ginks

Surat Untuk Seorang Ibu

Untuk seorang Ibu di sebuah rumah di seberang pulau sana “Iya, baik-baik ya nak di sana” Kalimat terakhir dari percakapan saya dengan Ibu. Bukan Ibu kandung. Tapi Ibu nya teman. Mantan pacar lebih tepatnya. Haha… Ini pertama kalinya saya menulis tentang beliau. Seorang Ibu yang baik hati. Sangat baik. Baik karena begitu welcome nya dengan saya yang notabene stranger. A complete stranger. Ibu sering nganterin makanan ke asrama. Kebetulan rumah beliau memang ngga terlalu jauh dari asrama saya waktu SMA. Bakso, tekwan, kepiting, kue. Bahkan saat beliau ngga sempet bikin, beliau sempet-sempetnya beli snack-snack di warung. Duh, saya bener-bener ngga enak sama beliau. Pernah di suatu pagi hujan deras. Saya yang memang sudah difasilitasi kendaraan (sepeda) oleh asrama hanya bisa berharap hujan segera reda. Walau pakai jas hujan,rasanya tetap mengerikan naik sepeda di saat hujan deras. Lama saya duduk di teras depan sambil menunggu hujan reda. Tiba-tiba ibu telfon. Beliau bertanya apa saya sudah berangkat sekolah atau belum. Saya memang belum berangkat saat itu karena masih menunggu hujan reda. Tahukah apa yang terjadi? Ibu datang ke asrama menjemput saya naik motor sambil memakai jas hujan. Hari itu beliau mengantarkan saya sampai ke koridor sekolah. Saya semakin merasa ngga enak sama beliau. Kedua kalinya beliau menjemput saya di asrama saat hujan deras memang tidak memakai motor. Hari itu kebetulan Bapak yang menjemput. Pagi itu Ibu dan Bapak sekalian mengantarkan Laras, adik perempuan si mantan. Dan si kecil Iza yang belum sekolah juga ikut mengantar. Lagi-lagi saya semakin ngga enak hati. Saya menulis postingan ini lebih kepada bentuk ucapan terima kasih saya untuk Ibu dan Bapak.Walau pun sebenarnya saya lebih akrab sama Ibu. Terima kasih sudah menerima kehadiran saya di sisi putra Ibu selama 3 tahun belakangan. Sekarang saya memang sudah jarang sms atau menelfon Ibu. Jarang sekali. Tapi malah Ibu yang sms atau menelfon saya. Saya minta maaf bu. Walau mimpi saya bersama putra Ibu tidak bisa terwujud, tapi Allah SWT menggantikannya dengan sesuatu yang lebih indah. Jauh lebih indah. Yakni kasih sayang Ibu yang ngga pernah habis walau sekarang saya tidak lagi bersama putra Ibu. Allah memang Maha Adil. Sekali lagi saya benar-benar berterima kasih atas kebaikan keluarga Ibu kepada saya selama ini. Setidaknya saat saya berada di asrama dan jauh dari kedua orangtua, Ibu menjadi keluarga baru saya di sana. Terima kasih bu. Bu, jika suatu saat nanti saya bertemu jodoh dan menikah, insya Allah saya pastikan nama Ibu menjadi salah satu nama di daftar undangan saya. Hehe… Do’akan saya bu. Semoga saya segera menyelesaikan pendidikan dan menjadi orang yang sukses di masa depan. Dari seorang anak Di sudut kota Jakarta

anonymous asked:

im kin with ginko too and I like ur blog and idk i kinda look up to u in a weird way. like, u are the alpha ginko, i am just a smol loner ginko with 0 kin memories (besides little things like mushi floating around & knowing i was a nerd loner idk)

Oh, hey there! ^^ Haha, I’m glad you like my blog, and I’m proud you look up to me in some way.

I’m sure you’ll get some memories eventually, and even if you never do, you’re just as valid as I am! #AllGinkosAreEqual2k16

-pats smol gink head lovingly-

AI defeats AI: 372 - 334 (ADENINE AIT AL ALOW ANOMY AUXIN AUXINS AW BECRUST BEEP CAPSID CELL CELLS DAGO DEGREE EL FRIVOL FROG GAL GINK HE HYPER IN JEAN JEE JEED KA OUTTROT QAID TRIVIA VELARIUM WISHA ZOOMS)

Earlier this week, I accidentally ginked my beard due to a clipper mishap, and today I discovered a chip in my fav coffee mug. So far, I have managed to muscle through this adversity, but I’m not sure how much more of this I can take.

RT FlyFishingSimpl: Buster Wants to be a Fly Fishing Guide #flyfishing #fishing https://t.co/tCmYkT09OM from gink… https://t.co/Meq5c0qE3t

RT FlyFishingSimpl: Buster Wants to be a Fly Fishing Guide #flyfishing #fishing https://t.co/tCmYkT09OM from gink… pic.twitter.com/Meq5c0qE3t

— Jacqueline O. Ross (@jacquelineoross)

January 29, 2016