by bela

“Çektiği hep aynı filmdir, bahsettiği hep aynı gerçekliktir; tek yaptığı, bunu her seferinde biraz daha derinleştirmektir. İlk filmden sonuncusuna, bu hep yerine getirilmeyen bir vaadin, başlangıç noktasına geri dönen bir yolculuğun hikayesidir.”

Bela Tarr - Ertesi Zaman

Em oração,

Pedia á Deus que te cuidasse,secasse as tuas lágrimas e permitisse que teu sorriso aflorasse novamente. Pois aqui do outro lado, teu sorriso surgiu como primavera : aquecendo o inverno em que se encontrava meu coração e trazendo contigo, as flores mais belas.

GUYS OMG so I found this old notebook from a couple years back when I was in my super angsty broody emo phase and it had pages and pages of songs I’d forgotten I’d even written and a few of them were actually really decent so now I’ve got more material for shows and for the EP my band is recording aHHH

Proibido e gostoso

Meu nome é Cristiane, tenho 17 anos, com 1,63 de altura, sou loira, pele clara, seios médios, com um bumbum grande e peso 63 Kg bem distribuídos, não sou de usar muitos decotes mais arrasto muitos olhares por onde ando deixando muitos homens babando.

O seguinte fato que lhes contarei aconteceu dentro de um ônibus durante um piquenique de família para Salinas uma bela praia, em que só para começar a putaria minha mãe não foi e no lugar dela meu pai levou sua amante. Para começar a sacanagem como meu pai não gostava muito do meu namorado ele colocou meu irmão menor na minha cola, para me vigiar

Só que num determinado momento da madrugada onde a maioria das pessoas estavam dormindo e para minha felicidade meu irmão também e como a viagem iria ser demorada decidimos aproveitar o balanço do ônibus para aprontar.

Como eu já estava sentada no colo dele e o ônibus balançava muito, meu namorado já estava ficando de pau duro de tanto que eu roçava minha bunda em cima dele ai o clima começou a esquentar, nessa altura jé estavamos com muita vontade então discretamente ele colocou seu pau para fora que já estava todo molhadinho do jeito que eu gosto

Ai pronto não quis nem saber do meu irmão que estava dormindo do lado arredei ele um pouco para poder me inclinar, não esperei ele pedir e decidi logo cair de boca naquele pau gostoso e como ele deixa eu fazer o que eu quiser, fiz o que mais gosto

Comecei lambendo com muito carinho a cabeça do pau dele e a cada momento em que passava a língua eu sentia o pau dele pulsar ai fui descendo mais um pouco e mais um pouco até que quando me dei conta já estava com ele todo em minha boca 

Meu namorado se contorcia todo de prazer e nesses delírios ele pediu para que subisse em cima dele, e prontamente não esperei outra puxei uma toalha da bolsa e joguei sobre minhas pernas pulei no colo dele de novo abaixando o short e ele foi logo metendo seu pau gostoso na minha bucetinha que nessa altura já estava toda molhada de tanto tesão.

Ao vai e vem do Ônibus um casal ao lado acabou acordado mais isso não iria fazer a gente parar ao contrario aproveitei o balanço para cavalgar discretamente porém com muita intensidade, seu pau parecia que ficava maior, sua penetração ficava mais intensa, ele controlava os movimentos para não gozar e quando já estava delirando de prazer me surpreendo com a mão dele acariciando meu clítoris foi nessa hora que quase dei um grito. 

Estavamos delirando e eu mais ainda seu pal enchendo minha bucetinha de prazer e seus dedos me levando a loucura ate que não resisti e comecei a gozar, ele percebendo acelerou seus movimentos o que me deixou ainda mais louca a essa altura já estava tendo orgasmos múltiplos e ele ficando cada vez mais pirado me avisou que iria gozar e como não estavamos usando nem uma proteção e ele já estava quase gozando, e de repente ele tirou seu pau da minha buceta onde seu esperma foi arremessado nas costas de toda a poltrona da frente, foi tanto que tivemos de limpar com uma toalha se não iriam perceber o acontecido 

Nessa rumação percebemos alguém se levantando rapidamente fingimos que estavamos dormindo e descansamos até chegarmos na praia.

  • Enviado ao Te Contos por Cristiane
Hanya ingin satu hal : masyarakat negeri ini akur kembali
— 

Miris itu ketika ngeliat kebencian makin menjadi - jadi. Merebak di mana - mana. Tensi negeri ini makin tinggi, men! Lu gak capek ngeliat berita yang hanya dipenuhi berita - berita tentang demo, kekacauan, sakit hati sampe pemboikotan sana - sini? 

Yang paling baru, brand roti diboikot hanya karena pernyataan tentang mereka ga berada di balik aksi bagi - bagi roti gratis. Tagar boikot, foto - foto orang nginjek roti tersebut sampe kampanye - kampanye via sosial media yang melarang orang beli roti tersebut sampe viral dimana - mana.
Bahkan CEO nya juga ikut dibenci hanya karena dia seorang Tionghoa

Oh, come on to your sense, man! Is that matter enough for you? 

Well bukan masalah setuju ga setuju soal lu bela Tuhan apa enggak, bela agama apa enggak. Tapi lu ga muak kah dengar berita perpecahan terus dimana - mana?

Dan…    

Negeri ini terlalu berharga hanya untuk ngebahas masalah Islam tengkar sama Kristen, Kristen benci Islam, Hindu benci Budha atau pun sebaliknya. Masih terlalu BANYAK hal yang lebih penting untuk diurus daripada lu tengkar sana - sini ngabisin duit dan tenaga hanya untuk menindas satu sama lain dan marahan satu sama lain. 

