ibrahim ismail

youtube

Sanki terk edilmiş bir viraneyim
Her yanım dağılmış yıkılmışım ben
Üstüne basılan taslar misali
Paramparça olmuş dağılmışım ben

Çaresiz kalmışım gözlerim şaşkın
Çile rüzgarında savrulmuşum ben
Dertler derya olmus bende bir sandal
Devrilip batmışım boğulmuşum ben

Tutunacak hiçbir dalım kalmadı
Bir ağaç misali kurumuşum ben
Sanki bir köleyim sanki bir esir
Yerlerden yerlere atılmışım ben

Çaresiz kalmışım gözlerim şaşkın
Çile rüzgarında savrulmuşum ben
Dertler derya olmuş bende bir sandal
Devrilip batmışım boğulmuşum ben..


Eser Eyüboğlu feat. Hayrettin - Yıkılmışım Ben - İbrahim Tatlıses (cover)

Hz. İbrahim’in evladına sorması, oğlunun da Allah’a teslimiyetini ve yükseltmesini sağlamak içindi. Yoksa evladı ‘hayır yapma’ deseydi yine de kendisine verilen emri gerçekleştirecekti. “Emredileni yap” cevabı, aynı zamanda yıllar önce Hz. İbrahim’in Rabbinden istediği salih evladın İsmail olduğunu da tescil etmiş oldu. Seçilmişler, Rabbi uğruna her şeylerini ortaya koyarak feda edebilme kabiliyetine sahip, sevmenin ve sevilmenin, “teslim oldum” diyebilecek ağır bedelleri olduğunu bilen kişilerdir. Hz. İbrahim Aleyhisselam, olması gereken teslimiyeti gösterdi, kurban olan Hz. İsmail de. Bu olayları sezinleyen ve olacakları kabullenen Hz. Hacer de. Kendilerinden sonraki nesillere zor ama başarılmış bir imtihanı miras bırakarak teslimiyetin zirvesini gösterdiler el birliğiyle. Bizlere Allah’ın yoluna nasıl kurban olunacağını öğrettiler. Hz. İbrahim’in şahsında gerçekleşen bu hâdise, Allah’ın hâkimiyetini yeryüzünde ikame etmekle yükümlü olan bizlere ne ifade etmektedir? Bugün bizden evlatlarımızı kesmemiz istenmiyor elbette. Ama bilinmelidir ki, herkesin dava yolunda kendisine engel olan bir İsmaili vardır ve onu tespit edip kesmedikçe yükselemeyecektir. Çünkü İsmailimizi bulup da kestiğimizde, bileceğiz ki bu kurban, Rabbimizle aramızdaki engelleri kaldıracak ve bizi Allah’a daha çok yaklaştıracaktır. Bu anlamda bıçağı kurbanlık koçun boynuna değil, birer İsmail hükmünde olan içimizdeki dünya sevgisine, dünyaya mıhlanmış ayaklarımıza, nefsî prangalarımıza ve bizi mesuliyetlerimizden alıkoyan mazeretlerimize değdirmeliyiz. Çağın İbrahim’i olup, bir yandan şirkle mücadele etmeli, bir yandan da bizi bu mücadeleden alıkoyacak sebepleri (İsmailleri) ortadan kaldırmalıyız.
-Murat Gülnar

Pertanyaan Tentang Perempuan

Pertama, apakah benar islam mengajarkan untuk memberikan tanggung jawab urusan domestik hanya kepada perempuan sehingga ketika perempuan ingin berperan di ranah publik, harus ada embel-embel yang penting urusan dalam rumah selesai?

Kedua, apakah jika perempuan dipandang terlalu berbahaya bila ke luar rumah, penyelesaian paling baik yang diberikan oleh Islam adalah dengan memberikan perempuan peran di ranah domestik saja? Tidak adakah opsi penyelesaian lain yang bisa diberikan oleh Islam atas isu ini?

Ketiga, apakah benar mendidik anak adalah tanggung jawab ibu? Mengingat dalam Al Qur’an yang justeru banyak kita jumpai adalah kisah tentang ayah yang mendidik anaknya. Dan ketika ada seorang gadis tidak menutup aurat dengan benar, yang dimintai tanggung jawab adalah sang ayah?

Keempat, apakah setelah menikah dengan Khadijah R.A, Rasulullah menyuruh Khadijah R.A berhenti berwirausaha?

Kelima, apakah Islam mengatur urusan poligami dengan tujuan untuk ‘menyuruh’ laki-laki agar terbiasa dengan budaya poligami? Atau justeru untuk membatasi laki-laki agar tidak sembarangan menikah? Mengingat di zaman sebelum islam datang, poligami dilakukan dengan tidak terbatas?

tentunya pertanyaan ini bukan untuk menuntut sesuatu ato yang nulis pertanyaan ingin lepas dari kewajiban mendidik anak?

ini sebenernya cuman rangkuman pertanyaan di ask yang belum berani saya jawab. Bagi saya, isu tentang perempuan itu tidak mudah didiskusikan. Mengingat di antara kita ada begitu banyak pendapat yang beda.

Lagipula, tiap kali berdiskusi dengan teman terkait perempuan, saya sering dapat peringatan kalau pandangan saya masih terlalu western. Plus saya sendiri takut kalau saya ngebahas tentang perempuan, batas antara ambisi saya dengan apa yang bener-bener saya pelajari menjadi tidak jelas di sana.

Sedikit yang berani saya bagikan adalah:

Dalam empat madzhab populer fiqih, kewajiban isteri adalah memberikan nafkah batin kepada suami. Di lingkungan pesantren zaman dulu, yang saya tahu, isteri kyai memang hanya berada di ndalem. Tapi semua urusan seperti mencuci, mengasuh anak, dst…dst…diserahkan kepada khadimat. Sementara isteri kyai lebih sibuk memberikan pengajaran kepada santriwati dari pagi sampai malam.

Saya menganggap ini peran di ranah publik meskipun isteri berdiam diri di dalam rumah.

Tentang nafkah berupa nafkah lahir dari suami untuk isteri, suami bahkan diperintahkan untuk memberikan makanan dalam keadaan matang. Dan apabila suami membawa pulang makanan yang masih mentah lalu isteri tidak berkenan untuk memasak, suami tidak berhak untuk memaksa.

Pendapat yang berbeda disampaikan oleh syaikh Qaradhawi yang menjelaskan bahwa isteri wajib mengurus urusan domestik sebagai bentuk timbal balik atas nafkah lahir yang diberikan suami. Hanya saja kalau sampai itu terjadi, suami wajib memberikan gaji kepada isteri.

Terkait mendidik anak, kita mungkin perlu mendalami hadis tentang ibu sebagai madrasatul ‘ulaa itu diucapkan dalam konteks apa. Yang jelas, ulama zaman dahulu mestinya juga sudah menjelaskan hadis ini. Hanya mungkin pencarian saya yang belum sampai.

Saya sendiri pun juga masih bertanya tentang ini. Dalam Al Qur’an, kisah yang mungkin mudah kita ingat adalah kisah tentang Luqman dan putra beliau. Serta kisah tentang Ibrahim A.S dan Ismail A.S. 

Memang benar, kita perlu memperdalam ilmu tentang ini.

