by!saya

saat-saat mas yunus tidur adalah momen-momen yang seringkali lucu. saking lelahnya, mas yunus tidak jarang menjadi “ngaco”.

“eh, Kica, kamu dikasih tugas apa sama Prof Tedi?” kata mas yunus saat bangun tidur.
“hah? tugas apaan mas?”
“eh, kamu bukan residen ya aku lupa.”

di hari lain saya dikira ibunya.
“mas yunus bangun udah mau shubuh.”
“iya Bu. yunus berangkat jam 5 kok.”

pernah suatu waktu, kami pergi berkeliling mall-mall dan hotel di Surabaya, mencari tempat yang pas untuk acara dinner bedah sarafnya. malam sebelumnya, mas yunus jaga dengan banyak pasien gawat.

di mall terakhir, mas yunus mengajak saya nonton.
“Kica mau nonton nggak?”
“pulang aja yuk biar mas yunus tidur.”
“aku nggak berani nyetir pulang karena ngantuk banget. kita nonton yuk, aku mau tidur selama film.”
dan terjadilah mas yunus tidur di bioskop.

semalam saya pulang jam 3 pagi setelah mengantar Ibu saya ke bandara. mas yunus baru tiba jam 1-nya. sepertinya mas yunus lupa melepas kunci pintu sehingga saya tidak bisa masuk dengan kunci yang saya bawa. setelah satu jam, mas yunus tidak bangun-bangun juga–karena begitu lelahnya. bahkan adzan shubuh tidak membangunkannya.

saat mas yunus begitu kelelahan, saya sering terbahak-bahak karena tingkahnya menjadi sangat lucu. pada saat yang bersamaan, tentu saja tidak sampai hati saya melihatnya. kalau boleh dan bisa, ingin sekali saya membiarkan mas yunus beristirahat yang layak, yang cukup. atau, menggantikan rasa lelahnya.

di dunia ini, ada banyak sekali mas yunus-mas yunus lain. bisa jadi ayah kita, kakak/adik kita, saudara kita, bahkan diri kita sendiri. perjuangan mereka begitu besar untuk cita-cita, pengorbanan mereka begitu besar untuk keluarga. mereka demikian bukan untuk siapa-siapa, selain untuk Allah dan yang disayanginya.

mungkin tidak ada hadiah yang lebih berarti bagi mereka selain senyum dan wajah cerah kita–setiap kali menyambut mereka. dan tidak ada yang lebih berharga daripada rasa syukur kita atas usaha-usahanya.

semakin kita saling menyayangi, semakin kita menyadari betapa banyak cara menyayangi di dunia ini. semakin lama, perjuangannya tidak akan lagi lurus kepada kita, tetapi kepada Allah dan hal-hal lain di dunia–bersama kita di sampingnya.

tersenyum dan berwajah cerahlah, mungkin itu kebaikan terbesar yang bisa kita berikan bagi seseorang.

Tabiat manusia.

Tabiat manusia.

Jika sudah cinta, maka apapun akan dilakukan untuknya. Total.

Entah untuk apa, atau siapa.

Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mempersembahkan yang terbaik, dengan cara apapun itu, lewat langkah sejauh apapun itu, dan melewati rintangan seberat apapun itu.

Kalau belum demikian, jangan mengaku cinta.

Apalagi mengaku cinta dengan Tuhan.


London, 25 Agustus 2016

Saya malu mengaku cinta pada-Mu, jika masih begini-begini saja. 

devierosmalasari  asked:

Sbgai seorang wanita, mana yg akan pilih seseorang dr masallu yg mengajak ke hub serius (pernikahan) namun kk hny syg sebatas teman atau bertahan atas perasaan kk terhadap sosok pria yg kk cintai diam diam?

pertanyaan sulit.

tapi, prinsip saya sih gini…

1. jodoh ga mungkin tertukar. 
mau siapa yang datang duluan, mau siapa yang kita cinta, mau gimana-gimana. formulasi jodoh ga seremeh itu. bukan cuma tentang perasaan, tapi banyak pertimbangan lain juga. salah satunya, tanya ke orangtua, karena mau gimana juga beliau berdua yang bisa kasih pandangan cukup terpercaya. atau, lihat lingkungan sekitar si dia yang bisa jadi pertimbangan cukup penting untuk tahu karakter dia.

