dia pi

Perayu.

Kita semua ini punya bakat sebagai perayu. Tukang rayu. Sebaik-baiknya perayu, adalah perayu Allah.

Wezzzzeh.

Salah satu kenalanku, pandai sekali merayu. Baru menikah 2 tahun lalu, dan tampaknya Allah kasih waktu buat mereka merasakan pacaran setelah menikah. Berdua saja.

Sebut saja namanya Mbak Cici. Gombal banget anaknya. Tukang rayu! Dia rayu siapa saja. Semuanya. Semuanya dia sayang. Senyum terus. Lembut sekali. Tapi yang paling kelihatan adalah caranya merayu Allah, agar dirumahnya tak lagi berdua saja.

Kita lupakan bagaimana mbak Cici menjaga ibadahnya. Biarlah itu urusannya dengan Allah.

Mbak Cici merayu Allah dengan berbagai cara. Dari segala arah.

Caranya?

Mbak Cici berusaha menjadi istri yang taat pada suaminya, istri shalihah. Kemarin, sempat ada plester di salah satu jarinya, kata Mbak Cici, “Namanya juga ibu rumah tangga. Hasil atraksi di dapur.” Gilak. Pahala tuh. Hasil atraksi masak buat suaminya. Untuk menyenangkan suaminya.

Mbak Cici telfon suaminya dengan suara yang lembut dan penuh kasih sayang, “Cintaku, sudah makan belum?” Dan aku yang denger harus nahan napas. Memutar bola mata berkali-kali, “Mbak! Plizzzz…kamu dak sadar ada aku disini?? Bisa-bisanya cinta-cintaan didepanQ!” Wkwk

Mbak Cici sayangi Ayah Ibunya. Romantisnya maasyaaAllah. Mbak Cici tadi dak ragu ngambil tisu dan membersihkan sisa pasta gigi di dekat mulut Ayahnya yang baru selesai mandi. “Maap Pah…” sambil membersihkan dengan sungguh-sungguh. Kalau aku mungkin cuma bilang, “Pak, ada apa tu pak di dekat mulut Bapak?” Wkwkwk

Mbak Cici jaga silaturahmi dengan teman-temannya. Kemarin Mbak Cici sempatkan bertemu dengan salah satu temannya sebelum temannya kembali ke Toli-toli. Mbak Cici beri hadiah. Mbak Cici doakan temannya disela-sela pelukannya. Pelukan yang cukup lama menurutku. Lama kali malah. Doh. Kan aku awkward gitu nungguin mereka pelukan di tengah mal wkwk

Mbak Cici rangkul aku yang bahkan belum lama ia kenal, tapi udah kayak adiknya sendiri. Selain karena akunya yang adik-able, ehem, juga karena Mbak Cicinya yang ramah. Kita jadi akrab. Hehe hehe akrab gak ya. Kayaknya sih akrab.

Errr…kembali ke merayu Allah.

Kondisi akan berdua lebih lama setelah menikah sudah diketahui Mbak Cici dan suaminya. Ada masalah yang bisa dijelaskan secara medis. Tetapi mbak Cici dan suami bersikap positif sekali. Bahkan dokternya bilang, “Kamu kalau bisa hamil itu mukjizat banget…”

“Bukannya mengandung, punya anak, itu memang mukjizat ya? Bukan cuma buat aku, tapi juga buat semua wanita” kata Mba Cici kemarin.

Iya jugak.

Yang jelas, Mbak Cici gak lelah merayu Allah. Dan Allah pasti terayu dengan semua rayuannya. Yakin deh! Tapi mungkin Allah ingin dirayu sebentar lagi saja. Allah sedang menyusun dan menumpuk nikmat untuk Mbak Cici dan keluarga. Allah pasti memberi sesuatu yang istimewa dengan segala rayuan yang ada. Allah tak akan biarkan rayuan itu sia-sia.

Teruslah merayu Allah. Caramu udah paling romantis mbak! Jangan putus asa!

Ingat pesanku, test pack nya jangan dibuang. Dikumpulin, terus disusun, bisa buat frame. Tengahnya nanti foto usg. Wkwk biar anakmu nanti tahu, bagaimana dia ditunggu.

pis laf en gawl.

Este sábado se le ha denominado el día Pi. (π) La razón: Los números de determinada hora de esta fecha coincidirá con los 10 primeros de la constante matemática.

La fecha: 3-14-15; la hora 9:26:53.

Pi (π): 3.141592653…

El número π es la relación entre la longitud de una circunferencia y su diámetro, en geometría euclidiana.

Por si fuera poco, un 13 de marzo de 1879, hace 136 años, nació uno de los más grandes físicos que el mundo haya dado: Albert Einstein

youtube

¡Feliz día π!

Vihart (canal de youtube de cosas matemáticas muy random muy chulas!) lo celebra cantando unos dígitos de pi :D