Dan terkait isu wanita yang bahaya kalo keluar rumah. Saya sempat menulis di tumblr tentang isu peranan wanita di ruang publik. Dalam tulisan tersebut, saya menyebutkan:

penilaian yang adil tentang bagaimana penghargaan sebuah peradaban kepada wanita bukan sekedar dengan menghitung berapa banyak wanita yang bekerja di ruang publik. Peradaban yang baik adalah peradaban yang membuka ruang seluas mungkin bagi setiap orang (baik itu laki-laki ataupun perempuan) untuk mengoptimalkan potensi dan memberikan segenap kemampuannya untuk membangun ummat tanpa takut keluarganya nggak makan, anaknya nggak terurus etc…etc…. Sehingga setiap orang dalam peradaban tersebut punya kesempatan menjadi khairunnaas ‘anfauhum linnaas seperti dalam hadits dan dalam surat al ahzab ayat 35.

Jika melihat surat Al Ahzab ayat 35, saya sempat berpikir bahwa baik laki-laki ataupun perempuan berhak memilih untuk berbuat kebaikan dalam bentuk yang mereka inginkan. Pertanyaan kedua dalam tulisan ini menjadi pertanyaan yang relevan untuk terus dikaji.

Apakah solusi yang ditawarkan islam adalah memberikan wanita peranan di ranah domestik? Ataukah kita sebenarnya punya PR peradaban untuk menghasilkan lingkungan yang aman bagi wanita untuk memberikan peran di ranah publik.

Membahas tentang ini, saya juga teringat pada hukum wanita travelling sendirian ke luar kota. Larangan traveling ke luar kota sendirian bagi wanita adalah larangan yang bersifat ta’aquli. Konsekuensinya adalah, larangan ini bisa dicabut jika kondisi yang melatarbelakanginya sudah hilang. Wanita dilarang bepergian sendiri ke negara yang tidak aman kondisinya. Bila negara tersebut sudah aman bagi wanita, maka larangan tersebut bisa dicabut.

Jika memandang hal yang demikian, mestinya aturan-aturan tentang peran wanita di ranah publik masih butuh sekali banyak masukan agar peradaban kita kelak menjadi ramah terhadap perempuan dan menghargai perempuan secara proporsional.

Adapun sharing pikiran saya ini bukan untuk menjawab lima pertanyaan yang saya bagikan. Saya sendiri nggak berhak menjawab itu. Anggap saja apa yang saya bagikan ini menjadi pengantar bagi kita untuk berdiskusi dan berpikir dengan lebih mendalam tentang isu ini.

Ciaooo

Ateş, İbrahim'i yakmadı. Bıçak, İsmail'i öldürmedi, deniz, Musa'ya boğmadı, balık, Yunus'u yemedi. “De ki: Allah bize ne yazmışsa başımıza ancak o gelir.” (et-Tevbe 9/ 51).

نار لم تحرق إبراهيم ، سكين لم تقتل إسماعيل ، بحر لم يغرق موسى و حوت لم يأكل يونس! قل: لن يصِيبنا إلا ما كتب الله لنا! (التوبة 51).

DAILY DUA

The dua of Ibrahim and Ismail while building the Kabah

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Translation

And (remember) when Ibrâhim (Abraham) and (his son) Ismâ'il (Ishmael)(peace be upon them) were raising the foundations of the House (the Ka'bah at Makkah), (saying),

“Our Lord! Accept (this service) from us. Indeed! You are the All-Hearer, the All-Knower.”

Transliteration

rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas-samee‛ul-‛aleem

Sources: Surah Al-Baqarah (2:127)

Jalan menuju Allah adalah jalan dimana,

Adam kelelahan, Nuh mengeluh, Ibrahim dilempar kedalam api, Ismail dibentangkan utk disembelih, Yusuf dijual dgn harga murah dan dipenjara selama beberapa tahun, Zakaria digergaji, Yahya disembelih, Ayub menderita penyakit, Dawud menangis melebihi kadar semestinya, Isa berjalan sendirian, dan Muhammad sallahu ‘alaihi wassalam mendapat kefakiran dan berbagai gangguan

Sementara kalian ingin meraihnya dgn bersantai ria dan bermain2..?

Demi Allah, takkan bisa terjadi

—  Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Hz. İbrahim & Hz. İsmail: Kurban

SÂFFÂT SURESİ

100. İbrahim öz yurdunu terk edip Filistin’e yerleşince,“Ey Rabb’im, bana hayırlısından bir evlat bağışla!”diye yalvardı.

101. Biz de ona, İsmail adında çok şefkatli ve yumuşak
huylu bir çocuğu
nun olacağını müjdeledik.

102. İlâhî müjde gerçekleşti ve İbrahim’in ikinci hanımı Hacer’den bir çocuğu dünyaya geldi. İbrahim, bir süre sonra Allah’ın emriyle eşi ve çocuğunu Mekke’ye yerleştirdi. Yıllar sonra İsmail, İbrahim’in yanında yürüyüp koşacak ve söyleneni anlayıp uygulayacak çağa ulaşınca ulaşınca, babası onu karşısına aldı ve “Sevgili yavrum!” dedi, “Ben dedi, “Ben üç gecedir üst üste rüyamda seni kurban ettiğimi görüyorum. Sen de bilirsin ki, Peygamberlerin rüyası Allah’tan gelen açık bir emirdir ve mutlaka yerine getirilmesi gerekir. Bir düşün, sen ne dersin buna?”İsmail hiç tereddüt etmeden, “Sana Allah tarafından emredilen neyse onu yap, babacığım! Benim için endişelenme. Göreceksin, Allah’ın izniyle buna sabredeceğim!” dedi.

103. Böylece, ikisi de Allah’ın emrine tam bir teslimiyet
gösterdiler.
İbrahim, oğlu İsmail’i boğazlamak
için yüzüstü yere yatırınca,

104. İşte tam o sırada, ona “Ey İbrahim!” diye seslendik:

105. “Rüyanda sana vahyettiğimiz buyruklara bağlı
kaldın!
Biz de bunun karşılığında sana evladını bağışladık
ve ikinizi de en yüce makama yükselttik. İşte güzel
davrananları böyle ödüllendiririz.”

106. Doğrusu, bu gerçekten müthiş bir imtihandı!
Ve İbrahim, en değerli varlığını Allah yolunda feda edebileceğini
göstererek bu imtihanı kazandı.

107. Biz de, İsmail’in kurtuluş fidyesi olarak İbrahim’e
büyük bir kurbanlık koç verdik. İşte o günden
beri müminler, Allah yolunda her şeylerini seve seve feda
etmeye hazır olduklarını göstermek üzere, kurban
bayramında kurban keser, böylece ataları İbrahim’in
izinden gittiklerini gösterirler.

108. Böylece Biz, onun sonraki nesiller arasında kıyamete
kadar övgüyle anılmasını sağladık:

109. O hâlde, selâm olsun İbrahim’e!

Kısa Açıklamalı Kur’an-ı Kerim Meali - Mahmut Kısa

BERKORBANLAH, PUTUSIN PACARMU

Tulisan ini untuk kamu yang lagi berpacaran, tapi ternyata setelah tau taaruf kamu mau putus, tapi masih sayang, jadi bingung deh harus gimana.

