cinta dunia

Jangan bimbang tentang kenangan. Manusia akan matang seiring waktu & kenangan lama akan berganti dengan kenangan baru yang lebih baik.

Yang memilih untuk pergi, lepaskan. Yang masih ada, hargai. Walau yang masih ada tu cuma diri sendiri. The strongest person is the one who being left but still keep smiling & moving forward.
Nothing can be undone with the past. Accept it.

kebahagiaan akan lebih dihargai oleh mereka yang terluka, kerana mereka telah tahu betapa tidak patut sebarang kebaikan disia-siakan. ada seseorang ALLAH simpan untuk kamu, tapi dirahsiakan waktu. maka demi waktu, bersabarlah. jika tidak kamu akan kerugian.

actually feelings tak la complicated. yang complicatednya, kita takut untuk menghadapi sesuatu yang bukan terjadi mengikut impian kita. yang jadi tetap jadi. dan hidup perlu diteruskan.

dah nama pun luka, ia pasti sembuh. kerana ini dunia. tiada yang kekal di dunia. cinta ALLAH jangan ditunggu, tapi dicari. cinta manusia jangan dicari, tapi bersabarlah menunggu.

kerana Allah itu selalu ada, maka bertahanlah walau dalam duka. kan Allah yang cipta hati kita, mesti DIA tahu nak rawat bila patah. jadi serah pada DIA saja.

- ingatkan diri, jangan merindui manusia, melebihi rindu kepada Rasulullah SAW yang bakal memberi syafaat.

- ingatkan diri, jangan mendoakan orang lain, melebihi dari doa kepada kedua ibu bapa.

- ingatkan diri, dahulukan Allah kerana Allah pemilik dunia, akhirat, syurga dan neraka

- ingatkan diri, dahulukan ibu bapa sebelum orang lain, kerana redha mereka adalah redha Allah.

- ingatkan diri, jangan mencintai kerana rupa, harta, pangkat dan kata-kata. cintailah orang kerana imannya.

- ingatkan diri, jangan tenggelam dengan angan-angan, kerana orang yang panjang angan-angan akan melupakan mati.

- ingatkan diri, jika ada seseorang melangkah pergi, Allah masih sentiasa di sisi.

- ingatkan diri, jodoh itu inshaAllah, sedang mati itu pasti.

- ingatkan diri, jangan mudah melafaz cinta, kerana ada tanggungjawab pada keluarga yang belum terlaksana.

- ingatkan diri, jika orang tak mahu didekati, hormatilah dia, kerana dia sedang menjaga batas agama.

- ingatkan diri, rindu itu sia-sia, jika merindukan sesuatu yang belum pasti masa depannya.

- ingatkan diri, dakwahi diri sendiri sebelum bisa mendakwah orang lain

yang broken tu hati, bukan nyawa. teruskan hidup. teruskan berdoa. teruskan mencintai DIA. bertahanlah walau dalam duka. bersyukur kerana Allah sentiasa sayang kita.

Tuhan lebih tahu, apa yang terbaik buat iman kita. jadi jangan mengeluh atas takdir-Nya. hidup ni cuma sekali. buatlah yang terbaik.

Tak Ada Cinta?

Purnama pertama sejak dia pergi. Dingin mengusik dan dersik berbisik. Hati ini masih berat mengingat punggungnya yang semakin menjauh kala itu. Ku memenjamkan mata, gelap. Hingga akhirnya angin membawaku pada lorong remang-remang yang senyap, dan aku mendengar samar-samar suara percakapan dari ujung lorong sana.

A : Ada yang retak di sini; sebuah cinta yang dulu ia banggakan.

B : Itu salahnya sendiri karena telah memberikan hati dengan penuh tanpa berhati-hati.

A : Lalu aku bisa apa? Ia tiba-tiba hadir dengan segala pesona nya; mimik seriusnya, pemikirannya yang dewasa, dan tingkah absurd-nya.

B : Mencintai itu menggunakan akal, ketika kau tidak dianggap di dalam pikiran juga hatinya, lalu untuk apa kau tetap bertahan?

A : Aku tak bisa mengendalikan cinta yang tumbuh di dalam diriku. Tak bolehkah memperjuangkan rasa ini? Sedikit saja. Bukankah cinta harus diperjuangkan? Entah nanti dibalas atau tidak, setidaknya dia tahu aku sudah berusaha.

B : Namun yang harus kau tahu, kau juga butuh dihargai. Ketika bertahan hanya menyakiti diri sendiri saja, lalu untuk apa kau masih mau berjuang?

A : Lalu menurutmu, aku harus berhenti mengalirkan rasa ini? Sejujurnya aku mulai lelah berjuang sendiri. Tapi jika aku berhenti bagaimana bila aku tak pernah merasakan keindahan cinta?

B : Keindahan cinta? Oh ku mohon, cinta tak selalu indah. Berhentilah bertingkah bodoh hanya karena cinta. Hidup tak selalu soal cinta. Keindahan dan kebahagiaan hidup tak melulu karena cinta.

A : Aku hanya takut ketika aku menyerah dengan cinta ini, kebahagiaanpun ikut pergi. Bagaimana jika tidak ada cinta di bulan ini?

B : Sesungguhnya tak ada yang benar-benar tanpa cinta di dunia. Bukankah di setiap napas ada butir-butir cinta dari Tuhan?

A : Aku tahu, tapi bukan itu maksudku. Cinta dari dia, seseorang yang mencuriku. Bagaimana jika tanpa cinta yang seperti itu?

