do'a

Entah seberapa tebal hatimu, hingga cubitan manjaku tak juga jadi penegur.
Entah seberapa tinggi hatimu, hingga ucapan lembut pun tak mampu lampaui.

Ah sudahlah, aku tak yakin temukan jawaban.

Biar saja Sang Pemilik Hati yang bertindak, mungkin esok hatimu selembut senyummu.

—  airsunyi

Terbersit baru saja, ketika sedang bekerja di dapur: barangkali salah satu kebahagiaan terbesar saya di masa depan adalah memasakkan kebutuhan nutrisi untuk keluarga di saat anak sekolah dan suami bekerja. Sambil nonton video ustadz Nouman Ali Khan, atau ngedengerin MQFM 102.7, serta berdoa agar suami dan anak bahagia dan ‘baik-baik’ saja di luar sana. Diawali dengan basmallah, lalu berakhir dengan alhamdulillaah.

Ini (masih) 'barangkali’.

— 

Ditulis oleh seorang mahasiswa es dua yang belum selesai tesisnya, namun sudah akan (berani-beraninya) mengikuti kegiatan orientasi salah satu perusahaan BUMN di tanah air.

Dia memutuskan untuk bekerja, untuk saat ini. Karena ada motif di baliknya. 

Dia punya mimpi untuk kelak menjadi tenaga pendidik, dan menjadi bermanfaat. paling tidak untuk keluarga dan tetangga. inginnya sih untuk agama dan Indonesia.

Dia ingin, segala sesuatu yang dilakukannya di luar rumah, kelak, hanya mendapat porsi sebagai ‘part-time’ saja. Lalu full-time sebagai a wife and a mother.  Salah satu daily-life-nya di masa depan yang terlintas dipikirannya baru saja adalah: merencanakan nutrisi untuk keluarga di awal pagi, belanja bahan-bahan pilihan, berdoa sebelum mengolah bahan-bahan itu menjadi sesuatu yang bisa dimakan, lalu menyajikan masakannya semenarik mungkin di meja makan, dan dinikmati bersama keluarga kecilnya; sambil bercerita dan bercanda.

Tidak lupa, dia dan keluarga akan sering-sering melakukan perjalanan mengelilingi Indonesia, syukur-syukur bisa menjejakkan kaki di beberapa tempat di dunia. Cordoba, misalnya. Tentu setelah Makkah dan Madinah sudah puas  disambangi, full team.

Semoga dia, suami, (dan keluarga besar dari kedua belah pihak), dan anak-anaknya, kelak mampu beribadah dengan baik kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mampu menebar manfaat bagi sesama.

Ah ya,

dan dia, saat ini, belum bisa memasak.

“Rabbana hab lana min azwajina wa dhuriyyatina qurrata A'yun waj'alna lil-muttaqina imama.”

[“Our Lord! grant us in our mates and offspring the joy of our eyes and make us patterns for those who guard against evil.” (25:74)]

Banyak orang berharap rizki yang lancar, tapi lupa mengucap syukur ketika selesai makan.

Banyak orang minta selamat dan terjaga, tapi ketika pagi dan sore tak tahu apa mesti dibaca.

Banyak orang berharap masuk ke surga, tapi bahkan do'a masuk masjid dia lupa.

Lalu banyak orang berfikir besar dan bercita-cita setinggi langit tapi lupa bangun pagi dan sholat subuh berjama'ah di masjid.

—  dari yang kecil, dari yang mudah, dari yang sederhana.
#DOA Kultwit ust Salim A Fillah

Untuk yang tertarik dengan teori LoA, silahkan cermati sejenak kutipan  kultwit ust Salim A. Fillah tentang #Doa beberapa tahun yang lalu. Smoga bermanfaat.

1) Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa; sebab keinginan-keinginan yang menghantui angan; kita lalu menjadi hamba pen-#doa.

2) Tentu saja meminta apapun, selama ianya kebaikan, tak terlarang di sisi Allah Yang Maha Pemurah & Maha Penyayang. #doa

3) Sungguh kita dianjurkan banyak meminta; sebab yang tak pernah memohon apapun pada Allah, justru jatuh pada kesombongan. #doa

4) Hari-hari ini; kita disuguhi ajaran-ajaran antah-berantah tentang #doa; yang katanya harus spesifik, tervisualisasi, LoA.

5) Tentang betapa jauh LoA dari ‘aqidah Diin ini -meski sebagian memperkosa Dalil tuk membenarkannya; Guru kami @syarifbaraja @orangawam1..

6) ..& @kupinang telah sudi membahasnya di waktu lalu. Hari ini; mari sejenak belajar pada hamba-hamba terpilih tentang #doa.