2. perempuan akan lebih mudah jatuh cinta dan menerima laki-laki yang mencintai dia. sulit berlaku buat kebalikannya.

3. laki-laki yang sungguh-sungguh dan bertanggung jawab pasti akan mengajak ke hubungan serius, ga mau main-main. nah, terus kalau mau nunggu yang dicintai diam-diam, mau sampai kapan? yakin dia akan datang? kalau yakin, segera pastikan. kalau ga yakin, tinggalkan.

Temptation

Adalah memang benar. Allah menciptakan satu hati untuk satu tubuh. Satu hati untuk satu visi. Satu hati untuk satu fokus. Min qolbaini fii jaufih kalo bahasa Rosul. Kita tau, menghafal Qur’an itu adalah termasuk proyek besar dari semua proyek yang ada diseluruh dunia. Qur’an itu kan amanah Allah. Sedangkan kita pun tau hal terberat di dunia ini adalah amanah. Maka itu kita butuh energi dan konsentrasi yang maksimal sekaligus luar biasa untuk mengemban dan melakukannya.

Mari kita hitung. Didalam Qur’an terdapat sekitar 6000-an ayat yang terdiri dari 77.436 ayat yang harus kita transfer ke memori otak dalam waktu idealnya kurang lebih 1-3 tahun. Ya bayangin saja kalo otak dan hati geser fokus dikit aja. Fisik dan psikis udah lemah karena beberapa faktor. Yaudah wassalam deh.

Nah, salah satu faktor yang bikin penghafal Qur’an usia 20 something kehilangan konsentrasi adalah godaan asmara. Soalnya memang itu umur umurnya mereka suka galau masalah asmara sih yang saya tahu. Iya kan ya? Soalnya saya juga gitu. Ya kalo enggak gitu, berarti emang seperti itu ujian yang harus dilewati kalo emang lagi ngafalin Qur’an. Kembali ke individu masing-masing lagi.

Dauroh tahfidz nasional mencatat, 80% penanya kebanyakan mengeluhkan masalah kesulitan dalam menghafal terutama yang sudah sampai 20 juz keatas. Mungkin gini, 20 keatas itu syaitan rawan godain kita biar nyerah nggak sampe 30 juz. Sekuat tenaga syaitan pada keren-kerenan, pinter mana nggodanya. Padahal kalo konsen, juz 20 something itu gampang kata yang berpengalaman. Yang susah itu pertigaan kedua. juz 11-20. Ini susah emang sih. Orang binnadzor aja ndak lancar e. Kata-katanya mbulet gaes. Beneran. Menurut saya sih. Ndak tau kalo yang lain.

Ya Allah, saya saja yang belum sampai sepertiga terakhir udah banyak banget godaannya. Astaghfirullah, ndak bisa bayangin kalo udah nyampe juz 20 keatas. Cobaannya pasti bukan sekedar ujian biasa.

Soalnya yang saya tahu, kisah hidup saya, sesuai sampe mana hafalan saya. Misal waktu sampe juz 4 yang ada kalimat “walaa tahinuu walaa tahzanuu”. Yang artinya, jangan lemah dan jangan sedih. Waktu itu saya sedang lemah-lemahnya. Saya sedang sedih-sedihnya ngeluhin masalah-masalah yang datang bertubi-tubi. Jadi ya kadang suka bertanya-tanya. Duh selanjutnya ini ayatnya tentang apa ya? Jangan jangan masalah kesedihan lagi terus dapet ujian lagi. Jangan jangan tentang peringatan lagi. Takut kalo udah kayak gitu. Huhuhu.

