dosa

Lelaki di shaf ke-3

Fabi-ayyi ala-i rabbikuma tukaththibani

Seisi ruang bergema. Raga-raga tengah bergetar dengan lirih.
Pria yang berada paling kanan di shaf ke-3, seketika melupakan pegal di kakinya yang sedari tadi mengganggunya.

Badannya, ikut bergetar. Dadanya, bergemuruh. Lebih hebat dari sekedar gesekan awan-awan gelap di langit. Gemuruhnya berasal dari dosa-dosa yang bergesekan, dari khilaf-khilaf yang mengarung.

Kullu man ‘alaihaa faanin..”

Imam berhenti sejenak, suaranya hampir hilang ditelan isaknya sendiri, namun tangis dari seisi ruang tak mau berhenti, malah semakin hebat.

Lelaki di shaf ke-3 itu, seakan tengah bertemu dengan kerinduan yang tak disadarinya, yang selalu disembunyikannya.


“Assalamualikum warahmatullah…”

Lelaki di shaf ke-3 itu, masih menahan sisa-sisa tangis, menyembunyikan dalam salam saat kepalanya menengok ke bahu kanan dan kirinya.

Kerinduannya pada tangis terbaik, berujung temu yang begitu syahdu. Disaksikan ribuan Malaikat di langit. 

Lelaki di shaf ke-3 itu, kini paham, mengapa semua luka yang pernah hadir di hidupnya, tak pernah berani tumpah. 

Lelaki di shaf ke-3 itu, menyimpan semua tangisnya, untuk ditumpahkan di malam-malam terbaik-Nya. Selain agar tangis yang membuat gemuruh dalam dadanya, dapat menyambar palung nuraninya yang paling rahasia, namun juga agar lelaki di shaf ke-3 itu, tidak menangis sendirian.

ulfanurulq  asked:

Kak kenapa kita hrs tersesat dulu dalam menemukan jodoh? Membuang" waktu, pikiran dan perasaan pada seseorang yang bukan untuk kita? Juga berapa kali kapasitas yang dimiliki hati untuk mampu menahan sedihnya perpisahan?

Weh berat nanyanya. Dicoba jawab yaa @ulfanurulq

Catatan: ini bahan tamparan buat diri gua sendiri (dan Adam sendiri) juga :“)

Kenapa kita tersesat dulu ya hem.
Soalnya keyakinan kita ke Allah masih kurang, makannya jajal sana jajal sini. Pas ditegur salah sama Allah kita merasanya rugi karena udah menginvestasikan segenap waktu, pikiran, perasaan dan angan-angan buat jodoh orang. Pacaran itu merusak pikiran, hati dan fisik fyi.

Padahal seharusnya gaperlu (merasa) rugi sih. Dipatahkannya/dikecewakannya hati kita pertanda Allah tuh masih sayang banget banget banget. Doi tamau kita kubangan sama dosa lama-lama atau mencintai orang dengan jalan yang salah.

Jadi buang-buang waktu dll apa engga sebenernya tertantung cara kita liatnya. Ada yang kapok lalu tobat kemudian jadi pribadi yang Subhanallah baik banget, ada yang kapok tapi pantang menyerah alias jajal lagi dengan pikiran siapa tau yang kali ini betulan jodoh—lupa kalo jodoh tuh sebetulnya gausah dipikirin di waktu yang belum tepat soalnya udah jauh jauh hari Allah yang urusin, ada juga yang dari awal udah yakin urusan jodoh tuh Allah aja yang handle jadi dia gaperlu capek-capek berurusan sama remeh temeh gegalauan karna si doi.

Soal berapa kali kapasitas hati untuk nahan sakitnya sebuah perpisahan juga tergantung masing-masing pribadi. Contoh:

1. Ada salah satu temen gua yang punya mantan sampe 20an lebih meski separo dari mantannya itu nyakitin dia. Tapi next gua ketemu dia, dia masih pantang nyerah jajal jajal hubungan sama orang. Strong? Iya. Dodol juga iya he he he.
2. Ada juga temen gua yang abis ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya galau beberapa hari abistu doi cuek hepi aja. Pas gua tanya kok bisa katanya “jodoh gakemana sar slow aja”.
3. Gua sekali aja udah keok :“)

Yha. Panjang lagi gua answernya ehe maapin. Jadi intinya berbaik sangka sama Allah pada saat-saat terendah hidup lu itu perlu dan jangan deketin hal yang engga-engga.