B : Bah, tidak bisakah kau menunggu ketetapan Tuhan, seperti pelangi yang sabar menunggu gilirannya untuk muncul setelah hujan berhenti. Mungkin belum saatnya kau untuk menerima balasan cinta darinya. Lagi pula kau telah menerima banyak cinta dari orang-orang di sekitarmu, kau hanya perlu membuka sedikit dirimu sendiri untuk bisa melihat cinta dari mereka.

A : Hmm..benar. Aku harap aku bisa merasakannya. Aku ingin kembali melangkah ringan tanpa harus menunggu balasan cinta dari orang yang tak pernah menganggapku. Tapi menghilangkan cinta ini sungguh tak mudah. Cinta ini terlalu kuat. Rasanya berat melepasnya begitu saja.

B : Tidak perlu melepaskan cinta dengan terburu-buru, karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan pernah berjalan dengan baik. Pelan-pelan saja. Cinta membutuhkan proses, sama halnya dengan merelakan dan melupakan. Biar waktu yang menuntunmu untuk melepaskannya.

A : Baiklah. Aku akan mulai dengan merelakan. Dengan begitu akan sedikit lebih mudah untuk melupakan. Aku akan membuka diriku sendiri, ku coba memahami orang lain dan diriku sendiri. Agar aku mampu merasakan cinta yang sesungguhnya, cinta yang tulus tanpa pamrih.

B : Langkah yang tepat. Hidup tak bisa sepenuhnya tanpa cinta. Jika tanpa cinta bukankah dunia akan penuh dengan kebencian? Mungkin akan banyak luka, dendam dan kemarahan di dunia ini. Hanya saja banyak manusia yang menganggap bahwa cinta yang ditimbulkan karena ketertarikan lawan jenis lebih penting sehingga tak menyadari adanya cinta yang dia dapat dari orang-orang di sekitarnya; orang tua, saudara, keluarga, sahabat, teman bahkan dari Tuhan. Cinta dari Tuhan lebih luar biasa jika saja manusia mau bersyukur sedikit saja. Dan seharusnya cinta dimulai dengan mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

A : Itu benar. Aku tak bisa sepenuhnya tak diisi oleh cinta. Aku akan mati karena kebencian dan amarah jika cinta benar-benar tak ada dan kau mungkin akan hancur. Hal-hal negatif akan memenuhi kita.


Catatan :
A = Perasaan
B = Logika

Ditulis oleh : @rekatakusuma @roushonism @haisonya
Untuk memenuhi Writing Project @kitajatim.

Jadi setelah tulisan tentang Jomblo Warrior ini selesai, inginnya kembali ke topik awal, Al-Qur'an. Qadarullah, ternyata diminta menulis lagi, tentang pesan cinta untuk bidadari dunia yang belajar menyurga. 

Doakan, semoga dimudahkan dan diberi wangsit. Semoga setiap kata yang terukir mampu hadirkan cinta yang menggugah hati, untuk siapa pun yang sedang belajar berusaha menata hati lagi berbenah diri.

—  ©Quraners

Jangan lupa tilawahnya, muroja’ahnya, dan ziyadahnya. 
Sebab salah satu hal paling manis adalah, saat hati senantiasa diselimuti dan dihibur dengan ayat-ayatNya. :)
Hard Time

@edgarhamas

“The world breaks us all. Afterward, some are stronger at the broken places.”

— Ernest Hemingway, Farewell To Arms

Kamu tahu kawan? Ada satu titik dalam rotasi peradaban yang disebut dengan ’hard time.’ Ialah waktu, ketika kerusakan generasi sebelumnya, berakibat pada datangnya satu fase zaman pahit dimana generasi penerusnya mengalami kerumitan hidup, kemunduran gerak, kesempitan ruang, dan tersisihkannya peran mereka dari peradaban lain.

Semua peradaban mengalaminya, tak terkecuali Umat Islam.

Namun, seringkali bahkan selalu, ‘hard time’ yang memukul-mukul umat ini hingga bergetar lemas, justru selalu melahirkan 'strong leader’, pemimpin kuat yang kelak akan mengantar generasinya menuju 'good time.’ Zaman yang keras, akan menyaring mana yang tahan banting dan mana yang mudah rapuh. Yang tahan banting akan jadi 'strong leader’, dan yang rapuh biasanya akan berakhir sebagai pengkhianat. Selalu dan selalu itu siklusnya.

Kita ini, hidup dalam rentang masa 'hard time’ yang menyesak dada. Yang dulu kita menerima pengungsi kristen dan yahudi dari Eropa, kini lebih dari 10 juta umat Islam bergantian mengungsi ke negeri-negeri Barat.

Yang dulu kita berizzah dijadikan trendsetter intelektual dan mode peradaban, kini kita berbalik menggilai Barat dengan membabi buta. Umat ini mewarisi zaman kegemilangan yang sayangnya dinodai oleh cinta dunia, imbasnya kini, kita retak dibagi-bagi, kita bagai kue tart yang diiris berlapis untuk para pemenang perang. Perang yang, kita kalah sebelum memulainya.

Maka, mestilah kita membuka episode baru. Mesti ada sebuah kesadaran penuh untuk paham, bahwa sekarang 'hard time’ kita, lalu mengambil pola selanjutnya, apa itu? Ya menciptakan generasi 'strong leader.’