Biasanya sehalaman kalo saya sehat fisik dan hati serta dengan konsentrasi yang penuh, sehalaman bisa satu jam. Dua jam-an paling lama. Kalo udah enggak konsen tuh ya, alhamdulillah seayat aja bisa semalam suntuk sampe bahkan nyerah. Enggak masuk-masuk, yaudah ditutup aja gitu. Saya tinggal tidur. Baiklah,saya enggak hiperbola. Ini beneran kok. Saya orangnya effort kalo udah konsen dan ada kemauan. Kalo enggak ya.. Allahummasholli ‘alaa sayyidinna muhammad. Bubar. :(

Alhamdulillah saya bukan tipe perempuan setia sebelum halal. Wkwkwk. Kalo mikirin rindu lawan jenis atau asmara-asmara berbau meyakinkan tanpa membuktikan gitu, saya ndak begitu keras mikirnya. Iya terkadang disatu waktu saya mikir iya. Tapi nggak keterusan juga. Iya, kadang bikin hilang konsentrasi iya. Tapi enggak bikin saya sampe tergila-gila. Rindu ya rindu. Doain, udah, beres. Saya ndak pernah menafikkan hal semacam itu. Ganggu? Jelas ganggu. Cuman pinter-pinternya saya handling aja sih. Namanya juga manusia biasa. Pfttt alasan purba banget Nai.

Cuman ya itu lho saya kepikiran yang ada dirumah. Mama bapak susah payah e. Kaki jadi kepala, kepala jadi kaki. Demi agar kita dapet ilmu sebanyak-banyaknya. Kok ya malah enak-enakan mikirin orang-orang begituan. Hatinya udah pindah kemana emang? Ya Allah, ampuni kami yang sering khilaf.

Simpel saja sih, kalo udah terjebak dalam hal seperti itu, berarti kurang dzikir. Kurang tilawah. Kurang wiridan. Kurang mengingat mati. Yagitu. Saya juga termasuk didalamnya. Horor. ighfirlanaa Ya Allah…. :(

Udah segitu aja curhatannya malam ini, Nai cuma minta do’a. Do’akan Nai tetap lurus dijalan-Nya. Kalo belok dilurusin lagi. Semoga yang mendoakan selalu dijaga Allah.  Aamiin. :’)

sepanjang saya mengenalnya, JS Khairen telah begitu banyak memberikan inspirasi kepenulisan kepada saya, juga warna pada dunia tulis-menulis kita. berbeda dari novel-novel besutan Khairen sebelumnya, Ninevelove tidak berkisah mengenai tokoh-tokoh tertentu (seperti Karnoe dan Bunda Lisa) ataupun tentang perjalanan (seperti 30 Paspor). Ninevelove berkisah tentang siapa saja dan terasa begitu personal, sampai-sampai saya ikut tenggelam di dalamnya.

ini adalah novel yang sangat saya tunggu-tunggu. draft-nya telah lahir sejak bertahun-tahun yang lalu–dan kini telah menjadi karya yang luar biasa. hanya untuk satu orang–hanya untukmu–Ninevelove kini dapat dipesan (pre order) melalui www.gramedia.com hingga 8 September 2016. ada 200 buku bertanda tangan yang siap diperebutkan.

kisah jatuh hati dan patah hati yang menghanyutkan dalam Ninevelove membuat siapa saja ingin jatuh cinta lagi, menikmati senangnya sekaligus sedihnya. karya ini adalah teman yang pas untuk dinikmati di mana saja dan kapan saja.

ang saya ko pa ngayon kahit mejj sumama yung pakiramdam ko nung pauwi na ko. envi kasi class namin kaninang umaga tapos naka 100 ako sa midterm exam namin huhu bes tangina mah hart mah sol hahahahahahaha sobrang saya ko. ang lamig pa sa room namin don kaya nung bago nagstart klase nagsa-sound trip kami tas biglang nag-play “winter wonderland” hahahaha k bes.

“Salah kalau kita punya cita-cita menjadi seorang pendakwah. Apapun cita-cita kita, kita harus tetap berdakwah. Karena berdakwah kewajiban semua orang, apapun cita-citanya.” ujar arif, seorang pemuda peserta sesi sharing kemarin tentang “Pemuda Berkarya”

Ya, jika dakwah adalah tentang menyebarkan kebaikan, apakah menjadi penyebar kebaikan itu adalah profesi? tentu tidak, karena apapun profesinya, tentu kita tetap harus menyebarkan kebaikan.

Salah satu hal yang saya senangi dari berbagi ilmu adalah, saya juga mendapatkan ilmu, bahkan dari peserta sekalipun.

