iklan

(Tidak Lagi Ada) Foto

“Nov, kok di Menata Kala engga ada fotomu? Terus, di media sosial juga kok sekarang engga ada foto-foto wajah lagi sih? Paling dari poster-poster kegiatan, itu juga ga jelas. Apa yang membuat kamu take out foto-fotomu dari media sosial? Serius deh, aku penasaran banget!”

Pertanyaan itu tiba-tiba saja dilontarkan oleh sahabat saya saat kami bertemu dua pekan lalu di salah satu tempat jajan di dekat ITB. Mendengar pertanyaan itu, sejujurnya saya kaget bercampur senang. Senang karena ternyata sahabat saya ini memperhatikan saya meskipun kami sekarang jarang sekali bertemu. Tapi, saya juga kaget karena ia adalah orang pertama yang dengan serius menanyakan pertanyaan itu kepada saya. Saya mengawali jawabannya dengan tawa, “Hahaha, apaan sih kamu? Dateng-dateng pertanyaannya serius! Hari ini pengennya ngobrol yang lucu-lucu aja sebenernya. Tapi, yaudah deh kalau mau deep discussion.” Lalu, apa yang menjadi jawaban saya kala itu?

MENGAPA TIDAK ADA FOTO WAJAH DI SOSIAL MEDIA?

Sejak hampir satu atau dua tahun ke belakang, saya mulai menghapus foto-foto saya di sosial media. Sebelumnya, banyak sekali foto saya bertebaran disana, termasuk juga foto-foto selfie yang jika saya lihat lagi sekarang rasanya malu. Awalnya, saya menganggap bahwa memajang foto yang wajahnya terlihat super-jelas itu wajar saja, toh semua orang juga melakukannya. Tapi, setelah saya memahami bahwa tampilan wajah seorang perempuan bisa menjadi fitnah bagi laki-laki, saya mulai menghindarinya. Jangankan saya yang tampilannya masih biasa-biasa saja, perempuan yang bercadar sekalipun ternyata bisa menjadikan laki-laki berangan-angan tentang kecantikannya. Lho? Saya tau dari mana? Dari cerita teman-teman saya yang laki-laki di komunitas ketika kami mendiskusikan tentang kasus kejahatan seksual. So, tidak memposting foto di sosial media ini saya lakukan untuk menjaga diri: menjaga diri saya dan juga menjaga orang-orang yang mungkin melihat foto saya.

TERUS, KAMU MERASA KAMU CANTIK?

Bukan, ini sama sekali bukan karena saya merasa cantik lalu saya takut kecantikan saya menjadi konsumsi publik. Saya mengakui kalau standar cantik seperti perempuan-perempuan yang menjadi model di iklan shampoo, lotion, pelembab, atau trend perempuan kekinian itu memang tidak bisa saya penuhi. Saya hanya perempuan biasa-biasa saja yang bahkan tidak punya tool kit make up dan minim skill dalam memoles wajah. Tapi, tentu bukan ini poinnya. Lalu apa? Poinnya adalah, ketika foto kita terposting di sosial media, kita tentu tidak bisa lagi mengontrol apa yang orang lain lakukan dengan foto-foto kita, kan? Bisa saja foto itu membuat orang lain merasa rendah diri karena membanding-bandingkannya dengan kita, atau bisa juga foto kita menjadi celah syaitan untuk memanjangkan angan-angan lawan jenis. Paham kan? Na’udzubillah.

LALU, BAGAIMANA DENGAN MENGABADIKAN MOMEN?

Ya, saya mengakui bahwa banyak sekali momen-momen penting yang memang tidak bisa diulang dan hanya bisa diabadikan dengan sebuah foto. Tapi, itu tidak lantas membuat foto (yang di dalamnya ada wajahmu terlihat jelas itu) menjadi wajib diposting di sosial media, kan? That’s why, saya lebih suka membagikan cerita di balik momen hanya dengan menyertakan foto ramai yang mungkin tidak terlihat juga sayanya ada dimana. Hehehe.

