meperin ingus*

Icrit : (karena Icrit belom pernah diputusin pacar, maka Icrit sedang membayangkan bagaimana kalau dia diputusin pacarnya seperti Ucil) Sabar ya, Cil. Nanti pasti Tuhan ganti sama yang lebih baik. Ya, walaupun gue belom pernah ngerasain diputusin, tapi pasti sedih banget ya kehilangan sesuatu yang kita sayang.   

Ucil : Iyaaa… sedih banget tau gak. Makannya lo punya pacar biar tau rasanya diputusin.

Icrit : Anjaay. Gue maunya punya pacar yang langsung nikah, biar gak ada putus-putusan.

2. Simpati Ingatan

Kita mengasumsikan orang lain seperti kita dan kita telah mengalami apa yang dialami orang tersebut. Seperti “Gue juga pernah kek gitu.”

Contoh :

Ucil : Icrit, lo malu-maluin banget sih udah gede masih main di got.

Icrit : Siapa yang lagi main di got, pea? Gue jatoh ini. Bukannya nolongin gue lu.

Ucil : OOhh gue pikir, hahahaha. Sini gue tolongin. pasti sakit ya? gue belom pernah sih jatoh ke got.

Icrit : (narik tangan Ucil) Nah sekarang kita sama deh. kira-kira kek gini nih rasanya. 

Ucil : (syok berat)

GAGAL simpati, pindah ke XL. 

warning: yang buruk jangan ditiru.

youtube

nih iklan fruitamin lucu banget pake konsep sentai jaman dulu lagi lagunya.

“saat gerah keterlaluan

matahari ada 2
liat abg kumisan
asli ga nahan pake ini itu ga mempan

dengan kekuatan fruit power datanglah fruitaman !!

fruitaman ngajak kita minum fruitamin
fruitamin dengan fruit power
fruitamin bebaskan dari kegerahan
minum fruitamin !!”

Beropini Untuk Obrolan Deddy, Arap, dan Azka Tentang Explicit Content Di Dunia Maya

Pekan lalu, saya dan teman-teman di kantor menonton bersama salah satu vlognya Dedy Cobuzier bersama Reza Arap dan Azka yang diunggahnya di Youtube. Judulnya agak mengerikan jika dituliskan disini, tapi kalian bisa mencarinya di Youtube karena vlog ini cukup terkenal dengan viewer yang jumlahnya mencapai 3.440.000 lebih. Atau, apakah kalian sudah tahu tentang vlog tersebut?

Dalam vlog berdurasi 9 menit 54 detik itu, Dedy dan Reza Arap berdiskusi tentang explicit content (kata-kata kasar, pornografi, kekerasan, dll) di dunia maya dari persepsi Arap sebagai content creator dan dari persepsi Dedy sebagai orangtua. Menariknya, Azka kemudian dihadirkan juga untuk memberikan pandangannya sebagai seorang anak yang notabene hidup dan bertumbuh di era digital. Berbagai ekspresi muncul dari saya dan teman-teman ketika menonton vlog ini: mengerutkan dahi, tertawa, kesal, bingung, atau juga celotehan-celotehan lucu seperti, “Azkanya ganteng!” Haha! Tapi bukan itu poinnya. Poinnya justru adalah diskusi kami pasca menonton vlog tersebut. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi kepada teman-teman mengenai pendapat kami dalam memandang isu yang diangkat di vlog ini. Check this out! Semoga ada pembelajaran-pembelajaran yang bisa ditangkap.

Di awal-awal video, Arap mengatakan bahwa video-video dia dibuat dalam rangka kebebasan berekspresi, “Menurut gua, gua itu berekspresi aja, berekspresi atas satu hal. Gua main game horor terus ada setan, keluar, and ‘aaaaaaanj***’ You know, kalau gua bilangnya ‘binatang berkaki empat dan suka menggonggong!’ kan hmm gimana ya, kan lebih simple kalau gue bilang aja ‘anj*ng!’” Selanjutnya, Arap juga melemparkan pertanyaan untuk para orangtua dan guru untuk tidak menyalahkan content creator atas explicit video yang dibuatnya,Ada atau engga adanya gua di dunia ini atau di Youtube sekali pun, mereka akan tetap menonton video porno, Om! Mereka akan tetap, I’m so sorry, masturbating. Gitu lho, jadi jangan mengkambinghitamkan sesuatu ke orang lain yang lo orang engga tau apa-apa. Gua engga ngerti aja poinnya dimana. Kalau kalian membebankan semuanya ke content creator, well, tugas lo sebagai orangtua apa? Tugas lo sebagai guru apa? Tugas lo sebagai pembimbing apa? Itu aja, sesimple itu.” Nah lho?!

