genjared

Membersamai Yang Mau Belajar Membaik

“Coba bayangkan, bila semua lelaki yang sudah merasa baik maunya memilih yang sudah baik semua. Yang mau belajar membaik siapa yang membimbing?

Nyatanya, memang ada sebagian orang yang semangatnya lebih genjar ketika ada yang mimbimbing. Bila kita ikut andil dengan golongan yang cari aman, bagaimana nasib yang sebagian itu?

Mencari yang sudah baik memang penting, tapi membersamai mereka yang mau terus belajar membaik juga sangat bagus.

Kau pernah dengar, bukankah orang yang baru belajar membaca Al Qur'an, terbata-bata tapi terus semangat belajar tanpa malu, pahalanya pun lebih banyak dari yang sudah lancar jaya.

Kau pernah dengar, seorang yang susah payah hijrah dari kebiasaannya mengumbar nafsu, tapi terus istiqomah berjuang melawannya, pahalanya lebih banyak dari mereka yang sudah terbiasa dan tidak menjadi hal begitu berat untuk melaluinya.”

“Bukankah Allah itu mencintai proses? Bukankah setiap orang yang tengah berproses sering kali lebih banyak ujiannya, lebih berat? Melewati ujian tersebut dengan cara yang baik adalah salah satu sumber pahala.

Membersamai mereka yang mau belajar membaik bisa jadi sumber pahala tiada tara. Bisa jadi.

Memilih yang sudah terlihat baik memang baik. Tapi tak ada salahnya juga memilih mereka yang masih terlihat kurang, selama ia bersungguh-sungguh ingin berubah, ingin membenahi.

Ketika benar nampak kesungguhannya. Why not, jemput saja melalui cara-Nya.”

Perkara menjalin hubungan adalah tentang kenyamanan dan tujuan. Ketika sudah nyaman dan yakin dia akan membawa pada kebaikan, atau mampu membawanya pada kebaikan. Bismillah saja, niat baik yang dilakukan dengan cara yang baik, inshaaAllah hasilnya pun baik, kan?