cucy

Nie wiem, czym jest miłość, czym zakochanie, ani jak zdefiniować zauroczenie. Nie mam pojęcia, czy nazywanie uczuć ma jakikolwiek sens, skoro każda osoba wykształca nieco inne filtry i definicje opisujące to, co czuje. Wiem natomiast, że warto czuć, bo to pobudza, cuci ze śpiączki. Drąży w Tobie całkiem nowe tunele i pozwala odkrywać całe połacie niezagospodarowanej jeszcze przestrzeni.
—  V1ncent.pl 👏👏
#1 DISIPLIN

Kata dosen saya, Pak Aldo, seorang entrepreneur harus punya sikap dan budaya disiplin. “Kalau kamu masih susah untuk bangun pagi, coba deh kamu kerja dulu di orang lain. Dari kerja itu kamu akan belajar untuk bangun pagi, disiplin, tepat waktu,” kata beliau.

Omong kosong deh orang ingin sukses tapi tidak disiplin, tidak punya target yang berusaha dia tepati, tidak punya tekad untuk memenuhi tujuan - tujuan yang telah dia tetapkan. Mimpi siang bolong itu namanya. 

Maka mulailah dari hal - hal kecil. Tetapkan target setiap hari, pencapaian apa yang ingin dipenuhi. No pain no gain, kata orang bijak.

Dulu, supervisor saya, Mba Fitri, tahu bahwa kelemahan kerja saya adalah random, mudah lupa, meremehkan hal - hal, dan mudah panik. Maka oleh beliau, saya dinasihati untuk membuat list task to do setiap hari. Dengan demikian saya tahu prioritas mana yang perlu didahulukan; mana yang belum dikerjakan; dan target - target apa yang perlu segera dipenuhi.

Setiap kali saya menyelesaikan task, saya mencoret task itu di list. Ada perasaan senang dan tenang ketika saya menyelesaikan sebuah task, yang membuat saya bersemangat mengerjakan task yang lain. Hingga sekarang pun di desktop saya punya file excel yang berisi target saya sehari - hari.

Ga perlu yang hebat - hebat isi listnya, asalkan dari list itu kita belajar mendisiplinkan diri untuk memenuhi target. Percaya atau tidak, isi list saya seringkali remeh temeh semacam ‘cuci baju’, ‘ambil baju di laundry’, atau ‘masak tempe mendoan’. 

Tentu saja tidak semua orang perlu disiplin, tergantung dengan tujuan dan visi misi hidup. Bagi yang memilih hidup senang dan santai, barangkali menjadi disiplin bukan prioritas. Tapi bagi yang memiliki tujuan dan visi misi lebih ketat dari itu, disiplin adalah salah satu pilar penting.

Disiplin adalah salah satu cara kita memperlakukan waktu dengan efisien dan penuh rasa syukur. Dengan disiplin, kita bisa memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma, agar selalu terpakai untuk hal berguna, dan tidak sia - sia. 

Jadi, cuma mimpi kosong kalau kita punya cita - cita tapi tidak punya tekad disiplin untuk mewujudkannya.

*Catatan ini dalam rangka mengingatkan diri sendiri untuk disiplin memenuhi target di bulan Juni 2017

(4) Komunikasi Benar, Baik, dan Menyenangkan

Tulisan ini adalah resume dari Seminar 7 Pilar Pengasuhan Pengasuhan oleh Ibu Elly Risman yang diselenggarakan di Bandung, 11 Maret 2017. Padatnya materi membuat resume ini perlu disajikan dalam beberapa bagian. Untuk membaca bagian-bagian selanjutnya, klik disini.

Memperbaiki komunikasi adalah pilar ke-empat dari 7 Pilar Pengasuhan. Perbaikan komunikasi yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan benar, baik, dan menyenangkan (KBBM). Apakah itu? Berkomunikasi dengan benar berarti sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah. Berkomunikasi dengan baik berarti sesuai dengan kinerja otak. Sedangkan, berkomunikasi dengan menyenangkan berarti dapat diterima oleh perasaan karena otak pusat perasaan pada anak berkembang lebih dulu daripada bagian otak yang lainnya.

Apa sih yang membuat ini penting untuk dibahas? Sebab, (1) kekeliruan bicara kepada anak, meskipun seringkali dilakukan tanpa sengaja, akan berdampak buruk bagi perkembangan kepribadian anak; (2) berkomunikasi dengan anak bukan hanya bertujuan untuk membuat anak patuh, tetapi juga harus membuat hubungan anak dan orangtua menjadi baik, berkelanjutan, saling percaya, dan mampu bekerjasama; (3) berkomunikasi bukan hanya tentang tersampaikannya pesan, tapi harus membuat anak memiliki kemampuan berpikir, memilih, dan memutuskan.

Hmm, apa sajakah kekeliruan berkomunikasi yang mungkin tanpa sadar kita lakukan terhadap anak (dan atau orang lain)?

BICARA TERGESA-GESA

Seringkali, ketika berkomunikasi dengan anak (atau siapapun yang menjadi lawan bicara) kita bicara dengan tergesa-gesa, cepaaaaat sekali seolah tanpa titik dan koma. Padahal, untuk bisa membuat lawan bicara mengerti apa yang kita sampaikan, kita perlu bicara perlahan, menurunkan frekuensi, membaca bahasa tubuh, mendengarkan perasaan, dan tak lupa untuk memperhatikan intonasi dan gesture.

TIDAK MENGENAL DIRI SENDIRI

Permasalahan yang seringkali timbul antara anak dan orangtua adalah orangtua merasa anak tidak memahami dirinya dan sebaliknya, anak juga merasa orangtua tidak memahaminya. Sebagai orangtua dan calon orangtua, hal ini bisa kita hindari dengan mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Kenali sebenarnya kita adalah orang yang seperti apa, apa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi kita, apa yang kita butuhkan dan inginkan, dan masih banyak lagi.

LUPA BAHWA SETIAP INDIVIDU ITU UNIK

Sikap membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya atau individu yang satu dengan yang lainnya berasal dari lupanya kita untuk menyadari bahwa setiap individu sejatinya unik dan tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. So, yuk sadari bahwa kita, anak-anak kita, dan orang-orang di sekeliling kita adalah individu yang unik.

TIDAK MENDENGARKAN PERASAAN

Bayangkan kejadian ini: anak pulang sekolah dengan muka ditekuk lalu masuk kamar sambil membanting pintu. Terkadang, Ibu akan langsung marah-marah ketika melihat kondisi ini, “Kamu itu ya, engga sopan banting pintu di depan orangtua!” tanpa menanyakan terlebih dahulu tentang apa yang sebenarnya sedang dirasakan oleh anak.

KURANG MENDENGAR AKTIF

Mendengarkan aktif tentu berbeda dengan ‘hanya mendengarkan’. Menganai hal ini, berikut beberapa hal yang saya ingat dari ilmu konseling yang saya dapat saat kuliah, yaitu bahwa mendengarkan aktif berarti mendengarkan untuk memahami, dengan cara (1) berhenti bicara dan menahan diri untuk menanggapi sebelum lawan bicara selesai berbicara; (2) mempersiapkan diri untuk mendengarkan, fokus, dan benar-benar tertuju pada pembicaraan; (3) membuat lawan bicara merasa bebas dan nyaman untuk berbicara; (4) berupaya untuk meminimalisir segala distraksi yang membuat percakapan jadi terganggu; (5) menunjukkan empati; (6) sabar untuk tidak menginterupsi sebelum waktunya; (7) menghindari berprasangka tanpa alasan logis; (8) mendengarkan tekanan-tekanan suara dan intonasi; (9) mendengarkan secara keseluruhan dan mencoba menangkap apa yang menjadi ide dasar; dan (10) memperhatikan gestur, ekspresi wajah, ekspresi emosi, dan pergerakan mata dari lawan bicara.

MENGGUNAKAN 12 GAYA POPULER

Secara tidak sadar, 12 gaya komunikasi inilah yang sering kita lakukan terhadap anak (dan atau orang lain) ketika sedang berbicara. Apa saja? Yuk kita cek!

1. Memerintah

Contohnya, ketika pagi-pagi sedang bersiap-siap untuk sekolah, orangtua mengatakan, “Adek, Bunda bilang mandi sekarang, terus langsung sarapan. Sebentar lagi jemputannya datang, ayo cepet jangan lelet!”

2. Menyalahkan

Contohnya, ketika anak sedang bermain dan terjatuh, orangtua mengatakan, “Tuh kan, Ayah bilang juga apa, kamu sih engga hati-hati, jadi jatuh kan!”

3. Meremehkan

Contohnya, ketika anak berhasil melakukan sesuatu, orangtua mengatakan, “Ya elaaah, gitu doang sih gampang, dek! Ayah juga bisa!”

4. Membandingkan

Contohnya, ketika anak sudah mendapatkan nilai yang bagus, orangtua tetap membandingkannya dengan orang lain, “Kamu tau engga dek, anak tante di rumah sebelah itu nilai Matematikanya 10 lho, kamu kok 9 sih?”

5. Mencap atau Melebel

Contohnya, seringkali orangtua melebeli anak dengan kata-kata, “Aduuuuh, kamu itu cengeng, nakal, lelet lagi!”

6. Mengancam

Contohnya, demi supaya anak makan dengan lahap, orangtua mengancam dengan mengatakan, “Awas kamu ya, kalau makanannya engga habis, nanti Bunda cubit!”

7. Menasehati

Contohnya, ketika anak sedang asyik bermain, orangtua ribut mengatakan, “Adek, dengerin Bunda! Bunda bilang jangan lompat, jangan lompat. Ini baru urusan lompat. Nurut! Kata Rasulullah juga kamu itu harus nurut sama Ibu. Ibu … Ibu … Ibu … blablabla!”

8. Membohongi

Contohnya, ketika anak ingin membeli sesuatu yang tidak diperbolehkan, orangtua berbohong dengan mengatakan, “Eeeeh jangan beli itu, itu abangnya suka menculik anak.”

9. Menghibur

Contohnya, ketika anak baru saja terjatuh dan kakinya berdarah, lalu orangtua mengatakan, “Cup … cup … cup! Ini engga sakit kok, Duuuuh, jalannya nakal ya dek? Mejanya nakal juga ya bikin kamu sakit? Sini sini, lihat deh, itu ada kupu-kupu. Cantik, ya?”

10. Mengeritik

Contohnya, ada saja kesalahan anak yang dikritik dari sejak pagi hingga malam, “Lihat itu tali sepatu, diikatnya kok engga pernah bener. Itu baju masukin, kamu tuh ya engga bisa rapi. Kalau mau pergi itu pagarnya dikunci, main langsung pergi-pergi aja. Lihat lihat, ya ampuuun bukunya keriting. Kamu itu gimana sih?”

11. Menyindir

Contohnya, ketika anak berusaha untuk melakukan kebaikan, orangtua mengatakan, “Ya ampuuuun, hari ini cerah banget! Pantesan aja, anak Bunda cuci piring.”

12. Menganalisa

Contohnya, ketika pulang sekolah anak menangis karena bertengkar dengan temannya, orangtua sibuk menganalisa mengapa itu terjadi, “Kamu berantem ya sama temanmu itu? Apa, dia bilang apa tadi? Bilang kamu nakal? Tapi hmm, kayaknya dia sirik sama kamu karena nilai kamu bagus. Ataaau, mungkin dia ingin seperti kamu yang selalu juara kelas. Atau karena kamu lebih cantik daripada temanmu itu?”

Hmm, bagaimana, apakah gaya komunikasi kita sebelumnya sudah efektif? Atau, apakah ternyata kita sering melakukan kekeliruan-kekeliruan di atas? Jawab di dalam hati saja, ya! ;)

__________

Bersambung ke tulisan selanjutnya

Jenjang Karirku

1. Pejuang ASI-X (anak usia 0-6 bulan )

Goal : Bayikecil masih 100% bergantung pada ASI. Pekerjaannya hanya berkisar seputar menyusu-bobo-pup-pipis-menangis dan membuka mata sesekali. Karenanya, goal dari posisi ini adalah sukses secara eksklusif memberikan ASI. Dan saya sebagai Ibu baru bisa merasa bahagia dan terbiasa dengan peran baru yang diiringi rasa yang tak ada di kamus definisi.

Jobdesc : Menyusui sejam sekali (catatan : frekuensi ini bisa berubah-ubah tanpa pemberitahuan sebelumnya 😂), ganti popok 30 menit sekali, cuci popok (sebelum pake popok sekali pake) setiap hari, ‘ngejemur’ bayikecil pas baru usia 0-2 minggu tiap pagi, mandi+dandanin bayikecil biar sehat bersih cantik wangi, mengobservasi apa saja kebutuhan bayikecil dari ekspresi muka dan tangisannya, ‘memaksa’ diri supaya tetap happy demi si bayikecil, mengetahui milestone yang idealnya dilalui bayikecil, memberi stimulasi sesuai milestonenya, dan tentu saja JAGA RONDA.

Skill yang dibutuhkan:
Multitasking skill >> Note, mesti bisa gendong anak sambil nyuci, nyapu, ngepel, ngejemur, nyetrika, masak, bahkan shalat.
Kemampuan membaca pikiran dan tangisan bayikecil
Kemampuan menggendong, bercerita (baca : Ngomong sendiri), bernyanyi, menenangkan diri (baca : Ngga panikan)
Kemampuan tidur di waktu-waktu sempit.
Kemampuan autodelete komentar-komentar dari sebelah supaya ngga baper (pas awal2 masa pasca-persalinan si ibu baru ini lebih sensitif) 😄

2. Pejuang MPASI (anak 6-12 bulan)

Goal : ASI tidak lagi mencukupi 100% kebutuhan gizi. Penting untuk mengenalkan beragam menu MPASI. Tentu dengan memperhatikan faktor keseimbangan dan kecukupan gizi. Bukan asal kenyang dan bayikecil menyukai. Oleh karenanya, goal dari posisi ini adalah sukses mengenalkan makanan2 pendamping ASI yang bergizi .

Jobdesc : Jobdesc posisi sebelumnya masih berlaku, ditambah job baru yakni pilih-pilih metode MPASI, mempersiapkan menu MPASI, mempersiapkan menu alternatif kalo-kalo menu pertama ngga laku, memfasilitasi ruangan dan benda-benda yang mendukung untuk kegiatan makan bayikecil, membereskan kekacauan yang timbul saat makan.

