do'a

Jika semua yg kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar ikhlas?
Jika semua yg kita impikan segera terwujud dari mana kita belajar sabar?
Jika setiap do'a  kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar?
—  Dahlan Iskan
Meneladani Cara Berdo’a Nabi Zakariyya

Well, sampe sekarang saya masih tertarik sama suroh ke 19 di Qur’an. Suroh Maryam. Kayaknya jadi suroh favorit saya beberapa bulan terakhir. Haha. Ada dua pelajaran yang saya ambil dari suroh ini. Yang pertama menceritakan tentang Maryam yang sangat menjaga dirinya dengan sebaik baik penjagaan. Yang ndak pernah disentuh lelaki non mahram samasekali. Yang rajin banget ibadahnya. Yang optimis abis orangnya, yakin kalo tiap do’a pasti dikabulin. Yang kedua, kisah Nabi Zakariyya yang membuat saya begitu semangat untuk berdo’a dan terus berdo’a kalo punya hajat tertentu. Punya keinginan yang besar. Yang bahkan saya merasa itu mustahil untuk dikabulkan menurut versi manusia. Belajar diluar negeri dengan biaya sendiri sekarang juga di Makkah, misalnya. Wkwk.

Singkat cerita, waktu dihina hina sama kaum Bani Israel karena tidak memiliki keturunan, Nabi Zakariyya pergi ke Baitul Maqdis karena sedih mendengar isak tangis istrinya yang sudah merasa ndak kuat menghadapi caci maki dan hinaan penduduk kota Yerussalem sebab istrinya tersebut divonis mandul dan Nabi Zakariyya sendiri, pun sudah semakin menua. Mana mungkin gitu Zakariyya sama istrinya bisa punya anak dalam keadaan seperti itu, kata mereka.

Sebagai pengasuh Maryam, waktu pergi ke Baitul Maqdis, ia menyempatkan untuk menjenguk Maryam didalam tempat peribadatannya disana. Waktu membuka pintu, Nabi Zakariyya kaget bukan kepalang melihat buah buahan lezat dan banyak tersaji didepan Maryam, yang mana buah buahannya mustahil ada dimusim tersebut, kala itu.

“Katakan Maryam, darimana buah buahan ini?” Tanya Zakariyya sambil terheran heran.

Maryam dengan pedenya menjawab, “Semua ini pemberian Allah. Sesungguhnya Allah memberi rizki kepada hamba-Nya yang dikehendaki tanpa perhitungan”

“Allah memberi rizki tanpa terduga” Lirih Zakariyya. “Kenapa aku tidak menyadarinya dari dulu? Kenapa aku baru sadar disaat usiaku sudah senja? Itupun datangnya dari lisan Maryam. Hmmm, rizki yang tak terduga..” lanjutnya lagi.

Zakariyya seakan baru sadar. Inilah jawaban Nabi Zakariyya dan istrinya atas kegundahan mereka selama ini. Mengapa tidak meminta kepada Allah, Sang Pemberi Rizki? Yang memberi Rizki kan Allah? He.

Nabi Zakariyyapun memasuki mihrab Baitul Maqdis dan berdo’a dengan setulus hati. Nah.. this point! Well, Nabi Zakariyya mengajarkan kepada kita tentang do’a yang Allah SWT siap mengabulkannya bahkan memberikan sesuatu yang mustahil menurut ukuran manusia itu sendiri. Yaa.. yang tak terduga duga itu. Hehe. Didalam suroh Maryam, Allah menyampaikan cara Nabi Zakariyya do’a.

“Idznadaa robbahuu nidaaa’an khofiyyaa” (19:3)

Ketika Zakariyya berdo’a pada Tuhannya, beliau berdo’a dengan do’a yang khofiyy. Ada dua tafsir dalam kata khofiyy ini. Khofiyy kan artinya tersembunyi. Didalam do’anya, ada dua makna yang tersembunyi.

Yang pertama, kalimat atau ucapan suara kita yang direndahkan suaranya. Yang menunjukkan betapa rendahnya kita dihadapan Allah SWT. Bukan ditinggi tinggikan suaranya. Karena itu, kalo kita berdo’a, bukan dengan cara kita meninggi-ninggikan suara kita. Melengking lengkingkan suara kita. Menjerit jerit dengan keras. No. Tapi, dengan suara yang lirih, rendah dengan penuh kekhusyu’an.

