ied-fitri

Bismilllaah Taqabb-Allaahu minna wa minkum Taqabbal yaa kariim Kaum wanita, tuntutlah ilmu datangilah majelis ilmu, dengan ilmu kalian bisa beramal yang sesuai al-Qur'an dan As Sunnah. Diamlah di rumah-rumah kalian jika tidak bisa datangi majelis ilmu, dengarkan kaset-kaset kajian atau bacalah buku-buku agama. Bersyukurlah, kita yang dapat shalat dengan suasana tenang! Sedangkan beberapa saudara kita berada dalam kecaman musuh-musuh ALLAAH. Sedikit Pesan dalam Khutbah Shalat Ied, Lapangan Athletik Mataram, NTB. Semoga, dimulai dari 1 Syawal 1436H ini kualitas pribadi kita dalam iman dan taqwa meningkat. Allaahu'alam

Happy Ied Mubarak 1433 H! Semoga amal ibadah kita diterima dan taun depan masih bisa ketemu bulan Ramadhan lagi yaa Amiiiin o:)

Kami menghaturkan;
SELAMAT IDUL FITRI 1 Syawal 1436 H

تَقَبَلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ وَكُلُّ عَامٍِ بِخَيْرٍ مِنَ العَائِدَيْنِ وَالفَائِزِيْنَ

Semoga kita termasuk orang-orang  yang kembali  suci, memperoleh kemenangan, dan diterima amalnya oleh Allah SWT,

شُكْرًا كَثِيْرًا..

آمِـــــيْنْ …آمِـــــيْنْ … يَا رَبَّ الْعَـــالَمِيْنْ

MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.

Lebaran

selalu suka saat lebaran tiba, kenapa? . banyak alasannya! banyak makanan, banyak angpau dan yang paling penting, banyak saudara yang pulang ! rumah jadi ruameeeeee :‘3

keluarga kecil saya hampir selalu setia pada hari pertama lebaran di rumah surabaya, di rumah orang tua buya (baca : ayah) , daaannn saya hampir setiap sholat idul fitri sholat di masjid Al-Jawahir, dan mengikuti serangkaian prosesi idu fitri *oposeh di keluarga kami.

biasanya, setelah sholat idul fitri, keluarga bani jawahir yang tinggal di ngawinan , atau lebih tepatnya yang keturunan mbah buyut nur dan ayah yai shofyan , mengadakan silaturahim di masjid tersebut. acara diisi dengan sambutan-sambutan masing-masing keluarga besar, biasanya oleh tetuanya, kemudian doa, terus saling silaturahim ke rumah keluarga besar antar satu dengan yang lain.

setelah itu, di rumah yangkung ada acara sungkeman, tradisi sungkeman ini setauku baru berjalan antara 2-3 tahun ini, karena yangkung sudah wafat sejak 2011 maka sungkemnya ke yangti aja. oiya sungkem ke makam yangkung biasanya sebelum idul fitri. acara sungkem di rumah diurut berdasarkan urutan kelahiran dan yang keluarganya (bila sudah berkeluarga) lengkap. buya merupakan anak kedua dari yangti dan yangkung,brati harusnya urutan dua,  tapi karena buya biasanya sholat di gresik ,datengnya telat ke sby daannn  maka saya selalu kebagian terakhir, urutan kesepuluh…abis sungkem biasanya makan-makan, menunya ganti-ganti sih tiap tahun, cuman seringnya bakso.yang masak ami aci.. nyam,nyam,nyam 

nah, setelah itu, ke rumah bani keluarga djawahir yang deket rumah kalo belum, kalo udah, langsung cus ke rangkah. sebelum berangkat, karena yangti memiliki sekitar 28 cucu dan 8 orang emanntu, maka pengaturan saat keberangkatan menjadi hal penting, siapa ikut mobil siapa ,apa perlu ada yang naik motor, dll. haha. seru gitu deh. belum lagi kalo printilan kecil-kecil yang erbutan satu mobil karena omongan seru mereka belum kelar.. hadeeuuhh.. hihihi.

