for baru

Saya mendapatkan pertanyaan menarik. Ada beberapa teman terbaik yang menjadi penyimak perjalanan saya dari sebelum menikah hingga menjadi ayah. Mereka pasti tahu bagaimana perjalanan itu begitu berliku, tidak selurus cerita-cerita di buku-buku yang saya tulis sendiri.

LifeCrisis seperti apa yang menjadi titik balik?

Saya akan berbagi beberapa hal yang bisa dibagi.

1. Terkait Menikah

Tahun 2014 akhir hingga 2016 pertengahan adalah fase dimana saya mengusahakan diri untuk menikah. Semua berjalan dibawah bayang-bayang, alias diam-diam. Saya pernah berdoa sambil memaksa, bahwa harus orang ini, atau dengan orang ini. Saya kekeuh karena saya percaya bahwa segala sesuatu pasti bisa diwujudkan, asal jangan menyerah. Ini adalah salah satu sifat keperfeksionisan saya dalam hal lain.

Ternyata rumusnya tidak begitu dalam hal takdir pasangan hidup. Allah menjatuhkan saya berkali-kali. Dan saya mengulangi lagi dengan cara yang sama, dijatuhkan lagi. Sampai titik akhirnya, saya pasrah. Tidak sampai sebulan saya berpasrah, Allah datangkan seseorang yang kini menjadi istri saya.

2. Fase Stagnan

Pernah tidak, merasa bahwa dalam rentang waktu cukup lama, kita merasa seperti tidak kemana-mana, diam ditempat. Tidak bertumbuh baik secara ilmu, secara fisik, secara apapun.

Saya mengalami itu. Aktivitas usaha saya, alhamdulillah memberikan kecukupan yang menurut saya amat sangat cukup untuk ukuran baru lulus belum lama. Saya pernah sampai dititik, tidak tahu mau apa lagi di dunia ini. Ini mengerikan, seperti depresi. Saat kita benar-benar tidak punya keinginan, analoginya seperti kamu tidak ingin beli apapun karena seolah-olah semuanya telah terbeli, sementara kamu memiliki uang untuk membelinya. Sampai kamu sumbangkan-sumbangkanpun, uangmu justru bertambah.

Saya pernah dititik, tidak ada hal lain yang saya inginkan di dunia ini. Saya seringkali mengendarai mobil tanpa tujuan, berkeliling kemana saja sampai lelah. Menyendiri, sangat introvert padahal saya ENTJ. Itu adalah seperti fase kehilangan tujuan hidup. Saya tahu ada yang keliru dalam hidup saya.

Dan saya terus menerus mencarinya sampai saya menemukannya. Dan yang keliru adalah berkaitan sama poin pertama. Saya pernah membuat dreamlist/dreamboard di tahun 2012 dan semuanya tercapai di tahun 2015, dan semua hal yang saya tulis tersebut bersifat materi :)

Disitulah saya mengerti, hidup ini bukan untuk mengejar materi karena itu berisi kehampaan.

3. Restu

Hal yang paling bisa membuatmu tenang dalam menjalani hidup adalah ridha orang tua.

Saya sering berbagi kisah ini ketika mengisi acara bedah buku ketika berbicara tentang perjalanan kepenulisan. Saya tidak linier dengan jurusan-jurusan yang saya ambil, SMA di IPA, kuliah di SeniRupa, dan berkarya di Kepenulisan Fiksi. Dan orang tua, pada waktu itu masih punya harapan sejak lama sekali; anaknya berkarya di instansi, jadi PNS :)

Jalan yang saya tempuh sekarang ini adalah jalan paling menenangkan karena semuanya sudah mendapatkan ridho. Rasanya masih mengganjal, saat kita ingin bekerja, berkarir, berkarya dalam suatu bidang, tapi orang paling dekat dengan kita justru berharap yang lain. Saya khawatir, ibu berdoa berbeda dengan isi doa saya XD

Akhir 2014 saya melakukan diskusi, memediasi impian-impian saya dengan presentasi ke kedua orang tua. Saya membeberkan recana hidup dari waktu itu (2014) hingga beberapa tahun mendatang. Semuanya saya katakan, detail terkait waktunya, mau jadi apa, bisnis apa, berapa potensi ekonominya, mau menikah, kapan menikahnya, dan kesiapan saya sejauh mana (termasuk kesiapan ekonomi karena waktu itu saya ingin memodali nikahan sendiri), tinggal dimana, dsb. Sampai orang tua tidak lagi ada pertanyaan apapun tentang anaknya ini. Hingga lahirnya kalimat ajaib yang intinya; Kami sebagai orang tua ridha sama rencanamu, Nak.

Selepas restu itu turun, semuanya berjalan dengan di luar dugaan, sekaligus saya tenang menjalaninya.

Ada tiga hal yang mungkin bisa saya sampaikan karena yang lainnya rahasia. Life Crisis akan menjadi pengalaman eksklusif masing-masing orang. Tidak sama satu dengan yang lain kasusnya. Dan saya percaya, kita pasti bisa melewatinya. InsyaAllah. 

Jangan berhenti melangkah :)

Salam hangat,

Kurniawan Gunadi

Entah, aku tak begitu peduli dengan malam tahun baru. Aku tak begitu peduli dengan gemerlap kembang api dan semarak terompet yang mengisi gempitanya malam.

Aku hanya peduli pada apa yang akan terjadi kedepannya. Banyak ketidakpastian yang bersemayam dalam punggung semesta. Dan hanya tinggal menunggu waktu untuk menjemput itu semua.

Sebab, makna sejati dari tahun baru bukan saat perayaannya. Namun, apa yang akan terjadi setelahnya.

— Arief Aumar Purwanto

Curhat : Minus 7,5+++

Dulu, waktu awal hamil, setiap baca buku karangan Bidan Yessie tentang Gentle Birth saya selalu nggak percaya kalau melahirkan bisa tanpa rasa sakit. Apalagi waktu beliau cerita beberapa pasiennya melahirkan tanpa mengejan. Apa ya bisa gituuu, kalau bisa saya juga mau! 

Alhamdulillah, kuasa Allah, Allah Maha Baik, di kehamilan ini saya diizinkan untuk menjalani proses persalinan tanpa mengejan. Padahal di minus tinggi yang dikhawatirkan ya saat mengejannya. HUHUHU ALLAH BAIK BANGET. Semoga anak kedua dan seterusnya diparingi kemudahan seperti ini Ya Allaaaah. 