Kata khofiyyaa yang kedua maknanya Nabi Zakariyya berdo’a disaat yang sunyi. Nah, ini yang disebut Nabi Muhammad sebagai waktu dimana Allah mudah mengabulkan do’a kita. Yaitu disepertiga malam terakhir. Yang mensyari’atnya kita agar melaksanakan sholat Tahajjud.

Ini dikuatkan didalam suroh Ali Imron, ketika Malaikat Jibril datang menyampaikan kabar gembira tersebut, posisi Zakariyya sedang berdiri di mihrab-Nya. Sedang beribadah di mihrab-Nya. Artinya beliau ini sedang sholat.

Dan cara berdo’anya, kita bisa lihat sendiri didalam suroh Maryam tersebut. Beliau tidak langsung minta gitu aja, tapi sebelum berdo’a, beliau memberikan muqoddimah muqoddimah. Ini menarik. Kalo misal permintaan do’a kita besar, yang bahkan orang bilang mustahil dikabulkan, maka berilah muqoddimah muqoddimah sebagaimana Zakariyya ngasih muqoddimah muqoddimah didalam do’anya.

Lalu, apa isi muqoddimah itu?

Nah, yang pertama, isi muqoddimahnya menunjukkan kelemahan kelemahan diri kita dihadapan Allah. Yang kedua, berisi pengagungan pengagungan kita kepada Allah.

Nah, sebagaimana didalam suroh Maryam ayat 4, Zakariyya menunjukkan kelemahan kelemahan dirinya. Kurang lebihnya Zakariyya bilang gini.

“Sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, istriku mandul..” dan sebagainya. Intinya, “Aku ini lemah dihadapan Engkau Ya Allah..” Gitu gitulah.

Kemudian yang kedua, beliau memuji muji Allah, “Tapi aku ndak pernah kecewa dalam berdo’a kepada-Mu, Ya Tuhanku…” Ini memuji Allah, bahwa Allah selalu mendengar doa’nya. Bahwa Allah selalu ada untuk hamba-Nya.

Got it? Jadi kalo kita sekarang punya impian gedhe, keinginan yang besar didalam diri kita, jangan sungkan berdo’a ke Allah. kita niru do’anya Nabi Zakariyya, semoga menjadi solusi kita dalam berdo’a dan meminta kepada Allah. Hohoho.

Ps : Ini Nai sok sokan bahas tafsir ginian ceritanya, padahal bukan ahli tafsir sama sekali. Wkwk. Someday lah, do’ain. Huehehe. Fyi, seru lho pelajarin tafsir Qur’an, serius :3

#DOA Kultwit ust Salim A Fillah

Untuk yang tertarik dengan teori LoA, silahkan cermati sejenak kutipan  kultwit ust Salim A. Fillah tentang #Doa beberapa tahun yang lalu. Smoga bermanfaat.

1) Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa; sebab keinginan-keinginan yang menghantui angan; kita lalu menjadi hamba pen-#doa.

2) Tentu saja meminta apapun, selama ianya kebaikan, tak terlarang di sisi Allah Yang Maha Pemurah & Maha Penyayang. #doa

3) Sungguh kita dianjurkan banyak meminta; sebab yang tak pernah memohon apapun pada Allah, justru jatuh pada kesombongan. #doa

4) Hari-hari ini; kita disuguhi ajaran-ajaran antah-berantah tentang #doa; yang katanya harus spesifik, tervisualisasi, LoA.

5) Tentang betapa jauh LoA dari ‘aqidah Diin ini -meski sebagian memperkosa Dalil tuk membenarkannya; Guru kami @syarifbaraja @orangawam1..

6) ..& @kupinang telah sudi membahasnya di waktu lalu. Hari ini; mari sejenak belajar pada hamba-hamba terpilih tentang #doa.

7) Hamba agung pertama adalah Musa; betapa payah dia berlari dari Mesir hingga Madyan; dikejar pasukan setelah membunuh. #doa

8) Kisah yang diabadikan Surah Al Qashash itu amat indah; bahwa dalam lelah & gelisah; Musa tetap tergerak menolong sesama. #doa


9) Ada 2 putri Syu’aib yang tersebab kehormatan diri tak ingin berdesak-desak; menunggu giliran memberi minum ternak. #doa


10) Maka Musa; yang walau perkasa tapi tenaganya tinggal sisa-sisa; menolong kedua gadis mulia itu dengan begitu ksatria. #doa

11) Seusainya; Musa bernaung di tempat yang agak teduh. Para Mufassir menyebutkan; dia begitu lapar & memerlukan makanan. #doa

12) Tapi apakah kemudian Musa ber-#doa secara detail, spesifik, & divisualisasikan atas apa yang dia hajatkan? Mari kita simak.

