arah

anonymous asked:

Kak, pertemanan itu seperti apa sih? Bertemu, berkawan, hilang lalu melupakan? Kalau jawabannya tidak, mengapa banyak yang tak pernah saling bersapa lagi padahal kemarin mengaku menjadi "teman"? Atau apakah teman itu yg pribadinya hanya selaras dengan pribadi kita? Lantas, bagaimana dengan yang "berteman" semusim saja? Yang berteman hanya karna ada maunya? Memanfaatkan? Kalau akn di jwb "semua punya kesibukan masing2" hmm ku pikir tdk usah di jawab

Teman itu hanya kesepakatan sebutan atau label scara tertulis saja. Manusia memberikannya agar lebih mudah dalam menerjemahkan rasa. Dan dalam menerjemahkan rasa sayangnya manusia tak semua sama untuk itu ada teman yang datang dan pergi atau datang dan tinggal. Perbedaan ada pada kompleksitas rasa manusia itu sendiri. Perihal ada istilah teman semusim teman kalo butuh dll itu tak masalah menurutku. Bukankah kamu juga punya andil dalam hal itu? Pertemanan itu sebuah hubungan. Dan hubungan tak akan berjalan jika satu arah tentunya dua arah. Jika hari ini kamu kecewa pada temanmu bukankah dulu dirimu sendiri juga mempunyai andil atas itu sehingga bersedia menyebut dirinya teman dan kamu bisa terlukai. Ayolah berhenti menyalahkan seseorang yang kamu sebut teman itu bagaimanapun dia adalah teman. Berdamai dengannya, dirimu dan keadaan menurutku adalah keputusan paling bijak yg bisa kamu ambil sekarang 😊

anonymous asked:

Bias,aku sudah mencari mu,kemana-mana. Tak bisakah kau tampak kan wujud mu? Bahkan instagram mu pun kau kunci :(

Coba gosok kaca dirumahmu dengan gerakan melingkar berlawanan arah dengan jarum jam, sebut namaku tigakali.
Percayalah, kacamu akan bersih seketika 👻

Kompas Itu

Untuk seseorang yang takmempan dengan banyak pengalihan yang aku lakukan.

Aku masih menyimpan kompas itu: kompas yang kumiliki sebagai penunjuk arah ke mana kaki kuayunkan. Kompas yang kumiliki ini, bukan berarti tidak pernah menyesatkanku. Berkali-kali aku dibuat menyasar, kadang semakin jauh ke hutan, kadang tiba-tiba ada di persimpangan jalan.

Dengan memar tertimpa batang, kaki tersandung bebatuan, dengan pula kebingungan memilih kiri atau kanan, kompas ini terus saja aku genggam. Menuntun kaki mencari arah matahari terbit, tempat kehangatan bersemayam, tempat pulang: menujumu kah atau menuju kesepian yang disahkan.

Jarum pada kompas ini terus memutar. Persis kepala yang rasanya sedang menyunggi bianglala. Tidak terdengar lagi suara burung atau kendaraan yang berderum. Kuberi tahu, bahkan aku berkali-kali limbung, sulit mencitrakan antara benarkah aku semakin melangkah menuju hutan bagian dalam, atau jalan yang menawarkan dua belahannya.

Belakangan, kompasku tidak berfungsi dengan baik. Bagaimana tidak, ia tidak bisa menunjukkan ke arah mana sebenarnya hatimu menghadap: ke ketiadaan, atau menetap. Melalui jarumnya yang goyah goyang-goyang, ia meratap: berhenti! Jangan ikuti aku lagi!

Pic: Vintage Compass from Etsy

youtube

Pernikahan itu bukan main-main.
Memilih untuk berjalan bersama, bukanlah sebuah proses yang singkat.
Dapat menerima semua masa lalu dan keburukannya,
bukanlah hal yang mampu dilakukan semua orang.

Jangan pernah ada penyesalan.
Karena masa depan baru akan dibangun.

Masa depan ditentukan dari diri sendiri,
yang mau bergerak maju atau tidak.

Mundur bukanlah pilihan, selama ada kata berjuang.

Berbahagialah selalu, jiwa-jiwa yang menebar kebaikan!
Selamat tanggal 23.
Semoga Allah senantiasa menghiasi dengan rahmatNya.

Untuk mengulang kembali cerita yang sudah pernah terlewati,  @ajinurafifah dan @kurniawangunadi

4

Lupicus is Zhaitan’s Sailor.

Just like Adryn, Diarmid or Hareth are Mordremoth’s ones.

I was supposed to draw this after this post (Kudzu+Lupi). But the joke was too stupid, so I said ‘better not’.