Begitu, teman-teman! Saya masih terus belajar dan mendidik diri tentang masalah ini. Mohon maaf jika ternyata masih ditemukan foto-foto lama saya di sosial media, semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya. Kita belajar bareng-bareng, yuk! Saya yakin, Allah pasti akan memudahkan kita untuk bisa mengutuhkan pemahaman dan tindakan tentang sebaik-baik menjaga diri. Minta tolong terus sama Allah yuk, saudari-saudariku! Oiya, ini adalah opini pribadi, silahkan ambil yang baiknya, tak masalah kok jika ternyata kita berbeda pendapat. Bagaimana menurutmu?

Eh, kemarin Hari Kartini, ya? Selamat berjuang, perempuan-perempuan. Sebab, perjuangan yang sulit dan banyak godaannya adalah perjuangan untuk menjaga diri. Menangkan!

Kehadiran kawan-kawan.

Jadi gini, kemarin aku sempet ikut bazar makanan gitu.

Jualan cheese cake. Cus cek IG cheesecake.expert wkwk eh malah iklan.

Balik lagi.

Kemarin itu adalah bazar pertama kami. Belum sebulan resmi buka orderan, kami putuskan ikut bazar. Ini nanti aja ya ceritanya.

Ketika memulai sesuatu, yang paling kita butuhkan adalah dukungan dari lingkungan sekitar. Semangat dari inner circle. Lingkaran paling dalam, keluarga dan sahabat.

Aku udah pernah sebut nama Lintang kayaknya, Lintang liburnya ga mesti weekend. Aku bilang, “Lin, besok aku bazar. Datang ya. Datang pokoknya!”

Padahal di dalam hati, aku berusaha merendahkan ekspektasi Lintang bisa datang. Karena, ya…aku ga tahu liburnya kapan, dan lokasi bazarku lumayan jauh, dan tempatnya biasa aja.

Tapi ternyata, Lintang datang, di hari pertama.

Gak sampai disitu, ternyata, kawan yang lain bergantian datang.
Melihat mereka mendekat dari kejauhan atau mengintip kemudian mencoba mengagetkan, membuat semangat yang ada tak sempat berkurang.

That made me smile from ear to ear, sampai sekarang. Aku gak tahu kedatangan seseorang bisa sangat begitu membahagiakan.

Oh, terimakasih banyak!

BEBERAPA FRAGMEN DARI SEBUAH TAYANGAN IKLAN ROKOK

1

rentang dasar jurang dan ngarai memang sejauh nasib mujur
pun yang menggelincirkan bukan terjal pijak yang diinjak
namun segala kenangan yang jatuh menggelinding

kau dan aku kubayangkan merayap menuju ke atas sana
dan jemari tangan kita saling erat menggenggam
sambil bibir ini melantunkan zikir-zikir tebing

2

di antara letup peluru dan bau mesiu, apakah kita;
pemburu yang membidik tanda tanya nanti, atau
jejak kaki yang kehilangan tapaknya sendiri?

apakah nasib adalah kelindan dar-der-dor
di selip semak yang memeluk setiap jengkal ketakutan
mengendap-endap menyembunyikan diri dari mata Izrail?

3

siapa lebih sombong;
hujan yang rintik-rintik,
deru mesin Harley-Davidson,
lampu merah di depan sana,
pertanyaan ini
atau yang berusaha menjawabnya?

4

nasib memang seperti bola;
bisa ditendang, dilempar, ditangkap
namun tak bisa ditebak ke mana arahnya

dan setiap kenangan, seperti trofi kemenangan
atau kilap medali juara 1, 2, 3
atau berita kekalahan
pada suatu halaman tabloid olahraga
yang dipigura di dinding dada

5

merokok membunuhmu
kenangan tentangnya sama saja

2017

youtube

RANforyourlife’s new ad for SIMPATI.

It was cool! Lucu bangeeet<3

youtube

Sampoerna A Mild Election

So I would say the A Mild election spot pretty much captures the feeling and sentiment of the population as regards the electoral process here! So many choices (the ‘old guard’, the celebs, the guys that promise to make you rich…) can become pretty confusing…and with more than a bit of cynicism too!
Cara Merespon Simpati Kepada Orang Lain

Cara merespon simpati kepada orang lain ada dua:

1. Simpati Imajinatif

Kita mengasumsikan orang lain seperti diri kita, tetapi kita belum pernah mengalami apa yang dialami oleh orang tersebut, sehingga kita perlu berimajinasi, bagaimana perasaan kita bila ada di posisi orang tersebut. 

