cerias

Yang putih belum tentu bersih, yang hitam belum tentu pahit, yang cuek belum tentu tidak peduli, yang terlihat ceria belum tentu bahagia. Jadi, berhentilah menilai seseorang hanya dari sisi luarnya saja. Barangkali kau melewatkan sesuatu yang luar biasa di dalam diri orang itu, yang hanya bisa kau rasa, melalui hatimu.
One day I’m going to die alone. Not because I think people don’t care about me, I know some people do. But no, I’m gonna die alone because I’m selfish. I want to keep the end to myself.
— 

“The End” Aron O. Wolf

-Cerias

Once upon a time there was a princess, locked in a cage
She believed that love could fix anything
That when she found the person she loved
She would never frown unless she was hurt
That they would never be sad, unless she hurt them
She thought love would keep them in a bubble
She was wrong though
Love doesn’t even make shit smell good
— 

“Love,” Aron O. Wolf

-Cerias

Paragraf Kasih Sayang

Paragraf pertama, kau akan temukan jutaan warna yang perlahan keluar dari belakang sayapku. Mereka menuju langit, kemudian menetap disana untuk beberapa saat. Mengawasi setiap keadaan batinmu. Ketika kau merasa sedih, si warna ceria secepat kilat menghiburmu. Ketika kau merasa bimbang, si warna bijaksana dengan cepatnya menggenggammu, dan ketika kau terlampau bahagia, si oranye senja akan mengingatkanmu untuk tidak melampaui batas wajar.

Paragraf kedua, kali ini akan kubiarkan rindu menyapa malam-malam mu. Bukan untuk mengganggumu, hanya saja kau harus tahu bahwa disini aku tak pernah menghilangkan wajahmu dari kepalaku. Kali ini, tak akan kubiarkan kau mengabaikan ketuk rinduku. Karena sesekali kau harus sadar, aku disini bukan untuk menunggu yang tak sadar sedang ditunggu.

Paragraf ketiga, akan ku tuliskan sebuah lagu untukmu. Dimana ketika kau mendengarkannya, melodi merdu senantiasa mengiringi langkahmu. Suaraku memang tak cukup merdu untuk mampu bersarang di telingamu. Tetapi aku tahu, suara cemprengku cukup kau rindui di tengah-tengah malam mu yang kadang sendu itu.

Paragraf keempat, akan kubuatkan kau sebuah hidangan penutup yang manis. Dimana dengan bahan utama cinta dan dengan toping kebahagiaan, aku menjadi seorang chef paling sempurna di matamu. Kemudian kau mulai menawarkanku, bersediakan aku untuk menyiapkan sarapan untuk setiap pagimu? Jelas saja aku mau.

Paragraf kelima, biarkan aku menebaknya dengan tepat. Bersamaku disini, kau masih mau bukan? Duduk bersama, tak hanya inginku seorang diri bukan? Lalu mengapa tidak kita coba untuk ramah pada rindu yang senantiasa hadir untuk sekadar saling menyapa? Salam hangat, dari sosok yang pernah menjadi topik utama pada setiap paragraf tulisanmu.

Paragraf keenam, ini adalah sebuah pernyataan. Bahwa aku, tak segan-segan menamparmu jika kamu dengan lancang pergi lagi tanpa pamit. Ini adalah sebuah pernyataan. Bahwa aku tak segan-segan meneriakimu ketika kamu tetap mengambil satu langkah untuk pergi meskipun telah aku tampar. Dan ini adalah sebuah pernyataan. Bahwa aku, benar enggan ditinggalkanmu.

Paragraf terakhir, bagaimana menjelaskan semua ini? Kau selalu menjadi tokoh utama dalam setiap tulisanku. Tanpamu, tulisanku tak bernyawa. Hanya denganmu, aku bisa hidup berulang kali setelah dibunuh olehmu berjuta kali.