Kita bisa merusak rotasi sejarah jika hard time ini malah membuat kita tidur dalam kenyamanan

. Aneh, “kok yo lagi susah malah nyaman.” Kan ndak lucu. Tapi unik, nyatanya, “umat ini banyak yang tidak sadar bahwa mereka sedang sakit”, kata Malik Bennabi. Kalaupun tahu, tak sadar bahwa penyakitnya sudah kronis.

Percayalah, suka tak suka, inilah zaman ketika kita hidup. Dan ya, kita menerima pukulan dari mana-mana. Namun ingat, “pukulan yang tidak membuatmu mati, justru akan membuatmu lebih kuat”, kata Ustadz Anis Matta.

Hard time creates strong leader

Strong leader creates good time

Good time creates weak leader

Weak leader creates hard time

And hard time creates strong leader

….. begitu selamanya …..

Hati dan Cinta

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan teman lama saya.Tidak terlalu banyak yang berubah dari diri teman saya dari terakhir kami bertemu. Namun saya bisa melihat ada yang berubah ketika kami mulai berbagi cerita. Kami bercerita banyak hal tentang masa lalu dan impian impian masa depan. Hingga sampai suatu titik suaranya mulai parau dan sorot matanya berubah. Dia mulai bercerita.

Ya setelah kembali ke Indo, gue akhirnya tau kalo pacar gue selingkuh padahal gue udah serius dan bilang ke ortu mau ngelamar dia” katanya memulai percakapan.

Alhamdulillah bagus dong? ketauan deh kalo memang dia bukan yang terbaik” sejujurnya saya males nanggepin masalah - masalah orang pacaran. Mereka bermain api dan ketika terbakar mereka “menangis” how come? atas nama rasa dan pemuasan cinta segala aturan dan legalitas ditabrak namun tidak siap akan sebuah bencana yang mereka timbulkan.

Bukan gitu bro, gue ini lagi banyak masalah lo tau kan gue bla bla bla (mulai cerita polemik hidupnya yang lain)” perlahan temanku mencoba mengeja cerita agar rasa tidak terlalu tumpah dan air mata tak sengaja keluar.

hmm…gitu” saya menanggapi sederhana ala laki - laki.

jadi sering tahajud bro, nangis kalo solat inget hidup kok berat gini” dia menimpali.

Alhamdulillah, gitu dong semoga bisa lebih baik. Santai aja bro, setiap kesulitan insya Allah ada kemudahan. Allah itu sayang sama lo makanya dia tunjukkin jalan yang terbaik untuk lo walaupun lo itu belum sadar. Liat sekarang aja akhirnya lo tahajud kan? dan masalah rezeki, jodoh dan kematian itu sudah diatur bahkan sebelum kita lahir jangan kuatir dan sedih berlebihan gitu. Jangan mendzalimi diri dan merendahkan harga diri dengan mengemis perhatian atau menangisi sesuatu yang tidak pantas ditangisi.” akhirnya saya mulai merasa iba.

Next, jangan pacaran lagi bro. Jadi Gentleman, gausah khawatir ini itu apalagi rezeki. Masalah rezeki ga usah terlalu kuatir, insya Allah kalo emang niatnya karena Allah dan ibadah pasti bakal dilancarkan dan diberi berkah apalagi kalo udah berdua, yakin aja deh.” Kemudian saya melanjutkan memberinya ide untuk membuat usaha sendiri.

”Ya, jadi gitu bro. Insya Allah gampang lah itu bisa ada rezekinya. Nah jadi ketika lo suka sama seorang wanita lagi, lo udah ga ada alasan kuatir ngelamar. Gausah pake basa basi, lamar aja toh kalo ga diterima ya ditolak  cuma 2 kok pilihannya. Diterima Alhamdulillah, ditolak tinggal cari lagi haha. Tapi seengaknya lo itu terhormat. Izzah lo terjaga.” kata saya berapi - api.

Kemudian teman saya menatap mata saya, raut wajahnya berubah kesal “iya, lo enak bro. Lurus lurus aja hidupnya

Dititik ini sebenarnya saya sudah agak merasa, wah ini kok dibilangin malah ngeyel dan banding bandingin gini “Lah? Bro, sejujurnya lo cuma liat sekilas yang nampak aja. Gue juga punya masalah - masalah hidup sama seperti lo dan orang lain yang hidup diluar sana, orang hidup pasti diuji. Bedanya apa? gue berusaha sabar dan stay cool aja. Husnudzon aja sama Allah udah gausah diambil pusing.”. Kataku.

****

Dalam perjalanan pulang kembali dari Bandung beberapa hari yang lalu salah seorang adik kelas saya dikampus tiba tiba mengirim pesan ke smartphone saya.

A : Fiz

A: Kalo lo gak lagi sibuk gue mau sharing dan minta pendapat lo dong

H: What’s up? Sharing terkait apa nih?

A: Jadi gini, (mulailah dia bercerita)

Pada intinya ini terkait dengan masalah ikhtiarnya dalam proses mengkhitbah “terganjal”. Nah sejujurnya untuk menghadapi orang patah hati ini yang kadang serba salah dan sensitif. Tapi saya coba sampaikan dengan bahasa bahasa santai pertemanan dan tanpa terkesan memerintah. Karena menurut penuturannya yang saya tangkap proses yang dilalui insya Allah sudah di jalur yang benar maka apa yang saya sampaikan adalah sesederhana terkait pengharapan manusia, takdir Allah, ketidaksiapan menerima hasil terbaik dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Nah terus saya keinget salah satu video #1minuteboosternya di IG Ust Hanan Attaki, jadilah saya kasih info ke adik kelas saya untuk nonton itu dengan harapan bisa melegakkan.

