dan tang

三寸天堂 Three Inches of Heaven
严艺丹 Yan Yi Dan
三寸天堂 Three Inches of Heaven

I stopped searching for the heaven we promised each other That heaven is the place where I once loved you (x)

CeritaJika #23 : Jika Istrimu Seorang Dokter Gigi

Pernahkah sebelumnya kau membayangkan beristrikan seorang dokter gigi sepertiku? Wahai engkau yang beristrikan dokter gigi, maafkan jika istrimu terlalu peduli terhadap mereka yang mengerang kesakitan karena sulitnya mengunyah makanan. Maafkan istrimu yang begitu bersemangat mengisi kegiatan sosial ditengah masyarakat yang sungguh, sangat buruk kesehatan giginya. Janganlah khawatir, aku tentu tidak akan melupakanmu, aku tentu akan menyiapkan sarapan pagi untukmu sebelum pergi meninggalkan rumah. Aku juga tentu akan sangat selektif memilih makanan mana yang tidak berpotensi memperburuk kesehatan keluarga. Janganlah khawatirkan itu…

Wahai suami yang beristrikan dokter gigi, mungkin setiap malam menjelang aku akan berubah sangat cerewet memaksa kalian dan anak-anak menyikat gigi, tapi percayalah itu demi kesehatan kalian. Maafkan jika dirumah akan penuh dengan tang-tang gigi dan bunyi bising dari kursi gigi, tapi percayalah suaraku akan mampu menenangkan kegundahanmu dikala segala permasalahan menghadang, aku akan selalu ada untukmu, wahai suamiku. Kau akan memandang aku sebagai istri yang kuat dan tahan terhadap masalah karena kebiasaanku menangani pasien, namun disisi lain kau juga akan mengetahui aku hanyalah wanita biasa yang memiliki keterbatasan dalam berdiri. Maukah kau menopangku?

Suamiku, aku adalah seorang dokter gigi, aku adalah tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan hidup ditengah masyarakat. Maukah kau berbagi dengan mereka? Maukah kau sedikit mengalah ketika keadaan memaksaku untuk bersama mereka? Waktuku untukmu mungkin akan tersita sedikit, tapi percayalah kau dan anak-anak adalah prioritas utama. Aku akan pastikan masakan telah terhidang dengan sempurna ketika kau dan anak-anak datang. Aku akan pastikan pendidikan mereka berada di puncak karena aku sadar bahwa aku adalah madrasah pertama bagi mereka. Aku hanya membutuhkan kepercayaan, karena sungguh menyedihkan ketika aku kehilangan sedikit saja kepercayaan darimu. Sudikah kau, suamiku?

Setiap waktunya, profesi ini memaksaku untuk terus belajar dan belajar, maka maafkan aku jika aku suka sekali menghabiskan waktu untuk membaca. Sekali lagi, jangan khawatir karena kapanpun engkau dan anak-anak membutuhkanku, aku akan selalu ada. Tak banyak yang bisa aku janjikan, namun ilmu kesehatan yang aku miliki sedikit banyak akan sangat membantu kita dalam memelihara kesehatan keluarga. Suamiku, surgaku ada di tanganmu,ridho Tuhan ada diridhomu, maka ridhokah kau dengan keadaanku seperti ini? marilah kita bangun mahligai ini dengan indah dan nyata. Hingga suatu hari nanti ketika anak-anak kita besar, kita sudah mampu tersenyum bersama dan akhirnya berkumpul di surga.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

submitted :