Ocshafa Henuswara, Dari @kitakalimantan
Aku dan kamu baik-baik saja. Tak ada masalah dengan kita. Hari demi hari penuh dengan warna ceria, suka cita. Namun taukah kau, di lubuk hati yang terdalam ada rasa gundah yang ku rasa. Aku masih belum seutuhnya bisa berdamai dengan masa lalu mu, belum mampu memaafkan kisahmu dengannya. Aku tau aku salah, masih saja mengingat burukmu sedang semua kebaikan telah kau beri untukku. Tuan, kau pun tau bahwa satu titik hitam diatas kertas putih akan lebih menjadi pusat perhatian dibanding bagian putih lainnya kan?
Disini, ku mencoba menepis segala resah dan gundah, menghapus segala amarah, untuk memperbaiki sebuah kisah, untuk membangun keyakinan bahwa kita akan membaik bersama. Cukup sabarkan hatimu dalam menghadapiku, dekap aku dalam pelukanmu, aku berjanji tak akan meninggalkanmu.
—  HOBINGETIK
P E N D A M

Orang yang wajahnya nampak tenang,
Siapa tahu dalam hatinya menyimpan 1001 rasa yang bergelora di jiwa .

Di balik figura mu itu,
Masih banyak kisah yang belum terungkai.

Dan tiada siapa dapat menyangka,
Yang selama ini ada 1001 kisah yang kau simpan-pendam sendiri.

Lain orang lain kisahnya,
Lain orang lain babak hidupnya.

Hidup ini,
Kadang berwarna ceria,
Kadang juga suram tak terkata,
Tiada siapa yang bisa menyangkal,
Kerna babak episod kehidupan ini juga merupakan satu teka teki,
Yang perlu kita rungkai satu persatu.

Aku yakin,
Di balik apa yang terjadi ini,
Punya pelbagai macam hikmah yang Dia ingin hadiahkan,
Cuma kita yang kena perhalusi satu persatu.

#TheContengan

telegram.me/TheContengan

Kita garis bawahi sedia dengan ceria. Sama-sama saling rangkul cerita. Kunamai kau sahabat, kujadikan kau dekat.
—  Yogyakarta, 30 Januari 2016.
Tentang KITA, Tentang Ahad Ceria

Kita adalah atom-atom yang saling berikatan agar mencapai kestabilan.

Kita adalah senyawa-senyawa yang membentuk reaksi reversible.

Kita adalah pasangan-pasangan electron yang berada dalam satu orbital bernama KITA.

Ahad kemarin bukan lagi menjadi ahad yang bikin muntah-muntah. Bukan Ahad dengan jadwal kuliah yang padat. Ahad kali ini adalah Ahad dengan paket komplit. Ada kawan baru, karoppo’, dan kebahagiaan. *meskipun rada tidak enak hati karena datang telat sampai se-jam sekian menit. Mian~

Saya tiba tepat ketika matahari sudah hampir di ubun-ubun. Di sana sudah ada @benadiksi dengan senyum manisnya yang seperti KOH yang baru saja dilarutkan dengan aquadest. Sejuk. Bikin menggigil.

Ada @coretangaje, si nona ketje yang selalu menyamar menjadi lebih muda. Pasangan electron @pencarihobi dan @mqmk-mariyal. Ke mana-mana berdua aja. Serasa dunia milik mereka. Kita mah cuma ngekost. @raitifah, si empunya cubitan gunting beton 14 inch, yang namanya selalu ketuker saka @iffahisnaini (saya juga kadang dipanggil Zaskia Sungkar, Fah) *kibas jilbab lalu ditabok fans-nya ZS

Ada @fahrysamudera, si kerang ajaib blasteran Maros-Arab (sedang sotta’), yang baca puisinya namber wan. @milhamhadi yang sibuk nyari sandaran (read: bukan bahu) untuk tidur. Mungkin dia lelah~

Kak @ariniaris yang inspiring begete. Tidak ada bilangan kuantum yang mengukur rasa ini padamu, Kak. *disiram sulfat

@littlecarnation yang datang dengan membawa kesegaran aroma asam butirat. Menyejukkan~ menyegarkan~

@egiruga yang juara di bidang makan kwaci. @dardawirdhaa yang cantiknya aduhai mempesona~

Tak ketinggalan @ininnawa, cowok agamis berjenggot tipis yang kalo senyum aduhai sangat manis. Saya fansmu, fix!

