batile

There is no such things as balancing Haqq and Batil. In Islam there is only Haqq, there is no Yin Yang, black and white. No. There is only Haqq. Do you understand? When you are trying to achieve that Haqq, you will find balance. When you try to achieve that Haqq, even if you are in this world, even if you are pulled by the gravity of this world, you will find balance. But if you say, this world, I need this and I need this, I cannot go for Haqq, that time you are going to fall.
— 

~Sheykh Lokman Effendi Hz.

SIAPA YANG BERANI MENJAWAB PERTANYAAN INI?

Mengapa sulit bagi kita untuk mengucapkan kebenaran? Sementara tidak ada yang lebih mudah dari pada ucapan yang batil?!

Mengapa kita merasakan kantuk saat kita shalat dan merasa segar selepas selesai dari shalat?!

Mengapa kita begadang tiap malam hanya karena pertandingan sepak bola atau menonton film, atau duduk-duduk bersama teman-teman, dan kita tidak begadang dengan membaca al-Qur’an atau qiyamullail?!

Mengapa kita bisa bangun pagi-pagi sekali karena pekerjaan, sementara kita tidak bisa bangun karena Sholat Fajar?!

Mengapa kita takut terhadap pengawasan manusia, dan tidak takut terhadap pengawasan Allah subhanahu wa ta’ala?!

Mengapa kita menafkahkan banyak harta untuk kesenangan dan tamasya padahal itu akan segera hilang sementara kita bakhil untuk shadaqah kepada para faqir padahal itulah yang kekal.?!

Mengapa kita mengatakan cinta kepada Allah padahal kita bermaksiat kepada-Nya. Sementara kita mengatakan benci syaitan padahal kita menaatinya dan menjadi pasukannya?!

Mengapa kita merasa bosan saat membaca makalah diniyyah (agama), dan merasa semangat saat membaca makalah tentang sesuatu yang lain?!?

Mengapa kita menghapus SMS yang berbicara tentang urusan agama, dan menghafalkan SMS yang murahan?!

Mengapa kita senang mendengarkan lagu-lagu di mobil kita, dan membenci mendengarkan al-Qur’an di dalamnya?!

Mengapa kita melihat masjid menjadi tempat yang ditinggalkan dan melihat tempat- tempat permainan sebagai tempat yang di makmurkan?!

Mengapa kita menjauh dari orang yang menasehati kita dan menginginkan kita berada dalam surga, sementara kita mencintai dan mendekat kepada orang yang menuntun kita kepada kehancuran, dan jika kita kehilangan dia, kita mencarinya?!

Mengapa kita mengingat aib manusia dan melupakan aib-aib kita sendiri?!

Mengapa kita terpengaruh dan menangis karena nyanyian dan tidak terpengaruh serta menangis karena takut kepada Allah dan saat mendengar ayat-ayat-Nya?!

Mengapa kita marah jika kehormatan kita dilangkahi walaupun dengan satu ucapan dan tidak marah jika larangan-larangan Allah dilanggar meski dengan sesumbar?!

Mengapa kita membela Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dari orang-orang yang melecehkan beliau, dan tidak membela Allah subhanahuu wa ta’ala dari orang-orang yang menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, seperti ber-istighatsah kepada selain-Nya saat terjadi bencana, dan datang ke kuburan serta makam-makam yang dikeramatkan?!

Pikirkanlah perkara-perkara tersebut…!

Apakah engkau akan memikirkan apa yang baru saja engkau baca?

Apakah engkau akan berusaha untuk merubah keadaanmu?

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersabar saat terjadi bala’, dan bersyukur saat hidup ini makmur

[ Majalah Qiblati edisi 11 tahun 2 hlm 76 ]