hutan

Ngapain sih Naik-naik Gunung?

Banyak teman-teman yang bertanya, “Buat apa sih naik-naik gunung, kalau akhirnya turun lagi juga?”

dan jawaban saya akan hal ini adalah satu, yaitu “Spending some time seeing, feeling, & thinking of Allah’s AMAZING Creations”

Di pintu hutan, saya berjumpa dengan kearifan lokal penduduk pedesaan dengan segala keramahannya.
Di dalam hutan, saya tahu beragam kehidupan selain manusia bisa bersinergi dengan indah.
Di setiap tanjakan, saya tahu bahwa di situ terdapat nikmat Allah yang selalu memberi saya kekuatan.
Di puncaknya, saya dapat melihat keagungan-Nya dan mendapati betapa kecilnya seorang saya.

Di setiap terik matahari yang menerjang,
di setiap titik hujan yang menerpa wajah,
di setiap hembusan angin yang menyejukkan,
di setiap keteduhan pepohonan,
di setiap goresan ranting dan duri,
di setiap sengatan serangga dan tanaman,
di setiap tegukan air,
di setiap aliran air sungai yang jernih,
di setiap kicauan burung dan binatang hutan,
di setiap malam berbintang,
di setiap detik peristiwa yang dilalui di sepanjang perjalanan,
di situ dapat dilihat dan dirasakan keagungan Allah SWT.

Begitu banyak pelajaran hidup yang saya rasakan selama perjalanan, dan itu tak tergantikan.

Save Our Planet Earth

Mengapa sih kita harus menjaga Planet Bumi kita?

Apa yang sedang terjadi dengan Planet Bumi kita?

Berbagai pertanyaan mungkin saja muncul dalam benak kita jika melihat kampanye-kampanye di masyarakat ataupun di media massa mengenai pentingnya kita menjaga Planet Bumi kita. Kira-kira apa saja sih yang perlu dijaga agar Planet Bumi kita tetap hidup, lestari dan utuh?

Menjaga keutuhan Planet Bumi tidak perlu dilakukan dengan suatu gerakan yang revolusionis. Cukup dengan memperhatikan dan menjaga hal-hal kecil yang ada di lingkungan sekitar, kita dapat turut andil dalam menjaga Planet Bumi kita tercinta. Salah satu contohnya adalah mendaur ulang barang-barang yang masih dapat digunakan lagi. Ingat, bukan hanya menumpuknya di rumah ya!

Sayangnya, mengajak orang lain untuk menjaga kelestarian Planet Bumi tidak semudah kita merusak ekosistem yang ada di Planet Bumi. Di Indonesia, banyak para konglomerat yang tega menebang dan merusak hutan demi kelancaran bisnisnya. Mereka tidak memikirkan dampak jangka panjang yang akan timbul dari apa yang telah mereka perbuat. Padahal, hutan itu adalah paru-paru bagi Planet Bumi kita. Sama halnya dengan manusia, jika paru-paru yang dimiliki oleh manusia rusak, maka kesempatan kita untuk bertahan hidup akan semakin kecil.

Oleh karena itu, sebelum kita mengajak orang lain untuk menjaga Planet Bumi kita, kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Biarkan mereka melihat dan menyadari usaha kita dalam menjaga Planet Bumi. Jika hal ini dilakukan secara bersama-sama, maka tidak ada tujuan yang tidak mungkin dapat dicapai. Jadi, mari kita selamatkan Palnet Bumi dimulai dari diri sendiri! ^^

Hidup di Kota, dan Tetap Ikut menyelamatkan Hutan

Sahabat Green, meski hidup ditengah kota, bukan berarti Anda tidak dapat berperan ikut dalam usaha penyelamatan hutan. Kami akan berikan tips usaha mudah ikut dalam menyelamatkan hutan kita.

1. Menjadi “orangtua asuh” bagi alam liar

Misalnya, dengan  menjadi “orangtua asuh” bagi seekor macan, gajah, orangutan atau badak di beberapa program LSM lingkungan. Atau juga adopsi pohon di Hutan Sahabat Green, sebuah program konservasi hutan yang digagas Green Radio Jakarta.