7) Hamba agung pertama adalah Musa; betapa payah dia berlari dari Mesir hingga Madyan; dikejar pasukan setelah membunuh. #doa

8) Kisah yang diabadikan Surah Al Qashash itu amat indah; bahwa dalam lelah & gelisah; Musa tetap tergerak menolong sesama. #doa


9) Ada 2 putri Syu’aib yang tersebab kehormatan diri tak ingin berdesak-desak; menunggu giliran memberi minum ternak. #doa


10) Maka Musa; yang walau perkasa tapi tenaganya tinggal sisa-sisa; menolong kedua gadis mulia itu dengan begitu ksatria. #doa

11) Seusainya; Musa bernaung di tempat yang agak teduh. Para Mufassir menyebutkan; dia begitu lapar & memerlukan makanan. #doa

12) Tapi apakah kemudian Musa ber-#doa secara detail, spesifik, & divisualisasikan atas apa yang dia hajatkan? Mari kita simak.

13) Musa ber-#doa: “Rabbi, inni lima anzalta ilayya min KHAIRIN faqiir.. Duhai Rabbku, sungguh aku terhadap yang Kau turunkan..

14) ..padaku dari antara KEBAIKAN; aku amat faqir, amatlah memerlukan.” {QS 28: 24}. Kalimat #doa-nya dipilih dengan indah.

15) Musa tidak menyebut hajatnya yang amat jelas; lapar. Musa tak menyebut kebutuhannya yang sangat mendesak; makanan. #doa

16) Dengan amat santun & mesra; dia mohon pada Rabb-nya kebaikan; & dia tahu; Allah lebih mengetahui yang terbaik baginya. #doa

17) Maka apa sajakah yang diterima Musa dari Allah atas #doa yang tidak detail, tidak spesifik, & tidak tervisualisasi ini?

18) Musa bukan hanya mendapat makan atas laparnya; tapi juga perlindungan, bimbingan, pekerjaan; bahkan kelak istri & kerasulan. #doa

19) Betapa Allah Maha Pemurah; #doa hambaNya yang santun & sederhana; dijawab dengan limpahan karunia melampaui hajat utama.

20) Hamba agung kedua yang kita kan belajar #doa darinya ialah Yunus, ‘Alaihis Salam; setelah dia marah & pergi dari kaumnya.

21) Mari kita fahami betapa berat tugas da’wah Yunus di Ninawa; betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya. #doa

22) Lalu diapun pergi sembari mengancamkan ‘adzab Allah yang sebagaimana terjadi dahulu; pasti turun pada kaum pendurhaka. #doa

23) Tapi dia pergi karena ketaksabarannya sebelum ada perintah Allah; maka Allah akan mendidiknya untuk sabar dengan cara lain. #doa

24) Kita tahu; ringkasnya, Yunus dibuang ke laut dari atas kapal setelah 3 kali undian muncul namanya; lalu ditelan ikan. #doa

25) Menurut sebagian Mufassir; ikan yang menelannya ditelan ikan lebih besar; jadilah ia gelap, dalam gelap, dalam gelap. #doa

26) Bahkan ikan itu membawanya ke dasar samudera. Maka terinsyaf Yunus akan khilafnya; lalu menghibalah dia. Bagaimana #doa-nya?

27) Apakah #doa-nya detail, spesifik, & tervisualisasi; jika yang paling dihajatkan Yunus saat itu ialah keluar dari perut ikan?

28) Tapi #doa-nya justru; La ilaha illa Anta, subhanaKa, inni kuntu minazh zhalimin; Tiada Ilah sesembahan haq selain Engkau..

29) ..Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya.” {QS 21: 87} Indah & mesra; penuh kerendahan hati. #doa

30) Apa yang diperoleh Yunus dari #doa yang amat tidak spesifik, tidak detail, & tidak tervisualisasi ini? Sungguh berlimpah!

31) Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan; dia bahkan tak perlu payah berenang; karena ‘diantar’ sampai daratan. #doa

32) Dan bukan sembarang daratan! Ibn Katsir mengetengahkan riwayat; Yunus didamparkan di tanah yang ditumbuhi suatu tanaman. #doa

33) Ketika Yunus memakannya; tanaman itu memulihkan tenaga & kesehatannya setelah sakit & payah berpuluh hari di perut ikan & lautan. #doa

34) Yunuspun bugar, bersemangat, & berjanji pada Allah untuk nanti tak menyerah mendakwahi kaumnya; apapun yang terjadi. #doa

35) Tapi alangkah takjub penuh syukurnya dia; ketika kembali ke Ninawa, seluruh kaumnya justru telah beriman pada Allah. #doa

36) Doa sederhana itu diijabah; bebas dari perut ikan, selamat dari laut ke darat, tanaman pembugar, & berimanlah kaumnya! #doa

37) Berkata Ibn Taimiyah; “Di antara seagung #doa; ialah doa Yunus AS. Padanya terkandung 2 hal; pengagungan keesaan Allah..