Skill :
Skill pada posisi sebelumnya masih berlaku, ditambah kemampuan memasak dan mempersuasi bayikecil supaya mau makan.

3. Pejuang Berat Badan (anak 12-18 bulan)

Goal : Bayikecil sudah berubah menjadi bayibesar yang tingkat mobilitasnya tinggi. Kerjaannya bukan lagi sekadar bobok-pup-nenen-mamam dan tengok kanan kiri. Kakinya sudah lincah berlari. Tangannya sudah lihai menggapai benda tinggi. Tubuhnya butuh lebih banyak asupan energi. Di masa ini, berat badan anak pun menjadi topik pemikiran dan pembahasan yang seksi. Di sisi lain, bayibesar cepat bosan dengan makanan yang itu-itu lagi. Karenanya, goal dari posisi ini adalah memvariasikan menu makanan dan memastikan kecukupan gizi buah hati agar grafik berat badan si bayibesar membuat ibu merasa senang hati.

Jobdesc : Jobdesc posisi sebelumnya masih berlaku, ditambah job baru yaitu menghias makanan semenarik mungkin supaya bayikecil lebih semangat makan.

Skill : Skill pada posisi sebelumnya masih berlaku, ditambah skill baru yaitu kemampuan artistik.

4. Pejuang ‘Kemerdekaan’ (anak 18-24 bulan)

*My current position.

Goal : Bayibesar semakin senang melakukan banyak hal sendiri. Mulai ingin merdeka bahkan dari Ibu yang berjuang melahirkannya setengah mati. Mandi, memencet dispenser, pakai baju, naik tangga, pup, mengupas pisang, tak boleh diintervensi. Kata “Enggak” jadi kata paling favorit sehari-hari. Memang sudah masanya bagi bayibesar menumbuhkan otonomi. Perasaan bahwa ia pun boleh berdikari. Karenanya, goal dari posisi ini adalah mengantar bayibesar pada 'kemerdekaannya’ dengan bekal percaya diri.

Jobdesc : Jobdesc pada posisi sebelumnya masih berlaku, ditambah job baru yakni memahami arti kata-kata yang diucapkannya sehingga bisa menghargai keinginan, pilihan, dan pendapatnya; menerjemahkan kata-katanya pada orang lain sehingga orang tsb juga bisa memahami dan menghargai si bayibesar; memberi kesempatan pada bayibesar untuk memilih dan melakukan beberapa hal sendirian.

Skill : Skill pada posisi sebelumnya masih berlaku, ditambah skill baru yakni menguasai kamus bahasa bayibesar, serta mampu menahan diri dari perasaan sedih yang sering muncul ketika menyadari ternyata waktu berjalan sangat cepat dan anakku sudah bukan bayi lagi….

____

Soon, akan ada promosi 'jabatan’. Insya Allah. Brace myself for the next position : Pejuang Penyapihan, lalu, posisi-posisi selanjutnya yang akan jauh lebih menantang. Karirku masih panjang!

What a career! So, who says I am jobless? 😂

Well, it’s though but honestly satisfying.
Kadang saya terlalu dangkal memaknai pengasuhan sebagai kegiatan satu arah, di mana anaklah yang menjadi fokus didikan. Padahal, di saat yang sama, anak pun secara tidak langsung sedang 'mendidik’ saya, untuk menjadi manusia yang lebih dewasa, pandai mencari solusi, cakap dalam berkomunikasi, tidak mudah marah, senantiasa bersabar, mudah bersyukur, bekerja keras, ulet, tekun, telaten, cekatan, ceria, dan banyak lagi. Cuplikan perjalanan 'karir’ di atas sedikit menjelaskan bahwa saya belajar banyak hal.

Ah, terima kasih Allah atas kesempatan 'karir’ yang Engkau anugerahkan lewat perantara guru kecilku. Hanya kepada-Mu lah hamba menyerahkan segala urusan soal “rewards dan benefits” bukan pada makhluk manapun…

P.S. Mungkin jenjang karir semacam ini tidak akan kita temukan di profil LinkedIn atau CV Applicant manapun. Inilah sebagian kecil dari karir Ibu dan Ayah kita dalam membesarkan kita. Semoga profil orang tua kita tercatat di buku tamu surga-Nya.

Kepada Ibu Kekasih Saya

Bu, apa kabar?

sebelum menulis banyak hal yang saya bingung harus memulainya dari mana, ijinkan saya untuk memanggilmu dengan sebutan “ibu” seperti yang selalu saya semogakan diam-diam kepada Tuhan dalam seuntai kalimat bernama doa. Saya cukup pemalu, bu. Tapi sepertinya lebih tepat dikatakan bahwa saya ini penakut, bagaimana tidak penakut, untuk mengungkapkan perasaan saya kepada putri ibu saja saya harus repot-repot menuliskannya lewat notes HP. Untung saja kala itu HP saya yang batrenya suka ngedrop itu kok ya ndilalah nggak tiba-tiba mati.

Saya bingung, bu, harus memulai dari mana ketika menulis surat ini. Tapi ada satu hal yang ingin sekali saya katakan kepada ibu, perihal terimakasih saya yang tak ukur jagadnya karena telah melahirkan seorang perempuan hebat pada tengah malam yang sekarang menjadi kekasih saya. Saya mencintainya dengan setulus hati saya, bu. Tapi ibu tak perlu khawatir, sebab cinta saya tak akan melebihi kasih sayang ibu, atau mungkin ayahnya, yang tentu saja menjadi laki-laki yang cintanya paling besar baginya. Posisi ibu akan selalu menjadi nomer satu di hatinya.

Bu, putri ibu adalah perempuan hebat, dia mengajari saya banyak hal. Dia mengajari saya bagaimana memanusiakan orang lain, bagaimana tetap tersenyum ketika dihantam banyak hal yang memilukan, dan yang paling penting bagi saya adalah putri ibu tak pernah lelah mengingatkan saya untuk selalu makan dengan menggunakan tangan kanan dan cuci tangan sebelum saya menyantap santapan pertama saya, sebab saya suka lupa, bu, saya suka lupa jika sehabis memasukkan ibu jari ke dalam hidung dan memutar mutarkannya kesana kemari setelah itu langsung memegang makanan. Kata putri ibu, saya bisa mati gara-gara kuman, ya begitulah putri ibu, dia terkadang suka lucu dan tidak masuk akal, namun percayalah, saya akan tetap menyayanginya dengan segala keanehannya.

Saya ingat bagaimana saya berkunjung ke rumah ibu untuk pertama kalinya, bagaimana putri ibu memperkenalkan saya kepada ibu, saya mau mati kaku rasanya sebab untuk kali pertama saya bertemu dengan ibu dari perempuan yang begitu saya sayangi. Apalagi ketika ibu saat itu mengira jika saya adalah anak seni dan bertato. Campur aduk rasanya, ingin tertawa tapi di sisi lain saya kaget setengah mati. Bu, jangankan menjadi anak seni, atau merajah badan saya dengan tinta, jam sembilan malam belum pulang ke rumah saja ibu dan ayah saya sudah marah marah seperti induk singa yang sedang mengandung bayi-bayinya yang kembar enam.

Bu, saya hanya seorang laki-laki biasa, yang mengenakan pakaian itu-itu saja ketika pergi dengan putri ibu, yang akan mengajak makan putri ibu juga ke tempat itu itu saja, yang seringkali membuat pening kepalanya di siang hari atau basah kuyup ketika turun hujan karena saya hanya memboncengkannya dengan motor butut pemberian ibu saya dulu ketika SMA dulu yang selebor depannya terkadang suka goyang-goyang sendiri sebab bautnya copot dan tak pernah saya ganti. Oh iya, saya mau minta maaf, bu. Saya sering mengabulkan permintaan putri ibu ketika dia mengajak saya makan indomie diam diam tanpa sepengetahuan ibu, katanya indomie adalah surga kedua setelah pelukan ibu. Saya tersenyum lebar ketika dia mengatakan hal itu.

Bu, terkadang putri ibu ini suka berkeluh kesah kepada saya ketika dia merasa kesal dengan ibu berkali-kali dengan hal yang sama. Namun percayalah, bu. Saya akan selalu di sampingnya untuk mendengarkan segala keluh kesahnya yang seringkali juga hanya itu-itu saja, saya juga akan selalu mendukungnya tentang apapun itu yang dirasa baik untuk ibu dan putri ibu. Namun terkadang saya sering bingung, bu, ketika menanggapi dia bercerita seputar makhluk tak kasat mata kesayangannya, doraemon. Maafkan saya, ibu.

Bu, saya bermimpi suatu saat ketika saya bisa benar-benar memanggil ibu dengan sebutan “ibu”, mengucapkan janji berdua dengan putri ibu di hadapan ratusan pasang mata, kemudian mengimaminya sholat dan melihat si fafa, kucing kesayangan buah hati ibu yang baru saja ditinggal pergi oleh kekasihnya untuk selama-lamanya.

Ketika saat itu tiba, ibu tak perlu khawatir, putri kesayangan ibu ini tak akan pergi kemana mana, dia perempuan baik dan hebat, dia akan tetap memberikan tempat pertama di hatinya untuk ibu, dia akan tetap menjadi putri kesayangan ibu.

Salam hangat dari saya, bu
dan putri ibu
dia sedang duduk manis menonton film dan tersenyum-senyum sendiri di depan saya ketika saya menulis ini.

Tips Anti Ngantuk dan Efisisensi Waktu Tidur (Based on Exp)

“ Adakah diantara jomblo warrior sekalian yang punya tips nahan kantuk dan efisiensi waktu tidur yang jitu wal ampuh serta teruji? Share dimari kalau ada, akang doain enteng jodoh… “


Terimakasih untuk saran-saran yang masuk.
Berikut hasil survey kemarin : 

@dokterarsitek​ : “ Kalau saya sendiri memang jika tujuan itu begitu menggebu-gebu, kantuk akan mudah untuk dilawan. Yang pasti hal itu kita nikmati. Sebagaimana jika kita main game dan tahan berjam-jam, mengapa kita tidak menikmati masa-masa kita saat belajar dan ngaji? ^^ “ ((Zupeerrr))

@dewiningtias​ :  “ Kalau saya biasanya melakukan pemanasan kan, bergerak entah geleng angguk angguk kepala, muter muter tangan atau lari di tempat biar jantung nya berdetak lebih keras jadi gak ngantuk lagi sama di kopi in juga biasanya ..” ((Saya sepakat pemanasan adalah cara bagus jugaBoleh kombinasi pake senam poco-poco gak? ))

@ildiscente​ : “ Stop gula “ ((Alasan kebanyakan karbohidrat ya? Kopi dikasih gula sudah biasa, saatnya dikasih garam biar setrong))

@ummurazzan​ : “ Tips nahan kantuk dimana dulu nih? Pas di masjid atau di rumah?😂 Kalo di rumah.. pas mau ngantuk coba pemanasan, gerak2 dikit, ato buka hp bentaar heheh biasanya org jaman sekarang liat hp langsung melek ._. itu sih sarannya 😁 “ ((Buka hp paling bentar seringnya jadi berapa menit :( ))

@arionsea​ : “ Tips nahan kantuk versi saya adalah minum kopi 😁 atau biasanya tidur jam 9 malam trus bangun jam 1 malam 😌 “ ((Ini kaya jadwal pas SMA))

@maharlikaigarani​ : “ Tips nahan kantuk : tidur ” ((Jawaban polos dan jujur tapi bener, tipikal anak baru lulus SMA hehe, piss dek))

@atomicdestinymoon​ : “ Tahan jangan kedipin mata beberapa menit. Belum teruji sih.. Tapi pas aku gabisa tidur, aku ngedipin mata cepet berkali2 selama beberapa menit. Alhasil jadi ngantuk ” ((Lucu, baca sarannya udah lumayan bikin gak ngantuk, terimakasih ya :D ))

@hanifaizzati​ : “ Efisiensi waktu tidur sih tidur dengan keadaan bahagia, jadi bangunnya cepet dan semangat heheh ” ((Kalau terlalu bahagia jatuhnya malah gak bisa tidur :( ))

@yumar3​ : “ Cari teman bang. Teman hidup. Teman buat nemenin ga tidur.  Udah jangan jadi warrior mulu. Hahahaah ”
((Jawaban yang ditunggu-tunggu nih, red. Liat senyumnya aja pasti capek-capek, stress, lelah, pegel linu ilang))

@catatanmahasantri​ : “ Ambil air wudhu. Minum air putih. “ ((Nice, untung nulis ulangnya pas lagi nggak ngantuk, takutnya ketuker, Ambil air putih minum air wudhu))

@haceel​ : “ Coba nonton film kesukaan/horror dulu. Dijamin nanti pasti melek. “ ((Film vampire atau drakula sekarang seringnya malah pacaran ketimbang horrornya :( ))

@kucingmengeong​ : “ Ini nahan kantuk jangka pendek atau kontinuitas biar badan selalu fresh? Nahan kantuk: wudhu/ cuci muka
->> fokus sama hal yg lg dihadapi/ dikerjain (misal lg dengerin lecturer atau ngerjain tugas di laptop, dll) ->> stretching biar peredaran darah lancar
->> dopping kafein + sediain air putih yg banyak (urinasi mengurangi kantuk krn memaksa tubuh bergerak ke toilet, hehe)
->> tidur efisien 5-15 menit kalo kantuk tak tertahankan, dijamin bangun2 fresh lagi :)

Badan selalu fresh: atur jadwal istirahat dan berkegiatan, harus tau jam biologis kamu, kebutuhan istirahat brp jam, tiap orang beda2 sih. Kalo jam biologis kamu kacau berarti harus diset ulang dan butuh pembiasaan. Hitung jam tidur malam butuh brp lama, mau mulai aktivitas di jam brp, set alarm, lakuin minimal 3 minggu buat pembiasaan. Hihi, met lamet mencoba! “ ((Jawaban lengkap ala tabib kekinian, good))

@siswantopacek-blog​ : “Ngapain nahan ngantuk kang, kalau ngantuk ya tidur aja, ohehe kalau saya (sudah teruji sih, tapi sekarang sudah nggak bisa ngelakuin terus, soalnya kerja shif 2), buat efisiensi jam tidur, pokoknya habis isya tet langsung tidur, jangan lupa wudhu sebelumnya, soalnya kalo nggak wudhu bangunnya mesti nelat. Kalo tidur jam segini bangunnya tengah malam, itu nggak ngantuk loh kalo abis wudhu lagi, beneran. lah jam ini sampai jam 3 bisa buat beraktifitas apapun.