Zaman sekarang, tentu pacaran adalah hal yang lazim dilakukan muda-mudi, apalagi yang lagi kasmaran. Bahkan terkadang ada. temen-temen yang juga aktif di kegiatan keagamaan, tapi juga menjalani pacaran. Walau tau konsekuensi dan larangan berpacaran, tapi banyak juga yang masih berpacaran. Biasanya alasannya 1,

AKU MASIH SAYANG SAMA PACAR AKU.

Dan abis itu, kalau kamu minta putus, nanti bakal kepikiran

GIMANA KALAU AKU PUTUS? NANTI AKU MAU CURHAT SAMA SIAPA? CERITA AMA SIAPA?

Tentu sulit untuk memutuskan pacar, padahal berpacaran itu dilarang oleh Allah SWT.

—–

Dulu, beberapa kali saya dekat dengan lawan jenis, bahkan saya sempat mengalami pacaran. Dan rasanya, sungguh menyenangkan. Sering ada yang ngingetin, sering ada yang nyapa. Tentu berpacaran mampu melepas stress selepas masalah besar karena akhirnya kita bisa bertemu orang yang kita cintai dan sayangi. Padahal di saat bersamaan, saya merupakan anak yang aktif di kegiatan keagamaan.

“Loh kok?”

Yah, saya sendiri memang tau konsekuensinya. Larangan berduaan, dan sebagainya. Namun, perasaan kepada sesama manusia lebih besar daripada kekuatan iman. Jadinya, kadang saya suka berkompromi dengan hati ini “yaudahlah, nanti juga kan taubat. Selama masih salat, masih ngaji, kan ketutup dosanya”.

—–

Sampai akhirnya setelah beberapa tahun, saya kembali membaca dan merenungi, bahwa apa yang diperintahkan tidak bisa bersandingan dengan apa yang dilarang Allah SWT. Air tak bisa bersanding dengan minyak. Dan disana saya memutuskan untuk menghentikan hubungan pacaran tersebut.

Berat? Tentu berat. Karena memutuskan pacar ini sama dengan memutuskan sebuah kenangan, memori, serta perjalanan romantis yang telah berjalan selama beberapa masa. Bahkan, beberapa kali saya ragu untuk melakukan ini, dan dua pertanyaan diatas juga sempat terbersit dalam pikiran saya.

Sampai akhirnya saya membaca kisah Rasulullah SAW, bagaimana dalam dakwahnya beliau mengorbankan banyak hal, seperti Siti Khodijah yang menghabiskan semua hartanya untuk beramal, dan masih banyak pengorbanan lainnnya.

Karena dalam menjalankan kebenaran, harus ada sesuatu yang dikorbankan

Itu adalah kalimat yang saya yakini benar. Dan berangkat dari situ, akhirnya saya menguatkan diri untuk memutuskan hubungan pacaran ini.

Dan selepas itu, sungguh berat memang. Sesekali ingin rasanya sekedar menanyakan kabar. Namun saya yakin, perasaan ini adalah sesuatu yang harus dikorbankan dalam menjalankan sesuatu yang kita anggap benar.

—–

Dan jika kita merasa bahwa memutuskan pacar itu adalah hal yang berat, ingatlah kisah Nabi Ibrahim A.S. dan juga Nabi Ismail A.S.

Dan nabi Ibrahim A.S., diperintahkan Allah SWT untuk berpisah dengan anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri, anak yang ia besarkan sendiri, anak yang ia cintai dan ia sayangi. Tapi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail percaya, perintah Allah SWT adalah untuk jalan kebaikan. Dan akhirnya Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT, dan dia berpisah dengan anaknya yang dia besarkan dengan tangannya sendiri.

Apakah Nabi Ibrahim setelah itu marah pada tuhan? Tidak. Karena beliau tau, perintah tuhan adalah perintah menuju kebaikan. Kisah ini mengajarkan kita, bahwa menjalankan perintah Allah SWT itu perlu pengorbanan dan perjuangan yang besar.

Nabi Ibrahim saja dapat berpisah dengan anaknya, masa kita aja enggak bisa berpisah dengan pacar kita. Tidak perlu dengan cara memenggal, cukup dengan telefon, jika tak kuat telefon, maka text saja, jika tak bisa, via perantara saja.

Sakit? Tentu iah, tidak ada perpisahan yang tidak menyakitkan. Bayangkan bagaiman perasaan Nabi Ibrahim ketika anak yang bertahun-tahun ia besarkan, harus dia habisi oleh tangannya sendiri. Sedangkan ini, pacar kita, darah daging kita juga bukan, mungkin kenal beberapa tahun. Masa kita tidak bisa berkorban seperti Nabi Ibrahim. Percayalah, Allah akan ganti dengan yang lebih baik.

Putus dari pacaran bukan berarti memutus tali silaturahmi. Putus dari pacaran berarti kita sudah tidak menjalani kegiatan pacaran berdua-duaan seperti biasa. Namun, silaturahmi harus tetap jalan, karena salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT adalah memutuskan tali silaturahmi. Maka, sapalah sesekali. Tak usah sampai block sosmednya, kecuali kamu tak bisa move on.

Bayangkan jika ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT dan ia berkompromi “Ya Allah, biarlah anak saya tak usah dipenggal, nanti saya perbanyak amalan yang lain”, maka apakah Nabi Ibrahim masih dianggap sebagai Nabi yang taat pada perintah Allah? Sama halnya dengan kita, apakah kita akan menjalankan perintah Allah SWT atau akan mencoba berkompromi dengan hati kita dengan berbagai alasan?

Dan ujian datang kepada semua orang, sedangkan hanya orang-orang kuat yang berhasil melewatinya

Oia, dan ingatkah akhir dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Maka akhirnya mereka dipertemukan di Syurga Allah kelak. Semoga itu juga terjadi, bagi kamu dan pasanganmu nanti.

—–

Maka, mungkin inilah waktumu. Berkorbanlah, putusin pacarmu. Karena dalam kebaikan, perlu ada pengorbanan.


BERKORBANLAH, PUTUSIN PACARMU
Rumah, 10 Juli 2016
Choqi-Isyraqi.tumblr.com

Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim

Tulisan ini adalah review materi dari seminar bersama Ustadz Adriano Rusfi tentang Meneladani Visi dan Misi Keluarga Nabi Ibrahim. Untuk membaca tulisan lain tentang parenting dan keluarga, klik disini.

Jika kita melihat pada kisah-kisah tentang keluarga di dalam Al-Qur’an, tentu kita akan mengingat kisah keluarga Nabi Ibrahim. Dinamika ujian dan ketaatan Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail memberikan banyak teladan kepada kita semua tentang tangguhnya keluarga mereka. Berkaitan dengan itu, mungkin kita bertanya-tanya, apa kiranya yang menjadikan mereka sedemikian taat dan tangguh? Ternyata, kuncinya adalah pada visi dan misi keluarga.

Visi adalah sebuah cara pandang dan perspektif yang khas dan unik tentang jati diri, fungsi, peran dan nilai sebuah entitas atau kesatuan. Sederhananya, visi berbicara tentang bagaimana kita melihat atau memiliki pandangan tentang sesuatu. Unsur visi terdiri atas purpose (tujuan) dan value (nilai). Satu hal yang sama akan bisa menjadi berbeda jika dilihat dengan visi yang berbeda. Sedangkan, misi adalah tujuan, target, sasaran yang ingin dituju dan dihasilkan sesuai dengan visi tersebut. Biasanya, misi ini disusun berdasarkan tahapan langkah-langkah yang ingin dicapai.

