blackzone

Who are those guys ? who knows, maybe they escaped from some secret project… robots, lazer, huge weapons, spacenauts, dark crystal, sniper, fire and lightning, nuclear tendencies… 

Sometimes people ask me if I sell prints somewhere, this is one drawing I think could be very cool as a beautiful big poster… don’t you think ? I’m planning to do that…  yeah let’s do it. 

Watch on djmoriarty99.tumblr.com

워우~
#au #blackzone #good #party #djgandy

Ketimpangan

23.56 WIT, mataku terpejam tapi pikiranku melayang melanglang. Sekitar 15 menit yang lalu, pasukan Komando Taktis (Kotis) datang menjemput kami. Mereka mampir setelah pertukaran pasukan tim jelajah. Wadan Unitku menolak dengan halus jemputan itu. Tidak mendesak sama sekali, selain itu timing-nya kurang tepat. Tengah malam begini menggedor pintu rumah warga sipil. Mungkin itu bedanya sistem kerja militer dan sipil ya? Norma dan tata krama masih dipikirkan sebelum menjalankan tugas, tapi kalau militer, komandan bilang A ya kerjakan A. Anyway, sesungguhnya kejadian malam ini adalah salah kordinasi. Apa yang paling bisa disalahkan? Tak ada jaringan komunikasi disini, that’s why tak ada aliran informasi kabar dari Kotis ke Titik Penelitian. Salah satu akibatnya, miss koordinasi seperti ini.

Berbicara mengenai sinyal, Desa Golako Kusuma -desa yg kutempati minggu ini- sudah hampir setahun ini tak terjamah sinyal komunikasi. Mau tak mau, penduduk desa ini harus berkendara sejauh 4 km dari tempat tinggalnya untuk mendapatkan sinyal handphone. Aku tak perlu menjelaskan bagaimana sulitnya hubungan anak diperantauan dan orang tua yang ada dikampung itu. Miris rasanya saat masyarakat pusat -read: Jawa- menggembor-nggemborkan tagline “Indonesia Pegang Gadget” dengan memasang iklan perluasan penggunaan internet didesa, sementara saudaranya yang satu bangsa,satu tanah air, sama-sama berbahasa indonesia, merasakan kenikmatan berkomunikasi via handphone saja belum bisa. Ketimpangan semakin nyata di negeri ibu pertiwi ini.

“Sudah ada tower sekitar setahun lalu. Sinyal ada walaupun sedikit, tapi masih dapat berkomunikasi dengan pihak luar. Tapi karena towernya kecil sedangkan wilayahny aluas, sekarang towernya rusak.” Begitu tutur Pak Hasan, Kepala Sekolah Inpres UPT (Unit Pemukiman Transmigrasi) Goal, Halmahera Barat. Sebagai kepala sekolah beliau juga kesulitan dalam menjalankan program kurikulum 2013. Kurikulum 2013 menuntut kerja online, seluruh data guru, silabus, rancangan pembelajaran di-data secara online. Bisa dibayangkan bagaimana kerasnya kerja pendidik di daerah pedalaman, terlebih tak terjangkau sinyal? Ah, sedikit mengomentari sistem kurikulum 2013, sistem itu memang layak ditempatkan di Jabodetabek, tapi Indonesia itu Sabang s.d Merauke. Kita sama-sama tahu kondisi kemajuan daerah di Indonesia itu tidak seragam, haruskah dipaksakan sistem kurikulum yang seperti itu? Kalau penerapan kurikulum 2013 dibarengi dengan perbaikan fasilitas komunikas diseluruh Indonesia,penulis mungkin akan mendukung sistem tersebut. Karena memang praktis dan efisien untuk membentuk database seluruh guru di Indonesia. Tapi pelaksanaan di lapangan masih seperti ini.

Indonesia bukan hanya Jawa, Indonesia itu Sabang sampai dengan Merauke.

Salam Rindu dari Pedalaman Halmahera Barat

Golago Kusuma - Desa Trans

Watch on djmoriarty99.tumblr.com

아우 좋아. 에이유 블랙존 너무 좋아.
간디타임.
#AU #club #hiphop #blackzone #daegu