bertel

Bertel Thorvaldsen (1770-1844)
“Hygieia and Aesculapius” (1838-1840)
Possibly executed by Johann Scholl after Thorvaldsen’s relief
Marble
Located in the Thorvaldsen Museum, Copenhagen, Denmark

Aesculapius is the god of medicine, and his daughter Hygieia is the goddess of health. Here, Hygieia is giving a drink of health to the snake entwining Aesculapius’ staff.

Bertel Thorvaldsen (1770-1844)
“Hector and Andromache” (1867-1870)
Executed by H.W. Bissen and Vilhelm Bissen after Thorvaldsen’s original plaster model c. 1837
Marble
Located in the Thorvaldsen Museum, Copenhagen, Denmark

This scene comes from Homer’s Iliad, the Trojan Prince Hector takes leave of his small son Astyanax and his wife Andromache in order to go to war against the Greeks who have besieged Troy. His wife is standing on his left, and the little family is flanked on one side by the nursemaid who has brought the child to his father, and on the other by a warrior who has come to accompany Hector to the theatre of war. Hector is not to see his family again. He is killed in the battles that follow.

as much as i love the whole “no one knew where this was going” factor re: uncle scrooge i am glad that translators did know and therefore gave him an actual old man first name instead of the last name of the literary figure he was a one-off stand-in for. like i cannot tell you how mad and confused i was when i was little and first heard that he was called scrooge in english, not even ebeneezer, outside of the christmas carol movie

Bertel Thorvaldsen (1770-1844)
“Mercury about to kill Argus” (1829)
Marble sculpture
Located in the National Museum in Kraków, Poland

Argus was the gundred-eyed giant who was watching over the heifer-nymph Io in the sanctuary of Queen Hera herself in Argos. Hermes placed a charm on Argus’ eyes with the caduceus to cause the giant to sleep, after this, he slew the giant. Argus’ eyes were then put into the tail of the peacock, a symbol of the goddess Hera.
Jatuh cinta

Dear Boi,

Sudahkah ada gadis yang menarik hatimu?

Cantik kah? Pintar? Shaleh? Alhamdulillah kalau sudah ada. Berarti anak bapak normal. Berarti anak bapak sudah dewasa, sudah berani mengambil resiko dan siap bertanggung jawab.

 

Dewasa, berani dan bertanggung jawab

Itu syarat mutlak dari bapak untuk mengijinkan kamu jatuh cinta. Mutlak Boi, kurang satu saja bapak tidak ridho kamu jatuh cinta.

Boi, jatuh cinta itu fitrah. Bapak jatuh cinta, Ibu juga, dan kelak kamu pun mengalaminya. Syarat yang tadi bapak ajukan bukan karena ingin memberatkan, tapi untuk menjagamu, Boi. Di masa-masa Bapak dan Ibu muda, cinta itu harganya murah. Diobral dimana-mana dan merupakan sesuatu yang mudah.

Kamu tahu Boi? Kenapa hanya segelintir orang yang membicarakan soal mekanika kuantum? atau membahas Hadits atau membicarakan persoalan bangsa? Karena itu topik sulit. Sedikit yang mau memikirkan dan membicarakannya. Tapi cinta tidak, semua orang membicarakannya. Anak sd yang baru becus membaca sampai anak kuliahan juga sekarang bicaranya tidak jauh-jauh dari cinta. Cinta yang mudah, cinta yang turunan bentuknya berupa kangen, galau, move on, patah hati dan lain sebagainya. Jika ditambah dengan pengetahuan soal diksi dan majas, cukup sudah untuk menjadikan semua orang pujangga cinta.

Cinta di jaman bapak menjadi sangat mudah.

Kamu tahu Boi, bagaimana cinta diatur dalam agama kita? Cinta diikat oleh suatu perjanjian agung yang bahkan disetarakan dengan perjanjian antara Allah dengan para Nabi. Agung sekali. Dijadikan indah bagi manusia beberapa hal keduniawian dan salah satunya adalah lawan jenis. Namun, Allah memuliakan hamba-hambanya yang jatuh cinta dengan pernikahan.

Tapi,.

Setan dan kawan-kawannya tidak suka. Jadilah manusia dibuat ragu untuk menikah, dibuat bertele-tele dalam menghalalkan hubungan, sehingga manusia merasa berat untuk menikah. Disisi yang lain, setan seolah mengeksplore ketertarikan manusia kepada lawan jenis yang memang sudah fitrah. Tentunya lewat jalan yang salah.

