hapal

.
Dunia udah kebolak balik?

Yang Nyunnah - Radikal
Yang nyeleneh - Toleran

Yang jilbab syar'i - Ekstrem
Yang ga pake jilbab - cantik

Yang muda sholat 5 waktu - Waspadai
Yang muda ga sholat - masih muda

Yang jenggotan rajin ke masjid - Teroris
Yang jenggotan rajin dugem - keren

Yang ke majelis ta'lim pekanan - fanatik
Yang ke bioskop harian - gaul

Yang hapal qur'an 30 juz - militan
Yang hapal jenis batu akik - hebat

Yang anaknya di jilbabin - keterlaluan HAM
Yang anaknya pake rok mini - imutnya

Yang pakai baju koko - sok alim
Yang ga pake baju - jantan

Yang hariannya bicara islam - sok kiai
Yang hariannya ghibah - up to date

Media islam - radikal
Media porno - kebutuhan

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu, Nabi menjawab: Mereka ialah orang2 yg senantiasa melakukan kebaikan ditengah kerusakan. (HR. Ahmad). | Kontribusi oleh: @riliadz

#motivasihati #ukhuwah #istiqomah #dakwah #surga #amanah #share #sahabat #cinta #duniaakherat #niat #lillah #duniajilbab 😇🙏

IBARAT

Kalo kamu ketemu cewek muslim, terus kamu nanya “Kenapa belum menutup aurat?” dan dia bilang “Belum siap, akhlaqnya belum bener”


itu IBARAT kamu nanya

“Kenapa ga baca quran?” dan dijawab “Belum siap, belum bisa tilawah indah dan belum hapal 30 juz”


atau IBARAT kamu nanya

“Kenapa ga salat?” dan dijawab “Belum siap, masih belum bisa salat khusyu ampe nangis-nangis”


atau IBARAT kamu nanya

“Kenapa ga sedekah?” dan dijawab “Belum siap, belum punya perusahaan sendiri dan gaji puluhan juta”


atau IBARAT kamu nanya

“kenapa ga puasa?” dan dijawab “Belum siap, belum bisa puasa senin kamis, daud dan puasa lainnya”


——-


Tuhan memerintahkan kita untuk beribadah, dan berusaha untuk mencapai kesempurnaan ibadah. Dan untuk mencapainya, perlu proses, dari yang kecil untuk menjadi luar biasa.

Yang puasa sunahnya rajin juga waktu dulunya pernah tidak tamat 30 hari puasa ramadhan.

Yang sedekahnya besar juga waktu dulu sedekahnya dari receh-receh di sakunya.

Yang salatnya khusyu juga waktu dulu pernah ga hapal bacaan salat.

Yang tilawahnya bagus dan hapal 30 juz juga waktu dulunya juga belajar iqro jilid 1

Maka yang akhlaqnya bener juga, bisa dimulai dari mengerjakan sesuatu yang kecil.

Coba, lirik sehelai kain itu, yakinkan hati,  jika sudah yakin, kau gunakan tuk menutup apa yang memang berharga untukmu. Kalau belum yakin, biar kami saja yang pakai, namun sayang, kami laki-laki tak diperintahkan memakai hijab, karena perintah ini spesial, perintah dari tuhan ini hanya untuk kamu, para wanita wanita muslim, yang akan tuhan bukakan pintu syurganya :)

IBARAT
kamar,21 Juli 2015
choqi-isyraqi.tumblr.com

Asmaul Husna - Dibaca dan Dihapalkan

Asmaul Husna

Bismillah,

Allah memiliki nama-nama terbaik yang tertulis di Al Quran. Namun, apakah kita sudah sempat menghapalnya? Masih tersisakah hapalan itu? Atau pernahkah sekedar mampir untuk membaca seluruhnya? Bahkan mungkin Anda malah tidak pernah membacanya sama sekali?

