handsome guy in my house

Jack was having a blast.

The piles of tablets he needed to pick through before lunch were all knocked on the floor next to his desk, the holo displays overhead were chock full of windows marked urgent but were entirely ignored. Jack didn’t want any distractions; he needed all his focus as he wiggled a familiar clip on tie across his desk top.

“Get it, you freakin’ adorable beanie baby lookin’ buttface, kill it,” Jack cooed at the small tottering kitten that swatted at the red silk. The kitten mewled, a big sound for such a tiny thing, opening its tiny mouth so wide its eyes scrunched up. It kept trying to pull back, to ignore the tie, but as soon as Jack would give it a wiggle sure enough a potato sized puff ball would latch onto it with awkward uncoordinated claws.

“That’s it, shred this piece of shit. You’re gonna thank me later, kitten,” Jack snorted, repeating the endearment under his breath and chuckling while the fur ball on his desk grasped the clothe and flopped onto its back, chewing at the fabric and kicking at the tie with its back feet.

The puff bean was growling properly now with all its micro fury, snagging and tugging threads out of place, when Jack’s ECHO went off. He considered turning his ECHO off before reading the incoming caller’s ID, and sighing dramatically. With a grimace he answered, flipping the call on speaker so he could tug the tie and drag the pissed kitten across the desk.

“Whatchya got?” Jack drawled.

“S-so it’s permanent,” came a shaky feminine voice. There was an audible gulp.

“Huh. Well R and D’s airlock or mine?” Jack smirked, letting the little tiny baby cat chew on his fingers as it lost interest in the tie.

“Sir, before I answer that it’s my duty to inform you that while the change is permanent we are pretty sure we can have him go through an augmented exposure, one set to change him back but, um, not back but reform things again so that – “

“Ugh, shut it nerd. Now how sure is pretty sure?” Jack interrupted, holding one paw between his fingers while the kitten took on an offended backwards ear tilt as it tried and failed to take its paw back.

“V-very! So sure, we are just,” there was a weird dry sounding gasp, “we are so totally sure. One hundred percent.”

“Mmmkay. See ya in ten,” with that Jack hung up. Scratching at his stomach he manhandled the kitten, bracing his hand under its soft tummy and picking it up in a way that all legs dangled free. There was a small cry as Jack stood, then came shivering all throughout the little tater tot’s body.

“Oh, yeah. You’re afraid of heights,” Jack mumbled. Shifting his hold Jack cradled an arm to his front, bracing his kitten between his arm and his chest. He briefly locked eyes with the kitten before it tucked its face nervously into the crook of Jack’s elbow.

“Chill, I gotchya Rhysie.”

//Part 1// Part 2 - TBA //

Itu gw (YAIYALAH GW)
3 tahun yang lalu.

Memasuki waktu saat-saat terakhir gw berenti jalan-jalan jauh dan lama .
Pernah, subuh baru sampe bandung abis keretaan 24jam dari Bali, Seminggu disana, malemnya langsung berangkat ke Merak, mulai perjalanan 11hr menuju Lampung, Palembang, P.Bangka, P. Belitung.

Mungkin buat beberapa orang yang lain masih banyak yang lebih lama. ada yang sampe berbulan-bulan,

Kadang gw iri ama yang seneng jalan sampe berbulan-bulan. Kaga dicariin emaknya apa ya? atau, gilak duitnya banyak banget apa ya? Yaudahlah bukan urusan gw.

Jalan-jalan adalah salah satu passion gw, selain fotografi.
Malah, kadang gw ngerasa telat banget buat ngerasain bisa jalan-jalan jauh, tapi kalau gw liat orang lain yang gak seberuntung gw, ya jutru sebaliknya, gw harusnya bersyukur masih punya kesempatan buat jalan-jalan.

Oke, kenapa gw bilang passion?
Nah, udah saatnya gw cerita sedikit hasil gw sakit selama 2 hari yang cuma bisa geletakan diatas kasur dari kemaren. haha *evil smile*

Terkapar gak berdaya dan gak bisa ngapa-ngapain cuma bisa bikin gw ngelamun.
Enggak juga sih, emang kelakuan gw aja yang,,, ya, you know ~

Jadii, ternyata, dari SMA, gw emang udah seneng banget sama 3 hal ini.
Photography, Psikologi, Traveling.
Kuliah tanpa pikir panjang gw ambil perhotelan cuma karena biar bisa Job Training di luar negeri. Sempit amat otak gw dulu –”
Karena sebelumnya gw pengen masuk psikologi gak keterima :(
Dan photography baru bisa terealisasi di tahun 2012.

TK - SD - SMP. Gw adalah manusia sangat cupu. Gak punya keinginan gak punya keahlian apapun, yang mau temenan ama gw cuma orang-orang yang gak punya temen, akhirnya bersatu karena sama-sama gapunya temen. HAHA
SMP, apalagi, gw ngerasa di kucilkan, karena gw mendapat kesenangan gw di warnet, Game Online! YEAY! Mabal / bolos sekolah 1 bulan. Sampe akhirnya Alm. Bokap gw udah kaya intel bisa menemukan gw di warnet tempat gw bolos.
Gw gak begitu mengerti sama pola didik dan pola ajar waktu itu, jadi baru bisa gw amati sekarang, ternyata ada yang salah (mungkin) sama pendidikan gw kala itu. Atau ada sesuatu yang mengakibatkan gw tumbuh menjadi orang yang sangat dependen. Atau mungkin gw gak diarahkan pada keahlian khusus yang gw senangi. Engga tau. Gw gamau menyalahkan pola didik Orang tua gw, gw harus fokus sama penyelesaiannya yang mungkin menghabiskan bertahun-tahun lamanya.