Terima kasih kang arif karena sudah saling mengingatkan.

change.org
@FIBA Mr. Horacio Muratore, remove the ban on Headscarves! #FibaAllowHijab
Saya Raisa Aribatul Hamidah (26 tahun), pemain basket Profesional di Indonesia. Saya mulai bermain basket pada usia 14 tahun, di Club Sahabat Ponorogo. Kecintaanku pada bolabasket, membuahkan prestasi di ajang olahraga tertinggi Indonesia (PON) sebanyak 2 kali, memberiku kesempatan untuk tampil di Liga...

Saya Raisa Aribatul Hamidah (26 tahun), pemain basket Profesional di Indonesia. Saya mulai bermain basket pada usia 14 tahun, di Club Sahabat Ponorogo. Kecintaanku pada bolabasket, membuahkan prestasi di ajang olahraga tertinggi Indonesia (PON) sebanyak 2 kali, memberiku kesempatan untuk tampil di Liga Profesional (WNBL dan WIBL), dan mendapatkan beasiswa sekolah S2 di Universitas Airlangga Surabaya. Saya memakai jilbab sejak kecil, termasuk dalam menekuni hobi saya, jersey basketku harus dibuat sedemikian rupa, sehingga menutupi semua aurat dan memakai hijab.

Tidaklah mudah untuk mempertahankan hijab sampai saat ini, meskipun di Indonesia adalah mayoritas muslim. Adalah saya (mungkin), perempuan pertama yang memakai jilbab saat bermain basket. Termasuk saat mengikuti kejuaraan basket daerah jawa Timur untuk pertama kalinya (2005) di Surabaya. Sejak saat itu, setiap akan memulai pertandingan, timku selalu mendapatkan Technical Foul karena kostumku yang tidak wajar, tidak seragam dan dinilai tidak sesuai dengan peraturan. Tahun 2008 setelah dipanggil untuk memperkuat TimNas Indonesia Muda, namaku ditarik kembali dari daftar pemain dikarenakan saya tetap ingin berjilbab saat pertandingan. Tahun 2015, kasus serupa juga kembali terulang. Saya harus mengalami rintangan yang luar biasa untuk mengejar impian saya bermain basket di tingkat Internasional. Saya membuat permohonan ini kepada FIBA agar menghapus larangan tutup kepala (hijab) selama pertandingan.  

Peraturan Tiga – Pasal 4 tentang Tim, Poin 4.4 tentang Perlengkapan Lainnya, tertulis:

“4.4.2.   Pemain tidak boleh memakai perlengkapan (benda-benda) yang dapat menyebabkan pemain lain cedera. Antara lain: tutup kepala, asesoris rambut dan perhiasan”

FIBA mengatakan bahwa aturan ini untuk alasan keamanan pemain, tapi dimana bukti klaim ini? Di cabang olahraga sepakbola, pada tahun 2012 FIFA memberikan tenggat waktu sebagai masa uji coba dan mereview kembali aturan tersebut. Dari masa uji coba tersebut, tidak didapatkan bukti yang kuat bahwa penutup kepala dapat membuat cedera pemain, sehingga FIFA benar-benar menghapus larangan tutup kepala selama pertandingan. Mengapa FIBA tidak mengikuti jejak FIFA disini? FIBA masih membutuhkan waktu dua tahun sebagai masa uji coba sebelum pencabutan tersebut berlaku penuh, terhitung dari September 2014. Saya telah melihat bagaimana dunia olahraga dengan profesional mengatasi berbagai permasalahan, akan tetapi mengapa FIBA tetap tidak mengambil tindakan cepat dalam hal ini? Jika saya tidak diijinkan memakai jilbab, mengapa beberapa pemain diperbolehkan untuk menampilkan tato agama mereka tanpa perbedaan dan tanpa masalah?? Ada banyak pemain berbakat di seluruh dunia yang diperlakukan tidak adil, ditolak haknya untuk bermain di kompetisi FIBA. Karena memakai hijab, turban atau yarmulke, beberapa juga ditolak di tempat kerja.