Semoga Allah selalu sayang sama kita. Cheers! 🍻

(Sumber gambar: simbah)

Pathetic Jokes, 1

1
sampai nama itu kutiup
ia masih kalam, di buku
yang sejak lama tertutup

lembar halaman baru
menolak nama-nama baru
bahkan nama yang aku

2
nama seperti kilan itu
jarak yang tak terdepa
ribuan resah dosa

yang menyeret adam
pelukan demi pelukan
dari surga ke hawa

3
tapi di pangkal puisi ini
nama tak menyentuh kita
sebab bunyi telah terkunyah

jadi renyuk suara, serupa
kering dedaunan gugur
yang diinjak kaki peziarah


Kleco, 2017

anonymous asked:

Gimana cara melupakan dengan baik? Melupakan orang yang tidak seharusnya dikagumi dan dicintai. Tentang menyibukkan diri, sudah. Tapi tetap saja. Mencoba melupakan sama dengan ingin tetap mengingat.

Lupakan karenaNya. Sibukkan diri bersamaNya. Kalau semua udah karenaNya, Insya Allah, Allah akan memudahkan semuanya…

Sebenernya teh, banyak banget yang harus lebih kita ingat dan nggak boleh kita lupakan, salah satunya dosa-dosa kita. Juga mengingat tentang orang tua kita. Belum lagi amanah dan tanggung jawab kita. Jadi jangan bikin capek pikiran dan diri sendiri buat mengingat sesuatu yang tidak perlu.

Saya pernah nulis tentang move on deh, tapi dah lamaaa banget. Nggak tau ya nyambung atau ndak. Cek deh di sini. Pernah bikin quote yg agak related juga di sini.

Semoga bermanfaat. #reminder
Allahu yubariik fiik~

DOA RASULULLAH DI PENGHUJUNG RAMADHAN..

Yaa Allaah… Janganlah Engkau jadikan puasa ini Sebagai puasa yg Terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yg diRahmati, Bukan puasa yg Sia-sia

Seandainya masih ada padaku dosa yg belum Engkau Ampuni atau Dosa yg menyebabkan aku diSiksa karenanya, sehingga terbitnya fajar malam ini atau sehingga berlalunya bulan ini, maka Ampunilah semuanya wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yg mengasihi.”

Yaa Allah, Terimalah puasaku dg se-baik² penerimaan, perkenan, kemaafan, kemurahan, pengampunan & krridhaan-Mu. Sehingga Engkau memenangkan aku dg segala kebaikan, segala anugerah yg Engkau curahkan di bulan ini.”

“Selamatkanlah aku dari Bencana yg mengancam atau Dosa yg berketerusan. Demikian juga, dengan Rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan orang² yang mendapatkan (Keutamaan) di Lailatul-Qadar. Malam yg telah Engkau tetapkan lebih baik dari seribu bulan.”

Semoga perpisahanku dg bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya & Bukan jg pertemuan Terakhirku
Semoga aku dapat kembali bertemu dg Ramadhan mendatang dalam keadaan penuh Harapan & Kesejahteraan.
“Aamiin Yaa Robb"