Persalinan mudah tapi…apakah tanpa rasa sakit? Oh jelas! Jelas sakit hahaha. Tapi sejauh ini saya menikmati itu. Meskipun rasanya nanonano, sempat lemesss juga di bukaan 3 ke atas dan di detik-detik jelang persalinan, ah nantilah saya cerita. :D

Di awal kehamilan, begitu banyak orang yang mengkhawatirkan minus mata yg begitu tinggi. Termasuk saya. Mungkin suami saya juga, meski beliau terlihat kalem-kalem saja. Secara terakhir saya periksa, minus mata udah mau 8 aja, bahkan mungkin sudah 8. Cuma nggak saya turuti kenaikannya, jadilah meski sudah pakai kacamata, pandangan saya masih agak blur-blur sedikit. wkwkwk. Para pejuang minus tinggi memiliki resiko otot retina tidak sekuat teman-teman yang minusnya di bawah tiga. Saat memasuki bulan ke tujuh, dokter kandungan langsung meminta saya untuk pergi ke spesialis mata supaya tahu tekanan otot retina dan kekuatan mata. 

Waktu diminta ke spesialis mata rasanya…Deg degan! Panas dingin. Tapi saya tetep afirmasi positif; kalau mata saya nggak kenapa-napa. All is well. Saya sering gitu…setelah sholat biasanya, atau di saat senggang dan keinget, saya elus-elus mata sambil bilang, “sehat-sehat yaa, bantu aku lahiran normal ya, mata!”. Alhamdulillah juga, di zikir ma’tsurat ada doa untuk kesehatan mata, biasanya saya baca sambil elus-elus mata dan telinga XD :

 “Allahumma ‘aafini di badani, wa’aafini fi sam’i, wa’aafini fii bashori.”. 

Sambil nunggu panggilan dokter spesialis mata, saya nggak berhenti baca doa itu. Saya ulang-ulang.

Alhamdulillaaaaaah, setelah drama kecemasan akan mata sendiri-tapi-mencoba-tetap-optimis, dokter spesialis mata bilang meski minus saya tinggi, tapi tekanan dan tensi mata normal. Masya Allah, rasanya LUEGAAAAAAA PUOOOOOL, tapi…dokter spesialis mata bilang, saya nggak boleh sampai ada tindakan induksi medis lebih dari tiga kali dan tensi saya harus normal (tidak tinggi). Perjuangan tidak berhenti sampai disini untuk bisa bersalin normal, justru baru dimulai!

Berarti saya harus menghindari dua hal itu! Menghindari induksi medis dan tensi tinggi. Mulai deh ikhtiar dilipatgandakan menjelang persalinan. Supaya nggak ada induksi-induksian, berusaha nggak stress juga biar tensi nggak naik. Bismillaaah, berbekal beberapa buku dan kelas online saya mulai rajin lagi dan meniatkan diri supaya persalinan berjalan lancaaarrrr. Dan inilah ikhtiar yang bisa saya lakukan jelang persalinan :

  1. Beli gymball : memasuki bulan ke-8 saya mulai beli gymball untuk olahraga ringan. Karena olahraga pake gymball seru bangettt, nggak kaya olahraga, malah kaya mainan!
  2. Ikut senam hamil : karena satu dan lain hal, saya dan suami memutuskan nggak ikut kelas yoga. Tapi saya tetep ikut kelas senam di RS HappyLand. Sebenernya bisa aja sih senam sendiri di rumah, tapi manfaatnya senam sama-sama itu bisa dapet support dari sesama ibu hamil dan ada instrukturnya yang benerin gerakan kita. Di senam hamil saya juga diajari teknik pernapasan saat pembukaan, relaksasi, dan cara mengejan.
  3. Tetap memantau kesehatan janin : Healthy mom, healthy baby! Tetap makan makanan yang bergizi, rajin kontrol (sesuai waktunya) ke dokter/bidan, minum suplemen yang dibutuhkan ibu hamil. Kalau janin sehat kitanya nggak mudah stress. Saya hobi nyemil kurma ruthob, alhamdulillah masih musim yang setengah matang hihi. Rebusan air kacang hijau dan air kelapa muda juga baik untuk janin. Untuk bumil yang BB Janin sudah berlebih, sebaiknya melakukan diet sesuai kebutuhan janin. Jangan lupa minum air putih minimal 3L dan minum susu :D
  4. Rajin update ilmu : Semakin bertambah usia kehamilan, tentunya bertambah dan berganti pula keluhannya, nah disini ilmu dibutuhkan. Semakin kita berilmu, semakin rendah kecemasan kita. Makanya, saya doyan banget ngelonin buku segede gaban wkwkwk, rekomendasi buku kehamilan ; Gentle Birth Balance yang ditulis Bidan Yessie dan Superbook for Supermom yang ditulis grup SAM. Selain itu, kalau ada seminar-seminar boleh banget ikutan! Saya juga ikut kelas online bersama bidan yang diselenggarakan @bidanmudabergerak. Alhamdulillah ilmunya terpakai. 
  5. Cari teman bumil : Teman sesama bumil dibutuhkan, gunanya buat saling support dan berbagi ilmu. Alhamdulillah, saya hamil bebarengan sama @luthfitriana​, @dokterfina​, dan @yulialatifah​. Ilmu dan supportnya mantep-mantep, kami juga satu grup dimana-mana rasanya XD. Maaci mbak-mbakkuuuhhh!
  6. Cari dokter atau bidan yang support melahirkan secara normal : Dokter kandungan saya gonta-ganti sejak bulan pertama, dan baru menemukan ke-sreg-an di bulan ke delapan sama dokter yang membantu saya dalam persalinan. Saya gonta-ganti karena mencari dokter yang sevisi dengan saya, alhamdulillaah ketemuuu dan deket bangettt sama rumah, padahal sebelum-sebelumnya dibelain sampai mbelah kota Jogja demi cari dokter :D
  7. Jalan kaki dan berdayakan diri! : Ini puentiiing! Hamil bukan berarti kita malah tidur-tiduran. Kalau kita males, bukaannya juga nanti males-malesan karena fisik kita belum pemanasan. Beda yaaah tetap aktif dan kecapekan. Tentunya kita sendiri yang bisa mengukur sampai sejauh mana aktivitas fisik yang bisa kita lakukan. Rajin-rajin juga olahraga ringan untuk mempercepat pembukaan (ini dilakukan untuk kehamilan usia 8bulan ke atas yah, kalau yang ekstrim malah amannya untuk 35weeks ke atas), seperti njut-njutan di gymball (ini saya perhari min 30 menit), senam kegel, duduk tailor, duduk butterfly, goyang pinggul/ pelvic rocking (aman untuk 36w ke atas), squatting (khusus 36w ke atas), jongkok-jongkok (mulai 36w semua saya jongkokin! Mulai iris-iris sayur mayur buat masak, sampai mandi. everydayyy!), jalan kaki minimal 30menit sehari, senam hamil sendiri di rumah, dan biasakan pernapasan lewat perut. Sampai di bukaan 3 sebelum ketuban rembes, saya masih jalan kaki sambil goyang pinggul, karena gymballnya ketinggalan di rumah hahaha.
  8. Briefing sama suami soal persalinan : katakan do and don’ts kepada suami menjelang persalinan. Sering-sering curhat juga ke suami biar lebih rileks dan suami tahu perkembangan serta kesiapan psikologis kita jelang persalinan. Yang melahirkan bukan cuma ibu-ibu, tapi bapak-bapak juga berperan besar di proses persalinan. Selama bersalin rasanya saya harus banyak-banyak terimakasih sama mas @kurniawangunadi​ :”D
  9. Mendekat sama Allah :  ini hajat besar loh, kalau kita semakin menjauh dariNya, kepada siapa lagi kita memohon pertolongan? Perbanyak amal yaumi, jangan lupa ngaji untuk obat hati, sedekah untuk melapangkan, sering-sering minta doa ke keluarga dekat serta minta maaf sama suami. minta restu juga sama orangtua, terutama ibu kita! Kayanya kemudahan bersalin ini juga berkat doa banyak orang huhuhuhu. Nanti saat persalinan bakal kerasa kalau kita sungguh nggak ada apa-apanya :”””””” Allahuakbar.
  10. Tawakkal alallah : kita boleh berikhtiar, tapi tetap hasil akhir Allah yang pegang, ikhlaskan perjuangan sedari awal. Maksimalkan usaha, tapi juga lapangkan dada selapang-lapangnya. Kalaupun kita harus bersalin secara SC, nggakpapa! Mau normal ataupun SC tidak akan mengurangi hakikat kita sebagai seorang ibu. KIta tetap ibu dan kita tetap berjuang dalam persalinan! Apapun jenis persalinannya, berarti itu yang terbaik buat kita dan bayi kita. Yang penting semuanya sehat dan selamat :D Jangan takut sama persalinan, semua ibu di dunia mengalami hal ini. Ibu-ibu kita juga. Jangan kalah sama setan! Dia menghasut lewat ketakutan saat kita mau berjihad. Saya selalu ingat ayat favoritnya mas kalau mulai resah akan bersalin : 

