erangan

Menapaki Beda (2)

Lantaran segalanya begitu jauh.
Sepasang hati ini sukar untuk merengkuh.
Kita bisa apa?
Mengaduh tidak akan mampu menyentuh rahasia Tuhan yang tabu.

Hanya karna doa yang kita ucap tidak serupa.
Hanya karna kita punya Tuhan.
Yang katanya berbeda, yang kataku tidak sama.
Padahal sadar, Ia cuma satu. Tanpa cabang, tanpa persimpangan.

Kita hidup disatu masa, kini.
Menjalani apa yang waktu sediakan didepan mata.
Jika nanti, pada akhirnya jemalin yang kita punya tak juga mengikat dengan sempurna.
Kita akan berhenti.

Pun jemalin ini menyatu, disebabkan oleh tangan-Mu.
Bila tidak juga ada titik temu dan hanya buntu karna semu.
Urai saja. Menjadi helaian yang saling melepas.
Tanpa harus saling mengunci, hingga terdengar erangan pilu yang meretas.

Kau dengar yang kita pinta.
Walau dari hati yang bergaung tanpa suara.
Kau tahu dimana kita berada.
Meski tempat kita begitu terasingkan tak berpeta.

Kini, kita ikuti kemana awan berjalan meninggalkan langitnya.
Lalu nanti, giliran kita yang menapaki arah.
Membiarkan Tuhan menggiring kita membawa langkah.
Ketempat dimana hati bisa menetap tanpa adanya sekat pemisah.

Tanpa perlu menerka.
Tuhan tahu tempat yang seharusnya.
Yang akan kita sebut sebagai, Rumah.
Iya, Dia. Tuhan kita.

9:31 pm. May 18, 2015. Monday

Bahasa Indonesia-Bahasa Silet

I randomly found this from social media.. hahaaa… aya-aya wae atuh nya kalakuan pujangga teh..

Bahasa Indonesia: Selingkuh.
Bahasa Silet: Goncangan kesetiaan cinta kini kandas sudah.

Bahasa Indonesia: Kangen.
Bahasa Silet : Sedang dilanda rasa rindu nan menggelora sehingga tak bisa tidur semalaman.

Bahasa Indonesia: Galau.
Bahasa Silet: Lara merundung menyesakkan dada, sungguh hanya kekasih pelipurnya.

Bahasa Indonesia: kimpoi.
Bahasa Silet: Erangan nafsu pemecah sukma di malam syahdu.

Bahasa Indonesia: Cantik.
Bahasa Silet: Raga nan indah bak intan permata bagaikan ratu cleopatra.

Bahasa Indonesia: Kangen mantan.
Bahasa Silet: Hati masygul yang berderik laksana sungai kering mengungkung ikan-ikan penuh dahaga.

Bahasa Indonesia: Kebelet boker.
Bahasa Silet: Desakan jiwa dan nurani menyemburatkan rona tertahan ingin bebas tapi tak berdaya dihadapan yang tercinta.

Bahasa Indonesia: Abis boker.
Bahasa Silet: Setelah bergeming dg deru asa hingga bersimbah peluh akhirnya tergores senyum diwajah.

Bahasa Indonesia: Upil.
Bahasa Silet: Butir-butir debu dalam rongga kehidupan.

Bahasa Indonesia: Ciuman
Bahasa Silet: 2 bibir bertaut merenda kasih saling berkatub seakan tak ingin lepas membuat jiwa menggelora penuh asa.

Bahasa Indonesia : Bau jigong.
Bahasa Silet: Semerbak aroma menusuk sukma,nista tak tertertahankan menggetarkan tirani.

Bahasa Indonesia: Ngantuk.
Bahasa Silet: Dua jendela hati yang tak kuasa menahan rasa menutup hari.

Bahasa Indonesia:Nonton SM*SH
Bahasa Silet: Termenung sejenak meresapi para pria nan elok mencolok membuat mata tercolok.

Bahasa Indonesia: Penggemar Justin Bieber.
Bahasa Silet: Perawan2 labil yg menggelinjang di depan panggung.

Bahasa Indonesia: Lapar.
Bahasa Silet: Erangan batin yang berkobar dalam rongga kenistaan hingga menjerit, menjalar asa kehampaan.

Bahasa Indonesia: Kentut.
Bahasa Silet: Sekelebat nirwana yang memaksa batas norma.

Jika memang kau mengharuskan aku untuk pergi maka aku akan pergi. JAUH. Hilang dari hidup mu, agar kau puas tak banyak omongan tak banyak erangan. Tiada pernah salah orang yang mengalah. (at Kraton Yogyakarta)