Indian Food

When I ask other Indian people what they love about Indian culture, they always say the food. Because I’m leaving for India the day after tomorrow and I’m craving some good, traditional Indian food from my grandmother, I decided to write a little about it!
Let’s get some myths out of the way: not all Indian food is vegetarian. Many Indians enjoy eating meat (me included!). Also, not all Indian food is curry. In fact, curry isn’t even specific to India. Not all Indian food is numbingly spicy, either. There are plenty of foods which are less spicy and just as tasty. Finally, not all Indian food is the same! Each part of India has its own distinctive cuisine. For example, the people of West Bengal (Bengalis) love fish, while many South Indians are vegetarian and prefer vegetable curries.
I guess I’ll make the focus of this post dosa, since I eat it so often.
South Indian food varies from region to region, but one food you’ll find which is common even in North India these days is dosa (DOH-sah). Dosa is a very bland crepe made from a batter of fermented rice and lentils. No one ever eats it plain because it’s so bland. We like to dress it up with chutneys, or pastes made from various ingredients like peanuts and lentils. I also like my dosa with potato curry and sambar, or a soup made from lentils and spices. Some people love spreading ghee, or clarified butter, on their dosa as well. This dish can be eaten for breakfast, lunch, or dinner. It is also extremely healthy! If you want to make it yourself, you can buy the batter at most Indian grocery stores.
I’ll continue this post and go into other South Indian foods another time, because this post is already really long.
Tell me what you guys want to hear more about! I’m open to suggestions and comments as well.

PENGINGAT

Dapat tulisan ini dari WA. Dan menurut saya ini sangat baik.
Bagi yang belum paham, hal ini bisa menjelaskan apa yang akan kita lalui di masa depan kelak.
Bagi yang sudah paham, hal ini bisa menjadi pengingat.
Silahkan sisihkan 2 menit  untuk membaca.


BAGI YG ISLAM. TAK DIBACA SAYANG. 👇

✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

✐ Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

✐ Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil alaihis salam dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

✐ Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yang kembang membesar dari biji benih.

✐ Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu karena pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

✐ Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

✐ Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

✐ Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Seluruh makhluk terkejut melihat ukuran malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

✐ Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukit hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka merasakan kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

✐ Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bernama Al-Kautsar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

✐ Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan,  dari Arasy. Mereka ialah:

- Pemimpin yang adil.

- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.

- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

✐ Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Subhanahu Wa Taala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

✐ Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ke hadrat Allah Subhanahu Wa Taala. Lalu diperkenankan doa baginda.

✐ Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk karena mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Allah yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

✐ 'Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang senantiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

✐ Kursi yaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

✐ Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulailah timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.

✐ Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

✐ Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

✐ Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

✐ Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

✐ Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

✐ Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

✐ Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.

✐ Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehingga seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

✐ Syafaat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

(Semua syafaat ini tertakluk kepada izinan Allah Subhanahu Wa Taala.)

✐ Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Allah untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

✐ Setelah berhasil dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratal Mustaqim ialah jembatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

✐ Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka senantiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

✐ Para malaikat berdiri di kanan dan kiri siratal mustaqim mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti siratal mustaqim,  hanya seorang saja yang brrhasil melaluinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

☞ Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sebagaimana mana sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam:
❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞
Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :

① Sedekah/amal jariahnya.
② Doa anak²nya yang soleh.
③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain. La illaha illa Allah,
Muhammadu Rasulullah
kepada 3 group saja.  
Lihat apakah anda
mempunyai waktu untuk
ALLAH atau tidak.

Kiamat menurut Agama islam di tandai dgn beberapa petanda.

- Kemunculan Imam Mahdi

- Kemunculan Dajjal

- Turunnya Nabi Isa (AS)

- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj

- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur

- Pintu pengampunan akan ditutup

- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya

- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya

- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan

- Pemusnahan/runtuhnya Kabaah

- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap

- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan

- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali

Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
“Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku  buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak”

Kita boleh kirim ribuan bbm mesra, promote, fb yang  terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.

Allah berfirman : “jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu”

Kerugian meninggalkn solat:

Subuh: Cahaya wajah akan pudar.

Zuhur: Berkat pendapatan akan hilang.

Ashar: Kesehatan mulai terganggu.

Maghrib: Pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.

Isya’: Kedamaian dlm tidur sukar didapatkan.

Sebarkan dgn ikhlas. tiada paksaan dalam agama

Niatkan ibadah (sebarkan ilmu walau 1 ayat)

Nasihat Kubur :      

1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM .

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR'AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang2   yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,

5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak Solat, bebaskan jepitan itu dengan SHOLAT

6). Aku adalah tempat utk merendammu dgn cairan yg sangat amat sakit,   bebaskan rendaman itu dgn PUASA..

