daely

Panwaslih Layangkan Surat Rekomendasi ke Polres Nias atas Laporan Herman Jaya Harefa

Medan (SIB)- Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Gunungsitoli melayangkan surat rekomendasi atas dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu ke Polresta Gunungsitoli.
Laporan bernomor 000/1536/Panwas/05/II/2016 tertanggal 8 Pebruari 2016 itu ditandatangani Komisioner Panwaslih Gunungsitoli Yamobaso SH. Dalam surat itu disebutkan berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, kajian dan musyawarah ketua dan anggota Panwaslih Gunungsitoli, maka kasus yang dilaporkan Herman Jaya Harefa dengan nomor laporan 09/LP/Panwas/II/2016 tanggal 1 Pebruari 2016 selanjutnya diteruskan kepada Kapolres Nias untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan.
“Pelimpahan dilakukan setelah Panwaslih melakukan kajian jika laporan Ketua Tim Pemenangan Makmur Herman Jaya Harefa terkait dugaan pernyataan palsu calon Wakil Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli mengenai piutang di Pengadilan Negeri Niaga Medan merupakan dugaan tindak pidana pemilu,” tulisnya dalam surat itu.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Selasa (9/2), Humas Polres Nias Aiptu O Daeli mengatakan pihaknya belum menerima surat tersebut. “Belum kita terima. Sudah saya cek di bagian pendataan, hingga saat ini belum ada surat masuk,” ucapnya.
Ia menambahkan kemungkinan laporan tersebut memang diterima pihaknya, sayangnya laporan tersebut tidak bisa ditindaklanjuti karena tidak memenuhi syarat formil.
“Namun, informasi dari gelar perkara pada hari Minggu itu, laporan Herman Jaya tidak bisa kita tindaklanjuti penyidikannya karena menurut hasil pemeriksaan, laporan itu tidak memenuhi syarat formil,” tegasnya. (R19/q) http://dlvr.it/KTR9LF

paragonofzaun asked:

13-16

13: their embarrassing memory from years ago

“Well, you see! I, very innocently, you know, was askin’ one of my boyfriend’s about how his magic works!! Maeth’s understandable, fire is not very hard to comprehend, y’know? And neither is earth- but Daelis had, um, blood magic. So I was like, show me show me show me! And I ended up provoking him with his own faults to uh, fight me?”

NERVOUSLY LAUGHS.

“He probably could’ve killed me.”

14: how they react to burning their tongue on food

A lot of screaming.


15: how they react to a brainfreeze

Whining and holding his head, rolling on the floor, etc. 


16: their dreams

His normal dreams are really simple! They either make no sense, or are just him enjoying a happy life like the poor thing has always wanted. His nightmares are extremely distorted by his intuition and fears, and tend to leave him rather upset and uncomfortable. It’s not nice reliving bad memories or imagining your own future wherein everyone you love hates you. you know?

Himpunan Mahasiswa Nias Barat Rayakan Natal

Nias Barat (SIB)- Himpunan Mahasiswa Nias Barat (HMNB) merayakan Natal bersama 500-an masyarakat di Gereja BNKP Sisobambowo Lahomi Nias Barat, Sabtu (6/2). Natal diisi liturgi, kotbah, hiburan vocal grup dan tari-tarian.
Tokoh masyarakat, Faduhusi Daeli yang didaulat memberi kata sambutan mengharapkan HMNB tetap menjadi organisasi yaay solid dan takut akan Tuhan, tetap menjaga hubungan secara internal maupun eksternal dan memberikan contoh baik kepada masyarakat.
“Bersama-sama kita mewujudkan Nias Barat berdaya ke depan,” kata bupati terpilih ini. Turut hadir tokoh masyarakat Siado Zai, Ama Arif Gulo, para Kepdes dan masyarakat. (A34/y) http://dlvr.it/KTR9GC

2 Pengedar Sabu Diringkus

Gunungsitoli (SIB)- Gabungan Sat Res Narkoba dan Sat Reskrim Polres Nias mengamankan dua pengedar sabu, DT (30) dan RZ (38) warga Jalan Yos Sudarso Gunungsitoli, Senin (8/2).
PS Paur Humas Polres Nias Aiptu O Daeli menjelaskan penangkapan dua pengedar sabu tersebut, berawal dari operasi yang dilakukan Sat Reskrim mengungkap pencurian kendaraan bermotor.
Saat DT digeledah, ditemukan 1 paket kecil sabu. Dari DT didapatkan informasi bahwa barang haram tersebut didapatkan dari RZ, sehingga personil gabungan melakukan penggeledahan di kos RZ dan didapat 7 paket kecil sabu.
Untuk menjalani proses penyidikan, kedua orang tersebut diboyong ke Sat Narkoba Polres Nias. (A31/q) http://dlvr.it/KSlDsw

Dua Nelayan yang Hilang Masih Belum Ditemukan: Gunungsitoli (SIB)- Dua orang nelayan, AT (26) dan YT (24), warga Desa Lasara Sawö Kecamatan Sawö Kabupaten Nias Utara, yang hilang saat melaut pada Kamis (28/1) sampai berita ini dikirimkan masih belum ditemukan.
Aiptu O Daeli selaku PS Paur Humas Polres Nias, yang dikonfirmasi  SIB Senin (½), mengatakan pihaknya membenarkan hilangnya 2 nelayan. Dia  mengatakan kedua korban pergi melaut bertolak dari Pantai Sawö pada Kamis (28/1) sekira pukul 07.00 WIB. Namun hingga sore kedua korban belum kembali, keluarga kedua korban menjadi cemas, sehingga langsung melaporkan hal tersebut kepada kepala desa dan ke Polsek Tuhemberua.
Atas laporan tersebut, Sat Pol Air Polres Nias bersama-sama personil Polsek Tuhemberua dan Basarnas Nias, melakukan pencarian/penyisiran sampai ke Pulau Sarangmbaung yang berada jauh di utara Pulau Nias.
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena angin kencang, tetapi kedua nelayan tersebut tetap melakukan kegiatan melaut untuk mencari nafkah, katanya. (R19/h)  http://dlvr.it/KNhzHr

Dua Nelayan yang Hilang Masih Belum Ditemukan: Gunungsitoli (SIB)- Dua orang nelayan, AT (26) dan YT (24), warga Desa Lasara Sawö Kecamatan Sawö Kabupaten Nias Utara, yang hilang saat melaut pada Kamis (28/1) sampai berita ini dikirimkan masih belum ditemukan.
Aiptu O Daeli selaku PS Paur Humas Polres Nias, yang dikonfirmasi  SIB Senin (½), mengatakan pihaknya membenarkan hilangnya 2 nelayan. Dia  mengatakan kedua korban pergi melaut bertolak dari Pantai Sawö pada Kamis (28/1) sekira pukul 07.00 WIB. Namun hingga sore kedua korban belum kembali, keluarga kedua korban menjadi cemas, sehingga langsung melaporkan hal tersebut kepada kepala desa dan ke Polsek Tuhemberua.
Atas laporan tersebut, Sat Pol Air Polres Nias bersama-sama personil Polsek Tuhemberua dan Basarnas Nias, melakukan pencarian/penyisiran sampai ke Pulau Sarangmbaung yang berada jauh di utara Pulau Nias.
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena angin kencang, tetapi kedua nelayan tersebut tetap melakukan kegiatan melaut untuk mencari nafkah, katanya. (R19/h)  http://dlvr.it/KNhw0Q