***

Saya akhirnya kembali mengingat, seringkali kita dipalingkan dengan cinta - cinta terkait dunia, apalagi ketika memasuki fase quarter life crisis. Bermunculanlah segala kegalauan terhadap apa apa yang biasa dicinta manusia, pekerjaan atau perniagaan yang menghasilkan harta - harta mereka, pasangan - pasangan yang menyenangkan hati mereka, dan keinginan untuk hidup mapan bahagia sejahtera, dan mimpi mimpi lain manusia. Dan ruginya terkadang cinta terhadap hal - hal itu tanpa sadar sudah melebihi cinta kita terhadap Allah.

Katakanlah: “jika bapak - bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri - istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu kuatir kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Q.S At-Taubah : 24)

Allah SWT sangat cemburu terhadap hamba-Nya yang menduakan dan melebihkan cintanya terhadap selain diri-Nya.

Kedua, Allah sering kali karena cemburu dan karena Maha Penyayangnya ingin memanggil dan mengingatkan kita untuk kembali bersimpuh dalam sujud sujud panjang kita seraya berdoa dan memohon mesra akan urusan hajat - hajat kita. Bukan karena Allah menginginkan kita untuk bersedih atau menyusahkan kita, justru karena Allah tau dengan cara yang agak “pahit” manusia biasanya tersadar dan kembali mencari Rabb-nya. Karena dalam kondisi sempit manusia sadar mereka makhluk lemah yang tidak ada berdaya, dan dalam dada yang sesak dipenuhi masalah masalah kehidupan manusia berlari mencari tempat mengadu.

Ketiga, mengajarkan kita untuk memaknai hidup bahwa hidup sesederhana “jika ditimpa musibah kemudian bersabar dan jika diberi kesenangan kemudian bersyukur” tidak ada bedanya, keduanya adalah ujian hidup dari Allah.

Keempat, apapun yang berkaitan dengan “Cinta” yang perlu diingat adalah Cinta kepada Allah dan Rasul adalah wajib dan yang utama. Cinta kepada pasangan, keluarga, harta dan apapun di dunia ini adalah yang kedua dan harus lurus dalam niatnya yaitu cinta karena Allah. Bukan cinta karena nafsu dan kesenangan diri karena cinta yang seperti itu yang ketika hilang akan mebawa kedukaan berlebih yang tidak semestinya dan cinta yang salah niat dan tujuannya maka sesuai ayat At - Taubah diatas “maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Berhati hatilah.

Kelima, saya sependapat dengan Ust Salim A Fillah, seorang lulusan sarjana Teknik Elektro UGM yang kemudia Allah karuniakan ilmu agama kepadanya (mudah mudahan Allah karuniakan ilmu Agama juga kepada kita semua).

Barangkali sesuatu ditunda karena hendak disempurnakan; dibatalkan karena hendak diganti yang utama; ditolak karena dinanti yang lebih baik.

Dan terakhir, mungkin masih tersirat cinta yang salah dalam hati - hati kita

But you prefer the worldly life, while the Hereafter is better and more enduring (Al- A'la : 16-17)

Menjaga Hati

“Hati manusia, adalah suatu ciptaan Allah سبحانه وتعالى yang ajaib sekali. Tujuh petala langit dan tujuh petala bumi, tidak dapat menanggung Allah. Akan tetapi, hati seorang mukmin dapat menanggung Allah سبحانه وتعالى. Apakah maksudnya, hati seorang mukmin itu menanggung Allah? Iaitu hati manusia boleh masuk didalamnya kebesaran Allah سبحانه وتعالى, terdapat kesucian Allah, keesaan Allah, kekuatan dan keperkasaan Allah سبحانه وتعالى.”

“Seseorang yang mengenali hatinya, dia dapat mengenali dirinya sendiri. Apabila seseorang itu mengenali hatinya, apakah bentuk hatinya, apakah yang terkandung didalam hatinya? apakah perkara yang dibebankan oleh Allah سبحانه وتعالى didalam hatinya? Apakah penyakit-penyakit yang ada dalam hatinya? Apakah pintu-pintu yang memberi kesan sesuatu perkara yang masuk kedalam hati seorang mukmin?”

“Sama ada yang masuk kedalam hatinya itu adalah nur cahaya. Ataupon yang masuk kedalam hatinya itu kegelapan dan juga zulumat. Dan Allah سبحانه وتعالى inginkan hati manusia ini suci murni, bersih hanya untuk Allah. Allah mahu hati manusia untuk Allah سبحانه وتعالى sahaja. Didalam satu hadis qudsi Allah سبحانه وتعالى berfirman; “Wahai hamba-Ku carilah Aku, jika kamu mencari Aku, kamu akan menjumpai Aku. Jika kamu berjumpa dengan Aku? Kamu telah berjumpa dengan segala-galanya. Apabila kamu terluput daripada Aku, kamu terluput daripada segala-galanya.”

“Apakah maksudnya, seseorang itu berjumpa Allah سبحانه وتعالى, dia akan mendapat segalanya-galanya. Maka ulama mengatakan; “Hati yang berjumpa Allah, adalah hati yang didalamnya mengandungi kebesaran Allah. Kehebatan Allah. Dan ketahuilah sesungguhnya hati manusia itu, didalam kekuasan Allah.”

