cucy

Grey is the new white. Grey is sexier than black.

Setelah mendapat cercaan dari berbagai pihak karena baju Kirana jadi “grey” semua, ini saatnya aku angkat bicara. (Benerin kerudung.)

Ehem.

Salahku.

Hahaha
Salahku yang bahkan baru bisa mengoperasikan mesin cuci Agustus lalu setelah sekian lama mesin cuci itu ditemukan.
“Kau bisa nyuci?”
“Ngucek aku bisa.”
“Ngucek sekeranjang bisa?”
“Menurut kau?”
“Tahu kau cara pakai mesin cuci?”
“Endak.”
“Sini aku kasih tahu.”

(Backsong : A Whole New World)

“Deterjen Kirana sama deterjen kita sama?”
“Aku samakan. Pakai deterjen Kirana semua. Yang putih dulu. Baru yang berwarna.”
“Yaaa…”


Namanya juga manusia. Gak pernah merasa puas. Cucian dikit, mungkin lebih menghemat waktu kalau dimasukkan semua dalam satu waktu (senyum picik).
Tapi ada pula pakaian yang licik. Yang dikira tak akan luntur ternyata luntur juga. Kurang ajar! Penipu!

Jadilah beberapa pakaian Kirana berwarna baru. Luar biasa Hana. Gak usah beli baju baru, baju lama terasa baru! Amazing!

Beberapa waktu lalu aku pernah cerita tentang betapa perhatiannya Kirana. Tapi tentang warna bajunya dia gak pernah protes tuhhh sama aku. Huft.

Sepulangnya mbak No dari haji, mbak No bilang, “Kok gini warna bajunya?” Blablabla. Tapi itu baju tidur sih. Jadi ya, dakpapalah hahaha

Tapi, Ibuk menemukan sesuatu yang lebih mengejutkan.
“Mbak, ini telekung (mukena) yang Ibuk bawakan kan?”
“Iya…”
“Perasaan dulu Ibuk bawainnya warna putihlah…”
Tapi yang dipegang Ibuk warna BIRU BLAU. Biru semacam kena blau yang buat penyakit gondong jaman dulu.

“Kok Ibuk nemu? Padahal itu dah mbak simpan di dalam-dalam lemari hahaha”

Fuhhhhh, dia pun pernah. Wooo…

NB: mata dibalas mata.

BE YOUR SELF GAIS!

Hi gais, i bkn nk mengamuk sakan ke ape. To b honest, please b yourself. Jgn nk bajet alim suci segala tu. F u rase u alim suci segala, u takpyh ade tumbr acc la kot.Ape point u ade tumblr ni? Nk cuci mata u kn?nk tgk cipap org tetek org bontot org kn?as a modal melancap shoot dinding sampai leleh leeh! Puihh.sorry. I muak la dgn org yg fake ni!pandai nk komen cipap i burok la cipap itam lah cipap barai lah tetek londeh puting itam mcm keling lah bontot beso bontot londeh..FYI, cipap i cantik lg merah menyala kulit cipap tak gelebeh ketat lagi even i kuat kangkang. Sp yg pernah try i dorg tau who i am. And sometimes i post pic cipap tu mmg nmpk itam sbb lighting. Kadang tu snap pic tgh memantat, mmg la nmpk itamnya tu. Susah kalau org tahu nk mengutuk je. Cmtu nnt uols cr yg putih gebu gebasss je tau bila nk memantat! Hello gais! If i sua dpn muka pun u jilat lah! U Kongkek jgk yg u ckp itam itam tu. Puihhh la. Nk yg suci suci u jgnla view tumblr i. I mmg tak baik suci pn takde. Tp at last im be myself. Dont b pretending like an angle.

Sory,membebel🙄😑
XnadpenatX

Lembar Pertama.

Sebagai orang yang tidak terlalu suka buku, aku lebih senang meminjam daripada membeli. Hehe hehe

Biasanya yang mendorong untuk baca sebuah buku adalah kalau ga karena pengarangnya, ya dari “katanya”. Katanya si A buku ini bagus. Katanya temenku, buku ini layak kamu masukkan ke list buku-yang-harus-dibaca.

Nah, aku baru beli buku nih. Weh, tumben? Begini ceritanya:

Minggu lalu, setelah siaran di radio Sonora sama Elis Cetta, pas keluar gedung ga sengaja noleh kiri, ada tulisan Kumur-Kumur, ternyata lagi ada cuci gudang bukunya Kompas. Elis langsung tertarik. Melihat tumpukan buku dengan harga yang super super murah bikin orang yang suka baca buku jadi jumpalitan. Elis dan Mbak Nia (temennya yang ikutan juga), sibuk milih buku. Aku? Update igstory. Wuiihh…kapan lagi kaaan ketemu Elis??? Wkwkwk

Apalah daya seorang hamba yang gampang ketularan ini. Latah. Merasa gak bisa melewatkan momen, aku intip tumpukan buku yang dipegang Elis. Buku yang bakal dia giring ke bagian kasir. Diantara tumpukan buku itu, ada buku yang paling menarik menurutku, judulnya Emak, bukunya Daoed Joesoef. Siapa itu Daud Yusuf? Aku tanyalah ke Elis, “Daoed Joesoef siapa sih Lis? Bagus ga bukunya?” Kata Elis, dia belum pernah baca buku lainnya si Daoed Joesoef sih, “Tapi katanya dia bisa menyampaikan cerita Emak ini dengan sangat sederhana.”

