for selfie sake

4

Tagged by the beautiful @byunchen  for the selfie with/like your bias tag- thank you bae <3!!

Idk this grimy quality but Tumblr is about glitch soon at the sight of this ( how dare I disrespect Ethereal Kim Jongdae with this?) But look how haPPY my Blonde Chenshine looks!!!

Tagging: @byunspuppy @kittyhunnie @deanthesugabean @byuntifuls @luckychxns @pikadae @lady-serendipity @littlesunshinedae @solarcy @alphaxingmi and anyone else that wants to do it (you don’t have to~)

anonymous asked:

U should post a selfie of your gay self <3

….. this is what you meant by “selfie” right

Wings ~ Chapter 1

Pairing: Jimin x Reader
Genre: Angst, Best friend au, fratboy au
Summary: You were warned. But did you listen?
Word count: 16,038
Part: 1/? 
NB: I’m back! I have been gone a while (I was formerly slayyoongi/minthusiast/trapmonster lol). It’s gonna take a while to get back into this but I’m starting from scratch, using ideas from old stories to create new ones. I can only apologise for my sudden absence and deleting all my work, something which I have since majorly regretted. But anyway, now I’m back, and I hope I can once again write things for you guys to enjoy! And thank you to @jimins-goddess  for saving this after all this time! x

Originally posted by slightkpopobsession88


Keep reading

uneg-uneg tentang selfie (2)

gue mau lanjutin bahasan tentan Selfie di sosmed. Di tulisan sebelumnya, gue bilang kalo hukum Selfie pada dasarnya mubah. Tidak haram. Tujuan gue nulis tulisan sebelumnya adalah, biar kita bisa lebih luwes memilih pendekatan dakwah kalau sudah tahu hukum dasarnya.

Kebutuhan orang untuk pasang foto di sosial media kan beda-beda. Ada teman gue yang bikin instagram khusus buat keluarganya karena dia kuliah di luar negeri. Dan ngirim foto ke ortu lewat WA itu rawan hilang. Akhirnya dia memilih instagram sebagai media untuk membuat album foto. Buat obat kangen orang tua.

Ada juga yang hobi backpacking dan selfie terus diupload ke media sosial untuk mendokumentasikan perjalanannya. Semua tentang kenangan dan mengabadikan kenangan pun nggak ada salahnya.

Gue hobi trevelling. Tapi gue bukan tipikal traveller yang biasa motret. Gue menikmati perjalanan sampai suka lupa kalau gue belum motret, kalau nggak ada yang ngingetin. Gue juga sering banget janji ketemuan sama temen lama tapi kok lupa foto buat kenang-kenangan. Ada orang-orang yang sebenernya nggak anti selfie tapi hidupnya emang agak jauh sama kamera. Apakah itu kelebihan? Enggak juga ~XD

Kebaikan atau iman seseorang itu sama sekali nggak bisa diukur dari betapa sering dia selfie.

Hukum selfie itu mubah. Mubah di sini bermakna boleh dilakukan. Apakah yang mubah itu bisa menghasilkan dosa dan pahala? Tergantung niat dan adab. Kalo misal lo mau bantuin lembaga charity dengan selfie dan nunjukin kalo lo ikutan campaigne mereka, insya Allah selfie lo berpahala. Tapi kalo selfie lo cuma buat pamer atau nunjukin status sosial, lo sendiri yang rugi karena hidup lo cuma di dunia maya doang. Masalah niat, kita sendiri yang tahu. Dan kita punya kewajiban buat memeriksa niat kita sendiri, bukan niat orang lain.

Tentang mubah, gue paling gampang ngasih contoh lewat makanan ~XD karena makanan itu kita sentuh sehari-hari. 

Mubah itu tingkatnya macem-macem. Ada yang kayak karbohidrat, dibutuhin banyak buat tenaga. Ada juga yang kayak lemak yang kebutuhannya di tubuh kita cuma dikit banget, rasanya enak sih. Tapi kalo kelebihan bikin nggak sehat.

Apakah selfie itu seperti karbohidrat, gula, protein, ataukah lemak bagi kita? Lagi-lagi kita sendiri yang tahu.

Andaikata selfie bagi kita itu ibarat lemak, kita tahu bahwa lemak itu nggak baik buat tubuh. Tapi di sisi lain, kita tahu kalo lemak itu nggak haram. Jadi kalo ada temen yang banyak makan lemak, kita nggak bisa langsung bilang ke temen:

“Lo makan lemak banyak, mau mati lo?“

Paling yang bisa kita lakuin cuma memulai diet lemak. Ngejelasin nggak bagusnya di sisi mana. Pelan-pelan sampai temen kita tahu dimana sisi nggak baiknya lemak.