Nabila Yusaf

Mahasiswi Kedokteran Gigi

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

CeritaJika project : klik di sini

  • me: i love how you drew her with so many fingers just lying around
  • dan: 20 :)
  • me: yeah thats a lot
  • dan: no 20. you-- you have 20 too.
  • me: n-no i dont
  • dan: yea twen--
  • dan: NO...
  • dan: NO WAIT.....NOT TEN ON EACH HAND...
  • me: OH MY GOD???
  • dan: THATS TOO MANY. I GUESS SHE HAS SPARES??
  • me: was that like an ACTUAL kerfuffle youjust had or like are you fucking with me cause
  • dan: its been a LONG day
  • dan: (through tears) so like this old war veteran plane has post tramatic plane stress disorder after he lost his whole squad in plane world war II
  • dan: which by the way means there was like
  • dan: plane hitler
  • dan: but yeah he lost. EVErything.
  • dan: he didnt loose 20% of his squad.
  • dan: not even 80%
  • dan: he lost.
  • dan: he- EVERY ONE DIED. and it was all because of some plane's blood lust.
[SERIAL SEKOLAH RELAWAN] ANAK DAN PERMASALAHANNYA

Materi Sekolah Relawan 2 ASA Muda Indonesia Bagian 3 (Terakhir)

Notulis:  Marista Rovyanti


Setelah mendapat bekal 2 (dua) materi yang tentunya sangat bermanfaat, materi ketiga yang berjudul “Anak dan Permasalahannya” ini menjadi lebih sempurna melengkapi. Diisi oleh Mba Noridha Weningsari seorang Psikologi Anak juga yang masih muda dan penuh semangat.

Mengapa kita harus mengetahui permasalahan anak? Karena yang akan kita hadapi bersama ialah anak-anak. Dan kita harus tahu semua hal tentang mereka yang sedang kita hadapi, siapa mereka, apa permasalahannya, bagaimana membantu mereka mencari solusinya, dan yang lebih penting bagaimana memberi pengetahuan terkait pencegahannya. Memang pada materi sebelumnya sedikit banyak kita sudah menyinggung tentang permasalahan anak dan remaja. Tapi akan jauh lebih lengkap dengan materi ketiga ini.

Nah siapakah yang disebut anak? Anak ialah individu berusia 0 – 18 tahun, yang biasanya dikelompokkan sebagai berikut :

1. Balita (0 – 3 tahun)

2. Anak usia pra sekolah     (4 – 6 tahun)

  • Fisik dan Motorik: Pertumbuhan fisik cepat, mulai menggunakan berbagai benda yang melibatkan gerakan tangan dan kaki
  • Kognitif: Membedakan benda berdasarkan karakteristik yang nampak, belum benar-benar bisa membedakan khayalan & kenyataan
  • Sosial-Emosi: Mulai mengenal identitas gender, bermain imajinatif, mulai bermain interaktif, mengenal emosi dasar, dan muncul rasa bersalah saat diberi hukuman
  • Permasalahan: Perilaku instrumental aggression, mengompol, cemas dan takut berpisah dengan orang tua. Instrumental aggression disini contohnya seorang anak yang tidak dibelikan mainan, kemudian dia menangis dan memukul orang tuanya, mereka hanya kesal dan tidak berniat menyakiti, mereka hanya ingin keinginan mereka dipenuhi.

3. Anak usia sekolah (6 – 12 tahun)

  • Fisik dan Motorik: Perubahan mulai melambat, mulai menyadari body image, bermain interaksi yang melibatkan fisik
  • Kognitif: Mulai bisa asosiasi
  • Sosial dan Emosi: Kepercayaan diri dipengaurhi keterampilan, membandingkan diri dengan orang lain, mengenal emosi dan mengekspresikannya, mulai empati
  • Permasalahan: obesitas, penggunaan gadget, games dan internet berlebihan, bullying, hostile aggression, masalah belajar. Hostile aggression itu ketika anak merasa kesal dan dia membalas orang yang membuatnya kesal agar kapok dan tidak membuat dirinya kesal lagi. Jadi tingkatannya lebih tinggi dari instrumental aggression sebelumnya.

