cucy

Baju Hari Senin

Aku menggantung, seperti biasa, di tali tambang warna kuning norak di sebuah desa pinggir jalan tol. Pemilikku memakaiku di tiap senin, hingga akhirnya aku selalu ia cuci di hari selasa–saat ia mandi pagi, dengan sabun colek murahan yang wanginya hanya bertahan selama aku basah oleh air. Di hari yang sama, aku akan ia ambil dan ia tumpuk di sekeranjang baju lain yang telah kering, bersih, disertai bau asap kendaraan yang tak enak dicium. Sehari sebelum hari senin, ia akan menggosokku dengan teflon datar yang panasnya tak kira-kira. Lama-lama, aku bisa mengilap saking seringnya ia menggosokku dengan teflon datar sialan itu. Meski aku menjadi rapi sedemikian, meski ia bangga ketika mengenakanku, aku tetap benci teflon datar sialan itu.
Hari itu, aku menggantung di tempat biasa ia menggantungku. Aku basah seperti biasa, wangi seperti biasa, dan pasrah seperti biasa ketika angin kencang menerpaku. Tapi ada yang aneh. Ia tak kunjung mengambilku dan menumpukkanku dengan baju-baju lain di keranjang seperti biasa. Apakah ia lupa? Mungkin saja. Atau barangkali ia terlalu sibuk, tak punya waktu untuk mengambilku. Kutunggu ia dua hari, tiga hari, satu minggu, satu bulan. Aku yang dijemurnya dengan harapan menjadi kering dan bersih, telah lebih kotor dari yang pernah aku rasakan. Aku diterpa hujan asam, asap hitam knalpot truk yang bertuliskan slogan ‘Gawe tunduh, teu indit butuh’, bahkan fogging anti nyamuk Aides aigepty. Tak ada sisa wangi sabun colek barang sesepora. Kurasa, ia bukan lupa. Tapi ia memang tak bisa mengambilku.
Selang beberapa hari kemudian, aku yang telah berganti menjadi makin kusam dan makin bau, akhirnya diambil oleh orang asing–bukan ia yang biasa mengambilku. Orang asing itu mengambil pula baju-baju lain yang selama ini senasib denganku. Kudengar orang asing itu berujar, “Kasian baju-baju ini, ditinggal mati pemiliknya hingga menjadi seperti ini.”
Gumaman orang asing itu membuatku mengerti mengapa ia tak kunjung mengambilku. Kurasa, aku tak akan pernah ia pakai di tiap senin lagi. Kurasa, ia tak akan lagi menggosokku dengan teflon datar panas yang tak kusukai. Kurasa, aku kehilangan ia.
Sebagai gantinya, orang asing yang mengambilku menjadikanku keset rumahnya. Dan aku, seperti biasa, memasrahkan diriku begitu saja sambil dalam hati merindukannya–merindukan ia yang selalu memakaiku di tiap hari senin.

Bandung, 2016.

* WANITA WAJIB TAU *


TIPS KEREN SEPUTAR DUNIA PERDAPURAN

1. agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masi panas

2. agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk ato lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng

3. saat mencuci kangkung, arnong/selada air ato genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatan kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati .. biasanya yg hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air.. ( brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya jadi jangan lupa pula gunakan cara ini

4. agar tahu awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas insya allah bisa tahan 1minggu

5. untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air tandanya telur busuk

6. ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak ngembang)

7. jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai keresek tapi gunakan koran dan majalah bekas, sebab ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk

8. untuk menetralisir bau dalam kulkas belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas

9. agar ikan tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajansebelum dituangi minyak

10. untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe ato sambel, (kata orang jawa tangan wedhangen) bisa dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3kali, kemudian lap dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar,, fiuuhhh dijamin rasa panas ditangan akan hilang

11. agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, cara ini insya allah ampuh menghindarkan mata agar tidak pedih

12. agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yg berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang plastiknya.. kutu beras tidak suka aroma kopi jadi insya allah dia tidak akan berani datang ke beras

13. jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir, ato panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan.. ambil sesendok baking soda beri sedikit air gosok-gosok ke panci.. diamkan sebentar, lalu bilas.. jika masih ada noda bisa diulang lagi

14. agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis .. rebus sebentar di air rebusan
daun jambu biji .. (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu 5menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar matikan api.. baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera.. (kalo daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu)

15. agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam

16. jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berualangkali karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak, jadi potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiapkali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah sehingga ketika akan mengambil, bisa ambil seperlunya saja..