13) Musa ber-#doa: “Rabbi, inni lima anzalta ilayya min KHAIRIN faqiir.. Duhai Rabbku, sungguh aku terhadap yang Kau turunkan..

14) ..padaku dari antara KEBAIKAN; aku amat faqir, amatlah memerlukan.” {QS 28: 24}. Kalimat #doa-nya dipilih dengan indah.

15) Musa tidak menyebut hajatnya yang amat jelas; lapar. Musa tak menyebut kebutuhannya yang sangat mendesak; makanan. #doa

16) Dengan amat santun & mesra; dia mohon pada Rabb-nya kebaikan; & dia tahu; Allah lebih mengetahui yang terbaik baginya. #doa

17) Maka apa sajakah yang diterima Musa dari Allah atas #doa yang tidak detail, tidak spesifik, & tidak tervisualisasi ini?

18) Musa bukan hanya mendapat makan atas laparnya; tapi juga perlindungan, bimbingan, pekerjaan; bahkan kelak istri & kerasulan. #doa

19) Betapa Allah Maha Pemurah; #doa hambaNya yang santun & sederhana; dijawab dengan limpahan karunia melampaui hajat utama.

20) Hamba agung kedua yang kita kan belajar #doa darinya ialah Yunus, ‘Alaihis Salam; setelah dia marah & pergi dari kaumnya.

21) Mari kita fahami betapa berat tugas da’wah Yunus di Ninawa; betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya. #doa

22) Lalu diapun pergi sembari mengancamkan ‘adzab Allah yang sebagaimana terjadi dahulu; pasti turun pada kaum pendurhaka. #doa

23) Tapi dia pergi karena ketaksabarannya sebelum ada perintah Allah; maka Allah akan mendidiknya untuk sabar dengan cara lain. #doa

24) Kita tahu; ringkasnya, Yunus dibuang ke laut dari atas kapal setelah 3 kali undian muncul namanya; lalu ditelan ikan. #doa

25) Menurut sebagian Mufassir; ikan yang menelannya ditelan ikan lebih besar; jadilah ia gelap, dalam gelap, dalam gelap. #doa

26) Bahkan ikan itu membawanya ke dasar samudera. Maka terinsyaf Yunus akan khilafnya; lalu menghibalah dia. Bagaimana #doa-nya?

27) Apakah #doa-nya detail, spesifik, & tervisualisasi; jika yang paling dihajatkan Yunus saat itu ialah keluar dari perut ikan?

28) Tapi #doa-nya justru; La ilaha illa Anta, subhanaKa, inni kuntu minazh zhalimin; Tiada Ilah sesembahan haq selain Engkau..

29) ..Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya.” {QS 21: 87} Indah & mesra; penuh kerendahan hati. #doa

30) Apa yang diperoleh Yunus dari #doa yang amat tidak spesifik, tidak detail, & tidak tervisualisasi ini? Sungguh berlimpah!

31) Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan; dia bahkan tak perlu payah berenang; karena ‘diantar’ sampai daratan. #doa

32) Dan bukan sembarang daratan! Ibn Katsir mengetengahkan riwayat; Yunus didamparkan di tanah yang ditumbuhi suatu tanaman. #doa

33) Ketika Yunus memakannya; tanaman itu memulihkan tenaga & kesehatannya setelah sakit & payah berpuluh hari di perut ikan & lautan. #doa

34) Yunuspun bugar, bersemangat, & berjanji pada Allah untuk nanti tak menyerah mendakwahi kaumnya; apapun yang terjadi. #doa

35) Tapi alangkah takjub penuh syukurnya dia; ketika kembali ke Ninawa, seluruh kaumnya justru telah beriman pada Allah. #doa

36) Doa sederhana itu diijabah; bebas dari perut ikan, selamat dari laut ke darat, tanaman pembugar, & berimanlah kaumnya! #doa

37) Berkata Ibn Taimiyah; “Di antara seagung #doa; ialah doa Yunus AS. Padanya terkandung 2 hal; pengagungan keesaan Allah..