Ternyata di belakang bukunya ada tulisan, “Daoed Joesoef adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1983) yang sejak kecil gemar membaca.”
Wkwk maafkan aku yang kurang luas pengetahuannya ini.

Baiklah. Aku ambil buku yang sama. ‘Penyampaian yang sederhana’ sudah lebih dari cukup. “Sip. Aku beli ini. Aku bayar duluan. Sebelum kebeli yang lain.” Elis sama Mbak Nia tetap sibuk pilih yang lain. Tapi pilihan yang lain terlalu berat, terlalu kepolitik-politikan.

Setelah diketawain sama mas kasir karena cuma beli satu buku, aku gabung lagi sama Elis dan temannya yang masih sibuk milih buku. Kalau temenan sama penjual parfum bisa ketularan wanginya, ini temenan sama pembaca buku, jadi ketularan pengen jadi pembaca juga. Hehe

Hari ini, aku mulai buka bukunya. Lembar pertama cuma ada satu kata: Emak.
Aku deg-degan. Ada perasaan aneh. Tahu kan perasaan deg-degan sebelum baca buku yang kita yakin akan membuat kita hanyut di dalamnya? Atau perasaan pertama kali membuka buku yang selama ini kita tunggu terbitnya? Mirip seperti itu. Tiba-tiba lampu seakan mulai meredup, ada suara yang mulai muncul pertanda film akan dimulai. Film yang terputar setelah mata membaca rentetan huruf warna hitam yang kemudian mempersilahkan otak kita berimajinasi membentuk semua karakter yang muncul dalam cerita. Hebat ya membaca buku itu.

Setelah membaca kata “Emak” dilembar pertama tersebut, aku melirik secangkir kopi panas di meja. Gak bisa. Pilihannya aku baca sekarang, atau aku biarkan kopi hangat itu berubah jadi kopi dingin. Akhirnya aku putuskan untuk menghabiskan dulu kopiku.

Hehe

Intinya, aku belum sempet baca.

Secangkir Kenangan.

Pada sore yang lalu, aku menangis karna patah hati. Dadaku sesak karna disakiti.
Pada sore yang lalu, aku langsung berlari menjauhi setiap sudut yang ramai. Bersungut-sungut menyembunyikan kelopak mata yang sudah sembab.
Pada sore yang lalu, aku mencari hujan. Untuk mengaburkan air mataku yang membasahi seluruh wajah bagai habis dibasuh oleh air sehabis cuci muka kala siang.

Sore itu sudah bertahun yang lalu. Ketika aku masih sangat mencintaimu. Ketika waktu itu aku masih setia menanti pesan singkatmu. Ketika aku masih jadi ‘Sayang'nya kamu.
Aku tertawa sore ini. Mengenang hal itu membuat perutku mulas karna malu.
Ah! Betapa lucu dulu. Betapa bodohnya aku.

Tapi kemudian, mengenang hal itu pula membuat rasaku ditumbuhi benalu yang bernamakan rindu.
Kemana kamu, si masa lalu kini berada? Apakah masih menjadi seseorang yang gemar menebar cinta?
Ataukah berubah menjadi pujangga yang setia pada satu jiwa saja?
Entah disebut apa aku saat ini. Seorang korban dari cintamu kah? Atau seseorang yang mengorbankan cinta untukmu?

Kalau diingat tentang dulu. Cinta bagi kita terlalu sederhana.
Bahagia akan bersua hanya dengan saling mengucap mantra yang berkalimatkan, “Mimpi indah.” Maka, mimpi itu akan hadir dengan sendirinya dan kita bertemu disana lalu kita bahagia.
Serta rindu yang datang hanya disebabkan oleh sinyal yang menyiksa, membuat pesan singkat kita menyangkut diudara. Lalu kita akan gusar karenanya.

Aku maupun kamu, kita serba sederhana. Hingga kamu tak perlu kebingungan bagaimana caranya menyakitiku. Karna segala yang terancang dalam diriku terlalu sederhana. Air mataku rawan terjatuh dan hatiku mudah rapuh.
Aku jadi ingat betapa menggelikannya dulu. Baru beberapa jam kamu melepasku (BACA: Membuangku) , aku sudah rindu.
Kalau dipikir kini, aku jadi heran sendiri. Mengapa bisa sebodoh ini?