Teman saya Bilqis Abdul Qadir, pemain basket wanita pertama yang memakai jilbab dalam sejarah NCAA. Dia pemain yang luar biasa, tetapi tidak pernah bermain basket di luar negeri karena aturan ini, begitu pula dengan Indira Kaljo. Wasit FIBA wanita pertama yang memakai jilbab dari Indonesia, Yuli Wulandari, diragukan bisa tambil untuk memimpin pertandingan di SEABA tahun 2016 ini karena memutuskan memakai jilbab.

Saya meminta anda untuk menandatangani petisi hari ini untuk menuntut FIBA merubah aturan larangan memakai penutup kepala. Tanda tangan anda akan sangat membantu kami, Insya Allah FIBA akan mengubah aturan sehingga semua pemain di seluruh dunia akan diberikan kesempatan yang sama untuk bermain basket profesional di luar negeri dan untuk mewakili negara mereka di kompetisi Internasional!!

Sudah banyak cabang olahraga lain yang mengizinkan atletnya mengenakan jilbab. Alasan bahwa penutup kepala khawatir bisa membahayakan memang harusnya bisa kembali ditinjau ulang. Jangan jadi pihak-pihak menyedihkan dengan terus mencari alasan. Monggo yang mau ikut tanda tangan petisi ini, satu tanda tangan bisa mengantarkan keresahan ini semakin dekat dengan kelegaan. Semoga Allah ridho.

Ingat tujuan dari rumah.
—  Ini quote santriable banget. Hampir setiap hujroh (kamar) di pesantren saya sewaktu SMA dulu memasang quote ini dilemari mereka masing-masing.
Fakta vs Candu

Apakah wacana menaikkan cukai rokok akan ‘membunuh’ buruh pabrik rokok? Mematikan petani tembakau? Ijinkan saya menjawabnya dengan fakta. Dan jika kalian tidak sependapat, tolong jawab juga dengan fakta.

Apakah cukai rokok naik, maka buruh pabrik rokok akan dipecat? Jawabannya, bisa iya, bisa tidak. Tapi yang pasti, tanpa kenaikan cukai rokok, buruh pabrik rokok memang sudah dipecatin. Tahun 2014, Sampoerna mem-PHK 4.900 buruhnya, Bentoel menutup 8 pabriknya (dari 11, sisa 3), juga mem PHK ribuan karyawan, Gudang Garam mem-PHK 4.000 lebih buruhnya. Belum terhitung pabrik2 lainnya. Perusahaan beralih ke mesin. Yang tidak perlu digaji tiap bulan, yang produktivitasnya tinggi, yang cepat dan efisien. Itu fakta semua, loh. Perusahaan rokok peduli sama buruh? Hehe, kalian naif jika percaya 100%. Di mana2, bisnis adalah bisnis. Dulu, klaim tentang 6 juta tenaga kerja bekerja di industri rokok mungkin masuk akal, tapi please, silahkan buka data terbaru, berapa persen yg telah di PHK dan digantikan oleh mesin?

Apakah cukai rokok naik, maka petani tembakau akan kehilangan pekerjaan? Jawabannya, bisa iya, bisa juga tidak. Tapi yang pasti, tanpa kenaikan cukai rokok, petani tembakau Indonesia memang perlahan tapi pasti telah tersingkir. Tahun 2011, menurut data dari Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), impor tembakau Indonesia hanya 64,8 ribu ton. Setahun kemudian, 2012, nilainya melesat tidak terkendali 104,4 ribu ton. Dan naik lagi tahun 2013, sebesar 133,8 ribu ton. Kebutuhan industri tembakau Indonesia itu ada di angka 250rb ton per tahun, itu berarti, separuh lebih tembakau diimpor dari luar negeri. Bisnis adalah bisnis, jika tembakau luar negeri lebih murah, ngapain pabrik rokok harus beli tembakau petani Indonesia?

