foto indonesia

Dimana Posisi Kita di Garis Naik Turun Peradaban Islam?

1. Dimana posisi kita di garis naik turun peradaban Islam? Nampaknya menjadi pertanyaan yang besar untuk direnungi dengan mendalam.

2. Kita sebagai Umat Islam secara global yang hidup di tahun 2017, 93 tahun setelah kekhalifahan Utsmani tumbang oleh Yahudi Mustafa Kamal.

3. Sebagai renungan, kejatuhan khilafah Utsmani tak lepas dari faktor internal; yakni jatuhnya moril dan akhlak umat Islam. Agama saat itu hanya dipandang sebagai formalitas, sedangkan ruh perjuangan sedang mati suri.

4. Judi disemarak sebagai simbol modernisme, wanita berlomba melepas jilbab, menuntut emansipasi semu yang ujungnya; rusaknya tatanan sosial. Koran Turki waktu itu menyebutkan bahwa judi dan miras adalah keharusan sebuah peradaban modern.

5. Segala hal inderawi yang berbau barat diambil; mode pakaian, gaya hidup, cara makan, membabi buta diikuti padahal itu tak patut ditiru.

“Dari sini”, tulis Muhammad Quthb, “paham westernisasi yang menyerukan reformasi dengan cara Barat berupaya meniru Eropa dalam segala hal, maka mereka jatuh dalam kerusakan sebelum berusaha mengokohkan dirinya dengan kemajuan ilmu dan materi.”

6. Apa yang terjadi di Turki -ibukota khilafah saat itu- berdampak sangat riskan bagi negeri sekitarnya, terutama Mesir dan wilayah Syam.

7. Rentang waktu 1920-1970an jadi episode terburuk; Islam ditinggal, tanah dijajah, dan kapitalis-komunis jadi alternatif pemikiran. Di Mesir berkembang sosialisme, di Suriah tumbuh liberalisme, begitupula negeri lain.

8. Itulah mengapa, jika kawan semua melihat film & drama produksi periode itu, tak akan ditemui wanita berjilbab. Yang ada perempuan perokok, lalu opera ala barat menjamur di ibukota kaum Muslimin.

9. “Tahun 1970, tak kutemukan satupun wanita berjilbab di Alexandria”, tulis DR Musa Syarif. Jangankan Asia, Arab pun kala itu sangat jauh dari Islam.

10. “Israel pertamakali berdiri kokoh di Palestina, ketika pantai-pantai Gaza diramaikan oleh judi dan pelacuran, perempuan muslimah berlomba mengenakan topi ala ratu Inggris dan tinggalkan jilbab”, tulis seorang Jurnalis.

11. Spirit Islam kembali kuat mulai kurun 80-an, ketika Syeikh Ahmad Yasin dengan ‘Mujamma Al Islamy’ mengubah perjudian menjadi rumah tahfidz, pantai menjadi tempat mengaji. Reformasi pendidikan dan ekonomi mandiri.

12. Di Turki muncul pemimpin shalih Adnan Mandares yang kembalikan Azan dalam bahasa Arab serta diam-diam melakukan Umrah (yang karena itu beliau dihukum mati oleh militer), Necmetin Erbakan penggagas persatuan negri muslim, Guru Spiritual seorang tokoh yang kini kita kenal dengan nama Erdogan.

13. Perlahan tapi pasti, penjajah tumbang, sekularisme kehilangan tempatnya di hati umat Islam.Semangat Islam jadi gagasan yang sangat fresh, alternatif segar dan menjanjikan.

14. Indonesia pun bisa jadi contoh, dulu wanita berjilbab dituduh ninja & teroris. Kini, subhanAllah, lebih banyak berjilbab dibanding yang tidak.

15. Di masa itulah generasi baru lahir. Generasi yang tak mengecap westernisasi buta, yang tumbuh saat modernitas dan agama berharmoni. Kita ada diantara mereka.

16. Menjawab pertanyaan kawan, “dimana kita sekarang? Jatuhnya atau bangkitnya?”, maka jawabnya “kita ada dalam fase grafik naik setelah kejatuhan yang pilu.”

17. Satu cover majalah Amerika mengambil foto seorang muslimah Indonesia berjilbab naik motor dan dibelakangnya ada konstruksi gedung. Unik?