Mengenang secangkir kenangan kita membuatku lesu karna tak ditemani selembar koran pagi yang kuharap membawa berita tentang dirimu.
Aku ingin mengetahuimu sekarang ini. Bukan karna ingin kita yang sederhana itu kembali.
Tapi aku ingin tahu, apakah kini, mencintaimu masih sama sederhananya seperti dulu?

10:28pm. Sunday, Oct 30. 2016.

Tips Keren Seputar Dunia Perdapuran.

Materi Dapur Klinik Nikah

1. Agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masih panas.

2. Agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk atau lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng.

3. Saat mencuci kangkung, arnong/selada air atau genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatan kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati. Biasanya yang hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air (brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya, jadi jangan lupa pula gunakan cara ini).

4. Agar tahu lebih awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware, tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas. Insyaa Allah bisa tahan hingga 1 minggu.

5. Untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air itu tandanya telur sudah busuk.

6. Ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak mengembang).

7. Jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai tas plastik kresek, tapi gunakan koran dan atau majalah bekas. Sebab dengan cara ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk.

8. Untuk menetralisir bau dalam kulkas, belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas.

9. Agar ikan tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajan sebelum dituangi minyak goreng.

10. Untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe atau sambal (kata orang jawa tangan wedhangen), bisa dilakukan dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3 kali, kemudian di lap, dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar. Fiuuhhhf, dijamin rasa panas ditangan akan hilang.

11. Agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, dengan cara ini Insyaa Allah ampuh menghindarkan mata dari rasa pedih.

12. Agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yang berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang pada plastiknya. Kutu beras tidak suka aroma kopi. Jadi Insyaa Allah dia tidak akan berani datang ke beras.

13. Jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir/kunyit, atau panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan. Segera ambil sesendok baking soda, beri sedikit air, gosok-gosokkan ke panci, diamkan sebentar, lalu bilas. Jika masih ada noda bisa diulang lagi.

14. Agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis di rebus sebentar di air rebusan
daun jambu biji (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu +- 5 menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar, matikan api. Baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera (kalau daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu biji).

15. Agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam.

16. Jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berulangkali, karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak. Sebaiknya potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiapkali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah , sehingga ketika akan mengambil bisa ambil seperlunya saja.

*selamat mencoba

(2/2) “Istri saya juga apa adanya. Dia tidak banyak menuntut kepada saya, saya mencoba mendidik dia, dan selalu berkasih sayang. Kalau istri saya capek cuci pakaian misalnya, ya saya gantikan dia untuk cuci pakaian, gantian. Sebenarnya anak-anak saya tidak tahu keadaan saya dan istri seperti ini, sementara ini saya cari barang rongsokan, istri saya di rumah saja. Kalau anak-anak saya tanya sekarang saya gimana, saya selalu bilangnya kalau saya masih jualan seperti dulu, jualan buah-buahan gitu kata saya. Padahal keadaan saya seperti ini. Kerja apa saja yang penting halal. Tidak enak juga kalau anak-anak saya tahu keadaan saya seperti ini, mereka masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.”

Kala rindu melanda.

“Pulang? Mana ada anak rantau pulang setahun dua kali. Anak rantau itu pulang dua tahun sekali.”-Bapak, tahun pertama aku kuliah.

Tahun pertama jadi anak rantau rasanya kayak lagi terapi ikan di mall. Itu, yang kakinya dimasukin ke dalam kolam, terus ada ikan-ikan kecil ngerubungi kaki.
Geli-geli kesel. Mau udahan, tapi sayang karena udah bayar. Jadi mau gamau gelinya ditahan. Geli itu ceritanya si rindu. Hhh…perumpaan apa ini.

Lantas, bagaimana aku yang lugu mengatasi rasa rindu itu? (Wk)
1. Bawa ‘wangi rumah’ ke kost
Cari tahu Ibuk nyuci pakai deterjen apa. Tanya Ibuk pakai semprotan setrika merk apa. Perhatikan pewangi ruangan di rumah merk apa. Ibuk ga pernah pakai parfum, parfumnya yha deterjen dan semprotan setrika itu. Bapak pakai parfum yang lumayan wanginya khas. Main ke mal, minta semprotan parfum yang biasa di pakai sama Bapak. Atau pas pulang ke rumah semprotin parfum Bapak ke sapu tangan, bawa ke Jogja, jangan di cuci. Wkwk
Tapi ada satu yang ga bisa dicontek dan dibawa. Wangi keringetnya Ibuk. Hehe. Tapi gapapa. Itu bisa dirasa hanya dengan memejamkan mata.