Kalo udah jam 3 pagi, tidur lagi, tapi kasih timer cuma 10-15 menit (gak boleh banyak2), trus subuhan dan jalani aktifitas pagi sampai siang, lah pas siang sekitar dhuhur itu tidur lagi, 10-15 menit lagi. kalo bisa istiqomah kayak gini, pasti seger rasanya. (sumber: ceramah ust Budi Ashari - keseharian rasulullah & telah dipraktekkan sendiri)
((Sipp kang))

@ceritaagenneptunus :  “  Kunyah permen karet ~ “ ((Capek di pipi te))

@siasly​ : “ Menghirup nafas sampai hitungan 10 habis itu keluarkan perlahan sampai kantuknya hilang.. “ ((Ini baru tau))

@keretas​ : “ Biar efisien ya tidur di awal, habis sholat isya gituu, Insya Allah sebelum tengah malam bakal kebangun. “ ((Right))

 @negasikita​ : ” Mata dikasih fresh care 😂” ((Pernah mau nyoba, tapi rada ngeri. Ada tutorialnya nggak?”))

Beberapa saran sudah dilaksanakan sejak lama. Anjuran dan contoh dari Nabi dan para ulama biasanya memang berwudhu sebelum tidur, berdoa, tidur awal, bangun awal, serta ambil wudhu ketika mengantuk atau istirahat sejenak. Sepakat.

Namun terkadang juga ada beberapa kondisi dimana itu tidak bisa dilaksanakan, sebab-sebab yang menyebabkan kita tidak bisa tidur di awal waktu.

Entah sedang ada tamu, event, deadline, target khusus, punya pokemon rewel malem-malem dan hal-hal lain di luar jadwal tidur atau bangun biasanya.Nah, saat itu otomatis diperlukan jurus menahan kantuk yang jitu dan gokil yang meski waktu tidurnya sebentar dan saat ngantuk menyerang, mata masih bisa tetep melek dan konsentrasi masih fokus.

Ada tambahan?

Pemerintah Rusia, Trump, dan Assad punya persamaan : sama  - sama ga masuk akal kasih alasan, dan sama - sama hobi ‘cuci tangan’. Moga2 besok pagi idungnya pindah ke jempol kaki.

Nurse Zana

FEB 20

Posted by mrselampit

 

 

 

Rate This


Aku adalah seorang yg berjaya, berusia 37 tahun mempunyai 3 org anak. Isteriku namanya Aida merupakan seorang doktor. Nak katakan kami ni kaya taklah sangat. Cuma mampulah jugak kalau dlm 2…3 kali seminggu tu makan kat restoran 5 bintang.

Rumahtangga aku pulak mmg bahagia kalau ada selisih faham tu biasalah kan. Mana ada rumahtangga yg langsung tak ada ribut taufan sekali sekala. Kalau ada yg dakwa rumahtangga dia tak pernah ada masalah, itu menipu namanye.

Aku ngaku yg aku ni bukanlah seorg suami yg baik ataupun jujur ngan isteri ku. Pernah jugaklah aku curang ngan isteri ku. Sememangnye aku punyai nafsu yg ….. (entahlah mungkin pada ni tak pelik lagi kut)

Aku lebih teransang pada bini org. Kalau diberi pilihan antara bini orang atau anak dara….semestinye aku akan pilih biniorg. Bglah anak dara rupa mcm ratu cantik dunia sekali pun…aku akan tetap pilih biniorg…(biniorg tu mestilah yg oklah…..kalau tak ok sapa yg nak….kan?).

Aku tak pernah kenal ngan nurse satu hospital ngan wife aku ni. Selama ni kalau umah aku ada buat open house ke…tak pernah pun dia dtg. Nak dijadikan cerita, hari tu kereta bini aku ada kat workshop so terpaksalah aku kena ambik dia balik keje. Biasanye kalau aku tunggu wife aku ni selalu jugaklah aku masuk dlm hospital tu. Ward gynaecology tu ramai jugaklah aku kenal…tapi nurse ni mmg aku tak pernah tengok.

Tengah berbual ngan doktor2 dan nurse2 kat situ….aku terpandang sorang nurse ni. Mmg rupa…badan dia ni buat aku tak senang duduklah. Bernafsu. Tengah sembang2 tu aku pun buat2 senyumlah….ada sorang dr kat situ mcm perasan sambil aku borak2 aku duk asyik pandang nurse tu. Tiba2 dr tu panggil nurse tu introduce kat aku. Kami pun salam2lah.

Nama dia Zana (nama tipu…takan nak bg tau nama betul kut). Lepas salam tu dia pun terus sambung keje. Wife aku dtg dan kami pun baliklah. Aku tanya wife aku nurse tu. Wife aku kata dia baru join ..sebelum ni dia keje kat hospital kerajaan. Umur dia 31 tahun anak 1. Rupa dia nak kata lawa sgt tu taklah sedap mata memandanglah katakan.

Tapi aku suka body dia….agaknye dlm 36B 30 36. Aku ni suka badan cam tu…berisi sikit. Bodi mcm model bukan taste aku. Sampai balik umah pun aku terbayang nurse tu….cara dia berjalan…ermmm mmg mengancamlah.

Aku tanam niat camana nak kenal ngan nurse tu. Tapi aku buntu. Bukan senang….dahlah dia tu satu tempat keje ngan bini aku. Aku sebolehnye nak ngelak dr ada affair ngan bini org yg satu tempat keje ngan bini aku ni…..byk masalah akan timbul. Sebelum ni bukan takde yg aku berkenan….pernah dulu aku berkenan kat dr sorang tu….lawa mmg lawa…anak mami, rupa mcm Amisha Patel.

Sapa yg minat kt filem Hindustan taulah…kan? Tapi aku tak sanggup. Dgn nurse ni lain mcm sgt rasanye….rasa mcm tarikan dia tu kuat sgt… putih kata ada chemistry. Puas aku fakir camana nak mulakan sampai aku tertidur. Sehinggalah dlm 4…5 hari aku pun malas nak fakir sgtlah pasal nurse tu.

Satu hari tu aku balik dr ofis dlm pukul 7.30pm. Bila masuk dlm umah terperanjat aku nurse Zana tu ada dlm umah aku. Kalau pembaca semua adalah masa tu….mmg akan gelak sakan kat aku. Aku kaku berdiri dlm 2…3 min jugaklah. ….bayangkanlah… bila tengok dia tengah duduk atas sofa kat living room tu.

Aku tersentak bila wife aku cakap si Zana ni tumpang balik jap sementara tunggu suami dia dtg ambik. Suami dia tu pengurus kilang di keramat. Rumah aku plak kat bukit antarabangsa so tak jauhlah. Barulah aku tau dia dtg umah aku tu bersama ngan bini aku. Kami makan mlm bersama. Tapi aku tak byk cakap. Tapi aku asyik duk perhatikan dia jer.

Apa yg bini aku borak ngan dia aku tak ambik kisah sgt. Bila dah makan semua dia bangun nak cuci tangan aku duk perhati je badan dia. Dia pakai track suit ngan sleeveless t shirt.ketat. Mata aku tak lepas dr tenung buntut dan dada dia. Sejak dr hari tu dia boleh katakan hari2 singgah umah aku dulu sementara tunggu suami dia dtg ambik.

Sehinggalah satu hari tu, dlm kul 8 mlm, wife aku dpt call dari hospital ada patient yg terpaksa bersalin cara ceasar…ada complication. So wife aku pun pegilah. Tinggallah aku, dia , maid aku dan anak-anak aku.

Sampai dlm kul 10 lebih anak2 aku naik tidur. Maid plak biasanye kalau takde apa dia berperaplah dlm bilik dia. Dia call suami dia, suami dia kata ada machine breakdown so production takleh jalan.

So terpaksalah suami dia settlekan dulu masalahnya dulu. Kat living room tu tinggalah aku ngan dia. Macam2 ceritalah kami borak. Sambil borak2 tu …aku ni mcm biasalah mata terpaku kat dada dia….kalau dia bangun jer aku tenung kat punggung dia bulat macam Jlo.

Lama-lama aku tak tahan….dah rasa stim semacam. Aku bangun nak ke dapur nak buat air dia…dia kata takpe dia buat sendiri….wife aku pun selalu cakap ngan dia…kalau rasa nak minum ke makan ker buat mcm umah sendiri.

Dia bangun ke dapur buat air. Aku ikut sekali ke dapur berdiri membelakangkan dia. Dia kata kat aku yg ikut sekali ke dapur tu tak percaya kat dia ker. Aku kata takdelah camtu…Cuma kalau dia tak jumpa cari gula ke susu ke senang aku tunjukkan… dlm pada tu aku cukup bernafsu. Aku dtg dekat ngan dia dr belakang. Entah macamana setan dah rasuk abis dah.

Aku betul2 berdiri belakang dia…..aku pegang bahu dia….gosok-gosok…dia terkejut. Aku terus pegang bahu dia…sambil aku cium leher dia. Dia suruh aku lepaskan dia kata jangan buat camtu. Aku terus cium leher sambil tangan aku gosok-gosok lengan dia….mulut dia mmg terus berkata jangan….jangan…tapi setakat mulut jerlah….sambil biar je aku cium leher dia. Aku dpt rasa dia dah naik biji-biji kat lengan dia.

Aku terus cium leher dia ….tangan aku mulalah peluk dia..sambil pelan-pelan ramas tetek dia.

Dia dah tak tentu arah….aku tau dia stim tapi rasa serba salah.

Aku teruskan lagi …ramas2 tetek dia dr belakang…..tiba2 jer terus dia pusing mengadap aku….belum dia cakap apa2 terus aku cium mulut dia…sambil tangan aku raba buntut dia pulak. Dia Cuma biarkan aje tapi aku tau dia dah teransang. Tangan masuk dalam baju dia…selak bra dia. Puting tetek dia pun dah keras.

Aku gentel-gentel….sambil terus beromen. Suara dia dah tak tentu arah. Aku tau masa tu aku tak sia sia kan…aku akan masukkan jugak batang aku dalam cipap dia. Sebelum aku terus nikmati seluruh badan dia sambil berdiri. Satu persatu pakaian dia aku bukak….dia diam …biarkan aje.

Aku terus isap puting dia…sambil tangan merayap kat celah kangkang dia….dia memang dah stim….air cipap dia pun dah banyak. Aku aku pusingkan dia membelakangkan tarik sikit buntut dia yang bulat tu….aku pun keluarkan batang aku masukkan dalam cipap dia kami main doggie sambil berdiri.

Masa main sorong tarik tu…aku suka cara dia mengeluh…memang buat aku lebih horny. Hinggalah dalam 30/…40 minit aku climax. Aku berborak ngan dia sambil berbogel kat dapur…borak punya borak….kami pun main lagi…kali ni aku duk atas kerusi makan…dia duk atas aku sambil mengadap….hinggalah dia climax 2 kali.

Lepas dlm 1 jam kite orang main untuk 2nd time tu suami dia pun call nak ambik dia.

Sejak dr ari tulah….aku selalu main ngan dia. Kalau susah sgt aku akan check in kat hotel lepas keje. Pernah jugak main dalam kereta. Hubungan kami masih lagi kekal sekarang ni. Pandai makan pandai simpan seperti kata orang…

Masa Kecil.

“Kak, aku lagi ikutan challenge gitu, writing challenge. Besok temanya tentang masa kecil, nanti kakak ikut ya.”

Gitu kata @creativemuslim

Iya-ku bulat waktu itu. Meng-iyakan akan ikut nulis tentang masa kecil.

Tulisannya udah aku baca. Page baru udah aku buka. Syit. Ternyata aku gak begitu suka dipaksa mengingat masa lalu. Karena yang selama ini aku tulis adalah hal-hal yang ter-ingat. Terlintas dipikiran.

Kalau tiga hari ini aku gak nulis apa-apa, salahkan dia. Karena aku malah kebanyakan mengingat apa yang aku lakukan dulu di masa kecilku. Wkwkwk.

Sebenernya sih karena agak sedikit “tertekan” dan “cemburu” pada masa kecil Al (panggilan si krietifmuslim tadi Al.) Karena masa kecilku gak seru kayak masa kecilnya. Hahaha.

Masa kecilku sama kayak yang lain. Main kelereng, main lempar-debug, main kasti, main cakbur, main patok lele, main mainannya mbak No dan gak jarang disuruh pulang duluan, atau mbak No pergi main diam-diam biar aku gak ikut dia main (jahat!), main jual-jualan, atau jualan beneran.

Lah, terus keinget sesuatu!

Jadi tu, tetangga kanan rumahku punya pohon jambu air. Jambunya pink, berbuah, banyak sekali. Ada bagian pohonnya yang masuk ke halaman rumahku, aku sama Mbak No minta izin buat minta jambu, “Makwo, bagi jambuuuuuu…” jaman dulu tuh kalo mau minta tinggal teriak aja, terus Makwo jawab juga dengan teriakan dari dalam rumah. “Yaaa…ambik lah…”

Semangat tuh, aku sama Mbak No panen jambu. Terus jambu yang ada di tusuk pake tusuk sate, disusun 3. TERUS DIJUAL DI DEPAN RUMAH. Wkwkwk. Mayan laku.

Nah, Makwo keluar rumah, ngeliat jambunya dijualin, Makwo mendekat…katanya kalo buat dimakan sendiri gapapa, tapi jangan dijualin. Wkwkwk lawak.

Oh! Ada lagi!

Jadi tuh, ada lagi, kita manggilnya “Mama Kak Leni.” Karena yang kita kenal kak Leni-nya hehe. Rumahnya di RT sebelah. Di halaman rumahnya ada daun cincau. Terus aku sama Mbak No dan teman yang lain suka mintain daun cincau itu. “Mama Kak Leni…bagi daun cincau…” terus dijawab dari dalam rumah, “Ya…ambik lah…”
Gatau aja kalo yang kita ambil lumayan banyak. Wkwkwk
Sampai di rumah, daun yang ada di cuci, terus diremes-remes gitu sampai keluar airnya. Duh, aku lupa diapain aja. Tapi nanti bisa jadi cincau beneran. Terus kami makan wahahaha.

Hhh…gak kerasa itu udah lama kejadiannya. Makwo Elok dan Mama Kak Leni udah gak ada. Semoga jambu yang Makwo bagi ke kami, daun cincau yang Mama Kak Leni kasih ke kami dengan ikhlas jadi saksi kebaikan semasa hidupnya.