“Infiru khifafan wasikolan wajahidu biamwalikum wa anfusikum fisabilillah dhalikum khoirul lakum inkuntum ta’lamun” 

Artinya: “Berat maupun ringan tetap berangkatlah untuk membela agama Allah dengan harta dan tenaga kalian. Demikian itu lebih baik untuk kalian jika kalian tahu”

kita bersalin dalam rangka melahirkan penerus agama Allah selanjutnya, kita berjihad, dan hanya kepada Allahlah kita meminta perlindungan. Bismillaaah :)

Kuasa Allah, saya bisa melahirkan dengan proses yang berjalan lancar. Alhamdulillaaaaah, Kak Shabira lahir setelah adzan dan iqomah Ashar. Watu hamil saya sering elus-elus perut sambil bilang, 

“Kakak, nanti Mamah bersalin nggak ngejan kakak keluar sendiri ya, Mamah tinggal ehem, terus kakak oek-oek yaaa.” 


Dan saat bidan bilang bukaan saya sudah 8, saya berdehem “ehem, ehem” harapannya kasih kode ke Kakak sesuai briefing di dalam kandungan. Alhamdulillaah diijabah sama Allah. Beneran dong, Kak Sha lahir di saat saya belum mengejan di bukaan lengkap. *birthstory bakal diposting di postingan lain karena ternyata: PANJANG JUGA EUY T.T kalau kepanjangan nggak enak wkwk

saya mah nggak ada apa-apanya kalau Allah nggak mudahkan saat persalinan. Karena waktu udah bersalin, yang ada semuanya Allah yang gerakkan. Saya nyaris nggak bisa ngapa-ngapain saking menyenangkannya gelombang cinta di setiap bukaan hihihi

Intinyaaa, kalau kamu, yang baca ini, mempunyai minus tinggi dan mau bersalin normal. InsyaAllah bisaaaaa, karena pasien dokter saya juga ada yang minus di atas saya dan mereka juga bisa melahirkan normal! Bismillah khusnudzan dan tetap ikhtiar yaaa, yang pasti : SERAHKAN SEMUANYA SAMA ALLAH :)

Kamu dan Apa-apa yang Saya Syukuri

Melihat senyummu, saya merasa menjadi wanita yang sangat beruntung karena pernah menjadi alasan simetris itu melengkung. Meski sekarang tidak lagi. Walau saat ini yang menciptakannya bukan saya lagi. Setidaknya setiap kali melihatmu tersenyum, senyum saya latah ikut juga.

Mendengar renyahnya tawamu, hampir sama. Meski entah tergelak karena siapa. Walau entah oleh karena apa. Mendapati kamu bisa tertawa lagi saat ini, adalah apa yang selalu saya syukuri. Ingat yang dulu saya bilang? “Kebahagianmu tidak berpatok pada ada dan tiada saya.” dan sekarang kamu mengalaminya, bukan?

Memantaumu dari jauh dan tahu bahwa kamu baik-baik saja adalah kesenangan tersendiri bagi saya. Walau tak tahu kabarmu langsung, nyatanya memang semesta terlalu ramah pada saya; didatangkannya info-info seputarmu, entah dari cerita sahabat-sahabatmu, entah dari apa yang kamu bagikan di dunia maya. Kamu berhasil membuktikannya; tanpa saya, kamu bisa. Tidak ada saya, kamu terbiasa.

Menyaksikan perkembangan-perkembangan yang terjadi dalam hidupmu, saya bersyukur berjuta kali. Jika dulu kamu membaik karena saya, kini berkali-kali lipat kamu membaik tanpa saya. Kamu hebat. Teruslah berkembang dan jadilah dewasa yang tidak membosankan. 

Dulu, kini, dan nanti; kamu adalah apa-apa yang selalu saya syukuri. Semoga setiap langkahmu selalu diberkahi.