2. Bawa 'rasa dapur’ ke kost.
Teh, kopi, minyak goreng, mie yang biasa ibuk bikin. Contek semua.
Tanya resep makanan yang paliiiiing sederhana. Contoh, “Buk, kalau bikin mie rebus tu bawang putihnya ditumis dulu Buk? Bawang putih aja apa pakai bawang merah juga?” Walaupun cuma basa basi busuk karena ujung-ujungnya beli di burjo.

3. Bawa aturan rumah ke kost
Dulu jaman SMA, Bapak selalu membatasi jam malam. Jam 9 harus sudah di rumah. Di Jogja, awal tahun kuliah, secara ga sadar aturan itu kebawa. Kalau jam 9 belum sampai rumah entah kenapa malah ngsms Bapak. Padahal Bapak di Duri. “Pak, jam segini adek masih diluar. Ternyata kalau kuliah susah pulang dibawah jam 9. Ada tugas kelompok” atau “Pak, adek ga tidur kost. Pulangnya kemalaman jadi nginep di kost temen”.
Tahun kedua? Mbahak. Bingal.

4. Bayangkan kalau masih di rumah.
Habis magrib biasanya yang menguasai TV ya Bapak. Nonton berita. Bayangkan kita masih di bawah satu atap. Jadi jam segitu, stel berita, sms Bapak “Pasti Bapak lagi duduk di depan tv sambil nonton berita kan?” Atau jam tertentu sms ibuk “Pasti ibuk lagi ini kan? Lagi itu kan?” Kalau jawabannya “iya” gak seru. Seru ketika jawabannya “enggak ya…” karena setelah itu obrolan bisa lebih panjang. Wkwk

5. Tilpun
“Buk lagi apa?”
“Pak lagi apa? Pak…bagi duit”

6. Doa.
Bukannya doa penghantar rindu paling mulia? Paling manis nan romantis. Berdoa agar Bapak Ibuk sehat selalu. Berdoa agar dikasih kesempatan untuk segera bertemu.

Itu tahun pertama. Tahun kedua udah terlatih. Jauh dimata dekat dihati. Sudah ngerti sendiri, kalau jauh ini justru untuk mendekatkan. Toh, sejauh apapun Bapak dan Ibuk, mereka gak pernah terasa jauh.
“Blunder"nya pengetahuan tentang "jauh-dekat” ini kadang menguntungkan.
Jarak itu bukan diukur, tapi dirasa.

Kamu dan dia hanya sebatas ‘jika’, sebaiknya bangun lalu cuci muka. Agar kamu sadar, untuk tidak diam ditempat yang penuh dengan aksaranya.

– Kata Akal

Aida baru bangun tido, lagi 10 minit nak pukul 7. Selepas lunch tadi cust call nk dtg pukul 1, aida kata ok. Dia balik pn tadi awal pukul 5ptg. Dapat tido sekejap pun ok. Air mani dia dlm bontot aida pun belum cuci lagi masih ada lagi. Jap lagi bangun mandi terus. Kul 8 cust nak dtg ke rumah aida..

SAY NO TO RACISM OR HOMOPHOBIC 👏🏻

Hello bro.
Bila masuk tumblr, satu je yang kita nak iaitu kesedapan dalam cuci mata. Layan gambar butoh ke, seluar dalam ke, orang main ke, laki bini ke, laki dan laki ke, bagi aku semua kearah yang sama; nak sedap. Tapi bikin kerek bila ada profiler yang RACISM atau HOMOPHOBIC.

Kenapa perlu cakap atau taip “ gay2 aku xnak..” Cuba pikir la sikit pakai kepala otak bukan butuh kau wahai suami bernafsu yang HOMOPHOBIC ni. Gay ke Lesbo ke, semua nak hidup lah brader. Jangan post sikit-sikit bagi warning “gay2 aku tak nak”. Tu tak berbudi pekerti tahu!? Ko pikir ko siape? Setakat ko main dengan bini atau burit, ko dah jadi jantan malaya terakhir lah yer? Weii bro..aku dengan kau serupa ok.

Aku anti betul orang yang perasan macam ni. Kepada owner blog yang banyak klip kau main dengan bini kau, kamilah yang menengoknye, tau. So, tak payahlah nak warning bagai, “gay2 aku tak nakk..” Puih! Tengok-tengok, siap mohon laki bisex lagi untuk ajak 3some dan ade hajat lak nak rase dijoloki. Adeii, cakap tak sama bikin tul. Kita kat Malaysia ni negara kecik. Tak bolehke nak bersatu? Kesianlah kat gay2 tu. Dorang pun nak layan video laki ke suami ke yang dayus lagi straightt (walaupun taklah vogue sangat pun) yang main bini. Lelaki gay ni brader, dorang taklah seteruk mana. Dorang pun nak survive lah. Bagus tu ada orang nak pegi tengokk dan komenn klip ko main bini kau.