Yah, jadi inget macem-macem. Hehe.

Kak Limah Janda

Kak Limah Janda

AUG 12

Posted by mrselampit

 

 

 

Rate This


Aku melihat jam di tangan ku. Masih awal lagi rupanya. Ada kira- kira setengah jam lagi sebelum waktu pejabat habis. Siang tadi kakak Ipar ku menelefon meminta aku datang ke rumahnya selepas kelas. Aku tertanya-tanya juga kerana selalunya hanya abang saja yang menelefon bertanyakan sesuatu atau meminta aku untuk menjagakan rumah jika dia ada urusan keluar daerah.

Waktu waktu aku sampai kerumah abangku jam hampir pukul 2.00 petang. Aku park kereta ku di tepi jalan, tidak di garaj. Aku ketok pintu depan; tapi tak ada yang menyahut. Kak Limah, pembantu rumah abangku pasti ada di belakang, fikirku. Ternyata pintu tak berkunci, aku masuk, sepi, langsung aku ke belakang. Maksudku mau memperingatkan Kak Limah tentang kelalaiannya tak mengunci pintu. Sampai di belakang Kak Limah tak ada. Aku masuk melalui pintu belakang.

Aku terus ke ruang tengah. Saat itulah Kak Limah muncul dari bilik mandi tengah. Aku berniat menegurnya, tapi niatku tertanguh sebab Kak Limah keluar dari bilik mandi hanya berbalut kain tuala yang tak begitu lebar. Buah dadanya yang besar itu seakan-akan “tumpah”. Lebih dari separuh dadanya tak bertutup. Dari dadanya ke atas lutut saja yang tersembunyi ditutupi tuala itu.

Dan bawahnya …… Seluruh pahanya tampak! Kain sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja. Aku segera mengambil kedudukan disatu sudut yang tenang dan tersembunyi. Fikiran jahat mendorong saya untuk mengamati, iaitu dibalik pintu kaca belakang viltrage menghalang pandangan Kak Limah ke dalam.

Habis mandi dia masih mengemas peralatan cuci. Sebelumnya dia tak pernah begini, mungkin disangkakannya tak ada orang. Yang membuat jantungku berdegup kencang adalah wakti ia membelakangiku. Kak Limah membungkuk mengambil sesuatu di dalam baldi. Seluruh punggungnya kelihatan, bahkan se detik aku sempat melihat kemaluannya dari belakang! Makumlah, dia baru lepas mandi. Tentulah tak memakai pantie.

Bukan hanya itu saja. Setelah selesai, Kak Limah melangkah memasuki ke biliknya. Sebelum masuk inilah yang membuat jantungku terhenti. Kak Limah melepas kainnya dan menjemurnya dalam keadaan telanjang bulat! Hanya beberapa detik aku menikmati tubuh mulusnya dari belakang, miring agak ke samping. Bulatan buah dada kirinya sangat jelas. Kulit tubuhnya begitu bersih. Bentuk tubuhnya memang bagus, kecuali agak gemuk dan berisi. Bidang dadanya luas, pinggangnya menyempit, pinggulnya melebar dan sental.

Kak Limah langsung melangkah masuk ke bilik tidurnya. Dalam melangkah, se detik itu sempat terlihat bahwa bulu2 kelamin Kak Limah lebat! Lain tidak jelas. Kemudian ia menutup pintu.

Aku yang masih belum pernah beristeri dan tidak pernah melihat tubuh wanita secara kulit, merasa dada ku berdebar. Selama ini aku hanya melihat filem ‘blue’ dari CD saja. Aku dapat bayangkan betapa nikmatnya menggomol wanita sewaktu disetubuhi. Ini kerap ku bayangkan bila aku melakukan onani sendiri. Tetapi bersetubuh dengan wanita belum pernah ku lagi.

Aku keluar perlahan-lahan lalu menutup pintu. Hujan diluar mula turun rintik-rintik. Semakin lebat. Jadi aku terpaksa memanggil Kak Limah semula. Kak Limah keluar. Dia senyum. Pakaiannya serba rengkas.

“Hujan Kak Limah” kataku. Kak Limah terperanjat. “Bila Mad masuk?” tanya Kak Limah. “Tadi. Dari pintu belakang..tak berkucni” jawabku.

Kak Limah terus bergegas ke halaman belakang untuk mengambil jemuran. Aku terus masuk dan naik ke bilik ku, mau tukar pakaian. Aku cuma memakai seluar gymn dan singlet.

Seketika kemudian terdengar suara Kak Limah memanggilku dengan nada keras.. “ Mad ! “, laungnya kuat dari belakang rumah. Aku berlari menuju arah suaranya dan melihat ….Aduhhh..! Kak Limah terduduk di tepi longkang. Tergelincir. Jatuh terjelepok tak boleh bangkit dan berjalan. Kain kering bertaburan di sekitarnya. Bertaburan.

“Mad, tolong kak Limah bawakan kain ni masuk,” pintanya sambil menyeringai mungkin menahan kesakitan. “Kakak tergelincir tadi, “ sambungnya.

Aku hanya mengangguk seraya memungut kain yang bersepah lalu sebelah tanganku cuba membantu Kak Limah berdiri.

“Sekejap kak. Mad bawa masuk dulu kain ni, “ kataku setelah aku dapati susah untuk membantunya dengan kain yang masih aku pegang.

Aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kain aku letakkan di atas katil di bilik Kak Limah. Ketika aku menghampiri Kak Limah semula, dia sudah separuh berdiri dan cuba berjalan terhencot-hencot. Hujan semakin lebat seakan dicurah-curah.

Aku pimpin Kak Limah masuk ke biliknya dan dudukkannya di kerusi. Gementar dadaku ketika tanganku tersentuh buah dada Kak Limah. Terasa kenyal. Darah mudaku terasa menyirap naik. Apatahlagi, tadi aku pernah melihat susuk tubuhnya tanpa kain. Wahh..fikiran ku berkecamuk.

Aku mengakui walau dalam umurnya awal 30an, tapi Kak Limah tidak kalah menariknya jika dibanding dengan kakak iparku yang berusia 25 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan potongan badannya yang memang mampu menarik pandangan lelaki. Tidak hairan pernah aku terserempak abang ku seolah mengamati Kak Limah dari belakang ketika Kak Limah membersihkan halaman rumah.

“Tolong ambilkan kakak tuala, Mad” pinta Kak Limah ketika aku masih termanggu-manggu. Aku menuju ke almari pakaian lalu mengeluarkan sehelai tuala dan aku suakan kepadanya.

“Terima kasih Mad,” katanya dan aku cuma mengangguk-angguk sahaja. Aku pandang dia dengan kasihan.

Kesihan kak Limah, dia adalah wanita yang paling lemah lembut. Suaranya halus dan lunak. Bibirnya sentiasa terukir senyum semulajadi, walaupun dia bukan senyum. Rajin dan tak pernah angkat muka atau membantah. Dianggapnya rumah abangku seperti rumah keluarganya sendiri. Tak pernah siapa yang suruh dia kerana dia sentiasa tahu tanggungjawabnya.

Kadang-kadang aku beri dia wang saku 30 – 40 RM bila aku datang kesana. Bukan kerana apa, sebab dia mempunyai sifat yang mudah orang sayang kepadanya. Abangku tidak pernah berkira dengannya. Gajinya tiap bulan masuk bank. Pakaiannya kakak ipar ku belikan hampir tiap bulan. Memang dia cantik, dan tak tau apa sebab suaminya menceraikannya. Kabarnya dia benci sebab suaminya hisap dadah. Hampir 6 tahun lebih dia menjanda setelah bernikah cuma 3 bulan. Sekarang dia baru berusia 33 tahun, masih muda.

Kalau soal cantik, memang kulitnya putih. Memang dia keturunan Cina, sebelah datuknya. Rambutnya mengurai lurus hingga ke pinggang. Bandingkan dengan kakak iparku, masing-masing ada kelebihannya. Yang cantik kepada kak Limah ialah sikapnya kepada semua orang. Budi bahasanya halus dan sopan.

Oh..ya! Kak Limah berdiri lalu cuba berjalan menuju ke bilik air. Melihat keadaannya masih terhoyong hayang, dengan pantas aku mencapai tangannya untuk membantu. Sebelah tangan ku memegang pinggang kak Limah. Aku pimpin menuju ke pintu bilik air. Terasa sayang untuk aku lepaskan peganganku, sebelah lagi tanganku melekat di perutnya.

Kak Limah berpaling kepadaku. Aku mengadap wajahnya. Mata kami bertentangan. Ku lihat kak Limah seperti merelakan dan menyukai apa yang aku lakukan. Tangan ku menjadi lebih berani mengusap-usap lengannya lalu ke dadanya. Ku usap dadanya yang kenyal menegang dengan puting yang mula mengeras. Aku dekatkan mulutku untuk mencium pipinya. Dia berpaling, lalu ku tolak pipinya. Mulut kami bertemu. Aku mengucup mulutnya. Pertama kali aku melakukan kepada seorang wanita.

Rengekan halus keluar dari mulut kak Limah. Semasa kedua-dua tanganku meramas punggungnya dan lidahku mula menjalari leher gebu kak Limah. Ini semua gejala Blue Film dari disc CD-Rom yang aku sering tengok dari rumah kawan sebelah.

Kak Limah menyandar ke dinding, tetapi tidak meronta. Sementara tanganku menyusup masuk ke dalam bajunya, mulut dan lidahnya ku kucup. Aku hisap dan menggeli langit-langitnya. Kancing colinya aku lepaskan. Tangan ku bergerak bebas mengusap buah dadanya. Putingnya aku gentel lembut. Kami sama-sama hanyut dibuai keseronokan walaupun kami masih berdiri tercegat di dinding.

Kami menggigil tak keruan. Nafas kami makin pantas. Aku rasa tubuh kak Limah menyandar ke dadaku. Dia seperti orang lemas. Baju kurung gunting Kedah kak Limah aku buka. Dalam cahaya remang hujan itu, aku tatap wajahnya. Matanya pejam seperti tidak bermaya. Daging kenyal yang selama ini terbungkus rapi menghias dadanya ku ramas perlahan-lahan.

Bibirku perlahan mengucup puting buah dadanya perlahan. Ku ulit puting yang mengeras itu hingga lumat. Kak Limah semakin gelisah dengan nafasnya yang sudah tidak teratur lagi. Tangannya liar menarik-narik rambutku sedangkan aku pula tenggelam di celah buah dadanya yang membusung. Mulutnya mendesah-desah…. Isssyyyyy….issssyyy….!! Mendesah perlahan….!!

Puting teteknya yang mengkal itu aku jilat berulangkali sambil aku gigit perlahan-lahan. Usapan ku semakin jauh melewati sempadan. Ku huraikan ikatan kain dipinggangnya. Lidahku kini bermain di pusat kak Limah pula sambil tangan ku mula mengusapi pehanya. Ketika ku lepaskan ikatan kainnya tadi, tangan kak Limah semakin kuat menarik rambutku.

“Madddd….maddd…” suaranya kak Limah memanggil ku perlahan dari tekaknya. “Jangan laaaa…” katanya lemah. Seperti orang merengek saja.

Aku terus menjalankan gentelan dan usapan ku. Nafasnya tercungap-cungap ketika seluar dalamnya aku tarik ke bawah. Tanganku mula menyentuh kawasan kemaluannya. Rambut halus di sekitar celah kangkang kemaluannya aku usap-usap perlahan.

“Madddd.. dah lahhh..” Kak Limah seperti menegah. Aku tidak peduli. Kak Limah tidak meronta.

Ketika lidahku baru mencecah kemaluannya, kak Limah menarik aku berdiri. Direnungannya muka ku dengan mata kuyu bagai menyatakan sesuatu. Pandangannya ditujukan kepada katil tidurnya. Aku segera faham seraya memimpin kak Limah menuju katil. Bau kemaluannya merangsang sekali…tengit dengan satu bauan khas yang sukar diceritakan.

“Madddd…..,” bisiknya perlahan di telingaku. Aku terdiam sambil melakukan mengikut yang ku inginkan. Kak Limah seperti membiarkan saja. Kami benar-benar tenggelam. Kak Limah kini ku telanjangkan. Dia seolah-olah merelakan. Tubuhnya baring telentang sambil kakinya mencecah lantai. Susuk tubunya cukup menggiurkan. Mukanya berpaling kesebelah kiri. Matanya pejam. Tangannya mendepa atas tilam. Buah dadanya membusung bagai busut jantan semacam minta disentuh.

Puting susunya seperti berair kesan liur hisapan ku. Perutnya licin dan pusatnya cukup indah. Ku lihat tidak langusng ada kesan riak dan ketak umpama perut wanita telah melahirkan anak. Memang kak Limah tidak ada anak kerana dia bercerai setelah kawin 3 bulan. Kakinya rapat. Kerana itu aku tidak dapat melihat seluruh kemaluannya. Cuma setakat rambut yang lebat halus menghiasi bahagian bawah pusatnya saja.

Sambil itu, tangan ku terus membuka baju singlet ku satu persatu. Zip seluar jeans ku turunkan. Yang tingal hanya suspender ku saja. Aku bertelanjang sekerat di hadapan kak Limah. Zakar ku tegang berdiri melihatkan kecantikan susuk tubuh badan kak Limah. Buah dada membusung dihiasi puting kecil dan kawasan di bulatan putingnya kemerah-merahan kesan gentelan ku tadi. Amat indah aku pandang di celah pehanya. Kak Limah telentang kejang. Tidak bergerak. Cuma nafasnya saja turun naik.

Aku terus duduk di birai katil sambil mendakap tubuh Kak Limah. Lembut sungguh tubuh mungil kak Limah ini. Ku peluk kemas sambil ku kucup mulutnya lumat-lumat. Tangan ku meraba seluruh tubuhnya. Sambil aku menggentel puting susunnya ku ramas-ramas pepejal yang kenyal itu. Ku usap-usap dan ku kepal-kepal. Nafsuku terangsanga hebat.

Zakarku mengeras dalam seluar. Waktu aku mendakap tubuh Kak Limah, tangannya menyentuh seluar kecik ku. Aku semacam faham lalu ku tanggalkan. Kini zakar tegang ku terpacak tepat menyentuh pinggang kak Limah. Ku suakan zakar tegangku ketangan kak Limah. Digenggamnya erat lalu diusap-usapnya seakan-akan melancapkan.

