atributes

A spune „Te iubesc” înseamnă a spune „Te voi iubi”, înseamnă să vorbești simultan la prezent și la viitor, să te extragi din curgerea timpului, înseamnă, cum scrie Octavio Paz, `să conferi unei ființe efemere și trecătoare două atribute divine: nemurirea și imuabilitatea`.
—  Alain Finkielkraut, Și dacă dragostea ar dăinui
yang kamu dapatkan

apa yang kamu dapatkan dari pasanganmu sama dengan apa yang menjadi alasanmu mencintainya, menerimanya.

jika kamu mencintai pasanganmu karena kecantikannya, kecantikannya pula yang kamu dapatkan.
jika kamu mencintai pasanganmu karena kebaikannya, kebaikannya pula yang kamu dapatkan.
jika kamu mencintai pasangan kamu karena kecerdasannya, kecerdasannya pula yang kamu dapatkan.
sama halnya dengan keluarganya, pekerjaannya, masa lalunya, masa depannya.

ada orang yang bilang, tidak boleh kita mencintai seseorang karena atribut-atribut yang dimilikinya. itu pendapat yang salah! justru, cintailah pasanganmu karena semua itu. hakikatnya, tidak ada di dunia ini pasangan yang cocok, yang ada hanyalah pasangan yang saling menerima.

menerima apa adanya tidak berarti menerima kekurangan-kekurangan saja, tidak seakan kita berdosa jika kita mencintai seseorang karena kelebihannya. menerima apa adanya berarti juga menerima kelebihan-kelebihan pasanganmu–yang tentu tidak sempurna, dan ada cela.

maka, jadilah yang paling bahagia atas setiap hal yang melekat pada pasanganmu. jika itu adalah sebuah kekurangan, tutupi, bantu dia memperbaiki. jika itu adalah sebuah kelebihan, syukuri, hargai–dan banggakan.

jadilah seseorang yang paling bangga atas setiap pencapaian yang dia raih–seberapapun besar dan kecilnya. sadarilah bahwa dia melakukan semua itu untukmu. namun, buatlah dia melakukan semua itu tidak hanya untukmu, tetapi juga bersamamu.

dan ingatlah untuk selalu mencintai pasanganmu karena amal sholeh, akhlak, dan hatinya–
hatinya pulalah yang kamu dapatkan.

***

disarikan dari berbagai nasehat pernikahan.

Hidup ini cuma numpang mampir, sebelum kembali ke kampung akhirat dan disana kit...

Hidup ini cuma numpang mampir, sebelum kembali ke kampung akhirat dan disana kita dipilihkan akan surga atau neraka sesuai dengan bekal yang kita kumpulkan di dunia yang cuma mampir ini, maka orang yang cerdas adalah yang mementingkan kampung akhiratnya bukan tempat mampirnya

Sering orang meributkan tempat mampir ini, ini harga mati, itu harga mati, ini harus begitu, itu harus begini, mesti ikut tradisi, mesti ikut nenek moyang, biarkan sajalah, orang-orang tak akan jadi penguasa di kampung akhirat, hanya Allah satu-satunya pemilik hari penentuan itu, maka repotlah dan khawatirlah akan maunya Allah bukan maunya manusia

Hidup itu cuma mampir, dunia ini tempat transit saja, ada yang transit jadi orang kaya ada yang jadi orang miskin, ada yang mampir jadi orang desa ada yang orang kota, dan Allah tidak akan bertanya tentang atribut lahirmu, tentang takdir yang memang dia sudah tentukan padamu

Tapi Allah pasti bertanya tentang semua modal yang diberikan kepadamu, apa pilihanmu dengannya? Bagaimana engkau memanfaatkan semua itu?

Allah tidak akan tanya kebangsaanmu nanti di akhirat, Allah tidak akan bertanya kamu lahir dari keturunan yang mana, karena Allah yang menakdirkannya. Tapi Allah akan tanya, kamu Islam atau tidak, menggunakan syariat Islam atau yang lain.