Kitorang lah yang feeling tengok kepala kontoll ko dan bontot ko turun naik henjut bini ko. Tak payah nak memilih sangat pasai sape yang ko nak tonton or jadi preference lah. Tumblr ni untuk SEMUA. Jangan bersifat DONALD TRUMP! Bila baca ada sesetengah blogger straight yang upload main bini dia, dan taip kapsyen “gay2 aku tak nak..” ni kan, wajar dapat kaunseling sikit.

Dalam beribu likes dan komen dan reblogger, yang si GAYBOY ler yang dalam bebanyak tu kasi up ko punye blog! Reti? Turn off betul bila ada blogger straight husband yang perasan dia tu raja fucking bini. Mentang-mentang si gayboy ni tak layan nafsu wanita ko pegi tolak dorang macam RACIST! Gay2 pun manusia tau. Dalam tumblr, takde maknenye husband only ke, husband and wife only ke wife only ke; sebab natijahnya disini, SEMUA PUN NAK PANCUT KASI HILANG STRESS!

P/S aku berterima kasih pada blogger suami2 straight yang layan pm serta kehendak komen gay2. Korang memang ok. Korang tak RACIST or HOMOPHOBIC. tq

Spenderseksi
XoXoX

One night stand with backpackers.

Aku mmg suka bercuti.Kadang2 klu dh bosan sgt dgn kerja,aku akan ambik cuti tenangkan fikiran dan pergi bercuti d tempat2 yg aku suka.Antara tempat favorite aku ialah langkawi.Stay d pantai chenang mmg heaven bg aku.bkn saja nightlife yg hidup,tp boleh cuci mata tgk mat salleh besidai d bwh terik mentari d waktu siang.
Diringkaskan cerita,satu hr tu aku g holiday sorg2 d pulau langkawi ni.d sebabkan aku dok sorg2,aku just menyewa motel yg murah menghadap pantai tp selesa utk aku stay 2-3mlm…. sedang aku menikmati minum petang d sebuah2 cafe x jauh dr tempat penginapan,aku nmpk seorg ppuan mat salleh yg kelihatan spt backpackers tgh mencari2 meja nk duduk melepaskan lelahnya.aku pun dgn baik hati mempelawa duduk semeja memandangkan cafe tersebut dh penuh dgn pelanggan.
Aku memperkenalkan diri,bersalaman dn dy dgn ramah memperkenalkan dirinya sebagai Joanne.gadis US yg berasal dr Texas.Anne seorg pengembara dn seorg blogger.gadis tinggi lampai ini berusia lewat 20an dn mempunyai susuk tubuh yg sgt menarik.perkenalan ringkas kami bertambah mesra spt dh lama jumpa.senyuman x pernah lekang dr bibir.sbg tanda perkenalan aku belanje dy minum ptg itu.

Sembang punye sembang,jam menunjukkan pukul 7mlm…aku pun mintak diri nk beredar…sblm kami berpisah,aku sempat tanye dy stay d mana mlm nnt.mana la tau bleh kelua dinner bersama.dy cuma tersenyum dh bgtau yg dy blm ada bilik nk stay.dlm kepala aku,ini peluang baik.klu aku offer,agak2 nk tak dy stay dgn aku…hahaha

So,aku pun offer utk share bilik dgn aku dgn dy,memandangkan bilik aku pun bkn la kecik mana.setakat bedua masih selesa lg.dy agak terkejut.terkejut sbb aku terlalu baik utk dy.so dy ckp itupun klu aku x keberatan.then aku pun ajak dy ke motel aku utk berehat.

Setibanya d bilik,dy terus melabuhkan dirinya d atas tilam..kepenatan sgt agaknya..so aku biarkan saja dy berehat..sementara aku salin pakaian nk mandi..

Dlm bilik mandi,aku dh tak tahan..membayangkan susuk tubuhnye yg menghairahkan.sabun jd mangsa..nk mintak main dgn Anne mcm melampau pulak.hahaha gambar Anne yg aku snap masa d cafe td jd mangsa modal aku.

Tiba2,pintu bilik air d buka.Anne gtau aku dy tk tahan nk kencing.aku pulak jd malu sbb tgh berbogel.dy agak terkejut bila nmpk aku tgh mandi dgn batang yg mengeras…anne dgn panties n bra berwarna merah dgn selamba masuk dlm bilik air dn duduk d atas mangkuk tandas tanpa segan silu.

Aku pun puji bentuk badan dy yg mmg sexy tu..dy just kata,aku ni mulut manis..dr td asyik memuji dy je…hahaha so aku mintak simpan satu gambar dy utk kenangan aku.anne cuma senyum.

