hapal

Blog Post #2

Hat: Wonton: Soho Wide Brim Hat / Blak

Necklace: * SORGO - CubanLink - GOLD/WOOD

Top: [BUC] “Pizza NEVER Lies’ Tied2Tee

Pants: // SEUL GARCON \ Hedi Bikers - Denim

Bottle: AMITOMO.Summer Tumbler #OVERDOSE GACHA

Bracelet: MINIMAL - Charlotte Bracelet @ TMD

Shoes: Wonton Ren Chelsea Boot / Grey


What She’s wearing

Hair: [Taketomi]_Godou_Black03

Top: GizzA - Ashly Leather Tunic [Camel]

Boots: ::LC:: Queen Gladiator Sandal [Noir] Slink High

Clutch: [7891] One Way Clutch - Gold

Chocker 1: ~Dear Deer~ Chocker / BLACK AND GOLD

Chocker 2: XYZ // Tatto Chocker [black]

Asmaul Husna - Dibaca dan Dihapalkan

Asmaul Husna

Bismillah,

Allah memiliki nama-nama terbaik yang tertulis di Al Quran. Namun, apakah kita sudah sempat menghapalnya? Masih tersisakah hapalan itu? Atau pernahkah sekedar mampir untuk membaca seluruhnya? Bahkan mungkin Anda malah tidak pernah membacanya sama sekali?

Biasanya nama-nama Allah ini tersedia dihalaman depan Al Quran, tapi tidak ada salahnya sekarang saya hadirkan dihadapan Anda. Coba…

View On WordPress

Now_ “Seminar&Training: Metode Pembelajaran Al-Qur'an untuk Balita”
Dlm rangka milad Salimah Muara Enim ke-11
Bersama Ummy Sarmini,Lc. M.A di Griya Sintesa Muara Enim
Kika: Rizki, amma Haya, Faiz (usia 4 thn sdh byk dipanggil unt mengaji diacara2 resmi), aq :D
#Seminar #training #Balitaku #hapal #AlQuran

Blog Post #1

What I’m Wearing

Hat: BxPBucketHat @The Showroom

Top: xin. baseball jersey + striped @ Uber

Pants: [UrbnW Jeans] Trent- Black @ MOM

Shoes: [VALE KOER] THE GROUNDED BEEZYS FATPACK @ TMD

Earrings: J/M - Genesis Magnet Earring- Spike Onyx

Earrings: Multiple Earrings Onyx Male


What She’s Wearing

Bucket Hat: Pills Bucket Hat  @ The Showroom

Crop Top: ::Cameo 6ixx Mini T-Shirt (Flamingo) @ Kustom9

Joggers: // SEUL\ Scuba Neoprene Joggers - Blanc @ Uber

Hair: [Taketomi]_ Juro_Dessin [ DippuDye/Kage] @ Taketomi Mainstore

Septum: Bens Beauty - Piercing 1 -Gold @ fi Friday

Shoes: REIGN.-Platform Sandals- BLACK @ REIGN Mainstore

Draft #12

Kamu kembali pada waktu yang salah.

Setelah menghilang beberapa tahun, tadi kamu dengan santai mengirimiku pesan, “aku balik Indo loh, sekarang lagi di Jakarta. Lusa kayaknya balik Pontianak. Ketemuan, yuk.”

Sayangnya, semua tidak sesederhana itu, Zic. Kenapa sih kamu harus kembali saat aku sudah hapal jalan untuk mengabaikanmu? Capek, tau.

Jika dulu aku tidak berdaya menolak pertemuan kita, semoga sekarang aku mampu mencegahnya.
.
.
.
Eh, tapi…
“Yuk, Zic.”
:)

Bukan budak

Tentu sebagai manusia, kita sudah tau dan hapal bahwa hidup di dunia ini untuk beribadah. Dulu, saya sempit sekali berpikirnya bahwa ibadah adalah hanya sekadar melakukan ritual-ritual yang sudah jelas syarat dan rukunnya seperti shalat, puasa, haji atau sekarang saya mengetahuinya dengan istilah ibadah mahdhah. Padahal Islam begitu indah, begitu universal,  apa yang kita kerjakan karena Allah, untuk Allah dan dengan cara-cara yang Allah ridhai sudah dihitung sebagai ibadah.

