gembel

anggap saja ini hari raya gembel

16 Maret 2011 .

modus awal hari ini adalah selebrasi ulang tahun sahabat saya, sebut saja Danni (17,m). Terasa sangat lengkap ketika semua anggota Gembels hadir, benar benar semuanya, tidak kurang.. peristiwa yang sangat jarang ditemukan di Planet ini.. *oke berhenti membual fav*

Apa tidak terlalu pagi kalau makan-makan jam sembilan ? Bukankah itu jam yang sangat nanggung ? Ehm, tidak bagi gembel. Kalian pikir kami akan menunggu rolasan dengan bengong selama tiga jam ? no no no..

first destination :

Makanan yang paling enak adalah makanan yang tersedia di saat kau benar-benar lapar *ngutip teori orang*. “Sebenarnya sudah makan atau belum, perut para cecurut gembel memang selalu cenat cenut kelaparan” (#teorisuryo11.2) iya tidak? Kami tau, mall bukanlah habitat kami. Tapi kali ini tidak ada pilihan lain demi memuaskan nafsu Mak Solekah untuk mengolor pita suaranya sendiri. Ada yang berminat mendengarnya ? *jangan dijawab*

Bersyukurlah punya gembel seperti Danni, dia punya banyak recehan yang ternyata bisa dicemplungin ke ‘mesin karaoke’ dan 'mesin-mesin lainnya’ (?) It’s shoooow time ~

Lupakan soal Mak Solek. Lihat sekarang siapa bintang karaokenya, Sewu Kutho, Didi Kempot ft. Anjar Tri Asmoro vers 2011. Sabar ya, mp3 nya akan segera beredar di toko kaffan terdekat.

Di sisi berbeda, saya, Uta, Danni, dan Alip sedang menikmati masa batita. Bertarung saling tembak diatas bombom car. Saya benar-benar merasa menjadi seorang Gembel Ranger saat itu.. *Sudahlah fav*

Second Destination :

Inilah yang disebut gembel tidak pada tempatnya. Kalian tau Pizza Hut? Kalian tau berapa tarif air mineral di sana? Kalian tau berapa milyar yang harus dikeluarkan untuk menghidupi 15 ekor gembel ditambah dua orang penggembalanya (sebut saja Adel dan Stya)? Beri tepuk tangan untuk Danni ..

Gembel adalah percakapan bodoh (#teorisuryo11.3). Gembel adalah fantasi yang berlebihan (#teorisuryo11.4). Tentu saja, kami tidak pernah terlepas dari hal hal itu. Contohnya, Make Up Test. “Seorang Uta menjalani Make Up Test.” Apa yang ada di pikiranmu mendengar kalimat itu? *selamat mengembangkan imajinasi*.

Dan lagi, Perdebatan serius antara saya, Candra, Hanputro, Suhu, dan Uta. Kalian tau AS Roma ? Menurut kalian binatang menyusui dalam lambang AS Roma itu binatang apa? Serigala atau Sapi? Bayangkan, saya menang taruhan melawan empat orang penggembala sapi (Y) *apa menurut kalian itu penting?*

Next Trip:

Setelah bosan dengan hingar bingar perkotaan yang panas dan terlalu menyilaukan, tiba tiba nama sebuah planet terbayang dalam pikiran kami.. Cokro

External image

Sebenarnya udah lama banget Sulis ngajakin pengen main ke sana. Berhubung Gembels sibuk dengan solo karir masing masing *wuidih*, jadi jarang banget ngumpul seperti ini. Mumpung semuanya ada, kita berangkat kesana dengan penuh 'spontanitas tinggi’ (biarin, ini blog punya gue). Ya, sangat spontan, tidak ada persiapan, nggak bawa bekal, nggak bawa baju ganti, nggak bawa tiker, nggak bawa kartu kredit.. *tsunami*

Ditempat ini saya melihat hal yang berbeda. Nggak ada yang ganggu karena cuma kita yang libur. Semua sahabat-sahabat saya ketawa lepas. Sama sekali nggak liat ada tampang-tampang badmoood. Bener-bener nggak inget sama masalah internal gembel yang kemaren itu. Kayaknya semua larut dalam kolam satu setengah meter itu bersama ingus dan pipis *weseeh*

back to the timeline.