Hmm, silahkan saja jika memang ingin berpendapat tentang kebebasan bereksrpresi. Tapi, ada satu hal yang mungkin luput dari Arap, yaitu bahwa kebebasan tersebut harus disertai dengan tanggung jawab. Meluapkan ekspresi dari kaca mata seorang content creator seharusnya tidak hanya selesai di fase lega karena sudah meluapkan apa yang ingin diluapkan, tidak hanya asal melakukannya untuk menggugurkan keinginan. Lebih jauh dari pada itu, perlu ada tanggung jawab terhadap konten yang nantinya mungkin akan viral di publik dan di media, apalagi jika melihat viewer dan subscriber Arap yang sudah sangat banyak.

Menariknya, Arap menyadari bahwa subscriber video-videonya di Youtube tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak kecil. Dia mungkin juga lupa bahwa tidak semua anak dapat memfilter apa yang ditontonnya. Bukan tidak mungkin jika pada akhirnya ada banyak anak yang tidak mendapatkan pendampingan orangtua lalu berakhir mengikut-ngikutinya yang dianggap sebagai panutan, dan itu telah terjadi pada anak-anak sekarang. 

Dengan melihat bahwa yang berbicara dalam vlog ini adalah public figure, maka sangat disayangkan jika ternyata opini yang diusung adalah yang berpotensi bahaya. Sebab, seorang public figure memiliki power untuk membuat pengalihan isu, menggiring opini, dan seterusnya. Sehingga, yang perlu diperhatikan adalah isu atau opini apa yang disampaikan? Apakah tentang kebenaran dan baik untuk orang lain, atau sebaliknya?

Hal yang tak kalah menariknya hadir dari Dedy, katanya, “Di Youtube, ada jutaan pilihan untuk ditonton, artinya, ketika Anda buka Youtube ada pilihan yang begitu luas dari jutaan video yang bisa dipilih. Kalau anak Anda nonton video-video yang jorok, kasar, dan sebagainya, artinya anak Anda memilih untuk menonton itu. Artinya orangtuanya tidak bisa mendidik anaknya untuk tidak menonton. Itu satu. Yang kedua, mungkin orangtuanya membiarkan anaknya menonton akan tetapi orangtua bisa mengajari anaknya. Azka saya bebaskan menonton apapun. Azka pernah menonton pornografi dari teman-temannya, dan saya tidak bisa membatasi atau melarangnya, tapi saya bisa membuatnya bercerita kepada saya.” dan seterusnya sampai ia pun mengatakan bahwa anak bisa belajar dari video-video tersebut.

Memilih? Deddy bilang, anak bisa menonton pornografi dan konten negatif karena anak tersebut memilih. Benarkah demikian? Belum tentu. Sebab, seperti yang banyak terjadi pada kasus-kasus anak yang kecanduan pornografi, pada mulanya konten-konten pornografi seringkali muncul tanpa anak inginkan, tanpa anak benar-benar berniat untuk mencarinya, dan bahkan tanpa disadari kemunculannya. Lihat saja iklan-iklan yang pop up di web atau aplikasi-aplikasi smartphone, suggestion Youtube, film kartun (seperti misalnya Frozen dan Spiderman), isi explore Instagram, malware, adegan dalam games, iklan di televisi, video clip lagu-lagu hits, dan masih banyak lagi sumber lainnya. 

Kurang bijak kiranya jika orangtua membebaskan segala yang ditonton oleh anak dengan alasan agar anak belajar. Mengapa? Jelas, karena tidak semua orangtua mengetahui dan mau peduli, sama halnya dengan tidak semua anak mahir dan cerdas dalam hal kontrol diri. Pornografi bukan masalah biasa! Sebab, faktanya, keterpaparan anak terhadap pornografi bisa menyebabkan adanya eskalasi atau peningkatan yang mengakibatkan kecanduan: dari asalnya melihat gambar jadi ingin melihat video, dari durasi 1 menit jadi ingin 5 menit, dari 5 menit jadi ingin durasi panjang, dan seterusnya sampai pada tingkat akhir yaitu acting out atau melakukan apa yang dilihatnya. Hal ini diperparah dengan belum bersambungan sempurnanya bagian otak pre-frontal pada anak. Tak hanya itu, kecanduan pornografi juga berakibat pada rusaknya 5 bagian otak. Bagaimana wajah negeri kita di masa depan jika banyak anak yang terdampak masalah ini?