“Dan Allah سبحانه وتعالى, boleh membolak-balik kan hati manusia dengan sekelip mata. Allah boleh membolak-balik kan hati seseorang itu, seperti yang Allah سبحانه وتعالى kehendaki. Dan Allah memandang hati manusia. Diantara seluruh jasad kita, Allah سبحانه وتعالى memandang hati. Sebab itu, seorang manusia seluruh kehidupannya, sehingga dia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Tugasnya adalah untuk membersihkan hatinya. Mensucikan hatinya.”

“Jikalau seseorang hamba Allah سبحانه وتعالى itu meninggalkan dunia ini, membawa satu zarah daripada sifat takabur. Maka dia akan dibakar didalam api neraka Allah. Maka tempat yang sepatutnya kita bakar sifat takabur ini, adalah diatas dunia ini. Bilamana ada hayat dalam diri kita, kita kena bakar sifat takabur.”

“Seseorang yang melakukan amal kerana manusia ataupon kerana perkara-perkara dunia. Dab dia inginkan kemegahan. Maka amalan ini akan tertolak. Diakhirat nanti, jika orang ini melakukan amal kerana perkara tersebut. Maka Allah سبحانه وتعالى tidak akan mempedulikannya, Allah سبحانه وتعالى berfirman; "Pergi lah kamu minta pahala kepada mereka, yang kau ingin menunjuk-nunjuk itu.
Kerana aku adalah bebas, daripada apa yang engkau syirikkkan. Walaupon amal kamu sebesar gunung.”

“Sebab itu orang yang melakukan amal, bukan kerana Allah سبحانه وتعالى tidak ikhlas dipanggil syirik khafi. Dihati manusia itu tempat pandangannya Allah. Didalam diri manusia ada satu tempat pandang. Hanya satu yang dipandang oleh Allah سبحانه وتعالى. Iaitu Hati. Hati manusia adalah tempat pandangan Allah. Seseorang manusia itu apabila dia tahu ada tempat yang dipandang oleh manusia pada dirinya, dia kan memperelok kan tempat itu.”

“Pada waktu pagi, kita hendak keluar daripada rumah, kita mandi, membasuh wajah kita, kita tengok ada apa-apa kotoron pada wajah kita, pada zahir diri kita. Kita perelokkan pakaian kita, kita gosok pakaian kita, jaga dengan kemas dan rapi. Kita memperelokkan perkara yang zahir. Kerana kita tahu. ini adalah pandangan manusia pada kita.”

“Manusia pandang pada perkara ini. Ini adalah tempat pandangan manusia pada kita. Bagaimana pula pada sesuatu tempat? Suatu tempat itu adalah tempat yang dipandang oleh Allah سبحانه وتعالى? Bukankah itu sesuatu yang lebih berhak? lebih utama kita bersihkan kita, kita sucikan, kita perelokkan iaitu hati manusia.”

“Dan hati ini lebih berhak diperelokkan, diperindahkan, disucikan kerana hati itu pada hati itu terdapat pandangan Allah سبحانه وتعالى. Seseorang mukmin itu, dia perlu bermujahadah untuk seluruh kehidupannya untuk mensucikan hatinya. Hati ini adalah seperti raja kepada badan kita.”

“Dan anggota badan yang lain semua adalah rakyat jelata kepada hati kita. Tetapi raja yang memerintah. Jika hati itu baik, maka akan baiklah keluar daripada anggota badannya. Dan ianya akan baik, matanya akan menjadi baik, percakapannya akan menjadi baik, tangannya akan melakukan yang baik begitu juga dengan kakinya.”

“Jika hatinya, rajanya, pemimpinnya itu yang busuk dan juga buruk, maka akan keluar keburukan dari anggota badannya. Dan apa yang perlu diubati, kita perlu balik kepada akar kita semula yang boleh dirawat iaitu hati kita. Dan hati itu dikatakan roh di sini kerana hati lain, roh juga lain. Cuma hati mempunyai kaitan rapat dengan roh.”

“Roh kita semuanya bersambung, kita seperti satu badan, satu bangunan, satu sakit yang lain pon semuanya akan rasa sakit. Maka, lihatlah aib dan kekurangan dalam diri kita, apakah kekotoran yang ada dalam diri kita, Hassad, riya’, ujub, takabbur, cinta dunia, cinta sanjungan manusia, cinta pujian manusia, cinta pandangan manusia, seseorang yang bila dia didapati ada penyakit dalam dirinya, maka dia akn cuba cari rawatan.”

“Siapa yang Allah سبحانه وتعالى nakkan kebaikkan kepada dirinya, Allah akan buka aibnya pada dirinya sendiri. Sehingga dia lupa untuk melihat kekurangan orang Lain. Mereka yang selalu sibuk melihat kebaikkan dirinya, dia akan lupa untuk melihat kekurangan dirinya. Begitu juga mereka yang sering melihat keaiban orang lain, dia akan lupa keaiban pada dirinya.”

“Pada diakhirat nanti yang akan ditanya adalah keadaan diri kita, bukan keadaan orang Lain. Bagaimana dengan ketaqwaan hati kita kepada Allah سبحانه وتعالى? Seseorang yang tak kenal keaiban dirinya, maka dia tak akan cari rawatan untuk hatinya, dia takkan tahu kelemahan dirinya. Penyakit, kekotoran, kuman, bakteria, virus yang berjangkit kedalam hatinya.”

Guru mulia kami. Tasawwuf. Darul Mujtaba. Ustaz Iqbal Zain Al-Jauhari.

💎

Kita tak pernah tahu bagaimana takdir akan mempertemukan kita.
Melalui cinta yang terlalu dalam atau dari kebencian yang amat besar.

