berduri

Untuk semua, yang bukan untuk aku.

Dari pelukmu, dadaku berbuah luka.
Rayuanmu yang berduri menancap mesra,
meninggalkan lubang yang hanya cukup untuk aku mati seorang diri.

Dari pergimu, kakiku membatu dan keras kepala.
Kau telah mengikat langkahku untuk tidak berjalan selain ke arahmu.
Dan kau malah pulang kepada yang bukan aku.

Dari bibirmu, lidahku menelan semua omong kosong.
Melumat semua rayuan yang ludahkan.
Aku hanya bisa mati tersedak,  saat kau menyenandungkan sebuah nama yang bukan aku, di ujung janjimu.

Aku terima,
Semua kasih darimu,
yang bukan untuk aku.

Wanita, tumbulah seperti mawar berduri di tepi jurang..

Seorang wanita sempurna seperti setangkai mawar berduri. Dan
kesempurnaan mawar adalah pada durinya. Semua kisah, puisi,syair dari
klasik hingga postmodern memberi tajuk `mawar berduri’ untuk gambaran
kesempurnann bunga. Namun terkadang orang menganggap duri pada mawar
mengganggu, merusak bahkan menghalangi keindahan kelopak mawar.
Padahal justru dengan duri itulah setangkai mawar menjadi sempurna,
terjaga, terlindungi, tak dipetik sembarang orang.

Mawar adalah wanita, sedangkan duri pada mawar adalah aturan yang
melekat dari Allah bagi seorang wanita. Banyak orang mengatakan aturan
yang Allah buat untuk wanita, mengekang, sulit jodoh hingga sulit
mendapatkan pekerjaan. Padahal seperti duri pada mawar, justru aturan
itu yang melindungi, menjaga dan membuat seorang wanita mulia. Seperti
duri yang jadi penyempurna mawar. Maka aturan Allah yang menjadi
penyempurna wanita. Dan jika mawar berduri adalah mawar yang sempurna,
pastinya wanita dengan aturan yang melekat dari Tuhannya pula wanita
yang sempurna.

Seorang wanita sempurna seperti mawar di tepi jurang. Bukan mawar di
tengah taman. Jika mawar ada di tengah taman cenderung semua tangan
bisa memetiknya, dari orang biasa hingga orang `kurang ajar’ yang
nekat memetik walaupun ada tulisan “Dilarang memetik bunga”. Walau ada
larangannya orang tetap berani memetik, toh di bawah tulisan larangan
itu hanya tertulis ancaman “denda sekian puluh ribu atau kurungan
sekian bulan”. Tapi jika ada di tepi jurang tentu tak semua tangan
berani menyentuhnya.

Maka wanita, tumbuhlah di tepi jurang. Hingga tak sembarang tangan
lelaki bisa menyentuhmu. Hingga jika pun suatu saat ada seorang lelaki
memetikmu, pastilah lelaki yang paling berani berkorban untukmu. Bukan
sembarang tangan, bukan sembarang orang, bukan sembarang lelaki.
Karena wanita bukanlah barang murah yang boleh disentuh seenaknya.
Bukan barang hiasan yang bisa dipetik dengan ancaman kecil.

Kadang-kadang kita mohon pada ALLAH setangkai bunga segar dan wangi, DIA berikan kita kaktus yang berduri;
Kita minta pula kupu-kupu, DIA berikan kita ulat;
Kita jadi sungguh kecewa dan sangat sedih, namun tak lama lepas itu;
Kaktus itu berbunga dan menjadi sangat indah dan ulat itu pula menjadi kupu-kupu yang sangat menawandan cantik..
Kadang-kadang Allah akan hilangkan mentari dan kemudian DIA datangkan pula dengan petir dan guruh,
Puas kita menangisi dengan apa yang teradi, rupa-rupanya Allah nak hadiahkan pelangi yang indah untuk kita… Subhanallah…
Percayalah, ada kemanisan di sebalik setiap kepahitan. Mungkin hari ini, kita tidak dapat apa yang kita MAHU, tetapi hari kemudian rupa-rupanya Allah berikan apa yang kita PERLU.
Tak semestinya yang cantik dan menarik itu indah, menawan dan menggembirakan. Ia mesti di calit sedikit dengan kekecewaan, kepahitan dan kesedihan. Lalu terukirlah sebuah karya seni yang dinamakan kehidupan.
Seringnya, kita melanggar sesuatu yang kita tahu jelas bahwa hal itu adalah salah. Kenapa kita senang sekali membuat susah diri sendiri?! Sebab, bahagia tak kenal tempat, ia bahkan ada di antara yang berduri.
Baru selesai melihat katalog kaktus gradesi, aku akan membawa pulang yang paling berduri, memberikannya padamu nanti, memintamu memeluknya tanpa perduli nyeri, agar kamu tau rasanya merindukanmu sendiri.
—  Sakitpun, aku seperti tak perduli.
Jangan berusaha melupakan. Karena melupakan orang yang pernah kamu cintai sama seperti berusaha mengingat orang yang tidak pernah kamu kenal. Ikhlaskan dan kumpulkan retakan hati yang tercecer berantakan. Susun dan tempel kembali dengan lem taqwa. Dan perhatikan agar tak pernah jatuh di tempat yang salah lagi. Karena hati ibarat gelas-gelas kaca, bila terjatuh pastikan tetap utuh. Nanti sewaktu kamu udah pulih, akan tiba masa kamu akan diuji. Dia akan kembali dengan mawar berduri dengan sulur yang siap melukai.
—  Nasehat Ustadz Zizan :D

