cinta dunia

CUKUP

Ya Allah, cukupkanlah hartaku, jangan Kau beri aku kaya jika kelak hartaku membuatku cinta dunia.

Ya Allah, cukupkanlah usiaku, jangan Kau beri aku umur yang panjang jika kelak sisa umurku tidak memberi manfaat pada siapapun

Ya Allah, cukupkanlah jabatanku, jangan Kau beri aku jabatan jika kelak aku hanya akan lebih sering berbohong.

Ya Allah, cukupkanlah jodohku, jangan Kau beriku yang cantik berlebihan jika kelak aku hanya mencintainya dari parasnya.

Ya Allah, cukupkanlah aktivitasku, jangan Kau beri aku kesibukan jika kelak aku hanya akan terus melupakan-Mu.

Ya Allah, cukupkanlah segala yang kau berikan, jangan Kau beri aku sesuatu berlebih jika kelak tak menjadi berkah bagiku, keluargaku, serta sahabat-sahabatku.

Aku takut, sesuatu yang tak berkah, tak membawa ketenangan bagiku. Mungkin ketenangan sementara di dunia, namun kegelisahan selamanya di akhirat kelak.

Ya Allah, cukupkanlah.


CUKUP
Bandung, 7 November 2016

Belajar dari Kata - Kata Imam Asy-Syafi'i

“Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta dunia sekaligus cinta Allah, maka dia telah berdusta.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika dia berpendapat salah”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jangan cintai orang yang tidak m'cintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Pentingnya menyebarkan ilmu agama.
- (Imam Asy-Syafi'i)

"Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, aka menjadi mati lalu membusuk.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Kamu seorang manusia yang dijadikan dari tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.” - (Imam Asy-Syafi'i)

“Perbanyakkan menyebut Allah dari pada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

"Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara: malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang, angkasa pun menjadi sempit”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada seorang yang jahil kerana dia tak tahu akan landasan ilmu”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

Cinta Dunia dan Keyakinan Terhadap Akhirat

👤 Dr. Firanda Andirja

Sejauh mana besar kecintaanmu dan pengejaranmu terhadap dunia…

maka sejauh itulah rendahnya keyakinanmu terhadap akhirat…

بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وابقى
“Akan tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal” (QS Al-A'la : 16-17)

Adapun orang yang meyakini akhirat maka ia hanya mengumpulkan dunia sekedarnya untuk membantunya sampai di akhirat, karena bagaimanapun akhirat tidak bisa diraih kecuali dengan dunia…
Kalaupun ia mengumpulkan dunia maka adalah untuk berinfaq di jalan Allah…

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا
“Ya Allah jangan Engkau jadikan dunia adalah tujuan kami yang terbesar”

CINTA SEORANG AYAH


Apakah kau percaya tentang kekuatan cinta seorang Ayah untuk putrinya?

Atas nama cinta, aku berdoa untukmu dalam sikap diamku..

Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu, meski seluruh dunia tak mampu membaca hatiku, namun aku percaya kau sangat pandai membaca air mata kecemasanku, nak.

Maafkan aku bila tak pandai mengekspresikan rasa sayangku sehebat Ibu, aku akui itu kekuranganku sebagai Laki-laki dan sekaligus seorang Ayah. Jangan pernah meragu tentang rasa cintaku untukmu.

Atas nama cinta Ibu melahirkanmu ke dunia, atas nama cinta ku berjuang untuk kalian dalam suka dan duka. 

Aku akan selalu berusaha menjagamu walaupun aku sadar, kelak kau akan terlindungi oleh lelaki pilihanmu. Mungkin jika saat itu tiba aku kan menjadi seorang lelaki pecemburu. 

Satria Utama | Relationship Coach 

Janganlah kamu mengharapkan hikmah dari-Nya, jika kamu banyak makan. Janganlah kamu mengharapkan kesucian hati, jika kamu banyak berbicara dan janganlah kamu mengharapkan khusnul khatimah, jika kamu cinta kepada dunia.
—  Ibrahim bin Adham رحمه الله تعالى

Ada masa–

Terlalu banyak yang ingin dipinta dari Tuhan sehingga dunia tak cukup luas untuk menadah segala hajat dan hasrat.