Klimaksnya semua naik ke seluncuran yang paling atas. Dari sini saya belajar satu hal : “Untuk menuruni seluncuran super seret ini, gunakan punggungmu, bukan pakaianmu” (ngutip buku #duniaChen). terbukti manjur rupanya. Candra yang jadi pelopor disini. Dia yang mulai telanjang duluan. Ada yang mau lihat? *jangan dijawab*. mereka benar benar gila -_-


Nah lo, satu demi satu anak cowok jadi nyobain teori #duniaChen. Chen sukses, Sulis sukses, Ganung sukses.. Anjar ? baru sekarang dia ngelawak selucu ini. Suer, nggak ngaruh, malah bikin seluncurannya mampet -_____-“ Akhirnya dia mampu menerima kenyataan kalo dia memang bener-bener gendut.

"Gembel juga manusia, gembel juga punya orang tua” (#teorisuryo11.5) dan teori ini teringat setelah jam tiga sore. Orang tua mana yang tidak cemas ketika anaknya keluar rumah lebih dari enam jam.. *orang tua lo nggak cemas? ih, gue kesian sama lo* #frontal

Niatnya doang mau pulang, tapi nggak berkesan kan kalo nggak ada yang diabadikan .. Foto-foto sebentar kayaknya perlu nih… Sebentar? Sebentar gue bilang? “Gembel adalah pengulur waktu yang hebat” (#teorisuryo11.6) “Pang foto Paang” “Pang lagi Pang” “Pang aku belom foto sama Sulis”.. dan seterusnya.

bayangin. habis lima puluh jepreten, gilaak *nada ababil* ~

Pas di jalan mau pulang, temen saya yang paling unyu, Sulis, kepeleset pasir pasir gitu dipinggir sawah. Padahal dari arah berlawanan ada truk gede yang siap menyemash (biarin, blog punya gue). Serem kan? Bayangin kalo itu kalian.. Bayangin coba ! *sudah cukup mendramatisasi keadaan* tapi untungnya, si truk nggak tega sama si smash, si truk berhenti, menghampiri smash dan bilang.. “kamu nggak papa kan?” (romansa truk smash, hal 203)

Akhirnya kita nganter Sulis ke rumah. Agak gimanaa gitu pas ketemu ibunya. Takutnya kita dikira mau bikin anaknya celaka pas liat Sulis dianter pulang dalam keadaan lecet-lecet begitu. Tapi berdasarkan #gayahidupgembel, ibu Sulis adalah ibu kami juga *sok akrab* jadi, kami tetap pulang dengan selamat :)

mengingat #teorisuryo 11.6 dan #teorisuryo 11.2 diatas, jadi kami memutuskan untuk makan sore dulu sekalian sholat ashar. Namanya juga gembel, “utamakan gratisan” (#teorisuryo 11.7) dan berhubung rumah Utari yang paling dekat saat itu, jadi.. Ibu Utari adalah ibu kami juga :) can you catch what’s my purpose? (plis ya, ini blog gue) sambutlah, Nasi Goreeeng ..

Sadar cah sadaaar, nggagasoo ini sudah jam setengah enam kurang dikit. Suhu yang paling panik kalau sudah seperti ini. Membayangkan yang tidak tidak mengenai ibunya. Membayangkan bagaimana cara sang ibu meng eksekusi mati dirinya. Tidak bisa ditoleransi lagi, kami harus benar-benar pulang sebelum diusir Ibunya Utari dan diusir orang tua kami yang asli.. *yoyone tak muleh ..*

*backsound : sunset glow - big bang

Dengan langit yang oranye, perasaan sangat puas, celana yang basah sampe keterawang bokser bergambar snoopy, dan senyum senyum terus selama di perjalanan pulang.. sepertinya saya benar-benar tidak akan peduli apa yang terjadi di rumah nanti.

credits :

  • Alip : ajari renang lip.
  • Anjar : yaya kapan-kapan kita kesana lagi kalau kau sudah diet.
  • Ayuvia : terimalah akibatnya, tidak mengikut ajaran gembel !
  • Chen : serigala -____-“
  • Ganung : semoga e-mail mu pada Allah swt terkirim.
  • Jun : ketagihan Jun ? aku juga ~
  • Mano : Bangga bisa berenang dengan supergirl sepertimu :)
  • Han : aku tidak mengerti persipura ataupun sipi
  • Suhu : salam untuk mama tercinta :)
  • Danni : terimakasih ya, hari ini tidak pernah ada jika tidak ada undangan darimu ~
  • Pang : foto pang, fotooo
  • Mak : iyo iyooo percoyo kowe seksi -_-”
  • Sulis : get well soon :)
  • Uta : belajar giatlah untuk lulus Make Up test. Haraaahapp ~