Katamu, jatuh selalu menyisakan sakit. Tetapi, sesakit apapun itu, aku akan tetap memilih jatuh. Jatuh hati kepadamu, berkali-kali. Selamat mendengarkan! :)

Aku Terjatuh

Ada yang terjatuh, serupa hujan rindu. ia mengalir pada anak-anak ingatan yang mulai gersang, tak lagi menjelma airmata sebab mengering bersama musim yang digugurkan:
serupa itulah aku mencintaimu yang garing.

Dik, Februari kembali merona namun ia masih menyisakan perit gigil yang menjerit. Seperti hangat yang terabaikan, atau justru seperti aku yang diam-diam kaudiamkan.

Barangkali, kita tak pernah dengan sengaja menabur benih-benih rindu, menyemainya dalam pot-pot cemburu, yang kelak tumbuh mekar mewangi sekalipun berduri, atau kita tak lebih dari mimpi-mimpi yang sebenarnya kerap menanggung gelisahnya sendiri. Meski imajiku mulai merayu–mengajakmu bercengkrama di antara rerimbun bait-bait paling sunyi.

Kadangkala, aku ingin berlari mencarimu, kemudian menghadiahi ciuman pada leher-leher resahmu, menyeduh kecupan di rebah dadamu yang patah, atau meniduri apa-apa yang tak semestinya kita sebut saling menyakiti.

Sementara, reput-reput ini kembali membeli retak: serupa musim-musim gelisah, beberapa sisa resah yang menggigilkan, atau justru rasa yang tak lagi kauhiraukan.

Dik, jika kelak kau kembali setuju, jalan pulang begitu mudahnya kautemukan, atau jika aku harus menjemputmu kembali, berikanlah beberapa kedip di salah satu kelopak matamu. Agar aku pun tak memberi ragu pada langkahku untuk memelukmu.

Bekasi, 2016

- ditulis oleh @tehjeruk

- dibacakan oleh @symphonykalbu & @narasibulanmerah

- cover oleh @filosofihujan

- mixing & mastering oleh @narasibulanmerah

Made with SoundCloud
Karya Terbaik Seorang Perempuan

Jadilah perempuan yang berkarya. Berkarya dengan mendidik anak-anaknya. Menjadikan mereka hasil karya terbaik dari tangan kita. Mereka akan tumbuh dalam sebuah proses mahakarya, hasilnya awet dan mengabadi. Dapat kita lihat dimasa depan ketika anak-anak itu tumbuh dan memberikan kontribusi terbaik untuk orang lain.

Karya terbaik seorang perempuan adalah anak-anaknya. Karir terbaik bagi seorang perempuan adalah pengabdian kepada rumah dan seisinya. Sarana terbaik untuk berkarya adalah keluarga. Pengharapan terbaik bagi perempuan adalah Dia. Sandaran letihnya ada pada hati yang menyamudera, luas dan mampu menampung segala.

Bila sang “pencipta” karya miskin ilmu dan kering iman, karyanya nampak hampa tanpa isi. Karya itu bertumbuh ditempat tandus. Bisa jadi bebal berduri, nyaris tanpa bunga dan buah. Tak beraroma bahkan berasa pahit.