Harga tembakau? Wah, ijinkan sy memberitahu, di China, harga tembakau bisa 1-2 dollar/kg. Di Indonesia saat ini diangka 34.000 - 47.000/kg, dan petani sudah megap-megap dengan harga segitu. Dulu, idealnya harga tembakau adalah 80.000-120.000/kg. Tapi bagaimana mau jadi 120rb? China mau dilawan? Silahkan lawan harga tembakaunya yg hanya 14.000/kg. Tambah biaya logistik, dll, itu tembakau sampai di Indonesia cuma 20-30rb/kg. Pembela rokok itu koar2 bilang ada 6 juta petani tembakau di Indonesia. Ah masa’ sih? Kok bisa produksi tembakau-nya cuma 170.000 ton per tahun saja? Lahan tembakau saja semakin berkurang, paling tinggal 190.000 hektare, karena petani mulai mikir menanam tanaman lain.

Jadi ijinkan saya memberitahu kalian masa depan industri rokok ini?
1. Mereka akan semakin beralih ke mesin utk memproduksi rokok
2. Mereka mencari tembakau murah (bahkan jika itu di planet Mars sekalipun).

Apakah pabrik rokok memang peduli dgn petani Indonesia? Peduli dgn buruh pabrik? Waduh, sy lebih suka melihat faktanya saja. Yang saya tahu, sejak jaman dulu, hingga jaman mobil terbang, juga kejadian di negara2 maju (sebelum pabrik rokok terpaksa menyingkir ke negara berkembang karena perokoknya berkurang), ‘petani’ dan ‘buruh’ memang menjadi argumen yg paling seksi sebagai tameng. Hingga kita lupa, Sampoerna, untung setahunnya bisa 10 trilyun loh. 10.000.000.000.000, tuh nol-nya banyak banget. Kalau gaji kalian dikantor ‘cuma’ 10 juta per bulan, kalian butuh 1.000.000 bulan untuk dapat uang ini.

Pemilik perusahaan rokok tajir super gila, sekali tepuk dapat untung 10 trilyun, nasib ‘6 juta’ petani tembakau cuma dapat remah-remahnya, ‘6 juta’ tenaga kerja pabrik rokok cuma dapat ampasnya saja.

Kita bahkan belum bicara tentang berapa besar biaya kesehatan yg harus dikeluarkan gara2 rokok. Kita bahkan belum bicara jutaan remaja usia SMP, SMA, tergoda merokok. Kita belum bicara tentang jomblo, eh, maaf ngelantur, maksud saya biaya2 berobat akibat penyakit rokok. Saya tahu, kalian tidak akan percaya rokok itu penyebab penyakit kanker, jantung, dll. Saya tahu banget, setahu bahkan ada perokok yg percaya merokok itu baik untuk kesehatan.

Tetapi lewat tulisan ini, ijinkanlah sy berterus-terang: Sy tidak peduli kalian mau terus merokok atau berhenti (bahkan i dont care kalian mau mati atau sehat gara2 rokok). Yg saya peduli, di page ini, 2/3 anggotanya adalah remaja, merekalah tujuan sy menulis. Saat mereka memikirkan tulisan ini, akan lahir jutaan generasi baru yg tahu persis jika merokok itu tidak bikin jantan, macho, cowboy, dsbgnya, merokok itu justeru bikin impoten. Jadi tidak perlu GR ngamuk2 nulis komen marah, tulisan ini bukan untuk kalian.

Tere Liye

anonymous asked:

sa aming 6 na magkakabarkada, ako na lang ang single :( alam mo yun, yung feeling na naprepressure ka din magbf kasi lagi kang inaasar na ikaw na lang daw ang single. Yung totoo, naiinggit ako everytime na nakikita ko yung saya sa mga mata nila kapag kasama nila bf nila. Lagi kong tinatanong sa sarili ko, ano kaya feeling nang ganon? yung may umaapreciate at nagmamahal sayo. Yung papahalagan ka ng sobra kasi mahal na mahal ka. My friends are very lucky and seeing them happy is more than enough❤️

yes. alam ko yan. alam na alam. hahaha pero okay lang yan bes. enjoyin na lang natin ;)

jeansavitri  asked:

Hi kak assalamu'alaikum. Kak boleh tanya apa yang kakak lakukan saat sedih? Trimakasih

Halo @jeansavitri , terima kasih atas pertanyaannya.

hmm, yang saya lakukan kalau sedang sedih, saya segera mungkin melepaskan kesedihan dengan cara melakukan me-”time”.