Itulah dimulai kenapa gw merasa jalan-jalan adalah passion. Karena ya itu, dalam keadaan yang merasa terkungkung dulunya, yang gak ngerti apa-apa tentang dunia, gw merasa jalan-jalan adalah alat terbaik untuk gw belajar banyak hal, gw yang dulunya sangat introvert dan gak percaya diri, jalan-jalan membuka wawasan dan pola pikir gw terhadap banyak hal.
Kaya anak ayam baru keluar dari kandang, ngerasa bebas bukan sekedar bebas, tapi lebih mirip kaya payung yang udah terbuka, gw merasa dengan terbukanya pikiran gw jadi lebih bisa merasa berguna.

Photography adalah hal yang bisa menangkap momen terbaik untuk diabadikan, bermain dengan logika dalam penyempurnaan pengambilan gambar dalam keadaan tertentu, melatih perhitungan feeling dalam sebuah perjalanan atau kondisi tertentu ketika keadaan tidak banyak mendukung untuk diambil gambarnya.

Psikologi adalah sebuah bidang ilmu yang mempelajari mengenai perilaku dan mental manusia. Dalam perjalanan pun gw mempelajari karakter-karakter setiap orang yang hanya sebatas gw temui di perjalanan, atau yang akhirnya bergabung dalam melakukan perjalanan.
Atau juga dulu gw masih aktif jadi freelance facilitator.
Ada yang pernah denger kerjaan kaya gitu?
Ada yang pernah Outbound bareng kampusnya atau perusahaannya?
YA! Team Building.
Nah, fasilitator adalah orang-orang yang memfasilitasi kegiatan tersebut.
Katakan ada game, kalian harus blablablabla.
DIkira kita disitu cuma buat ngasih game beserta arahannya doang?
Fasilitator harus bisa membuat keadaan kelompok berjalan baik tanpa campur tangannya. Semua ketentuan dan inisiatif yang timbul harus pure dari para peserta.
Kalian jongkok, kalian aktif, kalian malu sama pegawai lebih tinggi jabatannya ketika team building itu semua dicatat dan dipelajari oleh fasilitator.
See, berkecimpung dengan dunia psikologi lagi.
Client gw mulai dari bocah ingusan sampe kakek nenek.

Those 3 things are the whole complete package untuk gw bisa merasa sangat hidup.

Tapi, hidup gak cuma seneng-seneng.
Cari duit sob. Gimana pun, semua perjalanan gw lakukan seringnya pas gw lagi nganggur. gak ngerti juga.
Gak nganggur banget sih. Gak punya kerjaan & penghasilan tetap.
Once gw pernah pengen cabut ceritanya ke Kanada, tapi gagal.
Pernah gw punya ide untuk sambil jalan sambil cari duit, kaya open trip gitu yg lagi marak banget belakangan ini, sejujurnya mengharuskan gw untuk lama gak dirumah. Gak tau juga tapi kenapa gak bisa gw jalani.
Kaya gw dikutuk untuk gak jauh-jauh dari rumah.

Ada hal, di diri gw yang, komplikasi. haha
1 sisi nyokap gw single parent and im the only one yet the most handsome guy at my house. Kaya gw ditakdirkan gabisa jauh-jauh dari mama.
1 sisi lain, merasa hidup gw gak disini, hidup gw diluar sana untuk selalu bergerak sama angin yang gak pernah berhenti berhembus, CIYAELAH ~

Iya, banyak banget orang yang pengen sering-sering sama keluarga tapi malah gabisa.
Plis, ini bukan hal yang cukup untuk dibandingkan.
Karena, kalau masalah berbakti bisa dengan banyak sekali jalan.
Gak sesempit itu harusnya.

Yang masih gw bingung adalah,
apa anxiety yang gw punya mengakibatkan gw berhenti jalan-jalan /berkegiatan atau justru …
Karena gw berhenti jalan-jalan dan berkegiatan, anxiety itu muncul?

Nah, demi melakukan terapi untuk menyembuhkan anxiety, setelah berhenti merokok, adahal lain yang harus juga dilakukan, seperti melakukan yang emang gw senangi untuk lakukan.
Nah sebetulnya, beberapa waktu lalu (yang gw yakin juga kalian ada yang tau) ada lowongan untuk bekerja sebagai photographer di SIngapore, adalah salah satu kesempatan besar buat gw (Meski gak pasti juga gw bakal keterima. haha)
Tapi yang disayangkan karena satu dan lain hal, I didn’t even try .

Jadi ….
Dalam rangka terapi yang akan gw jalani,
Travel would be on the list.
So, is there anyone who would love to ask,
“Packed your bag !”

Karena ada 1 hal yang gw lupa,
Mas Eleanor Roosevelt udah bisikin gw kemaren.
Katanya,

“You must do the thing you think you cannot do”

————————-

Daan, pasti dong setiap perjalanan kalian punya lagu andalan buat didenger dari ipod kalian atau hp kalian.
Try this one, Mumford & sons.
Udah jadi favorit gw dari kapan taun untuk sekedar nemenin gw di kereta sambil liat landscape yang dilewatin, atau di dek lantai atas kapal laut sambil liatin samudra, ato ngelamun di atas tebing liat kota dari ketinggian.
Especially album Babel yang semua lagunya tanpa terkecuali enak parah.

Silahkan menikmati,,,,