Hidup ini cuma mampir, siapkanlah jawaban diri sendiri kepada Allah Swt daripada sibuk menjawab bagi orang lain, karena setiap jiwa akan ditanya sendiri-sendiri, setiap jiwa tidak menanggung jiwa yang lain karena sudah kerepotan menanggung dirinya sendiri

Hidup ini cuma mampir, dan aku mampirnya ditentukan Allah di Indonesia dan aku alhamdulillah memilih Islam, dan aku bukan orang Indonesia yang kebetulan Islam. Jadi tanggung jawabku ada pada Allah saja, Allah semata

10

So here’s some of the commissions I’ve done this weekend. I’ve been offering “cyber makeover portraits” and people seemed to like them a lot :D The top one is one of redtheabsurdnerd who basically had all the required atributes already, besides katanas and a keytar I just felt like drawing at a time. Of course, the middle one is of Will himself, who got a shark arm to help him combat his irrational fear of sharks. It didn’t help.

~Commissions OPEN~

I decided to open commissions. There are few rules below, so before you place the order (you can do it by sending me an e-mail on paulwis94@gmail.com or if you have any questions, just send me a message here).

  • Prices are per one character. Price also includes a simple background. For more detailed ones, please ask, as I have the right to raise the price according to amount of work put into it. I will inform about the final price after receiving specific references and adnotations regarding order.
  • Please, send as much detailed description as possible. Reference pictures would be great. The more detailed it is, the better picture I can create for you and we will be both satisfied. I dont mind drawing OC, fanarts (suprisingly, I don’t draw only OP~), fantasy atributes, but not really full furry (elements like ears, tails are fine).
  • Currently I’m not doing NSFW art. Subtle nudity is fine, but I won’t work on anything hardcore. If you are not sure, please ask.
  • I’m working on A3 or A2 formats 300ppi, you can specify, which one you prefer. You receive png or jpg format.
  • During the process, I’m sending work in progress art, usually rough sketches and basic coloring, just to be sure if we both agree with it and eventually to correct some errors. It is to ensure that you are satisfied with that, so don’t hesitate to inform me if you want something changed. This stage is important as I don’t make refunds, if you don’t accept final piece.
  • I accept only Paypal, paid in advance. If price is 50$+, we can split it in half if you prefer. First one paid at the beginning, second after receiving sketch work in progress.

If you want something, what’s not presented here (e.x. portraits, different coloring style, presented on my other artworks), ask me about it. 

For more examples, please visit http://aianeart.tumblr.com

Hidup ini cuma numpang mampir, sebelum kembali ke kampung akhirat dan disana kita dipilihkan akan surga atau neraka sesuai dengan bekal yang kita kumpulkan di dunia yang cuma mampir ini, maka orang yang cerdas adalah yang mementingkan kampung akhiratnya bukan tempat mampirnya

Sering orang meributkan tempat mampir ini, ini harga mati, itu harga mati, ini harus begitu, itu harus begini, mesti ikut tradisi, mesti ikut nenek moyang, biarkan sajalah, orang-orang tak akan jadi penguasa di kampung akhirat, hanya Allah satu-satunya pemilik hari penentuan itu, maka repotlah dan khawatirlah akan maunya Allah bukan maunya manusia

Hidup itu cuma mampir, dunia ini tempat transit saja, ada yang transit jadi orang kaya ada yang jadi orang miskin, ada yang mampir jadi orang desa ada yang orang kota, dan Allah tidak akan bertanya tentang atribut lahirmu, tentang takdir yang memang dia sudah tentukan padamu

Tapi Allah pasti bertanya tentang semua modal yang diberikan kepadamu, apa pilihanmu dengannya? Bagaimana engkau memanfaatkan semua itu?

Allah tidak akan tanya kebangsaanmu nanti di akhirat, Allah tidak akan bertanya kamu lahir dari keturunan yang mana, karena Allah yang menakdirkannya. Tapi Allah akan tanya, kamu Islam atau tidak, menggunakan syariat Islam atau yang lain.

Hidup ini cuma mampir, siapkanlah jawaban diri sendiri kepada Allah Swt daripada sibuk menjawab bagi orang lain, karena setiap jiwa akan ditanya sendiri-sendiri, setiap jiwa tidak menanggung jiwa yang lain karena sudah kerepotan menanggung dirinya sendiri

Hidup ini cuma mampir, dan aku mampirnya ditentukan Allah di Indonesia dan aku alhamdulillah memilih Islam, dan aku bukan orang Indonesia yang kebetulan Islam. Jadi tanggung jawabku ada pada Allah saja, Allah semata
—  Ustadz Felix Siauw