Biasanya, kita melihat adanya visi dan misi ini pada perusahaan atau organisasi. Tapi, sebenarnya keluarga juga perlu memiliki visi dan misi. Mengapa?

1. Keluarga adalah sebuah entitas atau kesatuan yang terdiri dari suami/ayah, isteri/ibu dan anak. Lebih dari satu orang bergerak dalam entitas yang sama, maka sudah sepatutnya gerak tersebut dilandasi oleh adanya visi dan misi.

2. Keluarga adalah pondasi sosial terpenting yang merupakan satuan terkecil dari sebuah masyarakat. Kekuatan sosial sebuah masyarakat bermula dari keluarga dengan visi dan misi yang jelas.

3. Keluarga adalah tiang negara. Hal ini sejalan dengan sebuah nasehat yang sudah sering kita dengar, bahwa kontribusi terbaik seseorang kepada negaranya adalah dengan mendidik anaknya dengan baik.

4. Setiap keluarga adalah unik. Kita tidak bisa menyamakan nilai-nilai keluarga kita dengan keluarga lain, sebab setiap keluarga adalah unik dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya masing-masing.

5. Keluarga memiliki mimpi, yang sudah tentu akan berbeda dengan keluarga lainnya.

6. Keluarga harus membangun masa depan.

Contoh visi keluarga adalah “keluarga solutif”, maka misi dari keluarga tersebut adalah ingin menjadi solusi bagi keluarga orang lain melalui bantuan-bantuan yang diberikannya. Ada juga keluarga yang memiliki visi “keluarga intelektual” dimana di keluarga tersebut pendidikan akademis adalah yang paling utama, dan masih banyak lagi visi dan misi keluarga lainnya. Tanpa visi dan misi keluarga yang jelas, kemanakah sebuah keluarga akan dibawa?

Menentukan visi keluarga dapat dilakukan dengan melihat beberapa aspek, yaitu:

1. Latar belakang historis suami dan isteri sebelum menikah. Misalnya, suami-isteri tersebut memiliki visi “keluarga harmonis” karena mereka berasal dari keluarga broken home yang tidak ingin hal itu terjadi kembali di keluarganya.

2. Given factors atau faktor terberi, yaitu faktor-faktor apa saja yang melekat pada diri. Misalnya, suku batak terkenal temperamental, maka ini bisa menjadi pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam menentukan visi.

3. Realitas atau kondisi saat ini, yaitu tentang apakah yang menjadi kekurangan dan kelebihan keluarga saat ini yang bisa mendukung terwujudnya visi.

4. Mimpi, yaitu tentang apakah yang diinginkan oleh keluarga, ingin dipandang sebagai keluarga yang seperti apa, dll.

Kunci dari merumuskan visi dan misi ini adalah mendefinisikan visi dan misi tersebut dengan jelas. Misalnya, jika visi keluarga adalah keluarga bahagia, maka definisikan dulu apa yang dimaksud dengan bahagia, karena, bisa saja bahagia menurut keluarga yang satu adalah ketika mampu berkarya bersama sementara yang lain mendefinisikannya sebagai rekreasi rutin setiap pekan.

Kembali tentang Nabi Ibrahim, ternyata, visi keluarga yang dimilikinya dapat disebut sebagai keluarga tauhid pemakmur bumi. Hal ini tercerminkan pada kemakmurah kota Mekah setelah peristiwa air zam-zam. Keluarga Ibrahim juga memiliki karakteristik-karakteristik yang mendukung visinya tersebut, diantaranya adalah:

1. Hanif atau lurus, yang berarti bahwa Nabi Ibrahim dan keluarganya bertauhid kepada Allah, muka dan hatinya dihadapkan kepada Allah.

2. Pioneer, hal ini tercerminkan saat Nabi Ibrahim menjadi pioneer hijrah ketika meninggalkan keluarganya di padang tandus. Beliau juga adalah pioneer ayah yang tega kepada anaknya. Tega bukan berarti benci, karena tega adalah penuh dengan kasih sayang tapi tetap konsisten menegakkan hukum Allah.

3. Berdaya juang, hal ini ditunjukkan melalui sikap Siti Hajar yang menunjukkan kesungguhan terbaik kepada Allah saat bolak-balik dari Shafa ke Marwah selama 7 kali.

4. Berkorban, hal ini ditunjukkan saat Nabi Ibrahim rela untuk hendak menyembelih anaknya.

5. Optimis dan sabar terhadap setiap ujian dan ketentuan Allah.

Sebagai keluarga tauhid pemakmur bumi, berikut adalah misi keluarga Nabi Ibrahim:

1. Membacakan ayat-ayat Allah kepada manusia.

2. Mensucikan manusia.

3. Mengajarkan manusia kepada Al-Qur’an dan Hikmah.

Menentukan visi dan misi keluarga haruslah melibatkan Allah, melibatkan apa yang sebenarnya Allah tugaskan kepada kita sebagai manusia. Jika sebaliknya, maka visi dan misi tersebut akan dapat menghancurkan diri kita sendiri.

Jadi, apakah yang menjadi visi dan misi keluargamu?

Rabbana taqabbal minna innaka antas Samee Ul Aleem


رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيم ُ


Reflection

This dua should accompany all acts of worship whether it is salah, fasting, hajj, giving in charity or fulfilling the rights and obligations of fellow human beings. In a moment of patience ask Allah to accept your patience as a good deed done for His sake. In a moment of joy ask Allah to accept your gratitude as a good deed as well.

Our Lord! Accept (this service) from us: For Thou art the All-Hearing, the All-knowing [2:127]


The words of Ibrahim and Ismail alaihis salaam are a reminder to us to remain humble and strive strenuously in the path of Allah. As we say the, “O our Lord, accept from us…” we should keep our hearts pure of the arrogant assumption that everything we do is accepted. Instead a healthy balance of hope and fear should keep us grounded upon the Straight Path. This supplication reminds us that Allah subhana watala is All-Hearing and All-knowing so our intention in performing every good deed should be for His pleasure and His pleasure alone. Riya ( showing off) and Kibr (arrogance) will both negate the most monumental of  good deeds.

anonymous asked:

Selamün aleyküm. Edebi yönünüz benden daha fazla. Defterden ziyade kalem hediye etme konulu yazı çok hoşuma gitti. Rica etsem kitap önerir misiniz? Bazı insanlar kitapları kendilerine saklıyor da. Bu bir liste yada bir kitap olabilir. Teşekkürler

Aleyküm selam ben pek okuyan biri değilim. Ama liste yapayım hiyerarşik olarak :

Kuranı Kerim
İtikadi kitaplar
Kuranı Kerim meali (Feyzül Furkan tavsiyemdir.)
Tefsir (İbni Kesir olabilir)
Riyazüs Salihin
Celaleddin Vatandaşın siyer kitabı (hocam ve çevrem önermişti)

Necmettin Erbakan'ın Davam kitabı
Necip Fazılın bütün kitapları (külliyat okuyacaksanız O ve Ben'den başlayın)
Nureddin Yıldızın kitapları
Dr. Dilaver Selvi
Semerkand yayınlarının kitapları
Tasavvuf için Mehmet Ildırar.
.
.
.
Aklıma gelenler bunlar bu listeye daha sonra da bişeyler ekleyebilirim.