Biasanya nama-nama Allah ini tersedia dihalaman depan Al Quran, tapi tidak ada salahnya sekarang saya hadirkan dihadapan Anda. Coba…

View On WordPress

Now_ “Seminar&Training: Metode Pembelajaran Al-Qur'an untuk Balita”
Dlm rangka milad Salimah Muara Enim ke-11
Bersama Ummy Sarmini,Lc. M.A di Griya Sintesa Muara Enim
Kika: Rizki, amma Haya, Faiz (usia 4 thn sdh byk dipanggil unt mengaji diacara2 resmi), aq :D
#Seminar #training #Balitaku #hapal #AlQuran

Tentang Menghapal Quran dan Sekolah Pesantren

Hari ini saya jalan-jalan ke sebuah kota di Jawa Timur, ikut mengantarkan seorang kerabat kembali ke pesantrennya. Saya sengaja ikut, karena saya mendengar pesantren ini memiliki metode yang baik untuk pengembangan diri dan mencetak penghapal quran. Sayangnya, pesantren masih belum aktif kegiatan KBM nya, sehingga saya pulang tanpa cerita. Mungkin kelak saya akan kembali ke pesantren ini untuk ambil kursus kilat satu minggu.

Testimoni yang saya dengar tentang pesantren ini adalah pengelolaan yang baik di dalam intern pesantrennya, sehingga anak merasa enjoy, bukan dengan cara ekstrim sebagaimana pesantren zaman dahulu. Metode pembelajaran mind map dan presentasi juga diterapkan, sehingga anak tak hanya hapal, tapi juga paham tentang apa yang ia baca dan apa yang ia hapalkan. Presentasi membantu mereka mengembangkan kemampuan public speaking.

Semoga dengan banyaknya generasi muda penghapal Quran tak hanya mengajarkan mereka sekedar hapal, tetapi juga menerapkan apa yang ia baca dan hapalkan. Semoga fenomena ini bisa jadi penyemangat untuk generasi calon orang tua agar semakin dekat dengan Al-Quran, untuk kelak sebagai bekal membentuk generasi Qurani. Aamiin.

Bismillahi Allahu Akbar.

Surabaya, 22 Juli 2015 Luthfi Rizki Fitriana

Anggap aja ini sekilas kegilaan yang pernah gua lakuin. Coba make up lagi perjalanan gua sama dia, but what I got is “nothing”.

Gua gak pernah tau siapa dia dan punya apa dia pas awal kenal, semuanya serasa gak penting buat kita. Meskipun udah gua jutekin selama hampir tiga bulan tapi dia tetep nyamperin. Obrolan gua sama dia semuanya hampir tentang hobbi dan pelajaran, suasana yang gua dapet dari dia seolah-olah semuanya “first time”.
Hari pertama gua kenal dia, gua masih ngerasa ini perkenalan yang biasa sampai hampir setahun gua kenal dia semuanya kaya takdir, takdir yang cuman gua dan dia yang tahu. Gua hapal cara jalannya, gua tahu senyum khasnya, gua tahu wangi parfumnya, lagu yang kita denger sama, hobbi kita sama, pelajaran favorit kita sama, pelajaran yang kita benci sama, dan tempat yang kita kunjungi sampai tempat kita tinggal sekarang pun sama. “Can I call this is destiny? Okay Im going crazy to write this bullshit”.
Dia orang paling jahat, yang bilang gua “cantik” padahal gua gendut, item, bego lagi. Dia orang paling baik, yang tahu cara ngehina orang biar bisa bangkit. Dia orang paling keras kepala, yang bisa bikin marah gua reda. Dia orang yang paling gua peduliin, yang tiba-tiba sakit, tiba-tiba kabur, tiba-tiba ngilang, tiba-tiba gua dapet kabar “dia jalan sama cewek lain”. Gua gak pernah cemburu ataupun marah karena emang kita gak punya status apa-apa, dia gak pernah bilang gua temennya, sahabatnya atau seorang yang lebih buat dia. Yang gua tau “if he nice to me, I will nice to you”.

Hari terakhir, setelah dua tahun lama kenal, setelah perjalanan datang-perginya dia ke gua. Dimana hari itu dia bilang mau ngobrol empat mata yang akhirnya pun kita gak jadi ngobrol gara-gara hal sepele, tiba-tiba dia marah dan lost kontak sampai sekarang.