Pernah nanya gini nggak: apakah hidup kamu sekarang ini adalah hidup yang bener-bener kamu mau? Jangan-jangan jauh di dalam diri kamu ada cita-cita yang belum tercapai dan sekarang kamu ada di jalan yang sama sekali berbeda dengan yang pernah kamu impikan. Jangan-jangan sekarang kamu terjebak dalam zona nyaman yang membuat kamu sama sekali nggak kemana-mana. Sampai pada titik ini, kamu hanya perlu berpikir untuk hijrah. Berpindah tempat, berganti kebiasaan, dan bertemu orang-orang baru. Ya, pikirkan dan niatkan saja dulu. Memang tak mudah, tapi setidaknya mulailah dari mencari kesempatan yang baik dan berani menetapkan pilihan dalam hidupmu.

Taufik Aulia

Curhat : Cerita Persalinan

Seperti biasa, pukul setengah empat pagi kami memulai aktivitas. Masih mengumpulkan nyawa, aku bersorak kegirangan.

“MAS, AKU MAU LAHIRAN!”

“Kapan?”

“Hari ini!”

“Kok bisa?”

“Ini udah bloodyshow* mas!”

Setelah itu, masih dengan santai dan haha hihi, aku telepon umi. Menceritakan kalau tanda persalinan sudah muncul. Umi terdengar panik di ujung sana, menyuruhku cepat-cepat ke bidan atau rumah sakit. Sebenarnya, aku dan mas berencana pergi ke RS sewaktu kontraksi sudah mulai intens per lima menit, saat ini aku belum merasakan apa-apa. Tapi daripada kenapa-kenapa yasudahlah kami berangkat saja ke RS.

Pukul lima pagi di RS, masih sepi. Maklum, RS yang kami tuju ini RS ibu dan anak, jadi jam lima begini masih melompong. Cuma ada pak satpam dan satu orang yang berjaga di meja admisi. Kami langsung dipersilakan ke UGD. Ternyata di UGD cukup ramai. 

Kami antri sekitar setengah jam lebih di UGD karena aku orang ketiga disini yang mau melahirkan :”D 

Setelah dicek oleh bidan ternyata aku sudah bukaan 1! Bahagiaaa rasanya sebentar lagi ketemu kakak bayi. Kami disuruh pulang dulu dan kembali pukul 10, atau boleh jadi sebelum pukul 10 kalau sakitnya tidak tertahan dan ketuban rembes. Bismillah semoga nggak mengalami dua-duanya. Aku sudah mengalami kontraksi intens perlima menit tepat sebelum bidan memeriksa bukaanku. Hanya saja, nyerinya masih bisa kutahan. Persis seperti mau haid.

Di perjalanan RS-rumah yang nggak ada 15 menit, kusempatkan telepon keluarga dekat, meminta maaf, restu, dan doa. Ayahku terdengar menangis di ujung sana. Aku buru-buru menutup telepon karena aku juga mau nangis rasanyaT.T

Sampai di rumah, aku sempatkan bebersih badan. Mulai mandi air hangat sampai keramas. Setelah itu main gymball dan jalan di rumah sebentar. Mas menyediakan makanku, mulai dari susu, madu, hingga sarapan. Beliau juga mulai sibuk mengabsen barang bawaan untuk menginap di RS.

Pukul delapan pagi aku mulai merasa kontraksiku menguat. Mas masih sibuk bersih-bersih rumah. Aku gemas sekali karena mauku Mas ada di sebelahku buat pijat punggung dan semacamnya. Tapi karena kami hanya berdua, dan aku tahu mas melakukan itu demi kenyamanan kami saat nanti pulang bersalin, maka aku membiarkan mas sibuk beberes ini itu. 

Pukul setengah sembilan pagi aku sudah meringis-meringis nggak karuan. Sakit punggungku mulai terasa. Rasanya mau duduk, tidur, berdiri, salah semua. Gymball kupeluk, aku mulai jalan-goyangpinggul-dan bersandar di tembok. Tiba-tiba aku mau makan indomie goreng -____- terabsurd dan aku minta mas bikinkan indomie goreng HAHAHA. Aku tau beliau kesal, tapi aku pengen. Dan aku kesakitan. Jadi…pliss Mas, bikinkan XD

Setelah makan indomie aku masih tetap rewel. Malah makin rewel karena sakit punggung-pinggul-sampai perut. Sakitnya nggak bisa dijelaskan. Mas melirik jam, masih pukul sembilan, tapi mungkin saking melasnya mukaku, Mas memutuskan membawaku ke RS.

Karena stock susu indomilk rasa melonku habis, sebelum sampai RS, kami mampir beli dulu. Kontraksiku sudah perempat menit sekali. Ya Allaaah rasanya kalau kontraksi pas hilang, di waktu jeda, legaa bangett. Tapi begitu dateng lagi, rasanya pengen nangis tapi gabisa nangis. Aku inget umiku. Aku makin merasa bersalah, merasa jadi anak penuh dosa, merasa kurang baktinya, karena ternyata begini rasanya mau melahirkan :’) Tangan mas sudah jadi sasaran cubit mulai saat ini. 

Kami sampai di RS pukul sepuluh tepat. Bidan mulai melakukan cek bukaan, dan ternyata bukaanku bertambah jadi bukaan 2. Ini aku bingung mau senang bukaannya sudah nambah, atau sedih karena pertambahannya baru satu. Rasanya kalau dihitung-hitung bukaan 10 kok masih lama. Karena kontraksi sudah datang pertiga menit, bidan menyuruhku menuju ruang bersalin, sebelum itu Mas diminta mengisi beberapa form administrasi. 

Ruang bersalin dingin sekali. Aku minta AC dikecilkan. Bidan bilang sambil menunggu bukaan aku boleh jalan-jalan di dalam ruang bersalin maupun di koridor RS. Aku mengiyakan, kubuat berjalan dengan harapan bukaan bertambah. Tenagaku sudah mulai berkurang, tapi aku sama sekali nggak nafsu makan, yang ada dipikiranku cuma gimana caranya aku bisa mengkontrol pikiranku yang kemana-mana, mulai dari aku merasa mau pingsan sampai pengen tidur tapi nggak bisa. Sakit makin menjadi-jadi. Aku minta mas membopongku berjalan, aku tetap mau jalan-jalan! waktu terasa lamaaa sekali, tapi jeda antarkontraksi terasa cepat. huhuhu. Aku sudah mulai nggak bisa bicara saking nahan sakitnya, kupikir bicara menghabiskan tenaga. Jadi aku zikir dalam hati.