Rangkah adalah keluarga besarnya yangti, disana kami ke makam mbah buyut putri dan mbah buyut kakung, nyai addah sama kakanya yangi lupaa siapa namanya . trus ke rumah adik-adiknya yangti, pertama ke yai masduqi trus ke rumah yai lul, nah di rumah yai lul ini biasanya ditawari makan, ada roti maryam, ada gule kacang ijo ada ayam daaaannn lain-lain.. lesszzaaaaa wes pokoe, hehehe. nah abis dari rumah yai lul,sholat dhuhur, trus  kadang kita k rumah gurunya puput kadang engga. trus cus keee kedung tarukan. 

di kedung tarukan ini tempatnya yai miftah sama yai siapa lupa pokoknya abahnya neng munjiyah. di rumah yai miftah, kita makan lagii.. uyeaaaahhh.. menunya ganti-ganti sih tiap tahun, pernah ada cumi, ayam, bothok usus, bandeng, macem-macem deh pokoknya, trus abis dari yai miftah kita keee rumah neng munjiyaaahh, daaann biasanya dikasih kerupuk :3 enak bgt kerupuknyaaa ..

abis dari kedung tarukan biasanya cus ke rumah nyai thonah di semolowaru, nyai thonah itu bibi nya yangti, abis dari sana. pulang deh kita. hehe

biasanya setelah itu saya ke sidoarjo kerumah keluarga ibu, trus h++3 atau h+4 lebaran udah di sby lagi soalnya ada pertemuan keluarga besar bani Djawahir.

seru ya lebaran kalo punya keluarga besar? seruuu.. seruuu banget

saya bisa becanda sama sepupu- sepupu saya yang masih kecil, hyang beranjak remaja sehingga mau masuk pesantren, sampe yang sepantaran. belum lagi nanti chit chat sama ama-ama , dengern nasehat nasehat mereka soal hidup, pernikahan, daaann sebagainya, atau ngobrol seru sama ami-ami soal politik, kampus, dan dunia karir.. 

ada sih yang bikin agak kaku pas lebaran, yaitu pas ditanya kapan nikah, atau mulai njodoh-njodohin sama anak orang oh meeenn..

saya selalu kangeeeennn sama ami-ami dan ama-ama yang udah kaya kaka saya sendiri, sama sepupu-sepupu yang udah kaya temen atau kaya adek sendiri.. 

nggak bisa dipungkiri, saya juga kangen sama yangkung, yang udah kayak bapak sendiri, karena sejak kecil sering bercanda sama yangkung, dan saya tahu yangkung sayang banget sama cucu-cucunya, termasuk saya. saya masib inget yangkung suka cerita tentang kukuk beluk yang ambil air, atau ngajar ngaji anaknya tapi pas ambil contoh peristiwa pake nama saya :’ dnberacam-macam cerita lain yang terkubur di otak.

ketika lebaran, saya selalu terlihat seperti adek kecil karena ada ami-ami dan ama-ama, bagaimana saya bisa lupa dulu ami atum  ngikat tali sepatu saya pas saya mau berangkat sekolah tk, atau ami nafi dan ami aci soal ayam jantan peliharaan, ama icha yang suka mandiin saya pas ama pulang dari jkt dan suka beliin oreo, ama ndiyo yang suka ngangkat saya kekasur kalo saya ketiduran di lantai, ami nadhim yang nganter kemana-mana, ami farid dan ami faruq.

daann sepupu-sepupu, bagaimana saya bisa lupa saya dijatohin sama mas azmil dari kursi pas kecil, sampe nangis jerit-jerit, sampe trauma tiap ketemu dia, atau gimana bisa lupa saya dulu pernah bikin ayu nangis, atau main sama pupt dan fikri pas orang jumatan trus fikri kena paku, najwa pendiem, shofuro yang kalem, mahira yang ceria, duhh ngga sanggung nyebutin sampe ke 23 yang lain hehehe.

aaaahhhh saya selalu sayang sama keluarga besar ayah saya, keluarga besar Djawahir, karena sejak kecil saya ada dilingkungan mereka.

