aseantrip

[ASEAN Trip: Day 1]

What do you do when you arrive at 9pm in Bangkok and supposedly have to leave 9am the next day?

You bring it on, baby. Aint got time to sleep because we gonna maximize every dime and time we got.

We conquered Bangkok:

  • Khao San Road. Nuff said. Loved the vibe. Hanged around at one of the hippest club (well, Trip Advisor said so)
  • Strollin around Grand Palace……at freakin 4am in the morning. Walked all the way from our hostel to get there without GPS, got lost and asked our way to some random people along the way (there were very few people to ask for hahaha). The palace is pretty at night!
  • Ate Thai street food: Pad Thai and Mango Sticky Rice (I’ve been longing for this since in Jakarta, thank god I made time to eat this!)
  • Went to Chatuchak Market. We were waiting for our train when we decided that this is weekend (Chatuchak only opens on weekends) and we should definitely check out Chatuchak despite our VERY limited time. Went there with our backpacks on.
  • Hopped on a lot of different public transports: air conditioned bus, non-AC bus (it’s freakin free!), subway, taxi… (no Tuk Tuk in Bangkok, we hopped on Tuk Tuk at the Thai-Cambodia border instead). Initially, we really didn’t want to use taxi, because we thought it was expensive. But then the day got hotter and a hotelier told us it’s impossible for us to hop on and off on bus since we’ll get lost, so.. taxi. It wasn’t bad at all, pretty cheap! I guess transport in Thailand is overall pretty cheap. In addition to the free bus, the intercity train is free for the locals. Cool! As for the free bus, it took us a few attempts of failed body language-ish conversation with the bus driver until we finally understood that the bus was for free hahaha.

Anyway, not bad, eh? Got to enjoy Bangkok quite differently! Btw, pardon the iPhone-vids + snapchat video compilation. Some random stuff I found.

ASEAN Trip Review

Dua minggu yang lalu, gue baru aja melakukan perjalanan ke beberapa negara di ASEAN dengan menggunakan ASEAN Pass yang pernah gue posting sebelumnya. Perjalanan 10 hari yang penuh bumbu dapur karena udah gak karuan after taste-nya. Haha

Moving on, seperti pernah gue ceritakan sebelumnya, perjalanan yang gue lakukan dimulai dari Jakarta, ke Malaysia, Thailand, dan Singapura yang dirangkum jadi 8 penerbangan, dan 5 destinasi, dalam waktu 10 hari.

Setiap perjalanan di suatu negara akan gue bahas mendalam dalam beberapa postingan yang akan mencakup seputar destinasi utama, do and dont’s dan yang paling utama, budget. Jadi, bagi siapapun yang bakal melakukan perjalanan serupa kurang lebih bisa jadi bahan pertimbangan.

But so far, this is the most exciting way of traveling in affordable and comfort way. Yuk mulai!

Ini patung Dewa Murugan -dewa perang dalam kepercayaan umat Hindu- tertinggi di dunia. Di belakangnya, ada tangga yang lumayan curam dan terdiri dari 272 anak tangga.

Menurut warga setempat, kalau kita naik ke atas dan mengucapkan wish kita di atas sana, maka harapan tersebut akan terkabul. Saya pun naik ke atas, ternyata ga mudah. Selain curam, capek, juga ada monyet-monyet yang cukup bikin deg-degan, rrrrr…

Sesampainya di atas, ternyata ada goa besar, yang di dalamnya ada kuil untuk umat Hindu beribadah di situ. Oooh, berarti maksudnya kalau mau wishnya terkabul, ya berdoa sana di tempat ibadah, hehe.

#BatuCaves #Selangor #Malaysia #ASEAN #ASEANtrip (at Batu Caves)

Mui Ne merupakan salah satu kota terunik di Asia Tenggara yang pernah saya kunjungi. Di kota ini, kita bisa menemukan gurun pasir, yang merupakan satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara.

Lebih unik lagi, gurun pasir di Mui Ne ada yang putih dan ada juga yang merah.

Kemudian, jika umumnya gurun pasir identik dengan kekeringan, white sand dunes di Mui Ne ini justru mengelilingi danau yang cukup besar. Selain itu, juga terdapat laut yang letaknya di seberang gurun ini. Unik, kan? 😀

#whitesanddunes #MuiNe #Vietnam #ASEAN #ASEANtrip

Sungai Nam Song, salah satu sungai paling terkenal di Laos. Terletak di kota Vang Vieng, sungai ini mengelilingi bukit karst yang menjadi icon kota tersebut.

Beberapa tahun lalu, puluhan turis meninggal dunia setiap tahunnya di aliran sungai ini, akibat melakukan berbagai aktivitas air dalam keadaan mabuk, seperti tubing sambil minum bir sampai gak sadar, serta loncat -dalam keadaan tidak sepenuhya sadar- dari jembatan, ternyata jatuhnya ke bagian sungai yang dangkal.

Kini, berbagai aktivitas air masih sering dilakukan di sungai ini, hanya saja turis dilarang melakukannya dalam keadaan mabuk. Namun, tetap saja sebagian turis belum mengindahkan peraturan ini. Seperti yang terlihat di foto, itu di belakang saya ada yang sedang kayaking, keliatan gak kalo dia main kayakingnya sambil minum bir tuh, hehe. Ya mudah-mudahan gak sampe mabuk, sih. 😀

#Namsong #VangVieng #Laos #ASEAN #ASEANtrip (at วังเวียง Vangvieng Laos PDR)