by!saya

Semoga Dapat Yang Terbaik
— 

Hmmm …. sampai saat ini saya masih selalu gemas ketika ada seseorang mengucap atau menuliskan permohonan macam itu, entah untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Kalimat itu selalu membuat saya gregetan dan pengin bilang; Emang kapan Allah enggak ngasih yang terbaik!?

Entah logika saya yang keblinger atau saya yang berlebihan, tapi menurut saya, permohonan macam itu justru menunjukan barangkali ada sebagian hati kita yang tidak benar-benar yakin bahwa Allah-lah sebaik-baik peramu kehidupan.

Israel: Indonesia Itu Brengsek!

Mungkin bagi Israel, khususnya Benjamin Netanyahu, Indonesia adalah negara brengsek yang bikin susah dan tidak jelas maunya apa. Sempat memberikan harapan palsu kepada Israel dengan gestur “pembukaan hubungan diplomatis” beberapa tahun belakangan, namun tetap saja persoalan sepele pesawat kenegaraan Israel yang mau menumpang lewat 3-4 jam di langit Indonesia tidak dikasih izin. Sehingga pesawat delegasi PM Israel ini harus mutar jauh ke atas lalu ke bawah. Ini bukti pemerintah Indonesia serius dengan sikap polugrinya terhadap isu Palestina. Kita harus mengapresiasi Pak Jokowi serta Bu Menlu yang tetap konsisten terhadap dukungan Indonesia.

Yang paling membuat saya sedikit tertawa satir di dalam berita ini adalah kalimat terakhirnya yang menyatakan: Normalisasi hubungan Indonesia dan Israel bisa saja terjadi, tapi hanya setelah rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaan. Ngeselin ga sih, Indonesia? Kemarin memberikan harapan normalisasi, giliran Israel menaruh harapan, dijawabnya seperti itu. Ini seperti main-main.

Well, Indonesia akan tetap menjadi Indonesia. Semenjak negara ini berdiri, sikap rakyat dan pemerintahnya selalu sama. Urusan Palestina, bukan semata-mata urusan bangsa Palestina saja. Tapi juga rakyat Indonesia.

Source: klik.

anonymous asked:

ka jagungrebus.. saya masih belum punya mimpi dan masih banyak hal yang belum dicapai seperti yang lainnya *padahal umur sudah melewati seperempat abad.. mohon sarannya ka.. nuhun _/|\_

Lah itu yg dialami banyak anak umur segitu. Life quarter crisis. Ada yang banyak mimpi tapi bingung, ada yang bingung ga punya mimpi, ada yang bingung dengan diri sendiri.

Jangan khawatir. Banyaklah bergaul, banyak silaturahim, banyak membangun jaringan, banyak baca buku, banyak berbincang dg orang yang punya mimpi, dan berdoalah supaya diberi cahaya untuk tahu mimpinya apa. Dari itu, kamu akan dapat inspirasi. Jangan sia2kan waktu sedetikpun, umur 25 bisa cepet banget jadi 35 *curhat.

Kalo pun ga punya mimpi ya gapapa. Bantu aja org lain mewujudkan mimpinya, itu juga baik. Ga semua org harus punya mimpi. Kadang2 mimpi malah bikin hidup susah, terutama ketika pilihan2 hidupnya adalah pilihan2 yang ga gampang. *curhat lagi

anonymous asked:

Assalamu'alaikum Ka, Ka saya saat ini tengah memiliki ketertarikan kepada seorang wanita, ia teman baikku, awalnya saya pendam biasa saja, mencoba mentralisir dengan cara tidak terlalu intens berhubungan melalui sosial media, Namun, teman nya memberi tau saya bahwa ia juga memiliki keterktarikan yang sama, dan meminta saya untuk menyatakan perasaan saya sejujurnya, untuk melupakan perasaan itu agar smsm melupakan perasaan ini. menurut kaka gimana?

Wa’alaykumussalaam, rajin Baca Qur’an, rajin kajian, hindari komunikasi yang tidak urgen, cari kesibukan yang membawa kebaikan.

Cinta itu ibarat kupu-kupu, jika kau dekati dia (sebelum waktunya) maka dia akan terbang, jika kau biarkan dia terbang bebas, dia akan menghampirimu di saat yang tidak diduga-duga. (Ini Quotes keramat dari Ustadz Burhan Shadiq yang masih saya inget sejak SMA). 

Trust me, it works.

Kecuali jika gak pake lama setelah itu langsung follow up.

Minggu, 19 Maret 2017 | insyaallah kerjabareng sama @fimhore-blog-blog untuk bikin acara bedah buku di kota Bogor, kemungkinan besar bertempat di kampus IPB. Di acara ini, insyaallah saya hadir bersama istri saya, @ajinurafifah untuk bincang-bincang bareng seputar buku ini.

Untuk informasi terkait acara, teman-teman bisa menghubungi 0857-9301-9462

Saya telah belajar bahwa orang akan melupakan apa yang anda katakan, orang akan melupakan apa yang anda lakukan, tapi mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana anda memperlakukan mereka.
—  Maya Angelou

anonymous asked:

Bang capek ngetik lo cowok kan? Kalo lo bls chat cewek lo cpt apa lama? Knp si gw blsnya cpt dianya lama bgtt

Saya lelaki. Saya membalas pesan masuk, sesuai situasi dan kondisi. Bila memungkinkan, secepatnya akan saya balas. Bila lelakimu tidak cepat membalas, mungkin saja kondisi dan situasinya tidak memungkinkan. Jangan selalu berpraduga. Jauhi prasangka buruk. Percayalah.