“Tulisan ini ujung-ujungnya bilang kalo selfie itu nggak baik kan? Lha ngapain sebelomnya lo pake nulis selfie itu mubah?“

“Ya karena selfie emang mubah. Tapi yang namanya boleh kan bukan berarti harus dilakuin sebebas-bebasnya“

Selfie dan ngupload di dunia maya itu punya kekurangan.

Pertama: Karena saking biasanya kita selfie. kita kadang kelewat buat ngefilter mana yang layak dishare dan mana yang tidak. Dalam bukunya pak Rhenald Kasali yang Strawberry Generation, ada cerita dimana seorang suami nungguin isteri lahiran tapi malah sibuk ngrekam momen lahiran isteri. Padahal saat seperti itu, yang mestinya diprioritaskan adalah doa untuk keselamatan ibu dan bayi.

Kedua: Karena saking seringnya selfie, kita kadang lupa menikmati suasana. Ada banyak museum yang melarang pengunjungnya untuk mengambil foto. Dan kalau di dalam sana, gue malah ngerasa lebih fokus ngelihatin benda yang ada di sana dibandingin foto-foto yang endingnya ga bakal gue lihat lagi karena besoknya gue sibuk.

Ketiga: Karena saking seringnya selfie, temen kita jadi males lihat kita ~XD Soalnya newsfeednya isi 10 foto kita dalam sehari. Lalu kita menjelma jadi duta segala macam produk.

Itu kelemahan selfie menurut gue. Kalian pasti punya sudut pandang lain tentang kelebihan dan kelemahan Selfie.

Terus kalau misal kalian itu tipe orang yang hobi banget selfie buat iseng doang, gue punya saran dikit. Nggak harus lo turutin semua sih. Tapi siapa tahu, ini bisa jadi insight.

1. Ada baiknya instagram lo tuh diprivate aja. Biar lo bisa ngefilter siapa aja yang follow. Pastikan disana nggak ada akun yang berniat jahat.

2. Berfotolah dengan tampilan seperti biasa. Jangan bermake up tebel sampe diri lo di foto beda banget sama dunia nyata. Karena yang demikian dekat dengan tabarruj.

3. Kalo lo hobi backpacking dan ngerasa selfie itu buat kenang-kenangan. Silahkan aja. Tapi lo bisa nyari opsi lain, biar timeline lo nggak berisi foto lo doang. Lo bisa simpen selfie itu untuk kenangan pribadi. Habis itu, lo bikin foto sendiri yang punya ciri khas dimana kalo orang lain lihat foto itu, dia langsung nebak kalo itu lo yang motret. Gue jarang selfie sih. Tapi gue suka banget motret taman dengan gaya cat view, ato motret sepatu gue yang pindah-pindah mulai dari hutan sampai tempat berdebu ~XD

Gue rasa, yang dibutuhin orang dari travelling kita ya kisah tentang suka dukanya. Bukan muka kita yang terpampang di seluruh halaman instagram. Boleh sih kayak gitu. Tapi jatohnya malah foto-foto itu kayak bukan kisah travelling lo, malah jadi semacam foto lo yang diganti-ganti background nya doang. Photosop aja bisa kalo itu mah.

4. Kalo lo mau wefie campuran cewek dan cowok (ini common sense banget sih), tempat lo jangan terlalu deket sama cowok biar nggak terjadi fitnah.

5. Silahkan tambah sendiri tipsnya.

Silahkan Selfie tapi jangan jadi penunggu instagram =))

3

“Fern, do you understand that there’s a reason for Tay, for all of us, to be concerned about you?’ Auggie asked when contraband llamas weren’t news anymore.

‘Well, you have a great opportunity to support me next Friday when I meet my ‘hot dude’ at ‘Church’. He advised me not to come alone’, Fern replied, studying her menu.

‘He was right. ‘Church’ is not the best club for sixteen years old folk’-

‘Say seventeen years old folk,’ Roosje smirked and then yelled at Tay that started to take selfies, ‘Tay, for God’s sake, do you really think it’s appropriate?! We’re talking about Fern’s life and death here!!’

‘You can’t even decide if it’s Fern’s life or Fern’s death, and I won’t get this lighting for the next 24 hours, so yes, I really think it’s appropriate’, Tay answered.

2

went out last night for a friends birthday for hotpot and sake!!! 

may have ate and drank too much but I’m still a mermaid