ias*

Esse tempo sem celular não me faz bem. Eu ia tocar violino pra passar o tempo, mas não consigo me concentrar. Preciso de eletrônicos. Não, não preciso. Quero ganhar.

Cinta Pertama

Cinta pertama saya belum berubah, dan mungkin tidak akan berubah. Pada ia yang saya dengar pertama kalinya melantunkan adzan dan iqomah di telinga saya. Jelas bukan Bilal bin Rabbah. Suaranya tak sebagus itu. Bahkan mungkin saya tidak ingat seperti apa rupa dan bentuk suaranya saat itu. Yang saya ingat suara-suara setelahnya, yang kerap kali mengajarkan, mulai dari hal terkecil, hal remeh temeh, hingga hal-hal besar. Mulai dari doa bangun tidur hingga doa saat resah. Yang kerap kali memberi dukungan, meski tak terucap. Yang kerap kali memberi apresiasi tanpa batas.

Ia yang selalu bersabar mendengar, meski keluhnya sendiri ia tahan. Sesekali ia lepas hanya untuk mengingatkan, bahwa mengeluh bukannya tidak boleh; tapi ada hal yang perlu dilakukan agar keluhan tidak menelan kita.

Ia -tempat saya bertanya saat saya sakit, meski bukan dokter. Tempat saya bertanya pula tentang alat-alat elektronik yang rusak, meski bukan insinyur. Tempat saya bertanya banyak hal, tentang kehidupan, tentang Islam, tentang Allah, tentang Rasulullah, meski bukan ustadz ataupun filsuf.

Ia, tempat saya pulang. Tempat di mana hati saya berpulang. Tempat di mana saya mengenal ‘tempat berpulang’ sesungguhnya.

Ia yang berkata, “Nggak apa, Dek kaluar dari rumah, sekolah yang jauh. Dunia lebih luas dari sekedar Depok.”

Ia yang meyakinkan, “Jangan menyerah di sini. Ini kan pilihanmu untuk sekolah jauh. Kamu sudah memulai, jadi selesaikan. Kamu udah basah, sekalian nyebur, diving, snorkling. Karena kamu nggak akan tahu keindahan laut yang sebenarnya kalau kamu cuma main di permukaannya,” Ketika saya meminta untuk kembali ke rumah.

Dan, kini lagi-lagi, Ia yang mendorong, mendukung, menopang saya, “Kamu, lebih kuat dari apa yang kamu pikirkan. Jangan memandang rendah diri kamu sendiri. Kamu pernah kok mengalami hal yang jauh lebih nggak menyenangkan daripada sekedar skripsi, dulu saat di pondok? Ketika kamu harus jauh dari orang tua di usia semuda itu, dengan tekanan seberat itu.”

Lalu, Ia yang selalu menutup obrolan dengan, “Istighfar Dek, dzikir. Sebut aja kalimatullah yang kira-kira enak kamu ucapkan. Supaya kamu nggak hilang kendali.”

Ia, cinta pertama saya. Dan hingga detik ini dan seterusnya, saya masih akan selalu mencintainya.

Ia mengenalkan saya pada dunia. Juga akhirat.
Ia bukan siapa-siapa, hanya seorang Bapak.

Ya, Rabb, izinkan saya menjadi kunci surga bagi kedua orang tua saya.


catatan :

Bapak saya adalah seorang pelukis dari dulu hingga kini. Ia melukis kehidupannya juga keluarganya menjadi penuh warna. Kalimat ini bukan hanya kiasan. Mungkin bisa melihat beberapa lukisannya di IG nya @jaefahru. :)

Catatan tambahan (identitas diri) :

Saya anak bungsu dari seluruh anak-anaknya Bapak. Kini sedang berjuang menyelesaikan skripsi di kampusnya. Nama saya Setyani Nurul Chotimah.


cc : @erstudio @kenniko

anonymous asked:

Uma palavra que possa aliviar a dor da perda, por favor..

Vou te dizer o que pode aliviar sua dor da perda. Fala por experiência própria e por ter vivido, e Deus falo comigo sobre isso.

O que vai aliviar sua dor é você orando, com sinceridade, com o seu coração, e pedindo pra que Deus te conforte. Pra que Ele faça morada dentro de ti. Mas faça isso vindo do teu coração, se der vontade de chora, chore, transborde. Deus vai ouvir e vai te consolar.