Ketika ditanya oleh seorang pelajar kemarin tentang kitab yang direkomendasikan dalam ilmu tafsir.

Syaikh Prof Abdurrahman Asy Syihri menjawab : tafsir ibnu katsir. Ya tafsir ibnu katsir bacalah 15 kali.

Kami pun tertegun.

Kemudian syaikh melanjutkan, lebih baik mengulang-ngulang satu kitab sampe bener-bener kuat dan paham daripada membaca 5 kitab tapi tidak diulang.
Saya dahulu membaca tafsir alqurtubi pada putaran pertama saya blm dapat faidah, kemudian yang kedua, yang ketiga, yang keempat baru saya merasakan faidah yang besar, kemudian saya melanjutkan yang kelima, keenam dan terus saya ulang. Saya merasa mendapatkan faidah yang tidak saya dapatkan pada bacaan yang pertama.

(Salah Satu Faidah dari Liqo Maftuh dengan Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Abdurrahman Asy Syihri).

Hikmah : Ilmu itu diulang-ulang. Bersabar dalam belajar. Jangan tergesa-gesa.

*menulis beberapa faidah para masyaikh dan mencoba mengabadikan beberapa pembelajaran dalam tulisan mengenai Al-Qur'an. Semoga Allah memudahkan niat ini.

anonymous asked:

mas, hayati punya temen nih, udah dibilangin buat jangan deket" biar ga banyak dosa tapi masih aja mepetin gitu, gimana tips ampuh biar dia paham dan sadarr?

Bang Zainuddin juga punya temen macem itu. Barangkali benar bahwa salah satu hal yang sia-sia adalah menasihati orang yang sedang jatuh cinta. Kalau tidak bisa dinasehati dengan tutur kata, saya lebih suka mengajaknya untuk menyibukkan diri. Saya tantang untuk menghafal sebuah surat, nanti saat ketemu lagi saya tes hafalannya. 

payungmerahbata  asked:

Assalamu'alaikum kak qur'aners, jalan apa selain ta'aruf untuk menuju ke tahap khitbah? karena sampai sekarang, saya kurang percaya dengan ta'aruf. untuk masalah menikah, saya hanya ingin menikah dengan teman yang sudah lama saya kenal. Tapi itu pengennya saya, entah jika Allah berkata lain.

Wa’alaykumussalam wr wb Irin, Bagi sebagian besar orang, menikah dengan seseorang yang telah dikenal bisa jadi terasa lebih aman dan nyaman. Karena kita sudah tau dengan jelas karakternya seperti apa, pemikirannya kurang lebih seperti apa, latar belakangnya bagaimana. Ya itu tidak masalah, selama saat prosesnya tidak ada bagian yang melenceng dari syari’at. Saat membayangkan ini, saya pikir kayanya seru juga ya. Meski hanya sekedar tau nama atau tau punya kesukaan dan pemikiran yang tak jauh berbeda, atau bahkan telah kenal sejak lama, nyaman kalau sudah sama-sama memahami.

Tapi bagi sebagian orang yang mungkin sudah menerima sepenuhnya siapa pun yang kelak hendak membersamai, taaruf tidak terlalu diambil pusing. Saat niat telah tertata rapi, saat hati telah berjanji untuk belajar memahami dan melayani, saat iman dan Al-Qur’an jadi landasan sebuah pertemuan, saya yakin meski belum pernah mengenal, seakan-akan rasanya sudah lama mengenal. 

Menurut saya, hal ini pun tidak masalah. Saya kira tak akan sulit itu bagi sebuah hati untuk belajar memahami, jika niat menikahnya benar-benar karena iman.


Agenda minggu ini masih belajar mendengar keresahan dan problematika jomblowan dan jomblowati tumblr. Pertanyaan lain saya pending dulu..

anonymous asked:

Kak mau nanya Jujur aku lagi kagum Sama sosok laki laki yg belum pernah ku temui Taunya lewat sosmed Dan crita crita dari adek kelas (dia kakak kelasnya temenku) Aku suka pemikiran Dan cara pandangnya, karena entah kebetulan atau tidak, Aku sama dia belajar Di jurusan yang sama Dan kita suka sama anak anak, jd nyambung gitu. Aku pengen ngungkapin kekagumanku atau sukaku itu, tanpa berharap balasan Karna Aku nggak mau pacaran Dianya pun sepertinya juga gitu Cuma pgn dia tau Kira kira gimana ya?

Barangkali perihal mengungkapkan memang jadi suatu yang tidak bisa dibilang sederhana, apalagi saat kita mengagumi seseorang.

Jika kita bisa menjamin bahwa setelah diungkapkan tidak akan terjadi hal-hal yang mungkin tak semestinya, mungkin tidak ada masalah. Namun, kebanyakan persoalannya tak begitu saja selesai setelah diungkapkan, apalagi jika di dalamnya terkandung sekian ppm (part per million) perasaan atau harapan meski sedikiiitt, tidak hanya sekedar kagum. Kalau tentang ukuran ini, hati masing-masing yang tau.

Kalau menurut pertimbangan subjektif saya, menjaga masih lebih aman ketimbang mengungkapkannya kecuali jika ada rencana follow up lebih lanjut. Saya pun paham bahwa saat kita punya rasa kagum inginnya diutarakan. Entah pada teman atau langsung ke si dia. 

Kalau memang nggak kuat lagi pengen ungkapin, gimana kalau kita ungkapinnya lewat Allah aja? :)