Semoga bermanfaat


copas dari grup sebelah, 

BE YOUR SELF GAIS!

Hi gais, i bkn nk mengamuk sakan ke ape. To b honest, please b yourself. Jgn nk bajet alim suci segala tu. F u rase u alim suci segala, u takpyh ade tumbr acc la kot.Ape point u ade tumblr ni? Nk cuci mata u kn?nk tgk cipap org tetek org bontot org kn?as a modal melancap shoot dinding sampai leleh leeh! Puihh.sorry. I muak la dgn org yg fake ni!pandai nk komen cipap i burok la cipap itam lah cipap barai lah tetek londeh puting itam mcm keling lah bontot beso bontot londeh..FYI, cipap i cantik lg merah menyala kulit cipap tak gelebeh ketat lagi even i kuat kangkang. Sp yg pernah try i dorg tau who i am. And sometimes i post pic cipap tu mmg nmpk itam sbb lighting. Kadang tu snap pic tgh memantat, mmg la nmpk itamnya tu. Susah kalau org tahu nk mengutuk je. Cmtu nnt uols cr yg putih gebu gebasss je tau bila nk memantat! Hello gais! If i sua dpn muka pun u jilat lah! U Kongkek jgk yg u ckp itam itam tu. Puihhh la. Nk yg suci suci u jgnla view tumblr i. I mmg tak baik suci pn takde. Tp at last im be myself. Dont b pretending like an angle.

Sory,membebel🙄😑
XnadpenatX

Saya dibesarkan dengan tujuan. Ada target, ada finish line, ada goal. Tidak sekedar menjadi ‘anak shalihah yang berguna bagi keluarga, agama, dan bangsa’, seperti doa-doa umum yang sering kita katakan ketika mendengar berita kelahiran seorang bayi. Dari saya kecil, ibu saya tampaknya sudah mengikuti ‘developmental milestone’ yang menjelaskan bahwa anak usia segini, seharusnya sudah bisa begini. Kami dapat tugas khusus masing-masing, seperti kakak jadi tukang cuci baju, saya ahli cuci kamar mandi, dan adik sapu dan pel. Tugas tersebut berotasi sesuai usia, kebutuhan, dan (karena kami hidup nomaden) tempat tinggal. Tentunya rumah di Amerika, yang tertutup karpet dari ujung ke ujung, tidak membutuhkan sapu dan pel. Tugas juga di bagi sesuai dengan kebutuhan, jadi ketika ramadhan tiba, dan pembantu pulang, kakak bertugas menyiapkan sahur, saya dan adik merapihkan setelah sahur. Siangan dikit kakak memasak, adik mencuci, saya tukang setrika. Sampai kesepakatan rotasi berikutnya lagi.

Kini ibu saya merumuskan prakteknya menjadi teori, bahwa pengasuhan juga harus memiliki tujuan. Ada goals-goals yang harus di raih, di pecah secara kertil dengan tata laksana yang jelas. Tujuan pengasuhan pertama anak laki-laki dan perempuan adalah menjadi hamba allah yang shaleh/shalehah. Dari poin itu, dipecah lagi, apa saja yang harus diajarkan agar tujuan itu tercapai? Ilmu tauhid? Hadist? Tafsir? Bahasa arab? Hafalan quran? Apa lagi? Siapa yang akan mengajarkannya? Apakah ibu dan bapak bisa? Kalau bisa, bagi tugas. Kalau tidak bisa, agar bisa, belajar dimana orgtuanya? Kalau anaknya sudah kadung cukup usia, maka cari guru dari mana agar bisa di bawa ke rumah agar bisa pintar bersama-sama, ga cuma anaknya saja? Poin ini harus kuat, kokoh dan stabil, karena ia akan menjadi fondasi dari poin-poin selanjutnya