Namun;

Bila difikirkan kembali–
Betapa diri terlalu rindu akan sebuah keampunan–
Dan seolah hanya itu yang diperlukan hingga ke akhir perjalanan.

Ya, sebuah keampunan.
Kerana beratnya sekeping hati bersarat dosa;
Memudarkan cinta pada dunia dan seluruh isinya.

Moga bertemu-Mu tanpa dosa.
Allahurabbi.

Rinduku

Mataku gerimis begitu saja. Aku tak tahu pasti apa penyebabnya. Yang aku tahu mataku selalu gerimis ketika merindukanmu. Seseorang yang membuatku jatuh cinta pada dunia. Sejak mataku terbuka dari tidur panjang selama 9 bulan lamanya.
Andai kau tahu kalau bukan cuma aku yang merindukanmu. Tapi juga mereka. Kami rindu denganmu.
Rinduku memang sedikit terbayar dengan temu beberapa hari yang lalu. Namun rasanya temu itu begitu singkat. Tak ada hitungan hari, bahkan jam.
Namun perlu kamu tahu, disana di rumah kecilmu ada juga yang merindukanmu. Baru saja aku melihat postingan adik bungsumu dari laman facebook. Katanya ia merindukanmu. Katanya kapan kamu kesana lagi, menghabiskan waktu dengan bersenda gurau dengan mereka.
Ah, tak terasa sudah setahun aku selalu menimbun rindu untukmu. Hanya ada beberapa pertemuan singkat dan kecupan hangat di kening yang sebelum ada jarak sangat jarang kau dan aku berikan. Selalu ada hikmah bukan? Setidaknya jarak mengajarkan aku merindu dan mungkin berusaha menjadi dewasa dengan cepat.
Sebenarnya selalu ada cerita yang ingin aku kisahkan padamu. Tentang betapa lemahnya aku tanpamu, betapa lelahnya menjalani hari tanpamu, betapa hampanya istana tanpa ratu. Dan juga tentang betapa bahagia dan ragunya aku saat ini.
Ohiya perihal apa yang selalu kamu katakan padaku, doakan agar aku bisa bertahan menjaga. Menjaga yang harus dijaga, matahati.
Semoga kamu segera terbuka tuk mengunjungi rumah kecilmu dulu dan juga sering berkunjung ke istana kecilmu untuk meluruhkan rindu kami padamu.

Jakarta, 13 Maret 2017

waktu mata jatuh cinta

Waktu dulu aku pernah jatuh cinta. Waktu jiwa tak sematang ini memandang persepsi dunia soal cinta. Seolah rasa itu semanis madu, seolah rasa itu melukai hati tapi menikmati, seolah dunia milik yang sedang jatuh cinta. Ia itu dulu zaman cinta cuma bisa diam diam semayam dalam hati. Cinta tak sampai luka pun menuai.

Begitulah saat muda kemudian saya jatuh cinta. Tidak spesial tapi penyesalan.

Dunia menua begitu juga saya.

Tentang cinta masih sama istimewanya, ia akan menjadi rasa paling sulit dimengerti, paling banyak arti, paling banyak diminati. Tapi aku melihat hal dari cinta, cinta membuat mataku berhati hati, tentang dunia yang yang ternyata kenikmatannya hanya sekeping, tentang si dia yang itu pendamping, tentang pengorbanan yang tidak sedikit, dan untuk itulah cinta paling hakiki, yang sampai jika kemudian Dia menyatakan cinta, seisi semesta pun akan mencintai kita.

Ah cinta. Topik pertama yang kutulis pertama kali ini

Kenapa Menghafal Qur’an (1)

Jika ditanya kenapa menghafal Qur’an mungkin jawabannya sederhana. Cinta…

Cinta yang Allah anugrahkan kepada ayah dan bunda menjadikan mereka layaknya sepasang malaikat cinta yang turun ke dunia untuk merawat dan menjaga anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.

Tak peduli lelah dan letih yang menghinggap, tak peduli kesusahan yang melanda, tak peduli berapapun harga yang harus dibayar untuk memastikan buah hatinya bahagia.

