capsahs

Ukiran Cerita Pare dalam Kenangan (Part 1)

Berawal dari perbedaan niat masing-masing orang, mungkin untuk belajar, liburan, atau hanya sekedar ingin tahu. Aku dan 11 orang lainnya (iqbal, oyan, ihsan, fajri, diki, rully, fajar, erwan, sela, tiara, dipa) pada Jumat, 8 Januari 2015 berangkat dari stasiun kircon menuju stasiun kediri. Perjalanan kereta malam itu terasa sangat berbeda, kami menyibukan diri dgn bermacam kegiatan, termasuk main capsah dan UNO haha. Aku duduk di sebelah fajri, di depan iqbal dan fajar sempat tenggelam dalam lamunanku sendiri disaat orang-orang lainnya sudah terlelap tidur. Mungkin kalian pun tahu apa yang kupikirkan, ya bukan tentang Pare, bukan…

Singkat cerita, akhirnya kami tiba disana pada siang keesokan harinya dan kami menaiki elf untuk tiba di Pare. Sorenya, keesokan harinya, dan keesokan harinya lagi kami disusul oleh 6 orang lainnya(akbar, maya, andi abdul, ibeng, galih, claudia) yg sebelumnya sempat ada agenda lain sehingga kami tidak berangkat berbarengan.

Sesampainya aku di Pare, satu dalam benakku. Tempat ini diluar ekspektasiku, kampung inggris rupanya kurang tepat untuk menggambarkan tempat ini. Tempat ini terlalu modern untuk disebut ‘kampung’. Hemm dan katanya orang-orang harus bicara b.inggris disini? Mana? Malah lebih sering kudengar orang-orang menggunakan b.jawa, yasudahlah…

Hari pertamaku di Pare, aku manfaatkan sebaik mungkin utk mengenal Pare lebih jauh (terutama tentang ‘ada apa saja disini?’). Sehingga disaat yang lain istirahat karena lelah dari perjalanan, aku masih berkeliling melihat Pare. Hasilnya? Nothing special.

Keesokan harinya, aku dan teman-teman mulai eksplor Pare terutama kuliner, kami yang sudah menambah personil menjadi 16 orang mulai mengikuti arus Pare (re: nyewa sepeda) hahaha. Dan malam di hari minggu ini mungkin takkan pernah kulupakan, malam keduaku di camp dan aku terkunci diluar camp karena belum tahu ada peraturan camp kalau jam malam camp adalah jam 10 malam dan aku baru datang jam setengah 11 haha. Darimana aku? Hanya makan malam :)

Baiklah keesokan harinya, aku berekspektasi kelas pertamaku akan dimulai dan aku sudah siap utk itu, yeay! Tapi ternyata, kelas blm dimulai…

Hari senin ada acara perkenalan kelas speaking bagi yang belum yakin program apa yang akan diambil, hari selasa baru perkenalan dalam kelas, dan kelas baru dimulai hari rabu. Hhhh sempat kecewa, tapi tunggu cerita belum selesai!

Sebelumnya, perkenalkan tutorku selama di ELFAST Pare…
- Miss Chacha tutor kelas speaking 'Talkmore’
Pertama kali liat beliau, kita langsung terpesona pada pandangan pertama. Orangnya cantik, baik, ramah, masih muda, dan jangan ditanya B.Inggrisnya, kece betttt!! Dia salah satu inspirasi aku untuk terus berusaha belajar inggris. Setelah sering ngobrol akhirnya kita tahu kalau Miss Chacha ini kelahiran 1991(tapi serius keliatannya kaya yg seangkatan kita), dia cerita dulu sempat gagal SNMPTN makanya skg dia masih menjadi mahasiswi jurusan B.inggris, dan selagi kuliah dia juga ngajar di ELFAST. Wow!! Emang istriable bgt Miss Chacha tuh, sampai ada ibu-ibu dikelas kita bilang 'doain ibu ya pengen punya menantu kaya Miss Chacha’ hahaha… I will miss you, Miss Chacha😂
- Miss. Silvi tutor kelas grammar 'Fundamental English’
Pertama liat mirip Bu Eni wkwk udah itu aja
-Mr. Ilyas tutor kelas grammar 'Fundamental English’
Apa ya? Biasa aja dah wkwk cuma kadang garing ga jelas gt

Sejauh mata memandang kelas speaking emang lebih seru ya karena tutornya yang superduper menyenangkan, dan emang pembawaan kelasnya semua orang dituntut aktif jd byk interaksi dalam kelas yang bikin kita saling kenal satu sama lain. Tapi emang katanya sih kalau tentang pembelajaran, kelas speaking emang kurang efektif dibanding kelas grammarnya. Kalau kelas grammar tuh emang orang-orangnya cenderung individualis karena emang kerjaannya cuma catat mencatat, tapi serius berasa banget efeknya! Intinya sih, ga nyesel dateng ke Pare hehe…