Jangan pernah menyalahkan pertemuan. Menyalahkan pertemuan seolah menyalahkan takdir. Bukan kah semua ini adalah hasil dari usaha seluruh kehidupan kita selama ini?
Membenci takdir adalah membenci diri sendiri.

Kita tidak layak membenci diri sendiri. Kerana diri sendiri pun bukanlah milik kita. Diri sendiri milik Tuhan. Membenci diri seolah menyatakan Tuhan telah mencipta kejadian yang salah.

Tuhan tak pernah salah dalam merancang dan merencanakan.
Tiap tiap yang berlaku pasti ada hikmah yang cumanya kadang kadang terlalu besar untuk kita hadam.

Tapi percaya saja.
Tuhan Sangat Mengasihi kita.
Tuhan itu pemilik segala cinta yang wujud di dunia.
Mana mungkin Dia akan membiarkan kita terjatuh terkapai tanpa sebab yang kukuh.

Kuncinya, percaya saja.

Arisan Puisi Kencan

Cinta si rusdi maslim
.
cinta ibarat gangguan jiwa, saat aku mulai obsesif dan kau alasan untuk kompulsifku untuk bertemu
malamku saat ini dan besok adalah pagimu, milikmu dan untukmu menentukan alasan merindukanku
cerita halusinasimu serta ilusi dan waham adalah tentangku
.
perjanjian dibawah senja dan taman serta anak-anak yang bermain bola menjadi saksi ketika kukecup keningmu
menjadikanmu euforia bahkan aku takut, untuk menyembuhkanmu dariku
sayang bukan bintang dan gemerlap lampu kota yang menyertai rindu ini, karena cukup pelangi dimatamu untuk mengobati rinduku
.
aku tak keberatan jika saja aku menderita skizofrenia, lebih baik dari kehilanganmu dan aku sadar itu
pertemuan satu bulan lalu seperti onset skizofren yang menggerogoti kesadaranku
ini bukan hanya pertemuan atau kencan, tapi obat untuk gangguan jiwaku
yang terkasih untukmu kekasih khayalan!
.
surabaya, 3 mei 2017.

@gustraa-blog

Kencan sepuluh ribu.

Waktu tidak mensponsori kisah kita, duduk berdua denganmu pada sebuah kafe adalah fiktif.

Pergi dengan mira,
“bungur KL, satu” dengan menyodorkan uang sepuluh ribu.
Sesampainya, menemuimu lalu pulang,
dengan sumber selamat,
“Jombang KL, dua” kamu menyodorkan uang duapuluh ribu.

Tak ingin cepat sampai, semoga bus mogok atau macet.
Agar lama,

kencan denganmu diisi dengan dengkur penumpang dan dangdut koplo.
Kencan denganmu butuh sepuluh ribu dengan 2 jam pertemuan; 1 jam beradu tawa, sisanya terpejam pulas.

@uchidnc

Ingin Tidur

airmata kita gelandangan
selalu ‘nemu emperan
hentikan waktu yang kota
wagu pada airmatamu
menembus saujana
yang tidak pernah
menutupi semenjana kita
menghadapi segala
temanku, bisakah punggung kita
menjelma malam?

Landungsari, 2017

@hamidfadaq 

Entah Kapan

lorong-lorong jarak yang mengekang ragamu dibalik bayang-bayang semu…
Hadir bagai belati melukai rasa ini… Hingga setiap kata yang tak sempat terucap…
Menjadi baik adanya dibalik buruk yang tercipta…

Entah dengan siapa kini aku berdiri melawan hari…
Biarlah hujan yang menjawabnya…
Lalu membawanya pada titik temu waktu…

Malang, 3 Mei 2017

@sajaksenjaartastik



Kencan ini tak semu

Pada detik yang mengusik sudut sempit 
Janji ini terukir syahdu bersama sepotong kain 
Sejengkal bumi ini berbisik
Bahwa dunia adalah fana
Namun rasaku nyata menuju Si Empunya
Siapakah ia yang ku cinta
Saat dunia berkata
Bahwa manusialah jawabannya
Namun, sesuatu tak tampak berseru
Yang tak terlihatlah
Yang jauh lebih nyata.

Kediri, 2017.

@vbeskine

Kekasih untuk Kelelawar Gotham

Tudung malam benar-benar gelap
Hingga bubuk mesiu menabur aromanya pada genangan darah orangtuamu
Apa daya ia lahir dari benih-benih darah pengganti sperma dan trotoar jalan pengganti rahim
 -kenalkan, namanya balas dendam
Ia kekasihmu, yang mengencanimu hingga menjelma kelelawar 
Selina dan Diana pun tak setia seperti dia
Kawini dia, si balas dendam
 - untuk melahirkan anak bernama sia-sia

Surabaya, 2017

@rcipta

Nasi Padang

Lapar menghadang kelana ujian
Lalu kuhantarkan butiran karbohidrat
Untukmu yang tengah penat
Kuah kaldunya melagukan dialog kita
Riuh, semacam krenyes ayam di dalamnya
Pahit daun pepaya menyertai tiap kelakar receh
Malam itu
Rendang memang absen, namun senyum kita tidak kan mas?

Surabaya, 3 Mei 2017

@lusiapp


Kencan

malam minggu tadi di pinggiran alun-alun

kau dan aku pelan-pelan leleh pada

secontong es krim yang hangat di bibir

di mana sedetik kemudian hujan deras

lalu ibuku: subuhan!

Mei, 2017.