Tidakkah kau rasakan cinta? Coba dekati dan panggillah ayah dan bundamu dengan penuh sayang lalu pandanglah wajah keduanya. Niscaya kau kan dapati cahaya ketulusan dan kelembutan menghiasi wajah ayah dan bunda.

Maka sudah selayaknya sebagai seorang anak yang mencintai ayah dan bundanya untuk memberikan yang terbaik bagi keduanya. Sebaik-baik pemberian dari seorang anak. Dan Allah telah menjanjikan itu. Hadiah berupa jubah dan mahkota untuk para ayah dan bunda yang memiliki anak-anak Al-Qur’an. Sebuah hadiah yang nilainya tak dapat diukur walau dengan dunia dan segala isinya. Aku harap ayah dan bundamu tersenyum kepadamu ketika nanti mereka menerimanya langsung dari Allah. Sebuah kebanggaan yang tidak hanya ada di dunia tapi juga di akhirat.

Maka yang kita perlukan untuk memulai menghafal Alqur’an adalah CINTA.

Cinta memunculkan ketulusan, memberi kekuatan untuk selalu tegak berdiri.

Cinta melahirkan kesungguhan, cinta melahirkan kesediaan untuk selalu berjuang.

Sudah siap mencinta?

Surabaya, 17 Juni 2015

cari calon suami itu yang rekam jejaknya bagus walau tak sempurna | ibadah dia s...

cari calon suami itu yang rekam jejaknya bagus walau tak sempurna | ibadah dia segera, taubat nggak ditunda, cinta akhirat tak lupa dunia

lelaki yang santun pada orangtuanya, pandai bahagiakan keduanya | kemungkinan besar santun-ramah pada istrinya, dan bahagiakan istrinya

lelaki yang menomorsatukan Allah, dan senantiasa taat saat dia sendiri | akan jauh dari maksiat dan selalu dirindukan saat sudah beristri

lelaki yang senantiasa berdakwah, karena tak mau sendiri dalam taat | nantinya mengajakmu taat berdua, dan menjaga keluarga dari maksiat

lelaki yang hatinya terikat pada masjid, lisannya basah oleh Al-Qur'an | nantinya jadikan rumah tangga ibadah, syahdu penuh ketenangan

yang celaka, lelaki yang sudah rekam jejaknya jelek, enggan memperbaiki | maksiat dipelihara, kebaikan diolok-olok, sudah taubat kumat lagi

lelaki begini jangan diharap-harap, sudah dinikahi bikin susah | ibunya yang sudah melahirkan saja diabaikan, apalagi kamu

lelaki begini hanya bisa PHP, jangankan janji ke kamu | janjinya kepada Sang Pencipta saja bisa diingkari

lelaki begini minim tanggung jawab, pacaran terus | menikahi beum sanggup, maksiat jalan terus

lelaki begini, shalatnya ditinggal, puasa sekenanya, ibadah lalai | wajar nanti istrinya ditinggal, nafkah sekenanya, bahagia cuma mimpi

calon suami baik, itu rekam jejaknya baik, juga sebaliknya | cari rekam jejak ke ustadznya, bapak-ibunya | bukan dipacari, itu maksiat

calon suami baik itu dilihat dari rekam jejak hidupnya | kalo sekarang berani maksiat, sudah nikah lebih parah lagi

kalau dia taat dia nggak pacaran, kalau pacaran dia berani maksiat | kalau kamu cari calon suami baik lewat pacaran, jelas salah fatal

kalau rekam jejaknya baik, kemungkinan besar calon yang baik | kalau rekam jejaknya hancur, kemungkinan besar calon yang hancur

tentu ada pengecualian yang rekam jejaknya jelek tapi calon suami baik | tapi ya itu, melibatkan rekam jejak lain, taubat-taubat-taubat

#UdahPutusinAja, cari ridha Allah, taat pada Allah | kalau kamu yakin jodoh ditangan Allah, maka taat Allah jalan terbaik dapat suami baik

akhukum,
@felixsiauw

Brengsek nowadays

Gw lagi makan tom yum di cibadak.
Gan penting sih, cuma gw lg ngobrol sama temen-temen gw, dan mengingatkan gw sesuatu.
Mumpung masih nempel dan lagi bisa nulis.