2. Hemat kertas

Untuk setiap satu ton kertas, ada 17 pohon yang mesti ditebang. Kurangilah pemakaian kertas, tetapi jika Anda benar-benar membutuhkan pemakaian kertas, cetaklah bolak-balik dan belilah kertas daur ulang.

3. Belilah kayu yang bagus

Ketika membeli produk kayu, carilah produk dengan label sertifikasi semacam “Forest Stewardship Council”, untuk membuktikan bahwa kayu tersebut memang berasal dari hutan-hutan yang dijaga kelestariannya.

4. Kurangilah penggunaan kelapa sawit ketika memasak.

Hal ini dikarenakan industri kelapa sawit masih berkontribusi dalam mengurangi ketersediaan lahan hutan.

 

5. Jangan memelihara hewan eksotik yang ditangkap dari alam liar, Seperti Macan, orangutan, babon Jawa, jalak Bali. Belum lagi status mereka yang terancam punah.

 

6. Pilihlah kopi ramah-lingkungan

Seringkali, kopi ditanam di perkebunan yang sebelumnya berupa hutan rimba, seperti cagar alam. Untuk menghindari konsumsi kopi yang berasal dari tempat-tempat tersebut, pilihlah jenis yang ditanam pada perkebunan yang menjaga kelestarian hutan, seperti merek Sekar Sedayu dari Lampung.

7. Memperkaya Diri dengan Informasi

Semua kehidupan di bumi tersambung dengan keberadaan hutan. Semakin banyak Anda belajar tentang masalah yang dihadapi hutan kita, semakin Anda akan ingin menjaganya.

JANGGEL

Tentang harimau bodoh
Yang tidak arogan
Bukan karena dia baik
Tapi karena dia tak punya kuasa

Tentang mereka seisi hutan
Dialah semut
Yang tidak tampak
Namun sungguh merdeka

Tentang kepemimpinan
Adalah raja
Auman sang singa
Takdirnya sebagai penguasa

Tentang peri bambu
Yang tidak melihat jaminan
Tidak juga kuasa
Matanya tatkala terisi

Bukan sebuah kebetulan
Bukan juga takdir
Bukan prosa tegas
Bukan pula kebohongan

Bumi hijau bersenandung
Untuk peri bambu
Yang tengah tertidur pulas
Di pelukan ekor harimau

12 Hari di Dalam Hutan Hujan Tropis Kalimantan Itu...
  1. Nada dering SMS/ Panggilan Masuk handphone diam membisu.
  2. Nggak bisa baca postingan tumblr kalian :(
  3. Melewati malam tanpa cahaya lampu listrik.
  4. Makan apa adanya.
  5. Minum apa adanya.
  6. Ketika hujan disertai angin datang pada malam hari, harus tetap terjaga (nggak boleh tidur) karena banyak pohon/ kayu rapuh yang bisa tumbang sewaktu-waktu.
  7. Harus terbiasa melihat ular yang berkeliaran disekitar kita.
  8. Menjaga sungai tetap bersih, karena sungai adalah sumber kehidupan (masak air untuk diminum, mandi, cuci pakaian kotor, pup dsb)
  9. Jalan kaki setiap hari. Tak peduli seberapa jauh jarak yang ditempuh.
  10. Menjaga api unggun tetap menyala di malam hari.
  11. Harus beraktifitas, agar setiap hari tubuh mengeluarkan keringat (cara efektif untuk mencegah serangan nyamuk malaria)
  12. Jangan melamun. Senantiasa menjaga otak agar tidak mengosongkan pikiran.
  13. Jangan terlalu sering menyalakan senter pada malam hari karena ular senang menghampiri cahaya yang terang.
  14. Jangan takut akan gelap karena memang sudah sewajarnya pergantian siang dan malam itu ada.
  15. Pastikan stok obat-obatan dalam keadaan cukup berlebih.
  16. Masih banyak lagi, tunggu tulisan saya yaaaa :))

After the Moment, Sungai Busang. Kalimantan Tengah 16-27 Maret 2012.

Aku berjalan. Seorang diri. Melewati pepohonan rindang yang serasa mengikutiku terus. Merasakan suara hutan. Dan, menapaki tanah ini. Tanah yang sedang menggunakan selimut dari daun-daun yang jatuh oleh angin. Ternyata angin baik juga ya?