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari menonton vlog yang hits ini. Pertama, kita bisa belajar dari sikap Deddy yang bisa masuk ke dunia anak sehingga bisa menghilangkan gap generation dan membuat anak bebas bercerita kepada orangtuanya. Kedua, tentang menjadikan hal-hal yang dianggap tabu sebagai obrolan menyenangkan antara orangtua dan anak. Ketiga, ada hal yang begitu penting untuk diajarkan kepada anak agar ia menjadi tangguh menghadapi dunianya: tentang merasa selalu diawasi oleh Allah dan pentingnya menumbuhkan kontrol diri.

Ayo membuka mata! Ternyata, seberat dan serumit ini tantangan zaman yang sedang kita hadapi. Bismillah, semoga Allah memampukan kita dan senantiasa memberikan jalan-Nya agar kita bisa berkontribusi dengan sekecil apapun yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan ummat, menyelamatkan kemanusiaan, dan menyelamatkan generasi. 

Waaah, panjang sekali ternyata! Terima kasih sudah membaca, ya~

_____

Lebih lanjut tentang Bencana Pornografi, silahkan baca tulisan saya disini.

youtube

“Saat itulah dia punya semangat juara, dan tidak bisa kuajarkan hanya dengan kata-kata.”

BINTANG IKLAN

Semenjak namanya mulai melambung berkat perannya sebagai Digo di sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Tawaran untuk membintangi beberapa iklan mulai menghampirinya. Berikut ini iklan yang pernah Ali bintangi:


1. BEETALK (2014)


2. EXTRA JOSS BLEND (2014&2015)

External image


3. HELM MDS (2014)

External image
External image


4. YAMAHA MIO M3 125 (2014)

External image


5. POND’S (2014&2015)

External image


6. PEPSODENT (2015)

External image
External image



8. SARIMI MI INSTAN (2015)

youtube

RANforyourlife’s new ad for SIMPATI.

It was cool! Lucu bangeeet<3

youtube

Sampoerna A Mild Election

So I would say the A Mild election spot pretty much captures the feeling and sentiment of the population as regards the electoral process here! So many choices (the ‘old guard’, the celebs, the guys that promise to make you rich…) can become pretty confusing…and with more than a bit of cynicism too!
youtube

Kalo lo search “Visit Indonesia” di Youtube, banyaaak banget yang muncul. Pemerintah kita ga abis-abisnya berusaha untuk promo tentang keindahan negeri ini. Dari semua yang muncul itu, so far menurut gue ini yang paling keren, paling seru, paling lucu, paling membuat gue berkaca-kaca.

youtube

Youth Sweat Handsome

Modal Ringan Dengan Peluang Bisnis Online Mobgold

Judul peluang bisnis atau peluang usaha internet dengan modal ringan pasti sering anda temukan ketika browsing di search engine. Tidak salah memang, karena hampir para pemain bisnis online di internet memahami kebutuhan para pencari informasi, yaitu suatu peluang bisnis atau peluang usaha yang murah, mudah dijalankan dan cepat mendapatkan income.

Jenis usaha yang diinginkan seperti diatas sebenarnya sangat mudah ditemukan yaitu program afiliasi atau referal. Tidak ada jenis peluang bisnis atau peluang usaha di internet semudah program afiliasi karena kita sama sekali tidak melakukan usaha apa-apa kecuali copy paste saja. Kalau ada jenis peluang usaha atau peluang bisnis yang lain yang dianggap lebih mudah dari bisnis afiliasi atau referal, itu pasti membutuhkan usaha yang lebih. Contoh peluang bisnis yang bisa dianggap lebih mudah mendapatkan penghasilan lebih dari program afiliasi adalah bisnis PTC atau Paid To Click.

PTC atau Paid To Click atau dalam bahasa sederhananya berarti Klik Dibayar, membutuhkan kegiatan yang konsisten setiap hari untuk mengklik iklan agar mendapatkan income.  Kalau dalam sehari sama sekali tidak mengklik iklan sesuai dengan ketentuan program PTC tersebut maka ada dua potensi income yang hilang, yang pertama adalah potensi income dari kita sendiri yang tidak mengklik iklan pada hari itu dan yang kedua adalah potensi income dari referal langsung atau jaringan kita yang akan mengklik iklan keesokan harinya. Sehingga setiap hari harus mengklik iklan supaya tidak kehilangan potensi income yang akan kita dapatkan.