Tujuan pengasuhan kedua apa? Agar anak menjadi suami/istri yang baik. Bukan pekerja dan karyawan saja yang selama ini biasanya dipersiapkan oleh para orang tua. Hasilnya, gaji anaknya bagus, tapi keadaan rumah tangga carut marut karena tidak pernah di latih jadi suami dan istri. Apa saja yang harus di latih untuk menjadi suami dan istri yang baik? Itu di buat listnya lagi. komunikasi? Ketrampilan rumah tangga (seperti mencuci, memasak, dll)? Ilmu pengaturan keuangan? Pertukangan? Ketrampilan mengendarai kendaraan bermotor? Memijit? Potong rambut? Menjahit? Buat daftar anda sendiri dan di tentukan lagi belajar pada siapa dan berapa lama masing-masing item harus di pelajari.

Setelah menjadi suami dan istri, logikanya akan menjadi ayah dan ibu. Menjadi ayah dan ibu saja mah gampang. Menjadi ayah ibu yang baik, benar dan menyenangkan itu yang setengah mati. Selama ini, saking gak taunya, kita berpikir memberi makan dan memberi tempat tinggal untuk anak-anak saja sudah cukup. Padahal kalau sesederhana itu, monyet pun bisa. Tugas ayah bukan hanya mencari nafkah. Quran (2:233) jelas-jelas menyebutkan makanan dan pakaian, jadi bukan hanya uang, karena uang tidak bisa di makan. Dan ibu pekerjaannya bukan hanya mengurusi rumah tangga saja. Anak tidak bisa hanya di kasih makan, sekolahin, trus udah. Ga bisa. Jadi di bikin, poin apa saja yang harus dilatih agar menjadi ayah ibu yang baik? Ketrampilan menjaga dan mengurus anak? Ketrampilan bercerita? Apalagi? Bikin lagi daftarnya, pecah lagi per item.

Poin ke 4 baru menjadi professional yang baik. Yang bisa bersaing di dunia kerja, mendapatkan penghasilan yang memadai, dst. Biasanya, orangtua kita zaman dulu cuma memastikan bahwa ini terkembang dengan baik, jadinya pada cuma jago jadi karyawan saja, giliran jadi ayah, di alihkan ke gadget. Pegang anak sebentar, sabarnya ilang. Ketrampilan untuk telatennya, tidak pernah terlatihkan. Padahal ini juga biasanya di delegasikan ke sekolah, jadi biasanya orangtua gak ngapa2in, secara poin nomer satu di lempar ke TPA, dan poin ini di lempar ke sekolah. Sisanya apa? Cuma kasih makan saja? Enak bener.

Tujuan pengasuhan yang lain masih banyak,..tapi saya Cuma cowel segitu dulu. Sgitu aja seabrek yang harus dilakukan.
Jadi kalau dalam prakteknya misalnya, untuk poin pertama, bagi tugas: ayah bertanggung jawab untuk membahas hadist dan tafsir. Kalau ayah tidak mumpuni, panggil guru ke rumah, jadi ayah belajar juga. Ibu misalnya kena bagian quran, hafalannya, dan ilmu tauhid. Tidak mampu? Mau mengirimkan anak ke guru yang lebih mafhum? Tak apa. tapi jangan lupa ibu juga ikut belajar, tidak Cuma melempar anak keluar dan berharap pulang terima jadi. Enak bener.

