day29

Pesan Untukku di Masa Depan

Teruntuk diriku sendiri,
Semoga keberkahan dan rahmatNya selalu tercurah untukmu.

Malam ini, aku hanya ingin sedikit menyampaikan pesan untukmu. Terimakasih telah berjuang untuk menjadi dirimu yang lebih baik dari diriku. Terimakasih telah menyelesaikan masalah-masalah yang disebabkan atas perilaku dan pilihan-pilihan hidupku. Ketahuilah, apapun yang terjadi di masamu saat itu, pastilah itu adalah akibat dari sebab yang diriku perbuat hari ini. Terimakasih telah berjuang untuk itu.

Mungkin di masamu, telah banyak hal yang cukup merepotkan karena ulahku. Maafkan diriku untuk itu. Namun, izinkan diriku untuk menyampaikan pesan dari masa lalu untukmu. Saat ini, aku tengah berjuang menjadi diriku yang lebih baik dari yang terdahulu, aku sedang berusaha menyelesaikan apapun yang sedianya kelak bisa menjadi bekalmu di hari esok. Pastikan dirimu tidak menyalahkanku untuk berbagai hal yang terjadi padamu. Tetaplah lanjutkan perjuangan citamu, tingkatkan terus ibadahmu, kembangkan potensi dirimu. Teruslah dirimu menebar kebaikan kepada semua, jadikanlah dirimu pribadi yang kontributif, yang memberikan kebermanfaatan buat disekitarmu. Kau tahu? Seburuk apapun diriku hari ini, dirimu masih punya masa depan yang bersih untuk kau tuliskan ceritamu. Mari kita selesaikan apa yang telah kita mulai.

Dan terakhir, jagalah selalu iman didalam hatimu. Jika di hatimu saat ini terasa ada cinta maka pastikan cintamu itu selalu tidak melebihi rasa cintamu kepada Allah.

Tetapkanlah hatimu padaNya,
Karena ketahuilah, semua ini adalah karenaNya.

Salam Hangat,
Dirimu.

Bandung, February 27, 2017.
Saat mengalirnya doa-doa untukmu malam ini.  


Tulisan dalam hari-hari terakhir “30 Days Writing Challenge” bersama:
@febrianimanda @alfianzack @hiboki @isasetiawan @swcoollepool
@dyahayucintya @inbakus @ageovani @afsabila @zgalangb @milhanfah @fahrizal182

Last Day Ramadhan

Tak terasa sudah berada di penghujung bulan ramadhan, entah apa saja yang telah diri lakukan teruntuk bulan istimewa, yang entah tahun depan akan Allah jumpakan kembali atau tidak. Tersadar, memang belum maksimal, namun semoga tak tergolong kepada yang menyiakan.

Malam 29 ramadhan semalam, rasanya ingin kembali kepada 1 ramadhan. Air mata tak pernah bisa ku bendung. Semalam, aku melewatkan malam terakhir ramadhan ku di tempat istimewa. Sebuah masjid yang punya tempat istimewa di hatiku. Sebuah masjid yang punya banyak kenangan haru, tentang kisah hijrah teman-temanku, tentang perjuangan dakwah para pemuda yang ingin mensyiarkan untuk meramaikan masjid, bahwa pemuda jangan alergi terhadap masjid.

Iya, semalam ada tangis pecah saat mendirikan qiyamullail. Ya Allah betapa banyak dosa yang telah dilakukan, betapa banyak kelalaian, kemaksiatan diperbuat. Namun diri tetap mengharapkan pengampunan dari Nya. Semoga tangis yang keluar itu, bukanlah tangis pura-pura, melainkan kesungguhan dari hati, yang memang berharap ampunan, mengakui diri yang memang hina di hadapan Nya.

Yaa Rabb, izinkan aku mengakui kelemahan diriku di hadap Mu, aku yang sombong karena sering sekali melalaikan perintah Mu. Izinkan aku untuk belajar memperbaiki sikapku terhadap Mu. Izinkan aku untuk berjumpa kembali dengan ramadhan Mu nanti :’)

Entah harus bahagia atau bersedih, ramadhanku akan lekas pergi.

Bandung, 24 Juni 2017

My name is Home
Also known as the shelter under a father’s smile
Also known as the taste of a mother’s biryaani
Also known as the safety of wrapped arms
I was constant light while shadows lurked
I am love
I plan to be enough 
I have learned to hold hands with hope 
I have taught storms that I won’t be flattened
I suck at being jealous and envious
I’m great at being found
I like watching you succeed
I hate departures 
I love welcoming you in
I feel loved
And you will always remember me as an immortal garden of seasonal satisfaction

Day 29: History

“History will forever honor Fire Lord Zuko, for his struggles and selflessness before his rule, and Fire Lady Katara, for her compassion and strength during our time in need.

They will serve as an example of a bridge, between two worlds once at war, now one nation united.”


THEY LOOK S O GOOD! Also you
G UYYS my hotel in Medina is so much nicer and faster AND FREE!!! I wanted to do the final day (Ash) but MAN it’s so hectic here! (òAó)