Namun jika anda lebih memilih peluang bisnis online yang bisa meraih keuntungan yang lebih besar, tentunya dengan tingkat kesulitan yang besar pula. Contohnya bisnis PPC seperti Adsense. Banyak yang menganggap bahwa bisnis online yang paling nyata adalah Adsense, diluar itu bukan bisnis online sebenarnya. Itu hanya sejengkal pemikiran orang saja, nyatanya banyak juga orang yang melakukan bisnis online melalui PPC Lokal seperti Mobgold. Jadi bisnis apapun yang ingin anda miliki, tentunya harus ada usaha yang ekstra agar bisnis anda lancar.

Apapun jenis peluang bisnis atau peluang usaha yang ditawarkan di internet, semua tergantung dari kesungguhan kita dalam menjalankannya. Meskipun program afiliasi atau referal saya anggap paling mudah, program ini tidak akan menghasilkan apa-apa apabila tidak ada usaha untuk mempromosikannya. Sebaliknya, meskipun program Paid To Click mengharuskan kita mengklik iklan setiap hari tapi kalau dilakukan dengan konsisten dan mempunyai banyak jaringan pasti akan cepat menghasilkan income yang besar.
 
Salam Sukses!
Vinna Anggraeni

Data

In God we trust, all others must bring data.

Kurang lebih begitu tulisan di kaos yang waktu itu saya liat di acara Meet Up DSI (Data Science Indonesia) 7.0. Menarik. Jadi, kita dianjurkan untuk nggak percaya siapa pun selain Tuhan, kecuali mereka bawa data. Hummm. Ya sih. Di jaman serba mudah ini, informasi pun dengan mudah kita dapatkan. Dan atas dasar kemudahan itu, kita dituntut untuk skeptis terhadap berita yang baru kita ketahui. Tak jarang, kita pun sering merespon, “mana datanya?” kalau ada teman yang memberitahu sesuatu yang kita sebelumnya awam.

Yang menarik di sini, sebelum mempercayai sesuatu, kita dianjurkan untuk terlebih dahulu menelusuri data yang berkaitan, termasuk reliabilitas sumber yang mengeluarkan datanya. Tapi ternyata, kita tetap nggak bisa serta-merta mempercayai data yang ada begitu saja. Karenaaaa ada kemungkinan: pertama data tersebut dimanipulasi. Oke, yang ini sih emang curang. Yang kedua, kalo pun data tersebut valid, kita bisa tetap tertipu lewat visualisasi yang ditampilkan. Nah, yang ini ada unsur kecerdikan si penyaji data. Dia nggak memanipulasi data, tapi grafik yang dihasilkan dari datanya aja. 

Beberapa hari yang lalu, saya nonton video di Youtube tentang mudahnya kita tertipu pada visualisasi data yang disajikan, biasanya di iklan. Pihak penyaji datanya nakal. Dicontohkan di video itu, suatu perusahaan yang menjual truk menyajikan data penjualannya selama beberapa tahun dan membandingkannya dengan data penjualan tiga kompetitor. Perusahaan ini nggak terlalu terkenal, tapi penjualannya somewhat melampaui (cukup jauh) perusahaan kompetitor yang namanya jauh lebih terkenal. Ternyata, si penyaji datanya ini tricky abis. Luar biasa cerdik. Jadi kan kalo grafik batang gitu ada sumbu-x dan sumbu-y ya. Si sumbu-y-nya dimainin sama dia, sampe pada akhirnya bisa menghasilkan grafik yang menipu kita.

Sumbu-y-nya di-zoom-in, mulainya bukan dari 0, tapi malah dari 95%. Jadi kesannya penjualannya jauh di atas kompetitor. Terus ada beberapa contoh lain juga. Salah satunya contoh yang mainin sumbu-x. Jadi ratio di sumbu-x-nya nggak sama, sehingga bisa jadi misleading. Yang seharusnya stagnan, jadi terlihat progresif, padahal lagi-lagi itu akal-akalan dalam memainkan axis. Lagi-lagi ratio yang ditampilkan nggak pas.