Untuk poin kedua, setelah terampil mengurus diri sendiri yang seharusnya sudah di kuasai di usia pra sekolah (mandi, makan, merapihkan, berpakaian dan ke kamar kecil sndiri, dll), anak SD sudah bisa dan boleh diberikan tanggung jawab yang melibatkan seluruh keluarga. Misalnya anak sulung saya bertugas mencuci pakaian sekeluarga dengan mesin cuci sebelum pergi sekolah. Tugas bisa berbentuk apa saja, mencuci piring, menyiram tanaman, menyapu rumah, ngepel lantai, apa saja yang di luar diri dan barangnya. Sepakati bersama. Apakah merapihkan mainan dan tempat tidurnya termasuk poin ini? Tidak. Karena itu ketrampilan diri, tidak berhubungan dengan orang lain. Tempat tidurnya ya tempat tidurnya. Kalau dia merapihkan semuaaaa tempat tidur dirumah, baru masuk ke poin ini. Saya memasukkan memasak ke dalam poin ini juga. Karena anak saya laki-laki dan menyediakan makanan adalah tugasnya kelak, maka mereka harus bisa masak juga. Lagipula bukankah koki-koki terkenal dunia umumnya laki-laki semua? Poin memasak di bagi 3 (kalau saya), dirotasi per tahun boleh, per 6 bulan boleh. Jadi misalnya kls 1: masak nasi, tempe dan pudding. Nanti kelas 2 beda lagi. Usahakan full meal, jadi 1 menu karbohidrat, 1 menu protein/lauk dan 1 menu pencuci mulut. Jadi misalnya nasi goreng, tomyam dan pisang goreng. Atau fetucini, telur dadar dan jus papaya. Mulai dari apa yang anak suka dulu saja. Kenapa di rotasi per 6 bulan? Karena harus bisa dengan lancar, tidak perlu ikut kejuaraan masterchef, tujuannya bisa bukan mahir. Tapi kalau Cuma latihan sekali.. mana mungkin?

Terus bagaimana melatih anak kecil menjadi ayah yang baik? Dia harus bisa mengajak main adiknya, memandikannya, memakaikan pakaian, menyuapi, dll, anak sulung saya Alhamdulillah di karuniai 2 adik dengan usia yang berbeda, jadi dia bisa dilatih untuk mengasuh 2 anak yang berbeda karena ketrampilan mengeramasi anak usia 4 tahun dan menyuapi anak usia 6 bulan membutuhkan trik yang khusus pula.

Hidup, harus punya tujuan, apalagi mengasuh, karena mengasuh itu ‘membentuk masa depan orang melalui tangan kita’, gak bisa ‘asal lewat’ saja. Ga bisa asal makan, asal sekolah, asal…gede. Ga bisa.

Bikin rumah saja, harus punya blue print. Jelas dimana pintu, jendela, jelas berapa luasnya, bentuknya gimana, dimana letak taman dan kamar kecil, sebelum rumah itu jadi, orang sudah bisa membayangkan dimana ruang tamu dan ada berapa kamar, serta garasi muat berapa mobil. Main bola juga jelas, jelas gawangnya, goalie nya siapa, bek tengah nya siapa, bek sayap, penyerang, gelandang, semua tau tugasnya masing-masing, bekerja sama untuk satu tujuan. Ketika terluka dan tidak bisa melakukan tugasnya, di gantikan dengan pemain lain. Bayangkan kalau main bola, tidak ada gol? Muteeeeeerrrr aja itu bola, dari satu pemain ke pemain lain. Ga masuk akal kan? Itu MAIN bola.

Pengasuhan bukan main-main, dan tidak bisa diserahkan semua ke ibu saja. Apakah dengan begini, di jamin anak kelak akan menjadi hamba yang shalih, suami/istri yang baik, orgtua yang hebat, pekerja yang kaya? Tidak ada jaminan apa-apa di dunia ini. Seperti main bola, setelah usaha maksimal, kita tidak pernah tahu apakah akan menang atau kalah. Urusan hasil, urusan entar. Kita hanya bisa berusaha, maksimal. Bekerjasama saja belum tentu menang.. apalagi kalau di kerjakan sendirian. Punya gol saja belum tentu masuk, apalagi kalau tidak punya tujuan.

Sarra Risman
(Anak Bunda Elly Risman)

hal yang paling jago saya lakukan sebagai perempuan–setelah menikah dengan mas yunus sejauh ini–adalah ketiduran. ketiduran shubuh-shubuh, ketiduran pagi-pagi, ketiduran siang-siang, ketiduran sehabis magrib, ketiduran setiap kepala saya menyentuh benda yang cukup nyaman. bahkan, saya bisa ketiduran di atas sajadah yang ada busanya.

hal kedua setelahnya adalah menjadi panik saat mas yunus datang dan saya ketiduran. apakah baju saya cukup bagus? apakah rambut saya awut-awutan? apakah rumahnya berantakan? apakah masih ada waktu untuk cuci muka, sikat gigi, nyemprot parfum, pakai gincu? apakah–oh ini yang paling buruk–nasi di magic jar masih cukup untuk makan mas yunus? apakah makanan siap?