Tahun ke-tiga, dimana gua udah setahun gak liat dia tapi gua masih bisa mimpiin dia dan kadang gua mampu mimpiin dia berhari-hari, dimana gua kangen sama cerita-cerita dia dan kadang gua mikir “apa Tuhan masih nuntun gua ke dia atau emang hati gua aja yang buta terus-terusan?”. Sampai saking gua gak bisa nahan kangen gua, gua dapetin timing buat ngechat dia, dan what I got is really cold words, dan dari situ gua cuman bisa bersyukur “seengganya dia inget siapa gua”.

Dan hari ini, tahun ke empat.
Mungkin gua masih inget dia, tapi bukan karena rasa pengen milikin tapi rasa bersyukur gua karena pernah kenal dia. Orang kedua setelah mamah gua yang bikin gua banyak berubah jadi orang yang lebih baik. Mungkin kata “menunggu” gak akan jadi slogan gua lagi, lupain orang itu emang susah tapi itu lebih baik daripada harus terus-terusan stuck sama kegilaan yang gak akan jadi kenyataan. Setidaknya dia udah jadi tempat yang nyenyak buat dua tahun gua, setidaknya dia udah jadi setengah penunjuk jalan hidup gua, dan dia juga tahu kalau gua bisa lebih bersinar walaupun tanpa dia (SO7-Dan).

Makasih.
Dan Tuhan pasti masih siapin kisah yang lebih menarik buat gua dengan orang yang lebih baik lagi :)

  • Wida :Wih Ojan ngapalin UUD?
  • Fauzan :hehehe ngga teh, iseng aja
  • Wida :Bohong hayooo.. masa, sama tetehnya bohong. Ikut kabinet muda?
  • Fauzan :Ngga ih teh, iseng aja. Haha
  • Wida :Koord lombanya siapa jan sekarang?
  • Fauzan :Pak deny da tetep
  • Wida :Nah! Sini teteh yang test
  • Fauzan :Ga mau. Malu. Ini aja ojan ikut teh gara-gara ngaku adek teteh
  • Wida :HA?
  • Fauzan :Iya, nanyain pak deny kenal teteh atau ngga, langsung ditunjuk ikut cerdas cermat UUD 1945 *muka pasrah*
  • Wida :......
  • Fauzan :Gitu. Dulu ojan sering gangguin teteh kalau lagi ngapalin, sekarang kalau de arin ganggu, kesel ya. Haha
  • Wida :Nah karma. Hahahaha
  • Fauzan :*lanjut baca UUD*
  • Wida :Udah hapal sampai pasal berapa?
  • Fauzan :Baru juga pasal 15
  • Wida :Ha? Ngapain aja kamu?
  • Fauzan :somboooong sombooong lagian masih lama
  • Wida :sebulan lagi kan? Biasanya september. Kamu yakin hapal semua?
  • Fauzan :da ojan mah ga niat ngapalin semua kayak teteh, nyampe 22 aja lah
  • Wida :Ish. Kalau nanti temenmu yg bagian pasal 32 trus lupa, gimana?
  • Fauzan :ya gakan jawab aja
  • Wida :#glek
  • ***
  • "Ya gakan jawab aja"
  • Jawaban polos adek cowok yang merasa terjerumus terpilih jadi perwakilan SMA di lomba cerdas cermat UUD 1945 dan Tap MPR. Kaget, aku dulu mana kepikiran jawab kayak gitu, yang ada kepikiran gimana semua UUD 1945 sama TAP MPR hapal semua. Sebagai kakak, bangga melihat adik laki-lakinya nanti akan menjadi juru bicara, tapi apa daya, semangat belum bisa tertular. Semoga ini lomba pertama kamu, kedua kalinya nanti, kamu punya niat untuk hapal semua UUD 1945 ya, ojan. Jangan lupa, seperangkat menteri dan komisi di DPR mesti hapal. *ini nakut-nakutin deng*
  • Dan jadilah kakaknya sekarang buat list apa-apa yang harus dihapal. XD
  • Semangat my boy! Semoga kamu tidak bertemu dengan juri paling horor :Kesiswaan SMKN 1 (Red : Ayah)

Dear, you….

iya, ini surat untukmu. Sengaja aku terbangkan ke udara agar kau bisa membacanya sendiri.