Tuh kan. Dari data yang valid aja, kita bisa ketipu lewat visualisasi yang diotak-atik. Apalagi kalo datanya yang dimanipulasi demi kepentingan tertentu. Makin bias lah udah. Huft. Data violence ada di mana-mana. Mesti hati-hati nih. Jadi kalo boleh saya revisi tulisan di kaosnya, mestinya jadi “In God we trust, all others must bring data along with integrity”. AHAHAHAHA, jadi panjang dan nggak komersil ya?! :)))

Tapi ya begitu lah adanya, jangan mudah percaya sama apa pun walau itu punya jargon, “ini berdasarkan data yang valid kok”. Sebagai makhluk berakal dan insan terdidik, kita harus terbiasa melakukan triangulasi sebelum mencerna suatu hal yang baru bagi kita (nasehat buat diri sendiri juga nih). Nggak usah lebay juga mengagung-agungkan data lewat jargon tadi, kecuali kita yang ngolah datanya sendiri! Kekekekeke~

Pertanyaannya, kalo kita harus selalu skeptis, terus siapa yang harus kita percaya? Ya, kalo mengacu ke tulisan di kaos tadi, jawabannya cuma Tuhan (termasuk Kalam-Nya dalam Al-Qur’an, rasul-rasul-Nya, hadits, orang yang berilmu). Dan data yang dibuat dengan penuh integritas. Sekian.

Sekalian ah mau adain teaser terkait data ini, buat tulisan selanjutnya. Kenapa sejarah Islam banyak yang ilang? Ke mana perginya data-data yang memuat sejarah Islam?


Jakarta, 11 Agustus 2017

Mutia Ulfi

~JANGAN MALAS, SEBAB ENGKAU MANUSIA BUKAN SETAN~
.
.
Malas itu sifatnya Setan. Jadi jangan Malas biar tidak seperti Setan. Sebab engkau seorang Manusia bukan seorang Setan.
.
Terlebih dalam hal ibadah pokok, wajib, yakni Sholat lima waktu. Setan sangat bersemangat empat lima tuk tundukkan semangatmu, hingga menjadi loyo, melemah, malas, enggan, dan akhirnya menjadi hobi. Kerap kali bahkan selalu menunda2, mengulur2 waktu tuk kerjakan sholat di awal waktu.
.
Akibatnya, “Ntar dulu deh, sedikit lagi nii kerjaan kelar, nanggung nii, bentar lima menit lagi tunggu iklan lewat, ni biasanya kebiasaan emak2 yang hobi pelototin sinetron di depan tipi ni. Hihi, afwan ya…
.
Selanjutnya apa??
.
Ya, menjadi kebiasaan. Menjadi sebuah ke'lumrah'an, jika adzan terdengar, ntar dulu, entar dulu. dari yang lima menit moloor jadi sepuluh menit, setengah jam, sejam, hingga mulai nyadar waktu dah mefeeeet bingiit tuk kerjakan sholat. Akibatnya, sholat jadi terburu2, tidak khusyu’, hilang tuma'ninah.
.
Astaghfirullah….
.
Bukan hanya untuk kalian saja, ini terkhusus untuk ana pribadi sebagai upaya muhasabah diri. Bahwa sikap malas, seringnya menunda2 waktu sholat adalah satu perkara yang sangat dicintai Iblis. Kebiasaan buruk ini bisa dihindari dan diobati dengan memotivasi diri sendiri akan kesadaran bahwa hidup ini singkat, dan akherat kekal. Kematian bisa datang kapan saja, dimana saja, dan dalam keadaaan apapun. Tidakkah kita sangat takut, jikalau Malaikat Datang dan Cabut Nyawa kita dalam keadaan Lalai akan sholat?? Wal'iyyadubillah…
.
Maka lihatlah ancaman Allah bagi siapa saja yang lalai dalam sholatnya.
.
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.”
(QS. Al-Maa’uun: 4-5)
.
“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”.”
(QS. Al Mudatstsir: 38-47)
.
Ingat mati, Ingat mati, ingat siksa kubur, ingat adzab Allah, ingat Neraka adalah salah satu cambuk api untuk memecut diri agar tak lagi lalai dalam sholat.
.
Semoga Allah selalu menjaga keistiqomahan jalan hijrah ini dan kelak, mematikan kita dalam keadaan baik di penghujung usia, Kematian Yang Indah, Husnul Khatimah. Aamiin…