day10

terkejut

Lucu! Beberapa waktu lalu gue baru aja ketemu dengan seorang wanita yang namanya hampir mirip sama nama gue. Cuma lebih keren dia sih, lebih inggris. Kenapa bilang lucu? Ya soalnya baru kali ini gue ketemu wanita yang seolah engga peduli dengan kehadiran gue. Maksud gue, doi lebih asik sama dirinya sendiri. Liat tuh omongan orang-orang engga terbukti juga akhirnya. Mereka bilang gue selalu bisa bikin (si)apapun tertarik begitu liat gue. Nampaknya mereka harus ketemu cewek yang satu itu kemarin. Sumpah! Tatapannya biasa aja ngeliat gue. Dan gue bisa sebebas itu cerita macem-macem hal ke dia. Padahal kenal aja baru. Dan dia hanya mendengarkan dan menimpali sesekali kalo emang gue mintain pendapat atau gak gue yang nanya ke dia. Dingin abis, tapi gue suka aja gayanya. Dia cukup percaya diri dengan dirinya sendiri. Halah bahasa gue apaan sih. Intinya gitu deh, dia engga gampang buat dipancing cerita. Tapi dia cukup baik sejauh perbincangan gue kemarin. Dan ya gue tertarik buat menjadikannya temen baik gue. Tapi gue rasa akan sangat susah buat gue kenal dia lagi, kecuali gue apal jam dia dateng ke cafe langganan gue itu. Ya seengganya gue jadi bisa punya waktu buat cerita. Tapi sejauh ini gue seneng bisa kenal dia. Kalo abis ini kalian nanya nama dia siapa, gue engga bakal kasih tau. Biar aja cukup gue yang kenal dia. Kalian engga boleh! haha

FS


Sepagi ini, membuka mata dan mendapati kamu menuliskan tulisan itu untuk aku (?) *anggap aku terlalu percaya diri jika itu salah* but seriously semuanya memang mengarah padaku! Dan aku hanya bisa diam …

Lalu bagaimana jika kubalas saja tulisanmu itu? Haha, terlihat konyol. Tapi biarlah, toh kamu tak akan menyadari dan menemukanku di sini tentunya.

See! Dugaanku benar lagi, kamu cukup tahu bahwa banyak orang yang akan tertarik begitu melihatmu. Tapi sayang, itu tidak berlaku bagiku. Maaf saja, aku sudah mati rasa untuk sekedar jatuh pada sebuah tatap rupa fisik dan atau semacamnya. Aku menjadi demikian setelah cukup banyak luka yang kutelan bulat-bulat beberapa waktu lalu. Aku dingin menanggapi kamu ya? Ya demikian adanya. Rasakan, tak usah mendekat padaku karena aku tak cukup mudah untuk didekati. Buang-buang waktu bila kamu hanya ingin mendekat dan sekedar bermain dan mencari tahu saja.

Dan mengenai kamu yang ingin bertemu kembali, maaf, aku akan mengurangi jatahku duduk menikmati hujan dan senja di cafe itu lagi. Aku menemukan tempat lain yang jauh lebih nyaman. Dan tentunya tak akan ada lagi yang menemukanku, seperti halnya kamu. Sungguh, aku hanya malas saja berlama-lama bercakap dengan seseorang. Sedang tak ingin diganggu rasanya. Sedang ingin bercakap-cakap dan tenggelam dengan diri sendiri.

ps : terima kasih untuk beberapa kata yang mampu membuatku terkejut pagi ini.

Tertanda,
Oceana Madelyn

Yang Lebih Menyedihkan dari Kehilangan

Semakin ke sini saya semakin sadar, manusia tak pernah benar-benar merasa takut dengan kesendirian, toh buktinya saya masih banyak melihat mereka yang pandai sekali menyembunyikan duka di balik tawanya.
Sebab pada dasarnya kita lebih takut terhadap ketiadaan kata berpisah dibandingkan dengan kesendirian.

Hanya saja kita seringkali tak pernah sadar, bahwa jika kita berdoa meminta hujan, kita harus berurusan dengan lumpur, begitupun jika kita berdoa meminta hangat, kita diberi satu paket dengan kemarau.
Pun ketika ketika jatuh cinta dengan orang lain, sering juga kita tak pernah merasa terima dengan rasa “jatuh"nya.