Edebiyat için;
Çok yeni başlıyorsanız Ömer Sevinçgül'ün Yazar Olmak İstiyorum kitabı.
İbrahim Tenekeci
Güven Adıgüzel
İsmail Kılıçaslan
Ali Ural
Tarık Tufan
Kemal Sayar

Şiir olarak
Necip Fazıl - Çile
Mehmet Akif - Safahat
Sezai Karakoç - Gün Doğmadan
Cahit Zarifoğlu'nu anlamak için kendinizi zorlayın.
Erdem Beyazıt
Ahmet Arif
Akif İnan
İlhan Berk
Özdemir Asaf

Muhammed Nur Doğan'ın Fatih Divanı Şerhi var. Yalnız bu adam biraz sosyetik profesör bunun bilincinde olarak okuyun.
Fuzuli Şerhi de okuyabilirsiniz. Ama onu yazan varsa da bilmiyorum.

Çok okuyan bilgili biriyseniz üslubunuzu geliştirmek için Elif Şafak okuyabilirsiniz. Ama sadece üslup için. Düşüncelerinden etkilenecekseniz okumayın. Üslup geliştirmek için İskender Pala da olabilir.

Ne okumayın sorusuna da cevap vermek lazım. Hafif sıklette kalmış tasavvuf kitapları okumayın. İşte şu Elif gibi sevmek falan.
Bilmem ne kokulu hikayeler başlığıyla yazılmış kitapları okumayın. Kişisel gelişim kitaplarını da. Ve Wattpaddan devşirme aşk meşk hikayelerini okumayın. Batı bestseller'ini okumayın. Romantik İslamcılıktan külliyen kurtulmadan şiir denilecek hiçbir şey okumayın. Süslü düz yazı da okumayın. Aşk meşk de okumayın. Kurtulunca okursunuz.

Çok dergi okuyun. Yine yeni başlayanlar için Genç Dergi güzeldir. Üslubu iyileştirmek için Yolcu, Cins, İzdiham, CF, İtibar, Baška, Dergah… Hepsi ayrı ayrı çok güzeldir. İslam fikriyatı için Hüküm, Muşta ufuk açıcıdır.

Dinleyin. Hayati İnanç adamı tek başına yetiştirir. Erkek olsam dibine çöküp talebesi olur peşini bırakmazdım. Ama işte biz anca bulaşık yıkarken dinliyoruz. Serdar Tuncer, Uğur Işılak, Sacit Onan, Çetin Tekindor, Haşmet Babaoğlu, Selçuk Yöntem… Bu adamlardan şiir dinleyin. Vurgu gücünüzü, şiir ezberinizi ve hatta diksiyonunuzu geliştirirler. Çok yazdım inşaAllah bir yararı olur.

5

TÜRK KERKÜK ŞEHRİNDE KOMÜNİST KÜRTLER TARAFINDAN HER TÜRLÜ İŞKENCEYLE TÜRKLÜK, TURANCILIK UGRUNDA ŞEHİT EDİLEN KAN KARDEŞLERİMİZİN ADLARI.

1- Ata Hayrullah- albay
2-İhsan Hayrullah- yarbay doktor
3-Selahattin Avcı - iş adamı
4-Mehmet Avcı …. Memur
5-Nihat Fuat Muhtar. öğretmen
6-Cihat Fuat Muhtar.. öğrenci
7-Emel Fuat Muhtar .. öğrenci 12 yaşında
8-Kasım Neftçi .. Arazi Sahibi
9-Ali Neftçi .. Serbest Meslek
10- Osman Hıdır .. Kahve Sahibi
11-Cahit Fahrettin ..Öğrenci
12- Zuhur İzzet Casım Çaycı..Kahve Sahibi
13-Şakır Zeynel .. Kahve Sahibi
14-Gani Nakip ..Memur
15- Kemal Abdulsamat ..Mühendis
16-Fatih Yunus Ali..Teknisyen
17-Cuma Kamber ..Teknisyen
18-Enver Abbas ..Öğrenci
19-Kazım Abbas Bektaş ..Öğrenci
20- Hacı Necmettin Abdullah .Serbest Meslek
21-Hasib Ali ..İşçi
22-Nurettin Aziz .. İşçi
23- İbrahim Ramazan …Tamirci
24-Abdulhalik İsmail …Öğrenci
25- Abdullah Ali Bayatlı..Teknisyen
26-Selahattin Kayacı..İşçi
27- Abbas Kadir …Öğrenci
28-Selahattin Köprülü …Polis
29-İbrahim Hemze …Kasap
Kamalın Annesi olarak tanınan yaşlı bir ev hanımı
30- Adil Abdülhamit .. Öğretmen
31-Abdullah Ahmet…İşçi
32-Habib Ali ..
33- Abdugani Seyit Mehmet..
34- Sadık Kaleli…
35-Halil Şakır …Serbest İş
36-Salah Terzi ..Serbest İş.

‘’Tam üzde
Zülf güzeldi tam üzde
Onlarca Türkman genci
Şehit düştü temmuzda…’’

ATM (Amati, Taaruf, Menikah)

Assalamualaikum!

Saya punya banyak utang nulis, tapi berencana memindah resume yang satu ini dulu. Ada beberapa teman yang sudah meminta untuk segera dituliskan resumenya, hehe. Ceritanya 28 Februari kemarin (iya sudah lebih dari dua bulan, akibat blogging blue syndrome saya), saya dan teman teman saya berkesempatan menimba ilmu di sebuah forum kajian bertajuk “Amati, Taaruf, Menikah”. Kajian ini diisi oleh ustadz yang ngegaulnya sama yang muda, Felix Siauw. Baiklah saya tuliskan resumenya ya

Saat ini dunia sedang berubah, bahwa dunia ini tidak melulu dikuasai oleh laki laki karena terjadi pergeseran orientasi. Dulunya wanita lebih emosional daripada laki laki (yang natural born nya adalah pemikir logis), namun dengan adanya era teknologi, sms, sosial media membuat semuanya lebih emosional, termasuk bagi laki laki, jadi lebih mudah mengungkapkan dll. Awalnya bisa terlihat maskulin di kehidupan nyata, tapi di sosial media menye menye (rapuh). Efeknya apa? Dunia jadi semakin dikuasai wanita.

Nah, perang saat ini lebih terfokus pada wanita. Kenapa? Kalau memerangi pria, maka yang rusak hanya 1 orang, yaitu pria tersebut, tapi kalau merusak wanita, maka minimal ada 3 orang yang berhasil dirusak, yaitu wanita itu sendiri, suaminya dan anaknya. Perang disini bukan lagi perkara mengangkat senjata, tapi mengenai pola pikir (ghazwul fikri, eh bener ngga ya tulisannya bgini) melalui 3F. Fun, food, fashion.