Memang kak Limah tahu apa yang harus dilakukan. Maklumlah dia pernah berkawin. Berbanding aku, memang aku cuma ada teori dengan melihat filem blue. Itu saja. Tangan ku terus mengusap perutnya hingga ke celah kangkang. Terasa berlendir basah kemaluannya.

Aku beralih dengan posisi ‘69’. Kak Limah mengerti. Lalu dipegang zakar tegang ku dan memasukkan ke mulutnya. Mataku terpejam-celik bila lidah kak Limah melumati kepala zakarku. Kepala zakarku dikulumnya. Diurutnya dengan jari hingga ke pangkal. Sukar untuk di bayangkan betapa nikmatnya aku rasa. Bibir kak Limah terasa menarik-narik kerandut buah zakarku. Tidak tertahan aku diperlakukannya begitu. Aku membongkok mengucup bibir bukit kemaluannya.

Aku kangkangkan peha kak Limah sambil mencari liang farajnya. Ku selak bulunya yang tebal itu. Ku lihat bibir kemaluannya rapat. Ku selak bibir kemaluannya. Ku lihat dalam berlendir basah berair. Bibir dalamnya merah. Ku selak lebih luas. Nampak seketul daging keras memanjang dibahagian atas berbalut kulit. Aku tahu, itulah kelentit Kak Limah. Ku cuit dengan jari telunjuk. Waktu itu, punggung Kak Limah melonjak ke atas. Terdengar suaranya mengerang. Aku tau, kelentitnya adalah pusat nafsunya.

Ku mula menggentelnya. Kak Limah melonjak lagi. Ku tekan pehanya lalu ku gentel. Kak Limah mengerang. Aku tau dia kesedapan. Aku terus kerjakan. Sebelah tangan ku menyelah bibir nipis sebelah dalam kemaluan Kak Limah. Ku tengok ada air warna putih susu keluar dari liang dibawah kemaluannya. Kemaluan Kak Limah terbau semacam aroma kewanitaannya. Memang meransangkan.

Ku jelirkan lidah ku sambil menggentel bijik kelentitnya. Ku jilat bahagian yang merah dan terdedah itu. Kak Limah mendesus… ku cuit-cuit dengan lidahku. Ku lumati dengan kumis ku. Liang kemaluan kak Limah makin merah. Bau kamaluannya makin kuat. Makin itu makin aku jadi terangsang. Seketika aku lihat semacam air putih keluar dari lubang farajnya. Tambah banyak hingga meleleh keluar hingga meresap ke bahagian duburnya. Tentu Kak Limah sudah cukup terangsang, fikir ku.

Aku balik tubuh ku semula. Tubuh kami berhadapan. Tangannya menarikku rebah bersamanya. Buah dadanya tertindih oleh dadaku. Kak Limah membetulkan kedudukannya semasa tanganku cuba mengusapi celah pehanya. Kedua kaki kak Limah mula mengangkang sedikit; ketika jariku menyentuh kemaluannya. Lidah ku mula menuruni dadanya. Putingnya ku hisap agak kasar. Punggung kak Limah terangkat- angkat semasa lidahku mengitari perutnya.

Celah pehanya menjadi perhentian jari-jemari ku seterusnya. Kak Limah semakin mengangkang ketika aku menjilat kelentitnya tadi ku lihat kak Limah sudah tidak bermaya lagi. Kakinya kadangkala mengepit kepalaku sedangkan lidahku sibuk merasai kesedapan yang dihidangkannya.

Rengekan kak Limah semakin kuat dengan nafas yang terus mendesah. Rambut ku di tarik-tariknya dengan mata terpejam menikmati kesedapan. Aku berteleku di birai katil.

Aku tanya, “Kak Limah nakkkk…rela niiii..?” Suara ku lembut bernada manja. Dia tidak menjawab. Dia hanya membuka matanya sedikit sambil menarik nafas panjang. Aku bagai mengerti. Itu adalah tanda persetujuan. Tanpa disuruh, ku gesel kepada zakarku ke arah lubang farajnya. Kak Limah hanya membiarkan. Punggungnya bergoyang ke kiri ke kanan. Aku tau dia kegelian. Kemudian, ku tolak zakarku kearah lubang farajnya yang kini telah dikangkangnya luas. Lendir dan liurku bersememeh di gerbang farajnya.

Ku ulit-ulit kepala zakar ku di lendiran yang membecak itu. Perlahan-lahan ku tolak kedalam. Tolakan zakar ku memang sukar sedikit. Terasa sempit. Ku lihat kak Limah macam mengelinjang seperti kesakitan.

“Perlahan Madddd…” kak Limah bercakap dengan nafas tersekat. Aku faham sekarang. Kemaluan kak Limah sudah menyepit setelah 6 tahun tidak disetubuhi walaupun dia bukan dara lagi. Memang aku gelojoh kerana inilah pertama kali aku mensetubuhi seorang wanita walau umurku sudah matang.

Ku ulit-ulit lagi. Aku masukkan zakarku perlahan-lahan. Ku tolak punggungku ke depan. Berhati-hati. Terasa memang sempit. Sambil itu Kak Limah memegang lenganku erat-erat. Mulutnya terakncing bagai seorang sedang mengigit tulang. Hanya setakat kepala zakar ku sudah celus. Ku biarkan sebentar zakar terhenti setakat itu. Terdiam. Kak Limah juga terdiam. Tenang.

Sementara itu, ku peluk tubuh kak Limah kemas-kemas sambil memainkan putting susunya, menjilat, mengusap dan mengigit-gigit lunak. Mulutnya ku kucup sambil lidahnya ku hisap. Kami memang sudah khayal dan terangsang. Kepala batang ku sudah masuk sekerat, tapi ku tunggu hingga Kak Limah benar-benar bersedia.

Sebentar kemudian aku tanya dengan suara memanjakan, “Bolehhhh…???!!” Kak Limah membuka matanya. Dibibirnya tersua senyum manis yang meredhakan…

Ku tusuk zakarku kedalam. Kemudian ku tarik ke belakang perlahan-lahan. Ku henjut perlahan-lahan. Memang sempit kemaluan kak Limah, mencakup seluruh batang zakar ku. Terasa seperti mengemut-ngemut didalam. Kami mulai teransang!! Lendirnya yang melimpah melunak sorong tarik batang ku ke dalam. Mata Kak Limah terpejam.

Zakarku yang mula memasuki kemaluan kak Limah kini lebih lancar. Terasa hangatnya sungguh menyeronokkan. Mata kak Limah terbuka merenungku dengan pandangan yang kuyu. Masa itu zakarku mula aku masuk-keluarkan. Bibirnya dikacip rapat seperti tidak sabar menanti tindakan aku seterusnya. Tangannya memegang lengan ku. Kuat.

Sedikit demi sedikit zakarku masuk sehingga ke pangkalnya. Kak Limah mendesah dan merengek seiring dengan keluar masuknya zakarku dalam kemaluannya. Ada ketikanya punggung kak Limah terangkat- angkat menyambut zakarku yang seperti melekat di kemaluannya.

Berpuluh-puluh kali ku sorong-tarik zakarku seiring dengan nafas kami yang tidak teratur lagi. Satu ketika aku merasakan badan Kak Limah kejang dengan matanya tertutup rapat. Tangannya pula beralih memeluk pinggangku. Punggungnya terangkat tinggi. Satu keluhan berat keluar dari mulutnya perlahan. Ia mendesah ”syyyyhhhhh….!!” Denyutan di kemaluannya terasa kuat seakan melumatkan zakarku yang tertanam di dalamnya.

Dayunganku semakin pantas. Katil kak Limah bergoyang mengeluarkan bunyi berdecit laju. Leher kak Limah ku rengkuh erat sambil badanku rapat menindih badannya. Kak Limah ketika itu makin kuat mengemut-mengemut, seolah-olah ku rasakan ada denyutan yang menandakan air maniku akan keluar. Denyutan yang semakin kerap membuatkan zakarku semakin menegang keras. Kak Limah pula mengimbanginya dengan mengayakkan punggungnya.

Henjutan ku makin kencang. Kemaluan kak Limah makin menyempit. Ku rangkul tubuhnya kuat-kuat. Dia membiarkan saja. Berbanding dengan tubuh ku, kak Limah longlai bagai tidak bermaya. Aku menggonyoh hingga tubuh kak Limah bagai terhuyung-hayang. Dia membiarkan saja perlakuan ku. Nafasnya makin kencang.

Dalam keadaan begitu mempesonakan, akhirnya aku tak tahan lagi. Aku rasa air maniku sudah sampai ke kemuncak. Dalam satu tusukan yang kuat, ku henyakkan seluruh batang ku ke dalam. Ku rasa ada bebola di hujung liang kemaluan Kak Limah yang menghalang. Di situlah air maniku menyebur.

Air maniku terasa memancut ke dalam kemaluan kak Limah. Bergetaran rasa badan ku ketika itu. Kak Limah pula memaut pehaku dengan kakinya. Menekan kuat. Matanya terbuka luas memandangku. Seolah-olah dia memandang ku bagai dia tida nampak. Mukanya serius. Bibir dan giginya dikertapkan. Nafasnya berombak. Dia merengek agak kuat. Kerongkongnya berbunyi berdecup.

Kemudian ku lihat mulut Kak Limah terbuka luas. Terdengar kerongkongnya mengerang. Ku ku kucup mulut. Ku hisap lidahnya. Aku masih menghenjut batang ku keluar masuk. Kedua-dua belah bahu Kak Limah ku rangkul kuat. Tubuhnya bagai terangkat-angkat. Ia menurut saja perlakuan ku. Kak Limah juga menuntut desakan nafsu.

Waktu aku memuntahkan lahar maniku, memang tusukan ku paling kuat menghunjam masuk kedalam. Ku lihat kak Limah menggelepar. Dadanya terangkat dan kepalanya bergoyang kebelakang. Aku lupa segala-galanya. Untuk beberapa saat kami melayani rasa nikmat itu. Beberapa tusukan tadi memang kemuncak kami. Kami sama-sama tiba dipuncak. Memang hebat. Sungguh puas.

Aku, pertama kali bagi ku sebagai anak bujang bersetubuh. Kak Limah mendapat air bujang ku. Walaupun dia seorang janda, bagi ku dia adalah secantik wanita. Waktu kami melakukan sanggama tadi, kami khayal entah kemana. Kak Limah memang bijak dalam permainannya. Sebarang aksi ku diberi riaksi yang sama. Sebagai sorang yang tidak pernah merasa nikmat persetubuhan, bagi ku kak Limah betul-betul memberi aku syorga dunia.

Aku terbaring lesu di sisi kak Limah. Mataku terpejam rapat seolah tidak ada kudrat untuk aku membukanya. Dalam hati ku puas kerana dapat mengimbangi pengalaman kak Limah. Ku lihat kak Limah tergeletak di sebelahku. Kejadian yang tidak pernah aku mimpikan, terjadi tanpa dapat dielakkan. Kak Limah juga menelentang dengan matanya tertutup seperti terlena, mungkin penat selepas dapat meng hilangkan dahaga batinnya sejak menjanda 6 tahun yang lalu.

Kami masih berpelukan. Kemudian Kak Limah terasa seperti mengusap muka ku. Aku buka mataku. Dia senyum. Aku senyum. Seolah-olah kami tidak merasa janggal berpelukan tanpa seurat benang ditubuh. Aku mengucup mulutnya.

Dia berbisik ketelinga ku, “Terima kasih Maddd… Kak Limah eeerr….”. Belum sempat dia menghabiskan ayatnya aku bertanya, “Kak Limah puas…”. Dia senyum dan mengangguk…”Dua kali!!” jawapnya rengkas.

“Memang Mad gagah..Mad punya besar! Panjang!” katanya sementar itu ia mengkocok batang zakar ku. Pujiannya meransang ku.

“Kak Limah dah lama tak buat?” tanya ku. Dia mengangguk. “Sejak bercerai dulu…!” jawabnya.

“Kak Limah tak teringat ke..?” tanya ku. Dia mengangguk. “Nak buat mcamana…” jawabnya pendek sambil senyum malu-malu dan memeluk dada ku.

Kak Limah menceritakan, pada mulanya suaminya adalah orang baik tetapi telah terjebak dengan dadah. Akhirnya, dalam tempoh 6 bulan suaminya lupa dengan nafkah lahir dan batin. Hubungan suami isteri tidak sempurna. Jika suaminya melakukan persetubuhan, kerapkali sekerat jalan. Nafsu suaminya kandas di tengah jalan. Tak ada roman tak ada apa-apa. Dia melakukan semasa Kak Limah sedang tidur dan tak bersedia.

Akhirnya, bila suaminya tertangkap dan dipenjarakan 12 tahun, Kak Limah minta cerai. Suaminya jatuhkan talak tiga. Kembalilah dia jadi janda. Kerana dia tak mahu kawin lagi, maka dia pun mencari kerja kilang.Tapi masalah gadis kilang banyak, maka dia pun cari kerja sebagai pembantu rumah. Dua tempat dia bekerja sebelum ini. Malangnya tuan rumah cuba buat tak senonoh, lalu ia berhenti. Cuma di rumah abang ku dia mendapat layanan yang baik. Setakat ini sudah 3 tahun dia bekerja. Semuanya baik.

Aku tanya samada apa yang kami lakukan tadi dia merasa kesal. Kak Limah menggeleng. Katanya, dia tak pernah merasa puas bersama suaminya dulu. Suaminya gelojoh. Dia tidak ada daya sebab dadah melemahkan kekuatannya. Dia cukup merasa merana.

“Kak Limah suka kat Mad..?” tanyaku. Dia senyum. Dia mengangguk tanda suka. Sambil itu tanganku menggentel buah dadanya. Tangannya mengocok terus zakar ku. Zakar ku bangun tegang semula. Makin kami semacam terangsang lagi.

“Kak Limah nak lagiiii…keee??” tanyaku dengan suara manja. Dia senyum manis.

Apa yang berikutnya, memang telah diduga. perlahan-lahan kubuka kangkangnya semula. Ku lihat kaki Kak Limah kian mengejang. Sedikit demi sedikit terus ku ulit bahagian bawah. Segunduk daging mulai terlihat. Ufffff… detik-detik jantungku kembali berdegup cepat. Terlepaslah seluar dalamnya tanpa perlawanan lagi. Gundukan bukit kecil yang bersih, dengan bulu-bulu tipis yang mulai tumbuh di sekelilingnya, tampak berkilatan di depanku.