4. Remaja (11 – 18 tahun)

  • Fisik: Pubertas, perubahan hormon, perubahan kondisi fisik
  • Kognitif: Mampu berpikir abstrak, kemampuan menganalisa masalah dan mencari kemungkinan cara penyelesaian mulai berkembang, argumentatif, dan sulit memutuskan sesuatu
  • Sosial dan Emosi: Mengembangkan orientasi seksual, teman adalah segalanya, membangun identitas, ingin menjadi pusat perhatian
  • Permasalahan: Masalah body image, penyalahgunaan NAPZA, kecanduan, mencoba perilaku seksual beresiko, kehamilan, bullying, tawuran

Setiap anak memiliki karakteristik dan perkembangan berbeda dari setiap kelompok usia yaitu perkembangan fisik, motorik, kognitif, sosial, dan emosinya. Jika anak tidak memperlihatkan sikap/karakteristik sesuai perkembangannya, maka DIDUGA mengalami masalah/gangguan. Dan kita harus memperhatikan hal-hal sekecil apapun itu, jangan bersikap acuh tak acuh kepada lingkungan sekitar karena anak merupakan aset bangsa yang diharapkan dapat membangun negeri menjadi lebih baik dari hari ini. Jangan sampai terlambat peka. Karena terkadang entah kita yang memang benar tidak peka atau memang sengaja menolak peka terhadap isu-isu anak dan perkembangannya?

Lalu apa saja gangguan dan masalah pada anak dan remaja?

  1. Gangguan Perilaku, Anak-anak dengan gangguan ini umumnya terlihat seperti selalu ingin bergerak, tidak bisa diam, selalu membantah ataupun membangkang, dan seringkali melanggar aturan.
  2. Gangguan Emosional, anak dengan gangguan ini cenderung tidak bisa diam, khawatir jika tidak dekat dengan salah satu atau kedua orang tuanya, menolak untuk pergi ke sekolah, menarik diri dari lingkungan, ataupun menolak melakukan berbagai aktivitas yang diberikan.
  3. Gangguan Perkembangan dan Kognitif, bersifat stabil dan menetap. Anak dengan gangguan sulit memahami pelajaran dan berdaptasi. Fungsi keseharian mereka juga terganggu.
  4. Gangguan yang terkait dengan Kesehatan Mental dan Fisik, Gangguan yang terdapat dalam kategori ini, antara lain penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, gangguan tidur, gangguan makan, penyakit kronis seperti kanker atau jantung, gangguan sistem pembuangan, obesitas, serta maltreatment seperti perlakuan abusif dan eksploitasi.

Perilaku Adiksi dan Kekerasan Seksual pada Anak dan Remaja

Bagaimana fakta tentang adiksi?

Adiksi merupakan proses yang kompleks yang membutuhkan waktu untuk berkembang. Adiksi adalah suatu penyakit bio-psiko-sosial, yang melibatkan faktor biologis, faktor psikologis dan sosial, yang gejala-gejalanya khas serta bersifat kronis (lama) dan progresif (makin memburuk jika tidak segera dilakukan tindakan pertolongan). Gejala utamanya adalah (a) rasa rindu dan keinginan kuat untuk memakai, bersifat kompulsif; (b) hilangnya kendali diri terhadap pemakaian/aktivitasnya; © tetap melakukan walaupun mengetahui akibat buruknya; dan (d) menyangkal adanya masalah.

Bagaimana cara pencegahan dan penanggulangan adiksi?

  1. Pahami dan perhatikan kondisi anak, terbuka, dan komunikasi
  2. Mengidentifikasi sejauh mana perilaku muncul; intensitas, durasi, frekuensi, kapan muncul, dll
  3. Mengidentifikasi alasan munculnya adiksi dan mengenal anak lebih dalam
  4. Mengkomunikasikan kepada orang tua dan pihak terkait
  5. Memaparkan bahaya dan dampak dari perilaku tersebut
  6. Membanguh motivasi anak untuk mengurangi dan berhenti
  7. Menyusun program-program yang diperlukan dan upaya mengurangi perilaku: mengurangi intensitas, olah raga, dll

Berikut karakteristik korban kekerasan seksual :