Saya kadang kalau sedih, saya coba menghibur diri, seperti berkeliling kota, ke tempat-tempat yang tidak pernah dikunjungi oleh saya sendiri. Kalau di bandung, misalnya ke pasar elektronik cikapundung, atau sekedar berjalan-jalan di pasar baru, atau diam sendirian di tempat sepi, taman atau masjid misalnya.

Kadang, setelah itu, saya tidur dulu. Karena dengan tidur, suasana hati bisa lebih tenang.



Ya, pada dasarnya, setiap orang akan mengalami masalah serta ujian dalam hidupnya. Dan tak sedikit, masalah yang dihadapi akan memberikan kekecewaan yang berujung kesedihan.

Entah itu kamu gagal masuk kuliah, entah itu kamu tak berhasil mendapatkan pekerjaan, entah itu kamu gagal mendapatkan hati si dia, atau bahkan kamu harus ditinggalkan oleh orang-orang terdekatmu. Ya, semua itu memang sakit dan bisa membuat sedih.

Saat dulu saya gagal masuk kuliah 3 kali, rasanya sakit, tapi saya hanya tertawa, itu berarti saya belum maksimal belajar. Tapi syukurnya, ternyata saya diterima di salah satu kampus terbaik.

Saat dulu saya gagal lulus kuliah tepat waktu, rasanya pedih, tapi saya senyum saja, itu berarti saya lalai. Tapi syukurnya, ternyata saya lulus juga walaupun harus di akhir waktu.

Kadang, banyak orang yang akhirnya terus larut dalam kesedihan. Sedih boleh, tapi jangan lama2. Karena saat kita bersedih, waktu terus berjalan. pertanyaan dalam batin saya, “kalau saya lama-lama bersedih, maka saya berlama-lama tidak produktif”.


Pada akhirnya, semua masalah yang ada sekarang. Hanya akan menjadi sebuah pengalaman untuk ditertawakan di masa depan kelak. Maka jangan lama-lama bersedihnya.



Sekian @jeansavitri , semoga menjawab pertanyaannya.

aku follow tumblr kamu, very nice. keep writing :)

Rindu pada kawan-kawan WeChat dulu. Kepada bekas sahabat-sahabat WeChat saya ;

WeChat ID : Azi7461 / Azi694

Pls contact saya di Tumblr. Im really miss u all.

Saya dah tutup akaun WeChat, lebih senang dan suka guna Tumblr…

Jumpa lagi nanti.

“Saya sering merindukan masa lalu, yang tertawa tanpa beban, dan hanya menangis karena teman menakali . Saya rindu diberi hadiah oleh kakak-kakak saya, saya rindu masakan ibu setiap pagi dan sore.. Tapi saya sama sekali tidak mau kembali ke masa lalu itu.
Kini, kami memiliki beban di pundak kami masing-masing.
Kita mendewasa, kita memiliki hidup yang berbeda dan beban dipundak yang menumpuk.
Kini tawa kami adalah kebahagiaan yang sering kami tutupi bebannya.
Tapi saya bersyukur, dari segalanya yang terjadi.
Saya duduk dimasa kini.
Bersama mimpi yang tak lagi ingin dipijaki.
Lebih ingin mendewasa dengan baik, dan menikmati kehidupan dengan banyak bersyukur, sabar dan ikhlas.
Karena kelak, jika semua yang ingin saya mau tidak bisa terwujud.
Saya masih memiliki sabar yang tak akan membuat lelah memikul beban hidup.. ”

(at Singapore)

Made with Instagram
Electrical Problems

Ada saatnya ketika kita merasa benar-benar membutuhkan orang lain. Terutama setelah menikah.
Iya. Saya hampir dibawa gila dengan semua masalah per-elektronik-an yang mendadak kompak jadi tulalit.

Pompa air yang macet, Indosat IM3 yang ya-Allah- rewel koneksi hancur CS tidak bisa dihubungi, sound iPhone yang tiba-tiba error tidak ada suara sama sekali, baik musik, nada dering, bahkan suara orang yg menelepon, laptop lemot dan bervirus, printer ngadat, gas habis, galon isi ulang habis, internet wifi habis…

Rasanya seperti… kecoa jungkir balik 😭gak bisa hapahapa.
Seketika berubah menjadi wanita tidak berdaya yang hidupnya sangat bergantung pada sesuatu. Pada dia yang sangat diharapkan kepulangannya.