“why did ur dick so hard?“Anne merenung btg aku yg tgh keras sbb dok membygkan bdn dy

"Nothing,i just imagine…….."terpotong kata2 aku

"Did u imagine this?"Anne melucutkan tali branye hingga menampakkan buahdàdanya.

Aku jd tak keruan.anne merapatkan tubuhnye dgn tubuhku.hangat…dadanya bertemu dadaku.jantungku berdegup laju.tiba2 bibirnya bertemu bibirku.hangat,padat dan kucupan itu bertaut rapat.

Selang beberapa minit selepas itu,anne melutut.btg aku yg mmg dh keras d jilat2 dn d masukkan kedalam mulutnya.rakus dn padat.inilah first time aku berasmara dgn wanita barat.sesungguhnya kucupannya,malah blowjobnye sgt terbaik..dr btg sampai ke telur d isapnya..sampai nk tepancut d isapnya.

Aku dh tak tahan sgt…aku rasakan air mani ni dh nk sampai ke penghujungnya..aku bgnkan Anne dn bwk dy keluar dr bilik air tu dn baringkan anne d atas tilam…aku kangkangkan kaki Anne,dn lidah aku terus menyentuh bibir faraj anne…not bad..not smelly at all..ku jilat biji kelentitnya dn permukaan vaginanya….terjungkit2 bdnnya kesedapan.beberapa kali anne mengerang keras yg aku percayai dy dh mencapai tahap climax.

Beberapa ketika,anne minta aku masukkan btg aku yg x seberapa ni ke dlm lubang pussynye.aku menuruti sj mahunya.aku suakn kepala btg ke permukaan bibir pussynye yg dh basah tu.terus je d tarik pinggangku supaya btgku terus memasuki farajnya.

Kenikmatan itu mmg x dpt d gambarkan..Anne mendesah kenikmatan bila btg ni d sorong dn d tarik..

Pelbagai gaya kami buat,missionary,cowgirl,spoon,doggie dn anne kelihatan menikmati setiap saat itu.beberapa ketika,aku tewas juga..benihku terhambur d dlm kehangatan farajnya.dan kami terdampar keletihan.

Mlm itu,kami mengulangi perbuatan itu beberapa kali hinggakan aku rasa tiada lagi air mani tersisa dlm testisku…hahaha

Bersambung keesokan bile bgn tidur…

Game of Trust (2)

Siang itu matahari naik tinggi. Renata baru saja selesai cuci tangan dan kembali ke tempat duduknya ketika Arya menyesap kopi panasnya perlahan-lahan. Rega juga sudah kembali menambah pesan minuman, es jeruk.

“Kamu gila kopi, ya?”

Arya hanya memamerkan giginya setelah melirik pada Rega.

“Jangan tanya, dia bisa sehari minum empat gelas kopi. Nggak ngerti lagi, deh.”

“Kamu jubirnya Arya?” Renata mencibir, kemudian mencondongkan tubuh ke arah Arya, pura-pura berbisik dengan tatapan licik, “Kamu tahu, nggak, sih? Rega, tuh, suka tiba-tiba sakit perut dan badan panas-dingin kalau minum kopi hitam, apa pun.”

“Oh, iya? Pantas, dia selalu pesan es teh atau es jeruk!” Arya terpingkal-pingkal.

“Lah, kalian teman macam apa, nggak tahu begitu?”

“Ta, eh, Re?” dengan canggung, Arya menyebut nama Renata, yang sudah tersenyum dengan tatapan berbinar-binar, tampak menunggu kata-kata lanjutan dari Arya. “Laki-laki itu selalu punya satu hal yang nggak pernah diungkapin ke siapa-siapa. Laki-laki juga punya hal-hal yang nggak dibicarakan sesama laki-laki, tapi bisa dibagi ke perempuan.”

Otomatis mulut Renata menganga. Tangannya bersedaku, dengan serius mencerna informasi ajaib dari Arya.

Rega tersenyum saja, sedikit miring, sembari menajamkan tatapan pada Renata, seakan mengatakan, ‘aku bilang juga apa, kamu pasti akan cocok dan terheran-heran mendengar Arya berbicara’.


… lanjutan dari Game of Trust (1)

Saya dibesarkan dengan tujuan. Ada target, ada finish line, ada goal. Tidak sekedar menjadi ‘anak shalihah yang berguna bagi keluarga, agama, dan bangsa’, seperti doa-doa umum yang sering kita katakan ketika mendengar berita kelahiran seorang bayi. Dari saya kecil, ibu saya tampaknya sudah mengikuti ‘developmental milestone’ yang menjelaskan bahwa anak usia segini, seharusnya sudah bisa begini. Kami dapat tugas khusus masing-masing, seperti kakak jadi tukang cuci baju, saya ahli cuci kamar mandi, dan adik sapu dan pel. Tugas tersebut berotasi sesuai usia, kebutuhan, dan (karena kami hidup nomaden) tempat tinggal. Tentunya rumah di Amerika, yang tertutup karpet dari ujung ke ujung, tidak membutuhkan sapu dan pel. Tugas juga di bagi sesuai dengan kebutuhan, jadi ketika ramadhan tiba, dan pembantu pulang, kakak bertugas menyiapkan sahur, saya dan adik merapihkan setelah sahur. Siangan dikit kakak memasak, adik mencuci, saya tukang setrika. Sampai kesepakatan rotasi berikutnya lagi.