18. Bagi kita itu fenomena biasa, namun itu bahaya bagi mereka. Foto itu menyiratkan makna; bahwa Umat Islam telah bangkit di era modern, sibuk membangun & makin religius!

19. Maka, kita di persimpangan sejarah ini mendapat sebuah momentum untuk mengenalkan pada dunia hubungan mesra Islam dan modernitas. “Bukan agama yang tunduk pada perkembangan zaman, melainkan adaptasi realita baru agar sesuai dengan agama.”

20. Kekuatan baru telah lahir. Generasi muslim yang eksis dengan ilmu dan teknologi, logika dan sains, moderat dan di saat yang sama agamis. Saatnya isi momentum ini dengan keahlian kita masing-masing.

@edgarhamas

Indonesia: Bapak’s Beloved Country

(Foto oleh: pribadi)

–––

“Indonesia tanah air beta,

pusaka, abadi nan jaya,”

That’s the first lines of Bapak’s favorite national song, Indonesia Pusaka. Bapak is an Indonesian, born and raised. But Bapak used to live abroad for 17 years, 10 years in UK and 7 years in Germany. I remember he once wrote on his blog about 17-Agustusan when he was in UK. There was a celebration held in KBRI where people got to perform on a stage like here in Indonesia. He had this urge to make sure his friend’s children (the little violinists) had Indonesia Pusaka song on their set-lists. But it turned out they didn’t perform Indonesia Pusaka and he was disappointed. It’s a bit funny.

“Indonesia, sejak dulu kala,

selalu dipuja-puja bangsa,”

He’s turning 59 this year and 59 years is a long enough time to really know the country he was born in. He used to love bragging about his country to his foreign colleagues back in UK and Germany. The heavenly food, the generous people, the exquisite sceneries. It’s basically a paradise on earth. Yes, sometimes, he threw out a criticism or two about the government dysfunctions and whatnots but he always had his wishful thinking ready to counter it all. He might be gone a little too long from this country (almost two decades!), but he’s one of the best nationalists I’ve ever known.

"Di sana, tempat lahir beta,

dibuai, dibesarkan bunda,”

Last year, he returned to Indonesia for good. He’s home now, where he was raised by his loving Sundanese family. He was dreaming about having this country as his resort to spend his retirement years in. But Indonesia nowadays seems to grow into a massive mess. No day can go by without emotionally-draining news and awful events. For all I know, I can’t let this country disappoint another soul, especially his. I can’t let that happen. Bapak didn’t go all the way from a developed country where everything is better to this corrupted environment only to feel the tension, the heat, the war, the hate, whatever the opposite of peace. He deserves more.

“Tempat berlindung di hari tua,

sampai akhir menutup mata.”

One day, I asked him how he felt about the chaos happening in this country, his beloved country. I expected him to be disappointed and all because things got very unacceptably worse. But what I heard was, “Mbak Ai harus tetep punya itikad baik dan prasangka baik,” or roughly translated:  “Always have a good intention, have a good prejudice.” I was so embarrassed since I almost have no faith in the future of Indonesia. But Bapak had, and still has. If there’s a chance, however small, to better this country by doing whatever you do best, please keep on doing it. I want to keep on doing it. Help me. Help them. Help us. Help Bapak. I know he deserves more than this.

Ps. I know how easy it is for the privileged ones, like us, to give up on this country and flee. But it means that they need us now more than ever, right?


I wish I was wrong but I wasn’t.

Bandung, May 2017

Srt.

10

From Indonesia with love : “SAVE PALESTINE, SAVE GAZA!”

Taken at Bundaran HI, Jakarta - Friday, July 11th 2014.

Watch the full video here : Pro Palestine Rally in Jakarta

“Ini di mana?”

“Maksud kamu apa?”

“Foto ini. Ini di mana?”

“Kamu bercanda? Di rumahmu.”

“Hah? Aku serius nanya. Ini di mana?”

“Aku juga serius jawab. Kamu berbicara bahasa Indonesia, mengaku orang Indonesia, tapi masih bertanya ini di mana? Ini di rumahmu, di Indonesia.”

Foto-foto lainnya di instagram.com/kuntawiaji.

#365INDONESIA. Dari sini, akan gue mulai. Tepat 28 Oktober 2011, 83 tahun sejak Sumpah Pemuda pertama digelar di pondokan milik Sie Kok Liong.