Bahkan menafkahi diri sendiri atau keluarga bisa dinilai sebagai jihad di jalan Allah. Mudah-mudahan saya sedang berada di posisi ini, ya saya sedang menjadi seorang pegawai. Kata Allah, bekerja adalah bentuk syukur kita terhadap apa yang sudah Allah takarkan untuk kita, sebagai bentuk ikhtiar menjemput rezeki. Jadi saya memilih untuk bekerja. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa bekerja dapat membuka luka hati yaitu cinta dunia dan takut mati. Banyak hak Allah yang agak lalai kita penuhi, tujuan menjadi sering salah fokus, harusnya akhirat dikejar mati-matian, saat sudah mendapat gajian di akhir bulan tak jarang menjadi pengejar dunia. Lupa sedekahnya, bahkan lupa zakatnya. Atau berpakaian tak pantas bagi perempuan dengan alasan tuntutan profesi. Allaaaah, jauhkan jauhakan jauhkan kami. Naudzubillah (T.T)

Ada seorang teman, tak jadi berangkat umrah karena tak mendapat jatah cuti dari kantor. Ada yang mengalami hal yang sama? kemudian guru ngaji saya berkomentar, Emang zaman sekarang masih berlaku budak ya?” seketika saya tertohok mendengarnya. “Sebenarnya, kamu kerja untuk siapa? kantor kamu yang ngasih kamu makan? yang ngasih kamu pertolongan itu bos kamu?” Begitu guru ngaji saya melanjutkan. Iya, seharusnya pekerjaan tak boleh mengganggu ibadah kita, karena kita hanya hambaNya Allah. Rasanya tak pantas ketika panggilan atasan lebih diutamakan dibanding adzan, rasanya macet-macetan di jalan bukan alasan bisa jamak shalat seenaknya. Karena bekerja di Jakarta cenderung ada di kondisi ini. Rasanya sangat tak pantas.  

Semoga saja, kepayahan kita bekerja seharian, dengan teman-teman kantor yang justru lebih banyak waktu kita habiskan bersama mereka daripada keluarga kita sendiri bisa menjadi pundi-pundi amal baik kita, menjadi kendaraan ke surga kita dan tak menjadi budaknya manusia atau budaknya materi semata. Karena ada hidup setelah mati. Semoga kita selamat di dunia dan di akhirat. Aamiin. 

Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling dari akhirat [ Al-Anbiya:1 ]

Astaghfirullahal’adzim.

Jakarta, 27 Agustus 2015

Namanya Shila, kalau saya tak salah dengar.

Seorang wanita lanjut usia yang menjadi penghuni tetap tribun depan St. James Park, sejak zaman Kevin Keegan.

Pemain favoritnya adalah Alan Shearer, dan sewaktu dia tahu saya mengenakan jersey Alan Shearer, dia bercerita bahwa Alan adalah pemain yang ramah. Ketika pemanasan berkeliling stadion, tak jarang Shila dan Alan bercengkerama.

Saat ini, Shila tak banyak hapal pemain Newcastle United, namun semangat menontonnya tak pernah surut. Hal ini terbukti dari tiket terusan yang dia pegang. Row AA dengan nomor seat 61.

Sewaktu kami mengobrol, dia bilang bahwa penghuni seat 62 selalu berganti tiap match, namun dia bilang “You’re the nicest person in here.”

Ya cuma mau bilang kalau gue nice kok intinya. Eh.

Dan komentar Shila tentang match kali ini adalah, “THE REFEREE IS A RUBBISH. THE LINESMAN TOO. THEY’RE A JOKE.”

Newcastle United 0 - 1 Arsenal – View on Path.

Foto atas: Februari 2015
Alzo dan Deden dateng ke wisudanya Deya.

Foto bawah: Agustus 2015
Deya dateng ke wisudanya Alzo dan Deden.

Alhamdulillah “lunas” sudah datang-mendatangi wisuda antarkami. Tiga pejuang sastra. Berteman sejak maba. Disatukan di kelas b.