Masih ada prestasi bangsa ini yang lebih penting untuk lu bahas, Masih ada orang - orang di sekitar yang lebih perlu untuk lu bantu. Masih ada alam yang butuh banget lu jaga.. Bukan lu yang urusin demo sana sini tiap hari hanya untuk nyebarin pesan - pesan perpecahan. Men, NEGARA INI DIDIRIKAN ATAS DASAR PERBEDAAN! itu mutlak!! 

Satu lagi, Tuhan yang lu percayai, Tuhan yang gue percayai dan Tuhan yang orang - orang percayai itu ngajarin satu hal yang sama : HIDUP DAMAI DAN MENGASIHI. Gak ada satu pun agama yang menganjurkan hal yang berkebalikan dengan hidup damai, kan? 

So please, gue cuma pengen kita semua sadar. Yuk berdamai, yuk hidup berdampingan. Ga usah lagi pamer otot pamer otak hanya untuk menyebarkan hal - hal buruk. Ga ada gunanya lagi. Apa yang sudah seharusnya diproses hukum juga sudah diproses kok. Ngapain harus bikin heboh lagi. Capek tau liat berita hanya isinya kebencian semua.
Malu tuh sama negara - negara lain, kita cuma memperburuk citra negeri ini di mata mereka. 

Gue cuma pingin, negeri ini kembari normal. Orang - orangnya kembali hidup dalam damai. Saling senyum satu sama lain tanpa mikirin suku, agama, latar belakang, status sosial dan lain - lain. Gua cuma pengen senyum perdamaian kembali merona di wajah kita semua. 

Yuk damai yuk. Capek tau tengkar terus.. 

ama belki de hataların hepsi benim
belki de şikayet etmemeliyim
bütün zayıflıklarım ve başıma bela bu canavarlar
beni boğmadan onları ben yok etmeliyim

HUKUM PERAYAAN MAULID NABI

Fadhilatusy Syaikh al-‘Allamah Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin rahimahullah ta’ala ditanya: Bagaimana hukum perayaan maulid Nabi?

Beliau menjawab:

Pertama: Malam kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam tidaklah diketahui dengan pasti. Bahkan sebagian ‘ulama yang datang belakangan menetapkan bahwa malam maulid beliau adalah malam kesembilan Rabi’ul ‘Awwal, bukan malam kedua belas. Dengan demikian, menjadikan perayaan tersebut pada malam kedua belas Rabi’ul ‘Awwal tidaklah ada asalnya dari sisi sejarah.

Kedua: Dari sisi syar’i, perayaan maulid tersebut juga tidak ada asalnya. Karena seandainya perayaan tersebut termasuk dari syariat Allah, pastilah Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam telah melakukannya atau menyampaikannya kepada umatnya. Dan seandainya beliau melakukannya atau telah menyampaikannya, sungguh hal itu pastilah akan selalu terjaga, karena Allah ta’ala telah berfirman:

إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan adz-Dzikra (al-Qur’an) dan Kami benar-benar akan menjaganya.”

Tatkala tidak ada sedikitpun dari hal itu, nyatalah diketahui bahwa perayaan maulid tersebut bukanlah bagian dari agama Allah. Apabila bukan bagian dari agama Allah, maka kita tidak diperbolehkan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengan perkara tersebut. Jika Allah ta’ala telah meletakkan jalan yang sudah ditentukan untuk sampai kepada-Nya yaitu syari’at yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, maka bagaimana mungkin kita -selaku hamba – diperbolehkan untuk mendatangkan jalan tersendiri dari sisi kita untuk menyampaikan diri kita kepada-Nya! Ini merupakan kejahatan terhadap hak Allah ‘Azza wa Jalla, kita mensyari’atkan dalam agama-Nya sesuatu yang bukan bagian darinya sebagaimana hal itu juga mengandung sikap mendustakan terhadap firman Allah ‘Azza wa Jalla:

اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku kepada kalian.”

Maka kita katakan: Perayaan maulid ini, apabila termasuk dari kesempurnaan agama, maka harus ada sebelum meninggalnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam. Namun bila bukan bagian dari kesempurnaan agama, maka tidak mungkin akan menjadi bagian dari agama karena Allah telah berfirman:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian.”

Dan siapa yang meyakini bahwa perayaan tersebut merupakan bagian dari kesempurnaan agama, maka sungguh dia telah mengada-adakan syariat setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam karena ucapannya tersebut mengandung sikap mendustakan terhadap ayat yang mulia ini. Tidak diragukan lagi bahwa mereka yang mengadakan perayaan maulid Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam hanyalah ingin mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam, menampakkan kecintaan kepada beliau, dan memompa semangat atas simpati yang didapati dari sebagian mereka dalam perayaan tersebut terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. Sedangkan semua ini termasuk dari bentuk ibadah.

Kunjungi Selengkapnya || http://forumsalafy.net/hukum-perayaan-maulid-nabi/

WhatsApp Salafy Indonesia
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

buzzfeed.com
Here's What The Universal Monsters Would Look Like Today
Monster Squad goals.
By Crystal Ro

Then: Bela Lugosi as the classic vampire.

Now: Sebastian Stan slaying the look and hearts everywhere.

Why he’d be a good fit:
Born in Romania, only hours from Transylvania itself, Sebastian and his mesmerizingly good looks are a perfect match for this famous character from his homeland. And, you know, we’d definitely like to see him sink his teeth into us, er, the role!