Eu perdi minha mãe, Deus falou que ia levar ela. E eu simplesmente não acreditei nem pedir pra que ele tivesse misericórdia, e Deus levou. E alguns dias atrás eu ouvir Deus falando comigo: Precisei tirar para que você viesse buscar consolo.
Faça como eu, busque consolo no Senhor. E Ele fará coisas sobrenatural acontecer com você. E lembre-se, Deus não escolhe o capacitado, Ele capacita os escolhidos e você é escolhido de Deus!!

Que Deus lhe abençoe!!

Alef, revejo aqui!

So I saw people doing this lil mun intro thing so I just eH WHY NOT AND AYYY-

- I’m Kai, I like volleyball and pretending I can art lmao.
- Best girl is Rin ok.
- I literally just started askblogging so I guess I’ll get better over time.. ?
- My art is not that good since I’m a fetus lol how can I even hold a stylus.
- Love live ! Is my reason of being ok I had a damn heart attack when Honoka started jaywalking like that uM-
- My favourite Vocaloids include Gumi, the Kagamines, IA, Fukase and like, idk Miku lol.
- I aim to be great trash someday.
- Be my friend I am a lonely doggo.
- I love Haikyuu more than cringy ten year olds on musical.ly.
- My hair covers like my entire right eye lmao I’m blind bye.

ia LO TERMINE CON MARQUITO Y GALAXIA *-* epilesia 7u7

UFF… deberia dibujar mucho para aprender musho (? :v

bue…aqui los dejo voy a responder preguntas si puedo :3

anonymous asked:

Kak, apa Allah masih mau memaafkan kita jika kita melakukan dosa yang sama lagi? Apa Allah masih mau menerima kita jika kita mau kembali kepadaNya?

Coba inget sama terjemahan ayat 53 di surat Az-Zumar, “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Pada dasarnya, ampunan dari-Nya selalu tersedia untuk hamba yang mau memohon selama kita enggak berputus asa dari rahmat-Nya.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah juga menegaskan, “Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata bahwa di antara dosa besar yang terbesar adalah berbuat syirik pada Allah, merasa aman dari murka Allah dan merasa putus asa dan putus harapan dari ampunan Allah.” Ternyata, memutus harapan dari ampunan-Nya bisa menggelincirkan kita sama perbuatan dosa.

Waktu diciptakan-Nya, kita dititipkan akal yang menyempurnakan fungsi sebagai makhluk. Dengannya kita dimampukan untuk mengevaluasi diri di masa lalu untuk memperbaiki diri sendiri di masa kini sehingga bisa berencana untuk menggapai hal-hal baik di masa mendatang. Kalau kita sadar ada kekhilafan yang terjadi, maka hentikan dan perbaiki langsung. Konon katanya keledai enggak jatuh dua kali ke lubang yang sama, masa kita iya? Yang bahaya tuh udah tau salah tapi terus dilakuin atau malah pura-pura enggak tau. Dengan memperbaiki kealpaan, kita terdorong untuk bersyukur atas anugerah akal karena ada kesadaran berkebaikan yang timbul darinya.

Masih mau nerima atau enggak, mungkin ada hubungan sama firman selanjutnya dari Az-Zumar lagi di ayat 54, “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserahdirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” Selain azab, putusnya nikmat bagi kita juga berbentuk ajal. Sejak enggak ada seorang pun yang tau kapan malaikat maut mampir untuk mencabut nyawa, bukankah berarti kembali kepada-Nya harus dilakukan sesegeranya? Selama masih ada umurnya, bersegeralah. Wallahu’alam bishawab.

anonymous asked:

Tenho 18 anos, e estava grávida mas a uma semana atrás perdi em um acidente de carro, e desde então preciso beber pra não ficar lembrando toda hora, não consigo achar nada que me faca distrair pra não ficar lembrando, não sei mais uq fazer fico lembrando do bebê que eu ia ter e sofro muito penso em coisas que eu nunca pensei em fazer. Tento todo dia superar, mas só consigo de fato esquecer um pouco quando eu bebo mas o efeito nunca dura muito, n sei mais uq fazer pra pensar em outra coisa.

nossa, sinto muito, que Deus conforte seu coração e que em breve você fique bem! infelizmente não temos controle sobre tudo que acontece nas nossas vidas, mas Deus sabe de tudo. e só o tempo mesmo pra te fazer sentir melhor. mas p/ todas as coisas há um propósito, o seu pequeno anjo voltou para Deus por algum motivo, ou porque ainda não era a hora de chegar ao mundo.. mas não desanime por favor.. os planos de Deus são perfeitos e são muito muito melhores do que os nossos, por favor erga sua cabeça e ore!

aizawa shouta (5)

(shouta gets some help in preparation for the sports festival, and he’s not the only one looking forward to it.  huge thanks to @bokunoheroaca-shame-ia for helping me with an idea for this first scene and getting the ball rolling!!)