Suami.

Engineerku. Tukang-angkut-ku.

Yang saya tinggal tidur aja sepertinya semua masalah itu selesai sudah.

Ada saatnya, yang kita butuhkan hanya kepulangan teman hidup kita.

*mewek* *edisi kangen suami*

anonymous asked:

Kak mau nanyak, kalo sikap dia waktu chatting sama ketemu langsung beda itu kemungkinan knp ya? Soalnya kalo ketemu langsung dia suka jail, dan kadang orang lain ngira dia ada hub sama kita, padahal kalo di chat cuek bgt, tapi dia hafal bgt tulisanku

saya ga paham bagian “hafal banget tulisanku” ini maksudnya tulisan apakah?

yang pasti, wajar sih kalau nyata dan maya orang bisa jadi beda gitu. kebanyakan sih asik di maya, diem di nyata. kalau kebalikannya gini, ya wajar juga. ga semua orang suka sibuk sendiri sama HP (chat, telepon, dll). dan, ga perlu GR juga kalau dia kenapa-kenapa cuma karena jail dan asik di nyata. bisa jadi memang dia gitu ke semua(?). kalau mau jawaban pasti, langsung nanya orangnya aja. hehe. semoga berhasil, ya!

Halo teman-teman, buku bermain cuaca sudah terbit. Open Pre Order pertama sudah ditutup hari ini ya. Terima kasih untuk semua yang sudah ikut PO. Karena penerbit Bermain Cuaca sedang sibuk mengadakan gerakan sekolah menulis buku, jadi pengiriman bukunya agak lama. Jika sudah selesai, buku akan segera dikirim. Bagi yang ketinggalan PO, kalian masih bisa ikut PO dengan mengikuti Pre Order kedua pada tanggal 1 September - 15 September 2016. Bagi yang ada di Malang, mari datang ke peluncuran buku dan bincang buku Bermain Cuaca bersama saya pada hari Minggu, 28 Agustus 2016.

Buku ini ada untuk menjadi teman perjalanan pembaca. 💕

Salam hangat,
Irawati Ningsih
@rintikkecil

Made with Instagram

I.
Ngayon ko lang naintindihan
kung paano naging katumbas
ng bawat saya na ating pagsasama
ang lungkot na ating mararamdaman.

II.
Ngayon ko lang naintindihan
na hindi pala pwedeng maging sapat
at hindi magiging sapat kahit kailan
ang salitang “mahal kita”
para manatili ang isang tao
hanggang dulo.

III.
Ngayon ko lang naintindihan
na mali ang magmahal basta
hindi dahil sa kung paano kayo nagkakilala
kundi dahil hindi kayo ang itinakda.

IV.
Ngayon ko lang naintindihan
na kahit gaano kagaling ang isang tao
hindi parin siya magiging sapat
kung hindi naman sya ang hinahangad
ng taong pinapangarap niya.

V.
Ngayon ko lang naintindihan
kung paano pahalagahan
lahat ng masasayang alaala.
Dahil ngayon, ngayon alam ko na.
Kung ano ang nararamdaman
nang naiwanan at nang-iwan.

VI.
Hindi pala lagi na ang naiwanan
ang mas nasasaktan.
Hindi pala lagi na ang mang-iiwan
ang syang may kasalanan.
Hindi sapat na mahal mo ako
at mahal kita para magtagal tayo.

Teh, kelak jika saya pulang ke Indonesia saya mau keluarga yang utuh. Tapi Allaah selalu punya cara terbaik.
Semoga Allaah khusnul khotimah kan teteh, bahagia di SyurgaNya, semoga kami secepat mungkin ikhlas dan bisa berjalan lagi menuju kepulangan kami.

Karena kematian inilah yang membuat kita ingat, bahwa kita akan pulang.

Selamat jalan teteh :(

Kamis 25 agustus 2016
00:10