@annsrakh


Nyanyian kunang-kunang

Tak perlu seperangkat gombal

Karcis bioskop dan popcorn wangi

Cukuplah senyummu yang ayu

dan gerombolan kunang belingsatan

Mabuk kepayang aku

di teras tetangga

        kita menghitung bintang

Lalu kau mendadak raib

        Aroma baygon menguar

Mei, 2017

@sabiliihdina


Dick : Kehangatan untuk Barbara dan Kori

Malam, cerai beraikan aku saat ini

Taburkan sepertiga untuk Barbara, jelmakan aku jadi jubahnya

Sepertiga lagi untuk Kori, bentuk aku jadi selimut hangat ranjangnya

Sepertiga sisanya bawa aku terbang mengelana menuai dosa akibat mengencai dua bidadari siang dan malam

Surabaya, 2017 

@rcipta


Es krim dan kenangan

Nutty monkey,

Noodle es krim dan dua gelas air putih

Telah tersaji dalam mangkuk mini

Kau sesap dengan lahap

Bak menelan kenangan sampai lesap

Lalu anganku terbang

Mulai menelisik labirin tentang memoar silam

Aku menemukannya

Lalu senyummu berkata

Kita berdua, aku dan kamu saja

Kediri, Mei 2017

@natanatasya


Kencan mahal

Di cafe elit meja nomor tiga

Mbak Warni pesan roti panggang

Selai kacang selai coklat sebagai isi

Jus jambu ditambah ice cream tak ketinggalan

Mas Agus hanya pesan kopi hitam

Dengan uang dua puluh ribu di dompet

Cangkir kopi jadi saksi

Kacang dalam roti berhamburan tertawa tebahak

“Yang penting pencitraan , masalah bayar urusan belakang.”

Tuban, 2017

@akasylvietania


Kentjan(a)

Sabtu malam

Aku meringis di depan kaca

Kuambil perona pipi

Senada dengan gula-gula di pekanraya

Bel rumah berdenting

Ku bergegas;

Menuju teras

Ah malang, sandalku putus dari selopnya

Oh, kencanku tinggal kentjan(a)

Kediri, 3 mei 2017

@jemarihujan


Kelas Puisi Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara

10 Bulan 18 Hari-ku (Juni, 2016)

Juni, 2016.

My life has been better, since the day i found you.”

Sudah satu bulan ini aku bahagia bersamanya. Ia memberikan waktunya untukku. Bukan waktu luang, namun seluruh waktunya. Hampir tiap detik yang aku jalani, selalu ada dirinya. Biarpun aku belum mengerti betul bagaimana menjalani hubungan ini dengan baik, namun ia selalu meyakinkan. Ia selalu bisa membuatku yakin dengan perasaanku sendiri. Sebab, aku merasa telah menjadi orang paling tega, karena telah merebutnya dari tangan orang lain. Aku takut tidak bisa lebih baik dari orang – orang sebelumnya yang pernah juga mencintainya. Berani mendapatkan hatinya, berarti aku harus berani juga bertanggung jawab atas perasaan dan kebahagiaannya. Tidak pernah sedikitpun terpikir dalam benakku, hubungan seperti apa yang aku dan dia ciptakan nanti. Akankah ada tujuannya? Ada banyak sekali pertanyaan dalam benakku perihal hubungan aku dengannya. Jujur, aku takut karma menghampiri diriku karena pernah merebutnya dari orang lain. Dan aku takut melukai orang lain atas hubungan ini.

Mencintainya terasa begitu mudah. Cinta jatuh begitu saja, tanpa harus aku berusaha keras. Dia bisa menjadi apapun yang aku inginkan bahkan butuhkan. Dia bisa membuatku menjadi pendengar yang baik dan juga penikmat senyumnya. Aku bahagia bila ia tersenyum. Apapun akan aku lakukan untuk senyumnya. Sebagaimana dirinya yang bisa membuat hidupku menjadi lebih baik. Oleh karena itu, aku tidak pernah ingin melewatkan waktuku sedikitpun untuk bersamanya. Semua terasa ringan, bila ia ada disisi. Hadirnya begitu menguatkan, peluknya begitu menenangkan. Sampai aku pun benar – benar baru merasakan bagaimana mencintai seseorang. Sungguh berbeda dengan apa yang pernah aku rasakan sebelumnya. Ia menunjukkan padaku, bahwa cinta sesungguhnya bukan menuntut menjadi yang terbaik, namun menuntun menjadi lebih baik.

Sejak ia ada, aku tak peduli ada berapa banyak bintang di langit. Karena aku sudah meyakini satu dan itu dirinya. Sejak ia ada, aku tak butuh lagi sebuah peta untuk menemukan kebahagiaan. Sebab aku menyadari, bahagiaku ada pada senyum kecil dan gelak tawanya. Sejak ia ada, aku pun bisa berdamai dengan sepi dan tak lagi gelisah bila sendiri. Semua itu karena hadirnya dia disisi.
Sejak ia ada, sejak aku menemukannya, aku berhenti mencari.

“Dunia tidak perlu tahu, mengapa dan bagaimana bisa aku mencintaimu sedalam ini. Sebab untukku, kamu sudah lebih dari cukup jika hanya ada dalam duniaku saja.”

Mungkin ini semua salah, bahkan rasa yang aku miliki adalah rasa yang salah. Namun entah kenapa, semuanya menjadi benar karena itu adalah dia. Apa ada rasa cinta yang lebih baik dari bahagia dan tenang bila didekatnya? Aku menutup telinga ketika dunia mulai menyalahkan perasaanku padanya. Aku menutup mata, ketika dunia memperlihatkan bahwa yang aku jalani dengannya adalah hubungan yang salah. Aku dan dia adalah dua kepala yang sama – sama keras. Cinta tetap menjadi alasan mengapa kita bisa bertahan. Cinta masih memenangkan segalanya.