But since Halloween is close, the Mad King Thorn allows bad jokes. So I finished it.

Also, I’m so sorry Gondul…

9

Some more Guild Wars 2 Cosplay goodness !!! <3 I loved shooting with Team Paraluna, always been on my wish list to do a guildwars shoot. so we did a mini one at animecon! =D A proper shoot will happen this year!!!! 
for now, hope you like this as much as I do !!! 

PS. last image is like: ”Photographer: just gonna do some tests. Team paraluna: ermm…. lets kill some plants so I can stand. Left or right hand bow. Shiaya: Maybe I should hold my weapon like this, wait my sleeve falls over it…   All: Wait did our picture just get taken!? hahahaha “ 

Bukan hanya dalam sebuah pernikahan, ku rasa.

Saat ini aku sedang belajar, bagaimana mulai menata hati untuk selalu menuju kepada-Nya.

Mulai selalu bertanya. Apakah Allah ada dalam tujuanku? Apakah yang aku bangun ini memang karena Allah?

Tidak mudah memang menjaga hati untuk tetap seperti itu. Tetapi, berusaha membaik dan mencoba meninggalkan kesalahan masa lalu bukan sesuatu yang buruk kan?

Sebuah prinsip yang memang harus mulai ku perkuat.
Semoga Allah selalu menjadi yang pertama.

Ngomong-ngomong.
Ini adalah salah satu halaman yang ku suka di buku “Menentukan Arah” hasil karya @ajinurafifah dan @kurniawangunadi yang dijadikan souvenir pernikahannya beberapa bulan lalu.

Buku ini…. sesuatu.
Merubah pandanganku bahwa menikah itu butuh keyakinan dan persiapan. Karena buku ini, aku berpikir ulang untuk segera menikah setelah sumpah dokter gigi nanti dan berencana untuk kembali meraih mimpi yang lebih tinggi lagi. Dan juga memutuskan untuk tidak menjalin hubungan lebih dekat dengan seseorang karena mungkin itu melangkahi Allah, seperti seakan memaksa meminta ingin dijodohkan dengan seseorang tersebut. Padahal hanya Allah yang tau segala hal yang terbaik untuk kita.

…and the only thing I’m committed to right now is bettering myself.

Semoga orang yang terbaik akan datang di waktu terbaik pula :)

Buku ini cocok banget juga dibaca sama yang sudah menikah, baik yang baru dan lama. Karena akan kembali mengingatkan tentang dasar dan prinsip dari sebuah pernikahan, yang mana didasarkan atas kesucian dan dijaga pula dengan suci.

Yuk yang belum punya jangan lupa order Menentukan Arah! Lagi open pre-order loh dengan isi lebih banyak dan perbaikan dari yang sebelumnya..

Salam,
Fira yang lelah ditanya kenapa.

HELLO NOVEMBER!

Berkat dorongan teman-teman semua, insyaAllah kami akan membuka pemesanan kembali terutama untuk buku MENENTUKAN ARAH. Buku tersebut telah kami remake. Diperbaiki ulang isinya, dipercantik wajahnya, dan ditambah dengan beberapa tulisan pelengkap yang melengkapi isi sebelumnya.

Menentukan Arah, dan dua judul sebelumnya bisa dipesan mulai 14 November 2016. Informasi tentang harga, timeline pemesanan, dan lain-lain akan kami rilis bertahap.

Simak terus info-info tentang buku dari Langitlangit di

Instagram : @langitlangit.yk | @kurniawan_gunadi

Tumblr : kurniawangunadi.tumblr.com

Pre Order akan dibuka serentak untuk INDONESIA dan MALAYSIA.

INFORMASI : +62 857 7272 4343 (IND) | +60 13216 7518 (MY)

rumah (?)

Bagaimana jika aku tak mengerti apa itu rumah?
Kau hanya perlu melangkah dari hal-hal yang biasa mereka sebut rumah. Begitu kata mereka.

Bagaimana jika aku tak jua paham apa itu pulang?
Kau hanya perlu memberi jarak sesaat agar bisa kembali pulang. Begitu pula kata mereka.

Lalu bagaimana jika dalam setiap perjalanan aku tak kunjung tahu dengan apa-apa yang biasa mereka sebut dengan rumah dan pulang itu? Kau hanya perlu melonggarkan diri dan mengucapkan selamat datang pada dirimu sendiri. Begitu kataku, baru saja.

Kemudian terdiam, menemukan diri sendiri tahu ke mana arah pulang berarti sudah paham dimana rumah yang sebenarnya dicari selama ini, yaitu diri sendiri.

Hujan Mimpi