Kamu tahu, Boi bapak ibu pernah mengambil jalan yang salah tersebut. Diantara banyak penyesalan bapak di masa lalu, pacaran dan berkasih sayang dengan yang tidak hak adalah salah satunya. Ingat apa yang bapak bilang soal syarat mutlak untuk jatuh cinta?

Dewasa, berani dan bertanggung jawab

Ketahuilah Boi, pacaran atau apa pun istilah yang mendefinisikan kegiatan berkasih sayang dengan lawan jenis non mahram yang belum halal, tidak memenuhi satu pun dari ketiga hal tersebut.

Pacaran itu cara mudah yang diberikan setan bagi sederetan manusia yang tidak becus memuliakan cintanya.

Bapak dulu salah satu dari deretan tersebut.

Mungkin kamu merasa kalo bapak ga pantes nasehatin karena bapak pernah salah. Tapi coba dipikir ulang, kalo di dunia ini cuma orang yang tidak pernah salah yang boleh ngasih nasihat maka di dunia ini tidak akan pernah ada nasehat. 

Dewasalah, lakukan tindakan berdasarkan ilmu. Jangan terbawa perasaan seperti yang lazimnya yang orang-orang lakukan sekarang. Jatuh cintalah dengan elegan.

Boi, segala sesuatu ada masanya. Termasuk jatuh cinta. Bapak harap kamu tidak termasuk orang yang nanti terlalu cepat dalam mendefinisikan cinta. Jatuh cintalah ketika kamu sudah merasa siap. Ya, merasa siap. Karena sejatinya untuk jatuh cinta dan menghalalkannya, kita tidak akan pernah benar-benar siap. Yang ada hanya merasa siap yang kemudian dilapis keberanian untuk mengambil resiko.

Jatuh cinta itu fitrah, sedangkan menikah adalah ibadah. Bukankah manusia diciptakan tidak lain untuk beribadah? (coba tebak ini dari surat apa ayat berapa). Boi, memilih pasangan ada banyak cara dan sayangnya, pacaran sejak usia muda bukan salah satunya. Banyak yang berdalih bahwa pacaran adalah ajang saling mengenal, agar tahu tabiat pasangan dan banyak sekali dalih-dalih yang sebenarnya tidak relevan.

Kamu tahu Boi, interaksi dengan lawan jenis yang diperbolehkan dalam agama kita seperti apa? Ikutilah. Kamu akan selamat dari cinta yang diliputi dusta dan nafsu semata. Boi, setiap jengkal kasih sayang yang kamu berikan padanya tanpa ikatan halal hanya akan mendekatkannya ke neraka. Apabila cinta, kenapa kamu membawanya ke neraka?

Cinta itu tanggung jawab dunia akhirat. Ajaklah cintamu ke surga dengan interaksi yang benar bukan untuk pelampiasan keinginan yang kemudian berujung neraka. Pegang teguhlah syarat dari bapak, untuk keselamatanmu, untuk cintamu juga.

Kelak, mungkin ada satu dua yang tertarik kepadamu. Jika kamu tidak suka, maka tolaklah dengan cara yang baik. Jika kamu berbalas rasa, ajaklah dia menuju hubungan yang baik. Cinta yang baik tidak akan menyengsarakan pemiliknya.

Jika kelak kamu jatuh cinta, maka segeralah dewasa. Siapkan ilmu sebelum amal. Jadilah lelaki yang berani mengambil resiko atas perasaannya dan bertanggung jawab atas keputusannya. Karena cinta tidak dibangun oleh perasaan semata.

Jangan khawatir jika semua orang punya pacar sedang kamu tidak. Biar, habiskan waktumu untuk diri sendiri, tak akan kurang kasih sayang bapak dan ibu kepadamu nanti. Jangan jadikan pacaran sebagai pelarian karena kamu merasa tidak diperhatikan atau kurang kasih sayang.

Bijaklah ketika kamu jatuh cinta. Jika kamu mencintai seseorang tentu kamu tidak ingin menyeretnya ke neraka, begitu pun orang yang mencintaimu, dia tidak akan mau membuatmu terluka. Cinta yang baik akan saling menjaga.

Tenanglah Boi,.

Jangan tergesa-gesa, cintamu akan mekar tepat pada waktunya.