seperti malam itu waktu mas yunus terlambat pulang. tiba-tiba saya terbangun karena telepon dari mas yunus jam 9. mas yunus bilang baru akan pulang dan minta tolong saya untuk membukakan pintu. saya berharap mas yunus sudah makan malam, tapi mas yunus bertanya apakah saya masak nasi yang artinya mas yunus belum makan.

kepanikan dimulai dan saya langsung beringsut ke dapur. untungnya, saya selalu menyediakan makanan sehat siap masak setiap siang. bahan masakan ini sudah dicuci, sudah dipotong, sudah dibumbui, atau sudah setengah matang, sudah siap ditumis direbus atau digoreng. bagaimana caranya supaya makanan bisa siap dalam 15 menit, namun tetap segar dan hangat karena baru dimasak.

betapa leganya saya. ketika mas yunus selesai sibinan dan salin, makanan sudah siap. kami makan jam setengah 10 dengan nasi, kering tempe, ayam goreng tepung, dan tumis buncis telur orak-arik yang hangat. dan… betapa bahagianya saya karena sekarang-sekarang mas yunus sering bilang “hmm enaak”. bahkan mas yunus senang menggado lauk-lauk (lagi) setelah makan. rasanya seperti memenangkan medali lari. biasanya saya yang tanya “gimana makanannya?” lalu mas yunus akan bilang “lumayaan”–yang berarti, yah bisa dimakan-lah.

sayangnya, mas yunus masih harus mengerjakan tugas-tugas. sepertinya mas yunus tertidur jam 12 malam di depan laptop. rencana bercerita a-z dan menunjukkan naskah baru saya pun gagal total.

suara-suara dari masjid mulai terdengar, artinya shubuh akan segera datang. saya membangunkan mas yunus yang posisi tidurnya tidak berubah sedikit pun sejak semalam karena kelelahan. mas yunus sejurusan bangun dan menuju kamar mandi, memulai kembali harinya. kali ini akan sangat panjang karena mas yunus akan jaga 2 malam, akan tidak berada di rumah selama 55 jam.

masih sambil mengumpulkan nyawa, tiba-tiba saya kesal karena sedih. kenapa waktu cepat sekali berjalan. kenapa sulit sekali bisa sekadar ngobrol dengan seseorang yang padahal tinggal bersama kita. tiba-tiba malam, tiba-tiba pagi, tiba-tiba mas yunus harus meninggalkan saya sendirian (lagi).

ini adalah kenyataan yang harus diterima oleh semua orang. waktu selalu ada, tapi seringkali bukan punya kita. kita terikat pada sebuah tatanan yang mengharuskan kita menjual waktu untuk bisa bertumbuh dan bermanfaat. dan di baliknya, ada pula kebenaran yang harus diterima oleh semua orang. jumlah waktu yang digunakan seseorang untuk sesuatu belum tentu berbanding lurus dengan rasa cinta yang dimiliki seseorang untuk sesuatu itu.

di dalam hatinya, bagi mas yunus keluarga adalah–bahkan bukan yang penting, melainkan–segalanya.

saya tahu pasti, masakan saya sebenarnya tidak banyak membaik. yang ada, mas yunus-lah yang semakin banyak bersyukur dengan kehadiran saya, dengan upaya-upaya saya. mas yunus bisa saja makan di luar pada jam yang seharusnya. tapi mas yunus tidak melakukannya karena tentu saya menyiapkan makan malam untuknya.
“kica, ini semua ada nilai ibadahnya,” katanya berkali-kali kepada saya.

mas yunus selalu mengingatkan saya untuk bersabar dan bersyukur–dengan meneladankannya. jika lelah, yang dilakukannya adalah tertawa. melihat mas yunus lelah saja sangat lelah, apalagi mas yunus yang menjalaninya.

tapi, bagian terbaiknya, saya selalu suka peluk dan cium mas yunus sebelum memakai helm dan berangkat pergi. juga, peluk dan cium untuk Kakak.

“kica sabar ya. i love you.”

Risau akan kejadian yang menimpa Vincentius Billy, saya menemukan tulisan yang layak direnungkan oleh para orang tua:

KAJIAN PARENTING

By : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi Allah yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, “Sini…Ayah bantu!”.

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, “Sini…Mama saja”.