38) ..dan pengakuan akan dosa.” Sungguh untuk bermesra dengan Allah & dikaruniai nikmat agung; 2 hal dalam #doa Yunus ini cukup.


39) Memang demikianlah; ber- #doa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan; sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana.

40) Ber-#doa itu berbincang mesra; agar Allah mengaruniakan yang terbaik untuk kita dengan ilmu & kuasaNya yang sungguh Maha.

41) Di atas soal ‘boleh-tidak boleh’; ada perbincangan tentang Adab kepada Allah SWT; hingga para ‘ulama memuji #doa Adam AS.

42) Doa dengan kalimat imperatif (mengandung Fi’lul Amr/kata kerja perintah) sesungguhnya tak terlarang; tapi Adam ajarkan Adab.

42. “Rabbana zhalamna anfusana, wa IN LAM taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.. Duhai Rabb kami, kami.. #doa

43) ..telah menganiaya diri sendiri; ANDAI Kau TAK ampuni & sayangi kami; sungguh kami pastilah termasuk orang merugi.” #doa

44) #Doa indah itu menghiba; merendah, mengakui lemah, fakir, salah, & bernodanya diri; disertai mengagungkan keesaan Allah.

45) Sekali lagi; saya tak hendak mengatakan bahwa #doa detail, spesifik, & tervisualisasi itu dilarang. Hanya, kita bicara Adab.

46) Mungkin boleh, -mungkin-; kekata, “Saya sudah doa sembari shadaqah sekian; kita tantang Allah yang sudah janji ganti 10 kali!” #doa

47) Tapi dari sisi Adab; kita khawatir tak medapati tuntunannya dari insan-insan mulia yang #doa-nya diabadikan oleh Al Quran.

48) Sebagai penutup; mari simak lagi #doa seorang ahli ibadah yang detail, spesifik, & tervisualisasi. Ibn ‘Athaillah pengisahnya.

49) Seorang ‘Abid ber-#doa mohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja; sehingga dengannya..

50) ..dia bisa tekun beribadah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga. #doa

51) Maka Allah mengabulkan #doa-nya dengan cara yang tak terduga; ia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara.

52) Allah takdirkan di penjara dia diransum 2 potong roti; pagi & petang. Tanpa bekerja. Diapun luang & lapang beribadah. #doa

53) Tapi apa yang dilakukan si ‘Abid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa di penjara; “Mengapa ini terjadi?” #doa

54) Dia tak sadar bahwa masuk penjara adalah jalan ijabah atas #doa-nya yang detail, spesifik, & tervisualisasi; 2 roti/hari.

55) Demikian ya Shalih(in+at) bincang kita tentang #doa. Maafkan segala yang tak terkenan. Selamat berbincang mesra denganNya:)

Source : #DOA Kultwit ust Salim A Fillah

Wahai Tuhan yang Maha hidup, Wahai Tuhan yang Maha Berdiri Sendiri.
Dengan RahmatMU aku memohon pertolongan.
Perbaikilah untukku urusanku semuanya.
Dan janganlah ENGKAU serahkan aku pada diriku sendiri walaupun sekejap mata.

‘Diriwayatkan bahwa do'a diatas telah di ajarkan oleh Rasulullah SAW kepda Putrinya Fatimah RA’ ( HR.Nasa'i, al-Bazzar & al-Hakim dari Anas bin Malik. Dinilai hasan oleh Nasiruddin al-Albani )

Sesungguhnya seseorang yang senantiasa KELIATAN KUAT di hadapanmu, ketahuilah dialah yang MENGADU LEMAH di hadapan Penciptanya.

Never stop believing that you can win Allah’s love and thus work For it. When Allah is pleased with you, He will put your love in other people’s hearts.

— 

NtMS

Jika orang yang selama ini selalu ada dalam setiap do’amu masih belum bisa menerimamu, jangan paksa Tuhan untuk mengabulkan do’amu..
Bisa jadi itu adalah pengabulan dari do’amu, karna jika dia dekat denganmu justru akan melukaimu..
Ada empat doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang berhaji hingga ia kembali, doa orang yang berjihad hingga selesai, doa orang yang sakit hingga sembuh, dan doanya seseorang terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya. Adapun doa yang paling cepat diterima di antara doa-doa tersebut adalah doa seseorang kepada saudaranya tanpa sepengetahuannya.
—  Riwayat Ad-Dailami dari Ibnu Abbas
Jika semua yg kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar ikhlas?
Jika semua yg kita impikan segera terwujud dari mana kita belajar sabar?
Jika setiap do'a  kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar?
—  Dahlan Iskan