7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimah “LAILAHAILALLAH”

Sampaikanlah tulisan ini kepada teman-teman lainnya. Siapa tahu, tulisan ini, bisa menjadi petunjuk juga hidayah bagi sebagian orang.

Wallahua’lam bisshawab

Jadi gini, kalau Allah udah menutup aibmu, jangan malahan kamu yang mengumbarnya
— 

Apalagi yang berhubungan dengan dosa. Pun diceritakan ke orang paling terdekat juga tidak diperbolehkan. Allah aja nyuruh kita nutup aib saudara kita, masa kita nggak nutup aib diri sendiri?

Kalau pernah ngerasa berbuat dosa atau maksiat. Maka segeralah bertaubat dan memohon ampun kepadaNya. Biarkanlah itu menjadi urusan antara kamu dan Allah. Cukup.

Ketika kau merasa letih dalam melakukan kebaikan maka sungguh keletihan akan segera sirna dan kebaikannya abadi. Namun ketika kau merasa bahagia melakukan dosa dan maksiat, ketauhilah bahwa kebahagiaannya akan segera sirna sedangkan dosa dan kemaksiatannya akan abadi.
—  Ali bin Abi Thalib
Simpan Prasangkamu untuk Dirimu Sendiri

Aufina sedang asyik menikmati es krim. Saya duduk di sebelahnya sambil membaca beberapa ayat Quran. Satu waktu, saya melirik sebentar hanya untuk memastikan ia baik-baik saja.

Namun, seketika saya kaget melihat Aufina ‘mengobok-obok’ es krim dengan tangannya. Padahal sudah saya beri sendok sebelumnya. Tanpa berpikir lebih lama, saya pun menasihati, “Kok makan es krimnya pakai tangan? Tangannya jadi lengket dong. Kan tadi sudah dikasih sendok? Ke mana sendoknya?”

Namun seketika itu pula saya beristighfar setelah Aufina dengan jujur dan apa adanya berkata, “Sendoknya masuk ke dalam (tenggelam 'di telan’ es krim).” Sambil menunjuk lokasi 'tenggelamnya’ sendok es krim itu.

Astaghfirullah.. Saya baru paham kenapa ia mengobok-obok mangkuk es krimnya barusan.

“Oh gitu. Aufina itu tadi mau ambil sendoknya ya?”

“Iya..” jawabnya.

Astaghfirullah. Saya langsung meminta maaf. “Maafin Ibu ya, Ibu ngga nanya dulu ke Aufina. Malah langsung menasihati. Maaf ibu tadi nyangka Aufina ngobok-ngobok es krim. Padahal Aufina mau ambil sendok ya?”

Buru-buru saya bantu ia menemukan sendok yang hilang ditelan es krim itu. Sambil terus berucap maaf dalam hati.

Prasangka buruk.
Alangkah mudah hati ini berprasangka buruk. Bermodalkan ketidaktahuan dan ketiadaan keinginan untuk mencari tahu, prasangka itu tumbuh tanpa hambatan. Subur, bahkan.

Padahal, jika mau menunggu sejenak lebih lama, jika mau bertanya “Apa?” dan “Mengapa?” Prasangka itu tidak perlu keluar dari kepala.

Prasangka mungkin sangat sulit untuk dihindari. Barangkali ini berkaitan dengan kecenderungan naluriah otak manusia yang bekerja dengan salah satu prinsipnya, yaitu : mempertahankan eksistensi.

Dalam prinsip tersebut, prasangka, curiga, dapat diartikan sebagai bentuk usaha untuk mendeteksi ancaman dan bahaya sejak dini. Tentu ini berguna, misalnya ketika kita di suatu malam berhadapan dengan sekelompok orang berpenampilan preman, kebut-kebutan di jalan, sambil membawa cangkul dan arit. Secara refleks kita akan curiga bahwa mereka berbahaya dan akan langsung berpikir untuk segera melapor ke pihak berwajib. Hampir mustahil kita akan mengira mereka adalah sekelompok petani.

Prasangka buruk pada kasus ini tak lain adalah bentuk pertahanan diri. Dan dalam kasus begini tak perlu lagi ditunggu apalagi dipertanyakan, “Anda siapa? Mau apa?” Lari saja agar selamat.