Oh iya, maafkan saya yang tiba-tiba kalem. Mungkin saya masih mabuk kendaraan. *alibi

Yang jelas, pertemuan ahad kemarin membuat bahagiaku jauh melebihi Bilangan Avogadro. Saya tidka peduli berapa atom yang dibutuhkan C dan H untuk membentuk sanyawa. Yang saya tahu cukup 1 atom I dan 1 atom K (Kalian) untuk membentuk senyawa KITA.

Kuharap KITA seperti ikatan kovalen. Slaing membutuhkan dan saling melengkapi. Bukan ikatan hydrogen, kuat tapi ada jarak.

Saya ingin sedikit mengutak-atik puisi Sapardi. *kemudian mata Kiya dicolok pake’ pena

Aku mencintai kalian dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat disampaikan oleh Magnesium kepada Asam Klorida yang mengharuskannya tiada.”

Sekian kelas Kimia hari ini, :))

Takalar, 03 Februari 2016

cc: @kitasulawesi

archiveofourown.org
Stop Me If You've Heard This One - Chapter 1 - Wolfgrowl - Dragon Age (Video Games), Dragon Age: Origins [Archive of Our Own]
An Archive of Our Own, a project of the Organization for Transformative Works
By Organization for Transformative Works

Summary:

Four Grey Wardens, three Mabari hounds, a witch of the wilds, a bard, a qunari, a mage, an assassin, a golem and a dwarf walk into a blight…

Otherwise known as the story of how Fereldan was left in the hands of the four newest Grey Wardens.

Elwing Mahariel becomes their leader, the elf seeks to honor her clan as best she can while serving the Grey Wardens, but worries that she is leaving her traditions behind while she is thrown headfirst in the human world.

Luke Cousland finds himself confused now that he is no longer bound to his family and Highever. He seeks to protect his sister, and save Fereldan, but doing his duty as a Cousland is taking its toll on the elder twin.

Ceria Cousland lost everything when Howe attacked Highever, asides from her dog and her twin. Now she fears that the duties of a Grey Warden will take Luke from her even as she seeks vengeance against Howe for everything he took from her.

The three Wardens will have to overcome their losses and find a way to work together if they intend to slay the Archdemon and end the Blight threatening to overtake Thedas.

The Maker has a strange sense of humor to say the least.

Ingin Menulis Lagi di Februari

Hari ini aku sedang berada di hari kedelapan bulan kedua. Entah kenapa sejak mulai tiba di Malang lagi, tepatnya di akhir Januari, otakku terasa dijejali dengan berbagai kata-kata yang entah didapat dari mana asalnya. Mungkin karena kata-kata pemenuh pikiran itulah yang membuatku untuk menuangkannya dalam tulisan yang berbentuk paragraf-paragraf lagi.

Ya. Lagi. Disisi lain, aku juga sudah sejak lama ingin kembali menceritakan apa yang aku alami dengan berbagai macam kata yang kutulis lewat keyboard lalu muncul di layar laptop hingga ponsel pintar sekalipun. Dan juga, senang saja ketika saling membagikan kisah kepada orang lain dengan kata-kata yang ala kadarnya. Selain itu, menulis juga bisa dijadikan alat pembahagia seorang penulis. Sebab dengan menulislah berbagai unek-unek bisa dikeluarkan sepuasnya. Tak ada batasan ketika menulis tentang suatu bahasan. Karena menulis adalah membagikan perasaan dari seorang penulis kepada sang pembaca.

Semakin banyak kejadian, maka semakin banyak pula bahan-bahan yang bisa dituliskan. Menulis juga bisa dijadikan sebagai pereda kerinduan di setiap kisah, dari yang duka, suka hingga luka. Menulis itu bebas. Sebebas kita saat bernafas. Bisa jadi, menulis itu bisa menjadikan nafasmu menjadi lebih damai dari sebelum menulis. Maka dari itu, aku ingin menulis lagi dengan bebas dan semoga bisa saling membagikan cerita yang mungkin membawa kebahagian, duka, suka hingga lara.