Sekarang, jadi orang brengsek itu gampang luar biasa.
Salah satunya, cukup gampang move on, and voila!
Lu akan jadi orang brengsek.
Haha, why?

People nowadays, abis dikecewain, diputusin, diselingkuhin, didustai, and blablabla itu harus ada jeda buat galau dan sedih.

Dunia harus tau dulu bahwa mereka terluka.
Oke, mungkin tulisan ini akan sedikit menyudutkan orang-orang seperti itu. Tapi sebenernya bukan disitu masalahnya. Tulisan ini tidak menyudutkan mereka yang sedij dan galau abis putus cinta. Kenapa?

Karena dunia sosial kita sekarang membentuk “kebudayaan” yang biasa orang lakukan ketika begini, begitu, jadi ketika ada orang yang tidak seperti itu akan dianggap “tidak normal”.

Jadi ketika ada orang yg gak sedih abis putus cinta, fix doi akan jadi berengsek.

Temen gw, bisa dengan mudah move on abis diselingkuhin.
Dan lu tau apa yg dibilang mantannya?

“Tuh kan, kamu emg gapernah sayang sama aku! Gampang banget lupain aku!”

Fcuk you!
Society kills you.

kalo lo sedih dan gak diliatin ke orang-orang, gak update di socmed, orang gak akan menganggap lo sedih.
And dat’s wrong for them!

Iyuwh.
Really guys?

Kepada (yang akan menjadi) Lelakiku

Pikirkanlah lagi jika kau memilih aku sebagai labuhan akhirmu.

Sebab pada diriku tak akan kau dapatkan cinta yang sesempurna dunia. Aku hanya akan memberimu cinta yang sederhana. Cinta yang akan aku hidangkan setiap hari, yang menyambutmu saat membuka mata dan mengantarmu sebelum lelap dipenghujung malam. Cinta yang seadanya, tidak kurang dan tidak pula lebih.

Pikirkanlah lagi jika kau ingin memberikan hatimu padaku.

Sebab aku tak punya ruang yang luas untuk menampung hati yang berlimpah kasih sayang. Ruang hatiku sudah kubagi-bagi. Sebagian untuk Tuhanku, sebagian untuk orang tuaku, dan hanya sebagian untuk calon imamku dan kelak juga harus kubagi lagi dengan anak-anakku. Kau tak bisa memiliki ruang hatiku sepenuhnya.

Pikirkanlah lagi jika kau menghendaki pendamping seperti aku.

Sebab aku tak rupawan, jenius, pun kaya raya. Kau hanya akan mendapatkan aku yang bermuka polos tanpa riasan, yang akan membimbing anak-anakmu dengan pengetahuan yang cukup dan warisan kerendahan hati dari orang tuaku.

Pikirkanlah lagi jika tetap akan memintaku menerimamu. Karena kelak aku yang akan kau temui setiap hari tanpa bisa mengatakan bosan, yang akan kau bawa kemasa depan tanpa mungkin untuk kembali kemasa lalu, yang harus kau terima setiap ketidaksempurnaannya.

Pikirkanlah lagi…!

Seaneh-anehnya cerita FTV mungkin belom ada yang cinta di dunia maya, ntar bikin deh. Ceritanya dua orang yang bisa saling sayang dan cinta walaupun belom pernah ketemu. Isi filmnya mereka chatingan dan telponan dari awal sampe filmnya abis.
Jika Kelak Kita Bersama

Jika kelak kita bersama
Kuingin kau pahami makna
Bahwa pertemuan kita bukan hanya tentang pengejawantahan rasa
Tapi tentang aku,kau dan Dia
Tentang janji setia sehidup-sesurga yang kita ukir bersama, cinta

Dan karena aku telah memegang perjanjian yang berat kepada Allah dan ayahmu untuk selalu menjagamu, melindungimu, membimbingmu, serta memastikanmu menuju surga
Maka bantulah aku dengan taatmu kepadaku dan ingatkan aku dengan tutur lembutmu, cinta

