desepsi

Kau Datar

Ruang persegi, tapi bukan kotak dan masih ada sisi.

Kusendiri…

Berbicara kepada cangkir, asbak dan puntung yang masih berasap.

Kuangkat secangkir kopi dengan bibir dahaga, tapi ku tak haus.

Hanya untuk melenggangkan asap rokok ke bibirku nantinya.

Kau marah padaku… Ku acuhkan…

Dan kutumpahkan kopi ke kasur lusuh ini…

Ku bercengkerama dengan dinding… dia datar

Apakah kau masih mencintaiku?

Seperti ucapanmu saat kau menikmati jiwaku?