#Tali sepatu sulit diikat, “Sini…Ayah ikatkan”.

#Kecipratan sedikit minyak
“Sudah sini, Mama aja yang masak”.

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?

Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.

Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang…
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas mnyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup…

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.

Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.

Selamat merenung.🌷🌷🌷

Grey is the new white. Grey is sexier than black.

Setelah mendapat cercaan dari berbagai pihak karena baju Kirana jadi “grey” semua, ini saatnya aku angkat bicara. (Benerin kerudung.)

Ehem.

Salahku.

Hahaha
Salahku yang bahkan baru bisa mengoperasikan mesin cuci Agustus lalu setelah sekian lama mesin cuci itu ditemukan.
“Kau bisa nyuci?”
“Ngucek aku bisa.”
“Ngucek sekeranjang bisa?”
“Menurut kau?”
“Tahu kau cara pakai mesin cuci?”
“Endak.”
“Sini aku kasih tahu.”

(Backsong : A Whole New World)

“Deterjen Kirana sama deterjen kita sama?”
“Aku samakan. Pakai deterjen Kirana semua. Yang putih dulu. Baru yang berwarna.”
“Yaaa…”


Namanya juga manusia. Gak pernah merasa puas. Cucian dikit, mungkin lebih menghemat waktu kalau dimasukkan semua dalam satu waktu (senyum picik).
Tapi ada pula pakaian yang licik. Yang dikira tak akan luntur ternyata luntur juga. Kurang ajar! Penipu!

Jadilah beberapa pakaian Kirana berwarna baru. Luar biasa Hana. Gak usah beli baju baru, baju lama terasa baru! Amazing!

Beberapa waktu lalu aku pernah cerita tentang betapa perhatiannya Kirana. Tapi tentang warna bajunya dia gak pernah protes tuhhh sama aku. Huft.

Sepulangnya mbak No dari haji, mbak No bilang, “Kok gini warna bajunya?” Blablabla. Tapi itu baju tidur sih. Jadi ya, dakpapalah hahaha

Tapi, Ibuk menemukan sesuatu yang lebih mengejutkan.
“Mbak, ini telekung (mukena) yang Ibuk bawakan kan?”
“Iya…”
“Perasaan dulu Ibuk bawainnya warna putihlah…”
Tapi yang dipegang Ibuk warna BIRU BLAU. Biru semacam kena blau yang buat penyakit gondong jaman dulu.

“Kok Ibuk nemu? Padahal itu dah mbak simpan di dalam-dalam lemari hahaha”

Fuhhhhh, dia pun pernah. Wooo…

NB: mata dibalas mata.

3.21 a.m

ketahuilah, ujian yang Allah beri buat kalian ini tanda Allah sayang. Allah nak cuci segala kekotoran yang tertinggal di bumiNya. Tetapkanlah hati. perbanyakkan doa & istighfar. Jangan sesekali terdetik dihati menyalahkan takdir Illahi.

Syukur Ya Allah kerana Engkau beri peluang buat diri ini untuk bersama dengan mereka merasai nikmat ini. cc : @yamuhammad

#thedaiegraphy #prayforummah #prayforpantaitimur #twt_insta #ikutcarakita #abuhanifah #hakhada #dakwahmudah #prayformalaysia