Kini ibu saya merumuskan prakteknya menjadi teori, bahwa pengasuhan juga harus memiliki tujuan. Ada goals-goals yang harus di raih, di pecah secara kertil dengan tata laksana yang jelas. Tujuan pengasuhan pertama anak laki-laki dan perempuan adalah menjadi hamba allah yang shaleh/shalehah. Dari poin itu, dipecah lagi, apa saja yang harus diajarkan agar tujuan itu tercapai? Ilmu tauhid? Hadist? Tafsir? Bahasa arab? Hafalan quran? Apa lagi? Siapa yang akan mengajarkannya? Apakah ibu dan bapak bisa? Kalau bisa, bagi tugas. Kalau tidak bisa, agar bisa, belajar dimana orgtuanya? Kalau anaknya sudah kadung cukup usia, maka cari guru dari mana agar bisa di bawa ke rumah agar bisa pintar bersama-sama, ga cuma anaknya saja? Poin ini harus kuat, kokoh dan stabil, karena ia akan menjadi fondasi dari poin-poin selanjutnya

Tujuan pengasuhan kedua apa? Agar anak menjadi suami/istri yang baik. Bukan pekerja dan karyawan saja yang selama ini biasanya dipersiapkan oleh para orang tua. Hasilnya, gaji anaknya bagus, tapi keadaan rumah tangga carut marut karena tidak pernah di latih jadi suami dan istri. Apa saja yang harus di latih untuk menjadi suami dan istri yang baik? Itu di buat listnya lagi. komunikasi? Ketrampilan rumah tangga (seperti mencuci, memasak, dll)? Ilmu pengaturan keuangan? Pertukangan? Ketrampilan mengendarai kendaraan bermotor? Memijit? Potong rambut? Menjahit? Buat daftar anda sendiri dan di tentukan lagi belajar pada siapa dan berapa lama masing-masing item harus di pelajari.

Setelah menjadi suami dan istri, logikanya akan menjadi ayah dan ibu. Menjadi ayah dan ibu saja mah gampang. Menjadi ayah ibu yang baik, benar dan menyenangkan itu yang setengah mati. Selama ini, saking gak taunya, kita berpikir memberi makan dan memberi tempat tinggal untuk anak-anak saja sudah cukup. Padahal kalau sesederhana itu, monyet pun bisa. Tugas ayah bukan hanya mencari nafkah. Quran (2:233) jelas-jelas menyebutkan makanan dan pakaian, jadi bukan hanya uang, karena uang tidak bisa di makan. Dan ibu pekerjaannya bukan hanya mengurusi rumah tangga saja. Anak tidak bisa hanya di kasih makan, sekolahin, trus udah. Ga bisa. Jadi di bikin, poin apa saja yang harus dilatih agar menjadi ayah ibu yang baik? Ketrampilan menjaga dan mengurus anak? Ketrampilan bercerita? Apalagi? Bikin lagi daftarnya, pecah lagi per item.

Poin ke 4 baru menjadi professional yang baik. Yang bisa bersaing di dunia kerja, mendapatkan penghasilan yang memadai, dst. Biasanya, orangtua kita zaman dulu cuma memastikan bahwa ini terkembang dengan baik, jadinya pada cuma jago jadi karyawan saja, giliran jadi ayah, di alihkan ke gadget. Pegang anak sebentar, sabarnya ilang. Ketrampilan untuk telatennya, tidak pernah terlatihkan. Padahal ini juga biasanya di delegasikan ke sekolah, jadi biasanya orangtua gak ngapa2in, secara poin nomer satu di lempar ke TPA, dan poin ini di lempar ke sekolah. Sisanya apa? Cuma kasih makan saja? Enak bener.

Tujuan pengasuhan yang lain masih banyak,..tapi saya Cuma cowel segitu dulu. Sgitu aja seabrek yang harus dilakukan.
Jadi kalau dalam prakteknya misalnya, untuk poin pertama, bagi tugas: ayah bertanggung jawab untuk membahas hadist dan tafsir. Kalau ayah tidak mumpuni, panggil guru ke rumah, jadi ayah belajar juga. Ibu misalnya kena bagian quran, hafalannya, dan ilmu tauhid. Tidak mampu? Mau mengirimkan anak ke guru yang lebih mafhum? Tak apa. tapi jangan lupa ibu juga ikut belajar, tidak Cuma melempar anak keluar dan berharap pulang terima jadi. Enak bener.