  • Emosi: Mudah marah, takut, gelisah, merasa dikihianati, kemarahan/dendam, depresi, kebencian, anak yang lebih kecil : bingung.
  • Pola pikir: Sulit konsentrasi, prestasi akademis menurun. Mudah terkejut, panik, hilang daya pikir, konsep diri rendah, merasa dikhianati, menyalahkan dan jijik pada diri sendiri.
  • Sosial: Tidak mau lepas dari orang tua, takut bertemu dengan orang baru, menarik diri dari lingkungan. Agresif, acting-out, mencari perhatian.
  • Fisik/Seksual : Dada berdebar, lemas, gemetar, tidak menguasai diri, keringat dingin, nyeri pada bagian tubuh tertentu, muncul keluar sakit yang penyebabnya psikologis.
  • Perilaku: Ngompol, isap jari, sulit tidur, diam, mimpi buruk, histeris, menyakiti diri sendiri, perilaku beresiko (misalnya: NAPZA), tertarik berlebihan pada hal-hal seksual, masalah seksual.

Lalu bagaimana cara pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual?

  1. Pahami dan perhatikan kondisi anak, terbuka, dan komunikasi    
  2. Memberikan psikoedukasi mengenai seksualitas sesuai dengan perkembangan anak
  3. Jika anak terlihat mengalami perubahan perilaku, cobalah untuk mengajak anak berbicara
  4. Mengkomunikasikan kepada orang tua mengenai kondisi anak
  5. Mendorong anak untuk terlibat dalam kegiatan positif dan membangun rutinitas anak, namun tidak juga memaksa
  6. Tidak melabel, membuat anak percaya dan MENJAGA RAHASIA
  7. Merujuk kepada tenaga profesional

 Berikut deteksi dini dan prinsipnya :

  1. Deteksi dini dilakukan guna menghindari potensi masalah yang lebih besar dan melakukan penanganan sedini mungkin
  2. Objektif, jika perlu, tanyakan pendapat orang lain
  3. Tidak melabel anak dan mengambil kesimpulan sendiri
  4. Memperhatikan prinsop-prinsip kesejahteraan dan kondisi anak
  5. Mengkomunikasikan kepada orag tua
  6. Merujuk kepada tenaga profesional

Jadi, memang sudah tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk lebih peduli terhadap isu-isu anak yang dewasa ini menjadi sorotan publik dengan segudang problema yang menyesakkan dada. Dengan pembekalan yang luar biasa bermanfaat ini diharapkan kita sebagai generasi muda lebih berhati-hati, lebih peka, lebih peduli, dan lebih bisa menjaga adik-adik kita yang belia untuk terus beraktivitas dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Memotivasi mereka untuk meraih cita-cita. Serta mulai menanamkan akhlak, moral dan pembiasaan yang baik dengan cara menjadi teladan yang baik bagi mereka. Karena selain peran orang tua, peran masyarakat juga diperlukan. Masyarakat perlu juga mendapat informasi seputar isu-isu anak agar mereka juga ikut memberikan perlindungan, pengawasan dan penjagaan terhadap anak-anak sekitar. Kalau bukan kita yang bergerak siapa lagi?

Yuk, mari sama-sama membangun generasi cerdas, sehat, semangat, dan selalu menebar manfaat untuk banyak orang. Karena bukan soal masa depan saja, ini tentang bagaimana kita hidup di dunia fana ini, apakah kita telah memanusiakan manusia? Atau cuek saja dengan sekitar dan hanya memikirkan diri sendiri? Sudah saatnya kita bergerak, menyatukan visi yang sama, karena niscaya kejahatan pergerakannya lebih cepat dibanding kebaikan. Selamat berjuang demi masa depan bangsa! Jangan biarkan segala impian hancur karena tang-tangan dan otak-otak orang yang tak berperikemanusiaan merusaknya.

  • [10/28/15, 6: 46:55 PM] Tang: wnna see papyrus getting fuckin giddy over slicing the limes?
  • [10/28/15, 6: 47:01 PM] shit goat: yeah :)
  • [10/28/15, 6: 47:03 PM] Tang: https://pbs.twimg.com/media/CR-KqANUkAA1yxt.jpg
  • [10/28/15, 6: 47:14 PM] shit goat: holy shit
  • [10/28/15, 6: 47:19 PM] shit goat: ee ee