Itu mekanisme paling memilukan dari manusia, termasuk saya sendiri. Kehilangan memang begitu menyakitkan bagi semua orang,

Tapi terkadang yang lebih menyedihkan adalah, kita bertengkar tentang siapa yang lebih hebat rasa sakitnya, siapa yang lebih terluka,
Hingga kita sadar bahwa kehilangan bukanlah satu-satunya hal yang paling menyedihkan, tapi berlomba tampil menjadi siapa yang terparah lukanya.
Ini adalah hasil obrolan saya dengan @vervins beberapa tempo lalu ketika semua hal masih terasa baik-baik saja, sekarang saya membuktikan kata-katanya.

3

Skip Beat 10 Day Challenge

Day 10: Favourite illustration. 

※ Credits to original artists: @himederesama​, @kanae-san​ and frostcrystal

I knew exactly which ones i was going to use for this. I love the top one for its the first time we see Kyoko’s sex appeal. We’ve seen heaps of examples of Ren’s sex appeal and how it relates to his fame so we know its an important aspect for an actor to have. For an up-and-coming artist this is definitely something she needs to cultivate. I just love how sexy and classy she looks in this tropical setting, its a whole new side to Kyoko and one I think she will definitely thrive in.

The snapshot from the Dark Moon party is a fav because I love the foreshadowing. This is the amazing actress and the mature beauty that Kyoko is and will be in the future. Ren’s looking her with luuurve nothing subtle there haha or as Sho says “getting his soul sucked” but I don’t think Ren would mind. The foreshadowing is complete with Momose thinking that Kyoko and Ren look ‘good together’. And indeed they do. 

The prince Ren kneeling to princess Kyoko is one I love coz it plays into the whole fairytale and Kyoko’s fantasies. I like it too coz its just a really pretty picture. 

Thank you @frayderike for the correction! 

Day 10 of the day 365 challenge

The worst advice I’ve ever heard was.. If you love someone it will work. This is not always the case… Sometimes loving someone isn’t enough to stay together because there are so many unsolvable problems that sometimes the two of you have no control over.. So don’t get too disappointed if you and another person love each other, but your relationship won’t work.. It happens sometimes but atleast you had the privilege of livening someone me knowing what it felt like to be loved.

Day 10 - 25 Days of Christmas Writing Challenge

found time again - back to ziall :))


Zayn’s fingers were already cold again when he sat down on his sofa, his shower only having helped momentarily. The cup of tea in his hands was trying its best but his walk home from work had turned him into an icicle, pretty much.

He’d just settled down with a blanket around his shoulder, wondering which film to put on tonight, when his doorbell rang.

Zayn groaned a little, put his mug down and trudged towards the door with the blanket around his shoulders like a cape.

“Zaynie!” Niall said as soon as Zayn could see him and Zayn couldn’t help the smile that appeared on his face. Niall was hopping up and down on his doorstep, decked out in a hat, a big scarf and coat and cute mittens on his hands. “Harry and I are going Christmas caroling!”

“Um, cool?” Zayn said, wondering if Niall would come in for the duration of their talk, the draft coming in from the hallway was already making him shiver. “Have fun.”

Niall frowned and shook his head at Zayn. Without saying anything, he pushed Zayn back into his flat and followed him, closing the door behind them. He was thoughtful and attentive like that, and Zayn’s heart ached a little bit. “Come on,” Niall said. “Go Christmas caroling with us. It will be fun!”

Keep reading

Letter #10: Kosong

Kota Tetangga, 10 Februari 2016

: perasaan ketika aku bukan aku

Hai. Apa kabar?

Kamu perasaan yang punya kabar, kan?

Aku merasakanmu saat menuangkan sesuatu yang bukan aku. Semacam paksaan dari dalam diri agar tetap menulis.

Terlebih ketika aku memposisikan diri sebagai masa lalu dan orang lain. Aku merasa salah. Aku merasakanmu. Tulisanku kehilangan nyawanya.

Apakah aku terlalu egois hingga membuat masa lalu - masa lalu terlihat suram? Terlihat salah? Terlihat menyakitkan?

Sungguh, terkadang kita hanya meyakini apa yang kita ingin yakini. Bukan karena kita harus.

Atau karena aku belum terlalu merelakan sehingga jiwa itu tidak merasa?

Kosong, kau mau aku isi?

yang sering kehadiran dirimu,

-hatiku