38) ..dan pengakuan akan dosa.” Sungguh untuk bermesra dengan Allah & dikaruniai nikmat agung; 2 hal dalam #doa Yunus ini cukup.


39) Memang demikianlah; ber- #doa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan; sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana.

40) Ber-#doa itu berbincang mesra; agar Allah mengaruniakan yang terbaik untuk kita dengan ilmu & kuasaNya yang sungguh Maha.

41) Di atas soal ‘boleh-tidak boleh’; ada perbincangan tentang Adab kepada Allah SWT; hingga para ‘ulama memuji #doa Adam AS.

42) Doa dengan kalimat imperatif (mengandung Fi’lul Amr/kata kerja perintah) sesungguhnya tak terlarang; tapi Adam ajarkan Adab.

42. “Rabbana zhalamna anfusana, wa IN LAM taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.. Duhai Rabb kami, kami.. #doa

43) ..telah menganiaya diri sendiri; ANDAI Kau TAK ampuni & sayangi kami; sungguh kami pastilah termasuk orang merugi.” #doa

44) #Doa indah itu menghiba; merendah, mengakui lemah, fakir, salah, & bernodanya diri; disertai mengagungkan keesaan Allah.

45) Sekali lagi; saya tak hendak mengatakan bahwa #doa detail, spesifik, & tervisualisasi itu dilarang. Hanya, kita bicara Adab.

46) Mungkin boleh, -mungkin-; kekata, “Saya sudah doa sembari shadaqah sekian; kita tantang Allah yang sudah janji ganti 10 kali!” #doa

47) Tapi dari sisi Adab; kita khawatir tak medapati tuntunannya dari insan-insan mulia yang #doa-nya diabadikan oleh Al Quran.

48) Sebagai penutup; mari simak lagi #doa seorang ahli ibadah yang detail, spesifik, & tervisualisasi. Ibn ‘Athaillah pengisahnya.

49) Seorang ‘Abid ber-#doa mohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja; sehingga dengannya..

50) ..dia bisa tekun beribadah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga. #doa

51) Maka Allah mengabulkan #doa-nya dengan cara yang tak terduga; ia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara.

52) Allah takdirkan di penjara dia diransum 2 potong roti; pagi & petang. Tanpa bekerja. Diapun luang & lapang beribadah. #doa

53) Tapi apa yang dilakukan si ‘Abid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa di penjara; “Mengapa ini terjadi?” #doa

54) Dia tak sadar bahwa masuk penjara adalah jalan ijabah atas #doa-nya yang detail, spesifik, & tervisualisasi; 2 roti/hari.

55) Demikian ya Shalih(in+at) bincang kita tentang #doa. Maafkan segala yang tak terkenan. Selamat berbincang mesra denganNya:)

Source : #DOA Kultwit ust Salim A Fillah

Untuk mengetahui apakah sesuatu yang kamu inginkan itu adalah memang takdirmu adalah memperjuangkannya.
Ada yang bilang padaku bahwa selepas memperjuangkannya barangkali kau cukup melepaskannya…
Karna yang ditakdirkan untukmu akan tetap menjadi milikmu meski dilepaskan…

Kalau menurutku, bukan melepaskan. Karena sesuatu yang memang aku perjuangkan tentu tidak semudah itu dilepaskan. Tetapi lebih tepatnya mendo'akan. Karena sekeras apapun kita berjuang, segala sesuatu adalah milik Allah. Sebagai makhluk yang lemah tidak ada upaya yang bisa dilakukan selain meminta kepadaNya…
Karena hanya do'a yang bisa merubah takdir menjadi lebih baik. Yang barangkali bukan ditakdirkan, akhirnya ditakdirkan. Jika bukan dengan yang diinginkan, barangkali dengan sesuatu yang lebih baik. Dan pasti itulah yang terbaik…
Bukankah Allah Maha Mampu segalanya?? Kita hanya perlu yakin :)

Banyak orang berharap rizki yang lancar, tapi lupa mengucap syukur ketika selesai makan.

Banyak orang minta selamat dan terjaga, tapi ketika pagi dan sore tak tahu apa mesti dibaca.

Banyak orang berharap masuk ke surga, tapi bahkan do'a masuk masjid dia lupa.

Lalu banyak orang berfikir besar dan bercita-cita setinggi langit tapi lupa bangun pagi dan sholat subuh berjama'ah di masjid.

