Bisa Memasak Nggak?

A : Bro, kalau calon pasanganmu nggak bisa masak gimana?

B : Ya enggak gimana-gimana, cuma perlu dicari tahu juga dia ndak bisa masak karena ndak ada kesempatan buat belajar atau dianya males. Itu penting bro.

A : Maksudnya?

B : Gini loh bro, aku lihat-lihat banyak sekarang yang suka sembunyi di balik rasa malasnya. Kalau dia enggak bisa masak karena emang bener sibuk, berkarya atau semacamnya si enggak apa. Cuma sedikit aneh saja, ketika dia bisa berjam-jam ketawa-ketiwi dengan kawannya, bisa berjam-jam guling-guling sambil mainan gadget, masa belajar memasak saja enggak sempat. Kan lucu.

Ini bukan sekadar bisa masak atau enggaknya bro, tapi masalah karakter. Menurutku sih tetap lebih keren dia yang mau berupaya dari pada yang hobi cari pembenaran. Misalnya, ngutip-ngutip artikel tentang bahwa memasak memang bukan kewajiban istri, suami harusnya memuliakan istri, istri bukan pembantu dan bla … bla … bla …

Iya bro, aku juga tahu itu, kalau dianya emang enggak sempat sih menurutku sah-sah saja. Cuma kalau itu karena males, buatku itu perlu jadi bahan pertimbangan.

Karakter, kepribadian, itu penting bro, karena bagaimanapun menikah itu adalah perjalanan yang sebenarnya lebih keras dari pada ketika kita masih sendiri. Membentuk karakter baru itu bukan pekerjaan gampang bro.

Sebagai manusia kita kan ndak pernah benar tahu kelak Allah bakal kasih keluarga kita pembelajaran seperti apa. Bisa saja kita diuji diturunkan pada titik yang ndak penah kita bayangkan. Kita ndak pernah tahu, kapan Allah uji kita dengan rezeki yang lancar dan kapan Allah uji kita dengan rezeki yang sekadarnya. Kalau pas kita sedang diuji dalam titik pas-pasan, mau tidak mau kan kita harus bisa menghandle setiap hal sendiri. Kalau pasangan kita berkarakter pejuang, tidak hobi cari alasan, inshaaAllah mau diuji dalam keadaan apa pun keluarga kita bakal lebih lapang ngejalaninya.

Bukan dia harus jago, bukan dia harus ahli dalam hal apa pun. Tapi paling tidak ada karakter pejuang dalam dirinya. Itu penting banget menurutku bro.

Sebagai calon ayah yang baik, kita juga kudu pinter mencarikan calon ibu buat anak-anak kita kelak. Kita juga harus bisa lebih objektif, dalam artian, bukan hanya tergiur oleh packagingnya saja, tapi perlu banget tahu isinya. Bukan sekadar cantik parasnya, tapi lebih utama juga cantik kepribadiannya. Karena yang sekadar cantik paras bisa saja membuat kita gampang cemburu dan takut kehilangan, tapi yang cantik kepribadiannya, InshaaAllah bakal bikin hati tenang.

A : Tumben kamu ngomongnya rada bener bro. :D

B : Baru nyadar ya, Bro, aku kan titisannya Mpu Gandring. :D Wkakakaka

A : Jadi, kapan nih berburu calon istri?

B : Ntar, Bro, nunggu kamu dapat dulu. Kasihan kamu nanti ndak ada yang dengerin kalau mau curhat.  Ndak tega aku bro kalau sampai lihat kamu curhatnya sama tembok. :D

A : Weduss.

B : Hahahaha. :D

Some more of these cuties being cuties b/c there has been far too much sad on my dash (though, to be fair, some of it came from me :P) and, as much as I like some good angst now and again, fluffy , cute, happy things are truly where my heart’s at ^_-

So, hopefully you all will enjoy the fluff as well ^_^;; This is a doodle that got WAY out of control, as usual ahah ^_^;

________________________________________________________

All of my Dragon Age work on Tumblr can be found compiled on my Dragon Age Fanstuff Index page!