Kautahu apa kesimpulan dari foto ini? Jawabannya adalah hanya Deden yang hapal dengan betul gaya berfoto setengah tahun yang lalu. Luar biasa. Heuhueu (Nb: karena kusayang kalian, foto ini kupos juga di tumblr dan ig. Khu khu khu)

#wisudaui #wisudaalzo #wisudadeden #wisudadeya with Muhammad Deden and Dearisa – View on Path.

Rupiah melemah, Aher sebut Bank Jabar Banten masih untung

MERDEKA.COM. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus tertekan beberapa hari ke belakang. Meski demikian kondisi ini tak berpengaruh banyak pada kinerja perbankan daerah di Jabar. Seperti halnya yang terjadi Bank Jabar Banten (BJB).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, bank masyarakat Jabar dan Banten tersebut tetap menangguk untung. “Sampai hari ini BJB masih untung tuh, tentu saja mungkin ada targetnya yang sedikit meleset,” katanya, Rabu (26/8). Meski demikian Aher, sapaan akrabnya tidak begitu hapal detilnya.

BJB menurutnya paling tidak di tengah kondisi ekonomi saat ini hanya mengoreksi target keuntungan pada 2015 ini. Koreksi pun diyakini Gubernur tidak akan terlalu tajam dan besar. Di bawah Direktur Utama Irfan Achmad, BJB masih moncer.

“Koreksi sedikit saja. Tidak ada masalah, yang jadi masalah kalau rupiah melemah terhadap dollar BJB rugi itu masalah. Kalau masih untung mah bagus kan?” ujarnya.

“Posisi untung tahun Kemarin Rp 1,2 triliun, sekarang bahkan bisa Rp 1,4 dari targetnya Rp 1,6 triliun,” terangnya menambahkan.

Kalau pun ada pencapaian tidak mencapai target keuntungan diangka Rp 1,3 triliun masih terbilang bagus.

Baca Berita Selanjutnya:
Tak ada pengecualian, transaksi pelabuhan wajib gunakan Rupiah
Wapres JK: Bangkrutnya Yunani tak berdampak pada nilai tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah keok, pengusaha menjerit produksi menurun
Rupiah keok, ekonom ini sebut Indonesia alami krisis kecil
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com
Thought via Path

gak pernah bosen ya nonton DORAEMON mah, beda kayak tom and jerry. meskipun isi cerita nya sudah hapal dan sama ketika kita menonton warkop DKI – Read on Path.

youtube

Semalam belanja di Hypermart sama Papa, Mama dan Adek. Disambut lagu yang familiar banget, saya nggak hapal apa judulnya, yang pasti lagu dari group band favorit saya. Pagi ini, saya searching dengan keyword lirik yang saya ingat. Seketika saya bahagia, “Iya, judulnya Seandainya!!”. Fufufufu. Karena judul lagu ini nggak ada video clip-nya, jadi lebih bahagia ternyata ada versi konsernya…di Yogyakarta. Selamat Hari Rabu! :3


(via https://www.youtube.com/watch?v=PgZZ14NFETU)

Kontemplasi Malam 25082015

Well, sejauh ini sih Saya Gak pernah komentar soal Indonesia. Mau Dia jungkir balik gimana juga (Maaf, jujur) Saya benar2 tidak peduli. Karena pendapat orang Sudah cenderung lebih egois. Kalau Saya tidak ingat keluarga dan beberapa teman dekat tinggal dan bahkan mengabdi untuk negara, well…Mungkin Saya Benar-benar tidak peduli meskipun yang tertulis Di paspor, Saya tetap pemegang paspor Indonesia.

Jujur, perasaan takut ini Ada ketika keputusan untuk liburan datang dan cukup menghantui perasaan “apakah rasa peduli Itu datang lagi setelah kenyamanan hidup Di Negeri ini?”. Yup! Hidup disini sesederhana bangun Pagi Terus sambil mikir “hari ini kerjaan gw Di lab apa yah? PPI gimana yah? Persiapan PSI sampai mana yah”

Bukan berarti krisis identitas. Mungkin Saya bisa meng-claim Saya hapal semua lagu nasional, pancasila, dll (maklum, Saya Dites tiap malam sama calon suami untuk persiapan pengajuan nikah tahun depan). Itu bisa membuktikan Saya Masih punya jiwa nasionalis yang cukup besar meskipun Saya tinggal jauh Dari tanah air.