Made with Instagram
IIUM confession. Ambil iktibar :'(

Sorry ganggu smua.. just nk kongsi satu cerita dri IIUM confession..yg kita boleh jadikan pengajaran dri cite ni.. nak baca cite ni. Hati harus sado..
Detik akhir
Hai kawan.
Haha, aku pun tak tau siapa kawan aku. Semua blah dah.
Aku anggap tempat konfesi ni lah sahabat, selain sejadah aku. Tasbih aku. Nak borak dengan orang sebelah dah nazak. Sebelah lagi termenung macam orang gila. Ke, aku yang gila?
Baru tadi aku kasi nurse cuci najis kat tiub ni, tukar tiub baru. Punggung aku dah disfunction. Tak leh berak ikut situ. Makanan yang aku boleh makan cuma bubur, nestum, oat ..
Aku tak tau la sempat ke tidak konfes sampai habis sbb aku ada epilepsi. Ada masa aku akan terjatuh sendiri, menggeletar sampai gigil-gigil mulut keluar buih. Nurse datang inject apebende tah. Pastu kasi aku gigit sudu. Naik berparut lidah sbb gigi ketap kuat masa aku sawan tu. tanpa aku sedar pape. Tak dikawal maunye putus.
Aku tak boleh berjalan.
Tak boleh berdiri.
Haha. Muda lagi dah rasa tua beb, advanced en?
Aku jeles tengok orang lalu lalang spital ni. Sihat walafiat. Bertenaga, tak nampak pun bila dia orang nak mati. Dia punya segar tu macam boleh hidup 100 tahun hahaha.
Eh, aku pernah macam dia orang.
Sihat.
Berisi.
Tapi sekarang tak cam tu dah…
Eh ni aku nk cite jap.
Masa aku sihat dulu en, aku selalu lumba motor dengan member. Masuk border thailand cari minah siam lawa-lawa, projek. Pastu, aku isap ganja. Ecstacy pun boleh tahan la, khayal indah-indah.
Dara pmpuan aku pecahkan banyak. Aku biasa kalau projek skali, skali ah. Kau dah projek ngan aku tak ada ah aku pandang agi. Aku akan cari minah ‘suci’ yang lain, pecah dia punya plak.
Ada yang pregnant, aku buat bodo. Kau nak suruh buaya tanggungjawab kat kau? Mimpi la…
Amacam heaven?
Seronok en life lama aku?
Haha.
Beb, apa yg aku buat dulu bukan syurga, doe. Aku sbnrnya jejakkan kaki dalam 'syurga’ dajjal, macam syurga tapi neraka hakikatnya.
Malam lepas aku pecah dara anak ustaz, ustaz tu warak sgt agaknye, aku mimpi semacam malam uh. Mimpi aku kena rejam dengan batu tengah-tengah hutan. Seluruh makhluk rejam kat aku. Pokok, batu, gua, pastu ada benda ghaib tanam aku hidup-hidup pulak. Lemas tapi tak leh nak jerit. Asal bukak mulut telan pasir asal bukak mulut telan pasir. Tak leh buat apa.
Nafas sekat2 sampai dalam mimpi tu aku menangis. First time aku sebut nama Allah, aku kata, ya Allah ampunkan aku.
Lepas aku cakap cam tu tepi-tepi aku semua berpetir. Kepala aku kena petir skali, aku dah menggeletar tak nampak apa. Kepala sakit, badan dah tertanam dalam tanah. Tiba2 aku rasa punai aku kena patuk.
Kau pernah rasa tak? Seluruh badan kau beku, then ada orang dera tempat sensetip kau? Kau lak tak leh nak lawan. Pernah?
Aku rasa macam dirogol dengan ular. Dia patuk punai aku, sedut, pastu dia belit sampai putus. Air mata aku je bersuara masa tu. Suara aku ditarik. Aku jerit macam mana pun suara tak keluar.
Lepas tu aku dengar ramai-ramai budak nyanyi Asmaul husna. Tapi budak-budaknye takde. Suara je.
Situ aku dah rasa.
Tuhan yang selama ni aku tak nak kenal dan langsung tak kenal, tengah murka kat aku.
.
Aku pernah tembak orang doe.
Belasah sampai mati.
'Kekah’.
Rogol ex aku teruk-teruk sampai dia sakit jiwa sbb dia curang dengan member aku sendiri.
Apa je jenayah aku tak pernah buat? Mak bapak aku pun dah cop aku budak jahanam.
Habis satu rumah bapak aku geledah nak duit. Nak emas. Nak beli ganja.
Tk yah cite ah, tempat aku kat akhirat nanti neraka agaknye.
..