Untuk poin kedua, setelah terampil mengurus diri sendiri yang seharusnya sudah di kuasai di usia pra sekolah (mandi, makan, merapihkan, berpakaian dan ke kamar kecil sndiri, dll), anak SD sudah bisa dan boleh diberikan tanggung jawab yang melibatkan seluruh keluarga. Misalnya anak sulung saya bertugas mencuci pakaian sekeluarga dengan mesin cuci sebelum pergi sekolah. Tugas bisa berbentuk apa saja, mencuci piring, menyiram tanaman, menyapu rumah, ngepel lantai, apa saja yang di luar diri dan barangnya. Sepakati bersama. Apakah merapihkan mainan dan tempat tidurnya termasuk poin ini? Tidak. Karena itu ketrampilan diri, tidak berhubungan dengan orang lain. Tempat tidurnya ya tempat tidurnya. Kalau dia merapihkan semuaaaa tempat tidur dirumah, baru masuk ke poin ini. Saya memasukkan memasak ke dalam poin ini juga. Karena anak saya laki-laki dan menyediakan makanan adalah tugasnya kelak, maka mereka harus bisa masak juga. Lagipula bukankah koki-koki terkenal dunia umumnya laki-laki semua? Poin memasak di bagi 3 (kalau saya), dirotasi per tahun boleh, per 6 bulan boleh. Jadi misalnya kls 1: masak nasi, tempe dan pudding. Nanti kelas 2 beda lagi. Usahakan full meal, jadi 1 menu karbohidrat, 1 menu protein/lauk dan 1 menu pencuci mulut. Jadi misalnya nasi goreng, tomyam dan pisang goreng. Atau fetucini, telur dadar dan jus papaya. Mulai dari apa yang anak suka dulu saja. Kenapa di rotasi per 6 bulan? Karena harus bisa dengan lancar, tidak perlu ikut kejuaraan masterchef, tujuannya bisa bukan mahir. Tapi kalau Cuma latihan sekali.. mana mungkin?

Terus bagaimana melatih anak kecil menjadi ayah yang baik? Dia harus bisa mengajak main adiknya, memandikannya, memakaikan pakaian, menyuapi, dll, anak sulung saya Alhamdulillah di karuniai 2 adik dengan usia yang berbeda, jadi dia bisa dilatih untuk mengasuh 2 anak yang berbeda karena ketrampilan mengeramasi anak usia 4 tahun dan menyuapi anak usia 6 bulan membutuhkan trik yang khusus pula.

Hidup, harus punya tujuan, apalagi mengasuh, karena mengasuh itu ‘membentuk masa depan orang melalui tangan kita’, gak bisa ‘asal lewat’ saja. Ga bisa asal makan, asal sekolah, asal…gede. Ga bisa.

Bikin rumah saja, harus punya blue print. Jelas dimana pintu, jendela, jelas berapa luasnya, bentuknya gimana, dimana letak taman dan kamar kecil, sebelum rumah itu jadi, orang sudah bisa membayangkan dimana ruang tamu dan ada berapa kamar, serta garasi muat berapa mobil. Main bola juga jelas, jelas gawangnya, goalie nya siapa, bek tengah nya siapa, bek sayap, penyerang, gelandang, semua tau tugasnya masing-masing, bekerja sama untuk satu tujuan. Ketika terluka dan tidak bisa melakukan tugasnya, di gantikan dengan pemain lain. Bayangkan kalau main bola, tidak ada gol? Muteeeeeerrrr aja itu bola, dari satu pemain ke pemain lain. Ga masuk akal kan? Itu MAIN bola.

Pengasuhan bukan main-main, dan tidak bisa diserahkan semua ke ibu saja. Apakah dengan begini, di jamin anak kelak akan menjadi hamba yang shalih, suami/istri yang baik, orgtua yang hebat, pekerja yang kaya? Tidak ada jaminan apa-apa di dunia ini. Seperti main bola, setelah usaha maksimal, kita tidak pernah tahu apakah akan menang atau kalah. Urusan hasil, urusan entar. Kita hanya bisa berusaha, maksimal. Bekerjasama saja belum tentu menang.. apalagi kalau di kerjakan sendirian. Punya gol saja belum tentu masuk, apalagi kalau tidak punya tujuan.

Sarra Risman
(Anak Bunda Elly Risman)

Ibu, meski ku cabuti bola dunia untuk kuhadiakan padamu, tak serta dapat meluruhkan dosa-dosaku. Ibu, meski ku cuci bersih kakimu, surga tak serta mau menerimaku. Ibu, untuk sepanjang usia yang kau tempuh, terima kasih sebab doamu adalah sebaik-baiknya perlindungan untuk anak-anakmu.