Contoh: 

Ucil : Icrrrrriiiittt, gue seediiihhh~ (meluk Icrit sambil berlinang air mata)

Icrit : Iya, gue tau, tanpa lo bilang gue juga tau. Cukup air mata lo yang bilang. yang gue gak tau adalah alasannya (banyak basa basi lu Crit) kenapa?

Ucil : Gue diputusin *nyedot ingus*

Icrit : Emang lo punya pacar?

Ucil : Icrrrriiiiiitttt maaaahhh~ *meperin ingus*

Icrit : (karena Icrit belom pernah diputusin pacar, maka Icrit sedang membayangkan bagaimana kalau dia diputusin pacarnya seperti Ucil) Sabar ya, Cil. Nanti pasti Tuhan ganti sama yang lebih baik. Ya, walaupun gue belom pernah ngerasain diputusin, tapi pasti sedih banget ya kehilangan sesuatu yang kita sayang.   

Ucil : Iyaaa… sedih banget tau gak. Makannya lo punya pacar biar tau rasanya diputusin.

Icrit : Anjaay. Gue maunya punya pacar yang langsung nikah, biar gak ada putus-putusan.

2. Simpati Ingatan

Kita mengasumsikan orang lain seperti kita dan kita telah mengalami apa yang dialami orang tersebut. Seperti “Gue juga pernah kek gitu.”

Contoh :

Ucil : Icrit, lo malu-maluin banget sih udah gede masih main di got.

Icrit : Siapa yang lagi main di got, pea? Gue jatoh ini. Bukannya nolongin gue lu.

Ucil : OOhh gue pikir, hahahaha. Sini gue tolongin. pasti sakit ya? gue belom pernah sih jatoh ke got.

Icrit : (narik tangan Ucil) Nah sekarang kita sama deh. kira-kira kek gini nih rasanya. 

Ucil : (syok berat)

GAGAL simpati, pindah ke XL. 

warning: yang buruk jangan ditiru.

youtube

Kalo lo search “Visit Indonesia” di Youtube, banyaaak banget yang muncul. Pemerintah kita ga abis-abisnya berusaha untuk promo tentang keindahan negeri ini. Dari semua yang muncul itu, so far menurut gue ini yang paling keren, paling seru, paling lucu, paling membuat gue berkaca-kaca.

youtube

Ini bener-bener iklan yang aneh dan sampe sekarang gue ngga ngerti maksud baik dari si pembuat iklan ini apa…

Coba, mari kita telaah..

Saat si ibu muda janda kembang bilang “Syukurlah almarhum telah mempersiapkan bekal untuk kami berdua” dan video menampilkan bola yang sedang diperebutkan oleh si ibu dan anaknya terpental dan menghapiri kaki seorang lelaki, yang kemudian dengan tertawa riang memberikan bola pada si anak.

Jadi maksudnya apaaa..

Sebelum meninggal, suami si ibu muda ini udah nyari orang buat jadi suami baru istrinya nanti gitu?!

Dan keanehan ternyata belum selesai sampai disitu.

Ternyata.. ternyata.. ternyata si lelaki itu sudah berkeluarga!!

Ini maksudnya apa Tuhannn.. Jadi si suami mempersiapkan istrinya untuk menjadi perusak rumah tangga orang gitu?!

Udah gitu ternyata anak si lelaki itu sama anak ibu muda janda kembang berteman baik, terlihat dari cara mereka saling melambaikan tangan.

Gak kebayang diakhir video, si anak itu bilang apa sama ibunya..

Apakah anak itu bilang “Kita akan berhasil merusak rumah tangga mereka ibu..” dan si ibu tersenyum puas.

Kalo ada yang tau.. tolong kasih tau gue, maksud baik apa yang terkandung dari iklan ini.

Terus, apakah iklan kayak gini bikin lo tertarik buat pake produknya?

Coba bayangkan.. Saat lo meninggal nanti, meninggalkan istri dan seorang anak. Karena pake produk iklan ini, istri dan anak lo berkomplot merusak rumah tangga orang.

Kalo gue sih.. amit amit!