enambelas

Jika bercerita tentang kita pada kita, tentu akan ada banyak sekali emosi dan ekspresi yg ada; tawa, suka, cinta, duka, susah, dan lainnya. Tapi coba ceritakan tentang kita pada mereka. Adakah yg mengerti tentang antri mandi, latihan hormat tepuk-tepuk telapak tangan sampe siku di pintu wc, mandi bareng, lari pagi, kakak meja makan, fitnes, disuntik, pmdk, ompreng, lonceng makan, apel pagi, nyakit, kampus, nye-nack, vip, graha siswa, rts, pkg, kandang, gebe, kopel, plasa, gsg, kulsub, tokek, ngepet, kojom, bn, pesiar, ib, il, nembak, loncat pagar, sengak, pejabat teras, korsik, libas, bulan bahasa, bazar, pesantren ramadhan, tamtama, bintara, perwira, longmarch, plm, pj, soda, sud, sokat, sobar, somar, sososo yg lain, lapangan hitam, dijemur, study tour, ekspedisi, jelajah alam, kakak asuh, kakak angkat, ibu asuh, ayah, babe, abah, bunda, mami, umi.
Mungkin ada satu-dua yg akan mengerti, tapi tentu saja takkan menciptakan emosi dan ekspresi yg sama. Yaa…ini tentang kita. Enambelas!!!
Selamat ulang tahun ke-6. Sukses selalu untuk kita bersama, mari jadwalkan pertemuan di sebuah event charity ato event bergengsi lainnya, pertanda kita telah menuai sukses semuanya.
Enambelas..siap! Kekuatan..enambelas..enambelas!
Salam dari kami XVI Semarang.
#XVI #enambelas #titianteras #tt #jambi #love #brotherhood #solidarity #family

Kicauan🐤

So tell me why him, dear heart..
Well, akhirnya Ramadhan kali ini Tuhan mempertemukan gue dengan seseorang. Dia bukan orang baru dalam hidup gue. Kurang lebih 6 tahun gue kenal dia, dan 2 tahun belakangan kami tidak bertukar kabar. Yaa seperti biasa, bukber pun menjadikan alasan gue dan dia saling sapa -lagi, dan pada akhirnya di pertemukan dalam suatu kesempatan.
Hari itu tiba, sejujurnya perut gue mulas ngebayangin akan seperti apa kami di dunia nyata? Meninggalkan fakta bahwa beberapa hari sebelumnya kami saling menyapa dalam komunikasi udara. Just to be honest, I’m happy. So happy, akhirnya Tuhan mempertemukan kita lagi.
Sosok dia pun kini sudah berubah amat jauh, melesat. Menjadikannya terlihat lebih dewasa dan berwibawa. Senyuman itu pun masih sama, jahil dan mengesalkan. Apa yang gue sesalkan? Karena gue baru menyadari, betapa senyuman itu mampu membuatk gue lupa caranya bernapas meski hanya dalam hitungan detik.
Hari itujujur gue amat sangat bahagia. Interaksi yang kita miliki gue rasa lebih banyak dibandingkan kita dengan yang lainnya. Senyuman itu, tawa itu…
Anyway, it’s weird to thinking who I started Ramadhan with last year and who I’m starting it with this year.. Time sure flies, people change and finally I meet you again :)
Bismillah.. Apapun yang terjadi, I’ll wait and pray. I just wanna tell you that I love your eyes. And your smile. And your laughs. And… Everything about you :))

**Hahahaha gue tau banget nih dia pasti gak akan pernah kepikiran kalo gue bakal  nulis yang aneh-aneh macam ini..

Enam Belas

16 Mei 2014

Enam Belas, apa kabar angka enam belas? Kuharap kamu baik-baik saja di sana, iya di sana, di kota tempat muara semua mimpi orang-orang seperti kita berada.

Tak terasa kita semakin jauh, jauh seperti angka satu dengan angka enam, dipisahkan oleh lima hitungan. Hitungan logis yang meruntuhkan segalanya.
Sebut saja lima hitungan itu bernama T-U-H-A-N atau mungkin kau lebih suka menganggapnya sebagai J-A-R-A-K, ya semuanya logis, ketika kita anggap itu sebagai hitungan matematis.

Enam belas, adakah kau bahagia di sana? Di sana di tempat kau pupuk hitungan-hitungan limamu yang lain? M-I-M-P-I atau mungkin C-I-N-T-A mu yang lain, Kuharap begitu, semoga saja. Tenang saja, di sini aku sudah pernah mengalami seperti ini, lima hitungan tahun sebelum kita berpadu di enam belas itu, walaupun ini mungkin lebih parah, lebih dalam, mungkin, siapa yang tahu.