Teori teori diatas akan diterbitkan di edisi Buku #GayaHidupGembel, coming soon :)

fotone kapan2 ya. ndak kowe pengen hahahaha

saya suka Bali dengan pantai² nya, bule² nya, pura² nya, kloset kamarnya danni dan philip, toko kaos² surfing memalukan yang diskon 90%, sopir speed boat di Bedugul, bisnya yang bau eek kucing, dan saya suka berlibur bersama GEMBELtanpa Cethit dan Cethut ☺

instagram

Part2 #7thofevecrew #private #party #graffiti #yogyakarta #gembel #urban #gu

Made with Instagram
youtube

tips liburan dua

kalo ini buat yang suka tantangan dan memacu adrenalin. super menegangkan. kayak “The Fiery Fist O’ Pain”  di episodenya spongebob yang konon :

Warning! This ride may cause: screaming, projectile vomiting, amnesia, spine loss, embarrassing accidents, uncontrollable gas… and explosive diarrhea.

Seru Abis !

Chapter 2 : The Places, Foods, and Beverages (cont'd)

Part 2

Jogja : Kurang Lama!

“I’m not allowed to talk to strangers!”

Itu kata-kata pertama Heather O'Rourke pada Steven Spielberg sebelum akhirnya dia jadi pemeran di filmnya Spielberg, Poltergeist. Tapi sayangnya gak ada yang kayak Spielberg di tujuan gue selanjutnya : Jogja (dan Surabaya, nantinya :D). Gue harus terbiasa buat ngomong sama orang yang gak gue kenal buat mendapatkan suatu “keuntungan”…haha. Oke, yang gue rasa paling utama dibutuhin saat itu adalah PENGINAPAN, berhubung itu yang kayaknya bakal ngabisin banyak duit. Langsunglah kebrilianan otak gue bekerja dengan dibantu sedikit pikiran picik..heheh.

Bowo yang nganterin gue sampe Jogja kayaknya sayang banget kalo gak “dimanfaatin” *hihihihihi… Dia kan punya banyak temen di Jogja! Hmmm. kayaknya buat di jogja ini bakal sedikit gampang.. TERNYATA BENAR SAJA! ada temennya yang nge-kost di sana lagi pulkam. So, KAMAR KOSTAN-NYA NGANGGUR! Ahhhhh. Ini sih namanya bagai disamperin sama toilet dikala perut bergejolak dan gak kuat nahan boker! Rejeki yang datang dengan sendirinya..hahaha.

Singkat cerita, kita nyampe di Jogja sekitar jam setengah 9 malem dan langsung istirahat bentar di kamar kostan temennya bowo (gue gak tau namanya siapa. amazing kan? bahkan gue bisa tidur di kamar orang yang BENER2 GUE GAK KENAL! hihihihihi). Abis rasa capek sedikit ilang, gue mandi dan langsung beredar malem itu juga. Pertama-tama sih kita jalan dulu liat rupa kota jogja di malam hari. Jadi malem itu ngubek-ngubek jalan di kota jogja, walopun sempet juga kesasar..hehe. Malem itu jujur sih gue gak terlalu merhatiin ada apa aja yang gue lewatin disana. Rasa capek gara-gara renang dan maen air tadi sore di Solo masih kerasa banget, dan itu bikin serasa ada barbel 5 kilo di pelupuk mata gue. Yang gue inget, gue ada di alun2 ~entah bagian mananya~ dan itu rameeee banget. Pasar malem gitu lahhhh, gak tau namanya tempat itu apa. Setelah gue cek di Foursquare, ternyata itu namanya SEKATEN. Berhubung menurut gue gak asik, disitu kita cuma diem bentar aja. Terus akhirnya gue minta bowo buat ngajak gue ke “The Famous” Malioboro, yang ternyata jaraknya deket banget.