Berawal dari seorang teman (@myuts) mengajak gue untuk melakukan flashmob Sumpah Pemuda. Setelah berbincang, dari situ gue tau bahwa dia ikut dalam kegiatan itu karena melakukan flashmob ada dalam bucket list miliknya. Gue juga punya bucket list. List dari apa-apa yang lo pengen lakukan sebelum lo meninggalkan dunia. Salah satunya adalah: melakukan sesuatu secara berkala selama 1 tahun.

Berangkat dari itu, project #365Indonesia lahir.

#365Indonesia adalah project pribadi dimana gue akan posting 1 foto keindahan nusantara setiap harinya selama 1 tahun penuh hingga 27 Oktober 2012. Akan ada total 365 foto yang ngasih tau lo semua bahwa Indonesia ini memiliki keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa.

Kalo gue belum bisa mengajak lo semua untuk melihat keindahan Indonesia physically, paling tidak melalui #365Indonesia ini gue bisa mengajak lo melihat keindahan Indonesia virtually. 

Bismillahirrahmanirrahim. Wish me luck!

LOMBA KUTIPAN BERGAMBAR MENYAMBUT HUT RI-70 DARI  “KITA”

Sudah sering melihat gambar “Wall Frame” dengan kutipan dari orang-orang terkenal seperti di atas? Keren, bukan? Bagaimana jika tulisanmu yang dipajang di dalam Wall Frame tersebut?

Sekali lagi, dalam rangka turut merayakan Hari Kemerdakaan RI ke-70, kali ini Tumblogger KITA bekerja sama dengan gelombang.co mengadakan LOMBA KUTIPAN BERGAMBAR. Temanya apa? Harus nasionalis dong ya… yaitu, “Tunjukkan Cintamu pada Indonesia dengan Aksara dan Potret Keindahannya”.


Ketentuan lombanya adalah sebagai berikut:

  1. Mem-follow akun Instagram @TumbloggerKITA dan @gelombang.co
  2. Men-tag akun Instagram @TumbloggerKITA dan @gelombang.co
  3. Menyantumkan tagar #TumbloggerKITA #pictquote #writingproject #DirgahayuRI70.
  4. Menyertakan akun tumblr dan atau nama penulis pada gambar.
  5. Gambar atau foto harus bertemakan “Indonesia”, baik itu keindahan alamnya, masyarakatnya, ataupun kekhas-an Indonesia.
  6. Sertakan sumber gambar apabila gambar bukan dari koleksi pribadi.
  7. Harus ada sinkronisasi antara gambar dengan sajak atau kutipan.
  8. Pada sajak atau kutipan, harus dan diwajibkan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, juga sesuai dengan EYD.
  9. Sajak atau kutipan tidak mengandung dan menyinggung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, & Antargolongan).
  10. Dan juga diwajibkan menggunakan kata “MERDEKA”.

Lomba Kutipan Bergambar ini akan dimulai pada malam ini juga pukul 22.22 WIB dan berakhir di tanggal 16 Agustus 2015 pukul 23:59 WIB.

Tanggal 17 Agustus 2015 nanti Admin Tamu akan berkolaborasi untuk men-share beberapa kutipan bergambar yang masuk menjadi nominasi pemenang.

Dan sorenya akan diumumkan siapa pemenang dari LOMBA KUTIPAN BERGAMBAR ini.

————–

Yang terpilih nantinya akan diberi kesempatan untuk membuat Wall Frame tersebut dalam bentuk nyata! Alias kutipan bergambarnya dijadikan Wall Frame oleh gelombang.co! Wuohoooo…!! Mana teriakanmu….!? Put your hands up..! *again muehehe… Siapa coba yang yang nggak mau kutipan bergambarnya ini dipajang di kamar sendiri? Minko aja mau kok. Yuk lah tunggu apa lagi? Buru bikin gih. Mulai cari gambar atau foto-foto yang dulu. Tiati baper pas liat foto mantan.. pfft..

Minko dan Minka tunggu kalian bikin dari sekarang sampai tanggal 16 Agustus 2015 nanti ya!!

 Nih Minko, kasih contoh gambarnya ya!

Salam MERDEKA!

Minko~