Aku yakin akhir-akhir ini pasti kau sudah bosan mendengar aku bercerita kalau aku takut. Sebenarnya, aku benar-benar takut sayang.

Setiap kali aku mendengar nama wanita dari masa lalu mu atau mungkin mereka yang dulu kau banggakan, aku merasa ciut. Aku merasa tak pantas bisa disampingmu. aku takut kalau suatu saat nanti kamu menyadari bahhwa aku memang bukan yang kamu inginkan, lalu pergi. Aku sangat jauh berbeda dengan mereka. Dari cara berbicara, cara menghadapi kehidupan ini, bahkan hal kecil seperti berpakaian. Tidak hanya itu, aku tidak seperti mereka yang berkata lembut di depan orang-orang dan sangat sederhana di depan mereka. aku cenderung lebih berisik, aku akan memulai perbincangan apabila tidak ada yang memulai dan berpakaian sesuai keinginanku. Mereka handal memasak berbagai jenis masakan, sudah tentu mereka hapal beragam jenis bumbu dapur. Sedangkan aku? Membedakan  kunyit, lengkuas, jahe, ah ntahlah, sulit sekali membedakan jenis bumbu dapur itu. Aku hanya gadis kecil yang terlahir di sebuah kota besar yang sangat indah dan semua kebiasaan nya pun menjadi bagian dari dalam hidupku.

Kau bilang, aku bisa membuatmu nyaman dengan keahlianku berbicara. Kau bilang bahwa kau bisa bercerita kepadaku. Sayang, apakah kau akan merasa kehilanganku di saat aku bisa terus mendengarkanmu walau kita sudah memutuskan hubungan ini? Aku harap kau bisa memikirkan ini lebih baik lagi. banyak hal yang tak bisa aku utarakan dengan kata karena semuanya hanya bisa dirasakan. Aku harap kau juga merasakannya. Aku mulai berharap.

With love,

Yours.

minal aidzin wal faidzin kalau captionnya kayak cerpen. 😂🙏🏻
.
17 Juli 2015. 1 Syawal 1436 H.

my beloved family ❤️
*waktu foto ini papaynya lagi bobok jadi gak ikut foto deh* 😂
.
dari zaman Lia kecil sampai sekarang kalau lebaran pastiiii kembaran ❤️ tetangga-tetangga, rekan-rekan, saudara-saudara sampai hapal, kalau yang bajunya samaan sekeluarga tuh pasti keluarganya Pak Nur Suyatno (Bu Dewi Esti Yuliawati) ahahaha.
.
tapi selalu sukaaa. lucu aja gitu kompakan tiap lebaran ahaha. tiap lebaran beda warna beda model. suka buat idenya. suka memadukannya. suka kompakannya.

yang laki-laki mah terima-terima aja yaaa mau dikasih warna dan model kayak mana juga. meski suka bilang “ini wajib banget nih dipakai?”, kita yang perempuan-perempuan pasti langsung bilang “WAJIIIIIIB!!!!” terus abistu semua tertawa lepas ahahahhahaha.
.
senang lagi adalah, lebaran kali ini ide model bajunya dari diriku. maklumin yaaa kalau modelnya biasa aja tapi senengnya luar biasa. for the first time nih boooo’ mikir gimana yaaa modelnya. trus minta si @fildzah.adani27 buat gambarnya (beruntung bgt punya adek jago gambar yaa, alhamdulillah), trus kalau gak sesuai antara pikiran sama gambar ulang lagi, trus cari bahannya, trus jahit ke boutiquenya, sampeee jadi. baru ngerasain banget bahwa ide dan inovasi itu mahal yaa bo’ 😂
.
yaudah cukup sekian cerita lebarannya. mohon maaf lahir batin yaa teman-teman baiiik 😊🙏🏻