Berulangkali calon suami selalu menanamkan “Nanti setelah lulus, pulang yah. Gak Cuma kumpul dengan keluarga, Indonesia butuh ilmuwan pintar seperti kalian”. Betul Saja. Hanya dengan kata-kata sesederhana Dari seorang prajurit berhasil mengoyak ego seorang Anjaritha yang (dulu) tetap ingin punya gaji lebih Dari cukup Mungkin untuk sekedar beli makeup Di hankyu dept. store yang harganya dahsyat.

Yah. Yang mau disampaikan sih intinya terima kasih Rico Sanjoko, papa Djarot Dwi Parijadi , mama sintha, mama&papa mas rico, Ibu Retna Widawati, Papi dim…yang Gak pernah capek kasih semangat…yang Gak pernah capek ngasih solusi permasalahan.

Love you all…tunggu Aku yah. Ntar Aku peluk semuanya…kangen banget.

Dari Warga Indonesia yang sedang jauh Dari tanah air yang juga rindu ke-bhinneka tunggal ika-an yang Mungkin terlihat Sudah luntur di mata Saya akibat egois-me yang tinggi Dari masyarakat Indonesia.

#kontemplasimalam (mungkin ini hasil turning over setelah liat awan bentuknya seperti double helix) 😒😒😅😓😓

Nyanyi Soundtrack Elif di HUT SCTV, Nassar Mirip Bangsawan Turki

Pedangdut Nassar turut memeriahkan acara malam puncak perayaan HUT SCTV di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015). Di satu segemen, Nassar berkolaborasi dengan Charly Setia Band membawakan original soundtrack (ost) sinema Turki, Elif.

Liputan6.com coba menyambangi Nassar di ruang rias. Pria yang sedang digugat cerai Muzdalifah itu sedang mencoba kostum panggung. Nassar didandani ala bangsawan Turki.

“Malam ini aku pakai dua baju, ala-ala Turki dan Timur tengah. Ini juga ada bajunya berat banget. Ada batu-batuannya. Dan ada hiasan berbentuk sayap Garuda,” kata Nassar sambil memamerkan bajunya.

Menariknya, Nassar tak punya waktu lama untuk belajar menghapal lagu tersebut. Ia baru latihan bersama Charly satu kali. Lantas, apakah Nassar sudah hapal lirik lagu itu?

“Aku baru dengar lagunya tadi malam. (Belum hapal), ya biarkan lah. Dia kan juga pengin lihat penampilan Nassar, hehehe,” kata Nassar. (Jul/fei)

Dunia udah kebolak balik?
Ini jaman sekarang banget.

Yang Nyunnah - Radikal

Yang nyeleneh - Toleran

Yang jilbab syar'i - Ekstrem

Yang ga pake jilbab - cantik

Yang muda sholat 5 waktu - Waspadai

Yang muda ga sholat - masih muda

Yang jenggotan rajin ke masjid - Teroris

Yang jenggotan rajin dugem - keren

Yang ke majelis ta'lim pekanan - fanatik

Yang ke bioskop harian - gaul

Yang hapal qur'an 30 juz - militan

Yang hapal jenis batu akik - hebat

Yang anaknya di jilbabin - keterlaluan HAM

Yang anaknya pake rok mini - imutnya

Yang pakai baju koko - sok alim

Yang ga pake baju - jantan

Yang hariannya bicara islam - sok kiai

Yang hariannya ghibah - up to date

Media islam - radikal

Media porno - kebutuhan

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu, Nabi menjawab: Mereka ialah orang-orang yg senantiasa melakukan kebaikan ditengah kerusakan. (HR. Ahmad).

| Kontribusi oleh: @riliadz

#motivasihati #ukhuwah #istiqomah #dakwah #surga #amanah #share #sahabat #cinta #duniaakherat #niat #lillah #duniajilbab – View on Path.