Pukul setengah satu aku sudah kelelahan berjalan, kupakai tidur di tempat tidur sambil menikmati kontraksi yang makin menguat. Rasanya punggung ke bawah seperti bolak-balik dihantam wkwkwk. Aku mulai jadi tukang tuding, nyuruh mas begini dan begitu, utamanya memijat bagian punggungku, nggak boleh berhenti! HAHAHA sampai tangan mas gemetaran Ya Allaaah, tapi aku nggak gentar, mas tetep gaboleh berhenti, plis pijitin punggungku :”DDDD

Mas kelaparan, aku juga. Tapi aku nggak nafsu makan. Tapi Mas memaksa, karena sebelum lahiran aku sudah minta mas untuk mengingatkanku makan, jadilah beliau keukeuh aku harus makan, nggak papa sedikit, yang penting aku makan. Kami pun makan sepiring berdua, makanan dari RS hahaha. Ibu mertuaku sudah sampai di RS dan ikut menemaniku sekarang.

Pukul satu siang, bidan mengecek bukaan, dan ternyata aku baru jalan bukaan 3. PADAHAL AKU MERASA INI UDAH LAMA BANGET YA ALLAAAAH GUSTI hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mannashir wkwkwkwkwkwk. Aku sudah memutuskan, sesakit apapun AKU NGGAK BOLEH SAMPE KECEPLOSAN MINTA BERSALIN SC! Takutnya diaminin malaikat, nanti aku SC beneran. Harus berjuang sampai titik darah penghabisan dulu untuk lahiran normal. Aku mulai berusaha mengontrol pikiran dan hatiku, supaya nggak ngebayangin yang aneh-aneh seperti bukaan macet dsb. Tapi aku mulai risau karena bukaanku belum nambah, pun waktu Dokter Arsy visit, bukaanku masih tiga, huhuhu

Pukul setengah dua, ada sensasi makpyarr. Ketubanku rembes. Aku panik. Sedikit, Ya Allah masih bukaan tiga, masih jauh dari bukaan sepuluh kok udah rembes aja. :”)

Bidan-bidan mulai menanganiku, aku sudah nggak boleh duduk atau jalan. Tidur aja tugasku, sambil berdoa dan miring ke kiri (Tidur miring kiri bisa mempercepat pembukaan). Dalam hati aku udah pasrah, Ya Allah aku udah nggak bisa ngapa-ngapain, bukaan selanjutnya murni kuasaMu. Mulai ketuban rembes ini aku merasakan sakit yang luarrr biasa nggak pernah aku alami sebelumnya. Aku cuma bisa peluk Mas dan ibu mertua erat-erat. Mas mulai menuntunku mengatur nafas karena aku suka hilang kendali saking nikmatnya gelombang cinta :D

Aku melobi bidan, aku mau ke kamar mandi, rasanya kaya mau BAB. Tapi bidan  melarang, aku diminta kembali fokus bernapas. Ya Allaaahhhhhh. Aku pengen nangis rasanya, tapi nggak keluar air mata. 

Drama dimulai, pukul dua siang bidan mengecek bukaanku karena aku sudah nggak bisa senyum lagi wkwkwk. udah muka mau melahirkan. 

“Bu ini sudah bukaan delapan.”

ALHAMDULILLAH, rasanya pengen nangis terharu, akhirnya maju juga bukaannya. 

Karena aku udah sering briefing sama kakak bayi 

“Nanti keluarnya mama tanpa ngejan yaa, Mama tinggal ehem-ehem terus kakak meluncur lahir…”—maka aku berdehem di bukan delapan. berharap mengirim kode ke kakak bayi :D

Kebahagiaan bukaan maju berbanding lurus dengan nyeri dimana-mana yang aku rasakan. PLUS KEBELET B-A-B wkwk. Tiap aku diminta tarik nafas, aku keluarkan…tapi aku ngeden kaya mau BAB. Ya Allaah, padahal udah latihan pernafasan, kok keluarnya ngeden. Bidan pendamping udah berkali-kali ngingetin buat jangan diedenkan, nanti jalan lahir bengkak dan bukaan bisa berhenti. Tapi sungguh aku takkuasa menahan hasrat ingin mengejan wkwkwk. Mas mulai menepuk-nepuk pipiku, memintaku untuk konsentrasi menatap Mas sambil atur nafas sama-sama. Akhirnya nafasku mulai tertata kembali. 

Waktu azan ashar, aku merasa anakku udah mau keluar, udah diujung, tapi aku masih belum boleh mengejan. Lossssss…aku udah kehilangan kontrol atas diriku. Karena aku tiba-tiba ngejan nggak beraturan kaya orang BAB padahal belum masuk sesi mengejan–bahkan bidan belum cek bukaanku lengkap atau masih harus menunggu lagi. Setelah itu bidan memutuskan untuk mempercepat proses persalinanku. 

Selambu ditutup, lampu-lampu dinyalakan, bidan sudah menyiapkan alat-alat tempurnya. Dokterku belum datang. Ibu mertua diminta keluar. Sanggahan kaki sudah dinaikkan untuk menyanggah kakiku saat mengejan nanti. Tinggal aku sama Mas. Entah apa yang dilakukan bidan-bidan itu, aku nggak mau lihat. Aku cuma lihat Mas terus-terusan dan nggak mau berpaling supaya aku tetap bisa ‘bernapas’ dengan baik. Mas membimbingku teruuus untuk tarik dan keluarkan nafas. Dokter Arsy belum juga datang, aku sudah merasa sesuatu terjadi di tubuhku. TAPI AKU MASIH MIRING KIRI DAN BELUM BOLEH MENGEJAN wkwkwkw

Setelah semua siap, aku diminta untuk pindah posisi dari miring kiri ke terlentang. Baiklaaaahhhhhh…aku akhirnya terlentang. Dan,

“Oeeeekkkkk” suara tangis kakak tiba-tiba memecah ketegangan. Semua yang ada di ruangan terperangah karena aku belum sampai di sesi mengejan. 

“Bayinya pinter sekaliiii” Samar-samar kudengar bidan berseru. 