next time mungkin nulis soal keluarga besar ibu kali ya :‘3

اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْ

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar | Laa ilaaha illa Allah Allahuakbar | Allahuakbar wa lillahi al-hamd

Teruntuk Ramadhanku

Selamat hari lebaran Papap, Ibu, Abang, Ni uti dan Shabira..
sekarang, di Bumi kita memang tidak berkumpul untuk merayakannya, jangan bersedih, karena nanti di Jannah-Nya kita berkumpul merayakan Lebaran yang tidak kita rayakan bersama.

sekarang kita hitung bareng-bareng, sudah berapa lebaran yang terlewatkan? 3? 4? 5? jangan lupa, nanti kan kita ulang semua di Jannah-Nya.
Bersabar, semuanya ada waktunya, dan percayalah jalan Allah selalu indah :)

Agamaku Agamaku, Agamamu Agamamu

Selamat Hari Raya Idul Fitri!

Akhirnya perjalanan puasa umat Muslim yang selama ini telah dijalani bisa dibayar lunas di hari yang fitri. Bayangan saya tentang hari lebaran di AS sungguh berbeda dengan apa yang terjadi. Mulai dari suasana sholat Ied hingga saling mengucapkan selamat satu sama lain pasca ibadah selesai.

Gemuruh doa yang mengalun di salah satu hall Community College semakin membawa nuansa lebaran menjadi momen yang berkesan. Dari sekitar 500 jamaah yang hadir, sebagian besar adalah warga Indonesia yang kebanyakan sudah berkeluarga dan tinggal di Amerika lebih dari lima tahun.

Sejenak saya terdiam dan ikut merasakan bagaimana indahnya pemandangan umat muslim yang tengah beribadah khusyuk, di tengah suasana kebersamaan meski jauh dari negeri kelahiran. Yang lebih membuat saya terkesima adalah, terpampangnya bendera Amerika Serikat yang menghiasi momen sholat Ied berjamaah di kota Virginia, AS. Gambaran ini seolah ingin menekankan bahwa musuh Amerika sebenarnya bukanlah Islam, hubungan keduanya pada nyatanya tidak seperti yang digembar-gemborkan oleh beberapa oknum tidak bertanggung jawab. 

Tak hanya umat Muslim Indonesia, banyak juga warga Muslim dari berbagai belahan dunia yang turut ikut bergabung dalam momen sholat Ied berjamaah. Berbeda satu sama lain tak membuat mereka merasa asing untuk saling menyapa dan bertukar cerita. Masing-masing juga larut dalam lantunan doa. Indahnya sebuah agama adalah ketika kita berada pada tempat yang sama, tak peduli apa status sosial yang melekat pada diri baik kamu pejabat ataupun hanya sekedar petugas kebersihan, baik kamu orang kaya ataupun orang yang berkekurangan, semua datang dan sama-sama memanjatkan harapan.

Selesai sholat Ied berjamaah, saya bersama tim VOA melanjutkan acara Idul Fitri dengan menjalankan tradisi orang Indonesia, apalagi kalau bukan Halal Bihalal. Bertempat di rumah dinas Duta Besar Indonesia untuk Amerika, kami bertemu dengan ratusan orang Indonesia yang turut datang kesana untuk bersilahturahmi. Di sini saya merasa bangga menjadi Indonesia. Begitu ramai mereka yang hadir dalam halal bihalal sehingga rasanya seperti berada di tanah air sendiri. Yang lebih menyenangkan adalah, budaya halal bihalal ini menggambarkan perayaan Idul Fitri bukan hanya dapat dinikmati oleh mereka yang beragama Islam, tetapi juga kelompok beragama atau bahkan tak beragama lain yang juga hanyut dalam suasana lebaran.