Ku rentang kedua kakinya hingga terlihat sebuah celah kecil di balik bukit itu. Kedua-dua belahan bibir mungil kemaluannya ku buka . Celah rekahan itu ku lihat semua rahsia didalamnya. Aku menelan air liur ku sendiri demi melihat nikmat yang menanti. Ku dekatkan kepalaku untuk meneliti pemandangan yang lebih jelas. Memang indah membangkitkan syahwat. Tak termampu aku menahan ledakan yang menghambat nafasku. Segera aku mendekatkan mulutku sambil mengucup mulut kemaluan Kak Limah dengan bibir dan lidahku.

Rakus sekali lidahku menjilat setiap bagian kemaluan Kak Limah. Terasa seperti tak ingin aku menyia-nyiakan kesempatan yang dihidangkannya. Setiap kali lidahku menekan keras ke bagian daging kecil yang tersentil menonjol di pangkal farajnya itu, Kak Limah mendesis dan mendesah kegelian. Lidah dan bibir menjalankan peranannya harmonis sekali. Beberapa kali ku lihat Kak Limah mengejangkan kakinya.

Aku tak peduli akan semerbak bau yang khas dari liang kemaluan Kak Limah memenuhi ruang hidung ku . Malah membuat lidahku bergerak makin menggila-gila. Ku tekan lidahku ke lubang kemaluan Kak Limah yang kini sedikit terbuka. Rasanya ingin ku masukkan lebih dalam lagi, tapi tak boleh. Mungkin kerana lidah ku kurang keras. Tetapi, kelunakan lidah ku itu membuat Kak Limah beberapa kali mengerang keenakan.

Dalam keadaan sudah teransang itu, ku tarik tubuh kak Limah ke kedudukan menugging. Ia menurut saya dan bertanya sekadar merengek saja…..

“Mad nak buat macamanaaaaaa kat Kak Limah….???” Ia bertnya. Aku rasa dia tak pernah diperlakukan begitu oleh suaminya dulu. Aku diam saja. Ku atur posisinya. Ku alas perutnya dengan bantal. Dalam posisi menungging itu, punggung Kak Limah terdampar lebar. Berisi dan pejal. Ku usap dan ku ramas-ramas. Ku gigit lumas.

Tangannya memegang birai kepala katil. Air mazi kak Limah sudah membasahi kemaluannya. Ku buka pintu kemaluannya. Ku lihat dan perhatikan dengan teliti. Memang aku tidak pernah melihat kemaluan wanita serapat itu. Kucium kemaluan Kak Limah. Bau hanyir dan maung air maniku bercampur dengan bau asli faraj kak Limah yang merangsang. Bau faraj seorang wanita!!

Jelas semua!! Bulu cipap kak Limah lembap dan melekat bersememeh ke farajnya. Ku selak sedikit memberi ruang. Ku masukkan jari hantuku kedalam lubang farajnya. Ku kuit-kuit didalam. Ku lihat kak Limah menggoyang punggungnya. Ku kucup dan gigit daging pejal punggunya yang putih melepak itu. Kemudan aku rangkul pinggangnya. Ku Masukkan zakarku ke liang farajnya. Pinggang kak Limah seperti terlentik.

Aku beralih perlahan-lahan ku tusuk zakarku yang besar panjang kelubang faraj kak Limah “doggy-style”. Tusukan ku makin kencang. Nafsu syahwat ku kembali cukup-cukup terangsang. Kali ini berpuli-puli aku menyorong-tarik zakarku. Henjutan ku memang kasar dan ganas. Ku paut piggang kak Limah. Kemudian beralih ke buah dadanya yang yang terbuai. Ku ulit semahu nafsuku. Bebas. Rambutnya mengerbang.

Lama juga kak Limah menahan lampiasan nafsu ku kali ini. Hampir setengah jam. Aku terus bertumpu. Ku henjut sehabis dayaku. Makumlah ini adalah kali kedua dalam waktu sengkat. Tusukan ku memang hebat. Sekejap cepat sekejap perlahan. Mengenjal-ngenjal tubuh kak Limah ku kerjakan. Dia seperti mengah. Tubuhnya beberapa kali mengenjak. Dengusan dari tekaknya memanjang. Berkali. Bagai orang mengah. “Ohhhh…ek! Ek! Ek!” seperti orang kelemasan.

Akirnya ku rasa air pejuku hampir muntah lagi. Waktu itu ku rangkul kedua bahu kak Limah sambil menusuk zakarku kedalam. Habis kesemuanya hingga ke pangkal. Waktu itulah ku muntahkan pejuku. Ku tarik semula, dan ku terjahkan kedalam. Tiga empat kali ku henjut begitu. Kak Lamah menyerah saja mengikut rentah henjutku. Hanya suaranya saja bagai mengerang…

Kemudian ku peluk tubuhnya keribaku walaupun zakarku masih terpacak didalam kemaluannya. Dia seperti dudu. Ku suruh dia pula menghenjut. Kak Limah menurut perintah ku. Ku urut buah dadanya. Ku palingkan mukanya. Kami berkucupan. Lama begitu hingga terasa zakarku kembali normal. Kak Limah bagai lelah. Keringat mendidih di dahi kami. Kami telentang semula. Berdakapan. Kak Limah bagaikan longlai. Dia semacam tertidur.

Melihat Kak Limah begitu, dan hujan masih belum teduh, nafsuku naik semula. Ku rangkul tubuh kak Limah…dan…ku ‘kerjakan’ kak Limah sekali lagi. Kali itu Kak Limah menyerah. Dia nampak menyerah dan tidak lagi membantah. Aku kerjakan nonoknya sampai puas. Bau bilik itu bau air mani kami. Bunyi pun berdecit-cit… Ahhhhh….. argghhharrraahhh…..

Tiga kali ku setubuhi Kak Limah pada petang itu. Mungkin berbaloi “puasa”nya selama 6 tahun tidak merasa disetubuhi. Kak Limah seperti orang tertidur.

Sudah itu perlahan-lahan aku berdiri dan mengenakan pakaian ku semula. Aku keluar dari bilik kak Limah menuju ke ruang depan. Semasa aku keluar, barulah aku sedar pintu bilik kak Limah tidak tertutup rapat.

Rupa-rupanya kakak ipar ku sudah pulang. Mendadak aku pucat kalau-kalau kejadian tadi disaksikan oleh kakak iparku. Aku keluar sambil cuba berlagak seperti tidak ada apa yang berlaku. Aku terus duduk di sofa pura-pura. Sebentar kakak iparku datang membawa minuman. Ku jeling mukanya. Dia bermuka biasa saja. Yakin kepada ku, kakak iparku tidak tahu apa yang berlaku antara ku dengan kak Limah.

Aku tanya, “Abang tak pulang sama kakak tadi?” “Tidak. Dia outstation ke Singapore 4 hari…!!” jawabnya. Dia senyum. “minumlah…!!” pelawanya.

Dia terus beredar naik ke biliknya. Aku terus duduk dan menontot video “Airforce One”.

“Samad kena pergi airport kejap lagi, ambil kereta disana. Tidur sini malam ini, sebab esok kakak nak kerja…!!” katanya pendek.

Memang bagitulah selalunya. Kalau abang ku tidak ada, aku akan jadi driver untuk membawa mercedez nya kemana-mana.. Malam itu aku tidak balik ke flat ku. Tidur di rumah abang aku!! Memang aku ada bilik khas untuk ku di rumahnya.

Beberapa hari lalu, gue sempat dipertemukan dengan salah satu kenalan yang sedang menjalani terapi hormon untuk menjadi seorang transgender. Dia, yang sebelumnya gue ketahui sempat melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri saking tidak kuatnya menahan perundungan dari sekitar, kini dengan penuh percaya diri mengaku kepada gue bahwa dia lelah dengan standar bahagia orang lain. Dia mau melaksanakan standar bahagianya sendiri.

Gue tidak bisa menahan diri untuk ikut berbahagia.

Waktu SD, salah satu guru gue pernah bilang; ‘temen itu harus pilih-pilih, kalo kita temenan sama tukang minyak wangi kita bisa ketularan wangi, tapi kalo kita temenan sama tukang bengkel kita bakal ketularan kotor belepotan oli’.

Ah, masa sih.

Setelah masuk ke dunia nyata sebagai individu yang beberapa tahun lebih tua, gue kemudian mendengar ada orang-orang yang menyebut orang-orang lain yang berbeda dengannya dengan; ‘ah, lo mainnya kurang jauh’.

Gue mulai paham makna ‘mainnya kurang jauh’ ini setelah gue mulai merantau.

'Jauh’ nih bukan perkara lokasi, bukan soal jarak. Tapi soal keberagaman, variasi orang-orang yang bersinggungan dengan hidup lo, either as a stranger who just accidentally passed by, or as a close bestie.

Pada akhirnya gue dikasih lihat bahwa berteman dengan orang-orang yang beragam membuat gue belajar untuk tidak menghakimi. Gue diberi kesempatan untuk mengenali perbedaan sebagai bentuk kekayaan, sesuatu yang bukan seharusnya diseragamkan.

Gue setuju kalau sebagai teman sangat dekat, tanpa sadarpun kita akan memilih. Kenyamanan tidak bisa jatuh sembarang tempat. Tapi untuk sekedar kenalan, rekan seperjalanan, kawan sepekerjaan, entah kenapa rasanya rugi sekali kalo harus dipilih-pilih.

Kesempatan mengenali manusia yang super unik dan beragam itu luar biasa menyenangkannya, fyi.

Lo tau ngga, kalo ada manusia yang dia heteroseksual, tapi aromantic? Jadi dia tertarik secara seksual dengan lawan jenis, tapi tidak tertarik sama sekali untuk menjalin hubungam romantic.

Lo tau ngga, kalo ada manusia yang dari lahir dia memiliki penis dan jakun, tapi di dalam hatinya dia merasa perempuan seutuhnya, sehingga dia berekspresi sebagai perempuan. Tapi untuk urusan seksual, dia tetap suka perempuan. Hayoloh.

Lo tau ngga, kalo ada perempuan yang ngga mau punya anak selama hidupnya, bukan karena takut melahirkan atau trauma apapun itu, cuma ngga pengen punya anak aja?

Lo tau ngga, kalo ada laki-laki yang suka main boneka Barbie, bahkan sampe rajin banget beli koleksi baju Barbie terbaru?

Lo tau ngga, kalo ada orang yang kalo tidur harus banget tengkurep, karena kalo telentang dia ngga akan pernah bisa tidur?

Lo tau ngga, kalo ada orang yang seumur hidupnya ngga suka makan cokelat, keju, dan durian?

Ada. Orang-orang yang gue sebutkan di atas ada. Nyata. Bukan cuma ada satu, pun. I’ve met some.

Rugi banget ga sih, kalo kita taunya orientasi seksual sama orientasi romansa itu linier, ekspresi gender dan orientasi seksual itu sama, semua perempuan itu pengen punya anak, semua laki-laki itu tidak suka boneka, semua orang tidurnya telentang, atau semua orang suka cokelat keju dan durian?

Manusia tidak terlahir dan terdewasakan dengan wujud dan cara yang sama. Tidak bisa dilabeli dengan standar-standar yang sama. Seunik dan seistimewa itu. Semakin 'jauh’ lo main, semakin banyak bentuk-bentuk manusia yang membuat lo ternganga tidak percaya, apalagi kalau bentukan itu jauh berbeda dari kebiasaan dan standar 'normal’ menurut lo.

Gue belum lagi bicara soal disabilitas mental atau kelainan kejiwaan yang super beragam itu. Belum lagi soal adat istiadat, suku, agama, ras, kepercayaan.

We live among differences, anyway.

Makanya kapan-kapan kalo gue berkesempatan ketemu lagi sama guru SD gue tadi, gue mau tanya;

Apa iya, kalo temenan sama tukang minyak wangi pasti wangi? Kalo dia belum mandi dan lagi libur jualan gimana? Atau abis ngulek sambel bawang di dapur?
Apa iya, kalo temenan sama tukang bengkel pasti belepotan oli?
Kalo dia cuci tangan dan mandi dulu sebelum main gimana? Atau ketemuannya pas dia lagi ngga kerja?

Gue pernah tuh karena keliatan akrab sama salah seorang janda, ada orang yang nyeletuk; 'awas ntar ketularan janda’. Wow, lambe turah sekali. Dikira janda itu panu, bisa nular?
Rugi banget ngga temenan sama janda, lo ngga tau life hacks menghadapi rumah tangga. Pelajaran dari yang gagal seringkali lebih penting daripada yang berhasil, you know.

Oh, dan satu hal lagi.

Beberapa perbedaan antar manusia terjadi di luar kendali, entah karena masalah genetis, atau warisan dari leluhur. Untuk hal-hal di luar kendali ini sepertinya bukan seharusnya jadi perdebatan, sih. Bukan juga seharusnya jadi diseragamkan. Buat apa juga.

Intinya, kenal-lah sama beraneka jenis manusia, seabsurd dan seaneh apapun mereka bagi standar lo. Tidak ada ruginya, selama lo bisa menempatkan diri.

Mau itu profesor, penjaja seks, atheis, odha, duda, biksu, tukang gali kubur, tukang rias jenazah, kernet terminal, transgender, aktifis, nihilis, atau bahkan abang-abang penjual ikan cupang aduan di acara senam tiap jumat di lapangan.

They’re all an open book for you to learn the world. For goddamn free.

Selamat hari buku nasional!

ps: gue pengen nulis rekomendasi buku2 bacaan yang gue baca deh. Pada mau baca ngga sih? *sok nanya* *kek bakal ada yg jawab aje*

Kala rindu melanda.

“Pulang? Mana ada anak rantau pulang setahun dua kali. Anak rantau itu pulang dua tahun sekali.”-Bapak, tahun pertama aku kuliah.

Tahun pertama jadi anak rantau rasanya kayak lagi terapi ikan di mall. Itu, yang kakinya dimasukin ke dalam kolam, terus ada ikan-ikan kecil ngerubungi kaki.
Geli-geli kesel. Mau udahan, tapi sayang karena udah bayar. Jadi mau gamau gelinya ditahan. Geli itu ceritanya si rindu. Hhh…perumpaan apa ini.