Bila kita mampu mempersiapkan segalanya untuk sebuah karya dalam perlombaan atau kompetisi, kita berusaha hasilkan karya terbaik dalam dunia kerja, ataupun bersusah-susah menelurkan karya super rumit untuk sebuah proyek, mengapa enggan mempersiapkan segalanya dalam menghasilkan karya sejati sebagai seorang perempuan?

Engkau yang sedang tersesat dalam cinta, cobalah kau jawab tanyaku ini …

Jika yang kau genggam itu berduri dan menyengat, mengapakah engkau masih bertahan menggenggamnya?

Jika kau yakini jodohmu itu ada di tangan Tuhan, mengapakah engkau tak membebaskan tanganmu untuk mengambil belahan jiwamu itu dari tangan Tuhan?

Kecerdasan apakah yang sedang kau gunakan, untuk membiarkan tanganmu terluka oleh duri yang sesungguhnya bisa kau buang itu?

Tegaslah.

“Hati yang sedang sibuk mengemis cinta palsu, tak dapat menerima cinta yang sejati dan setia.”
—  Mario Teguh - Loving you all as always
Seanggun Mawar

Suatu malam kau datang membawa tangis. Mengadu hati sakit teriris. Tentang dia yang berpaling ke seorang gadis. Lupakan janji yang dulunya manis.

Saat itu aku tertawa geli. Bukan kejam tak peduli. Namun dari dulu sudah aku nasehati. Agar tidak bermain dengan hati.

Lelaki sejati berani menghadap wali, bukan bergombal ria di japri-mu. Atau mengarungi cinta bermandikan nafsu, yang kalamnya semanis madu, padahal untuk nafsu yang memburu.

Jika dia berani maksiati Tuhannya, hianatimu bukanlah apa-apa. Jika dia padamu berani menggoda, pada wanita lain tentu juga bisa.

Hati, jadilah mawar anggun nan indah. Yang berduri tak mudah disentuh. Untuk pengeran yang berani berjuang peluh. Datang dengan hati dan cinta yang utuh. Menghadap wali dengan tekad yang sungguh.

Belajarlah dari masa lalu. Kembalilah ke jalan Tuhanmu. Menyesallah sepenuh qalbu. Dan bukalah lembaran baru. Kemudian berjanjilah tak akan mengulangi. Bukan padaku. Tapi pada Dzat yang menciptakanmu!

Jakarta, 1437 H || Sen @SenyumSyukur

Untukmu Ukhty ^^

Suatu malam kau datang membawa tangis. Mengadu hati sakit teriris. Tentang dia yang berpaling ke seorang gadis. Lupakan janji yang dulunya manis.

Saat itu aku tertawa geli. Bukan kejam tak peduli. Namun dari dulu sudah aku nasehati. Agar tak bermain dengan hati.

Lelaki sejati berani menghadap wali, bukan bergombal ria di japri-mu. Atau mengarungi cinta bermandikan nafsu, yang kalamnya semanis madu, padahal untuk nafsu yang memburu.

Jika dia berani maksiati Tuhannya, hianatimu bukanlah apa-apa. Jika dia padamu berani menggoda, pada wanita lain tentu juga bisa

Ukhti, jadilah mawar anggun nan indah. Yang berduri tak mudah disentuh. Untuk pengeran yang berani berjuang peluh. Datang dengan hati dan cinta yang utuh. Menghadap wali dengan tekad yang sungguh.

Ukhti, belajarlah dari masa lalu. Kembalilah ke jalan Tuhanmu. Menyesallah sepenuh qalbu. Dan bukalah lembaran baru.

Kemudian berjanjilah tak akan mengulangi. Bukan padaku. Tapi pada Dzat yang menciptakanmu!

***

Tapi, akhirnya kau datang lagi. Dengan perut terisi. Mengadu tentang dia yang telah pergi. Tinggalkanmu menangis sepi.

Aku pun terdiam lama, tak tahu harus jawab apa. Hanya doa terlantun lirih, agar hati tak bersedih

***

Ukhti, hidup ini ceritakan banyak kisah dan sejarah, agar hati belajar dan mengambil hikmah.

Untukmu aku susun ‪#‎eBookUkhti‬. Sebuah kumpulan suara hati, para pelaku, korban, dan pemuda kahfi. Agar kau bisa jaga diri atau obati apa yang telah terjadi

Karena, Kalau bukan kau, siapa lagi wahai ukhti? ^^

***
Minat atau mau tanya2?
Invite pin sen 549A7D08 atau 087845001025 (SMS Only)
Bisa juga lewat line : senyumsyukur

Tulisan terkait #eBookUkhty