Yang demikian itu (adanya kecenderungan naluriah) menurut saya membuat usaha untuk tidak berprasangka buruk bisa dikatakan hampir mustahil. Ya, kita mungkin tidak bisa mencegah prasangka buruk agar tak hinggap di pikiran kita sama sekali.

Tapi,

Kita punya pilihan untuk tidak mengungkapkannya. Menahannya agar tetap dalam kepala.

Baru-baru ini saya membaca tafsir Ibnu Katsir mengenai ayat 12 Surat Al-Hujurat. Ayatnya berbunyi :

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa jika muncul prasangka buruk dalam benak, tahan lidah agar tak mengungkapkannya. Ini berdasarkan hadits Rasulullah saw yang menganjurkan kita untuk tidak menyatakan prasangka kita.

“Rasulullah Saw. pernah bersabda: Ada tiga perkara yang ketiganya memastikan bagi umatku, yaitu tiyarah, dengki, dan buruk prasangka. Seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara melenyapkannya bagi seseorang yang ketiga-tiganya ada pada dirinya?” Rasulullah Saw. menjawab: Apabila kamu dengki, mohonlah ampunan kepada Allah; dan apabila kamu buruk prasangka, maka janganlah kamu nyatakan; dan apabila kamu mempunyai tiyarah (pertanda kemalangan), maka teruskanlah niatmu.“
(HR. Thabrani)

Rasulullah saw tidak secara eksplisit meminta kita untuk tidak berprasangka. Namun, jika kita memiliki prasangka buruk, beliau meminta kita untuk tidak menyatakannya.

Dalam ayat tersebut juga dikatakan "Jauhilah kebanyakan dari prasangka.” Bukan “Jauhilah seluruh prasangka,” karena boleh jadi ada prasangka buruk yang memang 'berguna’. Seperti prasangka soal sekumpulan orang bermotor membawa cangkul dan arit yang saya ilustrasikan tadi. Atau prasangka seorang petugas di bandara terhadap calon penumpang yang dicurigai membawa narkoba.

Poinnya adalah, secara manusiawi, kita diberi otak yang darinya kerap muncul berbagai pikiran, termasuk juga prasangka. Dan otak kita tak serasional yang kita kira. Prasangka buruk seringkali muncul karena 'kemalasan’ otak untuk mau bertanya dan berpikir lebih luas.

Meski begitu, prasangka buruk dalam kuadran positifnya dapat disebut sebagai mekanisme alamiah untuk mempertahankan diri dari ancaman dan bahaya.

Mekanisme alamiah ini bukan sesuatu yang mudah untuk dikendalikan. Bahkan mungkin mendekati mustahil untuk dihilangkan sama sekali. Di situlah ada peran akal, yang punya fungsi membedakan yang benar dan salah, baik dan buruk. Akal berfungsi untuk menyeleksi, mana prasangka-prasangka buruk yang perlu diungkapkan, mana yang tidak. Mana prasangka yang harus diikuti, mana yang tidak.

Di sinilah 'pertarungan’ ini menjadi seru. Dorongan kodrat manusiawi kita mesti beradu kuat dengan akal nurani kita. Seperti saat kita menundukkan dorongan kodrat manusiawi kita untuk makan, minum, dan berhubungan suami-istri melalui shaum.

Sebagian prasangka jika diungkapkan sebelum nyata kebenarannya, hanya akan menyakiti, menimbulkan kegaduhan, dan bisa jadi menzalimi seseorang. Dan bukanlah termasuk muslim jika orang lain tidak selamat dari kejahatan lisannya.

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya” (HR Bukhari)


Dari sini saya belajar kembali untuk menjadi tuan atas pikiran dan kecenderungan manusiawi saya sendiri. Untuk tidak buru-buru menyatakan prasangka, untuk mau bersabar menunggu, untuk mau mencari tahu, untuk menjaga perasaan orang lain.

Maaf atas kemalasanku untuk bertanya lebih jauh padamu. Maafkan aku jika prasangkaku pernah menyakitimu..