Nah, dibali lelaki kuat, ada wanita wanita yang keren yang mendukung mereka. Ulul Azmi contohnya, ada 5 kan ya,

  1. Nabi Nuh
  2. Nabi Ibrahim
  3. Nabi Musa
  4. Nabi Isa
  5. Nabi Muhammad

Ketika nabi Muhammad menikah dengan Khadijah, usia mereka selisih 15 tahun. Waktu diangkat jadi nabi, Nabi Muhammad berusia 40 tahun, setelah sebelumnya beruzlah selama 2 tahun di Jabal Nur (Gua Hira). Selama 2 tahun itu pula, Khadijah dengan setia mengantarkan makanan untuk Rasul ke Gua Hira, padahal perjalanannya mendaki dengan jarak tempuh 3 jam,  subhanallah ya :”) Selain itu, ketika Rasul pertama kali bertemu Jibril, beliau merasa panik, takut dan memutuskan segera pulang. Sesampainya di rumah, Khadijah tanpa banyak bertanya, langsung menyelimuti dan merawat Rasul. Ah, kalau begitu perlakuannya Khadijah, jelas saja Rasul tidak pernah memadamkan sedikit pun perasaan cintanya kepada beliau bahkan sepeninggal Khadijah. Saking sayangnya Rasul, istri beliau yang lain, Aisyah, merasa cemburu berat dengan almh Khadijah. Namun Rasul berkata alasan beliau begitu mencintai Khadijah adalah karena saat tidak ada satu pun orang yang beriman, Khadijah lah yang pertama kali beriman, saat tidak ada satu pun yang mengulurkan tangan, Khadijah lah yang memberikan kedua tangannya, dan ketika tiada istrinya yang memberi anak, hanya Khadijah lah yang memberi keturunan. Khadijah pula satu satunya istri Nabi Muhammad yang mendapat salam dari Allah dan malaikat karena ketaatan pada suami yang luar biasa. Dan keutamaan wanita yang taat padaa suaminya, ketika dia meninggal, dan suaminya ridho atas pengabdian yang telah dia berikan, maka dia bebas memilih masuk ke surga lewat pintu mana yang ia kehendaki, subhanallah.

Selanjutnya adalah mengenai wanita di balik Nabi Isa, yakni Maryam. Saking istimewanya, sampai ada surat yang bernama surat Maryam dan tentang keluarga Maryam, yakni Ali Imran. Maryam ini bukanlah “wanita gampangan”, beliau tidak mau disentuh selain muhrim. Oiya, sampai ada hadits, “sebaik-baik wanita di surga itu Khadijah binti Khuwailid | sebaik-baik wanita di dunia itu Maryam binti Imran” (HR Bukhari). Nah, ada pula yang lain, perempuan di dunia yang subhanallah sekali, “Semulia-mulia wanita di surga adalah Khadijah binti khuwalid (istri nabi Muhammad Saw), Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran (ibunda nabi Isa as.) dan Asiah binti Muzahim (istri Fir’aun).” (H.R ath-Thabari)”

Baiklah, berlanjut ke kisah selanjutnya dari Nabi Musa, siapakah wanita keren di balik Nabi Musa? Rupanya ada ibunya, Umi Musa. Perjuangan beliau semasa hamil Musa sudah diuji karena Firaun memerintahkan semua anak laki laki dibunuh. Akhirnya, ketika Musa lahir, Umi Musa menghanyutkan bayinya ke sungai Nil. Keikhlasan beliau diganti oleh Allah, karena pada akhirnya Nabi Musa selamat dan menjadi pengemban dakwah dan perjuangan melawan Firaun.

Lain lagi cerita dari Nabi Ibrahim, wanita yang setia mendampingi beliau adalah Siti Hajar. Seorang budak Mesir yang beliau bebaskan. Beliau berdua baru memiliki anak setelah lama sekali menikah. Nah, ketika baru saja memiliki anak, Allah memerintahkan untuk hijrah ke Mekkah, padahal jarak tempuhna 1244km, perjalanannya berbulan bulan dan menuju ke tempat yang tandus tiada hewan maupun air. Ketika Nabi Ibrahim ditanya oleh Siti Hajar,’Suamiku Ibrahim, kita mau kemana?” sampai kali kedua belum dijawab oleh Nabi Ibrahim, kemudian Siti Hajar melanjutkan,”Apakah ini perintah Allah?” kemudian Nabi Ibrahim mengiyakan, dan hilanglah seluruh keraguan Siti Hajar dan beliau berkata,” Kalau ini perintah Allah, tinggalkan kami disini, Allah akan menjaga”. Sepeninggal Nabi Ibrahim, Ismail terus menangis karena kehausan, Siti Hajar berlari kesana kemari dari bukit Shofa ke Marwah karena seolah melihat ada mata air (peristiwa ini yang kemudian menjadi dasar adanya sai). Akhirnya setelah 7x bolak balik, akhirnya air justru keluar dari sentakan kaki Ismail.

Nah, dari semua pemaparan cerita singkat tentang orang hebat dan wanita di baliknya, ada satu benang merah yang bisa diambil, bahwa…..Allah selalu lebih tahu. Jangan memaksakan keinginan. Allah lebih tahu waktu yang tepat dan orang yang tepat. Kita hanya perlu memantaskan diri, maka dengan sendirinya orang yang baik lah yang akan datang.

Tanaman yang muncul dari tanah yang baik maka juga akan menghasilkan buah yang baik, berbuah, bermanfaat. Dan tanaman yang muncul dari tanah yang buruk, maka akan mengganggu. Demikian pula manusia. Tugas kita, bukanlah saja sekedar mencari pasangan melainkan mencari orang tua untuk anak kita. Tanah yang baik, istri yang baik dan ibu yang baik, tidak akan didapat lewat jalur pacaran. Pun imam yang baik tidak didapat lewat pacaran, kenapa? Maksiat lebih mudah dilakukan bila sebelum menikah sudah bilang cinta, pegang pegang tangan, nah jadi nanti ketika di pernikahan, bisa jadi dia begitu ke wanita lain. Memang, tidak semua pacaran berujung zina, tapi zina diawali dengan pacaran. Urusan menikah adalah urusan masa depan. Bibit dan tanah harus unggul.

Nah, kalau tidak dengan pacaran, gimana dong? Inilah indahnya Islam, ada cara yang gaulnya mari kita sebut dengan ATM, Amati, Taaruf, Menikah. Dalam Islam, bukan hanya saling menyukai satu sama lain, tapu yang penting adalah butuh kecintaan pada hal yang sama. Kalau cintanya sudah pada hal yang sama, maka akan lebih mudah. Yaitu cinta kepada Allah. Pacaran tidak ada korelasinya dengan langgengnya pernikahan. Kalau menikah, mencintai hal yang sama, maka insya Allah akan langgeng.

Tapi, taaruf ini jangan disamakan dengan pacaran islami atau pacaran syariah ya. Taaruf hanya dilakukan bila sudah siap menikah. Pada prosesnya pun taaruf tidak boleh berkhalwat. Memang tidak ada batasan waktu, tapi jangan terlalu lama proses taarufnya. Selain itu ngga boleh ngejip atau dikenal engan nge tag. Itu namanya ngambil rezeki orang. Jadi kalau memang iya, disegerakan, kalau belum siap, harus mengikhlaskan.