Dalam hidup ini, kamu akan sadar tentang apa itu cinta, bila ada banyak mulut berucap dirinya tak baik, namun hati selalu terbalik. Kamu akan menerima segala kurangnya. Sekurang – kurang kekurangan yang ada pada dirinya. Seperti dirinya dalam hidupku. Ia adalah pilihanku dan aku bertanggung jawab atas apa yang aku pilih. Bagaimanapun dirinya, sebisa mungkin aku akan menerimanya. Sekalipun ada banyak yang berkata ia pandai menyakiti hati, namun apa daya jika ia sudah berada di dalam hati.

Kini aku hanya dapat bersyukur, karena Tuhan telah menghadirkan dirinya dalam hidupku. Aku lupa bagaimana rasa sakit yang aku alami sebelum bertemu dengannya. Aku tak ingat bagaimana rapuhnya hatiku sebelum aku menyayanginya. Aku mencintainya, amat sangat cinta padanya.

Memang betul, dunia ini panggung sandiwara. Selalu ada penonton yang menunggu kisah cintamu berakhir, kemudian mereka bertepuk tangan. Namun percayalah, selama kamu bisa memerankan dengan baik, penonton bukanlah lagi hal terpenting, melainkan cerita cinta dalam kisahmu sendiri. Yang aku tahu, aku hanya butuh menjadi diriku sendiri untuk mencintainya. Dan ia cukup menjadi dirinya sendiri, untuk menjadi orang yang aku cintai.

Kejahatan itu semua dikumpulkan dalam sebuah rumah sedang kuncinya adalah cinta kepada dunia dan kebaikan itu juga dikumpulkan dalam rumah dan kuncinya adalah zuhud (tidak tamak rakus) pada dunia.
—  Imam Fudhail ibn ‘Iyadh رحمة الله تعالى
Luar biasanya perasaan cinta kadang membuat seorang Hamba kehilangan logika. Tanpa mau dipersalah, cinta tumbuh mengakar kuat pada jiwa-jiwa yang menjadikan cinta di dunia yang fana ini, surga. Namun, kepada-Nya cinta seorang Hamba hanya semenjana. Padahal tanpa kita tahu, Ia begitu cemburu. Hingga kadang tanpa sungkan mencabut bunga perasaan itu, melalui pedihnya ditinggalkan.
—  Manusia egois memang. Terlalu angkuh menggaungkan kata adil. Terlebih soal cinta - yang ditempatkan pada porsi berbeda. Dan merasa seutuhnya cinta bukan berkat campur tangan Sang empunya cinta.
Janganlah kamu mengharapkan hikmah dari-Nya, jika kamu banyak makan. Janganlah kamu mengharapkan kesucian hati, jika kamu banyak berbicara dan janganlah kamu mengharapkan khusnul khatimah, jika kamu cinta kepada dunia.
—  Ibrahim bin Adham رحمه الله تعالى
Perasaan sebelum menikah, itu nafsu. Perasaan setelah menikah, itu cinta
— 

Dari seorang teman, via seorang teman


Karena menikah bukan sekedar menyatukan dua insan. Tapi menyatukan dua mimpi, dua iman, dua ilmu, dua amal, untuk bersama-sama merubah dunia.

Cinta Dunia dan Keyakinan Terhadap Akhirat

👤 Dr. Firanda Andirja

Sejauh mana besar kecintaanmu dan pengejaranmu terhadap dunia…

maka sejauh itulah rendahnya keyakinanmu terhadap akhirat…

بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وابقى
“Akan tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal” (QS Al-A'la : 16-17)

Adapun orang yang meyakini akhirat maka ia hanya mengumpulkan dunia sekedarnya untuk membantunya sampai di akhirat, karena bagaimanapun akhirat tidak bisa diraih kecuali dengan dunia…
Kalaupun ia mengumpulkan dunia maka adalah untuk berinfaq di jalan Allah…

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا
“Ya Allah jangan Engkau jadikan dunia adalah tujuan kami yang terbesar”

Belajar dari Kata - Kata Imam Asy-Syafi'i

“Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta dunia sekaligus cinta Allah, maka dia telah berdusta.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika dia berpendapat salah”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jangan cintai orang yang tidak m'cintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Pentingnya menyebarkan ilmu agama.
- (Imam Asy-Syafi'i)

"Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, aka menjadi mati lalu membusuk.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Kamu seorang manusia yang dijadikan dari tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.” - (Imam Asy-Syafi'i)

“Perbanyakkan menyebut Allah dari pada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

"Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara: malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang, angkasa pun menjadi sempit”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada seorang yang jahil kerana dia tak tahu akan landasan ilmu”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

Ada sebagian orang di paginya menjadi yang -malas bangun- hanya karena mimpi bersama orang terkasih jauh lebih indah dari kenyataan yang harus dia terima. Ada sebagian orang di malamnya menjadi yang -enggan tidur- hanya karena indah jatuh cinta di dunia nyata jauh lebih baik dari apa yang dia impikan sebelumnya.

Ada sebagian lagi yang memilih -insomnia- di dini hari entah karena rindu yang datang tidak tahu waktu atau hanya sekadar menuntaskan khayal punya pasangan aktor Korea dan artis Jepang. Hidup ternyata sebercanda itu.