Yaa, aku mulai menulis lagi di bulan kedua tahun dua ribu enam belas. Tunggu tulisan dan cerita tentang kebahagia-dukaanku yaa ataupun segala cerita yang ingin aku tuangkan lewat huruf-huruf dari a sampai z :)

Kartu Pos

Kepada kamu yang sekarang entah di mana

Aku masih menyimpan kartu pos darimu. Kartu pos bergambar warna-warni bunga tulip. Kartu pos dengan pesan kelip-kelip. Aku bahkan masih sangat suka membolak-balik kartu pos itu, sekadar memastikan tulisanmu tidak luntur atau bahkan hilang, digerogoti rayap-rayap nakal yang suka mengintip saat ada kesempatan.

Meskipun tulisanmu cantik, jujur aku pernah tergelitik apalagi saat aku merasa diamati oleh huruf-huruf yang kamu tulis di kartu pos kirimanmu itu. Sederet huruf yang seperti ingin bicara. Mengatakan lebih dari yang bisa mataku baca. Entah apa. Entah mengapa. Huruf-huruf itu pernah menatapku tajam sekali.

Aku jadi teringat pada sebuah sore, kamu juga pernah seperti huruf-huruf itu, menatapku tajam. “Kamu dikenal begitu ceria, sampai yang mengenalmu bertanya-tanya di mana kesedihan kamu sembunyikan?” Aku pernah menjawab pertanyaanmu itu dengan singkat, “di mana saja. “ Lagi pula, untuk apa kesedihan diceritakan? Tetapi sekarang banyak aksara mendekatiku. Mereka bilang ingin mendengar cerita-cerita sedihku.

Hai, kita pernah sepakat bahwa mesin waktu adalah hujan. Ia punya keahlian mengingatkan kita pada hal-hal yang kita ingin atau tak inginkan datang. Lalu mengapa aku ingin hari ini hujan? Padahal hujan bukanlah makanan cepat saji yang bisa kupesan berkali-kali, sesuka hati.

Ah, tiba-tiba saja aku ingin sekali melihatmu lagi. Aku ingin berkata, “aku masih sama seperti dulu. Masih suka jatuh cinta sendiri, masih tidak suka jalan-jalan sendiri. Ajak aku naik kereta lagi.”


Irawati Ningsih
06 Februari 2016

.
Assalamu'alaikum, selamat pagi sahabat yang ceria!😋 apa kabar hatinya hari ini? Jangan mikirin dia mulu ya! Tetaplah menjadi jomblo yang mulia, okey?!👌
.
.
Kontribusi oleh @ranioktavianis

#duniajilbab

Bila Allah larang daripada couple, Allah tahu hikmahnya. Pasal hati kita tu, sebenarnya bukan kita yang punya. Hati tu Allah yang cipta jadi Allah lebih tau. Mulut boleh senyum, muka boleh buat-buat ceria, tapi kesedihan dalam hati tu sebenarnya jelas terpapar.

Stop giving your heart to someone who is not entitled to it. It is unfair to your husband or wife to keep the remaining broken pieces.

—  sir yazid
archiveofourown.org
Stop Me If You've Heard This One - Chapter 2 - Wolfgrowl - Dragon Age (Video Games), Dragon Age: Origins [Archive of Our Own]
An Archive of Our Own, a project of the Organization for Transformative Works
By Organization for Transformative Works

Chapter 2: Getting Wild in Korcari.

Elwing begins a journey of discover of just how weird human are. Or perhaps it’s just the twins.

“Well, well, well, what have we here?” Elwing looked over to see a strange woman make her way down a ramp towards them.

Elwing thought she heard Ceria say “oh no, she’s attractive.” She also thought she heard Luke say “oh no, she’s Ceria’s type.” She however, was too busy keeping her eyes on the stranger as she approached, she stood up out of her crouch in front of the broken chest.

Kamu dimataku adalah pelangi. Punya sisi merah yang berani, jingga yang meneduhkan, kuning yang menerangi, hijau yang menyejukkan, biru yang menenangkan, nila yang ceria, dan ungu yang menyederhanakan.

Tapi jika diamati lebih spesifik lagi, kamu juga punya warna pekat yang sangat tajam, kaku, dan keras, juga gradasi yang abstrak, dinamis, tidak pasti, dan meragukan.

Itulah kamu yang seutuhnya, tuanku.

—  Jogja, 11 Februari 2016