Sesuatu yang suci hanya bisa disentuh dengan hal yang suci
—  SY
Aku bukan alim ulama, ataupun ahli tasawwuf, aku manusia yang “katanya mulai dewasa” namun masih belajar guling, guling dan merangkap seperti bayi tuk mencari nan memahami ilmu agama, pepatah guru ngaji sewaktu kecil selalu membekas di otak, beda ketika sekarang beranjak dewasa. Menghafal dalam waktu 5 menit menghapal surat-surat langsung nempel, sekarang eeh banyak dosa 1jam baru hapal 10 menit kemudian udah lupa.. Ya allah, rinduuu sesuci anak kecil… Rinduuu kedamaian, tidak ada yang mengalutkan pikiran tentang duniawi semua lancar sajaa, duhai orang-orang suci, baby-baby yang selalu tertawa renyah, belajar ilmu agama tanpa paksaan, ajarkan kami orang-orang yang mulai dewasa, serta mulai keras hatinya tuk dapat di cairkan lagi menuju kedamaian😂

.
Dunia udah kebolak balik?

Yang Nyunnah - Radikal
Yang nyeleneh - Toleran

Yang jilbab syar'i - Ekstrem
Yang ga pake jilbab - cantik

Yang muda sholat 5 waktu - Waspadai
Yang muda ga sholat - masih muda

Yang jenggotan rajin ke masjid - Teroris
Yang jenggotan rajin dugem - keren

Yang ke majelis ta'lim pekanan - fanatik
Yang ke bioskop harian - gaul

Yang hapal qur'an 30 juz - militan
Yang hapal jenis batu akik - hebat

Yang anaknya di jilbabin - keterlaluan HAM
Yang anaknya pake rok mini - imutnya

Yang pakai baju koko - sok alim
Yang ga pake baju - jantan

Yang hariannya bicara islam - sok kiai
Yang hariannya ghibah - up to date

Media islam - radikal
Media porno - kebutuhan

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu, Nabi menjawab: Mereka ialah orang2 yg senantiasa melakukan kebaikan ditengah kerusakan. (HR. Ahmad). | Kontribusi oleh: @riliadz

#motivasihati #ukhuwah #istiqomah #dakwah #surga #amanah #share #sahabat #cinta #duniaakherat #niat #lillah #duniajilbab 😇🙏 by @duniajilbab at instagram (http://ift.tt/1KCumSE)

Kamis Ganteng Blibli.com Kini Berlangsung 24 Jam

Kamis Ganteng Blibli.com Kini Berlangsung 24 Jam

Jakarta, Selular.ID – Konsumen yang pernah bertransaksi di Blibli.com mungkin hapal dengan rangkaian promosi di situs jual beli tersebut. Mereka memiliki program berbeda di tiap harinya. Khusus di hari Kamis, Blibli.com mempunyai program benama Kamis Ganteng. Ketika Kamis Ganteng pertama kali muncul pada September 2014 dengan tagline “Gadget Mentereng, Harga Enteng” menampilkan 10 varian produk…

View On WordPress

Kemarin, saat duduk duduk disamping mereka, si mutia nyeletuk, “bu guru, ana sudah mau hapal surah an naba tapi baru sampai ayat 33” belum selesai takjub saya dibuatnya atas hapalannya, di samping saya nyeletuk lagi si Misyka, “kalau ana sudah hafal semuanya”.

Jeduaaaaar…

“Kemudian saya bertanya dalam hati, udah hapal sampe mana sih kamu, Jan?”

—  FYI,
Si misyka sama Si Mutia anaknya baru kelas 3 SD, subhanallah yaaah ~ :’) jadi kegampar —
Tulisan: Melihat Tanpa Mendengar

Kita seringkali suka mengamati hal-hal di sekeliling kita, mungkin saat berjalan kaki menuju sekolah, naik kendaraan umun, atau sekedar mengamati jalanan dari balik kaca restoran fastfood. Kita juga seringkali melihat bapak-bapak tua yang memanggul buah pisang untuk dijual, atau anak-anak yang memetik ukulele di angkot. Mungkin juga kita tahu persis wajah ibu-ibu penjual jamu gendong yang melewati rumah kita setiap hari sambil berteriak “jamuu….jamuuu” sampai kita hapal betul nada suaranya.
Kita seringkali mengamati mereka bukan? Mengamati dan akhirnya merasa iba.