Balik pd mimpi tadi, aku terbangun badan aku berpeluh macam baru lepas mandi. Pmpuan yang tidur dengan aku dah hilang.
Aku keluar dari hotel nak jumpa mak. Aku dah lupa syurga dunia aku. Aku cuma nak tengok mak.
Rumah mak bapak aku gelap, aku syak tgh tido. Aku tekan bell tak bukak2, malam sangat dah. Takkan pukul 4 pagi nak layan kerenah aku en? Logik ah tu.
Aku blah pegi carik masjid.
Carik carik, jumpa.
Masjid tu terang sentiasa.
Lampu kalimantang menyala-nyala, tapi takde orang pulak tahajjud ke, ape ke. Tak pe lah.
Terkenang2 mimpi petunjuk yang aku dapat, menitik air mata aku. Dengan diri aku yang baru lepas projek, aku rasa kotor.
Aku mandi kat toilet masjid.
Mandi sambil menangis
Aku nampak berus, aku sental badan aku sampai luka. Aku ini hina.
Last aku sembahyang masa tu, darjah 3. Masa tu aku anak murid kegemaran ustaz Fahimi. Otak aku cepat, boleh hafal 4 juzuk sepanjang darjah 3. Aku selalu solat berimamkan ustaz fahimi. Aku sayang ustaz tu. Selalu belikan aku coklat, sponsor buku aku, mungkin sbb aku pandai, dan aku baik. Aku suka bagi makan kat kucing-kucing, duit belanja habis bagi makan kucing, kawan-kawan.. aku lapar pun takpe.
Tapi sejak aku pindah sekolah, aku tak nampak ustaz fahimi dah. Aku jadi liar. Sampai jadi macam ni…
Lepas badan dah luka disental2, aku bilas sampai bersih dan ambik wudhu’.
Ya Allah, sekiranya nikmat kesihatan ini yang membuatkan aku alpa, berikanlah aku kesakitan. Agar dosa-dosa yang banyak ini lupus segenap-genapnya, sehingga tiada lagi dosa yang akan menarikku, menahanku dari berjumpa denganMu dalam keadaan Kau redhai.
Aku doa utk mak, bapak.
Sedara mara aku.
Perempuan2 yang aku dah rosakkan.
Doa yang berulang-ulang sampai aku tertidur.
Esoknya aku tersedar, aku dikelilingi ramai orang yang lihat aku tidur, kata mereka, aku tidur lena sampai dikejutkan dengan kuat pun tak sedar.
Aku terkejut.
Aku tak bersedia berjumpa orang baik-baik. Aku malu. Aku takut dikerumuni macam ni.
Jadi aku lari. Lari turun melalui tangga masjid dengan cepat untuk mencapai selipar aku.
Akibat aku terlalu gopoh sampai tak nampak anak tangga, aku pun terjatuh. Kena kepala dulu. Akhirnya semua jadi gelap.
Aku sedar di hospital dalam keadaan kaki yang kebas, aku dah tak boleh berjalan. Aku disahkan sakit kanser akibat toksik, kimia yang terlalu banyak. Usus perut aku rosak.
Dan jadi apa yg aku jadi sekarang.
Nampaknya Allah betul-betul makbulkan doa aku. Ternyata dosa aku tak terkira, sampai mati akan ku sakit begini.
Sakit doe
Perit.
Kadang-kadang sakit dia macam nak ambik pisau, tikam diri sendiri biar aku mati. Aku tak tahan.
Tapi aku sedar aku hamba.
Aku ada iman.
Aku tahu ini akibat dosaku.
Jadi aku tahan,
Relakan, redhakan
Malah aku bersyukur.
Sakit tapi hamba.
Daripada sihat, cuba menjadi tuhan.
..
Kawan, kalau kau fikir, dunia ni syurga. Bertaubat lah.
Sbb, sungguh, dunia ini hanyalah sebuah persinggahan yang membohongi.
Haha.
Wei, doakan mak dgn bapak aku terbukak hati memaafkan anak dia yg tak guna ni. Aku pegi tak lama lagi ni.
Tapi aku tak boleh pegi dengan tenang kalau mak dgn bapak aku tak bersemuka dengan aku dengan senyuman beri ampun.
Kau beruntung, sihat tu Allah bagi lagi. Boleh tahajjud. Aku ni tiap kali sembahyang kena bukak tiub dulu, kena mandi dulu.
Tapi alhamdulillah solat aku cukup 5 waktu sepanjang 4 tahun duk spital ni.
Haha. Selagi nyawa dikandung badan, kau cacat segala anggota pun, kau tetap hidup beb. Tetap hidup untuk menjadi hamba.
Maka kau jangan sia-siakan.
..
K ah.
Jumpa lagi. Kat akhirat kelak.
- Kai