Lalu. Aku melangkahkan kakiku kembali. Sebentar. Sepertinya, ada suara yang semerbak rasanya. Oh! Aku baru tersadar dari lamunanku. Ini suara daun-daun kering yang terinjak. Nikmat sekali ya suaranya. “Kress.. Kress..”

Entah mengapa. Suara daun-daun kering yang telah ku injaki ini telah membawa ke dalam sebuah dunia. Kenapa bisa? Dunia ini. Hm. Dunia dengan berjuta mimpi. Indah sekali rasanya. Namun, letak dunia ini… entah di mana.

Aku jadi…

Bingung.

Resah.

Gundah.

Aku harus keluar lewat mana?

Aku tidak mau terus-terusan hidup di dunia ini. 

Tolong aku… ku mohon.

Hutan

Aku menyelami sebuah labirin bernama tulisan. Aku menemukanmu di sana. Aku tersesat dalam lautan huruf dan kata. Kadang aku hanya bertemu barisan kalimat, tetapi sebenarnya aku sedang menemukanmu. 

Aku pusing, ingin keluar. Kemudian aku naik ke atas, mencari sinar matahari. Hutan katamu kadang terlalu lebat hingga menjadi gelap. Kemudian aku masuk lagi. Ada taman berbunga ternyata. Ada kupu-kupu, juga sumber air. 

Aku masih di sana. Hutanmu belum selesai kutelusuri. Tunggu aku. 

Sembilan Hari di Hutan Hujan Tropis Kalimantan

Halo tumblr !!!

Setelah sembilan hari terperangkap di dalam hutan hujan tropis kalimantan, Akhirnya saya bisa bernafas sejenak di kota kecil yang terletak di sebelah selatan Pontianak yang bernama kota Kendawangan.

Oh ya, posting terakhir saya pada tanggal 21 Januari lalu masih saya tulis di Jakarta. Singkat cerita setelah dari Jakarta saya tiba di Pontianak dan langsung melanjutkan perjalanan udara ke kota Ketapang. Di ketapang  waktu yang saya punya sangat sedikit, sehingga saya tidak dapat bercerita tentang petualangan saya di tumblr ini. Dari Ketapang, perjalanan dilanjutkan kembali menuju desa Belantak, sebuah desa terpencil suku dayak kanayan Kalbar yang tidak tergambar di peta.

Yap, saya masih hidup. hahaha. Selama sembilan hari ini saya berada di sebuah perusahaan Tambang bijih besi yang berada sangat jauh dari pusat kota. Tidak ada jaringan Internet. Sama sekali tidak ada.

Banyaaaak sekali sebenarnya yang ingin saya tuliskan disini, namun waktu yang saya punya saat ini tidaklah cukup untuk menuliskan semuanya, sehingga saya tidak bisa bercerita secara rinci tentang pengalaman yang saya dapat disini. Banyak teman-teman baru yang saya jumpai disini, kebanyakan dari mereka adalah perantau dari Jawa yang mencoba mengadu nasibnya disini. Mereka hebat, mereka mampu bertahan disini, besar disini dan sukses disini. Ada juga adik-adik kelas Stembayo angkatan 2011 yang saya temui disini, mereka sedang praktek kerja lapangan. Hahaha, saya tidak menyangka dunia begitu sempit sehingga dapat menemui mereka disini.

Bersama mereka saya berjalan melintasi hutan yang lebat, menyusuri sungai yang deras, melewati rawa yang dalam hingga mendaki bukit yang tinggi demi mengukir sebuah petualangan. Bersama mereka saya berbagi air minum disaat haus dan berbagi canda tawa disaat lelah. Luar biasa, ternyata saya tidak sendiri. Salam kompak selalu untuk MiningSquad.

Akhirnya, malam ini 30 Januari 2011, jam 22.02 saya memutuskan untuk keluar sejenak dari dalam hutan untuk bertemu dengan tumblr. Setelah ini saya masih masuk ke dalam hutan hujan tropis itu lagi, untuk melanjutkan sebuah petualangan yang terhenti !