Menikah, bukanlah proses yang instan, persiapannya harus sudah lama, bahkan sejak belum punya calon sudah harus bersiap. Kita harus memantaskan diri, kita harus mampu meyakinkan bahwa kita sudah siap dan mampu. So does perempuan, sebelum ada yang ngelamar, perempuan juga sudah harus mulai bersiap, belajar ngurus anak, masak, dan yang terpenting, belajar membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Umumnya, bapaknya wanita akan melakukan fit and proper test. Intinya sih, beliau harus yakin kalai anaknya bisa diperlakukan sebagaimana bapaknya memperlakukan dan membahagiakan. Oleh karena itu, bapaknya wanita selalu berpikir membahagiakan anaknya sebelum diambil orang. Maka, pacaran itu adalah proses pengkhianatan kepada bapak kita.

Taaruf adalah proses saling mengenali satu sama lain berlandaskan kecintaan karena Allah. Maka, pilihlah wanita karena ketaatannya, kalau sudah begini, urusan ke belakang akan lebih mudah. Karena keluar satu hadits, atau ajaran, maka istri pasti akan manut, karena tau, itu adalah perintah Allah. Nah, ada satu hadits yang harus dihafalkan oleh istrinya ust Felix waktu sebelum menikah, tapi saya lupa nyatat nih versi aslinya, huhu, tapi intinya ada 4 kriteria istri yang diridhoi Allah

  1.  Istri yang penyayang
  2. Istri yang banyak anak
  3. Istri yang paling manfaat untuk suaminya (menyenangkan saat bersama, merindukan ketika berpisah)
  4. Saat istri/ suami marah, dia tidak akan tahan lama lama, dan akan menghambur ke suami dan meminta maaf agar suaminya kembali ridho

Saat ini anggaplah kita sedang puasa, ketika puasa memang godaan ada dimana mana, tapi kalau kita icip2, curi2 waktu untuk mokel, maka ketika kita buka puasa pasti sudah gaada gregetnya lagi. Sama dengan menjaga hati. Sebagai penutup materinya, persiapan pertama yang harus kita lakukan apa? Ngaji. Bukan sekedar membunyikan quran, tapi mengkaji isinya dan materi materi lainnya bersama orang yang memiliki ilmu. Dengan kita belajar mengenai Islam, maka persiapan kita akan jadi persiapan yang paling baik. Jangan lupa kondisikan orang tua kita tentang mindset kita tentang taaruf dan kriteria yang kita inginkan. Persiapkan sejak belum ada calon, insya Allah akan dilancarkan sampai menikah. Aamiin.

Sekian share materinya, semoga membawa manfaat bagi siapapun yang membaca, silakan disebarkan bagi yang membutuhkan. Semoga kita senantiasa terjaga hatinya, diluruskan niatnya untuk menjaga hati, karena percaya lah jodoh bukanlah seperti sandal jepit yang bisa tertukar. Tulang rusuk pasti akan kembali kepada pemiliknya. Kita hanya perlu percaya, bahwa rencana Allah selalu lebih indah daripada yang kita rencanakan.

Wassalamuaikum wr.wb.

Hz. İbrahim, Hz. İsmail, bıçak ve kurban. Bunlar bir trajedinin kahramanları değildir. Bu öykü, bir alın yazısı öyküsü değil; bir irade imtihanının, bir gönül imtihanının hikayesidir..
Sezai Karakoç

Geçmişte büyüklerimizin yayvan ve küçük tencereler için kullandıkları, ‘kuşane’ sözcüğünü unuttuk.
Yine yağ tavası için kullandığımız ‘dığan’ sözcüğünü de artık pek kullanan yok. Büyüklerimiz çok temiz evler için de, ‘dığan gibi tertemiz’ derlerdi. Bugünkü kuşaklara bunu söylesek acaba kaç kişi anlar?
Öfkelenme yerine ‘örkelenme’, komşu yerine ‘gonşu’, rahat yerine ‘ırahat’, mantı yerine ‘cimcik hamıraşı”, köfte yerine ‘köttü’, pazar yerine ‘bazar’, zira yerine ‘zere’ gibi Afyonkarahisar’a has sözcüklerle dolu konuşmaları dinlemeye bayılıyorum.
Bu zenginliği korumak lazım diye düşünüyorum.
İlimizde ‘sadış denk mi len’ demek hayat nasıl anlamına gelir.
Afyonkarahisar’da isimlerin bile telaffuzu oldukça sempatik ve ilgi çekicidir.
Ramazan’a Irmızan, İbrahim’e İbraam, İsmail’e İsmayıl, Süleyman’a Sülüman, Hatice’ye Haççe, Recep’e İrcep, Yunus’a Yonuz, Ahmet’e Aamat deriz.
İlimizin ağzına dikkat edersek ‘k’ harfinin g, ‘g’ harfinin ise k olarak kullanıldığı görülür. Koyun yerine ‘goyun’ derken, gölge yerine ‘kölge’ denir.
İlimizi ve ağzımızı seviyorum .

Faruk Bangir.


Valla dogri diyivriyon faruk abi, şinciki gençlee ıval ıval bakıviri.

Mengendalikan Rasa

Surabaya, 22 Oktober 2016

“Siapa yang menjaga rasa, Allah akan bantu kendalikan asa. Jika cinta akhirnya tak bersama, hati akan tetap baik-baik saja.”

***

“Mbak Wulan..”

“Hmmmm..”

“Lintang barusan putus.”

“Innalillahi. Lagi?”

“Iya. Hehehe…”

“Sekarang kenapa lagi putusnya?”

“Karena Allah.”

“Really?”

“Seriiiiuuuus, Mbaaak. Lintang pingin ntar kalo nikah, pernikahan Lintang barokah. Trus Lintang mikir lagi, apa ya keberkahan itu bisa ada kalo kita njemputnya dengan cara yang tidak berkah?”

“Terus?”

“Ya kan Lintang nanya ke Mas Mantan, kapan mau nikahin Lintang. Eeeeh.. ternyata gak jelas gitu kan. Ya udah Mbak, putus aja. Kan pilihannya ada 2 Mbak, nikahi atau tinggalkan. Soalnya gini Mbak. Makin Lintang belajar terus, makin sering Lintang galau pas lagi dating sama Mas. Ini bener gak ya? Ini beneran gapapa nih? Ya Allah, ngincip dikit gapapa ya? Lintang mesti mikir gitu. Jadi ya udah mumpung abis kesambet malaikat, Lintang eksekusi aja. Lintang perjelas. Tapi Mas gitu. Yaudah.”

“Alhamdulillah kalo kamunya sadar. Ya itu sih pentingnya gak naruh perasaan terlalu dalam ketika belum menikah.”

“Iiish, siapa bilang? Tau gak Mbak, aku mutusin dia justru pas perasaanku lagi klimaks-klimaksnya Mbak. Tapi ya aku sadar sih Mbak, bukan rasa cinta saja yang akan membawa keberkahan, tapi cinta karena Allah. Sedangkan cinta karena Allah tidak dibangun dari cara-cara yang Allah tidak ridhoi. Kayak critanya Nabi Ibrhim waktu mau nyembelih Ismail. Ya kali Ayah yang nungguin anaknya lahir sekian lama tega nyembelih anaknya sendiri. Ayah ke anak sudah pasti sayangnya gak ketulungan Mbak. Nabi Ibrahim pasti galau setengah mati kayak gue gini. Wkwkkwkwk… Di satu sisi dia sayang sama anaknya, di sisi yang lain harus taat sama Allah. Trus dia nanya kan ke istrinya, istrinya malah mengiyakan agar anaknya disembelih kalo memang itu perintah Allah. Gilak nggak Mbak? Itu ibuknya sendiri lo yang bilang. Yang ngandung 9 bulan, yang lari-lari nyari air buat anaknya di tengah padang pasir. Bisa bilang gitu. Trus akhirnya Ibrahim nanyak ke Ismail. Ismail malah luar biasa lagi. Nyuruh bapaknya untuk menyembelih dia. Segitunya Mbak.”