—  dari yang kecil, dari yang mudah, dari yang sederhana.

Entah seberapa tebal hatimu, hingga cubitan manjaku tak juga jadi penegur.
Entah seberapa tinggi hatimu, hingga ucapan lembut pun tak mampu lampaui.

Ah sudahlah, aku tak yakin temukan jawaban.

Biar saja Sang Pemilik Hati yang bertindak, mungkin esok hatimu selembut senyummu.

—  airsunyi

Terbersit baru saja, ketika sedang bekerja di dapur: barangkali salah satu kebahagiaan terbesar saya di masa depan adalah memasakkan kebutuhan nutrisi untuk keluarga di saat anak sekolah dan suami bekerja. Sambil nonton video ustadz Nouman Ali Khan, atau ngedengerin MQFM 102.7, serta berdoa agar suami dan anak bahagia dan ‘baik-baik’ saja di luar sana. Diawali dengan basmallah, lalu berakhir dengan alhamdulillaah.

Ini (masih) 'barangkali’.

— 

Ditulis oleh seorang mahasiswa es dua yang belum selesai tesisnya, namun sudah akan (berani-beraninya) mengikuti kegiatan orientasi salah satu perusahaan BUMN di tanah air.

Dia memutuskan untuk bekerja, untuk saat ini. Karena ada motif di baliknya. 

Dia punya mimpi untuk kelak menjadi tenaga pendidik, dan menjadi bermanfaat. paling tidak untuk keluarga dan tetangga. inginnya sih untuk agama dan Indonesia.

Dia ingin, segala sesuatu yang dilakukannya di luar rumah, kelak, hanya mendapat porsi sebagai ‘part-time’ saja. Lalu full-time sebagai a wife and a mother.  Salah satu daily-life-nya di masa depan yang terlintas dipikirannya baru saja adalah: merencanakan nutrisi untuk keluarga di awal pagi, belanja bahan-bahan pilihan, berdoa sebelum mengolah bahan-bahan itu menjadi sesuatu yang bisa dimakan, lalu menyajikan masakannya semenarik mungkin di meja makan, dan dinikmati bersama keluarga kecilnya; sambil bercerita dan bercanda.

Tidak lupa, dia dan keluarga akan sering-sering melakukan perjalanan mengelilingi Indonesia, syukur-syukur bisa menjejakkan kaki di beberapa tempat di dunia. Cordoba, misalnya. Tentu setelah Makkah dan Madinah sudah puas  disambangi, full team.

Semoga dia, suami, (dan keluarga besar dari kedua belah pihak), dan anak-anaknya, kelak mampu beribadah dengan baik kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mampu menebar manfaat bagi sesama.

Ah ya,

dan dia, saat ini, belum bisa memasak.

“Rabbana hab lana min azwajina wa dhuriyyatina qurrata A'yun waj'alna lil-muttaqina imama.”

[“Our Lord! grant us in our mates and offspring the joy of our eyes and make us patterns for those who guard against evil.” (25:74)]

Buat persiapan perang selama dua hari ke depan, nih gue kasih amunisi ruhiyah buat lo lo pada. Baca sering-sering dah mantra-mantra di bawah ini!:

1. Allahumma yassir wala tu'assir. Rabbi tammim bilkhoir. Birohmatikaya Arhamarrohimin.

YaAllah Permudahkanlah Jangan Dipersulitankan dan Kau akhirkanlah dgn Kebaikan.

 

2. Hasbunallah Wa Ni'mal Wakil, Ni'mal Maula Wa Ni'man Nasir.

Cukuplah Allah sebagai Penolongku dan Allah adalah sebaik-baik penolong.


3. La hawla wala quwwata illa billah al-‘Aliyyil 'Adzim

Tidak ada daya dan upaya kecuali atas izin Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung


Semangat siap tempur untuk para prajurit SBMPTN!
Ciaaaaaaat! :D




*Gambar dinukil dari sini.

Ada empat doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang berhaji hingga ia kembali, doa orang yang berjihad hingga selesai, doa orang yang sakit hingga sembuh, dan doanya seseorang terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya. Adapun doa yang paling cepat diterima di antara doa-doa tersebut adalah doa seseorang kepada saudaranya tanpa sepengetahuannya.
—  Riwayat Ad-Dailami dari Ibnu Abbas