Somehow, Shouta legitimately expected not to see Yamada Hizashi again before the sports festival.  Their encounter in the cafeteria felt like a fever dream, bizarre and out of place in the daily grind of high school life.

And yet, here he is.

“Aizawa!!”

Keep reading

Vamo a explicarlo (? ia bueno voy a decirles :v

Bueno…

Hay personas que me preguntan ¿Porque no dibujas tanto? ¿porque no te conectas? ¿porque no nos hablas? ¿porque no nos acosas :’c? (ok no xD)

El caso es porque no dibujo tanto es que tengo la mano mala  :’’v con la mano que escribo (diestra)

y la otra porque no me conecto bueno pues tengo el celular malo el pc va lento y es imposible usar sai con el pc lento y con la mano mala (pero intente con un dibujo)

y hay veces que pienso en irme de tumblr pero veo que muchas personas quieren este blog como yo <3 gracias igual 

pero el caso es que yo tengo que preocuparme de otras cosas como el estudio, mi trabajo,etc.

y en eso no tendre tiempo en estar con ustedes en tumblr

Tambien uso twitter y amino aveces porque tambien hay personas que aman ese blog o cuenta

Y tambien porque pienso en irme y no irme 

porque no irme es porque somos 469 seguidores y eso es mucho imaginese que llege a los 500 pero que no podre estar ahi diciendoles gracias porque tal vez me vaya de tumblr y tambien que ya casi paso 1 año en tumblr un mes mas y son 1 año

y porque pienso en irme porque los estudios, colegio y que mañana se me acaba las vacaciones y mañana entro eso

bueno eso es lo que queria decirles…

espero que comprendan y decidan…

Gracias por tenerme paciencia…

Ada yang berusaha keras, kemudian ditolak dan dijatuhkan.

Ada yang berharap tinggi, kemudian dikecewakan.

Ada yang membahagiakan dengan cara terbaiknya, kemudian dilepas tanpa rasa.

Ada yang sudah melakukan dengan maksimal, ternyata hasilnya biasa saja.

Lantas kita tidak menerima, meratapi, menyalahkan hasil dan kenyataan, apalagi galau dan merasa hancur atas usaha yang sudah dilakukannya.

Hai, menerima apapun yang tidak sesuai harap itu memang menyakitkan. Namun sebaik-baiknya hasil dan kenyataan itu Allah yang pegang. Apapun yang terjadi detik ini, itulah yang terbaik, meskipun harus mengecewakan.

Sebab, semakin tidak kau terima semakin membuat sesak di dada. Semakin lama kau meronta semakin membuatmu menderita.

Allah sudah berpesan kok, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
.
.
.
-ALS- @ayumdaigo

Made with Instagram

honestly? when it comes to my personal headcanons for vocaloid girls just on their own not in any particular ships, what i like best (personally) is 

  • miku: deredere
  • rin: kamidere
  • luka: kuudere
  • meiko: tsundere
  • neru: himedere
  • haku: dandere
  • ia: mayadere
  • mayu: yandere
  • gumi: not any sort of dere, just a fun-lovin fun-havin rowdy girl
aku tak ingin merayumu dengan kata-kata, sebab ia tak bisa mengisi mulutmu dan perutmu, ia juga tak bisa menghiasi tubuhmu layaknya permata. tapi sungguh hanya itu yang aku punya.

você chegou tímido e faceiro, a sua imensidão azul perfurava o meu ser. me transbordava. eu sinto saudades do seu afago. do teu colo. da tua camiseta surrada do guns n’ roses. e de como o seu piercing na boca reluzia na luz da lua. você lembra de como a gente fazia planos? ou de como eu me derretia quando você mandava áudio falando amor. eu sinto saudades de como você puxa o r quando fala, das noites mal dormidas e das nossas piadinhas de toc toc. eu só abria a porta quando era você. eu era preto e você branco, e pela primeira vez eu acreditei que opostos se atraem. saudades de como a minh'alma fica aconchegada na sua. do meu riso frouxo quando você fala insanidades. você é o meu benzin. o meu nada. eu sou perfumada de você, babe. 


desculpa, eu prometi que não ia mais escrever sobre ti, mas até quando eu falo sobre paredes você me vem na cabeça.

Os acasos de Psiquê.