“………………………………”

“Bener sih Mbak kata orang.”

“Apa?”

“Cinta itu bukan hanya dillisankan, tapi dibuktikan. Kalo cintanya memang karna Allah ya kudu dibuktikan.”

“Sip lah kalo gitu. Trus Mas Mantan ikhlas kayak Ismail ikhlas disembelih Bapaknya?”

“Actually, enggak. Dia gak paham sama alasanku, Mbak. Katanya gak bisa dinalar gitu.”

“Terus?”

“Ya sudah. Gapapa. Aku sudah menyampaikan. Sudah menjelaskan. Sudah ngajarin kudunya gimana. Kalo dia gak paham juga, ya sudah. Kewajiban saya sudah gugur. Selebihnya, ini jadi kuasa Allah. Lintang pasrah Mbak. Huhuhu…”

“Iya, semoga kamu segera dipertemukan pasangan terbaikmu, yang sama dia kamu bisa jadi lebih dekat dengan Allah, yang sama dia kamu bisa dapet keberkahan pernikahan seperti yang kamu mau, yang sama dia kamu bisa langgeng terus sampek di surga.”

“Aamiin..”

***

“Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban wayakuuna shoohiban lii fiddiini waddunya wal aakhiroh - Tuhanku, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.”

  • Muslim population:
  • 1. Afghanistan 100%
  • 2. Albania 75%
  • 3. Algeria 99%
  • 4. Angola 25%
  • 5. Argentina 2%
  • 6. Australia 2.09%
  • 7. Azerbaijan 93%
  • 8. Bahrin 100%
  • 9. Bangladesh 85%
  • 10. Bhutan 5%
  • 11. Brazil 0.6%
  • 12. Burma 10%
  • 13. Canada 1.48%
  • 14. Cntral africn rpblc 55%
  • 15. China 11%
  • 16. Egypt 94%
  • 17. Ethopia 65%
  • 18. Fiji 11%
  • 19. France 7%
  • 20. Georgia 11%
  • 21. Germeny 3.4%
  • 22. Greece 1.5%
  • 23. Guinea 95%
  • 24. Guyana 15%
  • 25. Hongkong 1%
  • 26. India 14%
  • 27. Indonesia 95%
  • 28. Iran 99%
  • 29. Iraq 97%
  • 30. Isreal 14%
  • 31. Italy 1%
  • 32. Japan 1%
  • 33. Jordan 95%
  • 34. Kenya 30%
  • 35. Kuwait 89%
  • 36. Lebanon 70%
  • 37. Libya 100%
  • 38. Maldives 100%
  • 39. Malasiya 52%
  • 40. Mauritius 19.5%
  • 41. Mayotte 99%
  • 42. Nigeria 75%
  • 43. Oman 100%
  • 44. Pakistan 97%
  • 45. Phillipines 14%
  • 46. Qatar 100%
  • 47. Romania 20%
  • 48. Russia 18%
  • 49. Saudi arab 100%
  • 50. Singapore 17%
  • 51. Somalia 100%
  • 52. Sri lanka 9%
  • 53. Sudan 85%
  • 54. Syria 90%
  • 55. Tazakistan 85%
  • 56. Tanzania 65%
  • 57. Thiland 14%
  • 58. Tunisia 98%
  • 59. Turkey 99.8%
  • 60. UAE 96%
  • 61. UK 2.5%
  • 62. USA 3.75%
  • 63. Uzbekistan 88%
  • Where the Prophets originated:
  • Adam(A.S) - Sri Lanka
  • Nooh(A.S) - Jordan
  • Shoaib(A.S) - Syria
  • Saleh(A.S) - Lebanon
  • Ibrahim(A.S) - Israel
  • Ismail(A.S) - Saudi Arabia
  • Yakoob(A.S) - Palestin
  • Ishaq(A.S) - Palestin
  • Yusuf(A.S) - Palestin
  • Looth(A.S) - Iraq
  • Ayub(A.S) - Amman
  • Hood(A.S) - Yamen
  • NABII MUHAMMAD (S.A.W) - Saudi Arabia
  • Ages of Prophets:
  • Adam(A.S) - 1000 Yrs
  • Nooh(A.S) - 950 Yrs
  • Shoaib(A.S) - 882 Yrs
  • Saleh(A.S) - 586 Yrs
  • Zakariyya(A.S) - 207 Yrs
  • Ibrahim(A.S) - 195 Yrs
  • Sulaymaan(A.S) - 150 Yrs
  • Ismail(A.S) - 137 Yrs
  • Yakoob(A.S) - 129 Yrs
  • Musa(A.S) - 125 Yrs
  • Ishaq(A.S) - 120 Yrs
  • Haroon(A.S) - 119 Yrs
  • Yusuf(A.S) - 110 Yrs
  • Eesa(A.S) - 95 Yes
  • NABII MUHAMMAD(S.A.W) - 63 Yrs
  • The signs of Qiyamah.....
  • -Homosexuality
  • -People speaking ill of others ancestors
  • -Clothing that shows off most of the body
  • -No more stars in the sky
  • -People Disappearing
  • -Tall buildings
  • -Appearance of Imam Mahdi. 👤
  • -Appearance of Dajjal.👹
  • -Descending of Prophet Isa (A.S.).👤
  • -Appearance of Yajooj Majooj👥
  • -The rising of the sunfrom the west after which the doors of forgiveness will be closed.
  • -The Dab'bat al-Ard will emerge from the ground & will mark all the true Muslims
  • -40 days of fog🌁 that will kill all the true believers so that they do not have to experience the other signs.
  • -A huge fire🌋will cause destruction.
  • -Destruction of the Kabah.
  • -The writing in the Quran will vanish.
  • -The trumpet will be blown the 1st time & all animals 🐅🐉& kafirs left will die & all mountains & buildings will crumble.
  • The 2nd time the trumpet will be blown all of Allahs creation🌐will resurrect & meet on the plains of Arafat for their judgment.
  • -The sun will lower itself with the earth.🌞

Assalamualaikum wr. wb…

Selamat Hari Raya Idul Adha, teman-teman muslim semuanya. Selamat meneladani kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail. 😇😇😇

Setiap Idul Adha saya selalu ingat sindiran yang pernah saya dengar (namun lupa di mana dan kapan):

“Menabung untuk beli gadget super mahal dibela-belain, kurban kok enggak?” 😀

Tapi kembali lagi, semua ibadah itu berpahala kalau ikhlas. Saya mah enggak mau menghakimi. Namun tetap ambil yang baiknya, kalimat di atas tadi bisa dijadikan cermin bagi diri sendiri.

Salam.

—  Tia Setiawati