Abis itu bener-bener deh gue ngantuk gak ketulungan. Makanya pas nyampe di jalan Malioboro gue ngajak bowo buat foto-foto aja. Sebenernya gue punya strategi disitu biar gue keliatan ORANG YANG ASIK GAK ADA MATINYE dan nyembunyiin rasa ngantuk gue di depan bowo (karena buat gue rasa ngantuk itu bikin gue keliatan gak asik). Daaaannn lo bisa tau strategi gue apa kalo lo liat foto gue ini :

External image

yeahhh.. pose favorit gue! @Jalan Malioboro 20110113 ~

Setelah asik berfoto-foto dan mata jadi sedikit segar (lokasi terakhir foto-foto : sarkem..haha), kita lanjut cari makan *yeeeeeeeiiiiiyyy!. Pastinya, gue pengen nyobain sesuatu yang cuma ada disitu. Dan pilihan jatuh kepada : Angkringan … (aduuuhhh lupa lagi kan namanya dan nama jalannya!). Tapi beda banget nih sama tempat makanan serupa yang gue kunjungin di Solo kemaren. Angkringan disini keliatannya sudah terpengaruh arus globalisasi *halllaaaaahh…opooo iki bahasane???. Keliatan sih dari orang-orang yang dateng ke situ. Kebanyakan yang dateng kesitu anak muda. Cowok-cowok yang ada pada dateng gandengan tangan sama cewe “bercelana panas” setelah mereka turun dari mobil-mobil ceper dengan lampu neon yang ditempelin dimana-mana. Beberapa sambil nenteng Macbook atau iPad di tangan yang satunya (gue yakin itu kreditan 12 bulan pake kartu kredit dan belinya pas ada promo bunga 0%!) . Pokonya beda banget lah sama di Solo yang lebih “tradisional”.

Tapi kalo soal makanan dan minuman sih gak kalah asik. Gue disitu mesen beberapa makanan dan minuman : nasi kucing, sate kikil, pisang aroma, es teh, dan KOPI JOSS. Nah yang gue sebutin terakhir itu yang baru gue coba dan agak unik menurut gue. Kopi item biasa, tapi ke dalemnya dimasukin (kalo bahasa sundanya) reuhay atau arang yang lagi nyala/bara. Tebakan gue sih namanya itu diambil jari suara saat nyemplungin baranya ke dalem air kopinya : jossssss….

External image

manis, pahit, asin, rame rasanyaaaaa…

Abis semua makanan masuk perut, kita gak lama-lama nongkrong disitu. Mata kita udah gak kuat lagi nahan barbel 5 kilo yang daritadi udah ngegantung di pelupuk mata. Kopi joss yang gue minum bahkan gak sanggup buat nahannya. Kita pun pulang ke kostan “orang asing” dan langsung ngiler sampe pagi.

===

Masuk hari baru, dan dengan begonya gue bangun kesiangan (lagi..lagi..lagi!!!). Jam 10 gue baru bangun sedangkan hari ini HARI JUMAT! Sialan banget lah, gue melewatkan beberapa jam yang sangat berharga yang bisa gue pake menjelajah dan menemukan sesuatu yang baru di kota ini. Tapi karena waktu udah ampir dzuhur dan gue orang yang lumayan taat beribadah (kalo hari jumat :D), yaaa waktu itu gue gak bisa ngapa-ngapain jadinya. Paling cuma beli rokok dan kopi di warung sebelah sambil godain yang punya warungnya, abis itu ngebangke lagi sambil monyong-monyongin bibir ngisep Marlboro di depan TV sampe adzan dzuhur berkumandang sebagai isyarat bahwa gue harus segera mandi *iyaaa.. emang parah, gue tau!!

Abis shalat jumat, ada sedikit sengatan di otak gue : mau sampe kapan ya gue di jogja?? Gak enak juga kalo pake kostan orang lama-lama. Maka seketika itu gue mutusin buat ngelanjutin ke Surabaya aja. Makanya, abis itu gue langsung ngecek jadwal kereta ke stasiun. Ternyata, jadwal keretanya gak ada yang sesuai rencana. Gak asik nih PT. KAI! gak ngerti apa kondisi gue yang terlantar gini??? *emang gue siapaaaaa???hahaha.. Akhirnya setelah gue berpikir keras atas semua dilemma dan segala macam prediksi yang akan terjadi dalam beberapa hari kedepan, gue memutuskan buat ngambil kereta yang jadwal keberangkatannya pukul 15.37. Artinya, waktu gue CUMA SEKITAR 3 JAM LAGI di jogja. Yaaahh, itulah solusi terbaiknya sih setelah dipikirin dengan setengah mateng kayak telor mata sapi.