Lantas, bagaimana aku yang lugu mengatasi rasa rindu itu? (Wk)
1. Bawa ‘wangi rumah’ ke kost
Cari tahu Ibuk nyuci pakai deterjen apa. Tanya Ibuk pakai semprotan setrika merk apa. Perhatikan pewangi ruangan di rumah merk apa. Ibuk ga pernah pakai parfum, parfumnya yha deterjen dan semprotan setrika itu. Bapak pakai parfum yang lumayan wanginya khas. Main ke mal, minta semprotan parfum yang biasa di pakai sama Bapak. Atau pas pulang ke rumah semprotin parfum Bapak ke sapu tangan, bawa ke Jogja, jangan di cuci. Wkwk
Tapi ada satu yang ga bisa dicontek dan dibawa. Wangi keringetnya Ibuk. Hehe. Tapi gapapa. Itu bisa dirasa hanya dengan memejamkan mata.

2. Bawa 'rasa dapur’ ke kost.
Teh, kopi, minyak goreng, mie yang biasa ibuk bikin. Contek semua.
Tanya resep makanan yang paliiiiing sederhana. Contoh, “Buk, kalau bikin mie rebus tu bawang putihnya ditumis dulu Buk? Bawang putih aja apa pakai bawang merah juga?” Walaupun cuma basa basi busuk karena ujung-ujungnya beli di burjo.

3. Bawa aturan rumah ke kost
Dulu jaman SMA, Bapak selalu membatasi jam malam. Jam 9 harus sudah di rumah. Di Jogja, awal tahun kuliah, secara ga sadar aturan itu kebawa. Kalau jam 9 belum sampai rumah entah kenapa malah ngsms Bapak. Padahal Bapak di Duri. “Pak, jam segini adek masih diluar. Ternyata kalau kuliah susah pulang dibawah jam 9. Ada tugas kelompok” atau “Pak, adek ga tidur kost. Pulangnya kemalaman jadi nginep di kost temen”.
Tahun kedua? Mbahak. Bingal.

4. Bayangkan kalau masih di rumah.
Habis magrib biasanya yang menguasai TV ya Bapak. Nonton berita. Bayangkan kita masih di bawah satu atap. Jadi jam segitu, stel berita, sms Bapak “Pasti Bapak lagi duduk di depan tv sambil nonton berita kan?” Atau jam tertentu sms ibuk “Pasti ibuk lagi ini kan? Lagi itu kan?” Kalau jawabannya “iya” gak seru. Seru ketika jawabannya “enggak ya…” karena setelah itu obrolan bisa lebih panjang. Wkwk

5. Tilpun
“Buk lagi apa?”
“Pak lagi apa? Pak…bagi duit”

6. Doa.
Bukannya doa penghantar rindu paling mulia? Paling manis nan romantis. Berdoa agar Bapak Ibuk sehat selalu. Berdoa agar dikasih kesempatan untuk segera bertemu.

Itu tahun pertama. Tahun kedua udah terlatih. Jauh dimata dekat dihati. Sudah ngerti sendiri, kalau jauh ini justru untuk mendekatkan. Toh, sejauh apapun Bapak dan Ibuk, mereka gak pernah terasa jauh.
“Blunder"nya pengetahuan tentang "jauh-dekat” ini kadang menguntungkan.
Jarak itu bukan diukur, tapi dirasa.

Kisahku 1: Sauna ****2

Sbnarnya abg da lama nk g sauna ni. Sepanjang abg stay KL dlu, abg x pnah sekali pn pegi. Dgr mmber2 cite mcm best. Tp abg still x berani nk pegi. Skrg abg da pndah ke negeri lain baru terhegeh2 nk pegi. Hahaha….

Kisah bermula msa bln May ari tu, bos abg anta abg outstation ke KL. Keesokan harinya abg xthu nk wt pe. Jadi abg roger mmber lme abg kt kl ni ajk lepak. Kire lame la abg x jmpe dy ni. Dah jumpe tu abg luahkan hasrat abg sruh dy bwk abg ke sna. Mule2 tu dy tolak sbb dy ckp dy x suke ke tmpat mcm tu. Lg pn dy mmg x pnah pegi. Abg pn memujuk rayu dy siap janji yg abg akn jga dy kt sna. Patu abg ckp kt dy klau rasa x selesa kita cabut je. Hehehe.

Kite org smpai sne dlm pkul 6ptg. Smpai tu kite org duduk je dlm kete smbil tgk tmpat tu dr jauh. Smbil tu smpat gk kite menganalisis tgk org2 yg dtg tmpat tu. Ade mcm2 ragam, ade yg tua, ade foreigner, ade sotong celup tepung… isk3… dlm setengah jam mengumpul kekuatan tu baru kiteorg melangkah keluar ke tmpat tu. Mse naik tgga pegi ke reception tu mmg gigil gile… maklum la 1st time. Pas bayar semua uncle tu bg kunci loker. Pegi je loker ade la 4 5 org jantan tgh tuko baju. Rasa sedikit akward sbb mmg x pnah dtg. Buke je loker kteorg ambil towel dan tuko pkai towel tu. Tnpa menoleh kiri dan kanan terus abg ngn mmber naik tgga ke tgkt ats. Smpai ats kire trkejut la sbb ramai rupanya kt ats tu. Kwn abg dr tdi mmg berkepit non stop la ngn abg. Abg yg pd mulanya ketakutan tu da mula rasa ok. Prasaan horny da mengusai ketakutan abg. Hahaha. Dlm byk2 jntan dlm tu ade la sorg mamat melayu ensem yg menjadi buruan semua jantan2 keparat dlm tu. Kire mmg hot la.. even kemetot sikit dr abg, tp body mmg sedap la. Dgn sixpaxnye, kulit cerah, muke ensem, mmg semua org kejar la… then ade 1 mse tu, mamat tu tgh mandi kt shower, smua org kerumun dpn pntu shower tu.. mne xnye, semua trpegun tgk mamat tu bogel. Abg pn x trkecuali la prgi cuci mate.. mmg x d nafikan, abg pn stim tgk bubble butt dy… alahai…

Dlm pkui 7.30 mlm cmtu, tmpat tu da mule crowd. Mkin ramai dtg. Jantan2 sado pn makin byk. So mmg byk choice la. Mmber abg dr tdi dh ilang. Pas tgk jntan2 sado, trus ilang takut. Lahanat punye mmber. So abg pn mulakan lgkah la mencuci mata. Msa abg masuk 1 blk gelap berselekoh dlm tu, ade 1 kmpulan jantan keparat block jln abg. Abg x thu la brp org tp rasa dlm 4 5 org. D kepungnye abg, mule2 tu panik la gk. Then dorg trus raba2 abg smpai terlucut towel. D ramas nya bontot abg yg bulat ni. Abg jadi rimas terus abg tolak n slmtkan dri. Hehehe

Dlm pkul 9, bru abg perasan yg dlm tmpat tu ade jakuzi and mmg buka pkul 9. Abg pn pegi la buat lawatan sosial kt sna. Kt situ ade dua jakuzi, 1 yg kluar2 buih, 1 lg yg air nya yg tenang jgn di sangka tiada buaya… hahaha… dlm kolam buih tu mmg crowd la… ade dlm 4 5 org.. kolam yg biasa tu ade 4 org, trmasuk mamat hot yg mula2 abg jmpa tdi tu. Smua pkat keliling dy. Kesian abg yg x ensem ni, sapa pn x serbu. Hahaha… so abg ambk keputusan pegi jejln dlu. 15 mnt lpas tu abg tgk kolam yg berbuih tu cuma ada 2 org je. Abg tgglkan towel, cekup konek abg dgn tgn dan trus masuk dlm kolam tu. Smbil tu abg perhatikan 2 mamat sekolam dgn abg tu. Boleh tahan orgnya. Yg sorg kulit sdikit gelap tp muke mmg jntan abis. Yg sorg plak kulit cerah, tp tgk dr gaya mcm askar. Ape yg abg bley agk dorg mgkin bru knal sbb masing2 msih dok berkenalan. Abg stim plak tgk dorg main raba2 konek dlm air tu. Then abg dgr yg si gelap tu ajk couple dy pegi tmpat lain. Keluar je mamat gelap tu dr kolam, tenganga mulot abg. Pergh… perfect gile body dy. Dgn tgginye, bdan sado, bontot bulat, konek besar siot. Abg trus jadi x keruan. Then pastu si cerah tu pn ikot sama, bdan si cerah tu x la sado, tp ade shape. Btg pn sama besar siot dgn mamat gelap tu. Cuma melengkung ke ats. Pas dorg belah abg pn belah gk follow dorg. Abg perasaan dorg masuk steam room….

Masa dlm steam room tu tercari2 gk abg kt mna dorg lepak. Rupanya dorg ade lepak kt 1 ruang yg mmg bley masuk fit2 2 org je. Abg pn intai2 la ape dorg buat. Abg bley dgr dorg tgh mengerang2 sedap. Then abg curi2 tgk, nmpak la si gelap tgh kulom btg si cerah… abg mmg stim gile. Nk je abg terkam dua2. Grrrr….. tetiba ade mamat mne ntah sibok je nk ngintai gk.. then mamat berdua tu mgkin sedar then dorg trus blah. Tp abg masih x berputus asa. Abg still follow dorg. Abg nmpak dorg masuk lorong gelap. Dlm tu mmg abg x nmpk apa2. Smbil teraba2 jln tu abg dgr suara mengerang lg. Abg mmg yakin 100 persen tu dorg. Abg try jln2 dpn dorg smbil raba2 dorg. Then slh sorg tu tarik tgn abg n mntak abg isap konek. Abg pn apa lg, terus trkam la… abg bley rasa yg konek abg isap tu milik si cerah sbb bengkok ke ats. Abg trus la bukak skill hisapan maut abg. Hahaha… abg buat deeptroat n mgharap dy cpt pancut. Tp hampeh.. mulot abg yg lenguh sbb konek dy trlmpau tebal. Dlm tgh isap tu abg prasan yg si mamat gelap ade kt sebelah, n somebody sesapa tgh blowjob gk. Then abg nyebok2 rebut konek dy dr somebody tu… tamak kan abg… abg time tu mmg bernafsu abis la.. tp tu la, mkin lama abg bley rasa mkin ramai jantan lahanat yg menghimpit kite bertiga.. then mamat berdua tu ckp dorg kna chow… sedey btol abg x smpat nk rasa air nikmat dorg… abg pn akur dgn permintaan dorg. Then abg biar dorg kluar dlu, abg lap2 mulot then abg kluar trus pegi shower. Sblh abg, abg bley prasan ade mamat chinese sado tgh usha2 abg mndi.. abg pn buat2 x prasaan dy, smbil main2 sabun gosok bontot abg yg bulat tu. Dari ank mata abg, abg bley nmpak dy tgh main konek dy smbil tgk abg. Tp maaf la, time tu abg mmg da xde mood. Pas abg brsihkan dri semua, abg trus kluar. Nk d jadikan cerita berselisih dgn mmber abg. Trus di soal siasat abg. Hahaha… d tnya nya abg melacur kt mna… hahah… abg ckp abg x g mna pn… just lepak kt jakuzi je… hahha… then kiteorg trus trun ke loker dan tukar pakaian…

-THE END-

*ni 1st time abg karang cerita abg. Maaf la kalau ada kesalahan kosa kata atau tatabahasa yg keterlaluan. Abg masih baru. Nnt abg akan ceritakan lg pengalaman yg abg pnah lalui spnjg jadi PLu keparat ni.. hahaa

Ade gue kampret emang. Pengen lebaran, malah sakit. Ngabisngabisin jatah THR. Yang sakit bukan cuma sebiji, jackpot langsung dua duanya. Wasted. 

Pada dasarnya gue sayang banget sama ade gue yang cowo. Kalo sama yang cewe, biasa aja. Cuman “oh, dia ade gue juga toh” biasa aja gitu. Ga sayang sayang amat. Sayangnya dikit, dan kalo lagi gak butuh, suka ngga berasa punya ade yang cewe :(

Sama mama, gue temen sparing. Ga pernah akur. Gue usil, dia agama-is. Kemaren gue ngatain ade gue lemah, lalu dimarahin biar jangan takabur dan kalo punya mulut jangan asal bunyi. Belom lagi dicekokin dalil naqli. Kalo udah kayak gitu, whatsapp nyokap gue, gue read abadi-kan aja. Soalnya kalo dibales pun malah lebih banyak mudhorot. Makin perang jempol. Makin durhaka.

Yang gue terharu, gue lagi di kantor dan menemukan whatsapp kayak gitu. Gue ngga ada dewasa dewasanya. Cuci piring aja masih harus disuruh. Anduk basah aja masih gue taro kasur. Bikin mama marah, gue expert. Sampe mama gue hobby banget mengeluarkan kata-kata pamungkas “kalo mama udah ga ada, baru pasti kamu ngerasa” 

(╮°-°)╮┳━┳ (╯°□°)╯ ┻━┻

Kalo emak gue udah komen kayak gitu. Udah. Kelar. Skakmat. Gue gak bisa ngeyel apa-apa lagi. Paling nahan kesel lalu iya-in aja apa yang dia mau. Gak lupa update instastory biar orang orang tau gue lagi kesel. *swag*

Nah, yang gue terharu, dengan sikap gue yang demikian, mama gue ngga menghilangkan hakikat kalo gue adalah anak pertamanya. Sosok kedua setelah suaminya yang bisa dia ajak bicara. Gue sedikit banyak kasian, sih. In case gue lebih dewasa, mungkin gue bisa lebih baik menenangkan segala resah yang ia punya. 

Tapi gapapa. Dewasa toh ngga bisa dipaksa. Yang gue bisa, hanyalah membantu sekuat yang gue mampu, sebaik-baiknya, + selalu ada walaupun sesekali pasti akan nyinyir dan menyita kekayaan mereka ‘-’)/

So, yeah. Ade adeku, jangan meninggal dulu. Mama, jangan cape. Ayah, sana cari uang. Let me menjadi anggota keluarga yang tetap Tami. Dengan segala bocah kanak-kanak dan nggak bisa dibilanginnya aku, —aku cuma aku; yang nggak mau kalian kenapa-kenapa, semoga baik baik aja. Semoga sakitnya kalian jadi penggugur dosa dan nggak ngurangin jatah THR even satu perak :’)


Aamiin

Buku, Melukismu

“Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”
-Mohammad Hatta

Selamat Hari Buku Sedunia, 23 April 2017

***

“We read to know we’re not alone", kita membaca agar kita tahu bahwa kita tak sendiri. Ada orang yang menumpahkan rasanya di lembarnya. Ada yang menawarkan ide dan solusi, ada yang memberikanmu satu kesadaran bahwa di belahan dunia sama ada manusia yang punya kehidupan yang tak seindah kau nikmati. Ia, apa adanya, keluar dari hati dan pikiran, memberitahumu bahwa hidupmu tak sesederhana yang kau tahu.