Jika kelak kita bersama
Maafkan aku jika masih ada lelah yang kau rasa
Sesungguhnya aku sedang terus berusaha
Jadi imammu yang menyempurna
Bahagiakanmu di akhirat dan dunia
Satu pintaku janganlah mengeluh dan mengiba
Tak ingatkah kau ada Allah yang sedang menyaksikan cinta suci kita, cinta

Jika kelak kita bersama
Tak perlu kau tanya mengapa
Saat aku memilih dirimu yang tak sempurna
Karena senyum hangatmu sudah cukup buat lelahku sirna
Bagaimana mungkin aku tidak bersyukur padaNya?

Jika kelak kita bersama
Berkenankah jika hadirkan cinta di tengah-tengah dunia?
Lewat rumah rasa surga yang kita bangun bersama
Hadirkan lantunan suara surga putra putri tetangga yang mengeja ba-ta-sa di rumah kita
Bahagianya ajari kita kasih sayang akan putra putri yang tak lagi bersua dengan ayah dan ibunya

Jika kelak kita bersama
Tak perlu kau risau ujian yang menerpa
Genggam tanganku dan bersandarlah di bahuku jika kau tak lagi mampu untuk ungkapkan rasa
Percayalah padaku di sisimu aku akan selalu ada
Tidakkah kau rindu saat-saat kita bisa berjuang bersama, cinta?


©Quraners
Surabaya, 15 Agustus 2015

Kita, setidaknya saya, lari pada Tuhan ketika apa yang saya cintai (dibuat-Nya) mencampakkan saya. Lalu tiba-tiba kita, setidaknya saya, membawa-bawa nama-Nya dalam setiap puisi cinta pada manusia dan dunia. Saya lihat tingkah saya sungguh menjijikkan. Kadang saat saya berkaca, saya melihat kemunafikan. Tapi hebatnya, Tuhan tidak melihatnya demikian.
Tertulis di Rindu Pagi Ini

Bagi mereka yang tak mengerti, akan mengatakan rasa ini terlalu dini. Tapi dari sana ada yang aku pahami, bahwasanya mencintai berarti memelihara, membesarkan yang telah terlahir ke dunia; cinta.

Dan aku, sedang melakukan itu denganmu tanpa peduli dengan apa kata mereka, sebab aku yang memilihmu. Jadi tersenyumlah, meski beban menggantung egois di bibirmu. Tak rela jika itu memutar balik senyummu.

Untuk sesaat kita abaikan waktu, biar saja ia bergulir sesukanya. Aku sudah tidak peduli, sedikit apapun waktu yang ada. Sekecil apa pun kemungkinan yang bernyawa.

Hanya saja yang sedikit menggangguku akhir-akhir ini, setiap kali para setan menggoda, mengatakan “dapatkah kalian benar-benar bersama sampai akhir yang sebenar-benarnya?”, Dan kemudian mereka tertawa. Bangsat! Pantas kalian dilaknat.

Sayang aku tahu, bebanmu lebih berat dari padaku, maka itu tak akan aku menyerah terhadapmu. Tak akan. Ingat ucapanku itu, sampai nanti ketika hari dimana aku berdiri menyaksikanmu berderai airmata—entah karena bahagia, entah karena sebuah keputusan yang terpaksa—yang pasti aku akan terima, dan kubawa bersama langkah kaki yang tak aku hitung sama sekali ketika melangkah pergi.

Perpisahan barangkali tak perlu lambaian, agar tak ada yang merasa ditinggalkan.

Sudahlah, kita sedang terlalu bahagia saat ini, untuk membicarakan kehilangan yang akan datang.

Aku sedang ingin memelukmu, dan bercerita di telingamu, membisikan kata sayang dengan perlahan, agar masuk utuh ke telingamu, dan jatuh tepat di hatimu. Lalu kuakhiri dengan satu kecupan di pipimu.

Sebahagia ini aku membayangkannya.

Kenyataan nanti?
Haha! Sudah aku bilang, aku tidak peduli