Seorang teman saya berkata, dalam Islam dikenal sebuah kalimat yang menyatakan ‘Agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku’ saya tidak ingin berspekulasi dengan menafsirkan kalimat itu sendiri, tapi ketika teman saya mengatakan hal itu, saya tahu itu adalah sebuah pernyataan toleransi atas nama kebersamaan yang pada dasarnya patut ditekankan oleh setiap kepercayaan. Keyakinan bahwa kita diciptakan sama satu sama lain dengan rasa dan selera yang berbeda seharusnya tidak membuat manusia menjadi buta terhadap nilai kebaikan yang diajarkan oleh masing-masing agama. Akhir kata, saya dan tim VOA mengucapkan,

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

1. berkaitan dengan insiden “Pembakaran Masjid di Papua” | ini jelas bagian kedzaliman besar yang harus dikecam dan diambil tindakan

2. kita memahami betul reaksi ummat Muslim yang sangat menyayangkan hal ini | apalagi kejadian ini terjadi disaat shalat Ied Fitri

3. dan perkara ini dalam Islam adalah bagian kedzaliman yang sangat besar | yaitu menghalangi manusia dari beribadah kepada Allah Swt

4. Dan siapa yang lebih aniaya dari orang yang menghalangi menyebut nama Allah di masjid-masjid-Nya, dan berusaha merobohkannya? (QS2:115)

5. kejadian pembubaran shalat Ied dan pembakaran masjid di Papua ini | menunjukkan pada kita beberapa pelajaran yang bisa diambil

6. pertama, saat Muslim mayoritas,mereka disudutkan dengan dalil toleransi | namun saat minoritas, mereka ditekan dengan dalil demokrasi

7. saat Muslim menjadi mayoritas, kita dipaksa mengorbankan akidah dengan dalil toleransi | membiarkan seluas-luasnya syiar agama lain

8. sebaliknya saat Muslim minoritas, kita dipaksa juga, menghormati yang banyak | juga dengan mengorbankan akidah, mengorbankan agama

9. kedua, lalainya negara memberikan jaminan perlindungan hukum | harusnya hal seperti ini ditindak keras agar tidak menyebar pada yang lain

10. bagaimanapun hal sepert ini berbahaya dalam menyulut konflik antar masyarakat | adalah peran negara untuk memberikan keadilan bagi ummat

11. hanya saja, hukum di negara ini memang rancu, mengapa? | karena tidak diterapkan syariat Islam untuk mengaturnya

12. dalam sistem hukum yang bukan berdasar Islam, baik ummat Muslim ataupun Non-Muslim | sama-sama terancam keberadannya, tidak aman

13. tapi dalam sistem Islam, Islam menjamin dan melindungi semua bentuk ibadah | apapun agamanya, akan dilindungi dan dijamin oleh Islam

14. lalu bagaimana kita menyikapi insiden kedzaliman di Papua ini? | ada beberapa juga yang perlu kita pegang sebagai panduan

15. pertama, harus adil dengan membatasi bahasan hanya pada insidennya dan pelakunya saja | bukan mengeneralisasi dan meluaskan masalah

16. karena kita Muslim dan kita diajarkan Allah dan Rasul-Nya | kita tidak membalas perlakuan dzalim dengan kedzaliman juga

17. kedua, setiap kedzaliman harus dihilangkan, dan ini adalah peran negara | maka negara harus mengambil langkah tegas terhadap insiden ini

18. pelakukanya diusut, ditindak dan dihukum setimpal agar jadi peringatan buat yang lain | dan dijamin agar tidak terjadi hal yang sama

19. ketiga, yang terpenting, kesadaran bahwa tidak akan ada kebaikan menyeluruh | tanpa penerapan syariat Islam secara total di negeri ini

20. sebab hanya syariat Islam yang bisa memberikan jaminan keadilan | karena hukumnya datang dari Yang Maha Adil, Allah Swt

21. haruskah membalas dengan kekerasan? tentu tidak | karena amal fisik itu bagiannya negara yang punya kekuasaan, alat fisik

22. karenanya penting sekali Khilafah yang menerap syariat | agar konflik seperti ini tidak berterus dan berpanjang

23. yang terakhir, kita doakan saudara kita Muslim Papua dan dimanapun mereka minoritas | semoga Allah kuatkan dan mudahkan mereka

24. semoga Allah berikan ganjaran terbaik atas keistiqamahan mereka | dan balasan terbaik berupa ridha-Nya, juga bagi kita semuanya

akhukum @felixsiauw
—  Ustadz Felix Siauw