bikin'

Hari gini memang kebenaran lebih sedikit pendukungnya, kebatilan makin ramai pengikutnya |


Yang jelas-jelas melanggar Al-Qur'an & As-Sunnah mati-matian diperjuangkan | Yang menegakkan Al-Qur'an & As-Sunnah mati-matian ditekan |


Yang salah jadi legal, yang halal malah susah | Yang beramal shalih dianggap salah, yang beramal salah dianggap sahih |


Yang bermaksiat dibilang keren, yang beramar ma'ruf nahi munkar dianggap ekstrim |


Yang mengajak keburukan ramai ditiru | Yang menyeru kebaikan justru dibully |


Mayoritas belum tentu baik dan minoritas belum tentu buruk, atau sebaliknya | Karena baik-buruk standarnya bukan jumlah, tapi apa kata Allah dalam Al-Qur'an & As-Sunnah |


Maka saya pilih ikut jalan yang pasti-pasti aja, yang bikin selamat di akhirat dan berbahagia | karena hidup di dunia cuma sementara, ini tuh ga ada apa-apanya |


Makanya, barang kali hari ini atau besok ada yang ngajak kamu untuk dukung maksiat | tak usah ragu menolak meski akan kena olok | tak perlu risau bila berpegang pada kebenaran dari-Nya yang mutlak |


Bilang aja sama yang ngajak: “Ga apa-apa ga ikutan masuk neraka, asal bisa masuk Surga.” #GueMahGituAnaknya 👌😎

AKU BERTANYA KEPADAKU (2003)

(Dibikin setelah dia bertanya kepadaku:

“Ayah siapa Tuhan itu? Terus, siapa Kamu? Siapa Aku?”.

Habis itu kuambil gitar, bikin lagu dan bertahun kemudian direkam di kamarku, di ipad, di bumi yang luas ini)

Aku bertanya kepadaku tentang Tuhan

Tuhan adalah yang baru saja kusebut

Aku bertanya kepadaku tentang Monyet

Monyet adalah yang aku lihat di Cermin

Bukan Laut aku bila bukan engkau Ombaknya

Bukan Sungai aku bila bukan engkau Riaknya

Aku bertanya kepadaku tentang Hidup

Di saat bangun dipenuhi Pengharapan

Aku bertanya kepadaku tentang Mati

Di saat bangun berada di dalam Bumi

Bukan Laut aku bila bukan engkau Ombaknya

Bukan Sungai aku bila bukan engkau Riaknya

Bukan Langit aku bila bukan engkau Luasnya

Bukan Bumi aku bila bukan engkau Tanahnya

Aku bertanya kepadaku tentang Sorga

Di saat hati dipenuhi Kasih Sayang

Aku bertanya kepadaku tentang Neraka

Di saat hati dipenuhi Kebencian

Bukan Laut aku bila bukan engkau Ombaknya

Bukan Sungai aku bila bukan engkau Riaknya

Bukan Langit aku bila bukan engkau Luasnya

Bukan Bumi aku bila bukan engkau Tanahnya

Bukan Malam aku bila bukan engkau Gelapnya

Bukan Siang aku bila bukan engkau Terangnya

Bukan Api aku bila bukan engkau Panasnya

Bukan Air aku bila bukan engkau Sejuknya

E�T���c

Only Good Things

Bagaimana bisa 10 manusia yang berbeda-beda jenis dan habitat ini tinggal serumah dan makan semeja dan ngobrol tanpa tidur tanpa jeda?

Gw juga ga paham. Like… yeah, i don’t know… wateva.

Satu-satunya yang gw pahami adalah bahwa ada sesuatu yang cantique ditengah kenistaan kita ini XD Ada sesuatu yang mejikel (MEEEEJIIIIK) waktu kita dikumpulin jadi satu dan gw beruntung gw bagian dari sesuatu yang mejikel ini.

All these years gw sering merasa gw ga belong. Dan meskipun sekarang pun gw ga tau gw belong dimana, tapi dua hari sama kalian gw ngga merasa lost dan left out dan gw ga perlu berusaha buat merasa nyaman. Gw juga ga perlu bingung nyari-nyari topik karena setiap 5 detik sekali pasti ada yang diomongin. Sekalipun ga ada yang bisa diomongin, gw juga ngga terlalu khawatir, dan itu bikin lega.

It wasn’t perfect, but it was comforting being with you guys. Because most of the time, I didn’t have to try.

Gw juga gatau apakah keajaiban ini cuma terjadi karena kita lagi sama-sama puber kedua -karena kita masih punya banyak puzzle pieces yang harus dipasang bareng-bareng. Tapi gw harap kita ga sesedih itu. Gw harap puzzle kita ga akan pernah habis dan gw harap board game Hoho bertambah banyak #SALAH, supaya sampe kapanpun kita tetep bisa jadi manusia-manusia titisan mbak Rini yang fabeles dan ga harus menjadi sama supaya bisa tetap bersama. #OPOHIKI #IMCRYING

Personally, ini trip pertama yang bisa bikin gw merasa jadi orang yang lebih baik, meskipun cuma secuil. Kayak, pulang-pulang rumah gw mendadak jadi care ke bonyok dan adek gw cuma gara-gara terbiasa hidup bareng kalian in less than 72 hours. I mean, retret sekolah atau retret se-Indonesia pun (not that I took our trip as a retreat or anything) ga ngaruh di gw. Yang gw dapet dari situ malah cuma gosip dan feeling even scared dan hal-hal shitty-shitty-bang-bang lainnya yang didn’t even contribute anything pleasant to my life (?) Jadi selamat kalian, karena otomatis masuk ke daftar mahluk-makhluk yang ga bakal bisa gw delete dari kepala gw, even if I want to. 

Dan terima kasih teman-teman. Meskipun postingan ini ditulis udah dengan malu-maluinnya, dan banyak yang harus gw belok-belokin supaya gw ga terlalu dramatis kedengerannya, tapi dibalik pilihan-pilihan kata gw yang najis, tersimpan kejujuran 100% murni semurni susu Cimory. Dan juga meskipun ini pendek karena gw sekarang nulis ini diem-diem di kantor, I hope my feelings can come across to each and every one of you, and that everything I said here was just as serious as my dumbest jokes. 

I love you guys.

Let’s be fabeles…together!

Eh tau gak? kayaknya nahan kangen teh bikin gendut. Nih, aku korbannya. Dan aku belum pernah kurus, berarti kangen kamu terus~ uwuwuw