20 Mei 2014

Enam belas, tahukah kau bahwa hidup ini indah? Indah serupa ketika angka satu berpadu-padan dengan enam, serupa ketika masih ada kata ‘kita’, atau sekedar hanya kata ‘aku’ dan ‘kamu’
walaupun mungkin kau dan aku tak pernah suka mengucapkannya kata-kata itu satu sama lain.

Enam belas,
Mungkin aku yang terlalu bersikeras
atau diriku yang malas
melukaimu, mencintaimu dengan waras
entahlah, sekarang bagiku sudah jelas
Kau tetap enam belas
Bilangan cinta yang tak berbalas
Kisah senduku yang berakhir naas Adakah enam belas yang lain?
Semoga,
Aku membencimu dalam cintaku

Gresik, 16 Mei 2014 dan
Yogyakarta 20 Mei 2014

Lagi ON

Setelah sekian lama liburan, dan emang masih lama lagi liburannya, aku bingung harus ngapain sekarang. Kayaknya buat jalan jalan jauhnya cukup. Hurghada jadi pembuka liburan. Dan itu indaaaaaah banget. Sampe sekarang belom bisa move on cuy dari sono. Terus puasa. Ramadhan dengan enambelas jam puasanya dan cuaca terik yang ga ada abisnya, jadi agenda liburan tersendiri di tahun pertama aku tinggal di kairo. Yang heran rasanya gimana, sangat dipersilahkan tahun depan, anda menjalani romadon di sini. Haha. Lalu lebaran di negri orang, yang kata nya cuma makan nasi ples telor wkwk. Terus dilanjut ke Alexandriaa, menikmati qaitbay dan pinggiran pantainya di sore hari. Indah juga, tapi kurang puas sih. Gak tau kenapa, pantai itu selalu membawa kebahagiaan dan semangat baru. Terus yang masih kerasa itu sampe sekarang, ke Dreampark meeen. Punya nyali guee kesonoo. Wkwk. Jujur aja, sejauh ini aku belom pernah mainan yang nguji adrenalin sampe segila itu. Dufan? Beloom. Sampe dreampark sebenrnya panas dingin, haha. Tapi aku harus nyoba semua wahana lah (read: wahana gratis) . Haaah. Puas sudah aku berteriak teriak. Ngebet kesana lagi mainan yg lebih gilaak. Wait me ya. Trus diakhiri dengan demo di KBRI wkwk. Itu demo-demoan kali yak wkwk. Yaa itu sedikit dari paruh liburanku. Masih ada paruhnya lagi, dan itu belom terlewati. Semoga selalu memberikan barokah di setiap langakah kita. Dan selalu ada semangat baru setelah kita selesai berlibur. Ayo mulai buka diktatnya lagi! (Ngomong sama tembok)

aku malas nak terangkan. apa orang fikir lantak doranglah selagi benda tu baik. setakat ne alhamdulillah baik. tapi aku tak rasa kau suka. so, kau terangkan sendiri. jangan risau, aku tak mengiyakan apa-apa pun. aku ikut flow dorang jak dalam tu. kalau kau tak selesa, just terangkan. jangan harap untuk aku yang jelaskan. dan lagipun kau sendiri yang mulakan. peace!
— 

Syawal ke enambelas

01082015

0316pagi

Alhamdulillah

Bahagia rasanya mendengar kabar baikmu. Kabar bahwa kamu baik2 saja, kabar bahwa kamu tengah bahagia dan sanggup melupakanku. Walaupun kabar itu bukan datang dari lisan maupun tulisanmu.

Belajar. Hingga detik ini aku masih belajar. Belajar menyamarkan kenangan. Bukan melupakan, karena aku rasa tidak mungkin aku melupakan serentetan kenangan selama ini.

Entahlah, mungkin Tuhan memisahkan kita dengan alasan seperti kemarin agar kita enggan kembali lagi, agar kita terpisah lebih jauh lagi, agar kita sadar kita bukan sepasang jodoh yang Tuhan inginkan.

Aku tidak ingin berkata2 lebih banyak, karena yang aku tau hari ini, hari dimana aku lebih sering mengingatmu dari pada diriku sendiri. Karena apa? Enambelas. Ya, 16.
Selebihnya mari kita belajar saling melupakan.