Alkisah suatu hari, selepas lebaran, rumah saya kedatangan seorang kenalan, yang bekerja sebagai penjual kerupuk yang dititipkan di beberapa rumah makan di kota saya. Karena sudah lama kenal, maka lelaki ini dan keluarganya sudah mengganggap keluarga saya sebagai saudara mereka.
Istri dari penjual kerupuk ini pun sangat ramah dan mulai mengajak saya berbincang. Pembicaraan yang diutarakannya memang bukanlah hal yang luar biasa. Wanita itu hanya berbicara mengenai keluarganya, tentang adiknya yang beberapa bulan silam meninggal dunia, tentang seluruh hartanya yang nyaris habis karena harus membayar biaya pengobatan adiknya tersebut.
Saya pun mendengarkan tanpa banyak komentar. Di saat yang bersamaan, saya pun teringat akan MEA yang akan hadir sebentar lagi. Kemudian saya kembali melihat wajah sang istri penjual kerupuk, dan bertanya-tanya dalam hati: Tahukan si ibu ini bahwa tahun depan mungkin kerupuknya akan disaingi oleh kerupuk dari Thailand? Singapura? Malaysia?
Apakah ibu ini tidak khawatir akan persaingan kerja yang semakin ketat dan mencekik ini? Apakah ia akan baik-baik saja tetap berjualan kerupuk dan jajanan? Apakah ia tidak takut tergilas oleh pekerja asing?
Saat itu saya berfikir, apa yang saya khawatirkan layaknya mahasiswa lain-mengenai MEA, mengenai masa depan yang belum jelas, mengenai pekerjaan, kelanjutan studi, dan seabrek hal lainnya yang bersifat keuntungan pribadi, seketika lenyap seiring curhatan si ibu yang masih seputar keluarganya.
Saya pun tersenyum dan mengambil kesimpulan dari percakapan kami:

Kadang kita memang harus lebih banyak mendengarkan, bukan hanya agar melegakan si pembicara, tapi juga untuk melegakan hati kita. Bahwa ternyata apa-apa yang kita khawatirkan berlebih, ternyata tak begitu berarti, tak harus dipikirkan hingga menyita seluruh semangat hidup kita.

Begitupula dengan melihat. Saya sadar, bahwa selama ini sering sekali melihat fenomena-fenomena sosial di sekitar, tapi hanya sebatas itu. Barangkali jika ada kesempatan, kita bisa mendengarkan cerita mereka–orang-orang yang hidupnya terus mengalir mengikuti jalannya, tak dipusingkan oleh konsep-konsep besar dunia. Mau dunia menggagas ini itu sekalipun, mereka tetap berusaha berbahagia dengan apa adanya mereka.


Rumah, Selasa, 28 Juli 2015. 8.35pm
©dewimustika

diasuh sekitar desember tahun lalu, pas badannya cuma segenggam tangan, wkwkwk. sekarang udah gede, makin ga bisa diem.

awalnya dikasi namanya Jose, tapi karena terlalu ‘barat’ dan setelah beberapa bulan diasuh dia mulai menampakkan sifat yang overactive, maka namanya pun turun derajat  jadi Cuplis. suka explore semua bagian rumah, lari2 lurus-kenceng-banget nggak pake noleh tapi nggak pernah nabrak atau salah jalan. Cuplis udah hapal kalo dilarang naik2 ke tempat tidur, soalnya bulunya suka kemana2. tapi dia bandel dengan suka lari ngebut duluan masuk ke kamar, langsung naik ke atas kasur dan ‘mandi’ disana, dan berakhir dengan diteriakin yg punya kamar. aku pernah ngedumel, ‘heeh, naughty boy..’ sambil pasang muka: (-_-)

pas lebaran kemaren untuk pertama kalinya cuplis ditinggal 5 hari mudik. pas balik ke rumah, dia ngerengek2 kaya nangis, kenceng banget, mpe suaranya seraak gitu. dan seharian ngelusin badannya ke kaki2 orang serumah. kangen yaa? :D