Aku masih takjub. Terpaku. Aku dan Mas berpandang-pandangan masih tak percaya. Aku belum mengejan! Aku sendiri nggak merasa apa-apa saat diminta terlentang, cuma tiba-tiba kaya ada yang meluncur keluar. Nggak sakit, nggak apa. MasyaAllaaaaahhhh. Air mataku masih belum keluar, tapi aku haru dan bersyukur luarrr biasa. Allahuakbar. Ya Allaaahhh terimakasih…

Sakitku langsung hilang seketika. Apalagi saat Mas mulai adzan dan iqamah di telinga putri kecil kami. 

pukul tiga lebih delapan menit, Aji Nur Afifah dan Kurniawan Gunadi resmi menjadi ayah dan ibu untuk bayi merah muda yang lucu. Kak Sha, selamat datang di keluarga kecil ini! Alhamdulillahirobbil alamiiin :) 



*bloody show : tanda bersalin yaitu keluarnya lendir darah dari jalan lahir.

Membaca Timeline Sejarah Palestina dengan Jernih

@edgarhamas

Membaca tentang Palestina selalu saja membuat kita antusias. Karena benar adanya, ia bukan hanya bicara tentang tanah lapang di tengah bumi yang sama seperti belahan bumi lainnya. Jauh lebih dari itu, Palestina, walaupun kecil ukurannya (hanya 2/3 dari luas Jawa Barat) namun sungguh sejarahnya penuh pesona. Begitu banyak shahabat Rasulullah ﷺ yang bercita-cita dimakamkan di bawah hamparannya dan tercapai citanya itu. Diantaranya Ubadah bin Shamit, Muadz bin Jabal, Shafiyah binti Huyai istri Rasulullah, Abu Ubaidah Ibn Jarrah dan banyak lagi, radhiyallahu anhum.

Palestina, selalu saja istimewa.

Dan kamu harus tahu, untuk mengetahui bahwa Palestina adalah bagian dari akidah kita, jangan mensetting ‘awal’ perjalanan bacaanmu dari episode Isra’ dan Mi’raj saja, walaupun benar bahwa peristiwa ini adalah momentum spesial yang mengubah arah sejarah manusia. Sebab nyatanya; Palestina adalah milik umat Islam jauh sebelum Rasulullah diutus. Palestina adalah tanah yang Allah berikan bagi penyembah-Nya yang shalih, bukan untuk yahudi yang dengan angkuhnya mengklaim Palestina milik mereka.

Apa yang Ada di Benak Yahudi?

Yahudi dengan sombong dan gampangnya berkata, “kami lebih berhak atas Palestina, karena kami bangsa pilihan Tuhan sementara yang lain hanya keledai dan monyet. Darah kami adalah darah para Nabi yang berasal dari Ibrahim”, kira-kira begitulah ringkasan pemikiran mereka yang ada di protokol zionis, talmud, dan taurat yang sudah diobrak abrik isinya.

Padahal Al Quran dengan tegas merekam dialog antara Allah dan Nabi Ibrahim, tatkala Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.”

Nabi Ibrahim berkata, “dan juga dari anak cucuku?”, maka Allah menjawab, “Janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim.”

Para mufasir menafsirkan ayat ini, bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim adalah; yahudi.

Episode kepemilikan Umat Islam atas Palestina nyatanya dimulai sejak Nabi Adam diturunkan ke alam dunia. Nabi Adam mendapat perintah dari Allah untuk membangun dua masjid pertama di muka bumi. Yang dibangun lebih dulu adalah pondasi Ka’bah di Makkah. Selang 40 tahun kemudian, Nabi Adam membangun masjid kedua di muka bumi. Masjid inilah yang kita kenal sekarang dengan nama Masjid Al Aqsha. Ya, sejak awal manusia di muka bumi, Al Aqsha adalah masjid! Bukan kuil, bukan tanah kosong, apalagi kandang kuda.

Nah, sekarang kita meloncat beribu tahun setelah Nabi Adam menuju zaman Rasulullah ketika Isra dan Miraj.

Menurut kamu, apa yang membuat Isra Mi'raj menjadi momentum yang sangat agung dan mulia?

Peristiwa Isra Miraj, dulu ketika kita masih kecil, selalu dominan tentang kisah Rasulullah Muhammad ﷺ naik ke langit tertinggi, bertemu para Nabi dan mendapat perintah shalat dari Allah. Benar. Memang begitu kenyataannya.

Namun sejatinya, semakin dewasa kita, seharusnya makin memaknai lebih detil apa yang terjadi di peristiwa Isra dan Miraj yang sangat sayang jika pemahaman saat ini sama dengan pemahaman kita di masa belia.

Salah seorang Ulama mengemukakan judul yang sangat bagus untuk menggambarkan rahasia Isra Miraj, yaitu; Sebuah Estafeta Kepemimpinan yang Baru.

Salah satu alasan, mengapa Allah memperjalankan Nabi Muhammad dari Makkah ke Baitul Maqdis dulu, baru ke langit, adalah karena Baitul Maqdis menjadi satu latar utama ‘serah terima kepemimpinan umat manusia’ dari nabi-nabi sebelumnya kepada Nabi Muhammad. Dan serah terima ini, disimboliskan dengan dijadikannya Nabi Muhammad sebagai imam shalat ratusan ribu Nabi dan Rasul di malam agung itu.

Ratusan ribu Nabi dan Rasul?

Benar. Bukan hanya mengimami Nabi-nabi Ulul Azmi yang lima sebagaimana kita diajari waktu kecil. Melainkan mengimami shalat “124 ribu Nabi dan 315 Rasul”, sebagaimana hadits Abu Umamah dari Abi Dzar. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.

“Dengan dijadikannya Nabi Muhammad sebagai Imam shalat para nabi”, tutur DR Yusuf Qardhawi, “menjadi isyarat bahwa kepemimpinan umat manusia telah berpindah kepada umat yang baru dan Nabi yang baru ﷺ, kenabian yang sifatnya untuk semesta raya, bukan lagi yang terbatas pada satu kaum di ruang dan waktu yang berbeda. Kenabian ini untuk seluruh warna kulit manusia, segenap zaman, dan sampai hari akhir nanti.”

Isra Mi’raj Jadi Penegas; Pemimpin Baru Muncul, Bukan Lagi dari Bani Israil.

Ya. Kepemimpinan telah digantikan. Bukan lagi nabi-nabi dari Bani Israil. Allah telah menjadikan nabi terakhir dari bangsa Arab, untuk seluruh manusia bahkan semesta raya seluruhnya. Dengan momentum Isra Mi'raj ini, semakin terang bahwa Yahudi tidak berhak memiliki Palestina. Karena Rasulullah ﷺ diangkat menjadi pemimpin seluruh Nabi dan Rasul di atas tanah Palestina! Dan umat Rasulullah ﷺ adalah kita, Umat Islam.

