drumband

Pertama

Ada tugas Bahasa Indonesia bikin puisi. Hahaha jagonya deh udah. Pas dikasih tema tentang “perasaan” aku langsung kepikiran bakal buat apa. Besok bakal dibacain di depan kelas (ada beberapa diksi yang beda. Soalnya enggak tau kenapa gak mau pakek vahasa tingkat tinggi buat dibacain nanti). Huhu Ibuuuu, suruh aku buat puisi banyak-banyak aja, tapi kalo soal bacain…. kupasrahkan takdirku.

.

TENTANG BANGGAKU

.

Kesal, benci

Tak ada satu berubah

Terjatuh, terinjak

Tak juga satu berubah

.

Tangisku terpecah tawa

Resahku termakan senyum

Amarahku terbunuh nyaman

Lelahku terbayar bangga

.

Semua tentangmu

Semua tentang semua dari kita

Semua yang telah dan akan terlewati

Akan tetap nirmala rasaku

.

Terima kasih Tuhan, kau anugerahkanku mereka

Mereka yang mebuka bianglala dari hujan-Mu

Yang tak akan terganti dan tergambar

Tulisan ini pun tak sanggup

.

special for my best

Drumband Tarantula

Esp. ‘12 & ‘13

Today was a very good day comparable to previous Mondays. Got this new lip stain/lipgloss/lipstick stuff that I’ll probably wear a lot more. My hair is fading and it’s mostly green now. I’m nervous about asking my mother if I can dye the ends of it brown since she’ll probably say it fading “is punishment for dying it in the first place without permission.” We have our first practice for indoor tomorrow and I have mixed feelings about it. I need to go to the mall soon to get new earrings. If anyone has any 6g’s they’d like to give me, that would be super.
Which reminds me, I haven’t seen Garrett in a few weeks. I miss him, which is weird, since I never really hung out with him much to begin with. I dunno, it’s strange to me that people can have connections based off of nothing.
I’m going to sleep now because I feel super tired for it being 9:30.Β 

-

Sebenernya, abis puisi ini dibuat, aku juga buat surat buat mereka. Tapi aku share yang ini aja dulu.

Isi puisi ini ngalir drastis di otak sambil inget-inget kejadian hari (Jumat -) Sabtu (- Minggu). Yaaaaa, ini, Dek yang aku rasain hehe.

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Maafkan Kami

.

Terik sang raja menusuk

Menambah bara dalam hati

Terasa puputan bayu gersang

Bercucur lebih keringatku

Β .

Tak habis pikir

Terkejut

Bagaimana bisa sampai hati

Bagaimana bisa sebodoh itu?

Β .

Apa aku gagal, Pemula?

Apa kami gagal, Pemula?

Maafkan kami, Pemula

Maafkan

.

.

Mungkin, kalian ada yang bingung sama maksud puisi ini. Tapi buat yang udah baca isi amplop coklat, mungkin bakal ngerti.