dan soto

Suara-suara di warkop jam 00.30
  • Abang Jaket CNN: Kagak ada acara lain apa A'? *Ngomong ke abang warkop sambil makan soto ayam dan sesekali liat HP dan TV
  • Bapak-bapak kacamata: Iyanih dari kemarin inian mulu beritanya. Dikira orang indonesia dia doang apa. Haha
  • Abang Jaket CNN: Iya bang, kayak ga ada berita penting lain aja. Gw aja yg 'ngambil' muak dah. Haha
  • Bapak-bapak kacamata: Oh iya, lu yang ngeliput-ngeliput beginian ya. Haha
  • Abang Jaket CNN: Ya, mau gimana lagi, bang. Kalo bisa protes mah gw protes dah. Haha namanya orderan, terima aja lah.
  • ------
  • Saya: A', indomie goreng pake telor dadar ya. Sama nasi setengah. Minumnya air putih. Nuhun A'.
  • Aa' Warkop: Dibungkus atau makan di sini? *sambil ganti channel
  • Catatan:
  • - Berita yang dimaksud adalah berita pernikahan putri pak presiden RI.
  • - Abang Jaket CNN beneran jurnalis ternyata, entah lagi mampir atau emang tinggal dekat sini.
  • - Bapak-bapak kacamata kalo saya tidak salah habis potong rambut. Dulu rambutnya panjang banget sampai pantat, dan nyampur hitam putih gitu. Keren dah. Eh apa beda orang ya? Tau ah.
  • - Channelnya diganti ke film Fast Furious 7. Ada adegan Joe Taslim bilang "Hantam Mereka!" literal pake bahasa Indonesia. Habis adegan itu saya pulang. Tapi tidak lupa bayar dulu.

MUARA

Kita punya arah yang berbeda. Seperti aku ingin mengajakmu ke pantai, menikmati deburan ombak menerpa kaki. Tapi, kau justru memilih ke tengah kota, berbaur dengan keramaian, menikmati malam di pinggir jalan. Kau menyodorkan pilihan sepiring soto dan segelas es kelapa muda. Padahal kita sebenarnya sama-sama ingin menikmati hari.

Aku belajar, jika dua insan manusia bisa bersatu bukan karena hanya persamaan; perbedaan juga menjadi awal. Ketika dua pemikiran yang tadinya berpisah jalan ditantang untuk menemukan muara yang sama.

Kamu juga mengatakan hal yang sama. Kamu tidak datang dari sampan yang sama denganku, dari samudra yang sama denganku, tapi sama-sama menuju daratan yang satu. Kita mengamininya.

Sampai suatu waktu, ternyata salah satu di antara kita, tak lagi kuat mengarungi samudra. Salah satu di antara kita harus mengalah dan pergi. Entah kamu atau aku, tapi salah satu di antara kita menyerah. Kita saling menuduh. Perdebatan tiada henti dari malam hingga subuh.

Hal-hal yang dulu diamini bersama, kini rantas sudah. Perjalanan kita selesai. Salah satu dari kita tidak akan mencapai daratan yang dituju awalnya. Tersesat di lautan perasaan yang tiada ujungnya. Perasaanmu bermuara ke suatu tempat entah di mana berada.

Tidak ada lagi kata “Kita”. Tidak ada lagi momen-momen yang dilewati bersama. Hanya aku dan kesendirianku, dan kamu dengan kekeluanmu. Kita sepakat untuk tidak menujukan muara itu lagi. Dan aku hanya bisa mengikhlaskanmu dari sudut kerinduanku saja.

Aku mengucapkan selamat tinggal terlebih dulu. Maaf, aku tidak akan menghapus memori tentangmu. Tidak pula akan mencarimu. Kamu sudah tahu, daratan mana yang kutuju. Jika kau mau kembali, silakan datang bertamu ke rumahku di daratan itu.

Ditulis oleh @ariqyraihan

Dibacakan oleh @ariqyraihan​ & @ayisafarillah

Made with SoundCloud