Buku, melukismu.

“Sometimes you read a book so special that you want to carry it around with you for months after you’ve finished just to stay near it.” Pernah kau rasakannya? Buku yang telah kau baca, tapi masih saja kau ingin menggamitnya, membawanya kemana-mana. Sebab kau tahu, setiap kali kau baca, ada saja makna baru yang tak sama seperti kau baca kali pertama. Atau bisa saja, ketika kamu asal membuka halamannya, ada satu tulisan yang cocok dengan keadaanmu saat itu. Kalau kamu pecinta buku, kamu pasti pernah mengalaminya.

Buku, melukismu.

“If you only read the books that everyone else is reading, you can only think what everyone else is thinking.” Jika kamu hanya membaca buku-buku yang orang lain juga membacanya, kamu hanya akan berfikir sama sebagaimana orang kebanyakan berfikir. Carilah buku-buku baru, kembangkan daya jangkaumu. Kadang bahkan, buku-buku yang dijual di cuci gudang adalah permata mahal yang sulit dicari. Orang-orang hanya mencari best seller yang sesuai trendnya. Kalau terus begini, kapan kita buka cakawala berfikir kita lebih luas?

"There is no friend as loyal as a book.”
Selamat Hari Buku Sedunia. Tidak ada teman yang lebih setia dari buku. Setiap lembarnya ada kesegaran baru, warna baru, yang bukan tidak mungkin akan mengubah arah hidupmu. “Seseorang akan sama saja beberapa tahun kedepan, kecuali ia berubah; dengan buku yang ia baca, dan orang-orang yang ia temui.”

@edgarhamas

Tips Keren Seputar Dunia Perdapuran.

Materi Dapur Klinik Nikah

1. Agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masih panas.

2. Agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk atau lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng.

3. Saat mencuci kangkung, arnong/selada air atau genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatan kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati. Biasanya yang hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air (brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya, jadi jangan lupa pula gunakan cara ini).

4. Agar tahu lebih awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware, tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas. Insyaa Allah bisa tahan hingga 1 minggu.

5. Untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air itu tandanya telur sudah busuk.

6. Ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak mengembang).

7. Jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai tas plastik kresek, tapi gunakan koran dan atau majalah bekas. Sebab dengan cara ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk.

8. Untuk menetralisir bau dalam kulkas, belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas.

9. Agar ikan tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajan sebelum dituangi minyak goreng.

10. Untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe atau sambal (kata orang jawa tangan wedhangen), bisa dilakukan dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3 kali, kemudian di lap, dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar. Fiuuhhhf, dijamin rasa panas ditangan akan hilang.

11. Agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, dengan cara ini Insyaa Allah ampuh menghindarkan mata dari rasa pedih.

12. Agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yang berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang pada plastiknya. Kutu beras tidak suka aroma kopi. Jadi Insyaa Allah dia tidak akan berani datang ke beras.

13. Jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir/kunyit, atau panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan. Segera ambil sesendok baking soda, beri sedikit air, gosok-gosokkan ke panci, diamkan sebentar, lalu bilas. Jika masih ada noda bisa diulang lagi.

14. Agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis di rebus sebentar di air rebusan
daun jambu biji (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu +- 5 menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar, matikan api. Baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera (kalau daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu biji).

15. Agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam.

16. Jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berulangkali, karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak. Sebaiknya potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiapkali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah , sehingga ketika akan mengambil bisa ambil seperlunya saja.

*selamat mencoba

anonymous asked:

Salam Kang, pernah gak kang ada pada kondisi diri ngerasa bukan diri sendiri? Cara mengembalikannya? :D

Wuooh, pernah, sekian kali. Rasanya ngga enak banget. Merasa tidak berharga, bodoh, hidup sia-sia, dll.

Cara memperbaikinya?

SEGERALAH BIKIN SEBUAH PENCAPAIAN.

Mulailah dari yang paling segera bisa dicapai. Misalnya kamu lagi di kamar dan berantakan. Saat ini juga, bereskan kamarmu. Jangan kebanyakan mikir, bergerak aja.

Atau kalau kamu belum mandi, penampilan kumal. Segeralah mandi dan berubah jadi ganteng/cantik dengan pakaian yang keren.

Lanjutkan ke yang lebih besar. Beresin rumah, cuci motor/mobil, membaca beberapa halaman Al-Quran, mengerjakan skripsi, dan lainnya.

Don’t stop. Keep the momentum swinging.

Setelah kamu menyelesaikan banyak hal, ketika sudah terasa lelah, istirahatlah sejenak sambil lihat apa yang sudah kamu selesaikan.

Biasanya kita akan merasa puas dengan diri sendiri. Kita jadi lebih mampu menghargai diri sendiri, dan perasaan gundah gulana itu sirna.

Perasaan “berdaya” itu akan membuat kita merasa “Inilah diriku yang sesungguhnya.”

Begitu.

*Tunggu, apakah ini maksud pertanyaan Anda, atau “ngerasa bukan diri sendiri” dalam konteks lain? Kalau bukan, tinggal tanya lagi aja ya 😁

IIUM confession. Ambil iktibar :'(

Sorry ganggu smua.. just nk kongsi satu cerita dri IIUM confession..yg kita boleh jadikan pengajaran dri cite ni.. nak baca cite ni. Hati harus sado..
Detik akhir
Hai kawan.
Haha, aku pun tak tau siapa kawan aku. Semua blah dah.
Aku anggap tempat konfesi ni lah sahabat, selain sejadah aku. Tasbih aku. Nak borak dengan orang sebelah dah nazak. Sebelah lagi termenung macam orang gila. Ke, aku yang gila?
Baru tadi aku kasi nurse cuci najis kat tiub ni, tukar tiub baru. Punggung aku dah disfunction. Tak leh berak ikut situ. Makanan yang aku boleh makan cuma bubur, nestum, oat ..
Aku tak tau la sempat ke tidak konfes sampai habis sbb aku ada epilepsi. Ada masa aku akan terjatuh sendiri, menggeletar sampai gigil-gigil mulut keluar buih. Nurse datang inject apebende tah. Pastu kasi aku gigit sudu. Naik berparut lidah sbb gigi ketap kuat masa aku sawan tu. tanpa aku sedar pape. Tak dikawal maunye putus.
Aku tak boleh berjalan.
Tak boleh berdiri.
Haha. Muda lagi dah rasa tua beb, advanced en?
Aku jeles tengok orang lalu lalang spital ni. Sihat walafiat. Bertenaga, tak nampak pun bila dia orang nak mati. Dia punya segar tu macam boleh hidup 100 tahun hahaha.
Eh, aku pernah macam dia orang.
Sihat.
Berisi.
Tapi sekarang tak cam tu dah…
Eh ni aku nk cite jap.
Masa aku sihat dulu en, aku selalu lumba motor dengan member. Masuk border thailand cari minah siam lawa-lawa, projek. Pastu, aku isap ganja. Ecstacy pun boleh tahan la, khayal indah-indah.
Dara pmpuan aku pecahkan banyak. Aku biasa kalau projek skali, skali ah. Kau dah projek ngan aku tak ada ah aku pandang agi. Aku akan cari minah ‘suci’ yang lain, pecah dia punya plak.
Ada yang pregnant, aku buat bodo. Kau nak suruh buaya tanggungjawab kat kau? Mimpi la…
Amacam heaven?
Seronok en life lama aku?
Haha.
Beb, apa yg aku buat dulu bukan syurga, doe. Aku sbnrnya jejakkan kaki dalam 'syurga’ dajjal, macam syurga tapi neraka hakikatnya.
Malam lepas aku pecah dara anak ustaz, ustaz tu warak sgt agaknye, aku mimpi semacam malam uh. Mimpi aku kena rejam dengan batu tengah-tengah hutan. Seluruh makhluk rejam kat aku. Pokok, batu, gua, pastu ada benda ghaib tanam aku hidup-hidup pulak. Lemas tapi tak leh nak jerit. Asal bukak mulut telan pasir asal bukak mulut telan pasir. Tak leh buat apa.
Nafas sekat2 sampai dalam mimpi tu aku menangis. First time aku sebut nama Allah, aku kata, ya Allah ampunkan aku.
Lepas aku cakap cam tu tepi-tepi aku semua berpetir. Kepala aku kena petir skali, aku dah menggeletar tak nampak apa. Kepala sakit, badan dah tertanam dalam tanah. Tiba2 aku rasa punai aku kena patuk.
Kau pernah rasa tak? Seluruh badan kau beku, then ada orang dera tempat sensetip kau? Kau lak tak leh nak lawan. Pernah?
Aku rasa macam dirogol dengan ular. Dia patuk punai aku, sedut, pastu dia belit sampai putus. Air mata aku je bersuara masa tu. Suara aku ditarik. Aku jerit macam mana pun suara tak keluar.
Lepas tu aku dengar ramai-ramai budak nyanyi Asmaul husna. Tapi budak-budaknye takde. Suara je.
Situ aku dah rasa.
Tuhan yang selama ni aku tak nak kenal dan langsung tak kenal, tengah murka kat aku.
.
Aku pernah tembak orang doe.
Belasah sampai mati.
'Kekah’.
Rogol ex aku teruk-teruk sampai dia sakit jiwa sbb dia curang dengan member aku sendiri.
Apa je jenayah aku tak pernah buat? Mak bapak aku pun dah cop aku budak jahanam.
Habis satu rumah bapak aku geledah nak duit. Nak emas. Nak beli ganja.
Tk yah cite ah, tempat aku kat akhirat nanti neraka agaknye.
..
Balik pd mimpi tadi, aku terbangun badan aku berpeluh macam baru lepas mandi. Pmpuan yang tidur dengan aku dah hilang.
Aku keluar dari hotel nak jumpa mak. Aku dah lupa syurga dunia aku. Aku cuma nak tengok mak.
Rumah mak bapak aku gelap, aku syak tgh tido. Aku tekan bell tak bukak2, malam sangat dah. Takkan pukul 4 pagi nak layan kerenah aku en? Logik ah tu.
Aku blah pegi carik masjid.
Carik carik, jumpa.
Masjid tu terang sentiasa.
Lampu kalimantang menyala-nyala, tapi takde orang pulak tahajjud ke, ape ke. Tak pe lah.
Terkenang2 mimpi petunjuk yang aku dapat, menitik air mata aku. Dengan diri aku yang baru lepas projek, aku rasa kotor.
Aku mandi kat toilet masjid.
Mandi sambil menangis
Aku nampak berus, aku sental badan aku sampai luka. Aku ini hina.
Last aku sembahyang masa tu, darjah 3. Masa tu aku anak murid kegemaran ustaz Fahimi. Otak aku cepat, boleh hafal 4 juzuk sepanjang darjah 3. Aku selalu solat berimamkan ustaz fahimi. Aku sayang ustaz tu. Selalu belikan aku coklat, sponsor buku aku, mungkin sbb aku pandai, dan aku baik. Aku suka bagi makan kat kucing-kucing, duit belanja habis bagi makan kucing, kawan-kawan.. aku lapar pun takpe.
Tapi sejak aku pindah sekolah, aku tak nampak ustaz fahimi dah. Aku jadi liar. Sampai jadi macam ni…
Lepas badan dah luka disental2, aku bilas sampai bersih dan ambik wudhu’.
Ya Allah, sekiranya nikmat kesihatan ini yang membuatkan aku alpa, berikanlah aku kesakitan. Agar dosa-dosa yang banyak ini lupus segenap-genapnya, sehingga tiada lagi dosa yang akan menarikku, menahanku dari berjumpa denganMu dalam keadaan Kau redhai.
Aku doa utk mak, bapak.
Sedara mara aku.
Perempuan2 yang aku dah rosakkan.
Doa yang berulang-ulang sampai aku tertidur.
Esoknya aku tersedar, aku dikelilingi ramai orang yang lihat aku tidur, kata mereka, aku tidur lena sampai dikejutkan dengan kuat pun tak sedar.
Aku terkejut.
Aku tak bersedia berjumpa orang baik-baik. Aku malu. Aku takut dikerumuni macam ni.
Jadi aku lari. Lari turun melalui tangga masjid dengan cepat untuk mencapai selipar aku.
Akibat aku terlalu gopoh sampai tak nampak anak tangga, aku pun terjatuh. Kena kepala dulu. Akhirnya semua jadi gelap.
Aku sedar di hospital dalam keadaan kaki yang kebas, aku dah tak boleh berjalan. Aku disahkan sakit kanser akibat toksik, kimia yang terlalu banyak. Usus perut aku rosak.
Dan jadi apa yg aku jadi sekarang.
Nampaknya Allah betul-betul makbulkan doa aku. Ternyata dosa aku tak terkira, sampai mati akan ku sakit begini.
Sakit doe
Perit.
Kadang-kadang sakit dia macam nak ambik pisau, tikam diri sendiri biar aku mati. Aku tak tahan.
Tapi aku sedar aku hamba.
Aku ada iman.
Aku tahu ini akibat dosaku.
Jadi aku tahan,
Relakan, redhakan
Malah aku bersyukur.
Sakit tapi hamba.
Daripada sihat, cuba menjadi tuhan.
..
Kawan, kalau kau fikir, dunia ni syurga. Bertaubat lah.
Sbb, sungguh, dunia ini hanyalah sebuah persinggahan yang membohongi.
Haha.
Wei, doakan mak dgn bapak aku terbukak hati memaafkan anak dia yg tak guna ni. Aku pegi tak lama lagi ni.
Tapi aku tak boleh pegi dengan tenang kalau mak dgn bapak aku tak bersemuka dengan aku dengan senyuman beri ampun.
Kau beruntung, sihat tu Allah bagi lagi. Boleh tahajjud. Aku ni tiap kali sembahyang kena bukak tiub dulu, kena mandi dulu.
Tapi alhamdulillah solat aku cukup 5 waktu sepanjang 4 tahun duk spital ni.
Haha. Selagi nyawa dikandung badan, kau cacat segala anggota pun, kau tetap hidup beb. Tetap hidup untuk menjadi hamba.
Maka kau jangan sia-siakan.
..
K ah.
Jumpa lagi. Kat akhirat kelak.
- Kai