Bagaimana keadaan Masjid Al Aqsha ketika Rasulullah melakukan Isra Mi'raj?

Keadaan Al Aqsha sangat memprihatinkan. Saat itu Al Quds dijajah oleh Romawi Timur dan diganti namanya menjadi kota Elia Capitolina. Bagian tengah Masjid Al Aqsha dijadikan tempat sampah kota, dan dibiarkan tidak terurus. Banyak sekali bangunannya runtuh karena peperangan dan perusakan yang dilakukan Romawi. Agar lebih jelas, akan kami ilustrasikan dengan gambar.

(sumber : Abdullah Al Ahmar Instutute for Ma’arif Maqdisiyah)

Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa saat peristiwa Isra Mraj, Al Quds atau Baitul Maqdis berada dalam jajahan Romawi Timur, dan dalam keadaan yang 180 derajat berbeda dengan kondisinya sekarang. Sebab pada faktanya, Al Aqsha mengalami rekonstruksi berkali-kali sebab usianya yang sangat panjang semenjak Nabi Adam hingga kini.

Apa Usaha Rasulullah Muhammad untuk Membebaskan Palestina?

Ini sangat jarang dibahas secara khusus dalam buku-buku Sirah Nabawiyah Rasulullah. Padahal, banyak sekali fakta yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad sangat bersungguh-sungguh untuk membebaskan Palestina yang saat itu dijajah Romawi. Usaha itu meliputi; Pengiriman Utusan ke Raja Heraclius agar memeluk Islam, Perang Mu’tah –sebuah pertempuran pertama antara umat Islam melawan Romawi-, Perang Tabuk, hingga bahkan wasiat terakhir Rasulullah adalah ekspedisi Usamah yang bertujuan untuk membebaskan Palestina.

Perang Mu’tah (September 629 M) antara 3000 pasukan Muslimin melawan 200.000 tentara Romawi Timur.

Dalam pertempuran ini, 3 panglima muslim gugur, yakni Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah, radhiyallahu ‘anhum. Kepemimpinan pasukan muslimin diambil alih oleh Khalid bin Walid. Hasil dari pertempuran ini adalah; seri. Namun efeknya besar; Romawi ketakutan, bagaimana mungkin 3000 pasukan bisa seri melawan 1/5 juta manusia. Faktanya, Mu’tah berada 88 kilometer dari Al Quds. Sangat dekat.

Perang Tabuk (Oktober 630 M/ 8 H) antara 30.000 pasukan Umat Islam melawan 500.000 tentara Romawi.

Pertempuran ini berujung pada tidak bertemunya kedua belah pihak, namun memberikan sinyal pada Romawi bahwa Umat Islam telah menjangkau wilayah terdekat menuju Palestina. Jarak antara Tabuk dan Al Quds adalah 397 kilometer. Sangat dekat.

Ekspedisi Usamah bin Zaid (Mei 632 M/ 11 H) adalah perintah terakhir Rasulullah sebelum wafatnya (Juni 632 M/ Rabiul Akhir 11 H) untuk membuat pasukan yang dipimpin seorang sahabat beliau berusia 17 tahun, Usamah bin Zaid, guna membebaskan Palestina dari cengkraman Romawi Timur.

Bersama Usamah, ada 3000 sahabat Rasulullah diantaranya Abu Bakr dan Umar bin Khattab.

Dari 3 momentum besar itu, kita seperti diberi sinyal oleh Rasulullah, bahwa pembebasan Palestina adalah ruh perjuangan yang tidak boleh mati. Keadaan kita bahkan sama dengan masa Rasulullah, dimana Palestina sedang dijajah oleh kekuatan yang zalim. Bahkan sebelum wafat pun, Rasulullah membangun pasukan pembebasan Palestina. Bukan main perhatian beliau agar tanah suci itu terbebaskan.

Selanjutnya di bawah kepemimpinan Abu Bakar, perjuangan pembebasan Palestina tetap dilanjutkan. Perintah pertama Abu Bakar adalah, “lanjutkan pemberangkatan pasukan Usamah!”. Bahkan beliau melakukan langkah sangat hebat; Mengutus 5 batalion raksasa Pasukan Islam yang menyebar di Persia dan Syam, finish akhirnya adalah Al Quds Palestina sembari berkata, “Ketahuilah wahai umat Islam, bahwa Rasulullah telah memerintahkan kita membebaskan Syam (kini Syam adalah Palestina, Yordania, Suriah dan Lebanon), maka aku akan melakukan hal yang sama sebagaimana Rasulullah lakukan.”

Akhirnya, Al Quds atau Baitul Maqdis dibebaskan oleh Umat Islam di masa kepemimpinan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab setelah pengepungan sebulan sejak November 636 M sampai April 637 M.

Umar sendiri yang datang untuk menerima kunci Al Quds dari penguasanya saat itu. Al Quds saat itu bernama Elia. Kota itu dipimpin Uskup tinggi bernama Patrick Sophronius, Ada sebagian besar orang Kristen disana dan fakta pentingnya; tidak ada satupun orang yahudi.

Umar bin Khattab menyebut pembebasan Baitul Maqdis sebagai “Fathul Futuh” Pembebasan terbesar. Sebab kota itu adalah milik Umat Islam, dan disanalah sahabatnya, Rasulullah Muhammad ﷺ mengimami para nabi dan rasul sebelum naik ke langit. Pada hari bebasnya Baitul Maqdis jugalah Bilal bin Rabah kembali melantunkan adzan merdunya setelah lama tak bisa melakukannya sejak Rasulullah wafat. Dalam suatu kesempatan Umar berkata tentang Baitul Maqdis :

عمر بن الخطاب: ”نعم المسكن بيت المقدس، القائم فيه كالمجاهد في سبيل الله، وليأتين زمانٌ يقول احدهم ليتني لبنة في بيت المقدس“

“Sebaik-baik tempat tinggal adalah Baitul Maqdis. Orang yang tinggal di dalamnya seperti nilai mujahid di jalan Allah. Dan akan datang suatu zaman ketika seseorang akan berkata; seandainya aku adalah salah satu bata dari bata-bata Baitul Maqdis.”

Baiklah, sampai disini sebenarnya sudah cukup panjang. Terlalu panjang jika kita terus menerus berjalan mengarungi sejarah palestina yang masih sangat-sangat jauh untuk dijelajahi.