Berhubung tiketnya belum bisa dibeli waktu itu (maklum lahh.. kereta ekonomi), abis liat jadwal kita langsung cabut aja manfaatin waktu yang ada semaksimal mungkin. Gue pun minta bowo buat nganter gue ke tempat makan gudeg yang oke di jogja ini, soalnya gue penasaran sama perkataan Pak Iriadi, guru sejarah SMA gue dulu : “Makan gudeg di jogja serasa makan KOLAK NANGKA”. Tapi sialnya, bowo kagak tau tuh dimana tempat makan gudeg yang oke. Ahhh gue mikir disitu, gue pokoknya harus makan gudeg di tempat yang oke dan gak mau yang abal-abal! Jalan terakhir, gue mempertaruhkan waktu berharga gue buat nyari-nyari dulu via Google Maps. Ketemulah beberapa referensi tempat makan gudeg, dan kita memutuskan buat pergi ke tempat makan yang namanya GUDEG YU DJUM, dengan bantuan GPS buat kesananya. Kovvlokkkkk! kita kesasar lagi! Gara-garanya ternyata tempatnya itu masuk gang gitu. Puuuanteeeeessss ajeeee gue bingung kenapa di GPS nya gak nampak ada jalan menuju ke situ. Pas nyampe, gue sedikit ragu sama tempatnya. Dari luar keliatan lebih mirip parbrik pembuatan batu bata dibandingin sama rumah makan. Tapi kayaknya keraguan gue salah kalo ngeliat banyak mobil-mobil mewah ber-plat bukan AD rela masuk gang dan parkir di depan rumah makan tersebut.

Begitu masuk ke dalam, cuma satu kata yang bisa jelasin perasaan gue : WAH! Sederhana, klasik, tempat makannya nyatu sama tempat bikin gudegnya (bahkan gue bisa liat orang-orang lagi bikin gudeg itu kayak gimana), pokonya PERFECTO lah andaikan saja harga makanannya gak MAHAL! Langsung tanpa banyak basa-basi, kita ngantri buat pesen makanannya. Eeeeehh lagi-lagi sial, menunya kebanyakan udah pada abis! Terpaksalah gue cuma mesen gudeng telor doang dan es teh. Sambil ditemenin keroncong live yang dimainin sama orang-orang yang keliatannya berjasa banget dalam memperjuangkan kemerdekaan kita dulu, gue tau kalo perkataan Pak Iriadi emang bener, MANISSSSS BANGET kalo gue bilang sebagai orang Sunda. Tapi bukan kayak kolek nangka, rasanya lebih mirip sama GALENDO (sejenis cemilan manis khas ciamis, bikinnya dari ampas kelapa, mirip dodol gitu cuman lebih gurih). hahaha.

External image

#nowplaying orkes keroncong para veteran perang YU DJUM - Bengawan Solo  at Gudeg Yu Djum w/ @bow_sampah


Yahh. Cuma itu yang bisa gue lakuin di Jogja. Gak nyampe 24 jam disini, tapi gue gak nyesel karena itu. Kenapa? karena bikin gue mikir bahwa di lain hari, gue harus dan bakal kesini lagi, ngelakuin hal-hal yang lebih gila lagi! Insya Allah…

Beres makan, gue balik ke kostan-orang-asing buat beresin barang-barang gue. Abis itu langsung cabut ke Stasiun Lempuyangan dan beli tiket kereta. Di tiketnya tertulis :

KA PASUNDAN

Lempuyangan 15.37

SurabayaKota 23.24

BERDIRI, TANPA TEMPAT DUDUK

Rp 24.000,-

8 jam lagi gue harus “berdiri” menempuh perjalanan buat sampai tujuan gue yang selanjutnya : SURABAYA, kota dimana gue menemukan sebuah keseruan yang lebih dibanding disini..

;)

Blogspot gw gak bisa dibuka :'(

Aaaahhh gembel deh,, masa blogspot gw gabisa sign in gara gara lupa password ! Mana gak bisa direset lagi ?!
Gimana coba ?? Padahal udah ngepost bebera tulisan….

Bete bete bete ah……
Basi basi basi loh ……..
Gembel gembel ah ……

Saying goodbye for my blog,,
Hope someday I can rememmber what the password is …