Kita padahal belum berbicara bagaimana perjuangan Shalahuddin Al Ayyubi yang heroik melawan pasukan 22 negara Eropa. Pasukan Salib menjajah Palestina tahun 1096 M, yakni 6 abad setelah Umar membebaskannya. Selama 90 tahun orang Nasrani menjadikan Masjid Al Aqsha sebagai kandang kuda pasukan Salib dan mengganti kubah Al Aqsha dengan salib raksasa. Hingga akhirnya tahun 1187 M, Shalahuddin bersama 13 ribu pasukannya mengalahkan 60 ribu pasukan salib di pertempuran Hitthin, untuk kemudian membebaskan Palestina yang kedua kalinya.

Sekarang, umat Islam merasakan penjajahan atas Palestina yang ketiga kalinya. Dan parahnya, yang menjajah Palestina adalah kaum yang paling keras permusuhannya dengan Umat Islam.

Siapa mereka? Yahudi.

Darimana kita tahu bahwa mereka sangat membenci umat Islam? Dari firman Allah dalam surat Al Maidah 82, “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” MasyaAllah.

Penutup; Sinyal Sejarah Sedang Berbicara Padamu

Kamu tahu? Ada sinyal yang sama, yang didengungkan sejarah padamu sebagaimana ia memberi sinyal pada Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al Ayyubi. Sinyal yang sama dan keadaan yang sama, yang membuat kamu hidup di titik sejarah dimana Umar dan Shalahuddin hidup.

Apa itu?

Baik Umar bin Khattab, maupun Shalahuddin Al Ayyubi, dan kita, sama-sama hidup ketika Palestina dijajah oleh kekuatan yang zalim. Umar menyaksikan Romawi menjajah Palestina. Shalahuddin menyaksikan dengan pedih pasukan Salib menyembelih umat Islam di Palestina. Dan kita, menyaksikan dengan mata kepala sendiri, zionis yahudi membunuhi anak-anak tak berdosa, mengebom masjid dan sekolah, meluluh lantakkan perumahan dan rumah sakit.

Sejarah sedang memberi sinyal. Apakah kita adalah generasi yang ditakdirkan untuk membebaskan Palestina? Sebab saat ini dunia Islam sedang bangkit. Di saat yang sama, kezaliman yahudi makin menjadi-jadi dengan membuat Al Quds sebagai ibukota mereka.

Namun ingat; fajar mentari terbit biasanya setelah malam gelap gulita. Gelombang laut akan tsunami setelah didahului dengan air surut.

Inilah saatnya kita merebut takdir sejarah kita. Jangan sampai kita lewatkan, jangan sampai kita tak peduli. Jangan sampai kita malah membuang muka dan mengoceh mengabaikan Palestina. Sebab bahaya, jika Allah akan ganti kita dengan yang lainnya, “dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QSbMuhammad : 38)

Jangan pernah bosan membela Palestina!

(disampaikan dalam Diskusi Online bersama rekan perjuangan G10 Palestina. Komunitas G10 ini —Gerakan 10 juta untuk Palestina— komunitas sederhana yang dirintis mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk mulai ikut serta dalam Pembebasan Palestina melalui infaq rutin)

3

MUSLIM PLANNER 2018

Siang ini, saya mendapatkan sebuah broadcast yang berisi tentang sebuah Planner 2018.

Kurang lebih begini isi broadcastnya :

Assalamu'alaikum! 🤗

Halo, teman-teman semua~~~

Awal tahun baru biasanya menjadi momen untuk menyusun rencana dan target-target yang ingin dicapai selama setahun kedepan.

Nah, untuk membantu kita merencanakan target-target itu, 2018 MUSLIM PLANNER hadir untuk membantu kita mencapai target dunia maupun akhirat.

InsyaAllah

Hmm terus, apa aja sih isi planner muslim jaman now ini? 🤔🧐 Nih, cekidot:

✅ My Self Potrait
✅ Biodata
✅ My Family
✅ Reasons Why I Am Awesome
✅ Kalender 2018
✅ Kalender 2019
✅ Kalender Puasa 2018
✅ Life Plan (Rencana Usia 21-60 Tahun)
✅ Yearly Goals
✅ Monthly Spread
✅ Weekly Schedule
✅ Daily Activities
✅ Jadwal Kajian
✅ Du'a List
✅ Kalender Cuti Liburan 2018
✅ Places to Travel
✅ Financial Report
✅ Books to Read
✅ Must Have Items
✅ People That Inspire Me
✅ Family & Close Friends Milad
✅ End-of-Year Evaluation
✅ Notes

Kabar baiknya, planner ini dibagikan secara cuma-cuma loh. 🤑

Yup, FREE for PERSONAL USE ONLY yes.

Cara dapetnya gimana dah? 🤨
Langsung aja klik linknya di bawah ini.
⬇⬇⬇⬇⬇

https://drive.google.com/drive/folders/1kxHuN8Sj6Cl1kxJnabWBcoC5uraeowOm?usp=sharing_eil&ts=5a49d364

Planner ini ada dalam bentuk pdf dan jpeg lho.

Setelah di-download ⬇ tinggal di-print 🖨 aja deh. Happy planning!💡💡💡

Semoga bermanfaat ya dan semoga semua hal yang ingin kita raih di tahun ini bisa terlaksana. 😎
🙏🏻 Aamiin 🙏🏻

Oh iya, silahkan dibagikan ke teman-teman yang lain ya. Supaya semakin banyak orang yang bersemangat mengejar impiannya.
Demi masa depan yang lebih baik. ✊🏼✊🏼✊🏼
#eaaaaa

Jazakumullah 🤗

Setelah baca itu, langsung saya buka linknya dan ternyata keren banget.

Sengaja saya share di tumblr, karena saya rasa ini sangat bermanfaat.

Terima kasih kepada pembuat Muslim Planner ini, yang bernama Aya (Dicari-cari, ternyata nemu orangnya di IG, dengan akun @thelightofdhuha ). Semoga menjadi amal jariyah ya bagi ananda.

Jika teman-teman merasakan manfaatnya dan juga ingin berbagi kebaikan, silahkan share juga info ini. Semoga banyak orang yang menjadi lebih teratur hidupnya.

Tahun baru paling romantis di kepalaku hanyalah suatu keadaan di masa depan di mana aku dan kamu duduk berdua di teras rumah kita dan menyaksikan orang-orang menyalakan kembang api tengah malam di angkasa.